Anda di halaman 1dari 3

Faktor-Iaktor yang mengatur jumlah asupan

Dibagi 2:
Pengaturan jangka pendek
Pengisian saluran cerna menghambat perilaku makan
ila saluran cerna teregang, terutama lambung dan duodenum, sinyal inhibisi yang teregang
akan dihantarkan terutama melalui nervus vagus untuk menekan pusat makan, naIsu makan
akan berkurang.
aktor hormonal saluran cerna menghambat perilaku makan
Kolesistokinin terutama dilepaskan sebagai respon terhadap lemak yang masuk ke duodenum
dan memiliki eIek langsung ke pusat makan untuk mengurangi perilaku makan lebih lanjut.
Selain itu,adanya makanan dalam usus akan merangsang usus tersebut mensekresikan peptide
mirip glucagon, yang selanjutnya akan meningkatkan sekresi insulin terkait glukosa dan
sekresi dari pancreas, yang keduanya cendrung untuk menekan naIsu makan.
Ghrelin, suatu hormone gastrointestinal meningkatkan perilaku makan
Kadar Ghrelin meningkat disaat puasa, meningkat sesaat sebelum makan, dan menurun
drastic setelah makan yang mengisyaratkan bahwa hormone ini mungkin berperan untuk
meningkatkan naIsu makan.
#eseptor mulut mengukur jumlah asupan makanan
erkaitan dengan perilaku makan, seperti mengunyah, salivasi, menelan, dan mengecap yang
akan 'mengukur jumlah makanan yang masuk, dan ketika sejumlah makan telah masuk,
maka pusat makan dihipotalamus akan dihambat.

2 Pengaturan asupan makanan jangka menengah dan panjang
Efek kadar glukosa, asamino, dan lipid dalam darah terhadap rasa lapar dan perilaku
makan
!enurunan kadar gula dalam darah akan menimbulkan rasa lapar, yang menimbulkan suatu
perilaku yang disebut teori glukostatik pengaturan rasa lapar dan perilaku makan, teori
lipostatik dan teori aminostatik. Beberapa penelitian neurofisiologis mendukung teori ini
dengan beberapa temuan berikut.
O !eningkatan kadar glukosa darah akan meningkatkan kecepatan bangkitan neuron
glukoreseptor di pusat kenyangdi nucleus ventro medial dan paraventrikulat
hipotalamus.
O !eningkatan kadar gula juga secara bersamaan menurunkan bangkitan neuron
glukosensitiI di pusat lapar hipotalamus lateral.
Pengaturan suhu dan asupan makan
Saat udara dingin, kecendrungan untuk makan akan meningkat. ila terpapar udara panas
cenderung untuk mengurangi asupan kalori. Hal ini disebabkan interaksi antara sistem
pengaturan suhu dan sistem pengaturan asupan makan di hipotalamus.
Sinyal umpan balik dari jaringan adiposa mengatur asupan makanan
ila jumlah jaringan lemak meningkat, leptin yang dihasilkan lebih banyak lagi, yang akan
dilepaskan ke dalam darah. Leptin kemudian bersirkulasi ke otak, menempati reseptor leptin
pada berbagai tempat di hipotalamus, terutama neuron ! di nukleus arkuatus dan neuron
di nukleus paraventrikuler. Stimulasi reseptor leptin memulai beberapa peristiwa yang akan
mengurangi penyimpanan lemak, meliputi:
O !enurunan produksi zat penambah naIsu makan seperti N! dan AGR!
O Aktivasi neuron !, yang menimbulkan pelepasan u-SH dan aktivasi reseptor
melanokortin
O !eningkatan produksi zat di hipotalamus seperti corticotropin-releasing hormone,
yang akan mengurangi asupan makanan
O !eningkatan aktiIitas saraI simpatis yang akan meningkatkan kecepatan metabolisme
dan pengeluaran energi
O !enurunan sekresi insulin dari sel beta pankreas yang akan mengurangi penyimpanan
energi
adi leptin mungkin berperan penting dengan cara mengirimkan sinyal dari jaringan lemak ke
otak bahwa energi telah disimpan dalam jumlah yang cukup dan asupan makanan tidak lagi
diperlukan saat itu.