Anda di halaman 1dari 6

NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUD 1945

Posted on Oktober 1, 2007 by pormadi


NLA-NLA PANCASLA DAN UUD 1945
. Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Makna sila ini adalah:
* Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
* Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang
berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
* Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Makna sila ini adalah:
* Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
* Saling mencintai sesama manusia.
*Mengembangkan sikap tenggang rasa.
* idak semena-mena terhadap orang lain.
* Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
* Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
* Berani membela kebenaran dan keadilan.
* Bangsa ndonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia nternasional dan dengan itu harus
mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Persatuan ndonesia
Makna sila ini adalah:
* Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik ndonesia.
* Rela berkorban demi bangsa dan negara.
* Cinta akan Tanah Air.
* Berbangga sebagai bagian dari ndonesia.
* Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal ka.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Makna sila ini adalah:
* Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
* Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
* Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
* Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat
kekeluargaan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat ndonesia
Makna sila ini adalah:
* Bersikap adil terhadap sesama.
* Menghormati hak-hak orang lain.
* Menolong sesama.
* Menghargai orang lain.
* Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
. Makna Lambang Garuda Pancasila
* Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa ndonesia
* Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
* Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
* Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
* Pohon beringin melambangkan sila Persatuan ndonesia
* Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
* Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat ndonesia
* Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional ndonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
* Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah ndonesia yang dilintasi Garis
Khatulistiwa
* Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan ndonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
* Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
* Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
* Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
* Jumlah bulu di leher berjumlah 45
* Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara ndonesia, yaitu Bhinneka Tunggal ka yang
berarti "berbeda beda, tetapi tetap satu jua.
. Naskah Undang-Undang Dasar 1945
Sebelum dilakukan Perubahan, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 49 ayat, 4 pasal
Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan.
Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2
pasal Aturan
Tambahan.
Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002, diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik ndonesia
Tahun 1945 Dalam Satu Naskah, Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.
V. Sejarah
Sejarah Awal
Pada tanggal 22 Juli 1945, disahkan Piagam Jakarta yang kelak menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Naskah
rancangan konstitusi ndonesia disusun pada waktu Sidang Kedua BPUPK tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18
Agustus 1945, PPK mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik ndonesia.
Periode 1945-1949
Dalam kurun waktu 1945-1949, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena ndonesia sedang
disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16
Oktober 1945 memutuskan bahwa KNP diserahu kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk.
Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Parlementer yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan
penyimpangan UUD 1945.
Periode 1959-1966
Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik
sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit
Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar, menggantikan
Undang-Undang Dasar Sementara 1950 waktu itu.
Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:
* Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara
* MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup
* Pemberontakan G 30S
Periode 1966-1998
Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan kembali menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara
murni dan konsekuen. Namun dalam pelaksanaannya terjadi juga penyelewengan UUD 1945 yang mengakibatkan
terlalu besarnya kekuasaan pada Presiden.
Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral, diantara melalui sejumlah peraturan:
* Ketetapan MPR Nomor /MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD
1945, tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya
* Ketetapan MPR Nomor V/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR
berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.
* Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor
V/MPR/1983.
V. Perubahan UUD 1945
Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar
belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan
MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-
pasal yang terlalu "luwes (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang
semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.
Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan
rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai
dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya
tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik ndonesia, serta
mempertegas sistem presidensiil.
Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan
Sidang Tahunan MPR:
* Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999
* Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000
* Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001
* Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 1999

NILAI-NILAI PANCASILA
16:14 QOR NO COMMENTS
NiIai-niIai PancasiIa sebagai IdeoIogi NasionaI
Pancasila menjadi ideologi nasional. Nilai-nilai luhur Pancasila dijabarkan sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
O Manusia ndonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan YME, sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
O Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
kepercayan dan agama masing-masing
O Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa kepada
orang lain
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
O Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia
O Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira
O Berani membela kebenaran dan keadilan
3. Persatuan ndonesia
O Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan
O Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
O Mengembangkan persatuan ndonesia atas dasar Bhineka Tunggal ka
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
O Tidak boleh memksakan kehendak kepada oranglain
O Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
O Menghormati dan Menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat ndonesia
O Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdikari
O Suka bekerja keras
O Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan
bersama
Ciri khas IdeoIogi PancasiIa
1. Tuhan Yang Maha Esa, berarti pengakuan bangsa ndonesia akan eksistensi Tuhan sebagai Sang
pencipta.
2. Penghargaan kepada sesama umat manusia tanpa membedakan SARA
3. Menjunjung tinggi persatuan, Maka kita tempatkan PERSATUAN diatas kepentingan sendiri
4. Bahwa kehidupan kita dalam kemusyawaratan berbasis dmokrasi PANCASLA
5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat ndonesia. Keadilan dalam kemakmuran adalah cita-cita bangsa
indonesia sejak dulu

Macam-macam IdeoIogi di Dunia
Bermacam-macam ideologi negara, yang terkenal yaitu diantaranya:
1. KapitaIisme
Kapitalisme adalah suatu sistem perekonomian yang modalnya bersumber perorangan atau swasta. ciri-
ciri:
O Persaingan bebas dan pasar bebas
O Semakin besar modal akan cenderung menang dalam bersaing
. SosiaIisme
Sosialisme adalah suatu paham politik yang mengupayakan harta industri dan perusahaan menjadi milik
negara. ciri-ciri:
O hendak mewujudkan masyarakat sama tanpa kelas
O menghilangkan hak-hak milik pribadi
O rakyat tidak memiliki kebebasan berusaha
O segala bidang usaha dikuasai pemerintah
. Komunisme
Komunisme adalah ideologi yang menganut paham Karl Mark & Friederich Engels. ideologi komunisme
menggantikan hak milik perseorangan dengan hak milik bersama. ciri-ciri:
O penghapusan hak milik, pembagian kerja
O bertujuan menghapuskan kapitalisme dan hak perseorangan
4. Fasisme
Fasisme adalah ideologi nasional yang ekstrem dan menganjurkan pemerintahan otoriter. ideologi
fasisme mewujudkan orang yang seragam, semodel, dan disiplin tertentu

KeungguIan IdeoIogi PancasiIa
PancasiIa
O Monotheisme
O Ham dilindungi tanpa melupakan kewajiban asasi
O Nasionalisme dijunjung tinggi
O Keputusan melalui musyawarah dan pungutan suara
O Tidak ada dominasi
O Ada oposisi dengan alasan
O Ada perbedaan pendapat
O Kepentingan seluruh rakyat
Komunisme
O Atheis
O HAM diabaikan
O Nasionalisme ditolak
O Keputusan di tangan pimpinan partai
O Dominasi partai
O Tidak ada oposisi
O Tidak ada perbedaan pendapat
O Kepentingan negara
LiberaIisme
O Sekuler
O HAM dijunjung secara mutlak
O Nasionalisme diabaikan
O Keputusan melalui voting
O Dominasi mayoritas
O Ada oposisi
O Ada perbedaan pendapat
O Kepentingan mayoritas
Kesimpulan: deologi Pancasila mencerminkan adanya keseimbangan dan keserasian dalam berbagai
aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara