Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH REVISI TEKNOLOGI KOSMETIK

Disusun Oleh: Titik Nurdayani 0906601670

UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DEPARTEMEN FARMASI PROGRAM EKSTENSI DEPOK 2011

ADNEKSA KULIT

Adneksa kulit merupakan struktur yang berasal dari epidermis tetapi berubah bentuk dan fungsinya, terdiri dari kelenjar keringat, kelenjar sebasea, rambut dan kuku.

Gambar 1. Anatomi Kulit

I.

Kelenjar keringat (glandula sudorifera / sweat glands)

Adneksa Kulit

Terdapat di lapisan dermis. Kelenjar keringat mensekresikan keringat. Diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. a. Kelenjar Ekrin Peranan utama dari kelenjar ekrin adalah untuk menurunkan suhu tubuh melalui penguapan dan menurunkan kenaikan suhu tubuh yang tiba-tiba diakibatkan dari lingkungan yang panas dan olahraga yang berat. Hal ini dinamakan thermal perspiration atau keringat thermal yang bertolak belakang dengan keringat yang dihasilkan dari tekanan psikologikal atau nervous perspiration. Rata-rata banyaknya kelenjar ekrin adalah sekitar 2,3 juta yang mana memproduksi lebih dari 1 L keringat per jam dan lebih dari 10 L per hari. Kelenjar ekrin ditemukan di seluruh tubuh, tapi yang paling sering ada di kepala, kening, telapak tangan, dan kaki. Kelenjar ekrin berada pada dermis atau jaringan subkutan dan akan membuka pada permukaan kulit, keringat akan keluar melalui saluran melewati dermis dan epidermis.

Tabel 1. Komponen keringat

Adneksa Kulit

Proses sekresi keringat umumnya sedikit asam dan menurunkan aktivitas dari bakteri. Kandungan padatan pada keringat dari kelenjar ekrin ada sekitar 0,3-1,5 wt% dan komponen dasarnya adalah NaCl. Komponen lainnya meliputi urea, asam laktat, sulfida, ammonia, asam urat, kreatinin, dan asam amino.

b. Kelenjar Apokrin. Kelenjar apokrin terbatas hanya ada pada beberapa bagian dari tubuh yang mempunyai rambut (ketiak, pubis, testikel, pudendum, area anal, dan putting). Seperti halnya dengan kelenjar sebasea, kelenjar apokrin terhubung dengan folikel rambut. Walaupun terbuka pada permukaan kulit seperti kelenjar ekrin, kelenjar ini juga membuka pada bagian teratas folikel rambut. Wanita

mempunyai lebih banyak kelenjar apokrin daripada pria. Suku Negro mempunyai lebih banyak kelenjar apokrin dari suku Kaukasia, sedangkan orang Jepang mempunyai lebih sedikit kelenjar apokrin dari suku Kaukasia. Kelenjar apokrin

mensekresikan

keringat yang sangat kompleks dikarenakan

beberapa sel tercampur ke dalam keringat, tidak seperti keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin, meliputi faktor bau dan materi yang viskos. Diketahui pula, bakteri pada permukaan kulit

mengubah materi organik pada keringat menjadi bau-bauan. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin bersifat alkalis lemah dan infeksi bakteri dapat dengan mudah terjadi. Sekresi keringat kelenjar apokrin ini dimulai sejak memasuki masa

Adneksa Kulit

pubertas, tetapi ada beberapa hal yang masih belum jelas mengenai komposisi dari keringat kelenjar apokrin dan apa fungsinya. Kelenjar ekrin berada di bawah kontrol otonom. Namun kelenjar apokrin pada umumnya dipengaruhi oleh hormon dan masih belum jelas apakah mereka dikontrol oleh sistem saraf otonom. Hal yang diketahui adalah struktur dari kelenjar ekrin menjadi rusak seiring degan usia, terjadinya atropi dari sel sekretori, dan terhambatlah sekresi dari keringat. Sebaliknya, kelenjar apokrin sama sekali tidak dipengaruhi oleh bertambahnya usia.

Pembeda Letak

Ekrin

Apokrin

Seluruh tubuh (kecuali Pada beberapa bagian dari bibir) . Sering ditemukan tubuh di kepala, kening, rambut yang mempunyai ketiak,

(kepala,

telapak kaki. Ekskresi keringat

tangan,

dan pubis, testikel, pudendum, area anal, dan puting. pada bagian

Melalui saluran melewati Membuka dermis dan epidermis.

teratas folikel rambut. Hormonal rusak dengan

Pusat kendali Faktor pertambahan usia

Sistem saraf otonom Rusak

seiring Tidak seiring usia.

pertambahan usia.

bertambahnya

Karakteristik keringat yang

Sedikit asam.

Alkalis lemah.

Adneksa Kulit

dihasilkan Kandungan keringat NaCl, urea, asam laktat, Sangat kompleks

sulfida, ammonia, asam dikarenakan beberapa sel urat, kreatinin, dan tercampur ke dalam

asam amino.

keringat, meliputi faktor bau dan materi yang

viskos. Aktivitas Semenjak lahir. Dimulai pubertas. Tabel 2. Perbedaan kelenjar ekrin dan apokrin sejak masa

II.

Kelenjar Sebasea Kelenjar sebasea ditemukan di seluruh permukaan tubuh kecuali di telapak tangan dan kaki. Ukuran, bentuk, dan penyebaran

distribusinya tergantung pada bagian dari tubuh itu sendiri. Diketahui jumlah yang banyak terdapat pada muka dan kepala sekitar 800/cm2. Sedangkan, ditemukan relatif sedikit pada lengan dan kaki sekitar 50/cm2. Bagian tubuh yang paling banyak mengandung kelenjar sebasea adalah muka, kulit kepala, dagu, bagian tengah punggung, ketiak, dan area pubis. Terdapat korelasi yang dekat antara ukuran dan banyaknya sekresi dari kelenjar ini.

Adneksa Kulit

Sel tubuh mengatur perubahan kelenjar sebasea dari basal sel yang belum terdiferensiasi menjadi sel yang memproduksi minyak atau lipid hingga sel ini mati. Dengan kata lain, sel dari kelenjar sebasea memproduksi minyak berbarengan dengan sel kulit mati. Produksi minyak dari kelenjar ini diekskresikan melalui saluran kelenjar sebasea melewati jalur folikel rambut. Minyak yang diekskresikan bercampur dengan turunan-turunan lipid lainnya dari epidermis. Biasanya pada permukaan kulit dipresentasikan sebanyak 0,04-0,05 mg/cm2 lipid. Campuran inilah yang dinamakan

skin surface lipids, dan komposisinya dijelaskan pada tabel di bawah


ini.

Tabel 3. Komposisi skin surface lipid

Minyak pada permukaan kulit mempunyai fungsi penting. Pada lapisan horny manusia normal, kelembapan dari minyak pada kulit akan tetap menjaga lapisan horny untuk tetap aktif mencegah penguapan transpidermal air dari kulit. Minyak ini juga mencegah masuknya bakteri, substansi berbahaya, serta menjaga hilangnya kandungan cairan tubuh.

Adneksa Kulit

Banyaknya kandungan minyak pada kulit bervariasi tergantung bagian tubuh, umur, jenis kelamin, cuaca, dan temperatur kulit. Pada manusia, jenis kelamin laki-laki memiliki lebih banyak kelenjar sebasea dari pada wanita. Selanjutnya, pada embrio dan bayi baru lahir, kelenjar ini fungsinya distimulasi oleh hormon seks yang diterima dari ibunya. Kelenjar ini umumnya mengecil dan fungsinya tidak terlalu aktif selama masa anak-anak. Mereka reaktif kembali ketika memasuki masa pubertas yang distimulasi oleh hormon seks. Fungsinya kembali menurun ketika memasuki masa tua. Pada awal masa pubertas, wanita memproduksi lebih banyak sebum daripada pria, namun kemudian pria yang melampaui. Setelah paruh baya, pada wanita, fungsi dari kelenjar ini menurun dengan cepat terutama pada masa menopause, tapi pada pria tetap menunjukkan hasil ekskresi yang tinggi. Aktivitas kelenjar sebasea sebagian besar dipengaruhi oleh hormon. Pada sebagiannya, hormon pria menyebabkan menaiknya produksi sintesis lipid. Pada sekarang ini, terdapat opini yang kuat bahwa kelenjar ini tidak di bawah kontrol dari saraf. Otot penegak rambut adalah otot yang lembut yang terkoneksi dengan akar rambut di mana akar rambut ini dikontrol oleh sistem saraf otonom. Batang rambut ditegakkan dari proses kontraksi otot erektor rambut dan sebum pun diekskresikan secara simultan dari kelenjar sebasea.

III.

Rambut

A. Definisi Rambut

Adneksa Kulit

Rambut adalah sesuatu yang keluar dari dalam kulit dan kulit kepala, rambut tidak mempunyai syaraf perasa, sehingga rambut tidak terasa sakit kalau dipangkas. Dengan adanya rambut, selain berfungsi sebagai MAHKOTA, juga berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas terik matahari, cuaca dingin. Rambut membutuhkan penataan dan perawatan secara teratur supaya rambut tetap sehat, indah, dan berkilau. Rambut tumbuh dari akar rambut yang ada di dalam lapisan dermis kulit dan melalui saluran folikel rambut keluar dari kulit. Bagian rambut yang keluar dari kulit dinamakan batang rambut. Jenis-jenis rambut : Rambut yang panjang dan kasar di kepala Rambut yang kasar tetapi pendek berupa alis di atas mata Rambut yang agak kasar tapi tidak sepanjang rambut di kepala, yaitu pada ketiak dan sekeliling alat kelamin pada orang yang sudah akil balig Rambut yang halus pada pipi, hidung, dahi, serta bagian tubuh lainya (kulit lengan, perut, punggung, dan betis pada wanita). Ilmu tentang rambut (trichologi) membagi rambut manusia ke dalam dua jenis, yaitu : a. Rambut terminal, yang umumnya kasar, misalnya rambut kepala, alis, rambut ketiak, dan rambut alat kelamin. b. Rambut vellus, yang berupa rambut halus pada pipi, dahi, punggung, dan lengan.

