P. 1
Bank Syariah

Bank Syariah

|Views: 785|Likes:
Dipublikasikan oleh Hidayanti Anisa

More info:

Published by: Hidayanti Anisa on Dec 11, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2014

pdf

text

original

Sections

  • REGULASI PERBANKAN SYARIAH
  • KETERBATASAN PEMBINAAN & PENGAWASAN BANK
  • DEFINISI & PENILAIAN AKTIVA
  • PENILAIAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
  • AKTIVA NON PRODUKTIF
  • STANDAR AKAD -LATAR BELAKANG
  • POKOK-POKOK PENGATURAN
  • GIRO MUDHARABAH
  • GIRO WAJIB MINIMUM PBI No.6/21/PBI/2004
  • KLIRING PBI No.2/4/PBI/2000
  • PasarKeuanganAntarBank Syariah PBI No.9/5/PBI/2007
  • PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA
  • LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH PBI NO.5/26/PBI/2003

REGULASI

PERBANKAN SYARIAH
PENDAHULUAN
Psl 8 UU No. 23/99 ttg BI diubah
dgn UU No. 3/04 :
Tugas BI : a. Moneter;
b. SP;
c. Mengatur dan
mengawasi bank.
Pasal 29 (1) UU No.7/1992
tentang Perbankan diubah dgn
UU No. 10/1998 :
Pembinaan dan Pengawasan
Bank dilakukan oleh Bank
Indonesia
BI adalah Otoritas
Pengawasan Bank
(Termasuk Bank
Syariah)
PENDAHULUAN
Untuk melaksanakan tugas pengaturan dan
pengawasan bank, BI diberi kewenangan:
• Menetapkan peraturan
• Menetapkan perizinan kelembagaan dan kegiatan usaha
• Melaksanakan Pengawasan
• Mengenakan sanksi
Si st em Perbankan dan Keuangan
yang Sehat
Pengaturan dan Pengawasan Perbankan
Syariah: mengapa diperlukan?
Regulation
Market Discipline/ Self
Regulation
VS
1. Menj aga st abi l i t as si st em keuangan (makro
ekonomi ) dan keberl angsungan usaha bank (mi kro
ekonomi )
2. Perl i ndungan masyarakat (khususnya masyarakat
awam dan nasabah keci l )
3. Opt i mal i sasi peran l embaga perbankan dal am
menunj ang program pembangunan
4. Rawan t erhadap penyel ewengan
KETERBATASAN
PEMBINAAN & PENGAWASAN BANK
• t i dak di maksudkan unt uk
menggant i kan t anggung j awab
manaj emen bank
• t i dak sepenuhnya menj ami n bahwa
bank t i dak akan j at uh bangkrut
• t i dak sepenuhnya dapat mencegah
at au mel arang bank mengambi l ri si ko
bi sni s t ert ent u
• t i dak sepenuhnya dapat mencegah
di st orsi t erhadap i kl i m persai ngan dari
pasar
Pembinaan dan
pengawasan
bank oleh BI…..
Intern
Ekstern & Intern
HIRARKI KETENTUAN BANK INDONESIA
UUD 1945
UU Bank Indonesia UU Perbankan
PBI PDG
SE Ektern SE Intern
DSN dan KA
JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH
I. Kel embagaan Bank Syari ah
II. Pri nsi p kehat i -hat i an (Prudent i al )
III. Si st em Pembayaran/ Pasar Keuangan
& Monet er
IV. St andar Akunt ansi / Pel aporan
• PENDIRIAN BANK UMUM SYARIAH
• PENDIRIAN BANK PERKREDITAN RAKYAT
SYARIAH
• PERUBAHAN KEGIATAN USAHA DAN
PEMBUKAAN KANTOR CABANG SYARIAH
OLEH BANK UMUM KONVENSIONAL
PINTU MASUK U/ MEMBERIKAN LAYANAN
PERBANKAN SYARIAH
Dirikan BS
Baru
Konversi
BK
Dual
System
Bank
Layanan
Perbankan
Syariah
• Persetujuan Prinsip
• Izin Usaha
Regul asi
PINTU MASUK U/ MEMBERIKAN LAYANAN
PERBANKAN SYARIAH
Dirikan BS
Baru
Konversi
BK
Dual
System
Bank
Layanan
Perbankan
Syariah
• Izin Perubahan
Kegiatan Usaha
Regul asi
PINTU MASUK U/ MEMBERIKAN LAYANAN
PERBANKAN SYARIAH
Dirikan BS
Baru
Konversi
BK
Dual
System
Bank
Layanan
Perbankan
Syariah
• Unit Usaha Syariah (UUS)
• KCS
• Kantor dibawah KCS
• Unit Syariah (US)
• Layanan Syariah (OC)
Regul asi
JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH
I. Kel embagaan Bank Syari ah
II. Pri nsi p kehat i -hat i an (Prudent i al )
III. Si st em Pembayaran/ Pasar Keuangan
& Monet er
IV. St andar Akunt ansi / Pel aporan
• PENILAIAN KUALITAS ASSET DAN PENYISIHAN
PENGHAPUSAN
• KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
• AKAD PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN DANA
DEFINISI & PENILAIAN AKTIVA
1. Penilaian kualitas wajib dilakukan terhadap Akt i va
Produkt i f dan Akt i va Non Produkt i f .
2. Akt i va Produkt i f adalah penanaman dana Bank baik
dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk
pembiayaan, surat berharga syariah, penempatan,
penyertaan modal, penyertaan modal sementara,
komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening
administratif serta Sertifikat Wadiah Bank
Indonesia.
3. Akt i va Non Produkt i f adalah aset Bank selain Aktiva
Produktif yang memiliki potensi kerugian, antara
lain dalam bentuk agunan yang diambil alih,
properti terbengkalai, rekening antar kantor dan
suspense account , serta persediaan.
PENILAIAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
• Kual i t as yang sama di t et apkan t erhadap
· beberapa rekening Aktiva Produktif yang digunakan
untuk membiayai 1 (satu) nasabah, dalam 1 (satu) bank
yang sama;
· Penyediaan dana atau tagihan yang diberikan oleh
lebih dari 1 (satu) Bank yang dilaksanakan berdasarkan
perjanjian pembiayaan bersama dan/atau sindikasi.
· Penilaian Kualitas Aktiva Produktif mengikuti kualitas
Aktiva Produktif yang paling rendah, kecuali dalam hal
Aktiva Produktif ditetapkan berdasarkan faktor
penilaian yang berbeda.
PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN
• Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan
yang dipersamakan dengan itu berupa:
· Transaksi bagi hasil dalam bentuk Mudharabah dan Musyarakah;
· Transaksi sewa menyewa dalam bentuk Ij arah atau Ij arah
Munt ahi yah bi t Taml i k;
· Transaksi jual beli dalam bentuk piutang Murabahah, Sal am, dan
Ist i shna’ ;
· Transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang Qardh;
· Transaksi multijasa dengan menggunakan akad Ij arah atau Kaf al ah.
• Untuk Pembiayaan yang berjumlah lebih besar dari
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dinilai
berdasarkan
· Prospek usaha;
· Kinerja (perf ormance) nasabah; dan
· Kemampuan membayar.
• Untuk Pembiayaan yang berjumlah sampai dengan
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dinilai
hanya berdasarkan kemampuan membayar.
PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN
• Ditetapkan menjadi 5 (l i ma) gol ongan:
· Lancar;
· Dalam Perhatian Khusus;
· Kurang Lancar;
· Diragukan;
· Macet.
PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN
• Penilaian yang dilakukan berdasarkan kemampuan membayar
mengacu pada ketepatan pembayaran angsuran pokok dan/atau
pencapaian rasio antara Realisasi Pendapatan (RP) dengan
Proyeksi Pendapatan (PP).
• Perhitungan RP dan PP untuk penilaian kualitas pembiayaan
Mudharabah dan Musyarakah per periode, dihitung berdasarkan
rata-rata akumulasi selama periode Pembiayaan Mudharabah dan
Musyarakah yang telah berjalan.
• PP dihitung berdasarkan analisis kelayakan usaha dan arus kas
masuk nasabah selama jangka waktu Pembiayaan Mudharabah
