Anda di halaman 1dari 64

Buku Pegangan Guru

Ilmu Pengetahuan Alam


X
SMK/MAK

Penyusun:
Tim Penyusun

Editor: Ilustrator:
Doko Mulato, S.Pd. Jumiyo
Drs. Djarot PC. Krisdiyanto
Drs. Sugiyatno
Ita Kristi Palupi, S.Pd. Desainer kover:
Lintuningsih, S.T.P. Sugiyanta
Nanik Sri Lestari, S.Pd.
Tri Sumaryoko, S.Pd. Perwajahan:
Haryadi
Rini Suryani
Titik Nur Hadiningsih

Kontrol Kualitas:
Hadi Karyanto

Pemimpin Produksi:
M. Mukti Aji

Copyright  2008 by Penyusun and Saka Mitra Kompetensi


No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted, in any form or by any means,
electronic, mechanical, photocopying, recording, or otherwise, without prior written permission of the publisher.
 Hak cipta dilindungi undang-undang, 2008 pada Penyusun dan hak penerbitan pada Saka Mitra Kompetensi,
Anggota IKAPI Nomor: 080/JTE/05, Nomor Kode Penerbitan: 204.
Dilarang mencetak ulang, menyimpan dalam sistem retrival, atau memindahkan dalam bentuk apa pun dan dengan cara
bagaimanapun, elektronik, mekanik, fotokopi, rekaman, dan sebagainya, tanpa izin tertulis dari penerbit.
Kode file: PG-lPA Kelas X/Teks.

Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kotak Pos 246, Klaten 57438, Indonesia,


Telp. (0272) 321641, Fax (0272) 322607
e-mail: smk@sakamitra.com

Dicetak oleh: PT Macanan Jaya Cemerlang, Kotak Pos 181, Klaten 57438, Indonesia (isi di luar tanggung jawab percetakan).
Belajar merupakan sebuah proses dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu untuk memberikan sebuah
penilaian hendaknya memerhatikan proses. Proses mendapatkan sebuah pengetahuan sangat penting. Pada
proses ini siswa dilatih tidak hanya mengandalkan kemampuan intelegensi, tetapi juga kecerdasan emosional.
Kecerdasan emosional merupakan bagian penting dalam kehidupan sebuah pemelajaran ataupun pembelajaran.
Salah satu bentuk pengembangan kecerdasan emosional yaitu metode pembelajaran berbasis kompetensi.
Pembelajaran berbasis kompetensi meliputi pembiasaan berpikir, mengoptimalkan keterampilan, dan kebiasaan
berpikir dan bertindak.
Ada berbagai sarana pembelajaran berbasis kompetensi. Salah satunya penggunaan buku pelajaran yang
tepat. Buku pelajaran berperan penting sebagai salah satu sumber informasi pembelajaran. Akan tetapi syarat
kemampuan siswa tidak hanya mampu membaca. Lebih dari itu yaitu mengerti dan bersikap. Oleh karena itu
diperlukan fasilitator pendidikan yaitu guru. Guru berperan sebagai pengantar siswa menuju sebuah kompetensi
dasar pembelajaran.
Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X menggunakan metode pembelajaran berbasis kompetensi. Atas dasar
itu, maka disusun pula Buku Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X ini. Buku ini memuat akhir dari
sebuah pembelajaran yaitu penilaian. Penilaian yang digunakan sesuai PP No.19 tentang Standar Nasional
Pendidikan yaitu penilaian berbasis kelas.
Ada berbagai teknik penilaian yang berbasis kelas yang semuanya diuraikan dalam buku ini agar memudahkan
guru dalam menentukan kemampuan siswa secara objektif dan transparan. Kemampuan siswa dalam menyerap
pembelajaran salah satunya ditentukan kemampuan guru. Oleh karena itu, kemampuan siswa juga merupakan
bukti kemampuan guru. Semoga Bapak Ibu Guru berhasil melahirkan putra-putri terbaik bangsa dengan cara yang
bijak dan adil.

Klaten, Juni 2008

Penyusun

Kata Pengantar iii


Kata Pengantar .............................................................................................................................................. iii
Daftar Isi ........................................................................................................................................................ vi
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ......................... 1
Manajemen Pembelajaran .......................................................................................................................... 2
Penilaian ...................................................................................................................................................... 6
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/
Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) ......................................................................................................... 11
Program Pembelajaran Semester I ............................................................................................................ 14
Program Pembelajaran Semester II ........................................................................................................... 15
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) .................................................................................... 16
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II) ................................................................................... 36
Daftar Pustaka .............................................................................................................................................. 60

iv Daftar Isi
Salinan
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2006
Tentang
Standar Isi
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Lampiran 3 : Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Memahami gejala-gejala alam 1.1 Mengidentifikasikan objek secara terencana dan


melalui pengamatan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik
1.2 Mengidentifikasikan objek secara terencana dan
sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam abiotik

2. Memahami polusi dan dam- 2.1 Mengidentifikasikan limbah


paknya terhadap manusia dan 2.2 Mengidentifikasikan jenis polusi terhadap kesehatan
lingkungan manusia dan lingkungan
2.3 Mendeskripsikan dampak polusi terhadap kesehatan
manusia dan lingkungan
2.4 Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah

3. Memahami komponen eko- 3.1 Mengidentifikasikan komponen ekosistem


sistem serta peranan manusia 3.2 Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan
dalam menjaga lingkungan dan 3.3 Mendeskripsikan amdal
amdal

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 1


Manajemen Pembelajaran

Ilmu Pengetahuan Alam termasuk mata pelajaran adaptif di sekolah menengah kejuruan, setelah disahkannya
kurikulum KTSP 2006. Akan tetapi, proses pembelajaran tetap menggunakan kurikulum berbasis kompetensi
(KBK), di mana peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
Manajemen pembelajaran menggunakan sistem KBK mencakup pengelolaan kelas dan sistem penilaian yang
berbasis kelas.