Adneksa Kulit

Tetapi karena pada dasarnya semua rambut tumbuh dari akar rambut yang jenisnya sama, maka rambut vellus dapat menjadi rambut terminal. Pada pria dewasa, misalnya, kadang-kadang rambut vellus diatas bibir dan di dagu berubah menjadi rambut terminal berupa kumis dan janggut kasar. Sementara rambut vellus dapat juga menggantikan rambut terminal, misalnya pada orang yang kepalanya botak, rambut kepala yang tadinya panjang dan kasar diganti dengan rambut vellus yang halus.

B. Anatomi Rambut Bagian atau susunan dari Rambut terdiri dari beberapa bagian diantaranya Ujung Rambut, Batang rambut dan Akar Rambut. Berikut penjelasan singkat bagian dari rambut : 1. Ujung Rambut : yaitu yang berbentuk runcing terdapat pada rambut tumbuh & belum pernah dipotong. yang baru

2. Batang Rambut : Yaitu bagian rambut yang berada diluar kulit, berupa benangbenang halus terdiri dari keratin / sel-sel tanduk. Jika batang rambut di potong melintang, maka terlihat tiga lapisan dari luar ke dalam yaitu : 1. Cuticula / kulit ari / selaput rambut. Adalah lapisanlapisan luar, terdiri dari sel-sel tanduk yang pipih/gepeng dan bening (tembus cahaya) dan tersusun, bagian

Adneksa Kulit

bawah menutupi bagian diatasnya. Karena cuticula bening dan tembus cahaya maka terlihatlah warna dari rambut tersebut. Susunan rambut yang saling menutupi memungkinkan hasil yang diinginkan dalam penyasakan dan memudahkan cairan (Zat cair) lebih mudah masuk dalam rambut. Lapisan ini keras dan berfungsi melindungi rambut dari kekeringan dan masuknya bahan asing ke dalam batang rambut. Kutikula rambut dapat rusak karena : Gesekan mekanis; misalnya waktu menyasak rambut Bahan kimia yang bersifat alkalis, yang akan membuat rambut kering dan kutikula merenggang (terbuka) misalnya sampo, keriting rambut dan lain-lain.

2. Cortex / Kulit rambut. Adalah bagian yang berada di tengah (antara cuticula & medulla) disusun oleh kumpulan semacam benang-benang sangat halus sekali (tidak dapat dilihat oleh mata hanya dengan mikroskop benda). Benang yang sangat halus disebut fibril. Fibril terbentuk oleh molekul, molekul fibril mengandung butiran pigmen melanin. Sel tanduk yang membentuk fibril mengandung suatu zat belerang/sulfur mempunyai pengaruh reaksi terhadap obat keriting/cold wave dan obat cat rambut. Molekul-molekul keratin berada dalam bentuk spiral terdapat ikatan-ikatan yang mempertahankan bentuk rambut secara tetap (Pengeritingan).

Adneksa Kulit

10

Jika rambut dibasahi dan direntang perlahan-lahan, rambut dapat memanjang 1,5 kali karena bentuk sel-sel dalam korteks rambut ini. Lapisan ini sebagian besar terdiri dari pigmen rambut dan rongga-rongga udara. Struktur korteks menentukan tipe rambut: lurus, berombak, atau keriting. Lapisan korteks merupakan lapisan yang agak lunak dan mudah dirusak oleh bahan kimia yang masuk ke dalam rambut.

3. Medula / Sumsum rambut. Adalah berupa bagian tengah rambut yang dibentuk oleh Zat tanduk yang berwujud anyaman. Terdiri dari tiga atau empat lapisan yang berbentuk kubus, berisikan butir-butir lemak, dan rongga udara. Penampang melintang rambut lurus berbentuk bundar / lonjong berombak menebal disatu sisi. Rambut keriting penampang melintangnya tidak menentu berbentuk ginjal). Rambut yang lurus tidak memiliki medulla. Rambut juga berisi sejumlah kecil urea, asam urat, xanthine, kreatin, glikogen, asam sitrat, asam laktat, dan sejumlah garam mineral serta enzim. Bahan-bahan tersebut sebagian besar terdapat didalam medulla. Jika rambut berulang-ulang dicuci dengan air hangat 35o C, sebagian bahan itu akan larut. (kadang

Adneksa Kulit

11

Gambar 2. Bagian dalam rambut

3. Akar Rambut : Yaitu bagian rambut yang berada di dalam kulit dan tertahan di dalam folikel/ kantong rambut. Akar rambut terletak di dalam lapisan dermis kulit. Akar rambut dikelilingi oleh pembuluh-pembuluh darah yang memberikan makanan. Pada saluran folikel rambut bermuara kelenjar sebasea yang mengeluarkan minyak (sebum) ke batang rambut dan kulit disekitarnya. Normalnya, semakin jauh batang rambut dari kulit kepala, semakin kering rambut tersebut. Jika produksi sebum berlebihan, rambut dan kulit kepala akan berminyak (greasy hair atau seborrhea). Pada akar rambut terlihat otot penegak rambut (arector pilli) yang menyebabkan rambut atau bulu kuduk berdiri jika kita, misalnya, merasa ngeri. Bagian-bagian dari akar rambut ialah : a. Folikel rambut / kantong rambut.