dan Musyarakah.
• Bank dapat mengubah PP berdasarkan kesepakatan dengan
nasabah apabila terdapat perubahan atas kondisi ekonomi
makro, pasar dan politik yang mempengaruhi usaha nasabah.
PENILAIAN KUALITAS
PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH
• Bank wajib mencantumkan PP dan perubahan PP
dalam perjanjian Pembiayaan Mudharabah dan
Musyarakah antara Bank dengan nasabah dan harus
terdokumentasi secara lengkap.
• Bank dapat melakukan revisi PP paling banyak:
· 1 (satu) kali untuk Pembiayaan Mudharabah dan
Musyarakah dengan jangka waktu sampai dengan 1
(satu) tahun;
· 2 (dua) kali untuk Pembiayaan Mudharabah dan
Musyarakah dengan jangka waktu di atas 1 (satu)
tahun.
PENILAIAN KUALITAS
PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH
Penggolongan Kualitas Pembiayaan
(mudharabah/musyarakah) dari kemampuan
membayar
RP ≤ 30% lbh dr 3 periode PP
RP ≤ 30% s.d. 3 periode PP
30% < RP ≤ 80%
PP
RP ≥ 80%
PP
RP ≥ 80%
PP
RP terhadap PP
-Tunggakan > 180 hari
-Jatuh tempo dan belum lunas
dan atau
120 hr < Tunggakan ≤ 180 hr dan
atau
Tunggakan 90 s.d.120 hari dan
atau
Tunggakan s.d 90 hari dan atau
Tepat waktu dan atau
Angsuran Pokok
M
D
KL
DPK
L
Kualitas
AKTIVA NON PRODUKTIF
1. Jenis :
• AYDA
• Properti Terbengkalai
• Rekening Antar Kantor & Sudpense Account
• Persediaan
2. Penggolongan Kualitas AYDA, Properti Terbengkalai &
Persediaan ditetapkan menjadi 4 golongan:
• Lancar
• Kurang Lancar
• Diragukan
• Macet
3. Penggolongan Kualitas RAK & Suspense Account ditetapkan
menjadi 2 golongan:
• Lancar
• Macet
PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA)
• Bank wajib membentuk PPA terhadap Aktiva
Produktif dan Aktiva Non Produktif berupa:
· Cadangan umum dan khusus untuk Aktiva
Produktif; dan
· Cadangan khusus untuk Aktiva Non Produktif.
• Cadangan umum PPA ditetapkan sekurang-
kurangnya 1% dari seluruh Aktiva Produktif yang
digolongkan Lancar, tidak termasuk SWBI dan
Surat Berharga dan/atau tagihan yang diterbitkan
pemerintah berdasarkan prinsip syariah.
PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA)
• Cadangan khusus PPA ditetapkan sekurang-
kurangnya sebesar:
· 5% dari Aktiva dengan kualitas Dalam Perhatian
Khusus setelah dikurangi nilai agunan; dan
· 15% dari Aktiva dengan kualitas Kurang Lancar
setelah dikurangi nilai agunan; dan
· 50% dari Aktiva dengan kualitas Diragukan
setelah dikurangi nilai agunan; dan
· 100% dari Aktiva dengan kualitas Macet setelah
dikurangi nilai agunan.
• Kewajiban untuk membentuk PPA t i dak berl aku bagi
Aktiva Produktif berupa Ij ar ah at au Ij ar ah
Munt ahi yah bi t Taml i k.
• Bank wajib membentuk penyusut an/ amort i sasi unt uk
Ij ar ah at au Ij ar ah Munt ahi yah bi t Taml i k, dengan
ketentuan sebagai berikut:
· Ij arah disusutkan/diamortisasi sesuai dengan kebijakan
penyusutan Bank bagi aktiva yang sejenis.
· Ij arah Munt ahi yah bi t Taml i k disusutkan sesuai dengan
masa sewa.
PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA)
PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA)
• Penggunaan ni l ai agunan sebagai faktor
pengurang dalam perhitungan PPA hanya dapat
di l akukan unt uk Akt i va Produkt i f .
• Pembentukan PPA untuk Murabahah, Sal am dan
Ist i shna’ mempergunakan angka saldo harga
perolehan atau saldo harga pokok.
KPMM BANK UMUM SYARIAH
PBI 7/ 13/ PBI/ 2005
1. Modal Minimum 8% ATMR
2. Wajib memperhitungkan risiko pasar
3. Wajib memiliki dan menerapkan pedoman
risiko pasar
4. PBI diberlakukan sejak pelaporan data
Desember 2005
Mi ni mum Capi t al Adequasi Rasi o (CAR) 8% dengan
memperhat i kan ri si ko penyal uran dana dan ri si ko pasar.
1. Modal bank terdiri dari modal inti (Ti er 1), modal pelengkap
(Ti er 2) dan Modal Pelengkap Tambahan (Ti er 3).
2. Modal pelengkap (Ti er 2) dan modal pelengkap tambahan (tier 3)
hanya dapat diperhitungkan setinggi-tingginya sebesar 100% dari
modal inti.
3. Modal bagi Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank yang berkantor
pusat di dalam negeri dan di luar negeri adalah dana yang
disisihkan oleh kantor pusat bank untuk kegiatan usaha
berdasarkan prinsip Syariah.
Regul asi
KPMM BANK UMUM SYARIAH
PBI 7/ 13/ PBI/ 2005
PERATURAN BANK INDONESIA
PERATURAN BANK INDONESIA
Nomor Nomor: 7/46/PBI/2005 : 7/46/PBI/2005
tentang tentang
AKAD PENGHIMPUNAN DAN
AKAD PENGHIMPUNAN DAN
PENYALURAN DANA BAGI BANK
PENYALURAN DANA BAGI BANK
YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN
YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN
USAHA BERDASARKAN
USAHA BERDASARKAN
PRINSIP SYARIAH
PRINSIP SYARIAH
STANDAR AKAD - LATAR BELAKANG
• Mensel araskan aktivitas keuangan Bank dengan norma dan
syariah Islam.
• Memenuhi kai dah dan norma syari ah;
proses, transaksi, obyek terhindar dari riba, maysi r, gharar, zal i m,
ri sywah, barang haram dan maksiat.
• Kepast i an hukum
landasan aturan yang lebih jelas atas norma yang berlaku bagi para
pihak yang berkepentingan (bank, nasabah, investor, notaris,
arbitrase, dan lain-lainnya).
• ef i si ensi operasi i ndust ri ,
kurangi ruang perdebatan dan perbedaan penafsiran.
• Formal i sasi aturan dalam fatwa DSN kedalam PBI.
• Memperj el as dan menambahkan aspek-aspek tertentu yang
berkaitan dengan teknis perbankan yang belum dijabarkan
dalam fatwa.
POKOK-POKOK PENGATURAN
– Ketentuan Akad Penghimpunan dan Penyaluran Dana
wajib diikuti oleh Bank;
– Bank dapat memperluas cakupan akad atau perjanjian
• tidak bertentangan dengan PBI standarisasi Akad,
• prinsip-prinsip syariah, dan
• ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
– Transparansi
• Bank wajib memberikan informasi secara menyeluruh kepada
nasabah ttg produk & jasa yang diberikan sehingga nasabah
benar-benar memahami produk bank tersebut
– Akad/Transaksi syariah tidak mengandung unsur
• gharar, maysi r, ri ba, zal i m, ri sywah, barang haram dan
maksiat
Produk dan jasa yang diatur :
– penghimpunan dana :
• Wadi ah atau Mudharabah,
– penyaluran dana :
• bagi hasil (mudharabah, musyarakah),
• jual beli (murabahah, sal am, i st i shna),
• sewa (i j arah dan i j arah munt ahi ya bi t aml i k), dan
• pinjaman (qardh).
ketentuan penerapan sanksi (t a’ wi dh) bagi
nasabah yang merugikan bank
Mat eri Pengat uran
1. Bank sebagai penerima dana titipan dan
nasabah sebagai pemilik dana titipan;
2. Dana titipan disetor penuh;
3. Dapat diambil setiap saat;
4. Tidak dijanjikan pemberian imbalan atau bonus
kepada nasabah;
5. Bank menjamin pengembalian dana titipan
nasabah.
GIRO/ TABUNGAN WADIAH :
1. nasabah sebagai pemilik dana (shahi bul maal ) dan Bank
sebagai pengelola dana (mudhari b);
