Anda di halaman 1dari 62

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM JARINGAN

WARNET NET CITY


PENELITIAN

disusun oleh
Indrawan 09.11.2747
Rika Nurchayati 09.11.2775

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA
2011

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM JARINGAN


WARNET NET CITY
PENELITIAN
untuk memenuhi sebagia persyaratan responsi
jaringan komputer

disusun oleh
Indrawan 09.11.2747
Rika Nurchayati 09.11.2775

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM

ii

YOGYAKARTA
2011

PERSETUJUAN
PENELITIAN

Analisis Dan Perancangan Sistem Jaringan


Warnet Net City
(Studi Kasus: Mahasiswa STMIK AMIKOM - TA 2011/2012)

yang dipersiapkan dan disusun oleh


Indrawan 09.11.2747
Rika Nurchayati 09.11.2775
telah disetujui oleh Dosen Pembimbing
pada tanggal 25 Juni 2011
Dosen Pembimbing,

Rico Agung F, S.Kom


NIK.

iii

PERNYATAAN
Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahawa, laporan penelitian
ini merupekan karya kami sendiri (ASLI) , tanpa ada kesamaan dari pihak
manapun,serta selama sepengetahuan kami belum pernah menemukan judul
penelitian yang sama.

Yogyakarta,22 Juni 2011

Penyusun

Penyusun

Indrawan

RikaNurchayati

09.11.2747

09.11.277

iv

PENGESAHAN
PENELITIAN
Analisis Dan Perancangan Sistem Jaringan
Warnet Net City
(Studi Kasus: Mahasiswa STIMIK AMIKOM - TA 2011/2012)

yang dipersiapkan dan disusun oleh


Indrawan 09.11.2747
Rika Nurchayati 09.11.2775
telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
pada tanggal..... Juni 2011

Susunan Dewan Penguji


Nama Penguji

Tanda Tangan

Rico Agung F,S.Kom

__________________

NIK.
Laporan penelitian ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk mengikuti responsi jaringan komputer
Tanggal 25 Juni 2011
KETUA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Prof. Dr. M. Suyanto, M.M.


NIK. 190302001
HALAMAN MOTTO

Keep Spirit, ingat Allah bersama kita. Allah tidak akan memberi
cobaan diluar batas kemampuan kita. Cobaan dari Allah adalah
tanda kasih sayang-Nya

Awali segala sesuatu dengan doa

Sabar dan berhati-hati adalah kunci utama keberhasilan

Anggap segala permasalahan sebagai pelajaran, dan pujian


sebagai peringatan dari-Nya

Berusaha, Ihtiar, Tawakkal dan tenang.

vi

PERSEMBAHAN

Thanks to :

Allah SWT, Alhamdulillah segala puji bagi Allah


yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga
laporan penelitian ini dapat terselesaikan.

Teruntuk kedua orang tua terkasih, Bapak ma Ibu


makasih atas doa, semangat, kasih sayang yang
selalu diberikan, .

Buat temen2 seperjuangan S1TI-C, makasih buat


kebersamaan selama ini, banyak kenangan indah
yang telah terukir selama kita satu kelas.

Buat temen2 kost dan asrama,makasih semuanya

vii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerahnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian ini dengan baik.
Laporan penelitian dengan judul Analisis dan Perancangan Sistem
Jaringan Warnet Net City Yogyakarta ini disusun untuk memenuhi persyaratan
kelulusan program Strata 1 jurusan Teknik Informatika di Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM Yogyakarta.
Dalam penyusunan laporan penellitian ini, penulis tidak lepas dari
dukungan dan bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Bapak Prof.Dr.M.Suyanto,MM selaku Ketua STMIK Amikom
Yogyakarta.
2. Bapak Rico Agunng F,S.Kom selaku dosen pembimbing yang selalu
memberikan dukungan dan saran,serta masukan sehingga laporan ini
dapat terselesaikan.
3. Seluruh dosen dan karyawan STMIK Amikom Yogyakarta.
4. Bapak Rasdha Tajuddin SE,MM. selaku pimpinan Warnet Net City
Yogyakarta.
5. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan untuk
penulis.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak
terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis membuka kritikan dan saran yang
membangun dari para pembaca.
Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak,terutama bagi pembaca untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Yogyakarta,25 Juni 2011
Penyusun

Penyusun

Indrawan
09.11.2747

RikaNurchayati
09.11.2775

viii

DAFTAR ISI
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM JARINGAN..................................i
WARNET NET CITY.............................................................................................i
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM JARINGAN.................................ii
WARNET NET CITY............................................................................................ii
Analisis Dan Perancangan Sistem Jaringan...........................................................iii
Warnet Net City.....................................................................................................iii
PERNYATAAN.....................................................................................................iv
Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahawa, laporan penelitian
ini merupekan karya kami sendiri (ASLI) , tanpa ada kesamaan dari pihak
manapun,serta selama sepengetahuan kami belum pernah menemukan judul
penelitian yang sama...............................................................................................iv
Yogyakarta,22 Juni 2011.......................................................................................iv
Penyusun
Penyusun.........................iv
Indrawan
RikaNurchayati............................................................iv
09.11.2747
09.11.277............................................................................iv
Analisis Dan Perancangan Sistem Jaringan............................................................v
Warnet Net City......................................................................................................v
Susunan Dewan Penguji.......................................................................................v
Prof. Dr. M. Suyanto, M.M....................................................................................vi
HALAMAN MOTTO............................................................................................vi
PERSEMBAHAN.................................................................................................vii
KATA PENGANTAR.........................................................................................viii
Penyusun
Penyusun...........viii
Indrawan
RikaNurchayati..........................................................viii
09.11.2747
09.11.2775...........................................................viii
DAFTAR ISI..........................................................................................................ix
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................................1
1.1Latar Belakang Masalah..................................................................................1
1.2Rumusan Masalah...........................................................................................1
Masalah yang akan diteliti adalah simulasi dan analisa sistem jaringan yang
menggunakan sistem jaringan topologi bintang.......................................................1
1.2.1Kelebihan.....................................................................................................1
1.2.2Kekurangan..................................................................................................1
1.2.3Penanganan..................................................................................................2
1.3Batasan Masalah..............................................................................................2
1.4Tujuan Penelitian............................................................................................2
1.5Manfaat Kegiatan Praktikum Tugas Akhir.....................................................3
1.6Metode Penelitian............................................................................................3