Adneksa Kulit

12

Adalah suatau saluran yang menyerupai kantong dan melindungi tunas rambut serta tertanam didalam dermis (lapisan dalam kulit). b. Umbi rambut. Adalah bagian bawah folikel / kantong rambut yang punya mulut seperti corong memanjang keatas dari lapisan dermis dan berakhir pada lapisan epidermis. Gunanya untuk menghisap / menyerap udara serta penimbunan kotoran dan sebum. Umbi rambut merupakan bagian rambut yang akan terbawa jika rambut dicabut c. Papila Rambut. Adalah tempat membuat sel-sel tunas rambut dan tempat membuat sel-sel pigmen melanin ( Zat warna pada rambut). Papil rambut, bagian yang akan tertinggal di dalam kulit meskipun rambut dicabut sampai ke akar-akarnya, sehingga akan selalu terjadi pertumbuhan rambut baru kecuali jika papil rambut itu dirusak, misalnya dengan bahan kimia atau arus listrik (elektrolisis).

Adneksa Kulit

13

Gambar 3. Anatomi rambut C. Pertumbuhan Rambut Ketika janin berusia 4 bulan dalam kandungan, papil rambut sudah terbentuk merata di seluruh kulit. Menjelang akhir bulan ke-6 atau awal bulan ke-7 kehamilan, rambut lanugo, yaitu rambut khusus bayi dalam kandungan, mulai tumbuh di permukaan kulit bayi. Menjelang bayi lahir, atau setelah bayi lahir, rambut lanugo diganti dengan rambut vellus atau langsung rambut terminal. Kecepatan pertumbuhan rambut di kulit kepala tidak seragam di sepanjang usia. Rambut akan tumbuh sekitar 1/3 mm setiap hari atau 1 cm perbulan. Rambut baru akan tumbuh terus secara aktif, tetapi pada suatu saat pertumbuhan itu akan terhenti, istirahat sebentar, dan rambut lama akan rontok, digantikan rambut baru yang telah disiapkan oleh papil rambut yang sama.

Adneksa Kulit

14

Rambut tumbuh secara siklis dan ada masanya antara lain : 1. Masa Anagen (Tumbuh) Rambut tumbuh karena bertambah banyaknya sel-sel umbi rambut secara mitosis, lamanya 1000 hari dan berlangsung sekitar 2-6 tahun. Tetapi pada keadaan-keadaan tertentu atau dengan

perawatan yang baik, fase anagen dapat diperpanjang.

2. Masa Katagen (transisi) Selama masa transisi (katagen), rambut berhenti tumbuh, umbi rambut mengkerut dan menjauhkan diri dari papil rambut, membentuk bonggol rambut atau rambut gada (club hair), tetapi rambut belum rontok. Sementara itu, papil mulai membentuk rambut baru. Ketika rambut baru sudah cukup panjang dan akan keluar dari kulit, rambut lama terdesak dan rontok. Lamanya masa ini kurang lebih 1 2 minggu.

3. Masa Telogen (istirahat). Papil Rambut yang mengeriput selama masa katagen akan

berkembang kembali. Umbi rambut baru terbentuk sekeliling papil rambut ini dan rambut baru tumbuh dibawah Clubbed hair, yang kemudian didorong keluar. Lamanya masa ini adalah 5 6 minggu.

Adneksa Kulit

15

Gambar 4. Pertumbuhan rambut

Pertumbuhan rambut kepala pada orang Dewasa, tidak lebih dari 0,3 mm dalam 24 jam, kecepatan pertumbuhan dan kwalitas rambut yang tumbuh dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, Ras, kondisi kesehatan, makanan yang dikonsumsi dan gaya hidup. Pada siang hari rambut tumbuh lebih cepat dibanding pada malam hari. Pertumbuhan rambut dipengaruhi beberapa faktor. Faktor

penumbuh itu antara lain: 1. Hormon Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan rambut adalah

androgen, estrogen, tiroksin dan kortikosteroid. Kondisi hormon ini harus seimbang, sebab bila salah satu hormon jumlahnya berlebih dapat menyebabkan masalah. Misalnya hormon androgen

berlebihan pada pria, ini akan menyebabkan pertumbuhan rambut

Adneksa Kulit

16

lebih cepat pada janggut, tapi di kepala justru mengalami kebotakan. Sedangkan pada perempuan, hormon androgen

menyebabkan hirutisme. Yaitu penebalan rambut di daerah tertentu layaknya laki-laki. 2. Vaskularisasi Peredaran darah yang baik akan mengedarkan nutrisi serta oksigen keseluruh tubuh, sebab pertumbuhan rambut juga membutuhkan oksigen. Peredaran darah yang baik dapat diperoleh dengan olahraga teratur, sehingga pasokan nutrisi serta oksigen akan terpenuhi dengan baik. Jika sudah demikian rambut akan tumbuh sehat. 3. Nutrisi Asupan nutrisi juga akan berpengaruh pertumbuhan rambut. Nutrisi yang berpengaruh adalah protein, sebab kekurangan protein akan menyebabkan rambut menjadi kusam dan kering. Begitu juga dengan vitamin B12, asam folat dan zat besi yang bila tidak tercukupi akan menyebabkan rambut rontok. 4. Merokok Merokok dapat menyebabkan hilangnya Vitamin C yang merupakan komponen penting racun dalam dalam menutrisi tubuh. folikel Nikotin rambut dan

menghilangkan

menyebabkan

pembuluh darah menyempit yang menyebabkan nutrisi susah untuk mencapai kulit dan rambut serta menyebabkan kotoran susah untuk dihilangkan.

