Anda di halaman 1dari 9

SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

DISUSUN OLEH :
ADI WIJAYA
KOMANG WAHYU KRISNA BRATA
WIKI BUDI HARTONO

BENTUK SEL TUMBUHAN DAN HEWAN

A. Pembahasan
Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu yang berIungsi
menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu setelah tumbuh dan
berdeIerensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan Iungsinya, ada yang menjadi epidermis
berIungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan
makanan, ada yang berIungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain . Atau dengan
kata lain juga sel merupakan unit struktural kehidupan dan merupakan unit Iungsional dari
kehidupan dikarenakan didalam organ tumbuhan dan hewan tersusun dari sel-sel rumusan yang
penting bukannya dinding sel tetapi isi sel yang disebut protoplasma. Ada tiga keistimewaan
yang khas pada sel tumbuhan : dinding sel dengan selulosa, vakuola (yang memberi tekanan dan
memperbesar volume serta luas permukaan meskipun dengan protoplasma sedikit), dan plastida,
khususnya kloroplas. Vakuola dapat ditemui pada anggota kelima dunia, namun vakuola besar di
pusat sel ada pada hampir semua sel tumbuhan, cendawan, dan beberapa protista. Kloroplas
hanya terdapat pada tumbuhan dan beberapa protista (bergantung padagolongannya).
Sel sendiri sebagai dasar menyusun suatu organisme yang terdiri dari inti (nukleus) yang
terbungkus oleh membran atau struktur serupa tanpa membran. Tidak ada kehidupan dalam
satuan yang lebih kecil dari pada sel. Sel terbentuk hanya dengan pembelahan sel-sel
sebelumnya. Sel dicirikan oleh adanya molekul makro khusus, seperti pati dan selulosa, yang
terjadi dari ratusan sampai ribuan gula atau molekul lain selain itu sel juga dapat dicirikan oleh
adanya molekul makro seperti protein dan asam nukleat baik DNA atau RNA yang tersusun
sebagai rantai yang terdiri dari ratusan sampai ribuan molekul. Pada tumbuhan istilah sel
meliputi protoplasma dan dinding sel yang ada sedangkan pada organism multi sel yang ada
membentuk struktur kompleks yaitu jaringan dan organ. Sel pada organisme multi sel tidak sama
satu dengan lainnya tetapi masing-masing mempunyai struktur dan Iungsi yang berbeda. Pada
awalnya struktur dinding sel yang ada pada tumbuhan merupakan sebagai sel mati
hasil ekskresi zat hidup dalam sel akan tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti bahwa
ada satuan organik yang ada diantara protoplasma dan dinding, khususnya pada sel muda.
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat persamaan-persamaan
dasar tertentu mengenai siIat, bentuk, dan Iungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian-
bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, reticulum endoplasma,
apparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti,
mikroIilamen, dan dinding sel . Sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Ada
yang berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel tumbuhan
mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola, plastida dan dinding sel.
Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dari sel tumbuhan dan disebut protoplas.
Sedangkan dinding sel yang berIungsi untuk melindungi isi sel atau lumen yang ada di
protoplasma disebut bagian sel yang mati. Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang
tergolong sel mati karena hanya memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya
kosong.
Bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat antara satu dan lainnya (Pramesti, 2000). Meskipun
antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu
mengenai siIat, bentuk, dan Iungsi dari bagian sel tersebut.
Secara umum bagianbagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria,
retikulum endoplasma, apparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom,
vakuola, inti sel, membran inti, mikroIilamen, dan dinding sel. Sel tumbuhan memiliki siIat yang
khas yaitu adanya dinding sel yang bukan komponen protoplasma.Penelitian terhadap dinding sel
yang dipadu dengan berbagai penemuanyang serba canggih pada saat sekarang telah dapat
mengembangkan cara-carapengungkapannya. Dinding sel mempunyai struktur yang komplek
tetapi tiga bagian Iundamentalnya dapat dibedakan yaitu lamela tengah,dinding sel primer dan
dinding sel sekunder.Dinding sel terbuat dari zat selulosa,dinding sel relatiI tebal. Ruang sel
adalah tempat organel-organel yang lain yang berada didalam sel. Ruang sel ini meliputi
bagian-bagian dalam sel yang mencakupnya protoplasma atau cairan sel. Sedangkan ruang antar
sel adalah penghubung antar sel yang satu dengan yang lainnya. Secara umum setiap sel
memiliki :

a. Membran sel
b. Sitoplasma,dan
c. Inti sel atau nukleus.

Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut:
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
Sel tumbuhan mempunyai bentuk yang tetap sebaliknya pada sel hewan tidak mempunyai
bentuk yang tetap.
Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel sedangkan pada sel hewan tidak.
Sel tumbuhan terdapat kloroIil namun pada sel hewan tidak terdapat kloroIil.
Pada sel tumbuhan terdapat vakuola atau rongga sel yang besar sedangkan pada sel hewan tidak
memiliki vakuola, namun pada sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola tapi tidak
sebesar yang terdapat pada sel tumbuhan.
Sel tumbuhan menyimpan tenaga dalam bentuk biji kanji sedangkan pada hewan dalam bentuk
glikogen.

Adapun perbedaan organel-organel pada sel tumbuhan dan hewan adalah sebagai berikut :

. DINDING SEL

a. Hanya ada pada tumbuhan.
b. Tersusun atas :
-Yang utama zat kayu yaitu selulosa yang terbuat dari glukosa.
-Pectin terbuat dari polisakarida.
-Hemiselulosaterbuat dari polisakarida.
-Glikoprotein.
c. Dibentuk oleh diktiosom.
d. Berperan dalam turgiditas sel (kekakuan sel).
e. Pada dinding sel terdapat noktah (pori) yaitu : bagian dinding sel yang tidak mengalami
penebalan untuk berhubungan dengan sel tetangga.
I. Pada noktah tersebut terdapat plasmodesmata.
g. Terdapat 2 jenis dinding sel :
1. Dinding sel primer
Pada sel-sel muda yang sedang tumbuh, sel parenkim dan sel kolenkim, tersusun atas:
1. 9-25 selulosa.
2. Hemiselulosa.
3. Pectin.
4. Dan beberapa senyawa lainnya.

2. Dinding sel sekunder
Pada sel dewasa yang dibentuk disebelah dalam dinding primer, tersusun atas :
1. Kandungan selulosa lebih banyak (41-45).
2. Hemiselulosa.
3. Lignin.
Beberapa sel mengalami penambahan lignin yang keras dan kaku

. PLASTIDA
1. Hanya pada tumbuhan.
2. Bermembran rangkap.
-Membrane luar , untuk melewatkan molekul berukuran kecil
-Membrane dalam bersiIat selektiI permeable, memilih molekul yang keluar masuk dengan
transport aktiI.
3. Organel yang mengandung pigmen.
Jenis-jenisnya adalah :
1. Kloroplas
-Plastida yang mengandung kloroIil.
-Hanya dijumpai pada sel autotroI eukariotik.

Membrane dalam membentuk tilakoid (tempat terjadinya Iotosintesis) dan Membungkus
cairan Kloroplas.
Stroma untuk penyimpanan hasil Iotosintesis.
Tilakoid bertumpuk disebut grana.

2. Kromoplas
-Bertugas menyintesis dan menyimpan pigmen merah, jingga, atau kuning Misal : pada tomat
dan wortel.

3. Leukoplas
-Tidak mengandung pigmen warna.
-Terdapat pada jaringan yang tidak terkena cahaya.
-Yaitu terdapat pada sel-sel embrional, empulur batang, bagian tumbuhan di dalam tanah yang
berwarna putih.
4. Amiloplas
-Tidak mengandung pigmen.
-BerIungsi dalam penyimpanan amilum (pati) Misal pada umbi.

. VAKUOLA
1. Bermembran.
2. Berisi cairan vakuola.
3. Pada hewan vesikula.
4. Pada tumbuhan :
-Tumbuhan muda vakuola kecil.
-Tumbuhan dewasa vakuola besar-besar.
5. Berhubungan dengan tekanan turgor.
6. Tekanan turgor berguna untuk mengatur gerakan osmosis cairan dari luar ke dalam sel.

Vakuola berisi:
-Senyawa cadangan makanan (as.amino, gula, beberapa asam.organik dan protein).
-Metabolit sekunder (senyawa yang tidak diperlukan oleh sel itu sendiri).

. SENTRIOL
1. Hanya terdapat pada sel hewan.
2. Sepasang structur seperti silinder yang memiliki lubang tengah.
3. Tersusun dari protein mikrotubulus.
4. Pasangan sentriol terletak menyudut.
5. Tampak seperti jala berlekatan dengan kromosom saat sel membelah.
6. Jala tersebut disebut benang spindle, yg berIungsi sebagai berikut :
-Mengatur polaritas pembelahan sel hewan.
-Mengatur pemisahan kromosom selama pembelahan sel.


Dapat kami simpulkan bahwa bentuk dan susunan sel yang terdapat pada preparat
berbeda- beda namun secara mendasar perbedaan tersebut dapat kita lihat antara sel hewan dan
sel tumbuhan yang dimana antara keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Anda mungkin juga menyukai