2. Bank dapat mengembangkan dana, termasuk melakukan
akad Mudharabah dgn pihak lain;
3. Setoran harus dalam bentuk tunai dan bukan piutang;
4. Nasabah wajib memelihara saldo giro minimum yang
ditetapkan oleh bank;
5. Pembagian keuntungan dinyatakan dalam nisbah;
6. Pemberian bagi hasil didasarkan saldo terendah setiap akhir
bulan laporan;
7. Bank menutup biaya operasional giro dengan menggunakan
nisbah keuntungan yang menjadi haknya;
8. Perubahan nisbah dgn persetujuan nasabah.
GIRO MUDHARABAH
1. Bank shahi bul maal & nasabah mudhari b;
2. jangka waktu dan nisbah ditentukan berdasarkan kesepakatan;
3. Bank tidak ikut dalam pengelolaan usaha, namun memiliki hak
pengawasan dan pembinaan;
4. Pembiayaan diberikan dalam tunai dan atau barang
5. barang yang diserahkan harus dinilai berdasarkan harga
perolehan atau harga pasar wajar;
6. pembagian keuntungan dari pengelolaaan dana dinyatakan dalam
bentuk nisbah yang disepakati;
7. Bank menanggung seluruh risiko kerugian usaha yang dibiayai
kecuali nasabah curangan, lalai atau menyalahi perjanjian;
8. Nisbah bagi hasil dapat diubah berdasarkan kesepakatan para
pihak dan tidak berlaku surut;
9. Nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara berjenjang (t i eri ng);
PEMBIAYAAN MUDHARABAH
10. Pembagian keuntungan dgn prof i t and l oss shari ng atau Revenue
Shari ng;
11. Pembagian keuntungan sesuai dgn laporan hasil usaha mudhari b;
12. Dalam hal nasabah ikut menyertakan modal:
− nasabah sebagai mitra usaha dan mudhari b;
− nasabah mengambil bagian keuntungan dari porsi modalnya,
sisanya keuntungan dibagi sesuai kesepakatan antara Bank dan
nasabah
13. Pengembalian pokok pembiayaan dilakukan pada akhir periode
akad untuk pembiayaan dengan jangka waktu sampai dengan satu
tahun atau dilakukan secara angsuran berdasarkan aliran kas
masuk (cash i n f l ow) usaha nasabah.
14. Bank dapat meminta jaminan atau agunan.
PEMBIAYAAN MUDHARABAH
JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH
I. Kel embagaan Bank Syari ah
II. Pri nsi p kehat i -hat i an (Prudent i al )
III. Si st em Pembayaran/ Pasar Keuangan
& Monet er
IV. St andar Akunt ansi / Pel aporan
• GIRO WAJIB MINIMUM SYARIAH
• KLIRING
• FASILITAS PEMBIAYAAN JANGKA
PENDEK SYARIAH
• SWBI
• PUAS
GIRO WAJIB MINIMUM
PBI No. 6/ 21/ PBI/ 2004
o Def i ni si
Si mpanan mi ni mum bank umum dal am bent uk gi ro pada BI
yang besarnya di t et apkan ol eh BI berdasarkan persent ase
t ert ent u dari DPK
o Tuj uan :
1. Inst rumen monet er
2. Pri nsi p kehat i an-hat i an Bank
3. Kel ancaran si st em pembayaran berdasarkan pri nsi p
syari ah
PERHITUNGAN GWM
GWM Rp = 5 % x DPK t-2
GWM Valas = 3 % x DPK t-2
Jika FDR > 80%
Jika FDR < 80% maka
ditambah dgn % Sesuai Jlh
DPK: 1% IF Rp1-10 T, 2%
IFRp10-50 T, dan 3% IF >
Rp50 T
DPK t-2 = Rata-rata harian jumlah DPK Bank dalam satu masa
Laporan untuk periode 2 masa laporan sebelumnya
JUMLAH REKENING GIRO BANK di BI
2 Rp + 2 Valas
(Konvensional +
Syariah)
2 Rupiah
(Konvensional
+ Syariah)
Konvensional
memiliki UUS
1 Rp + 1 Valas 1 Rupiah Syariah
1 Rp + 1 Valas 1 Rupiah Konvensional
Devisa Non Devisa Jenis Bank
Regul asi
Sanksi GWM
· Kekurangan GWM Rupi ah
Kekur angan GWM x 125% x Tk i ndi kasi i mbal an PUAS x 1/ 360
· Kekurangan GWM Val as
Kekur angan GWM x 0, 04% per har i pel anggar an
· Sal do Negat i f
Sal do negat i f x 150% x Tk i ndi kasi i mbal an PUAS x 1/ 360
PUAS dapat di gant i r at a-r at a t i ngkat i mbal an
deposi t o i nvest asi mudhar abah 1 bul an
KLIRING
PBI No. 2/ 4/ PBI/ 2000
+ Tata cara dan persyaratan
kliring pada dasarnya
sama dengan bank
konvensional,
+ Perbedaan pada ketentuan
skorsing kliring pada bank
umum konvensional yang
memiliki UUS
SKORS KLIRING
1. KP bersal do gi ro negat i f
• Sal do gi ro KP + UUS = negat i f
• Sel uruh kant or di skors
• Kena sanksi sal do gi ro negat i f (yg bersal do negat i f KP &/ UUS)
2. KC bersal do gi ro negat i f
• Sal do gi ro konvensi onal + Syari ah = negat i f
• KC di skors
• Kena sanksi sal do gi ro negat i f (yg bersal do negat i f KC
konvensi onal &/ syari ah)
Regul asi
Pasar Keuangan Ant ar Bank Syari ah
PBI No. 9/ 5/ PBI/ 2007
O Bank berpotensi mengalami kekurangan atau kelebihan
likuiditas
O Untuk mengatasi, Bank Umum Konvensional dapat
memanfaatkan PUAB.
Bank Umum Syariah ?
Unit Usaha Syariah ?
PESERTA & PIRANTI PUAS
o Pesert a
C Bank Umum Syari ah / Uni t Usaha Syari ah
× dapat meneri ma & / menanamkan dana
C Bank Umum Konvensi onal
× hanya dapat menanamkan dana
o Pi rant i
• Inst rument yang t el ah di at ur BI, at as permohonan
BUS at au UUS
• Permohonan pi rant i / i nst rumen harus di l engkapi
dengan penj el asan karakt eri st i k, skema t ransaksi ,
proses akunt ansi , pi hak yang berwenang,
i nf rast rukt ur yang di perl ukan dan ri si ko i nst rumen
PUAS
Sert i f i kat Wadi ah Bank Indonesi a
PBI No. 6/ 7/ PBI/ 2004
Ò Dengan berkembangnya bank yang melakukan
kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dan dalam
rangka pengendalian moneter, perlu diciptakan piranti
moneter yang sesuai dengan prinsip syariah
Ò SWBI dapat pula menjadi sarana penitipan dana jangka
pendek oleh bank syariah yang mengalami kelebihan
likuiditas
Karakt eri st i k SWBI
+ BI dapat menerima penitipan dana dari bank
umum syariah / UUS dengan menggunakan
prinsip wadiah melalui penerbitan SWBI sebagai
bukti penitipan
+ BI dapat memberikan bonus atas penitipan dana
yang diperhitungkan pada saat jatuh waktu
+ bonus diberikan sesuai kebijakan BI
Regul asi
Juml ah & Jangka Wakt u SWBI
O Jumlah dana
 minimal Rp 500 juta
 di atas Rp 500 juta, kelipatan Rp 50 juta
O Jangka waktu
 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan
 dapat diubah dengan SE BI
Sanksi SWBI
• Jika saldo rekening giro bank / UUS tidak cukup,
maka transaksi akan dibatalkan
• Pembatalan transaksi, bank/UUS akan dikenakan
sanksi administratif berupa surat peringatan
• Pembatalan transaksi lebih 2 x dalam 6 bulan, atas
pembatalan ketiga dst bank/UUS dikenakan sanksi
kewajiban membayar 1 o/oo dari kekurangan
penitipan
• Bank/UUS tidak dapat mengambil titipan dana
sebelum jatuh waktu,
Fasi l i t as Pi nj aman Jangka Pendek Syari ah
PBI No. 5/ 3/ PBI/ 2003
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya, BUS juga
menghadapi risiko likuiditas (mismatch) yang dapat
mengakibatkan saldo gironya di BI menjadi negatif.
• Untuk menutup kesulitan tsb BUS pertama kali harus
mengupayakan dana di PUAS.
• Bagi UUS, selain mengupayakan dana di PUAS, dapat pula
mengupayakan dana dari kantor pusat BUKnya
• Apabila gagal, BI dapat membantu melalui pemberian
FPJPS, sehingga kelangsungan kegiatan usaha bank dapat