Adneksa Kulit

17

Sedangkan hal-hal yang bisa menyebabkan rambut rontok berlebihan adalah faktor keturunan, hormon, usia, stres, gangguan kulit kepala atau penyakit serius, syok, melahirkan, mengkonsumsi obat

berlebihan, terkena bahan kimia yang merugikan, kelembaban rambut yang tinggi, pola makan yang salah dan kurang nutrisi.

D. Kandungan Kimia Rambut Komponen utama rambut adalah protein. Komponen minor ialah pigmen melanin, lipid, elemen-elemen kecil, dan air. a. Komposisi asam amino rambut Komponen protein utama dari rambut adalah keratin yang kaya sistin. Keratin dapat disusun dari sekitar 18 jenis asam amino. Tabel 4 menunjukkan perbandingan komposisi rambut manusia, bulu domba, dan epidermis manusia. Seperti ditunjukkan, sebuah ciri istimewa komposisi asam amino dari keratin rambut adalah jumlah sistin yang besar. Dibandingkan dengan bulu domba dan epidermis manusia, rambut manusia memiliki sekitar 40-50% sistin. Rasio dari asam amino dasar histidin, lisin, arginin dalam rambut manusia adalah 1:3:10 dan rasio ini merupakan karakteristiknya. Rambut manusia memiliki komposisi ini karena berbagai alasan tetapi ada perbedaan struktural. Menurut Robbins, orang yang memiliki sistin lebih banyak dan ada perbedaan dalam jumlah arginin dan metionin menurut diet.

Amino Acid

Human Hair Keratin

Sheep Wool Keratin

Human Epidermis

Adneksa Kulit

18

Glycine Alanine Valine Leucine Isoleucine Phenylalanine Proline Serine Threonine Tyrosine Asparagine Glutamic acid Arginine Lysine Hystidine Tryptophan Cystine Methionine

4.1-4.2 2.8 5.5 6.4 4.8 2.4-3.6 4.3 7.4-10.6 7.0-8.5 2.23.0 3.97.7 13.614.2 8.9-10.8 1.93.1 0.61.2 0.4-1.3 16.618.0 0.7-1.0

5.26.5 3.44.4 5.05.9 7.6-8.1 3.1-4.5 3.44.0 5.3-8.1 7.29.5 6.6-6.7 4.06.4 6.47.3 13.1-16.0 9.2-10.6 2.8-3.3 0.71.1 1.8-2.1 11.013.7 0.5-0.7

6.0 4.2 (8.3) (6.8) 2.8 3.2 16.5 3.4 3.4-5.7 (6.4-8.1) (9.1-15.4) 5.9-11.7 3.1-6.9 0.6-1.8 0.5-1.8 2.3-3.8 1.0-2.5

Tabel 4. Perbandingan komposisi asam amino dalam keratin rambut manusia, keratin bulu domba, dan epidermis manusia

b. Pigmen melanin Pigmen melanin yang di rambut manusia dilaporkan terbentuk kurang dari 3% dari total.

Adneksa Kulit

19

c. Elemen elemen kecil Elemen-elemen kecil seperti logam pada rambut adalah tembaga, seng, besi, mangan, kalsium, magnesium, dan lain-lain. Selain unsur-unsur logam, ada juga laporan tentang komponen anorganik seperti fosfor dan silikon. Jumlah total dari elemen-elemen kecil ini dilaporkan sebanyak 0.550.94%. d. Lipid Kandungan lipid di dalam rambut beragam pada setiap individu tetapi umumnya berkisar antara 15% sampai 9% dari total. Lipid yang diperoleh dari rambut adalah sama seperti yang berasal dari kulit, mereka diklasifikasikan ke dalam lipid (eksternal) yang mencapai rambut melalui kelenjar sebasea pada kulit dan lipid yang terjadi secara internal pada rambut. Menurut hasil Koch et al, biasanya, hampir tidak ada perbedaan dalam komposisi lemak internal dan eksternal dan komponen utama adalah asam lemak bebas, lipid netral (lilin, gliserida, kolesterol dan squalene) telah dilaporkan sama baiknya. Menurut Zahn et al, komponen utama

dari lipid internal adalah lipid terpolarisasi. Perbandingan dari dua pasang dari hasil ditampilkan pada Tabel 5.

Adneksa Kulit

20

Tabel 5. Jumlah lipid internal dan eksternal pada rambut manusia

e. Air Rambut dapat menyerap air dan kadar air tergantung pada kelembapan dari lingkungan sekitarnya. Namun, pada atmosfer 25C dan 65% RH, kadar air rambut biasanya sekitar 12% -13%.

E. Jumlah Rambut di Kepala Jumlah rambut pada kulit kepala orang dewasa kurang lebih 100.000 helai, sementara jumlah papil rambut di kulit kepala tetap sejak bayi sampai tua. Tetapi semakin usia bertambah, jumlah rambut di kulit kepala semakin berkurang karena jumlah rambut dalam fase rontok (telogen) lebih banyak dibandingkan rambut dalam fase tumbuh (anagen). Pada usia muda dan anak-anak, rambut yang ada dalam fase tumbuh (anagen) lebih dari 90 persen, pada usia dewasa 85 persen, dan pada usia tua hanya 80 persen atau kurang.

