Anda di halaman 1dari 10

II.

Teori Dasar Guttae Auriculares/tetes telinga adalah obat tetes yang digunakan untuk telinga dengan cara meneteskan obat ke dalam telinga. Kecuali dinyatakan lain, tetes telinga dibuat menggunakan cairan pembawa bukan air,dapat berbentuk larutan, suspensi atau salep yang digunakan pada telinga dengan cara diteteskan atau dimasukkan dalam jumlah kecil ke dalam saluran telinga untuk melepaskan kotoran telinga (lilin telinga) atau untuk mengobati infeksi, peradangan atau rasa sakit. Tetes telinga merupakan bahan obat yang dimasukkan ke dalam saluran telinga, yang dimaksudkan untuk efek lokal, dimana bahan bahan obat tersebut dapat berupa anestetik lokal, peroksida, bahan bahan antibakteri dan fungisida, yang berbentuk larutan, digunakan untuk membersihkan, menghangatkan, atau mengeringkan telinga bagian luar. Obat telinga dapat terbagi menjadi : 1. Obat telinga sebagai antiseptik dan anti infeksi. Biasanya merupakan antibiotik seperti chlorampenikol, gentamisin, atau ofloxacin dengan tambahan penghilang sakit lokal (lidokain/benzokain). 2. Antiseptik telinga dengan kortikosteroid Pada kelompok obat telinga ini selain mengandung antibiotik dan penghilang sakit lokal juga ditambah kortikosteroid yang berfungsi untuk menghilangkan gejala alergi pada telinga. 3. Obat telinga lainnya Obat telinga ini diindikasikan untuk saluran telinga yang tersumbat oleh kotoran yang mengeras. Obat telinga ini dibuat dalam bentuk sediaan khusus untuk telinga dengan pembawa yang mudah menyebar ke dalam liang telinga. Bentuk kemasannya pun didesain khusus untuk mempermudah pemberian obat telinga.

Semua obat telinga tidak boleh digunakan untuk jangka panjang karena bisa menimbulkan ototoksik, superinfeksi. Bila permasalahan telinga disebabkan oleh jamur/virus tidak boleh menggunakan obat telinga yang mengandung antibiotik karena bisa menimbulkan superinfeksi. Selain itu antibu\iotik digunakan untuk infeksi oleh bakteri.

III.

Data Preformulasi

A. Zat aktif Mentol ( Farmakope Indonesia Ed.IV hal 529 ) Pemerian : Hablur heksagonal / serbuk hablur , tidak berwarna , biasanya berbentuk jarum , massa yang melebur , bau enak seperti minyak permen : Sukar larut dalam air ,sangat mudah larut dalam etanolal, dalam kloroform ,mudah larut dalam minyak lemak dan dalam minyak atsiri : Sebagai analgetik : -naftol ,camphora , kloralhidrat ,phenol ,timol : untuk formula topikal = 0,05 1 % : Dalam wadah tertutup rapat sebaiknya pada suhu kamar terkendali

Kelarutan

Khasiat OTT Konsentrasi Penyimpanan

B. Bahan Tambahan : 1. Gliserin Pemerian : Cairan jernih seperti sirup , tidak berwarna ,rasa manis, hanya boleh berbau khas lemah ( tajam / tidak enak ) , higroskopis ,netral terhadap lakmus : Dapat bercampur dengan air dan etanol

Kelarutan

Khasiat OTT

: Pengawet,emolien, humektan : bahan pengoksidasi kuat

Stabilitas Penyimpanan 2. Propilen glikol Pemerian Kelarutan Stabilitas OTT Konsentrasi Khasiat

Emolien : sampai 30 % Humektan : sampai 30 %

: Campurannya dengan air ,etanol dan propilen glikol dapat stabil secara kimia : Di tempat sejuk dan kering

: Ciran kental ,jernih, tidak berwarna , praktis tidak berbau,menyerap air pada udara lembab : Dapat bercampur dengan air, aseton ,kloroform , larut dalam eter : Dalam suhu dingin ,tertutup rapat ,terlindung cahaya dab kering : Dengan reagen pengoksidasi misalnya potassium permanganat : Pelembab = 15 % ,pelarut untuk topikal = 5-80% : antimikroba ,desinfektan ,pelarut , stabilizing agent

3. Parafin Liquidum ( Farmakope Indonesia Ed.IV hal : 652 ,Handbook of Pharmaceutical Excipient Ed.VI hal : 314 Pemerian Kelarutan Khasiat OTT Konsentrasi : hablur tembus cahaya atau agak buram , tidak berwarna/ putih , tidak berbau , tidak berasa ,agak berwarna : tidak larut dalam air dan dalam etanol : solvent dan emolient : zat pengoksidasi kuat : 7-18 %

Stabilitas Penyimpanan

: Tidak stabil terhadap panas dan cahaya : Disimpan dalam wadah kedap udara ,sejuk dan kering,hindarkan dari cahaya

IV.

Formula Bahan Mentol Gliserin Parafin Liquidum Propilen Glikol Formula 1 5% 95% Formula 2 5% 95% Formula 3 5% 95%

V.