ix

1.7Sistematika Penulisan......................................................................................4
Sistematika penulisan Analisi Dan Perancangan Sistem Jaringa Warnet Net City
meliputi beberapa hal yaitu sebagai berikut :...........................................................4
BAB II
LANDASAN TEORI...............................................................................................5
2.1Pengantar Sistem Jaringa Komputer...............................................................5
2.3Konsep Dasar Jaringan..................................................................................17
2.3.1 Kualitas Sistem Jaringan Internet..........................................................18
2.3.2 Jaringan Komputer................................................................................19
2.4Konsep Dasar Jaringan Internet....................................................................20
Istilah internet berasal dari kata Internetworking. Internetworking sendiri bisa
diartikan sebagai network dari network, yang berarti kumpulan dari jaringanjaringan yang menghubungkan komputer dari sitem yang berbeda-beda.Jadi
dapat dikatakan bahwa Internet adalah kumpulan berbagai macam sistem
jaringan komputer di dunia yang terkoneksi satu sama lain dan dapat saling
berkomunikasi satu sama lain............................................................................20
Internet berawal dari proyek riset yang disponsori oleh DARPA (Defense
Advance Research Project Agency).Dalam riset ini bertujuan untuk
mengembangkan suatu jaringan komputer yang bekerja secara
transparant,bekerja melalui berbagai macam sistem jaringan komunikasi data
yang terhubung satu dengan yang lainnya.Tahan terhadap berbagai macam
gangguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lainnya).............................20
2.5Komponen Jaringan Internet.........................................................................20
Komponen jaringan terdirri atas beberapa hal, yaitu :.......................................20
Cable..................................................................................................................20
Terdapat berbagai jenis kabel yang digukanan untuk jaringan komputer, yaitu:
............................................................................................................................21
1.Coaaxial Cable................................................................................................21
Pada awal berkembangnya jaringan komputer, cable ini sangant populer
digunakan, adadua jenis kabel caoxial yaitu thick coax cable (berdiameter
besar) dan thin coax cable (berdiameter kecil).Adapun jenis coaxial yang
dipakai adalah kabel RG-58. Dimana setiap perangkatnya dihubungkan dengan
konektor BNC-T.................................................................................................21
Twisted Pair Cable.............................................................................................21
Standard cable ini dibagi dua, yaitu UTP cable (Unshielded Twisted Pair) dan
STP cable ( Shielded Twister Pair)....................................................................21
Fiber Optic.........................................................................................................21
Fiber Optic atau Serat Optic merupakan salah satu media transmisi jaringan
komputer yang sangat handal. Bahkan saat ini fiber optic merupakan median
transmisi terbaik,dikarenakan fiber optic tidak berpengaruh negative pada
performance jaringan saat disandingkan dengan wire power bertegangan tinggi.
............................................................................................................................21
NIC atau Ethernet Card......................................................................................21
Ethernet Card berfungsi sebagai penghubung antara komputer dengan network
device.Ada bebereapa jenis koneksi yang dapat digunakan untuk terhubung
dengan NIC.Jika media transmisi menggunakan cable coaxial maka
konektornya BNC ( Barrel Nut Connector atau Bayonet Net Connector). Tpi
jika media transmisinya menggunakan kabel twisted pair,maka jenis konektor

yang dipakai adalah RJ-45.K onektor RJ-45 ini yang sekarang sering digunakan
dan dijumpaidihampir seluruh jaringan komputer.............................................21
Switch dan Hub..................................................................................................22
Merupakan network device yang berfungsi untuk menghubungkan semua
client, printer, workstation, server atau perangkat network lainnya (Access
Point) dengan menggunakan cable-ceble jaringan yang ada (coax, UTP,
ataupun Fiber Optic).Switch memilik kemampuan managementtraffic data yang
lebih baik daripada Hub.....................................................................................22
Rrepeater............................................................................................................22
Berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu
segment kabel dan meneruskannya kembali dengan kekuatan yang sama
dengan sinyal aslinya, pada segment kabel yang lainnya. Dengan demikian
jarak antar kabel dapat diperpanjang..................................................................22
Bridge.................................................................................................................22
Fungsinya hampir sama dengan repeater, akan tetappi bridge mampu
menghubungkan anatara jaringan yang menggunakan transmisi yang berbeda.
Bridge dapat pula menghubungkan jaringan tipe kabel yang berbeda taua
topologinya yang berbeda..................................................................................22
Router.................................................................................................................22
Router merupakan network device yang brfungsi untuk menghubungkan dua
atau lebih jaringan yanmg berbeda, router bekerja pada layer 3 pada OSI layer,
sehingga memeungkinkan melakukan process routing, dimana process inilah
yang membuat semua jaringan yang berbeda dapat terhubung satu dengan yang
lainnya................................................................................................................22
Vlan....................................................................................................................23
Inter Vlan ..........................................................................................................23
2.3Konsep Perancangan Jaringan.......................................................................23
2.7 Kelebihan Dan kekurangan Jaringan.........................................................24
2.7.1 Jaringan Client-Server...............................................................................24
Keunggulan dari jaringan Client-Server adalah:................................................24
Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringa dan
penegelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang
tidak dibebani dengan tugas lain........................................................................24
Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik,karena terdapat seorang
pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola
administrasi dan sistem keamamanan jaringan..................................................24
Sistem back-up data lebih baik, karena pada jaringan client-server back-up
dilakukan terpusat di server, yang akan memback-up seluruh data yang
digunakan di dalam jaringan..............................................................................25
Kelemahan dari jaringan Client-Server adalah :................................................25
Biaya operasional relatif lebih mahal.................................................................25
Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk
digunakan sebagai server...................................................................................25
Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami
gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu............................25
2.7.2 Jaringan Peer to peer.................................................................................25
Keunggulan jaringan Peer to Peer :..................................................................25
Anatara komputer dalm jaringan dapat saling berbagi pakai fasilitas yang
dimilikinya seperti harddisk, drive, fax/modem, printer....................................25

xi

Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan Clientserver,salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki
kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menydiakan fasilitas
jaringan...............................................................................................................25
Kelangsungan kerja jaringan tidak bergan tung pada salah satu server.Sehingga
bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak
akan mengalami gangguan.................................................................................26
Kelemahan jaringan Peer to peer :.....................................................................26
Troubelshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan peer to peer
setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada......26
Untuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena
setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringa
harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri................................................26
Sistem keamanan jaringan dietntukan oleh masing-masing user denga mengatur
keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki..............................................26
Karena data jaringan tersebar diamsing-masing komputer dalam jaringan, maka
back-up harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.....................26
2.6Sistem Operasi Jaringan ...............................................................................26
Untuk mengelola suatu jaringan diperlukanadanya sistem operasi jaringan
Sistem operasi jaringan diebedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannya
yaitu :..................................................................................................................26
2.8.1 Jaringan Client-Server...............................................................................26
Server adalah komputer yang meyediakanfasilitas bagi komputer-komputer
lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima
atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server...................................26
2.8.2 Jaringan Peer to Peer................................................................................27
Bila ditinjau dari peran server dikkedua tipe tersebut, maka server di jaringan
tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan
sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
............................................................................................................................27
2.7Packet Tracer V 5.1.......................................................................................27
2.7.1 Sejarah Packet Tracer V 5.1..............................................................27
Packet tracer adalah software simulasi jaringan (Network Simulation)
yang di gunakan untuk membuat sebuah topologi ataupun layout jaringan
sebelum membuat jaringan yang "sebenarnya". Packet tracer terdesign
sedemikian rupa sehingga simulasi yang dibuat oleh pengguna software ini
seakan-akan seperti nyata. Selain packet tracer ada pula software simulasi
jaringan lainnya seperti Boson NetSim, Router Sim Netrowk Visualizer. 27
2.7.2 Komponen Packet Tracer..................................................................28
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN.....................................................................30
3.1Tinjauan Umum............................................................................................30
3.1.1 Sejarah Umum Warnet Net City...........................................................30
3.1.2 Sarana dan Prasarana.............................................................................31
3.2Spesifikasi Alat.............................................................................................31
3.2.1 Perangkat Keras........................................................................................32
3.3HUB/Switch..................................................................................................32
Hub atau Switch merupakan alat yang digunakan untuk membagi jaringan.Pada
jaringan Warnet Net City terdapat 2 switch dan 1 hub :....................................32

xii

a.Untuk Switch yang berada di warnet..............................................................32