Adneksa Kulit

21

Karena fase tumbuh (anagen) rata-rata berlangsung 1.000 hari, sedangkan fase rontok (telogen) selama 100 hari, maka normal ratarata perbandingan antara jumlah rambut pada fase tumbuh dan jumlah rambut pada fase rontok adalah 9 banding 1. Sedangkan di setiap waktu, rambut pada fase transisi (katagen) hanya sedikit. Jumlah rambut yang rontok normalnya setiap hari rata-rata 40 sampai 100 helai. Jadi kalau setiap hari rambut kita rontok sekitar 50 helai, itu masih normal. Apabila jumlah rambut yang rontok setiap hari melebihi 100 helai, maka kerontokan itu sudah tidak normal, hal ini mungkin disebabkan oleh factor patologis dan dapat menyebabkan kebotakan.

F. Bentuk Rambut Jika kita perhatikan berbagai ras didunia ini, kita akan temukan ras yang umumnya memiliki rambut lurus, seperti orang Cina, dan ras yang berambut keriting, misalnya orang negro atau orang irian. Bentuk antara keduanya adalah rambut berombak. Dari segi tipenya, rambut dibagi dalam tiga - tipe besar sebagai berikut : 1. Tipe Mongoloid, yaitu tipe ras asia atau ras berkulit kuning lainya. Bentuk rambut lurus, warna hitam, diameter rambut berbentuk bulat. 2. Tipe Caucasoid, yaitu tipe ras Eropa atau kulit putih lainya. Bentuk rambut cenderung ikal, berombak hingga lurus, warna rambut

Adneksa Kulit

22

pirang hingga kuning kecoklatan. Batang rambut tidak setebal rambut tipe Mongoloid; diameter rambut berbentuk oval. 3. Tipe Negroid, yaitu tipe ras Afrika atau kulit hitam lainya. Bentuk rambut ikal ketat, warna rambut hitam, pertumbuhan rambut sering tidak beraturan arahnya. Bahkan di satu batang rambut yang sama sering terdapat tingkat ketebalan dan porositas yang berbeda.

Gambar 5. Diameter rambut Seperti telah dijelaskan, batang rambut tumbuh dari papil rambut dengan kecepatan 1/3 mm per hari. Pada rambut lurus, semua bagian pada sisi batang rambut itu tumbuh secara serentak dan serasi, sehingga setiap saat timbul rambut yang sama panjangnya, sehingga batang rambut tumbuh lurus. Sementara pada rambut keriting, kecepatan pertumbuhan masing-masing sisi batang rambut itu tidak sama.

Adneksa Kulit

23

G. Tekstur Rambut Tekstur rambut dimaksudkan sifat-sifat rambut yang dapat ditentukan dengan penglihatan, perabaan dan pegangan. Pengertian ini meliputi sifat-sifat rambut sebagai berikut : 1. Kelebatan Rambut (densitas) Ditentukan secara praktik dengan melihat banyaknya batang rambut yang terdapat pada satu kelompok rambut, luasnya kulit kepala diantara kelompok-kelompok rambut. Kelebatan rambut adalah rata-rata 90 helai (rambut kasar) sampai 130 helai (rambut halus) setiap sentimeter persegi. Banyaknya rambut yang tumbuh di kulit kepala seluruhnya berkisar antara 80.000 120.000 helai, tergantung pada kasar halusnya rambut . 2. Tebal Halusnya Rambut. Tebal halusnya rambut ditentukan oleh banyaknya zat tanduk dalam kulit rambut. Pada umumnya rambut yang berwarna hitam dan coklat lebih tebal daripada rambut merah atau pirang. Rambut di pelipis lebih halus daripada di daerah lain. 3. Kasar Licinnya Permukaan Rambut Sifat ini ditentukan dengan perabaan. Permukaan rambut lebih kasar. Jika sisik-sisik kutikula tidak teratur rapat satu dengan yang lain. Juga kotoran yang menempel pada permukaan rambut atau kelainan rambut berupa simpul akan memberi kesan kasar pada perabaan permukaan rambut. 4. Kekuatan Rambut

Adneksa Kulit

24

Sifat ini tergantung pada banyaknya dan kualitas zat tanduk dalam rambut. Kekuatan rambut ditentukan dengan meregangkan rambut sampai putus. Daya yg diperlukan untuk memutuskan rambut adalah sebanding dengan kekuatan rambut. 5. Daya serap (Porositas) Rambut. Banyaknya cairan yg dapat diserap oleh rambut tergantung pada: a). Keadaan kutikula rambut. b). Kualitas keratin di dalam cortex rambut. Selaput rambut yang sisik-sisiknya terbuka dan zat tanduk yang keadaanya kurang baik ( misalnya sebagai akibat senyawasenyawa lindi atau sebagai akibat suhu tinggi ) akan

meningkatkan daya serap rambut. Rambut di puncak kepala memiliki daya serap terbaik. 6. Daya Bingkas (elastisitas) Rambut. Elastisitas rambut berhubungan dengan susunan molekul keratin yang teratur secara terlipat-lipat memanjang di dalam cortex rambut dan dapat ditarik menjadi lurus tanpa rambut putus. Kemunduran kualitas keratin berakibat kemunduran elastisitas rambut. Dikatakan bahwa normal daya bingkas rambut dapat mencapai 40% dari panjang asli rambut. Namun pada rambut basah, terutama rambut basah yang dihangatkan, daya bingkasnya dapat melampaui angka tersebut.