Perhitungan Formula 1 1. Mentol 2. Gliserin : 5% x 100 ml = 5 g : 95% x 100 ml = 95 ml

Formula 2 1. Mentol : 5% x 100 ml = 5 g

2. Parrafin liq: 95% x 100 ml = 95 ml

Formula 3 1. Mentol : 5% x 100 ml = 5 g

2. Propilen glikol : 95% x 100 ml = 95 ml

Penimbangan

Bahan Mentol Gliserin Paraffin Liq Propilen Glikol

Formula 1 5g 95 ml -

Formula 2 5g 95 ml -

Formula 3 5g 95 ml

VI.

Pembuatan 1. Siapkan alat dan timbang bahan yang akan digunakan. 2. Gerus menthol sampai halus. 3. Tambahkan sedikit demi sedikit gliserin untuk formula 1, paraffin liq untuk formula 2, propilen glikol untuk formula 3. Gerus sampai homogen. 4. Masukkan 10 ml ke botol khusus obat tetes,kemas dan serahkan. 5. Sisanya digunakan untuk evaluasi.

VII.

Uji Evaluasi
1. Uji Organoleptik

Bentuk Bau Rasa Warna

Formula 1 Cair Mentol Keruh

Formula 2 Cair Mentol Jernih

Formula 3 Cair Mentol Jernih

2. Uji Berat Jenis

BJ = (berat piknometer+obat tetes) (berat piknometer kosong) (berat piknometer+air) (berat piknometer kosong) Formula 1 2 3 Piknometer kosong 30,55 g 35,60 g 31,30 g Piknometer + air 79,85 g 84,35 g 80,10 g Piknometer + obat tetes 91,80 g 76,26 g 81,40 g BJ 1,2423 0,8340 1,0224

BJ Formula 1 = 91,80 30,55 = 61,25 = 1,2423 79,85 30,55 49,30

BJ Formula 2 = 76,26 35,60 = 40,66 = 0,8340 84,35 35,60 48,75

BJ Formula 3 = 81,40 31,30 = 50,10 = 1,0224 80,10 31,10 49

3. Uji Viskositas

Alat Kv

= Viskometer stormer = 201,22 dyne/cm

RPM

= putaran/menit = kv. w/RPM

Untuk menentukan KV stormer menggunakan gliserin. - Stormer W 50 70 90 110 130 Putaran 50 50 50 50 50 Waktu (S) 14,2 83,9 62 49,8 40,8 Rpm 21,43 35,76 48,39 60,24 73,53

Rpm = 60 X putaran t(s)


- Brookfield (spindel 2)

Skala 10 19 46,5 19,5 10

Rpm 10 20 50 20 10 40 20 8 20 40

Faktor 400 380 372 390 400 388,4

= skala X faktor

Perhitungan kv gliserin :
1) Kv1 = x Rpm

W 388,4 x 21,43 = 199,47 50


2) Kv1 = x Rpm

W 388,4 x 35,76 = 198,42

70
3) Kv 3 = x Rpm

W 388,4 x 48,39 = 208,83 90


4) Kv4 = x Rpm

W 388,4 x 60,24 = 212,70 110

5) Kv5 = x Rpm

W 388,4 x 73,53 = 219,68 130 Kv = kv1 + kv2 +kv3 +kv4 +kv5 5 = 66,47+198,42+208,83+212,70+219,68 = 201,22 5

o Formula 1 Beban ( g ) 90 110 130 110 90 Putaran 50 50 50 50 50 t(s) 59 47 37,4 46,2 57 RPM 50,8474 63,8297 80,2139 64,9350 52,6315 356,1598 346,7696 326,1105 340,8670 344,0867

o Formula 2 Beban ( g ) 50 70 90 70 50 Putaran 50 50 50 50 50 t(s) 15 9 7,2 9,8 15,8 RPM 200 333,3333 416,6667 315,7894 189,8734 50,3050 42,2562 43,4635 44,6037 52,9879

o Formula 3 Beban ( g ) 50 70 90 70 50 Putaran 50 50 50 50 50 t(s) 20,5 12,4 9 12,9 21,5 RPM 50,8474 63,8297 80,2139 64,9350 52,6315 197,8665 220,6715 225,7688 216,9153 191,1592

4. Stabilitas Pengamatan Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 Formula 1 Keruh Keruh Keruh Keruh Keruh Keruh Formula 2 Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Formula 3 Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih

VIII.

Pembahasan 1. Pada uji berat jenis nilainya melebihi satu menunjukkan lebih besar dari berat jenis air karena komponen-komponennya terdipers dalam sediaan tetes telinga. 2. Pada pengukuran viskositas menggunakan viskometer stormer karena konstitensi sediaan tetes telinga tidak terlalu kental sehingga tidak perlu menggunakan viskometer brookfield.
3. Pada uji evaluasi pengukuran berat jenis dengan piknometer dilakukan pada suhu 20 oC

karena kalibrasi pada alat piknometer tertera 20oC sehingga pada saat pengukuran suhu harus diturunkan terlebih dahulu. 4. Pada uji penentuan berat jenis pada ketiga formula ialah di atas 1 berarti diatas air karena bahan-bahan sudah terlarut sehingga meningkatkan berat jenis. 5. Pada uji organoleptik baik dari warna ,bentuk , bau ketiga formula memiliki kesesuaian tapi untuk rasa tidak diujikan karena sediaan tetes telinga merupakan sediaan topikal sehingga tidak dapat digunakan untuk oral. 6.