1.HUB 8 port ( 1 buah ).....................................................................................32
2.Switch 24 port ( 2 buah ).................................................................................32
3.Merk D-link.....................................................................................................32
3.4Jaringan Yang Digunakan.............................................................................32
Menggunakan ISP dan menggunakan model atau type jaringan star...............32
3.5Konektor........................................................................................................32
Pada Jaringan Yang Terdapat Diwarnet Net City Menggunakan Konektor Rj-45
............................................................................................................................33
3.6Kabel ............................................................................................................33
Jaringan kabel warnet ini menggunakan kabel UTP..........................................33
3.7Server............................................................................................................33
Pada Warnet Net City server yang digunakan adalah produk dari IBM............33
3.8Komputer Client ...........................................................................................33
Pada dasarnya semua PC yang berada pada Warnet Net City memiliki ciri dan
spesifikasi yang sama karena sistem pengadaan komputer dilakukan secara
merata kepada setiap PC.Adapun spesifikasinya komputer client adalah :.......33
Intel P 4 3.0 Ghz ................................................................................................33
Ram 1 Gb ..........................................................................................................33
Case Simbadda ..................................................................................................33
HDD 60 Gb........................................................................................................33
Monitor Lg Flat 15...........................................................................................33
Keyboard & mouse standar................................................................................33
3.9Hasil Aanalisa...............................................................................................34
Sistem jaringan yang diguanakan Warnet Net City adalah merupakan jaringan
star. Topologi star, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP
atau Base-T. Bentuk jaringan star menyerupai bintang dengan pusatnya adalah
hub atau switch. Pada topologi star, masing- masing workstation dihubungkan
secara langsung ke server atau hub.Keunggulan topplogi type star ini adalah
bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka
bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar
sehingga akan meningkatkan unjuk kerja secara keseluruhan. .........................34
Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel mak gangguan hanya akan
terjadi dalam komunikasi anatara workstation yang bersangkutan dengan
server,jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari
topologi star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan
topologi lainnya..................................................................................................34
Table daftar IP....................................................................................................34
Nama Unit..........................................................................................................35
IP/Range IP........................................................................................................35
Server 1..............................................................................................................35
192.168.3.11.......................................................................................................35
Server 2..............................................................................................................35
192.168.3.12.......................................................................................................35
Server 3..............................................................................................................35
192.168.3.13.......................................................................................................35
Server 4..............................................................................................................35
192.168.3.14.......................................................................................................35
Client 1...............................................................................................................35

xiii

Client 2...............................................................................................................35
192.168.3.101.....................................................................................................35
192.168.3.102.....................................................................................................35
Client 3...............................................................................................................35
192.168.3.103.....................................................................................................35
Client 4...............................................................................................................35
192.168.3.104.....................................................................................................35
Client 5...............................................................................................................35
192.168.3.105.....................................................................................................35
Client 6...............................................................................................................35
192.168.3.106.....................................................................................................35
Client 7...............................................................................................................35
192.168.3.107.....................................................................................................35
Client 8...............................................................................................................35
192.168.3.108.....................................................................................................35
Client 9...............................................................................................................35
192.168.3.109.....................................................................................................35
Client 10.............................................................................................................35
192.168.3.110.....................................................................................................35
Client 11.............................................................................................................35
192.168.3.111.....................................................................................................35
Client 12.............................................................................................................35
192.168.3.112.....................................................................................................35
Client 13.............................................................................................................35
192.168.3.113.....................................................................................................35
Client 14.............................................................................................................35
192.168.3.114.....................................................................................................35
Client 15.............................................................................................................35
192.168.3.115.....................................................................................................35
Client 16.............................................................................................................35
192.168.3.116.....................................................................................................35
Client 17.............................................................................................................35
192.168.3.117.....................................................................................................35
Client 18.............................................................................................................35
192.168.3.118.....................................................................................................35
Client 19.............................................................................................................35
192.168.3.119.....................................................................................................35
Client 20.............................................................................................................35
192.168.3.120.....................................................................................................35
Client 21.............................................................................................................35
192.168.3.121.....................................................................................................35
Client 22.............................................................................................................36
192.168.3.122.....................................................................................................36
Client 23.............................................................................................................36
192.168.3.123.....................................................................................................36
Client 24.............................................................................................................36
192.168.3.124.....................................................................................................36
Client 25.............................................................................................................36
192.168.3.125.....................................................................................................36

xiv

Client 26.............................................................................................................36
192.168.3.126.....................................................................................................36
Client 27.............................................................................................................36
192.168.3.127.....................................................................................................36
Client 28.............................................................................................................36
192.168.3.128.....................................................................................................36
Client 29.............................................................................................................36
192.168.3.129.....................................................................................................36
Client 30.............................................................................................................36
192.168.3.130.....................................................................................................36
Client 31.............................................................................................................36
192.168.3.131.....................................................................................................36
Client 32.............................................................................................................36
192.168.3.132.....................................................................................................36
Client 33.............................................................................................................36
192.168.3.133.....................................................................................................36
Client 34.............................................................................................................36
192.168.3.134.....................................................................................................36
Client 35.............................................................................................................36
192.168.3.135.....................................................................................................36
Client 36.............................................................................................................36
192.168.3.136.....................................................................................................36
Client 37.............................................................................................................36
192.168.3.137.....................................................................................................36
Client 38.............................................................................................................36
192.168.3.138.....................................................................................................36
Client 40.............................................................................................................36
192.168.3.139.....................................................................................................36
Client 41.............................................................................................................36
192.168.3.140.....................................................................................................36
Client 41.............................................................................................................36
192.168.3.141.....................................................................................................36
Client 42.............................................................................................................36
192.168.3.142.....................................................................................................36
Client 43.............................................................................................................36
192.168.3.143.....................................................................................................36
Client 44.............................................................................................................36
192.168.3.144.....................................................................................................36
Client 45.............................................................................................................36
192.168.3.145.....................................................................................................36
Client 46.............................................................................................................36
192.168.3.146.....................................................................................................36
Client 47.............................................................................................................37
192.168.3.147.....................................................................................................37
Client 48.............................................................................................................37
192.168.3.148.....................................................................................................37
Client 49.............................................................................................................37
192.168.3.149.....................................................................................................37

xv

BAB IV
IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN............................................................38
4.1Implementasi Sistem.....................................................................................38
4.2Manual Instalasi............................................................................................38
4.3Langkah Konfigurasi.....................................................................................41
4.4Hasil Konfigurasi dan Pengujian..................................................................41

xvi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi maka semakin
berkembang pula pola-pola jaringan yang digunakan dalam setiap perushaan
untuk bisa mengelola perusahaan dengan baik. Kegiatan dan permasalahan yang
dihadapi semakin lengkap dan memerlukan penanganan yang serius mengenai
pengamanan jaringan. Keamana jaringan memang sangat penting dalam sebuah
perusahaan seperti warnet. Tetapi tidak sedikit perusahaan yang belum
melaksanakan pengamanan jaringan secara baik
Banyak lembaga bisnis ataupun non bisnis yang menggunakan sistem
keamanan jaringan untuk mengelola keamanan jaringan komputer secara
otomatis.Sistem kemanan jaringan merupakan sistem yang terkontrol dan tersusun
secara baik di dalamnya.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang akan diteliti adalah simulasi dan analisa sistem jaringan yang
menggunakan sistem jaringan topologi bintang.
Topologi bintang merupakan bentuk toplogi bintang yang berupa konvergensi
dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang
termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

1.2.1 Kelebihan

Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada


saluran tersebut dan station yang terpaut.

Tingkat keamanan termasuk tinggi.

Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.

Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

1.2.2

Kekurangan
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan
berhenti.

2
1.2.3

Penanganan
Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

1.3 Batasan Masalah


Agar pembahasan yang dilakukan tidak terlalu luas, oleh karena itu
masalah dibatasi dari pengolahan data yang manual ke sistem pengolahan data
terkomputerisasi. Batasan tersebut meliputi pengolahan data siswa, data guru, data
kelas, data pembagian kelas, data mata pelajaran, data nilai, dan pembuatan
laporan.

1.4 Tujuan Penelitian


Laporan penelitian ini disusun sebagai sayarat mengikuti sayarat
mengikuti responsi mata kuliah Jaringan Komputer jenjang Strata (S1) di STMIK
AMIKOM YOGYAKARTA jurusan Teknik Informatika.Selain itu penelitian ini
diharapkan dapat menegtahui bagaimana sistem jaringan yang ada di Warnet Net
City.

3
1.5 Manfaat Kegiatan Praktikum Tugas Akhir
1.

Mengikuti Responsi Jaringan Komputer

2.

Menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama studi


3.

Memberikan masukan kepada pihak warnet agar mampu melakuka


pengamanan jaringan dengan baik.