A. Pengelolaan Kelas secara Umum


Proses kelas merupakan teknik memanajemenkan kegiatan pembelajaran dari persiapan secara umum,
pengorganisasian kelas dan peserta didik, serta memotivasi peserta didik.
1. Persiapan Kelas
Proses pelaksanaan pembelajaran memerlukan persiapan yang matang agar mendapatkan hasil
yang optimal. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pembelajaran antara lain:
a. buku atau modul pembelajaran yang relevan;
b. alat dan bahan kegiatan;
c. alat peraga dan gambar sains yang relevan;
d. alat evaluasi dan penilaian; serta
e. wadah atau tempat serta perlengkapan portofolio.
2. Pengorganisasian Kelas
Pembelajaran menggunakan sistem KBK, guru dan peserta didik dapat mengatur kondisi kelas
sesuai dengan keinginan sepanjang mendukung pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru
atau peserta didik untuk mengatur kelas sebagai berikut.
a. Memasang gambar sains dan alat peraga yang berhubungan dengan tema pembelajaran pada tempat
yang mudah dilihat. Kegiatan ini akan jauh lebih menarik jika dilakukan dengan keterlibatan peserta
didik.
b. Melakukan metode pembelajaran yang bervariatif. Metode yang bervariatif penting untuk menyesuaikan
dengan proses dan materi dalam pembelajaran. Beberapa variasi yang dapat dilakukan dalam proses
pembelajaran yaitu perubahan tempat duduk, model pembelajaran, dan tempat pembelajaran.
1) Pembelajaran Dua Arah
Pembelajaran dengan metode dua arah yaitu ceramah disertai tanya jawab atau umpan balik
materi. Posisi tempat duduk yang cocok dengan sistem pembelajaran ini meliputi bentuk tapal
kuda dan bentuk melingkar.

Bentuk Tapal Kuda Bentuk Melingkar

2 Manajemen Pembelajaran
2) Pembelajaran Kelompok
Pembelajaran kelompok secara umum digunakan untuk proses diskusi. Jumlah kelompok
disesuaikan jumlah peserta didik dan materi yang didiskusikan. Beberapa variasi posisi tempat
duduk yang dapat dilakukan sebagai berikut.

Bentuk tempat duduk pada saat diskusi

3) Pembelajaran di Luar Kelas


Pembelajaran di luar kelas meliputi laboratorium dan ruang terbuka. Metode ini biasanya
digunakan untuk pembelajaran eksploratif. Ruang terbuka yang dimaksud adalah tempat
terbuka di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
3. Pengorganisasian Peserta Didik
Apabila sering menggunakan metode dua arah, sedapat mungkin posisi tempat duduk diatur secara
dinamis. Perubahan tempat duduk bukan berarti pemindahan kursi secara terus-menerus. Akan tetapi,
dapat dilakukan dengan perubahan posisi peserta didik dalam duduk. Agar lebih adil dapat digunakan sistem
pengundian untuk mendapatkan tempat duduk. Selain itu, pembagian juga diikuti peta kepandaian peserta
didik. Hal ini penting untuk menghindari kebuntuan diskusi kelompok dengan anggota yang kurang pandai.
4. Memotivasi Peserta Didik
Pembelajaran sistem KBK menitikberatkan pada
aktivitas peserta didik. Peserta didik yang ada pada sekolah
menengah kejuruan (SMK) merupakan masa transisi dari
anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini peserta didik
mempunyai kecenderungan ingin diakui sebagai individu
yang berpotensi. Oleh karena itu, setiap kemampuan peserta
didik perlu motivasi untuk proses pengembangannya. Ada
berbagai cara memberi motivasi pada peserta didik, tetapi
ada beberapa yang patut dijadikan sebagai catatan.
a. Membuat Kontrak Belajar
Membuat kontrak belajar artinya peserta didik diajak
membuat aturan bersama. Keterlibatan peserta didik
untuk ikut menentukan aturan bersama akan membangun
nilai demokrasi dan tanggung jawab terhadap aturan.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 3