terjaga dan kelancaran sistem pembayaran dapat
terpelihara.
Ket ent uan Umum - FPJPS
• Diberikan maksimum sebesar kewajiban Bank Syariah yang
tidak dapat diselesaikan pada akhir hari
• Bank Syariah penerima FPJPS minimal dalam 3 bulan
terakhir CS untuk predikat tingkat kesehatan secara
keseluruhan dan Sehat untuk predikat tingkat kesehatan
permodalan
• Wajib dijamin dengan agunan > SWBI
• Jangka waktu 1 hari kerja (overnight) yang dapat
diperpanjang s.d 90 hari berturut-turut
• Menggunakan prinsip mudharabah
• Bank Syariah penerima FPJPS wajib membayar imbalan
atas setiap FPJPS yang diterima
Perhi t ungan Imbal an - FPJPS
X = P x R x t / 360 x k
X = besarnya imbalan FPJPS kepada BI
P = nilai nominal FPJPS
R = tk realisasi imbalan deposito investasi
Mudharabah sebelum didistribusikan Bank
Syariah penerima FPJPS
t = jangka waktu FPJPS
k = nisbah bagi hasil untuk BI (90%)
Regul asi
JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH
I. Kel embagaan Bank Syari ah
II. Pri nsi p kehat i -hat i an (Prudent i al )
III. Si st em Pembayaran/ Pasar Keuangan
& Monet er
IV. St andar Akunt ansi / Pel aporan
• LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH
DAN BPRS
• LAPORAN HARIAN BANK UMUM (LHBU)
• LAPORAN BERKALA BANK UMUM SYARIAH
(LHBUS)
• AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH dan
PEDOMAN AKUNTANSI SYARIAH.
PEDOMAN AKUNTANSI
PERBANKAN SYARIAH INDONESIA
• PSAK NO.59 ttg Akuntansi Perbankan Syariah
& PAPSI)
• Pedoman bank syariah melakukan
pencatatan atas kegiatan usahanya
• Laporan
– dapat dipahami,
– relevan,
– andal &
– dapat dibandingkan
Regul asi
LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH
PBI NO. 5/ 26/ PBI/ 2003
• Bank Pelapor adalah KP, KC, KCS, Unit
Syariah KC Bank Asing & KCP Bank Asing
• laporan harus benar, lengkap & tepat
waktu
• Penyusunan laporan wajib mengikuti
Pedoman Penyusunan Laporan bulanan
Bank Umum Syariah
A. NERACA
B. REKENING ADMINISTRATIF
C. DAFTAR RINCIAN LABA RUGI
D. DAFTAR RINCIAN DARI POS-POS
DALAM NERACA DAN POS-POS
TERTENTU DARI REK.ADMINISTRATIF
SERTA RINCIAN INFORMASI PENTING
LAINNYA.
LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH
PBI NO. 5/ 26/ PBI/ 2003
6. Laporan Perubahan Dana
Investasi Terikat
7. Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana ZIS
8. Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana Qardhul Hasan
1. Neraca
2. Laporan Laba/Rugi
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan atas Laporan Keuangan
1. Neraca
2. Laporan Laba/Rugi
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan atas Laporan
Keuangan
Bank Syari ah Bank Konvensi onal
LAPORAN KEUANGAN
KONVENSIONAL VS SYARIAH
Neraca Bank Konvensional
AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL
Neraca Bank Syariah
AKTIVA = KEWAJIBAN + INVESTASI TIDAK TERIKAT + MODAL
NERACA KONVENSIONAL VS NERACA SYARIAH
NO. SANDI
1.
Kas 100
2.
Penempatan Pada BI 03) 120
3.
Penempatan Pada Bank lain 04) 130
4.
Surat Berharga Yang Dimiliki 05) 140
5.
Piutang
a. Piutang Murabahah 06) 150
b. Pendapatan Margin Murabahah yang ditangguhkan -/- 06) 151
c. Piutang Salam 07) 152
d. Piutang Istishna' 08) 153
e. Pendapatan Margin Istishna yang ditangguhkan -/- 08)
f. Piutang Qardh 09) 159
6
Pembiayaan 10)
a. Pembiayaan Mudharabah 160
b. Pembiayaan Musyarakah 161
c. Lainnya 169
7. Persediaan
170
8. Ijarah 44)
a. Aktiva Ijarah
180
b. Akumulasi Penyusutan Aktiva Ijarah -/-
185
9. Tagihan Lainnya 11)
190
10.
Penyertaan 12) 200
11.
Penyisihan Penyusutan Aktiva Produktif 13)
a. Cadangan Umum -/-
210
b. Cadangan Khusus -/-
211
12.
Aktiva Istishna' dalam penyelesaian 14) 212
13.
Aktiva Tetap dan Inventaris
a. Tanah dan Gedung
213
b. Akumulasi Penyusutan Gedung -/-
214
c. Inventaris
215
d. Akumulasi Penyusutan Inventaris -/-
216
14.
Antarkantor Aktiva
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 15) 223
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia 16) 224
15.
Rupa-Rupa Aktiva 17) 230
T O T A L A K T I V A 290
A K T I V A
NO. SANDI
1. Dana Simpanan Wadiah 18) 300
a. Giro Wadiah
b. Tabungan Wadiah
c. Lainnya
2. Dana Investasi Tidak Terikat (Mudharabah Muthlaqah)
a. Tabungan Mudharabah 19) 321
b. Deposito Mudharabah 19) 322
c. Lainnya 19) 329
3. Kewajiban Kepada Bank Indonesia 20) 340
4. Kewajiban Kepada Bank Lain 21) 350
5. Surat Berharga Yang Diterbitkan 22) 355
6. Pembiayaan/Pinjaman Yang Diterima 23) 360
7. Kewajiban Lainnya 24) 365
8. Pinjaman Subordinasi 25) 368
9. Setoran Jaminan 26) 370
10. Antarkantor Pasiva
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 27) 393
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia 28) 394
11. Rupa-Rupa Pasiva 29) 400
12. Modal Pinjaman 30) 410
13. Modal Disetor 31)
a. Modal dasar 421
b. Modal yang belum disetor -/- 422
14. Perkiraan Tambahan Modal Disetor
a. Agio 431
b. Disagio -/- 432
c. Modal Sumbangan 32) 433
d. Dana Setoran Modal 33) 434
e. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan
i. Selisih lebih 436
ii. Selisih kurang -/- 437
15. Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap 445
16. Cadangan
a. Cadangan Umum 451
b. Cadangan Tujuan 452
17. Laba/Rugi
a. Tahun-Tahun Lalu
i. Laba 461
ii. Rugi -/- 462
b. Tahun Berjalan 02)
i. Laba 465
ii. Rugi -/- 466
T O T A L P A S I V A 490
P A S I V A
NERACA BANK SYARIAH
KEWAJIBAN
× Kewajiban Segera
× Simpanan
× Simpanan dari Bank Lain
× Efek-efek yang dijual secara repo
× Kewajiban Derivatif
× Kewajiban Akseptasi
× Surat Berharga yang Diterbitkan
× Pinjaman Diterima
× Est. Kerugian Komitmen &
Kontinjesi
× Kewajiban Lain-Lain
EKUITAS
× Modal Disetor
× Tambahan Modal Disetor
× Saldo Laba / Rugi
AKTIVA
× Kas
× Giro pada BI
× Giro pada Bank Lain
× Penempatan pada Bank Lain
× Kredit
× Efek-Efek
× Tagihan Transaksi Derivatif
× Tagihan Akseptasi
× Penyertaan
× Aktiva Tetap dan Akum.
Penyusutan
× Aktiva Lainnya
NERACA BANK KONVENSIONAL
× Pendapatan Bunga
× Pendapatan Komisi
× Beban Provisi dan Komisi
× Keuntungan atau Kerugian
Penjualan Efek
× Keuntungan atau Kerugian
Investasi Efek
× Keuntungan atau Kerugian
Transaksi Valas
× Pendapatan Deviden
× Pendapatan Operasional Lainnya
× Beban PPAP
× Beban Administrasi Umum
× Beban Operasional Lainnya
× Pendapatan Operasional Utama
- Pendapatan dari Jual Beli &
Pesanan
- Pendapatan dari Sewa
- Pendapatan dari Bagi Hasil
- Pendapatan Operasi Utama Lainnya
× Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil ITT
× Pendapatan Operasional Lainnya
× Beban Operasional Lainnya
× Pendapatan Non-Operasional
× Beban Non-Operasional
× Zakat
× Pajak
Bank Konvensional Bank Syariah
LABA / RUGI
End of Sect i on 1
End of Sect i on 1
Di rekt orat Perbankan Syari ah
BANK INDONESIA