1.6 Metode Penelitian


Adapun cara penelitian yang digunakan adalah sebagi berikut :
1. Observasi
Merupakan metode yang dilakukan dengan cara pengamatan secara
langsung di lapangan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang
permasalahan yang akan diteliti.
2. Wawancara
Merupakan kegiatan tanya jawab secara langsung dengan pihak Warnet
Net City untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap.
3. Pustaka
Membaca buku literature dan makalah makalh yang berhubungan
dengan masalah yang akan dibahas.

1.7 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan Analisi Dan Perancangan Sistem Jaringa Warnet Net City
meliputi beberapa hal yaitu sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode pengumpulan data, dan
sistematika penulisan.
Bab I Landasan Teori
Bab ini membahas mengenai teori analisis dan perancangan sistem
jaringan pada warnet net city.
Bab III Analisis dan Perancangan
Bab ini berisi Tinjauan Umum, Analisis (analisis kebutuhan, kelemahan,
dan kelayakan sistem), Perancangan (perancangan jaringan dan interface).
Bab IV Implementasi dan Pembahasan
Bab ini berisi hasil dari penelitian yang berisi data-data dari penelitian.
Bab V Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengantar Sistem Jaringa Komputer
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini, hampir di setiap
perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di
dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu
jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung
dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan
teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah
pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan
lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan.
Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan
data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan
hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau
periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer
dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Jaringan komputer
merupakan suatu teknik yang digunakan

Personal Computer (PC) untuk

melakukan komunikasi dengan PC yang lain dengan menggunakan media


transmisi sebagai jalur komunikasinya.
Penggunaan jaringan komputer mencakup wilayah yang sangat luas baik
satu daerah, provinsi, bahkan antar negara bisa melakukan komunikasi tanpa
harus terikat waktu dan jarak. Pada mulanya Personal Computer (PC) digunakan
oleh masing-masing user/individu yang berdiri sendiri (stand alone) tanpa ada
hubungan atau komunikasi dengan PC yang lain. Kerena penggunaan PC secara
stand alone pengolahan dan pembagian data masih sangat lambat dan tidak efisien
karena harus membutuhkan waktu yang lebih untuk memasukkan data atau
memberikan informsi ke setiap PC. Pada akhirnya timbul suatu gagasan untuk

31

dapat menggabungkan beberapa PC kedalam satu jalur komunikasi yang disebut


jaringan, yang mana pada setiap PC dapat mengakses PC yang lain yang berada
pada tempat yang berbeda.
Dari gagasan tersebut timbul suatu konsep jaringan yang dikenal dengan
Local Area Network (LAN) yang didasari pada penggunaan sumber daya secara
bersama-sama (resource sharing). Secara umum, jaringan mempunyai beberapa
manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia
usaha telah mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki
keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang
teknologi. Adapun beberapa manfaat jaringan komputer adalah :
1. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.
Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas
tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja
kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan
lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.
2. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap handal dan
up-to- date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik
memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang
berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
3. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing).
Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data
lainnya yang bukan jaringan.
4. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih
efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian
besar sistem jaringan, di samping sistem penjadwalan, pemantauan proyek,
konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih
produktif.
5. Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih
efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat
melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan

pemasok.

2.2 Teori Pendukung


2.2.1 LAN ( Local Area Network )
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil,
umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah
gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak lebih dari 1 km persegi. Secara
garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan peer to peer dan
jaringan client-server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung
ke jaringan dapat bertindak baik sebagai client maupun server. Sedang pada
jaringan client-server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan
komputer lain berperan sebagai client.
Pada jaringan client-server, satu komputer biasanya dijadikan sebuah file
server yang digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang
mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat
digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network.
Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya
disebut dengan client. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file
server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk
jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan
antara satu komputer dengan komputer lainnya.
Ada beberapa ciri dari LAN:
1. Jarak antar terminal tidak terlalu jauh,
2. Pada umumnya LAN tersebut milik satu organisasi / perusahaan,
3. Umumnya tidak mempergunakan fasilitas jaringan telepon, sehingga
kecepatan pengiriman data juga tidak bergantung pada jaringan tersebut,
4. Mempergunakan media transmisi berupa kabel yang khusus untuk
komunikasi dan biasanya mempunyai kecepatan pengiriman data yang
sangat tinggi (1 Mbps - 10 Mbps). Transmisi data dalam LAN mempunyai
kecepatan yang berbeda-beda dan dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Jaringan kecepatan tinggi Kapasitas transmisi data lebih dari 20 Mbps (Mega
bits per second) yang biasanya diterapkan dalam LAN untuk komputer
mainframe.
Contoh :
1. Loosely Coupled Network (Control Data Corp.)
2. Hyperchannel (Network System Corp.)
2. Jaringan kecepatan medium (sedang)
Kapasitas transmisi data sekitar 1 Mbps - 20 Mbps yang biasanya diterapkan
untuk komputer mainframe yang kecil atau komputer mini.
Contoh :
1. Ethernet (Xerox)
2. ARCnet (Datapoint Corp.)
3. Wangnet (Wang Laboratories)
4. Local Net (Systex)
5. Cable Net (Amdex)
3. Jaringan PC kecepatan rendah
Kapasitas transmisi data kurang dari 1 Mbps, biasanya diterapkan untuk
komputer (Personal Computer). Dalam Penggunaan Jaringan LAN memiliki
banyak keuntungan diantaranya:
1. Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
2. Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
3. File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari
semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat
berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
4. File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
5. Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
6. Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.

7. Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail &


Chat.
8. Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau
sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau
mengirimkan fax melalui 1 modem.
2.2.2 MAN (Metropolitan Area Network/Jaringan Area Metropolitan)
Jaringan MAN biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN,
misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini, jaringan
menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area
yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: Jaringan SIMKAR Dinas Pemadam
Kebakaran dimana beberapa kantor cabang Dinas di dalam wilayah Jakarta
dihubungkan antara satu dengan lainnya.
Misalnya SIMKAR Barat yang ada di Jakarta Barat ke Kantor Dinas yang ada di
Jakarta Pusat.
2.2.3 WAN (Wide Area Network)
WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau
Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan
jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor
cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan
dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat
menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara
kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang
berada di lain kota ataupun negara. Di antara jaringan LAN, MAN dan WAN
tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang
berbeda antara satu dengan yang lainnya. Adapun keuntungan jaringan WAN
adalah :
1. Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
2. Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
3. Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat

10

dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang
dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
4. Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada
waktu yang ditentu.
2.2.4. Wireless
Wireless LAN (WLAN) adalah teknologi LAN yang menggunakan frekuensi dan
transmisi radio sebagai media penghantarnya, pada area tertentu, menggantikan
fungsi kabel. Pada umumnya WLAN digunakan sebagai titik distribusi di tingkat
pengguna akhir, melalui sebuah atau beberapa perangkat yang disebut dengan
Access Point (AP), berfungsi mirip hub dalam terminologi jaringan kabel
ethernet. Di tingkat backbone, sejumlah AP tersebut tetap dihubungkan dengan
media kabel. WLAN dimaksudkan sebagai solusi alternatif media untuk
menjangkau pengguna yang tidak terlayani oleh jaringan kabel, serta untuk
mendukung pengguna yang sifatnya bergerak atau berpindah-pindah (mobilitas).
Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN adalah 2.4 Ghz
dan 5.8 Ghz yang secara exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan bersama oleh
publik (frequency sharing) internasional dimasukkan ke dalam wilayah licensce
Belakangan oleh forum WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti
itu, serta industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang
punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk area yang
belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar
IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi
transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar
802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps
keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja pada
frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas dan modulasi yang
lebih baik, maka perangkat yang berbasis standar ini mampu melewatkan data
hingga kapasitas 54 dan108 Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih
banyak. Selain itu ada kelompok industri yang membangun aliansi, disebut