Akan tetapi, dengan aturan yang ada tentu terdapat sanksi bagi yang melanggarnya. Sanksi tidak
perlu berat, tetapi membangun nilai moral yang bertanggung jawab. Contoh membuat kliping, mencari
gambar peraga, dan memperbanyak inventarisasi kelas.
b. Membangun Hubungan yang Baik
Hubungan yang baik dalam proses pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pembelajaran.
Hubungan yang baik juga akan menimbulkan keterbukaan antara pengajar dengan peserta didik. Ada
banyak hal yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan yang baik. Akan tetapi ada beberapa
hal yang perlu sebagai catatan untuk membangun hubungan baik sebagai berikut.
1) Memperlakukan peserta didik sebagai individu yang sederajat.
2) Memahami cara berpikir peserta didik, dinamika emosi, dan kematangan berpikir.
3) Mengetahui hal yang menghambat kemampuan mereka untuk menyerap materi. Tidak ada
salahnya sebagai pengajar bertanya pada mereka untuk mendapatkan informasi ini.
4) Bicara yang jujur dan hindari arogansi seorang pengajar. Hal ini akan membantu kelancaran
dalam menyampaikan materi.
c. Pentingnya Keberadaan Peserta didik
Setiap individu yang ada dalam ruang pembelajaran mempunyai arti yang penting. Oleh karena
itu, setiap peserta didik harus terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Untuk membangkitkan
keaktifan ini perlu peran pengajar yang aktif.
d. Lingkungan Kelas yang Menyenangkan
Lingkungan kelas yang menyenangkan dapat membantu peserta didik lebih siap untuk terlibat
proses pembelajaran. Kesiapan ini juga membantu peserta didik jauh dari sikap skeptis terhadap
guru, mata pelajaran ataupun materi yang disampaikan. Dengan kondisi seperti ini penyaluran bakat
dan kemampuan peserta didik akan terakumulasi secara tepat pada tempatnya.
Kondisi menyenangkan tidak datang tiba-tiba, tetapi memerlukan proses dan pancingan
khususnya dari pengajar. Contohnya mengawali sebuah materi dengan menyanyikan lagu, kuis, dan
teka-teki yang ringan. Akan tetapi jangan melupakan kondisi akhir pembelajaran. Artinya, perlu
sebuah metode penutup pembelajaran yang ringan dan memberi kesan menyenangkan.
Selain kondisi di atas, terdapat pula faktor pengajar terutama penampilan. Usahakan penampilan
yang eye catching, contohnya berpakaian santai pada saat memberikan materi di jam-jam akhir.
Namun pada saat peserta didik masih segar, pakaian formal dan resmi tetap menjadi prioritas. Jika
pembelajaran dilakukan di dalam sebuah laboratorium, pakaian yang tepat (baju praktek) tetap
digunakan.
e. Memberi Kesempatan Menunjukkan Kemampuan Diri
Setiap individu yang terlibat di dalam pem-
belajaran menginginkan kesempatan untuk diakui
dalam sebuah lingkungan. Salah satunya dengan
menunjukkan kemampuan diri. Adanya kesempatan
menunjukkan kemampuan membantu peserta didik
untuk lebih mempersiapkan diri dalam setiap
kesempatan. Secara langsung peserta didik lebih
termotivasi untuk belajar keras. Oleh karena itu,
berilah waktu pada peserta didik untuk menunjukkan
kemampuannya.
Presentasi di depan kelas, menceritakan
eksplorasi materi di lapangan, dan menyelesaikan
soal di papan tulis merupakan contoh menunjukkan
kemampuan diri. Selain itu juga dapat dengan cara
memasang nilai tiga peserta didik yang paling bagus
pada dinding kelas. Hal positif yang diperoleh adalah
rasa dihargai dan keinginan untuk dihargai pada individu
semakin berkembang. Pola pikir ini akan memengaruhi
keberhasilan dalam proses pembelajaran.

4 Manajemen Pembelajaran
f. Memberi Penghargaan atau Pujian
Setiap manusia akan bahagia bila mendapat
penghargaan atas apa yang diperjuangkannya, tidak
terkecuali pada peserta didik. Penghargaan pada
peserta didik akan memberi kesan diakuinya
kompetensi peserta didik tersebut. Semangat peserta
didik dalam belajar akan meningkat dengan adanya
pengakuan berupa penghargaan dan pujian. Sebaliknya,
peserta didik yang tidak mempunyai kompetensi akan
tersisih. Akan tetapi, peserta didik ini memerlukan
motivasi yang lebih dekat terutama dari guru tanpa
menyebutkan kelemahan di depan peserta didik yang
lain.
Agar kondisi pembelajaran kondusif, mengakui setiap kemampuan dari peserta didik sekecil apa
pun adalah hal yang sangat berarti bagi peserta didik. Kemampuan peserta didik ini meliputi
keberanian mempresentasikan pendapatnya di depan kelas. Keberaniannya perlu dihargai walaupun
apa yang disampaikan tidak sepenuhnya benar. Kesalahan yang dilakukan peserta didik perlu
dianggap sebagai proses belajar untuk memperbaiki kekurangannya.
Ada berbagai cara memberikan pengakuan dan penghargaan pada peserta didik. Salah satunya
dengan pujian kata-kata: ”Hebat”, ”Bagus”, atau ”Mengagumkan” dapat disampaikan untuk memberikan
penghargaan. Akan tetapi, jauh lebih menyenangkan jika berfokus pada individu peserta didik.
Contoh: ”Bagus sekali materi yang kamu presentasikan, Kusyanto!”
”Anung, keberanianmu patut menjadi contoh, hebat sekali!”
Penghargaan ini akan lebih berkesan mendalam jika disertai dengan tepukan bahu dan menatap
dengan serius pada peserta didik.
g. Merayakan Keberhasilan
Keberhasilan kadang didapat oleh sebuah
kelompok atau bahkan satu kelas. Oleh karena itu
maka perlu dirayakan secara bersama agar semua
merasakan keberhasilan. Merayakan sebuah
keberhasilan penting artinya. Ini membangkitkan
motivasi peserta didik agar mendapat keberhasilan-
keberhasilan yang lain. Selain itu, peserta didik juga
akan membayangkan sebuah perayaan yang akan
terjadi jika keberhasilan dapat dicapai kemudian hari.
Beberapa cara untuk merayakan keberhasilan
yang diperoleh secara kolektif dapat dilakukan sendiri
atau berpasangan antara lain sebagai berikut.
1) Bertepuk tangan dengan ritme tertentu yang menjadi ciri kelas itu.
2) Melakukan yel-yel yang disepakati kelas tersebut.
3) Menepuk tangan kanan dengan tangan kanan teman sebangku (tos).
Merayakan keberhasilan merupakan cara membangun motivasi peserta didik untuk sukses,
maka rayakanlah sesering mungkin dalam proses pembelajaran.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 5


Penilaian

A. Pengertian
Penilaian hasil belajar dapat dilakukan oleh dua pihak. Pihak pertama penilai internal, yang termasuk di
dalamnya adalah pendidik dalam satuan pendidikan. Pihak kedua adalah penilai eksternal, yang termasuk di
dalamnya adalah pemerintah. Pemerintah melakukan penilaian terhadap peserta didik berupa ujian nasional.
Maksud ujian nasional untuk mengendalikan mutu pendidikan.
Salah satu teknik penilaian internal adalah penilaian kelas. Penilaian kelas dilakukan oleh pendidik atas
nama satuan pendidikan untuk menilai tingkat ketercapaian kompetensi peserta didik. Penilaian ini dilakukan
di kelas selama proses pembelajaran.

B. Manfaat Penilaian Kelas


Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut.
1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam
proses pencapaian kompetensi.
2. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat
dilakukan pengayaan dan remedial.
3. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang
digunakan.
4. Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar.
5. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.
6. Untuk memberikan umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbangkan
konsep penilaian kelas yang baik untuk digunakan.