PENDAHULUAN
Psl 8 UU No. 23/99 ttg BI diubah dgn UU No. 3/04 : Tugas BI : a. Moneter; b. SP; c. Mengatur dan mengawasi bank.

Pasal 29 (1) UU No.7/1992 tentang Perbankan diubah dgn UU No. 10/1998 : Pembinaan dan Pengawasan Bank dilakukan oleh Bank Indonesia

BI adalah Otoritas Pengawasan Bank (Termasuk Bank Syariah)

PENDAHULUAN
Untuk melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan bank, BI diberi kewenangan: • Menetapkan peraturan
• Menetapkan perizinan kelembagaan dan kegiatan usaha • Melaksanakan Pengawasan • Mengenakan sanksi

Sistem Perbankan dan Keuangan yang Sehat

Perlindungan masyarakat (khususnya masyarakat awam dan nasabah kecil) 3. Menjaga stabilitas sistem keuangan (makro ekonomi) dan keberlangsungan usaha bank (mikro ekonomi) 2. Rawan terhadap penyelewengan Regulation VS Market Discipline/ Self Regulation . Optimalisasi peran lembaga perbankan dalam menunjang program pembangunan 4.Pengaturan dan Pengawasan Perbankan Syariah: mengapa diperlukan? 1.

KETERBATASAN PEMBINAAN & PENGAWASAN BANK Pembinaan dan pengawasan bank oleh BI…. • tidak dimaksudkan untuk menggantikan tanggung jawab manajemen bank • tidak sepenuhnya menjamin bahwa bank tidak akan jatuh bangkrut • tidak sepenuhnya dapat mencegah atau melarang bank mengambil risiko bisnis tertentu • tidak sepenuhnya dapat mencegah distorsi terhadap iklim persaingan dari pasar ..

HIRARKI KETENTUAN BANK INDONESIA UUD 1945 UU Bank Indonesia UU Perbankan DSN dan KA PBI PDG SE Ektern SE Intern Ekstern & Intern Intern .

Standar Akuntansi / Pelaporan • • PENDIRIAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA DAN PEMBUKAAN KANTOR CABANG SYARIAH OLEH BANK UMUM KONVENSIONAL . II. Kelembagaan Bank Syariah Prinsip kehati-hatian (Prudential) III. Sistem Pembayaran/Pasar Keuangan & Moneter • PENDIRIAN BANK UMUM SYARIAH IV.JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH I.

PINTU MASUK U/ MEMBERIKAN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH Dirikan BS Baru • Persetujuan Prinsip • Izin Usaha Layanan Perbankan Syariah Konversi BK Dual System Bank Regulasi .

PINTU MASUK U/ MEMBERIKAN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH Dirikan BS Baru Konversi BK Dual System Bank Regulasi Layanan Perbankan Syariah • Izin Perubahan Kegiatan Usaha .

PINTU MASUK U/ MEMBERIKAN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH Dirikan BS Baru Konversi BK Dual System Bank Regulasi Layanan Perbankan • Unit Usaha Syariah (UUS) Syariah • • • • KCS Kantor dibawah KCS Unit Syariah (US) Layanan Syariah (OC) .

JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH I. Sistem Pembayaran/Pasar Keuangan & Moneter • PENILAIAN KUALITAS ASSET DAN PENYISIHAN • • IV. Kelembagaan Bank Syariah Prinsip kehati-hatian (Prudential) III. II. Standar Akuntansi / Pelaporan PENGHAPUSAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM AKAD PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN DANA .

penyertaan modal sementara. 2. Aktiva Non Produktif adalah aset Bank selain Aktiva Produktif yang memiliki potensi kerugian. komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif serta Sertifikat Wadiah Bank Indonesia. antara lain dalam bentuk agunan yang diambil alih. rekening antar kantor dan suspense account. surat berharga syariah. . properti terbengkalai. penyertaan modal. serta persediaan.DEFINISI & PENILAIAN AKTIVA 1. Penilaian kualitas wajib dilakukan terhadap Aktiva Produktif dan Aktiva Non Produktif. penempatan. 3. Aktiva Produktif adalah penanaman dana Bank baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk pembiayaan.

PENILAIAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF • Kualitas yang sama ditetapkan terhadap beberapa rekening Aktiva Produktif yang digunakan untuk membiayai 1 (satu) nasabah. dalam 1 (satu) bank yang sama. Penyediaan dana atau tagihan yang diberikan oleh lebih dari 1 (satu) Bank yang dilaksanakan berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama dan/atau sindikasi. . kecuali dalam hal Aktiva Produktif ditetapkan berdasarkan faktor penilaian yang berbeda. Penilaian Kualitas Aktiva Produktif mengikuti kualitas Aktiva Produktif yang paling rendah.

Transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang Qardh. Transaksi sewa menyewa dalam bentuk Ijarah atau Ijarah Muntahiyah bit Tamlik. Transaksi jual beli dalam bentuk piutang Murabahah.PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN • Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa: Transaksi bagi hasil dalam bentuk Mudharabah dan Musyarakah. . Transaksi multijasa dengan menggunakan akad Ijarah atau Kafalah. dan Istishna’. Salam.

• Untuk Pembiayaan yang berjumlah sampai dengan Rp500. Kinerja (performance) nasabah. dan Kemampuan membayar.000.000.00 (lima ratus juta rupiah) dinilai hanya berdasarkan kemampuan membayar.00 (lima ratus juta rupiah) dinilai berdasarkan Prospek usaha.PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN • Untuk Pembiayaan yang berjumlah lebih besar dari Rp500.000.000. .

Diragukan. Kurang Lancar.PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN • Ditetapkan menjadi 5 (lima) golongan: Lancar. Macet. . Dalam Perhatian Khusus.

PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH
• Penilaian yang dilakukan berdasarkan kemampuan membayar mengacu pada ketepatan pembayaran angsuran pokok dan/atau pencapaian rasio antara Realisasi Pendapatan (RP) dengan Proyeksi Pendapatan (PP). Perhitungan RP dan PP untuk penilaian kualitas pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah per periode, dihitung berdasarkan rata-rata akumulasi selama periode Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah yang telah berjalan. PP dihitung berdasarkan analisis kelayakan usaha dan arus kas masuk nasabah selama jangka waktu Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah. Bank dapat mengubah PP berdasarkan kesepakatan dengan nasabah apabila terdapat perubahan atas kondisi ekonomi makro, pasar dan politik yang mempengaruhi usaha nasabah.

PENILAIAN KUALITAS PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH
• Bank wajib mencantumkan PP dan perubahan PP dalam perjanjian Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah antara Bank dengan nasabah dan harus terdokumentasi secara lengkap. • Bank dapat melakukan revisi PP paling banyak:
1 (satu) kali untuk Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah dengan jangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun; 2 (dua) kali untuk Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah dengan jangka waktu di atas 1 (satu) tahun.

Penggolongan Kualitas Pembiayaan (mudharabah/musyarakah) dari kemampuan membayar
Kualitas
L DPK KL D M

Angsuran Pokok
Tepat waktu dan atau Tunggakan s.d 90 hari dan atau Tunggakan 90 s.d.120 hari dan atau 120 hr < Tunggakan ≤ 180 hr dan atau -Tunggakan > 180 hari -Jatuh tempo dan belum lunas dan atau

RP terhadap PP
RP PP RP PP ≥ 80% ≥ 80%

30% < RP ≤ 80% PP
RP ≤ 30% s.d. 3 periode PP
RP ≤ 30% lbh dr 3 periode PP

Penggolongan Kualitas AYDA. Penggolongan Kualitas RAK & Suspense Account ditetapkan menjadi 2 golongan: • Lancar • Macet . Jenis : • AYDA • Properti Terbengkalai • Rekening Antar Kantor & Sudpense Account • Persediaan 2.AKTIVA NON PRODUKTIF 1. Properti Terbengkalai & Persediaan ditetapkan menjadi 4 golongan: • Lancar • Kurang Lancar • Diragukan • Macet 3.

• Cadangan umum PPA ditetapkan sekurangkurangnya 1% dari seluruh Aktiva Produktif yang digolongkan Lancar. tidak termasuk SWBI dan Surat Berharga dan/atau tagihan yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prinsip syariah. .PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA) • Bank wajib membentuk PPA terhadap Aktiva Produktif dan Aktiva Non Produktif berupa: Cadangan umum dan khusus untuk Aktiva Produktif. dan Cadangan khusus untuk Aktiva Non Produktif.

.PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA) • Cadangan khusus kurangnya sebesar: PPA ditetapkan sekurang- 5% dari Aktiva dengan kualitas Dalam Perhatian Khusus setelah dikurangi nilai agunan. dan 15% dari Aktiva dengan kualitas Kurang Lancar setelah dikurangi nilai agunan. dan 100% dari Aktiva dengan kualitas Macet setelah dikurangi nilai agunan. dan 50% dari Aktiva dengan kualitas Diragukan setelah dikurangi nilai agunan.

• Bank wajib membentuk penyusutan/amortisasi untuk Ijarah atau Ijarah Muntahiyah bit Tamlik.PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA) • Kewajiban untuk membentuk PPA tidak berlaku bagi Aktiva Produktif berupa Ijarah atau Ijarah Muntahiyah bit Tamlik. Ijarah Muntahiyah bit Tamlik disusutkan sesuai dengan masa sewa. dengan ketentuan sebagai berikut: Ijarah disusutkan/diamortisasi sesuai dengan kebijakan penyusutan Bank bagi aktiva yang sejenis. .

Salam dan Istishna’ mempergunakan angka saldo harga perolehan atau saldo harga pokok. • Pembentukan PPA untuk Murabahah.PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA (PPA) • Penggunaan nilai agunan sebagai faktor pengurang dalam perhitungan PPA hanya dapat dilakukan untuk Aktiva Produktif. .

2. Modal Minimum 8% ATMR Wajib memperhitungkan risiko pasar Wajib memiliki dan menerapkan pedoman risiko pasar PBI diberlakukan sejak pelaporan data Desember 2005 . 3.KPMM BANK UMUM SYARIAH PBI 7/13/PBI/2005 1. 4.

Regulasi . Modal pelengkap (Tier 2) dan modal pelengkap tambahan (tier 3) hanya dapat diperhitungkan setinggi-tingginya sebesar 100% dari modal inti. modal pelengkap (Tier 2) dan Modal Pelengkap Tambahan (Tier 3). 3. 2. Modal bank terdiri dari modal inti (Tier 1). Modal bagi Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank yang berkantor pusat di dalam negeri dan di luar negeri adalah dana yang disisihkan oleh kantor pusat bank untuk kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah. 1.KPMM BANK UMUM SYARIAH PBI 7/13/PBI/2005 Minimum Capital Adequasi Rasio (CAR) 8% dengan memperhatikan risiko penyaluran dana dan risiko pasar.

PERATURAN BANK INDONESIA Nomor: 7/46/PBI/2005 tentang AKAD PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN DANA BAGI BANK YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH .

risywah. • efisiensi operasi industri. proses. • Memperjelas dan menambahkan aspek-aspek tertentu yang berkaitan dengan teknis perbankan yang belum dijabarkan dalam fatwa. barang haram dan maksiat. dan lain-lainnya). maysir. • Memenuhi kaidah dan norma syariah. obyek terhindar dari riba. arbitrase. kurangi ruang perdebatan dan perbedaan penafsiran. zalim. . • Formalisasi aturan dalam fatwa DSN kedalam PBI. notaris. nasabah.STANDAR AKAD . • Kepastian hukum landasan aturan yang lebih jelas atas norma yang berlaku bagi para pihak yang berkepentingan (bank. investor.LATAR BELAKANG • Menselaraskan aktivitas keuangan Bank dengan norma dan syariah Islam. gharar. transaksi.

barang haram dan maksiat . risywah. maysir. – Transparansi • Bank wajib memberikan informasi secara menyeluruh kepada nasabah ttg produk & jasa yang diberikan sehingga nasabah benar-benar memahami produk bank tersebut – Akad/Transaksi syariah tidak mengandung unsur • gharar. – Bank dapat memperluas cakupan akad atau perjanjian • tidak bertentangan dengan PBI standarisasi Akad.POKOK-POKOK PENGATURAN – Ketentuan Akad Penghimpunan dan Penyaluran Dana wajib diikuti oleh Bank. dan • ketentuan perundang-undangan yang berlaku. • prinsip-prinsip syariah. riba. zalim.

ketentuan penerapan sanksi (ta’widh) bagi nasabah yang merugikan bank . musyarakah). istishna). sewa (ijarah dan ijarah muntahiya bitamlik). – penyaluran dana : • • • • bagi hasil (mudharabah. dan pinjaman (qardh). jual beli (murabahah. salam.Materi Pengaturan Produk dan jasa yang diatur : – penghimpunan dana : • Wadiah atau Mudharabah.

4. Tidak dijanjikan pemberian imbalan atau bonus kepada nasabah. 3. . Dapat diambil setiap saat. Bank menjamin pengembalian dana titipan nasabah.GIRO/TABUNGAN WADIAH : 1. Dana titipan disetor penuh. 2. 5. Bank sebagai penerima dana titipan dan nasabah sebagai pemilik dana titipan.