11

dengan Wireless Alliance (WiFi Consortium). Lembaga ini berupaya menerapkan


standar interoperabilitas antar perangkat WLAN sebagai jaminan bagi pengguna
bahwa setiap perangkat yang telah disertifikasi WiFi akan dapat saling terhubung
meskipun berbeda vendor atau pemanufaktur.
WLAN juga memiliki kelebihan lain dalam hal kemudahan implementasi
serta fleksibilitas. Semua perangkat yang saat ini ada di pasaran, memiliki
interface yang user friendly dan sebagian besar kompatibel dengan berbagai
macam sistem operasi dan teknologi jaringan LAN eksisting. Bentuk perangkat
yang kompak dengan berbagai macam fitur yang beragam, memudahkan
perencanaan dan implementasi jaringan. Adapun kelebihan dan kekurangan
WLAN adalah :
a.. Kekurangan
1. Keamanan Jalur Komunikasi yang kurang aman
2. Kecepatan akses dan sharing data lebih lamban daripada jaringan kabel
b. Keuntungan
1. Jaringan yang fleksibel
2. Biaya instalasi atau pemasangan WILAN jauh lebih murah
3. Jaringan tidak terpengaruh dengan infrastruktur
2.2.5 Komponen Fisik
A. Personal Computer (PC)
Pada dasarnya setiap PC bisa digunakan dalam membentuk sebuah
jaringan. Akan tetapi PC dengan kualitas kerja tinggi akan mampu mengirim dan
mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe clientserver, komputer yang dijadikan sebagai server mutlak harus memiliki fungsi
kualitas kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai
workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas yang
diperlukan oleh client.

12

B. Network Interface Card (NIC)


Network Interface Card (NIC), juga disebut sebagai Network Adapter,
digunakan untuk menghubungkan computer ke kabel yang digunakan pada Local
Area Network (LAN). Umumnya, NIC ditempatkan pada komputer melalui
expansion bus seperti slot ISA (8 bit atau 16 bit) atau PCI (32 bit atau 64 bit). NIC
mempunyai satu atau lebih port eksternal yang digunakan untuk menempatkan
kabel networknya.
Fungsi utama dari NIC adalah mengijinkan komputer untuk
berkomunikasi dalam network. Ia melakukan hal ini dengan mengirim/menerima
dan mengontrol traffic dengan komputer atau peralatan lain yang ada pada
network. Saat mengirim, NIC mengkonvert data dari pararel ke serial, mengencode dan mengompresinya, dan kemudian menempatkannya pada kawat dalam
bentuk sinyal listrik atau optik. Proses sebaliknya terjadi pada saat menerima. NIC
mentranslate sinyal listrik yang diterimanya menjadi bit-bit yang bisa dibaca oleh
komputer.
Setiap NIC mempunyai identifikasi unik yang disebut MAC Address yang telah
dihard-coded pada cardnya. Sebagai tambahan, setiap NIC harus mempunyai
network adapter driver yang mengijinkan ia untuk berkomunikasi dengan network
protokolnya. Sebuah NIC spesifik untuk arsitektur LAN tertentu (misalnya,
Ethernet, Token Ring, atau Fiber-Optic). Ada kemungkinan untuk menginstall
lebih dari satu NIC pada komputer yang sama. Kebanyakan NIC berhubungan
langsung ke bus sistem komputer melalui 32- bit PCI slot atau 8-bit atau 16-bit
ISA slot untuk komputer lama. NIC beroperasi pada Physical layer, layer yang
paling bawah dari model OSI.
Ada tiga cara utama bagaimana pertukaran informasi antara NIC dan CPU:
1. DMA Transfer. Direct Memory Acces Controller mentransfer data secara
langsung dari NIC ke lokasi memori yang disediakan pada komputer.
2. Shared System Memory. Shared memory bisa dialokasikan pada card atau pada
system. Jika shared memori berada pada card, ia dimap ke RAM melalui base
memory address dan processor merawatnya seperti lokasi memori yang lain. Jika
shared memori berada pada system, processor khusus pada NIC digunakan untuk

13

memindahkan data ke dan dari suatu lokasi memori.


3. Bus Mastering. NIC akan mem-bypass CPU, mengambil control ke bus sistem
dan me-load data secara langsung ke sistem memori tanpa interrup ke CPU.
Metode ini tersedia hanya pada sistem bus tertentu yang men- support-nya
(misalnya PCI).
Tiap-tiap dari metode ini dapat meningkatkan performansi dari operasi network
melalui basic I/O. Secara umum, bus mastering dan shared memori lebih baik
daripada DMA.
C. Tipe Pengkabelan
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan yaitu:
a. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif
lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan
komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial / RG-58 antara 0.5 185 m
dan maksimum 30 komputer terhubung.
b. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan Thick Ethernet atau Thicknet, jumlah komputer yang dapat
dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat
diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta
pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet
digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem
jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel
transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m
dengan maksimum 100 transceiver terhubung.
c. Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded.
Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan
unshileded tidak mempunyai selunung pembungkus untuk koneksinya kabel jenis
ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT)
network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu
kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Saat ini ada beberapa grade, atau

14

kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan
memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik
pada 10 Mbps dan Fast Ethernet (100 Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat
straight-through atau crossed. Kabel straight through digunakan untuk
menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk
menghubungkan HUB ke HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted- Pair
adalah 100 m.
d. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak
diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100 Mbps dan
bebas pengaruh lingkungan.
D. Topologi Jaringan
a. Bus Topologi
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di
mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Pada topologi Bus, kedua
ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator, barel connector dapat
digunakan untuk memperluasnya. Jaringannya hanya terdiri dari satu saluran
kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan
dapat mengkaitkan dirinya dengan mantap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear
Bus termasuk layout yang umum, satu kabel utama menghubungkan tiap simpul
ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masingmasing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu
ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya.
Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah
satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti
bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya
tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat
sederhana, murah dan maksimal terdiri atas5-7 komputer. Kesulitan yang sering
dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme
jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu

15

kinerja dan trafik seluruh jaringan. Keunggulan topologi Bus adalah


pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan
dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini
adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan
akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada
masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector
(dengan terminator 50 ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat
jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama
dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial
yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguhsungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang
dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai
kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan
dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk
menghubungkan dengan client atau node).
b. Topologi Star
Topologi Star, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP
atau10/100/1000 Base-T. Bentuk jaringan Star menyerupai bintang dengan
pusatnya adalah suatu hub atau switch. Pada topologi Star, masing-masing
workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari
topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap
workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel
akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara
keseluruhan.
Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan
hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan
dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan.
Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar
dibandingkan dengan topologi lainnya.

16

c. Topologi Ring
Topologi Ring, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP
cat 3 atau TokenRing Bentuk jaringan Ring secara fisik menyerupai Star dengan
pusatnya adalah suatu perangkat yang bekerja secara Ring (informasi diputar
dalam lingkaran sampai ditemukan tujuannya). Di dalam topologi Ring semua
workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau
cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan
informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud
sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut
serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat
gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan
topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data
seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada
jaringan.
d.Topologi Jaringan Pohon (Tree)
Topologi jaringnan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.Topologi
ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang
berbeda.Untuk hirarki yang lebih rendah biasanya digambarkan pada lokasi yang
rendah dan semakin ke atas mempunyai hirarki semakin tinggi.Topologi jaringan
jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
2.2.6 Komponen Software
A.Protokol
Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komun ikasi diantara
beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk didalamnya
petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan,
topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kece[patan tramsfer data.
Protokol-Protokol yang dieknal sebagai berikut :
1.Ethernet
Protokol Ethernet sejauh ini adalah yang paling banyak

17

digunakan,Ethernet menggunakan ,metode akses yang disebut CSMA/CD


( Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection ).
2.LocalTalk
LocalTalk adalah sebuah protokol network yang dikembangkan oleh
Apple Computer,inc.untuk mesin- mesin komputer Mcintosh.Metode yang
digunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA ( Carrier Sense Multiple Access
with Collisison Avoidance ).
3.Token Ring
Metode Accessnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran
seperti Cincin.Sebuah sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran
(cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari satu komputer menuju ke
momputer berikutnya.
4.Fiber Distributed Data Interface ( FDDI)
Fiber Distributed Data Interface ( FDDI) adalah sebuah protokol jaringan
yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan bahkan pada jarak
jauh.Metode accessnya adala model token.
5.Asyncronous Transfer Mode (ATM)
Asyncronous Transfer Mode (ATM) yaitu sebuah protokol jaringan yang
mentransmisikan pada kecepatan 155 Mbps atau lebih. Asyncronous Transfer
Mode (ATM) bekerja pada topologi bintang.