C. Teknik Penilaian
Proses penilaian merupakan kegiatan mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik. Ada
beragam teknik untuk penilaian yang dapat digunakan, misalnya: penilaian unjuk kerja, sikap, tertulis, proyek,
produk, portofolio, dan penilaian diri.
Definisi dan penggunaannya masing-masing secara ringkas sebagai berikut.
1. Penilaian Unjuk Kerja
Definisi penilaian unjuk kerja adalah penilaian yang dilakukan dengan memerhatikan kegiatan peserta
didik dalam melaksanakan sesuatu. Penilaian ini tepat digunakan untuk menilai tugas tertentu, seperti:
praktik di bengkel; laboratorium; dan presentasi.
Ada dua cara teknik penilaian unjuk kerja yaitu menggunakan daftar cek dan skala penilaian yang
mempunyai format sebagai berikut.
a. Daftar Cek (Check List)
Teknik ini cocok untuk menilai peserta didik dalam jumlah besar, namun mempunyai kelemahan yaitu
penilai hanya memiliki dua pilihan baik dan tidak baik, tidak ada nilai tengahnya. Adapun format
penilaian daftar cek untuk presentasi sebagai berikut.

6 Penilaian
Penilaian

Nomor Aspek
No. Nama
Induk
Isi Logika Urutan Presentasi Kelancaran Penampilan Skor

Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak

1.

2.

dst.
Keterangan: Skor maksimum 10
Baik : skor 2
Tidak baik : skor 0

b. Skala Penilaian (Rating Scale)


Teknik penilaian dengan skala memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan
kompetensi peserta didik. Rentang penilaian dengan skala dimulai dari tidak kompeten hingga sangat
kompeten. Contohnya: 0 = tidak kompeten, 1/2 = cukup kompeten, 1 = kompeten, dan 2 = sangat
kompeten. Teknik penilaian ini akan lebih objektif jika dilakukan lebih dari seorang pendidik. Berikut
contoh format Rating Scale untuk presentasi.
Aspek
Σ Skor
No. Nomor Nama Isi Logika Urutan Presentasi Kelancaran Penampilan (Maks.
Induk
1 1 1 1 1 10)
0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2
2 2 2 2 2

1.
2.
dst.
Catatan:
a. Kolom skor diisi dengan angka sebagai berikut. b. Penentu kriteria dapat sebagai berikut.
2 : sangat kompeten 0–5,9 : tidak kompeten
1 : kompeten 6–7 : cukup kompeten
1 7,1–8 : kompeten
: cukup kompeten
2 8,1–10 : sangat kompeten
0 : tidak kompeten

2. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan antara lain dengan cara: observasi perilaku; pertanyaan langsung; dan
laporan pribadi. Akan tetapi, teknik yang paling efisien adalah teknik observasi perilaku. Berikut lembar
penilaian sikap pada saat praktik di luar kelas (kegiatan 5 halaman 59).
Perilaku/Aspek Nilai

No. Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Ket.
Induk
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

dst.

Catatan:
a. Kolom aspek nilai diisi dengan tanda cek (✓) sesuai dengan c. Kriterian dapat dilakukan sebagai berikut.
kriteria berikut. Skor minimum : 4×1 = 4
1 : kurang Skor maksimum : 4 × 4 = 16
2 : cukup Kategori penilaian : 4
3 : baik 16 − 4
Rentangan nilai : 4
= 3
4 : sangat baik
b. Skor merupakan jumlah dari skor masing-masing aspek d. Kolom keterangan dapat diisi:
perilaku. Kurang : 4–7
Cukup : 8–10
Baik : 11–13
Sangat baik : 14–16

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 7


3. Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis dilakukan dengan cara tes tertulis. Contoh tes tertulis dapat dilihat pada setiap akhir
subkompetensi. Adapun rekap penilaian dapat dilakukan seperti berikut (evaluasi subkompetensi 1).

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

No. Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Ket.


Induk
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

2.

dst.

Peta Kesukaran Soal Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ Σ

Catatan:
a. Bobot nilai masing-masing soal: Kategori penilaian : 4
40 − 0
3 : suplai jawaban benar Rentangan nilai : = 3
4
2 : pilihan benar
d. Kolom keterangan dapat diisi:
0 : suplai atau pilihan salah
Kurang kompeten : 0–10
b. Kategori penilaian ada empat: Cukup kompeten : 11–20
1 : Kurang kompeten Kompeten : 21–30
2 : Cukup kompeten Sangat kompeten : 31–40
3 : Kompeten
e. Kolom sigma (Σ) di bawah nomor soal dapat digunakan untuk
4 : Sangat kompeten
mengecek tingkat kesukaran soal. Kesukaran soal
c. Kriteria penilaian: diasumsikan sebanding dengan jumlah siswa yang tidak dapat
Skor minimum : 0 × 15 = 0 menyelesaikannya.
Skor maksimum: (2 × 5) + (3 × 10) = 40

4. Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian tugas atau kegiatan yang harus diselesaikan dalam
waktu tertentu. Tugas atau kegiatannya bersifat investigatif sejak merencanakan, mengumpulkan data,
pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian produk.
Contoh yang dapat dinilai dengan penilaian proyek adalah kegiatan 2 subkompetensi 2.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Nama Proyek : Pengamatan Pemeliharaan Unggas
Alokasi Waktu : Satu Semester

Aspek Penilaian

Persiapan Pelaksanaan Laporan


Rumusan Judul

Nomor
Kuantitas Data

Skor Keterangan
Perencanaan

Performansi

No. Nama
Tepat Waktu
Sistematika

Kesimpulan
Keakuratan

Presentasi

Induk
Analisis

1.

2.

dst.