Nasabah wajib memelihara saldo giro minimum yang ditetapkan oleh bank. Pembagian keuntungan dinyatakan dalam nisbah. termasuk melakukan akad Mudharabah dgn pihak lain. .GIRO MUDHARABAH 1. 2. 7. nasabah sebagai pemilik dana (shahibul maal) dan Bank sebagai pengelola dana (mudharib). Pemberian bagi hasil didasarkan saldo terendah setiap akhir bulan laporan. Setoran harus dalam bentuk tunai dan bukan piutang. Perubahan nisbah dgn persetujuan nasabah. Bank menutup biaya operasional giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya. 6. 4. 8. 3. 5. Bank dapat mengembangkan dana.

7. 8. Bank shahibul maal & nasabah mudharib. lalai atau menyalahi perjanjian. Pembiayaan diberikan dalam tunai dan atau barang barang yang diserahkan harus dinilai berdasarkan harga perolehan atau harga pasar wajar. namun memiliki hak pengawasan dan pembinaan. Bank tidak ikut dalam pengelolaan usaha. 5. jangka waktu dan nisbah ditentukan berdasarkan kesepakatan. 6. 4. Nisbah bagi hasil dapat diubah berdasarkan kesepakatan para pihak dan tidak berlaku surut. Bank menanggung seluruh risiko kerugian usaha yang dibiayai kecuali nasabah curangan. pembagian keuntungan dari pengelolaaan dana dinyatakan dalam bentuk nisbah yang disepakati. . 2. Nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara berjenjang (tiering). 9.PEMBIAYAAN MUDHARABAH 1. 3.

Dalam hal nasabah ikut menyertakan modal: − − nasabah sebagai mitra usaha dan mudharib. . sisanya keuntungan dibagi sesuai kesepakatan antara Bank dan nasabah 13. Pengembalian pokok pembiayaan dilakukan pada akhir periode akad untuk pembiayaan dengan jangka waktu sampai dengan satu tahun atau dilakukan secara angsuran berdasarkan aliran kas masuk (cash in flow) usaha nasabah. 12. Pembagian keuntungan sesuai dgn laporan hasil usaha mudharib. 11.PEMBIAYAAN MUDHARABAH 10. Pembagian keuntungan dgn profit and loss sharing atau Revenue Sharing. Bank dapat meminta jaminan atau agunan. 14. nasabah mengambil bagian keuntungan dari porsi modalnya.

Sistem Pembayaran/Pasar Keuangan & Moneter IV. Standar Akuntansi / Pelaporan . Kelembagaan Bank Syariah • • • • • GIRO WAJIB MINIMUM SYARIAH KLIRING FASILITAS PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK SYARIAH SWBI PUAS Prinsip kehati-hatian (Prudential) III. II.JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH I.

GIRO WAJIB MINIMUM PBI No. Prinsip kehatian-hatian Bank 3.6/21/PBI/2004 o Definisi Simpanan minimum bank umum dalam bentuk giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI berdasarkan persentase tertentu dari DPK o Tujuan : 1. Kelancaran sistem pembayaran berdasarkan prinsip syariah . Instrumen moneter 2.

PERHITUNGAN GWM Jika FDR > 80% Jika FDR < 80% maka ditambah dgn % Sesuai Jlh DPK: 1% IF Rp1-10 T. 2% IFRp10-50 T. dan 3% IF > Rp50 T GWM Rp = 5 % x DPK t-2 GWM Valas = 3 % x DPK t-2 DPK t-2 = Rata-rata harian jumlah DPK Bank dalam satu masa Laporan untuk periode 2 masa laporan sebelumnya .

JUMLAH REKENING GIRO BANK di BI Jenis Bank Konvensional Syariah Konvensional memiliki UUS Non Devisa 1 Rupiah 1 Rupiah Devisa 1 Rp + 1 Valas 1 Rp + 1 Valas 2 Rupiah 2 Rp + 2 Valas (Konvensional (Konvensional + Syariah) + Syariah) Regulasi .

04% per hari pelanggaran Saldo Negatif Saldo negatif x 150% x Tk indikasi imbalan PUAS x 1/360 PUAS dapat diganti rata-rata tingkat imbalan deposito investasi mudharabah 1 bulan .Sanksi GWM Kekurangan GWM Rupiah Kekurangan GWM x 125% x Tk indikasi imbalan PUAS x 1/360 Kekurangan GWM Valas Kekurangan GWM x 0.

2/4/PBI/2000 Tata cara dan persyaratan kliring pada dasarnya sama dengan bank konvensional. Perbedaan pada ketentuan skorsing kliring pada bank umum konvensional yang memiliki UUS .KLIRING PBI No.

KP bersaldo giro negatif • • • Saldo giro KP + UUS = negatif Seluruh kantor diskors Kena sanksi saldo giro negatif (yg bersaldo negatif KP &/ UUS) 2.SKORS KLIRING 1. KC bersaldo giro negatif • • • Saldo giro konvensional + Syariah = negatif KC diskors Kena sanksi saldo giro negatif (yg bersaldo negatif KC konvensional &/ syariah) Regulasi .

9/5/PBI/2007 Bank berpotensi mengalami kekurangan atau kelebihan likuiditas Untuk mengatasi. Bank Umum Konvensional dapat memanfaatkan PUAB. Bank Umum Syariah ? Unit Usaha Syariah ? .Pasar Keuangan Antar Bank Syariah PBI No.

pihak yang berwenang. atas permohonan BUS atau UUS • Permohonan piranti/instrumen harus dilengkapi dengan penjelasan karakteristik. skema transaksi. proses akuntansi. infrastruktur yang diperlukan dan risiko instrumen PUAS .PESERTA & PIRANTI PUAS o Peserta Bank Umum Syariah / Unit Usaha Syariah dapat menerima & / menanamkan dana Bank Umum Konvensional hanya dapat menanamkan dana o Piranti • Instrument yang telah diatur BI.

6/7/PBI/2004 Dengan berkembangnya bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dan dalam rangka pengendalian moneter. perlu diciptakan piranti moneter yang sesuai dengan prinsip syariah SWBI dapat pula menjadi sarana penitipan dana jangka pendek oleh bank syariah yang mengalami kelebihan likuiditas .Sertifikat Wadiah Bank Indonesia PBI No.

Karakteristik SWBI BI dapat menerima penitipan dana dari bank umum syariah / UUS dengan menggunakan prinsip wadiah melalui penerbitan SWBI sebagai bukti penitipan BI dapat memberikan bonus atas penitipan dana yang diperhitungkan pada saat jatuh waktu bonus diberikan sesuai kebijakan BI Regulasi .

2 minggu dan 1 bulan dapat diubah dengan SE BI . kelipatan Rp 50 juta Jangka waktu 1 minggu.Jumlah & Jangka Waktu SWBI Jumlah dana minimal Rp 500 juta di atas Rp 500 juta.

atas pembatalan ketiga dst bank/UUS dikenakan sanksi kewajiban membayar 1 o/oo dari kekurangan penitipan Bank/UUS tidak dapat mengambil titipan dana sebelum jatuh waktu.Sanksi SWBI • • • Jika saldo rekening giro bank / UUS tidak cukup. maka transaksi akan dibatalkan Pembatalan transaksi. • . bank/UUS akan dikenakan sanksi administratif berupa surat peringatan Pembatalan transaksi lebih 2 x dalam 6 bulan.

BUS juga menghadapi risiko likuiditas (mismatch) yang dapat mengakibatkan saldo gironya di BI menjadi negatif. Untuk menutup kesulitan tsb BUS pertama kali harus mengupayakan dana di PUAS. dapat pula mengupayakan dana dari kantor pusat BUKnya Apabila gagal. BI dapat membantu melalui pemberian FPJPS. sehingga kelangsungan kegiatan usaha bank dapat terjaga dan kelancaran sistem pembayaran dapat terpelihara.5/3/PBI/2003 • Dalam menjalankan kegiatan usahanya. • • • .Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek Syariah PBI No. Bagi UUS. selain mengupayakan dana di PUAS.