2.3 Konsep Dasar Jaringan


Network atau jaringan komputer yang berasal dari time-sahring network,
yaitu rangkaian terminal yang terhubung dengan komputer sentral yang disebut
mainframe. Contoh time-sahring network adalah IBMs System Network
Architecture (SNA) dan Digitals network architecture.
Kemudian komputer berskala kecil yang disebut Personal Computer atau
PC mulai menggeser komputer-komputer mainframe. Beberapa bua PC dapat
membentuk network yang disebut LAN (Local Area Network). LAN menyediakan
pemakain resource bersama,seperti sharing file dan sharing printer. LAN cukup

18

efektif digunakan pada area tertutup dengan luas area terbatas, seperti dirumah,
kantor, laboratorium, dan sebagainya.
Setiap tahun selalu dikembangkan teknologi jaringan komputer. Dengan
semakinluasnya insfrastruktur jaringa telepon seluler maka jaringan komputer
telahmemasuki area yang selama ini belum pernah dijangkau,yaitu perkawinan
antar mobile network dan computer network. Setiap orang dapat mengakses
internet kapanpun dan dimanapun dia berada dengan hanya berbekal sebuah
laptop dan modem GSM /CDMA.
2.3.1

Kualitas Sistem Jaringan Internet

Sistem jaringan internet dapat dikatakan berkualitas bila di dalam sistem


jaringan tersebut terdapat :
a. Safety
Sistem keamanan jaringan yang ada hanya boleh dan dapat diketahui oleh
pengelola warnet tersebut.Tujuan keamanan jaringan adalah Availability /
Ketersediaan, Reliability / Kehandalan, Confidentiality / Kerahasiaan.Cara
pengamanan jaringan ada 2 metode:

Autentikasi

Proses pengenalan peralatan, sistem operasi, kegiatan, aplikasi dan


identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer Autentikasi dimulai pada
saat user lojaringan dengan cara memasukkan password.

Enkripsi

Teknik pengkodean data yang berguna untuk menjaga data / file baik di
dalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pemakai yang tidak
dikehendaki Enkripsi diperlukan untuk menjaga kerahasiaan data.

19

b. Efisien
Sitem jaringan internet yang efisien adalah sistem jaringan internet yang
dapat menghasilkan seep yang cepat dan tidak menemui banyak kendala.
2.3.2

Jaringan Komputer

Berdasarkan media penghantar yang digunakan jaringa komputer


dibedakan menjadi :

Wire network atau wireline network

Wire network adalah jaringan komputer yang menggunakankabel sebagai media


penghantar.Jadi data dialirkan melalui kabel. Kabel yang umum digunakan pada
jaringan komputer biasanya menggunakan baha dasar tembaga. Biasanya bahan
tembaga banyak digunakan pada LAN. Sedangkan untuk MAN atau WAN
menggunakan gabungan kabel tembaga dan serat optik.

Wireless network (network nirkabel)

Wireless network adalah jaringan komputer yang menggunakan media


pengantar berupa gelombang radio atau cahaya ( infrared atau laser ). Saat ini
sudah semakin banyak pusat perbelanjaan, airport, rumah sakit dan lokasi
lainnya yang menyedikan layanan wireless network. Sehingga penngguna dapat
dengan mudah melakukan akses internet menggunakan handphone, laptop, PDA,
dan perangkat mobile liannya. Frekuensi yang digunkan wireless network
biasanya 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Sedangkan penggunaan infrared dan laser
umumnya hanya terbatas untuk jaringan yang hanya melibatkan dua buah titik
saja ( point to point ).

20

PROSES
INPUT

INFORMASI

DATA
DATA

HASIL

Gambar 2.1 Siklus Sistem Jaringan Internet

2.4 Konsep Dasar Jaringan Internet


Istilah internet berasal dari kata Internetworking. Internetworking sendiri bisa
diartikan sebagai network dari network, yang berarti kumpulan dari jaringanjaringan yang menghubungkan komputer dari sitem yang berbeda-beda.Jadi dapat
dikatakan bahwa Internet adalah kumpulan berbagai macam sistem jaringan
komputer di dunia yang terkoneksi satu sama lain dan dapat saling berkomunikasi
satu sama lain.
Internet berawal dari proyek riset yang disponsori oleh DARPA (Defense
Advance

Research

mengembangkan

Project

suatu

Agency).Dalam
jaringan

riset

komputer

ini
yang

bertujuan

untuk

bekerja

secara

transparant,bekerja melalui berbagai macam sistem jaringan komunikasi data


yang terhubung satu dengan yang lainnya.Tahan terhadap berbagai macam
gangguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lainnya).

2.5 Komponen Jaringan Internet


Komponen jaringan terdirri atas beberapa hal, yaitu :

Cable

21

Terdapat berbagai jenis kabel yang digukanan untuk jaringan


komputer, yaitu:
1. Coaaxial Cable
Pada awal berkembangnya jaringan komputer, cable ini
sangant populer digunakan, adadua jenis kabel caoxial
yaitu thick coax cable (berdiameter besar) dan thin coax
cable (berdiameter kecil).Adapun jenis coaxial yang
dipakai adalah kabel RG-58. Dimana setiap perangkatnya
dihubungkan dengan konektor BNC-T.

Twisted Pair Cable


Standard cable ini dibagi dua, yaitu UTP cable (Unshielded
Twisted Pair) dan STP cable ( Shielded Twister Pair).

Fiber Optic
Fiber Optic atau Serat Optic merupakan salah satu media
transmisi jaringan komputer yang sangat handal. Bahkan
saat ini fiber optic merupakan median transmisi
terbaik,dikarenakan fiber optic tidak berpengaruh negative
pada performance jaringan saat disandingkan dengan wire
power bertegangan tinggi.

NIC atau Ethernet Card


Ethernet Card berfungsi sebagai penghubung antara
komputer dengan network device.Ada bebereapa jenis
koneksi yang dapat digunakan untuk terhubung dengan
NIC.Jika media transmisi menggunakan cable coaxial
maka konektornya BNC ( Barrel Nut Connector atau
Bayonet Net Connector). Tpi jika media transmisinya

22

menggunakan kabel twisted pair,maka jenis konektor yang


dipakai adalah RJ-45.K onektor RJ-45 ini yang sekarang
sering digunakan dan dijumpaidihampir seluruh jaringan
komputer
Switch dan Hub
Merupakan network device yang berfungsi untuk
menghubungkan semua client, printer, workstation, server
atau perangkat network lainnya (Access Point) dengan
menggunakan cable-ceble jaringan yang ada (coax, UTP,
ataupun Fiber Optic).Switch memilik kemampuan
managementtraffic data yang lebih baik daripada Hub.

Rrepeater

Berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara


menerima sinyal dari suatu segment kabel dan
meneruskannya kembali dengan kekuatan yang sama
dengan sinyal aslinya, pada segment kabel yang lainnya.
Dengan demikian jarak antar kabel dapat diperpanjang.

Bridge

Fungsinya hampir sama dengan repeater, akan tetappi


bridge mampu menghubungkan anatara jaringan yang
menggunakan transmisi yang berbeda. Bridge dapat pula
menghubungkan jaringan tipe kabel yang berbeda taua
topologinya yang berbeda.

Router

Router merupakan network device yang brfungsi untuk


menghubungkan dua atau lebih jaringan yanmg berbeda,
router bekerja pada layer 3 pada OSI layer, sehingga

23

memeungkinkan melakukan process routing, dimana


process inilah yang membuat semua jaringan yang
berbeda dapat terhubung satu dengan yang lainnya.