Catatan:
a. Bobot dan kategori penilaian masing-masing aspek: Kategori penilaian : 4
1 : kurang baik 40 − 10
Rentangan nilai : 4
= 7,5
2 : cukup baik
3 : baik c. Kolom keterangan dapat diisi:
4 : baik sekali Kurang baik : 10–17,5
Cukup baik : 17,6–25,1
b. Kriteria penilaian:
Baik : 25,2–32,7
Skor minimum : 10
Baik sekali : 32,8–40
Skor maksimum : 40

8 Penilaian
5. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas
produk tersebut. Penilaian produk mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Contoh format
penilaian produk sebagai berikut.
Nama Siswa/Kelompok :
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Nama Produk/Proyek : Membuat Jam Matahari
Alokasi Waktu : 4 Kali Pertemuan

No. Aspek Skor 1–5

1. Perencanaan
a. Persiapan alat dan bahan
b. Gambar kerja
2. Pelaksanaan
a. Sikap kerja
b. Penggunaan alat
c. Bahan
d. Pengerjaan
e. Perakitan
f. Finishing
3. Laporan
a. Performa
b. Kesesuaian ukuran
Total Skor
Catatan:
Skor yang diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan. Semakin lengkap
jawaban, semakin tinggi skornya.

6. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkesinambungan yang didasarkan kumpulan informasi.
Kumpulan informasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi yang
dapat digunakan berupa karya siswa. Format penilaian portofolio untuk Ilmu Pengetahuan Alam sebagai
berikut.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 9


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Alokasi Waktu : 1 Semester
Nama Siswa :
Kelas :
Program Keahlian :
Bidang Keahlian :

Bulan
No. Subkompetensi Periode Ket.
Juli Agustus September Oktober

1. – Metode Ilmiah
– Langkah-langkah
penelitian
– Variasi perumusan
dan pengujian hipo-
tesis
– Rancangan pene-
litian pengumpulan
dan pengolahan
data
– Penulisan laporan
ilmiah

Catatan:
Karya siswa sesuai subkompetensi masuk dalam daftar portofolio yang dimasukkan dalam satu file (tempat) untuk setiap
peserta didik sebagai bukti penyelesaian tugasnya.

7. Penilaian Diri
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan
status dan tingkat pencapaian kompetensi. Tujuan utama penilaian diri untuk memperbaiki proses
pembelajaran. Hal yang perlu disampaikan kepada siswa yaitu penilaian ini tidak memengaruhi nilai akhir
kompetensi. Oleh karena itu, peserta didik harus menilai diri sendiri secara jujur. Contoh format penilaian
diri sebagai berikut.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Alokasi Waktu :

Tanggapan
No. Aspek Keterangan
1 0

1. Metode Ilmiah
a. Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan 1 : Paham
b. Pengertian Metode Ilmiah 0 : Tidak paham
c. Penelitian Ilmiah

2. dan seterusnya

10 Penilaian
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK)/
Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau
prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi
wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih
lanjut untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan
masalah-masalah yang dapat diidentifikasi. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak
berdampak buruk terhadap lingkungan. Mata pelajaran IPA diharapkan menekankan pembelajaran Salingtemas
(Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk menerapkan
konsep IPA secara bijaksana.
Mata pelajaran IPA tidak hanya berhubungan dengan bagaimana memahami alam secara sistematis,
tetapi juga merupakan wahana bagi peserta didik untuk memahami diri dan alam sekitar, serta bagaimana
memperlakukan alam sekitar guna menjaga kelestariannya.
Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran adaptif, yang bertujuan membekali peserta didik dasar
pengetahuan tentang hukum-hukum kealaman serta makhluk hidup dan tidak hidup yang menjadi dasar
sekaligus syarat kemampuan, yang berfungsi menghantarkan peserta didik guna mencapai kompetensi
program keahliannya. Di samping itu, mata pelajaran IPA mempersiapkan kemampuan peserta didik agar
dapat mengembangkan program keahliannya pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

B. Tujuan
Mata pelajaran IPA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan,
dan keteraturan alam ciptaanNya.
2. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep, dan prinsip IPA yang
bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan
serta sumber daya alam.
4. Mengembangkan pemahaman dan kemampuan IPA untuk menunjang kompetensi produktif.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran IPA meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Gejala-gejala alam.
2. Polusi dan pencemaran lingkungan.
3. Ekosistem, komponen ekosistem, keseimbangan lingkungan, dan amdal.

D. Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok,
kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memerhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 11


SILABUS

12
Nama Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester : X/1 dan 2
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A
Alokasi Waktu : 64 × 45 menit

Alokasi Waktu
Materi Sumber
Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Pembelajaran Belajar
TM PS PI

1.1 Mengidentifikasi – Langkah-langkah metode – Metode ilmiah – Mendiskusikan metode ilmiah, – Observasi 18 14 – Buku IPA
objek secara te- ilmiah dijelaskan dan masing- – Perumusan diidentifikasi langkah-langkah ilmiah kinerja (28) SMK
rencana dan sis- masing diberikan contohnya. masalah dan contohnya. – Penugas- – Lingkungan
tematis untuk – Gejala-gejala alam biotik di – Perumusan – Melakukan pengamatan gejala alam an – Sumber
memperoleh in- lingkungan sekitar diidenti- hipotesis biotik di lingkungan sekitar (perilaku – Tes media lain
formasi gejala fikasi secara cermat dan – Rancangan maupun keadaan hewan, tumbuhan, tertulis yang rele-
alam abiotik. masalah yang ditemukan penelitian dan mikroorganisme baik pada van
dirumuskan dengan jelas. – Pelaksanaan individu maupun dampak dari
– Hipotesis disusun sebagai penelitian perilaku individu itu. Misalnya,