H. Warna Rambut

Adneksa Kulit

25

Sama seperti bentuk rambut, warna rambut juga tampaknya berhubungan dengan ras atau bangsa yang berkaitan dengan iklim dan lingkungan sekitarnya. Bangsa Asia-Afrika yang tinggal di iklim panas umumnya memiliki rambut berwarna hitam, sedangkan bangsa Eropa yang tinggal di iklim dingin berambut pirang. Pada kenyataanya, perbedaan warna rambut adalah akibat perbedaan susunan dan warna pigmen di dalam rambut. Pigmen yang menentukan warna rambut ini jika diurutkan dari yang paling terang sampai yang paling gelap adalah blonde, merah, coklat muda, coklat tua, dan hitam. Rambut blonde mengandung campuran pigmen warna merah dan pigmen warna hitam. Rambut coklat muda mengandung pigmen-pigmen warna merah, coklat dan hitam. Rambut coklat tua mengandung lebih banyak pigmen warna hitam daripada rambut coklat muda. Rambut hitam hanya mengandung pigmen warna hitam. Warna rambut diatas adalah warna rambut yang alami. Secara buatan warna rambut dapat diubah-ubah dengan menggunakan cat rambut, misalnya dari blonde menjadi merah atau hitam. Yang terkenal di Indonesia adalah semir rambut, yang mengecat rambut putih (uban) agar tetap nampak hitam. Tampaknya ada hubungan antara warna rambut alamiah dan ukuran besar kecilnya rambut serta jumlah total rambut di kulit kepala. Rambut warna merah adalah rambut yang paling besar, sedangkan jumlahnya paling sedikit, yaitu hanya sekitar 90.000 helai. Rambut blonde ukuranya kecil, tetapi jumlahnya paling banyak, yaitu

Adneksa Kulit

26

140.000 helai. Rambut warna coklat dan hitam berada di antara keduanya, dengan jumlah sekitar 100.000 helai.

I. Kesehatan Rambut Rambut yang sehat adalah rambut yang tidak kurus, mengkilap, elastic, tidak kering, tetapi juga tidak terlalu berminyak, tidak kusut, dan mudah disisir dan ditata. Di kulit kepala terdapat banyak kelenjar sebasea yang

memproduksi lemak rambut (sebum). Bila rambut kita usap atau kulit kepala kita pijat-pijat, maka sebum akan tersebar di permukaan batang rambut dan rambut menjadi mengkilap serta elastic.

Penghilangan lemak rambut secara menyeluruh, misalnya dengan mencuci rambut, memakai sampo yang alkalis akan membuat rambut menjadi suram, kering, mudah putus, dan sukar disisir dan ditata. Sebaliknya, jika produksi sebum berlebihan, rambut menjadi terlalu berminyak dan lengket, apalagi jika dicampur dengan debu dan kotoran dari udara. Untuk memelihara agar rambut selalu bersih, sehat, dan tidak rontok, diperlukan berbagai kosmetik perawatan rambut, mulai dari kosmetik pembersih rambut yang baik, hair conditioner, sampai hair tonic. Untuk menjaga kesehatan rambut, kita dianjurkan untuk:

Menghindari sampo yang memiliki kandungan kimia yang tidak jelas.

Menghindari penggunaan air yang terlalu panas saat keramas.

Adneksa Kulit

27

Berhenti, atau setidaknya kurangi, penggunaan pengering rambut. Usahakan agar selalu mengeringkan rambut secara alami dengan menggunakan handuk dan mengangin-anginkannya di udara terbuka. Saat mengeringkan, gosokkan handuk Anda dengan lembut.

Menyisir rambut anda dengan lembut saat rambut masih dalam keadaan agak basah.

Mengurangi

penggunaan

gel

rambut,

krim,

minyak

rambut,

pewarna rambut, dan spray rambut.

Melindungilah kulit kepala anda dari sinar matahari langsung, misalnya dengan menggunakan topi atau scarf.

Menghindari ikatan yang kencang pada rambut Anda. Pun, hentikan kebiasaan menarik-narik rambut tanpa alasan yang jelas.

Saat memotong rambut ke salon atau tukang cukur, pastikan mereka menggunakan gunting yang tajam. Gunting yang kurang tajam hanya akan berefek negatif pada akar rambut dan merusak struktur rambut Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk:

Mengonsumsi

makanan

bergizi,

terutama

yang

mengandung

protein dan zat besi. Bila Anda sedang mengikuti program pengurangan berat badan, perhatikan kandungan nutrisi diet Anda. Kurangi konsumsi kafein dan hentikan kebiasaan merokok.

Keduanya memang terbukti tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Adneksa Kulit

28

Menjauhi obat obatan yang berpotensi menganggu pertumbuhan rambut Rajin berolah raga karena olah raga yang teratur Anda. akan

memperlancar peredaran darah, termasuk peredaran darah ke kulit kepala yang dapat menutrisi akar rambut dan memperlancar pertumbuhan rambut. Beristirahat dengan cukup sehingga

pertumbuhan rambut anda lebih optimal.

