Anda di halaman 1dari 3

Semua sel tubuh mengandung dalam nukleusnya komposisi kromosom seperti pada sel-sel kelenjar kelamin.

Dewasa ini pada wanita yang sudah lahir melalui pemeriksaan darah atau apusan selaput lendir pipi {buccal smear), dapat ditemukan X kromatin (Barr Body). Pada permulaannya mudigah tidak menunjukkan jenis pria atau wanita bila dilihat gonadnya yang merupakan kelenjar kelamin primitif, meskipun sel-selnya secara genetik berjenis pria atau wanita. Diferensiasi dan perkembangan selanjutnya ke arah kelenjar kelamin wanita atau pria dari gonad ditentukan oleh kromosom X atau kromosom Y. Pada mudigah dengan kromosom XX ovarium berkembang dari bagian korteks gonad, sedangkan bagian medullanya relatif mengecil. Pada mudigah dengan kromosom XY terjadi sebaliknya; bagian medulla gonad yang berkembang, sedangkan korteksnya tidak. Pertumbuhan testis terjadi pada awal minggu ke-6; ovarium tumbuh pada waktu lebih belakangan. Bila gonad itu berkembang, barulah dapat dikenal apakah itu ovarium atau testis. Dengan perkataan lain, jenis kelamin baru dapat diketahui melalui pemeriksaan anatomik dan histologik kelenjar kelamin. Alat-alat genital wanita berasal terutama dari sistem duktus Mulleri, sedangkan alat genital pria terutama berasal dari sistem duktus Wolfii. Pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar kelamin dan atas reaksi (respons) alat-alat genital tersebut, dan

EMBRIOLOG1 SISTEM ALAT-ALAT UROGENITAL

29

mungkin sekali juga oleh hal-hal seperti kekurangan gizi ibu, penyakit yang diderita ibu, obat-obat, radiasi, dan Iain-lain yang belum diketahui, khususnya dalam 8 minggu pertama. Jika jaringan gonad tidak terbentuk sama sekali, maka ada kecenderungan untuk terbentuknya alat-alat genital wanita dengan sistem duktus Wolfii mengadakan regresi. Adanya testis yang berfungsi menyebabkan pertumbuhan alat-alat genital pria yang normal. Testis ini menyebabkan keluarnya androgen, dan faktor penekan sistem duktus Mulleri. Yang akhir dikenal sebagai suatu polipeptida yang dikeluarkan oleh testis, dan yang menimbulkan regresi sistem duktus Mulleri, sehingga pada pria dewasa hanya tinggal sisa-sisa sistem itu saja. Dikemukakan bahwa penekanan sistem duktus Mulleri itu tidak mempunyai hubungan dengan produksi androgen oleh testis. Androgen berperan penting dalam pertumbuhan duktus Wolfii dan genitalia eksterna pada pria. Wachtel mengemukakan bahwa pengaruh kromosom Y dalam pembentukan testis dikaitkan dengan adanya antigen H-Y yang dihasilkan oleh gen dari kromosom Y. Di samping anak yang genetik dan dalam fenotipe merupakan anak pria atau anak wanita terdapat pula anak, yang menimbulkan keragu-raguan tentang jenis kelamin. Orang demikian dinamakan interseks; hal itu disebabkan oleh gangguan kromosom seks, atau kadang-kadang oleh pengaruh hormonal. Gangguan kromosom akan dibahas pada akhir bab ini. Pada ovarium rangkaian-rangkaian sel mesenkhim diputus-putus dan suatu kelompok sel-sel melingkari satu atau dua sel germinativum primordial. Dengan demikian terbentuk folikel primordial dengan sel-sel yang melingkari ovum.

Gambar 2-2. Perkembangan ovarium. (A) Tingkat indiferen (B) Ovarium dengan folikel primordial dan rete testis dalam tingkat berdegenerasi

Pada ovarium sel-sel germinativum primordial berada di lapisan korteks, dekat pada epitel selom yang menutupi genital ridge. Rangkaian-rangkaian sel-sel mesenkhim membentuk di bagian ovarium yang sedang berkembang, suatu kumpulan jaringan yang dikenal sebagai rete ovarii.