Mata Pelajaran IPA untuk SMK/MAK


solusi terhadap masalah – Laporan pe- luruhnya bunga sebelum waktunya
yang telah dirumuskan. nelitian pada tanaman tertentu, dan hilang-
Rumusan hipotesis mem- nya populasi katak di suatu kawa-
perlihatkan hubungan antar- san).
variabel.
– Diskusi kelompok untuk: merumus-
– Rencana penelitian disusun
kan masalah dari temuan gejala alam
dengan varibel-variabel
biotik di lingkungan sekitar sebagai
(manipulasi, respon, dan
isu yang perlu dibahas selanjutnya;
kontrol) yang akan diukur,
melengkapi informasi, baik dengan
prosedur, cara pengum-
pulan data dan mengolah melakukan pengamatan yang lebih
data diuraikan dengan jelas. cermat di lokasi sesuai dengan
– Variabel-variabel penelitian masalah yang dirumuskan, ataupun
diperlakukan dan diukur studi pustaka di perpustakaan/
dengan teliti/akurat, diolah internet. Informasi itu selanjutnya
serta simpulan yang dibuat digunakan untuk membuat hipotesis,
sesuai dengan data. dan menyusun rencana penelitian.
– Laporan penelitian ditulis, – Melakukan penelitian sesuai dengan
dikomunikasikan, dan hasil- rencana yang disusun.
nya dipertahankan dengan – Mengomunikasikan hasil penelitian.
argumentasi yang sesuai.
Alokasi Waktu
Materi Sumber
Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Pembelajaran Belajar
TM PS PI

1.2 Mengidentifikasi – Gejala alam yang terjadi di – Rotasi bumi – Melakukan diskusi untuk mem- – Observasi/ 30 4 (8) – Buku IPA
objek secara te- lingkungan sekitar diiden- dan peristiwa bahas proses-proses fisika yang pengamat- SMK
rencana dan sis- tifikasi dengan benar. siang dan ma- terjadi dalam peristiwa rotasi bumi an – Lingkungan
tematis untuk Contoh: peristiwa siang dan lam dan pengaruhnya terhadap kehi- – Tugas ke- – Sumber me-
memperoleh malam; pelangi; tsunami; – Gempa bumi dupan. lompok dia lain yang
informasi gejala gempa, dan bencana. sebagai ben- – Membaca literatur dan sumber relevan
alam biotik. – Faktor-faktor terjadinya tuk gejala alam belajar (misalnya koran) tentang
gempa dijelaskan dengan – Tsunami se- peristiwa gempa bumi.
benar. bagai bentuk – Melakukan kunjungan/observasi ke
– Faktor-faktor terjadinya gejala alam BMG.
bencana alam tsunami – Antisipasi – Melakukan diskusi tentang faktor-
dijelaskan dengan benar. bencana alam faktor yang menyebabkan terja-
– Pengetahuan tentang anti- dinya gempa bumi.
sipasi akibat dari bencana – Melihat tayangan dan membaca
alam diidentifikasi dengan literatur (misalnya koran) tentang
benar. peristiwa tsunami.
– Melakukan diskusi tentang faktor-
faktor yang menyebabkan terjadi-
nya tsunami.
– Membuat daftar langkah penyela-
matan yang harus dilakukan apabila
terjadi bencana gempa dan tsunami.
– Melakukan simulasi penyelamatan
gempa dan tsunami.

Keterangan:
TM : Tatap Muka
PS : Praktik di Sekolah (2 jam praktik di sekolah setara dengan 1 jam tatap muka)
PI : Praktik di Industri (4 jam praktik di DU/DI setara dengan 1 jam tatap muka)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X


13
PROGRAM PEMBELAJARAN SEMESTER I

14
Nama Sekolah : SMK . . .
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Tahun Pelajaran : 20.../...

Alokasi Waktu Juli Agustus September Oktober November Desember


No. Materi Pembelajaran

Kode
T P 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Kompetensi
1. A1.1 I. Metode Ilmiah
A. Pengetahuan dan Ilmu
Pengetahuan
B. Pengertian Metode Ilmiah
C. Penelitian Ilmiah
II. Langkah-Langkah Penelitian
Ilmiah
A. Jenis dan Langkah Penelitian
Ilmiah
B. Observasi

Program Pembelajaran Semester


III. Variasi Perumusan dan
Pengujian Hipotesis
A. Variasi Perumusan Hipotesis
B. Menguji Hipotesis
IV. Rancangan Penelitian, Pengum-
pulan, dan Pengolahan Data
A. Penelitian Deskriptif
B. Penelitian Eksperimental
C. Pengumpulan Data
D. Pengambilan Sampel
E. Pengolahan Data
V. Penulisan Laporan Ilmiah
A. Hal-Hal yang Perlu Diperhati-
kan dalam Penulisan Laporan
Ilmiah
B. Format Laporan Ilmiah

Ulangan Umum Semester Gasal


PROGRAM PEMBELAJARAN SEMESTER II
Nama Sekolah : SMK . . .
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Tahun Pelajaran : 20.../...

Alokasi Waktu Januari Februari Maret April Mei Juni


No. Materi Pembelajaran

Kode
T P 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Kompetensi
1. A1.2 I. Rotasi
A. Tata Koordinat Bumi
B. Rotasi Bumi dan Akibatnya
C. Revolusi Bumi dan Akibatnya
II. Gejala-Gejala Alam
A. Struktur Lapisan Bumi
B. Gerakan Lapisan Bumi
C. Vulkanisme dan Kegunung-
apian
D. Tenaga Eksogen dan Cuaca
III. Gempa Bumi dan Antisipasi
Gempa
A. Penyebab Terjadinya Gempa
B. Tanda-Tanda Alam Sebelum
Gempa
C. Proses Perambatan Gelom-
bang Gempa
D. Alat Pencatat Gempa
E. Skala Gempa
F. Akibat Gempa
IV. Tsunami
A. Penyebab Terjadinya Tsunami
B. Tanda-Tanda Terjadinya
Tsunami
C. Kesiapan Menghadapi

