Anda di halaman 1dari 5

Komposisi porselen Komposisi porselen terdiri dari kaolin, feldspar, silica, fluks dan logam pewarna yang ditunjukkan

pada table 1 yaitu komposisi porselen berdasarkan jenisnya. Masingmasing bahan ini mempunyai komposisi dan kegunaan yang berbeda-beda saling mendukung untuk memberi bentuk terhadap porselen. Tabel1. Komposisi porselen berdasarkan jenisnya ( Tarigan R. Tambalan inlay. Edisi revisi, 1989:12) Porselen Kaolin % 4 Feldspar % 81 Silika % 15 Sodium karbonat % Boraks % Kalsium karbonat % Natrium karbonat % -

High fusing porselen Medium fusing porselen Low fusing porselen

61

19

60

12

11

1. Kaolin Merupakan bahan pengikat untuk mempertahankan kepadatan dan kekuatan porselen agar dapat dibentuk sebelum dibakar. Makin banyak kaolin maka makin gelap porselen karena kaolin bersifat memberi warna gelap pada porselen, sehingga akan mempengaruhi estetik dari porselen. 2. Feldspar Bahan ini merupakan sejenis mineral yang mengandung unsur-unsur kalium, natrium,aluminium, dan slikat. Bahan tersebut mengandung silika dengan persentase yang besar dan dilunakkan melalui temperatur yang tinggi. Feldspar memberikan warna transparan pada porselen dan berfungsi sebagai fluks untuk mengikat kaolin dengan silika. 3. Silika

Silika adalah silicate glass yang berkaitan dengan fusi anorganik yang telah didinginkan tanpa mengalami kristalisasi. Silika terdiri dari quartz, tridimite atau kristobalit. Silika yang dipakai dalam porselen berguna sebagai penambah kekuatan. Bahan ini melengkapi bahan dasar dan mempengaruhi warna pada porselen serta sebagai bahan utama dalam porselen. 4. Fluks Fluks dicampurkan pada porselen dalam pembuatannya pada temperatur yang rendah. Fluks yang dicampurkan pada porselen terdiri dari sodium karbonat, kalsium karbonat, natrium karbonat dan boraks. Bahan bahan ini merupakan low fusing material yang berguna untuk memperendah temperatur penyatuan. 5. Bahan pewarna Bahan ini ditambahkan untuk memberi warna pada porselen supaya sesuai dengan warna gigi. Bahan pewarna dalam porselen adalah : a. Titanium untuk memberi warna kuning dan dapat digunakan untuk membuat bahan menjadi lebih opaq. b. Kobalt untuk memberi warna kebiru biruan. c. Besi untuk memberi warna kecoklat coklatan d. Timah dan emas untuk memberi warna merah jambu. e. Emas metalik untuk memberi warna bayangan merah kecoklatan. f. Platina untuk memberi warna keabu abuan. Indikasi 1. Untuk restorasi klas i dan klas ii pada pasien yang mengutamakan estetik. 2. Pada karies gigi yang besar atau kegagalan restorasi sebelumnya 3. Bila keadaan sosial ekonomi pasien mengijinkan 4. Veneer gigi anterior Kontraindikasi 1. Tidak dianjurkan bila ada karies yang banyak atau tekanan oklusal yang besar. 2. Pada preparasi subgingival yang dalam