Vlan

Inter Vlan

2.3 Konsep Perancangan Jaringan


2.3.1

Life Cycle Jaringan

Life cycle jaringan adalah pertimbangan perencanaan yang penting. Salah satu
aspek yang berarti adalah perubahan teknologi yang pasti terlibat selama
kehidupan jaringan. Tiap jaringan adalah perwakilan teknologi pada waktu suatu
jaringan dirancang dan diimplementasikan.
Selama life cycle-nya jaringan melewati fase-fase sebagai berikut :
1.Studi Kelayakan
Studi kelayakan mencakup subfase definisi masalah dan penyelidikan.
2.Analisis
Fase analisis menggunakan data yang terkumpul pada langkah awal, untuk
mengidentitifikasikan persyaratan yang harus dipenuhi jaringan bila
menginginkan berhasilnya implementasi.
3.Disain
Fase disain dari life cycle adalah fase terlama.Hasil dari langkah ini
tergantung pada yang diekehendaki pengelola.Selama fase disain, semua
komponen yang akan melengkapi jaringan dikembangkan.

24

4.Implementasi
Selama fase implementasi, komponen individu dari jaringan dibeli dan
diinstal. Fase ini dapat dibagi menjadi :

Perolehan software
Perolehan hardware
Instalasi
Pengujian
Dokumentasi
Switch- over

Jadi fase implementasi terdiri atas penginstalan hardware dan software


yang membentuk sistem jaringan.
5.Pemeliharaan dan Pembaharuan ( Upgrade )
Selama fase upgrade dan pemeliharaan, jaringan dijaga operasionalnya
dan distel dengan baik ( fine-tuned) oleh personel operasi. Selanjutnya
pembaharuan hardware dan software dijlankan untuk menjaga operasional
jaringan denga efisien dan efektif.Hasil dari fase ini adalah membuat perubahan
adan ususlan upgrade, memperbaharui dokumentasi yang ada untuk merefleksikan
perubahan dalam jaringan dan melaporka serta memebuat statistik dari fungsi
kontrol dan monitoring jaringan.
2.7

Kelebihan Dan kekurangan Jaringan

2.7.1 Jaringan Client-Server


Keunggulan dari jaringan Client-Server adalah:

Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringa


dan penegelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer
(server) yang tidak dibebani dengan tugas lain.

Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik,karena


terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator
jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamamanan
jaringan.

25

Sistem back-up data lebih baik, karena pada jaringan client-server


back-up dilakukan terpusat di server, yang akan memback-up
seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan dari jaringan Client-Server adalah :

Biaya operasional relatif lebih mahal

Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan


lebih untuk digunakan sebagai server.

Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server


mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan
terganggu.

2.7.2 Jaringan Peer to peer


Keunggulan jaringan Peer to Peer :

Anatara komputer dalm jaringan dapat saling berbagi pakai


fasilitas yang dimilikinya seperti harddisk, drive,
fax/modem, printer.

Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan


tipe jaringan Client-server,salah satunya karena tidak
memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan
khusus untuk mengorganisasikan dan menydiakan fasilitas
jaringan.

26

Kelangsungan kerja jaringan tidak bergan tung pada salah


satu server.Sehingga bila salah satu komputer/peer mati
atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan
mengalami gangguan.

Kelemahan jaringan Peer to peer :

Troubelshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada


jaringan peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk
terlibat dalam komunikasi yang ada.

Untuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan


client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus
mengelola pemakaian fasilitas jaringa harus mengelola
pekerjaan atau aplikasi sendiri.

Sistem keamanan jaringan dietntukan oleh masing-masing


user denga mengatur keamanan masing-masing fasilitas
yang dimiliki.

Karena data jaringan tersebar diamsing-masing komputer


dalam jaringan, maka back-up harus dilakukan oleh
masing-masing komputer tersebut.

2.6

Sistem Operasi Jaringan

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukanadanya sistem operasi jaringan Sistem


operasi jaringan diebedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannya yaitu :
2.8.1 Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang meyediakanfasilitas bagi komputerkomputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang
menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.

27

2.8.2 Jaringan Peer to Peer


Bila ditinjau dari peran server dikkedua tipe tersebut, maka server di jaringan tipe
peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan
sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

2.7 Packet Tracer V 5.1


2.7.1

Sejarah Packet Tracer V 5.1

Packet tracer adalah software simulasi jaringan (Network Simulation) yang di


gunakan untuk membuat sebuah topologi ataupun layout jaringan sebelum
membuat jaringan yang "sebenarnya". Packet tracer terdesign sedemikian rupa
sehingga simulasi yang dibuat oleh pengguna software ini seakan-akan seperti
nyata. Selain packet tracer ada pula software simulasi jaringan lainnya seperti
Boson NetSim, Router Sim Netrowk Visualizer.

28

Gambar 2.2 Tampilan awal membuka Packet Treacer

2.7.2

Komponen Packet Tracer

1.Menubar dan toolbar.

29

Gambar 2.3 Tampilan Menu Bar

Gambar 2.3 Tampilan Toolbar

Gambar 2.4 Tampilan Toolbar


2. Logical, dimana kita akan membuat sebuah simulasi jaringan pada
tab bagian ini.
3. Physical, untuk membuat layout atau bentuk dimana setiap periferal
diletakkan dengan baik dan rapi. Pada tab ini rekan-rekan bisa
membuat sebuah kota, gedung dan ruangan.
4. New Cluster, untuk mengelompokkan beberapa periferal menjadi 1
jaringan.
5. Move Object, untuk memindahkan periferal ke cluster yang berbeda.
6. Set Tiled Background, berfungsi untuk mengubah background pada
stage.
7. Viewport, untuk melihat keseluruhan jaringan yang telah dibuat.
8. Tools packet tracer yang digunakan untuk mem-Blok, mengeser
stage, Menyisipkan catatan atau keterangan, menghapus periferal,
zooming, untuk mengetest jaringan.
9. Stage untuk menaruh setiap periferal yang dibutuhkan, disini rekanrekan bisa menaruh semua periferal yang diinginkan tergantung dari
layout jaringan sepeti apa yang dimaksud.

30

10. Network periferal, semua kebutuhan alat-alat jaringan terdapat


pada bagian ini. Mulai dari router, switch, hub, wireless, server, printer,
PC, koneksi yang akan dibuat, dan lain-lain.
11. Sub Network periferal, pada bagian ini rekan-rekan bisa memilih
devices sesuai yang diinginkan.
12. Untuk membuat sebuah skenario.
13. Status, Keterangan jika kita ingin mengtest suatu PC ke PC, apakah
failed atau succesful.
14. Realtime, dimana kita bisa meng-edit, copy, paste, delete layout
jaringan yang sedang kita buat.
15. Simulation, tab ini adalah proses untuk simulasi jaringan. Jadi,
ketika rekan-rekan memilih tab ini proses simulasi akan segera
dimulai.

BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN
3.1 Tinjauan Umum
3.1.1

Sejarah Umum Warnet Net City

31

Netcity adalah warung internet yang terletak di jalan Timoho 101


Jogjakarta. Warnet yang berjumlah sekitar 59 komputer ini memang
merupakan salah satu dari beberapa warnet yang satu manajemen dengannya,
satu diaantaranya yaitu Merapi Online yang berada di jalan Solo Jogjakarta.
Salah satu keunggulan warnet ini sehingga menjadi salah satu warnet yang
paling diminati oleh pengusaha mahasiswa bahkan anak kecilpun adalah
pelayanan yang ramah terhadap user-usernya walaupun sebenarnya warnet ini
memang sedikit lebih mahal dari pada warnet-warnet yang ada di sekitar.
Mengutip dari Sang Manajemen bahwa "Salah satu aset yang paling dominan
bagi Netcity yaitu pelanggan setia kita dari daerah timur, temen-temen dari
Univ APMD Jogjakarta... maka layanilah mereka dengan sepenuh hati".