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X


Tsunami

Ulangan Umum Semester Gasal

15
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 4 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dijelaskan dan masing-masing diberikan contohnya.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat membedakan pengertian Pengetahuan dengan Ilmu Pengetahuan.
2. Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah metode ilmiah dan memberikan
contoh masing-masing.
3. Siswa dapat menjelaskan pengertian penelitian ilmiah.
Materi Pembelajaran : Metode Ilmiah
Kegiatan Pembelajaran : 1–2
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 1, Subkompetensi 1
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan tugas Buku I, Kompetensi 1, Subkompetensi 1 (Tugas Kelompok).
d. Guru membentuk kelompok kerja siswa.
e. Siswa mengerjakan Evaluasi Kompetensi 1, Subkompetensi 1.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 1
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d (mengumpulkan informasi)
2. Jawaban: d (jujur)
3. Jawaban: b (hasta orang satu berbeda panjangnya dengan hasta orang lain)
4. Jawaban: c (jujur)
5. Jawaban: c (hipotesis)

B. Uraian
1. Jawaban:
Metode ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk
memecahkan masalah yang dihadapi.
2. Jawaban:
A = Hipotesis, B = Kesimpulan
3. Jawaban:
Ciri-ciri sikap ilmiah:
– Jujur – Teliti
– Objektif – Terbuka menerima pendapat yang benar
– Tekun

16 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


4. Jawaban:
Ilmu dapat didefinisikan sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin. Pengetahuan
(knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan
serapan panca indera, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Dapat juga dikatakan
bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang dilihat, didengar, dikecap, dicium, diraba,
dan hadir dalam kesadaran kita. Jadi pengetahuan bersifat spontan, subjektif dan intuitif.
5. Jawaban:
Kebenaran yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang ada pada subjek dan realitas yang
ada pada objek. Misalnya gula rasanya manis dan bola kaki berbentuk bulat.
6. Jawaban:
Kemajuan-kemajuan teknologi menunjang pencapaian tujuan penelitian sebagai langkah
berkembangnya pengetahuan.
7. Jawaban:
Penelitian empiris adalah suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari
(fakta dari kesan indera) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian
diangkat sebagai bahan penelitian.
8. Jawaban:
Sistematik berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai
pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
9. Jawaban:
Prosedur penalaran induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari
berbagai kasus individual (khusus). Prosedur penalaran deduktif yaitu cara berpikir untuk
menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
10. Jawaban:
Menguji kembali kebenaran yang pernah diperoleh melalui penelitian sebelumnya.
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
• Tes tertulis
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 17


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 1

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Ket.


Induk
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1. 0–10
Kurang
2. kompeten
3. 11–20
Cukup
4. kompeten
5. 21–30
Kompeten
6.
31–40
7. Sangat
kompeten
8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

18 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit, Praktik 2 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dipraktikkan untuk menyelesaikan masalah aktual
yang dekat dengan siswa.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah metode ilmiah untuk menyelesaikan
masalah aktual yang dekat dengan siswa.
2. Siswa dapat mempratikkan langkah-langkah metode ilmiah untuk menyelesaikan
masalah aktual yang dekat dengan siswa.
3. Siswa dapat menginventarisasi masalah untuk diangkat menjadi bahan kajian.
4. Siswa dapat menjelaskan tentang skala dan instrumen pengukuran.
Materi Pembelajaran : Langkah-langkah penelitian ilmiah.
Kegiatan Pembelajaran : 3–4
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 1, Subkompetensi 2.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
3. Penutup
Penilaian : Penugasan
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 19


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit, Praktik 2 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dipraktikkan untuk menyelesaikan masalah aktual
yang dekat dengan siswa.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah metode ilmiah untuk menyelesaikan
masalah aktual yang dekat dengan siswa.
2. Siswa dapat mempratikkan langkah-langkah metode ilmiah untuk menyelesaikan
masalah aktual yang dekat dengan siswa.
3. Siswa dapat menginventarisasi masalah untuk diangkat menjadi bahan kajian.
4. Siswa dapat menjelaskan tentang skala dan instrumen pengukuran.
Materi Pembelajaran : Langkah-langkah penelitian ilmiah.
Kegiatan Pembelajaran : 5–6 (teori 2 × 45 menit; praktik 2 × 45 menit)
1. Pembuka:
Apersepsi/ memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 1, Subkompetensi 2.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan Tugas rumah Kegiatan 2 Buku I, Kompetensi 1, Subkompetensi 2 (tugas
individu).
d. Guru membimbing siswa membedakan antara fenomena biasa dengan masalah yang layak untuk
diteliti.
e. Siswa memilih salah satu fakta yang akan dijadikan usulan tema penelitian.
f . Siswa mengerjakan Evaluasi Kompetensi 1, Subkompetensi 2.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 2
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b (problem yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian)
2. Jawaban: b (Apakah pembangunan banjir kanal dapat mengurangi bahaya banjir di
Jakarta?)
3. Jawaban: a (mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang subjek/objek penelitian)
4. Jawaban: c (kualitatif dan kuantitatif)
5. Jawaban: c (Apakah membuang sampah sembarangan merupakan penyebab terjadinya
banjir di kotaku?)