Menghindari stress karena stress akan menganggu metabolisme tubuh yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan rambut Anda.

IV.

Kuku

A. Anatomi Kuku

Gambar 6. Anatomi Kuku Bagian-bagian kuku : 1. Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru. 2. Dinding kuku (nail wall) : merupakan lipatan-lipatan kulit menutupi bagian pinggir dan atas. 3. Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku. yang

Adneksa Kulit

29

4. Alur kuku (nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku. 5. Akar kuku (nail root): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku. 6. Lempeng kuku (nail plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku. 7. Lunula : merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit. 8. Eponikium : merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku. 9. Hiponikium : merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas (free edge) menebal. 10. Kutikula ialah stratum komeum yang terbentuk dari lipatan kuku proksimal, yang lengket dengan lempeng kuku (nail plate). Jari-jari tangan mendapat vaskularisasi pembuluh darah.

B. Fungsi dan Fisiologi Kuku Kuku merupakan suatu modifikasi penting dari struktur epidermis, berupa lempeng pelindung yang transparan dan tersusun oleh gabungan sel-sel epitel lapisan germinatif (stratum germinativum) dan lapisan Malpighi yang bersatu. Kuku yang sudah berkembang dengan baik terbagi menjadi dua bagian, bagian yang agak besar dan berwarna merah muda karena kaya akan pembuluh darah dan bagian yang kecil berbentuk seperti bulan sabit pada pangkal kuku, berwarna putih yang biasa disebut

Adneksa Kulit

30

lunulla (artinya: bulan sabit). Lunulla dianggap sebagai modifikasi stratum granulosum di atas lapisan malphigi (stratum spinosum). Kelebihan kulit di kanan-kiri kuku disebut kutikula, umumnya dibuang oleh ahli kecantikan kuku. Masing-masing kuku tumbuh memanjang di atas dasar yang terdiri atas lapisan dermis yang sudah mengalami modifikasi, dengan pembuluh darah dan saraf-saraf perasa yang sangat sensitive. Pertumbuhan kuku berlangsung terus sepanjang hidup, tetapi pada usia muda kuku tumbuh lebih cepat dibandingkan pada usia lanjut. Kecepatan pertumbuhan rata-rata kuku jari tangan kurang lebih 1 mm per minggu, sedangkan waktu yang dibutuhkan kuku jari tangan untuk tumbuh dari matriks sampai pada tepi bebas (ujung kuku) sekitar 6 bulan. Kuku pada tangan yang lebih sering digunakan akan tumbuh sedikit lebih cepat bila dibandingkan pada kuku pada tangan yang jarang digunakan. Kecepatan pertumbuhan kuku jari kaki adalah sepertiga dari kecepatan pertumbuhan kuku jari tangan, dan

membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk tumbuh dari matriks sampai ke ujung kuku. Kuku tidak memiliki sel hidup. Kuku terdiri dari keratin yang sangat keras yang dibentuk dari lapisan sel keratin yang terhubung erat. Jika dibandingkan dengan lapisan tanduk pada kulit, kuku memiliki kandungan lemak yang lebih rendah yaitu sekitar 0,15-0,75 %. Di sisi lain, kandungan sulfurnya 3 % relatif lebih tinggi daripada keratin pada kulit. Walaupun bentuk kuku berbeda dengan rambut, karena komposisi proteinnya sama, asam amino pada kuku sangat mirip

Adneksa Kulit

31

dengan rambut daripada dibandingkan dengan lapisan tanduk pada epidermis. Sedangkan Nail matrix mengandung melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Pigmen melanin ini hanya terdapat sedikit pada kuku. Kuku terdiri dari 5-24 % air yang tergantung pada lingkungan eksternal. Seperti rambut, kuku juga dapat mengabsorpsi dan kehilangan air dengan mudah. Saat kuku mengabsorpsi air, kuku akan mengembang secara volume dan ketebalan berubah. Perubahan kekerasan pada kuku disebabkan oleh absorpsi dan kehilangan air. Sama seperti rambut yang menjadi lebih lunak dengan terjadinya absorpsi air dan rapuh karena kehilangan air.

Kecenderungan kuku untuk mudah patah merupakan hasil dari gaya hidup kita sehari-hari seperti pada saat mandi dan mencuci tiap hari. Kesehatan seseorang juga dapat dilihat dari keadaan kukunya, baik dari warnanya, tebal tipisnya, garis-garis yang terjadi padanya, dan lain-lain. Terjadinya garis-garis membujur pada kuku menandakan adanya penyakit-penyakit pada pembuluh darah.

DAFTAR PUSTAKA
Adneksa Kulit

32

1. Tranggono, Retno Iswari, Dr. SpKK. (dkk). 2007. Buku Pegangan Ilmu

Pengetahuan Kosmetik. Gramedia. Jakarta.


2. http://www.nabit-ist.com/pengertian-rambut.html. 3. http://www.nabit-ist.com/siklus-pertumbuhan-rambut-dan-faalrambut.html. 4. http://www.hd.co.id/info-kesehatan/tentang-rambut. 5. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/.

Adneksa Kulit

33