3. Pada pasien yang mempunyai kebiasaan bruxism atau cleanching 4. Pada pasien dengan usia muda dimana ruang pulpa masih lebar. Desain preparasi kavitas Desain preparasi kavitas harus memastikan retensi seperti dinding vertical kavitas utama yang hampir sejajar dan derajat divergensinya antara 5 sampai 10. Preparasi untuk inlay dan onlay pada dasarnya sama, hanya pada onlay melibatkan tonjol. Begitu pula pada preparasi restorasi intra coronal porselen pada gigi posterior yang dikombinasikan dengan metal. Pada restorasi ini, bevel marginal terbatas pada daerah serviko proksimal karena hanya daerah ini yang ditambal dengan restorasi metal minimal 2,5 mm. Pada oklusal, margin kavitas dibentuk bersudut tumpul untuk mendapatkan preparasi teknik inlay atau onlay porselen. Sebelum preparasi dilakukan, sebaiknya gigi di isolasi dengan isolator karet untuk memudahkan visibilizas dan mencegah tertelannya debris hasil preparasi. Pada dasarnya preparasi kavitas sama dengan inlay emas. Preparasi dilakukan dengan menggunakan bur karbid nomor 271 yang memotong dinding oklusal untuk membuat kedalaman dinding pulpa sampai 2mm. Lapisan email diambil dengan round bur pada kecepatan tinggi. Oleh karena itu dianjurkan agar semprotan air diarahkan ke alat pemotong tersebut serta air diisap dengan penyedot kecepatan tinggi. Hubungan antara sisi dan ujung instrumen pemotong harus didesain membulat untuk menghindari bentuk yang tajam sehingga penekanan sudut internal preparasi tidak akan terbentuk. Kemudian dilakukan pengambilan daerah dentin dengan kecepatan sedang mempergunakan round bur atau fissure bur. Preparasi diperluas dengan bur karbid no. 271 ke arah mesial dan distal tanpa membuang lingir tepi mesial dan distal. Dinding fasial dan lingual diperluas berdasarkan kerusakan yang ada. Untuk gigi posterior rahang atas, panjang aksis bur sejajar dengan panjang aksis mahkota gigi. Perluasan dinding fasial dan lingual diselesaikan dengan menggunakan bur karbid bentuk silinder no.1691. Dinding fasial dan lingual dibentuk divergen satu sama lain antara 5 10 derajat. jika sudut kurang dari 5 derajat, struktur

gigi yang masih ada berada pada keadaan terlalu bnayak tekanan selama prosedur sementasi. jika sudut lebih besar dari 10 derajat, retensinya bermasalah. dinding serta dasar kavitas dipreparasi sehingga rata dan datar, Lingir tepi mesial dan distal tetap utuh dan tidak melemah. Apabila karies sudah meluas sampai melebihi kedalaman normal yang diperlukan untuk preparasi, maka perlu dibuat basis dengan semen ionomer kaca. basis dan preparasi dengan bur kecepatan rendah dan instrumen genggam. Pada preparasi inlay klas II, ragangan oklusal dan lokasi dinding pulpa sama dengan yang dijelaskan pada preparas klas I. Perbedaannya pada preparasi klas II dilakukan sampai preparasi daerah proksimal yang meluas ke arah proksimal yang meluas ke arah margin. Setelah daerah oklusal selesai dibuat, selanjutnya preparasi daerah proksimal. Preparasi oklusal diperluas ke proksimal ke dalam lingir tepi dengan menggunakan bur no.271 dan dilanjutkan ke daerah gingiva dengan pertautan emaildentin sebagai pedoman. ila sudah terjadi resesi gingiva, tidak perlu membuat dinding gingival ke dalam sulkus kecuali ada perluasan karies. Dinding fasial dan lingual diperluas hanya sampai batas kontak dengan gigi tetangganya. Perluasan fasial dan lingual sebaiknya tidak diakhiri dengan menggunakan bur, karena akan menyebabkan perluasan yang berlebihan dan dinding atau kerusakan pada gigi tetangga. Margin fasial lingual gingiva dari proksimal boks harus diperluas untuk memisahkan jarak dengan gigi tetangga paling sedikit 0,5mm. Dengan terbukanya daerah tersebut akan memberikan akses yang adekuat pada margin sewaktu pencetakan, finishing serta polishing. Pada preparasi klas II juga dibuat dovetail dan step. Lebar istmus minimal 1,5mm untuk menurunkan kemungkinan timbulnya fraktur pada preparasi. Semua sudut garis internal dan eksternal dibulatkan. bevel gingiva ditempatkan pada semua dinding gingival dengan menggunakan pembentuk sudut, pengasah tepi, atau bur fisur no.8862. penyelesaian dinding email dilakukan dengan bur fisur. Onlay juga termasuk dalam restorasi intrakoronal. bedanya pada preparasi onlay, perluasan preparasi sampai melibatkan lebih dari satu tonjol. Dengan roda intan yang kecil atau bur bilah lurus, permukaan oklusal dikurangi 1,5mm pada tonjol fungsional dan tonjol nonfungsional dikurangi 0,25mm untuk mendapatkan jarak yang baik. Preparasi dilakukan sesuai dengan morfologi anatomi oklusal. Setelah preparasi oklusal,

counterbevel dibuat pada tonjol-tonjol yang dikurangi. Counterbevel tidak ditempatkan pada tonjol fasial dari premolar dan molar pertama rahang atas karena pertimbangan estetis. Setelah preparasi selesai, harus ada ruangan sekurang-kurangnya 2mm untuk ketebalan porselen. semua sudut garis internal harus dibulatkan dan dinding divergen secara oklusal.