Ketentuan Umum .d 90 hari berturut-turut Menggunakan prinsip mudharabah Bank Syariah penerima FPJPS wajib membayar imbalan atas setiap FPJPS yang diterima • • • • .FPJPS • • Diberikan maksimum sebesar kewajiban Bank Syariah yang tidak dapat diselesaikan pada akhir hari Bank Syariah penerima FPJPS minimal dalam 3 bulan terakhir CS untuk predikat tingkat kesehatan secara keseluruhan dan Sehat untuk predikat tingkat kesehatan permodalan Wajib dijamin dengan agunan > SWBI Jangka waktu 1 hari kerja (overnight) yang dapat diperpanjang s.

FPJPS X = P x R x t/360 x k X = besarnya imbalan FPJPS kepada BI P = nilai nominal FPJPS R = tk realisasi imbalan deposito investasi Mudharabah sebelum didistribusikan Bank Syariah penerima FPJPS t = jangka waktu FPJPS k = nisbah bagi hasil untuk BI (90%) Regulasi .Perhitungan Imbalan .

Sistem Pembayaran/Pasar Keuangan & Moneter IV. .JENIS REGULASI KHUSUS BANK SYARIAH • I. Standar Akuntansi / Pelaporan LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH DAN BPRS LAPORAN HARIAN BANK UMUM (LHBU) LAPORAN BERKALA BANK UMUM SYARIAH (LHBUS) AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH dan PEDOMAN AKUNTANSI SYARIAH. • Kelembagaan Bank Syariah • • Prinsip kehati-hatian (Prudential) III. II.

relevan.59 ttg Akuntansi Perbankan Syariah & PAPSI) Pedoman bank syariah melakukan pencatatan atas kegiatan usahanya Laporan – – – – Regulasi dapat dipahami. andal & dapat dibandingkan .PEDOMAN AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA • • • PSAK NO.

KCS. Unit Syariah KC Bank Asing & KCP Bank Asing • laporan harus benar. KC.LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH PBI NO.5/26/PBI/2003 • Bank Pelapor adalah KP. lengkap & tepat waktu • Penyusunan laporan wajib mengikuti Pedoman Penyusunan Laporan bulanan Bank Umum Syariah .

LAPORAN BULANAN BANK UMUM SYARIAH PBI NO. DAFTAR RINCIAN LABA RUGI D.5/26/PBI/2003 A. DAFTAR RINCIAN DARI POS-POS DALAM NERACA DAN POS-POS TERTENTU DARI REK. REKENING ADMINISTRATIF C.ADMINISTRATIF SERTA RINCIAN INFORMASI PENTING LAINNYA. . NERACA B.

8.LAPORAN KEUANGAN KONVENSIONAL VS SYARIAH Bank Konvensional 1. 2. 6. Bank Syariah Neraca Laporan Laba/Rugi Laporan Arus Kas Laporan Perubahan Ekuitas Catatan atas Laporan Keuangan Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan . 3. 4. Neraca Laporan Laba/Rugi Laporan Arus Kas Laporan Perubahan Ekuitas Catatan atas Laporan Keuangan 1. 4. 3. 5. 7. 5. 2.

NERACA KONVENSIONAL VS NERACA SYARIAH Neraca Bank Konvensional AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL Neraca Bank Syariah AKTIVA = KEWAJIBAN + INVESTASI TIDAK TERIKAT + MODAL .

c. 8. 5. Selisih kurang Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Cadangan a. 4. Cadangan Umum b. 7. i. Pendapatan Margin Istishna yang ditangguhkan -/- e. Rupa-Rupa Aktiva 17) TOTAL AKTIVA 9. Tahun-Tahun Lalu i. Piutang Salam d. Akumulasi Penyusutan Inventaris -/14. Piutang Istishna' f. Laba/Rugi a. Pembiayaan Musyarakah c. Tanah dan Gedung b. Cadangan Khusus -/12. Modal dasar b. Cadangan Tujuan Perkiraan Tambahan Modal Disetor 29) 30) 31) b. Aktiva Istishna' dalam penyelesaian 14) 13. 1. 10. ii. Aktiva Tetap dan Inventaris a. 6. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 15. 1. Dana Setoran Modal i. ii. Antarkantor Aktiva a. Laba Rugi Laba Rugi TOTAL -/PAS IVA -/02) 465 466 490 461 462 b. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia Rupa-Rupa Pasiva Modal Pinjaman Modal Disetor a. Selisih lebih ii. 321 322 329 340 350 355 360 365 368 370 27) 28) 393 394 400 410 421 -/422 431 -/32) 33) 432 433 434 436 -/437 445 451 452 Kewajiban Kepada Bank Indonesia Kewajiban Kepada Bank Lain 07) 08) 09) Surat Berharga Yang Diterbitkan 22) Pembiayaan/Pinjaman Yang Diterima Kewajiban Lainnya Pinjaman Subordinasi Setoran Jaminan 26) Antarkantor Pasiva a. 180 185 190 200 210 211 212 15. Akumulasi Penyusutan Gedung -/c. 3. Giro Wadiah Tabungan Wadiah Lainnya Tabungan Mudharabah Deposito Mudharabah Lainnya 19) 20) 21) 23) 19) 19) SANDI 300 03) 04) 120 130 140 150 06) 151 152 153 08) 159 160 161 169 170 11. Disagio c. Cadangan Umum -/b. c. Piutang Murabahah 06) b. Modal yang belum disetor a. Tahun Berjalan b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia 24) 25) e. Modal Sumbangan d. b. PASIVA Dana Simpanan Wadiah 18) a. Pembiayaan Mudharabah b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia 16) . Penyisihan Penyusutan Aktiva Produktif 13) a. Piutang Qardh 6 Pembiayaan 10) a. 13. 14. Aktiva Ijarah b. Penyertaan 12) 11. Akumulasi Penyusutan Aktiva Ijarah -/Tagihan Lainnya 11) 10. 17. 8. Kas Penempatan Pada BI Penempatan Pada Bank lain Piutang a. 3. 5. Agio b. b. Inventaris d. Lainnya 7. 9. Pendapatan Margin Murabahah yang ditangguhkan -/c. Surat Berharga Yang Dimiliki 05) Dana Investasi Tidak Terikat (Mudharabah Muthlaqah) a. 4. Persediaan Ijarah 44) a.NERACA BANK SYARIAH NO. 2. AKTIVA SANDI 100 NO. 12. 2. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan 213 214 215 216 15) 223 224 230 290 16.

NERACA BANK KONVENSIONAL AKTIVA Kas Giro pada BI Giro pada Bank Lain Penempatan pada Bank Lain Kredit Efek-Efek Tagihan Transaksi Derivatif Tagihan Akseptasi Penyertaan Aktiva Tetap dan Akum. Penyusutan Aktiva Lainnya KEWAJIBAN Kewajiban Segera Simpanan Simpanan dari Bank Lain Efek-efek yang dijual secara repo Kewajiban Derivatif Kewajiban Akseptasi Surat Berharga yang Diterbitkan Pinjaman Diterima Est. Kerugian Komitmen & Kontinjesi Kewajiban Lain-Lain EKUITAS Modal Disetor Tambahan Modal Disetor Saldo Laba / Rugi .

LABA / RUGI Bank Syariah Pendapatan Operasional Utama Pendapatan dari Jual Beli & Pesanan Pendapatan dari Sewa Pendapatan dari Bagi Hasil Pendapatan Operasi Utama Lainnya Bank Konvensional Pendapatan Bunga Pendapatan Komisi Beban Provisi dan Komisi Keuntungan atau Kerugian Penjualan Efek Keuntungan atau Kerugian Investasi Efek Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil ITT Pendapatan Operasional Lainnya Beban Operasional Lainnya Pendapatan Non-Operasional Beban Non-Operasional Zakat Pajak Keuntungan atau Kerugian Transaksi Valas Pendapatan Deviden Pendapatan Operasional Lainnya Beban PPAP Beban Administrasi Umum Beban Operasional Lainnya .

End of Section 1 Direktorat Perbankan Syariah BANK INDONESIA .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->