3.1.2

Sarana dan Prasarana

Warnet Net City mempunyai sarana dan prasarana yang cukup memadai dan bisa
dikatakan lengkap.Sarana prasarana yang ada adalah :

Terdiri dari 4 komputer server yang terdapat di alntai atas 2 server


dan di bawah 2 komputer server.

Dan terdiri dari 49 komputer client yang terdapat di lantai atas


sebanyak 32 komputer dan di lantai bawah terdapat 17 komputer

Ruang warnet full AC

Terdapat Wifi area

Biling yang ada dilekgkapi dengan sofa dan web cam pada tiap PC

Terdapat cafe yang melayani user bila menginginkan makanan atau


minuman.

Terdiri dari 3 toilet, 2 di lantai atas dan 1 lagi di bawah.

Terdapat ruang sholat pada lantai atas

Terdapat dapur yang digunakan untuk OP membuatkan makanan


ataupun minuman yang dipesan oleh user.

3.2 Spesifikasi Alat

32

3.2.1 Perangkat Keras


3.2.1.1 NIC ( Network Interface Card)
Adalah

sebuah

kartu

jaringan

yang

digunakan

untuk

menghubungkan komputer dengan media transmisi ( Kabel ). Dalam jaringan


pada Warnet Net City umumnya yang digunakan adalah NIC yang telah terdapat
pada Motherboard (onboard).
3.2.2 Perangkat Lunak
3.2.2.1 Komputer Server
Pada komputer Server sistem operasi yang digunakan adalah
windows seven.

3.3 HUB/Switch
Hub atau Switch merupakan alat yang digunakan untuk membagi jaringan.Pada
jaringan Warnet Net City terdapat 2 switch dan 1 hub :
a. Untuk Switch yang berada di warnet
1.

HUB 8 port ( 1 buah )

2.

Switch 24 port ( 2 buah )

3.

Merk D-link

3.4 Jaringan Yang Digunakan


Menggunakan ISP dan menggunakan model atau type jaringan star.
3.5 Konektor

33

Pada Jaringan Yang Terdapat Diwarnet Net City Menggunakan Konektor


Rj-45
3.6 Kabel
Jaringan kabel warnet ini menggunakan kabel UTP
3.7 Server
Pada Warnet Net City server yang digunakan adalah produk dari IBM

3.8 Komputer Client


Pada dasarnya semua PC yang berada pada Warnet Net City memiliki ciri
dan spesifikasi yang sama karena sistem pengadaan komputer dilakukan
secara merata kepada setiap PC.Adapun spesifikasinya komputer client
adalah :
- Intel P 4 3.0 Ghz
- Ram 1 Gb
- Case Simbadda
- HDD 60 Gb
- Monitor Lg Flat 15
- Keyboard & mouse standar

34

3.9 Hasil Aanalisa


Sistem jaringan yang diguanakan Warnet Net City adalah merupakan jaringan
star. Topologi star, dimana media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP
atau Base-T. Bentuk jaringan star menyerupai bintang dengan pusatnya adalah
hub atau switch. Pada topologi star, masing- masing workstation dihubungkan
secara langsung ke server atau hub.Keunggulan topplogi type star ini adalah
bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server,
maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar
sehingga akan meningkatkan unjuk kerja secara keseluruhan.
Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel mak gangguan hanya
akan terjadi dalam komunikasi anatara workstation yang bersangkutan dengan
server,jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan
dari topologi star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan
dengan topologi lainnya.
Table daftar IP

35

Nama Unit

IP/Range IP

Server 1

192.168.3.11

Server 2

192.168.3.12

Server 3

192.168.3.13

Server 4

192.168.3.14

Client 1

192.168.3.101

Client 2

192.168.3.102

Client 3

192.168.3.103

Client 4

192.168.3.104

Client 5

192.168.3.105

Client 6

192.168.3.106

Client 7

192.168.3.107

Client 8

192.168.3.108

Client 9

192.168.3.109

Client 10

192.168.3.110

Client 11

192.168.3.111

Client 12

192.168.3.112

Client 13

192.168.3.113

Client 14

192.168.3.114

Client 15

192.168.3.115

Client 16

192.168.3.116

Client 17

192.168.3.117

Client 18

192.168.3.118

Client 19

192.168.3.119

Client 20

192.168.3.120

Client 21

192.168.3.121

36

Client 22

192.168.3.122

Client 23

192.168.3.123

Client 24

192.168.3.124

Client 25

192.168.3.125

Client 26

192.168.3.126

Client 27

192.168.3.127

Client 28

192.168.3.128

Client 29

192.168.3.129

Client 30

192.168.3.130

Client 31

192.168.3.131

Client 32

192.168.3.132

Client 33

192.168.3.133

Client 34

192.168.3.134

Client 35

192.168.3.135

Client 36

192.168.3.136

Client 37

192.168.3.137

Client 38

192.168.3.138

Client 40

192.168.3.139

Client 41

192.168.3.140

Client 41

192.168.3.141

Client 42

192.168.3.142

Client 43

192.168.3.143

Client 44

192.168.3.144

Client 45

192.168.3.145

Client 46

192.168.3.146

37

Client 47

192.168.3.147

Client 48

192.168.3.148

Client 49

192.168.3.149

BAB IV
IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
4.1 Implementasi Sistem
Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem yang baru
dikembangkan supaya nantinya sistem tersebut siap untuk dioperasikan sesuai
dengan yang diharapkan. Tujuan dari tahap implementasi sistem ini adalah
menyiapkan semua kegiatan penerapan sistem sesuai dengan rancangan yang
telah ditentukan.

4.2

Manual Instalasi

Manual instalasi akan menjelaskan tata cara bagaimana proses instalasi dilakuan
ke dalam komputer. Berikut ini akan dijelaskan langkah langkah instalasi
program pada komputer :

93

39

Gambar 4.1 Instalasi Aplikasi

Gambar 4.2 Setup Aplikasi

40

Gambar 4.3 Destination Location

Gambar 4.4 Ready to Install

41

Gambar 4.5 Installing

Gambar 4.6 Installing Complete


4.3 Langkah Konfigurasi

Siapkan PC

4.4 Hasil Konfigurasi dan Pengujian

42

BAB V
KESEIMPULAN DAN SARAN
5.1 Keseimpulan

Sistem jaringan star adalah sistem jaringan yang sangat tepat untuk
membantu kegiatan yang ada di Warnet Net City,selain mempermudah juga
memberikan keuntungan yang sangat besar. Keunggulan dari topologi
tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri
untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau
lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar
sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara
keseluruhan.
Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka
gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara
workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan
secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan
dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar
dibandingkan dengan topologi lainnya.

43

5.2 Saran
Setelah melakukan analisa dan riset pada jaringan yang
ada pada Warnet Net City Yogyakarta, ada beberapa saran
yang ingin penulis sampaikan :
1.Ancaman virus yang sangat berabahaya harus diwaspadai dengan
menggunakan antivirus yang handal yang ter up to date bisa menghalangi
penyebaran virus pada jaringan.
2.Penggunaan peralatan yang kebih memadai sehingga sistem jaringan
yang ada pada Warnet Net City bisa lebih baik dengan kualitas dan
kecepatan akses yang lebih tinggi lagi.

DAFTAR PUSTAKA
- Akbar Malik Putra Rahmat. Praktis menguasi LAN smaall office,
Kisyatama Media, Jakarta
- J. Postel. 1981. Internet Protocol (IP). InterNet Net Working Group
Jordan Larry & Churchill Bruce. 1994. Communitas and Networking for
the PC, New Riders Publishing, USA.
- Purbo Onno W. 1998. TCP/IP Standar, Desain, dan Implementasi, Elex
Media Komputindo, Jakarta
-Sofana Iwan. 2010. CISCO CCNA & Jaringan Komputer, Informatika,
Bandung

44

-Http://Google.com

45