20 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


B. Uraian
1. Jawaban:
Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan.
Fenomena adalah sesuatu yang terjadi sebagaimana apa adanya. Ada bagian fenomena
yang menjadi masalah atau mendatangkan masalah. Dengan demikian masalah adalah
bagian dari fenomena, misalnya rumah terbakar bukan masalah, melainkan fenomena,
yang menjadi masalah adalah bagaimana memadamkannya.
2. Jawaban:
Hipotesis nol adalah hipotesis yang akan dibuktikan (diuji) kebenarannya, yang oleh peneliti
dianggap memiliki bobot benar lebih tinggi (mendekati kebenaran). Hipotesis altenatif
adalah hipotesis yang dipertentangkan dengan hipotesis nol. Tetapi bilamana Ho mengatakan
tidak ada maka Ha mengatakan ada.
3. Jawaban:
Variabel bebas (independent) adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya
variabel lain atau menjadi penyebab bagi variabel lain. Variabel tergantung adalah variabel
yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
4. Jawaban:
Skala nominal ialah angka yang tidak sesungguhnya, melainkan digunakan untuk
mewakili nama. Misalnya binatang apa yang paling kamu sukai? Jawablah angka 1 =
kucing, 2 = burung, dan seterusnya. Angka-angka ini hanya mewakili saja, tidak dapat
ditambah, dikurangi, dibagi, dan dilipatkan (dikalikan). Skala ordinal ialah angka yang
menunjukkan derajat suatu kategori atau perbedaan kualitas/ kuantitas yang tidak dapat
diketahui selisihnya. Misalnya, jika anda bertanya kepada sekelompok orang, apakah anda
suka makan bakso? Maka kepada orang yang menjawab suka sekali, kamu beri skor 5,
yang jawabannya hanya suka diberi skor 4, yang biasa saja diberi skor 3, yang kurang suka
diberi skor 2, dan yang tidak suka diberi skor 1. Angka-angka ini dinamakan skala ordinal.
5. Jawaban:
Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data atau alat untuk melakukan pengukuran.
Instrumen ini ada yang bersifat baku dan ada yang tidak baku. Instrumen yang bersifat baku
biasanya disebut alat ukur. Jadi alat ukur adalah alat yang dipakai untuk mengukur atau
menyatakan sesuatu dengan satuan dan besaran yang sesuai. Misalnya untuk memperoleh
data suhu badan seseorang digunakan alat ukur termometer.
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
• Tes tertulis
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 21


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 2

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1. 0, – 6,25
Kurang kompeten
2.
6,26 – 12,50
3. Cukup kompeten
4. 12,51 – 18,75
Kompeten
5. 18,76 – 25
6. Sangat kompeten

7. Kriteria:
Skor minimum : 0 × 10 = 0
8. Skor maksimum : (2 × 5) + (3 × 5) = 25
9. Kategori penilaian : 4
25 − 0
10. Rentangan nilai : = 6,25
4

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

22 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dipraktikkan untuk menyelesaikan masalah aktual
yang dekat dengan siswa.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mempratikkan langkah-langkah metode ilmiah untuk menyelesaikan
masalah aktual yang dekat dengan siswa.
2. Siswa dapat menyusun dan merumuskan masalah yang dipilihnya dalam bentuk
hipotesis.
3. Siswa dapat menjelaskan cara pengujian hipotesa yang disusunnya.
Materi Pembelajaran : Variasi Perumusan dan Pengujian Hipotesis
Kegiatan Pembelajaran : 7 (teori 2 × 45 menit)
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 1, Subkompetensi 3.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa secara kelompok melakukan perumusan hipotesis atas masalah yang telah dipilih pada
pertemuaan pembelajaran sebelumnya.
d. Guru mengapresiasi rumusan hipotesis kelompok siswa.
e. Guru memberi tugas kepada siswa untuk menyelesaikan kegiatan 2 dan selesai pertemuan minggu
depan.
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 23


Lembar Penilaian Pengamatan Proses
Perilaku Siswa

Nomor Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Keterangan
Induk
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. 4–7
Kurang
2.
8– 0
3. Cukup
4. 11–13
Baik
5. 14–16
6. Sangat baik

7. Kriteria penilaian
1 : kurang
8. 2 : cukup
3 : baik
9. 4 : sangat baik
10. Cara penilaian
11. Skor minimum:
4×1=4
12. Skor maksimum:
13. 4 × 4 = 16
Kategori penilaian: 4
14. Rentangan nilai:
16 − 4
15. =3
4
16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

24 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit, Praktik 2 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dipraktikkan untuk menyelesaikan masalah aktual
yang dekat dengan siswa.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mempraktikkan langkah-langkah metode ilmiah untuk menyelesaikan
masalah aktual yang dekat dengan siswa.
2. Siswa dapat menyusun dan merumuskan masalah yang dipilihnya dalam bentuk
hipotesis.
3. Siswa dapat menjelaskan cara pengujian hipotesis yang disusunnya.
Materi Pembelajaran : Variasi Perumusan dan Pengujian Hipotesis
Kegiatan Pembelajaran : 8–9
1. Pembuka:
Apersepsi/ memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X Kompetensi 1, Subkompetensi 3.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa, terutama tentang
pengujian hipotesis.
c. Siswa mengerjakan soal Evaluasi Kompetensi 1, Subkompetensi 3.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 3
1. Jawaban: d (metafisis)
2. Jawaban: c (Hubungan antara roh jahat dan demam.)
3. Jawaban: c (Ada hubungan antara meningkatnya populasi nyamuk dengan kebersihan kota.)
4. Jawaban: b (Tidak ada pengaruh diameter roda terhadap jarak tempuh mobil setiap liternya.)
5. Jawaban: a (Tidak ada pengaruh ketinggian terhadap ukuran buah salak.)
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
• Produk Kegiatan 3
• Tes tertulis
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X
......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 25


Lembar Penilaian Kegiatan 2
Aspek Penilaian

Persiapan Pelaksanaan Laporan

Rumusan Judul

Kuantitas Data
Perencanaan

Tepat Waktu

Performansi
Sistematika

Kesimpulan
Keakuratan
Nomor Skor Keterangan

Presentasi
Nomor Nama

Analisis
Induk

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

26 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 3
Pilihan Ganda

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5

1. 0–2,5
Kurang kompeten
2.
2,6–5,0
3. Cukup kompeten
4. 5,1–7,5
Kompeten
5. 7,6–10
6. Sangat kompeten

7. Kriteria penilaian
a. Bobot nilai per soal: 2.
8. b. Cara penilaian:
Skor minimum : 0×5=0
9. Skor maksimum : 2 × 5 = 10
10. Kategori penilaian : 4
10 − 0
Rentangan nilai : = 2,5
11. 4

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 27


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 4 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dipraktikkan untuk menyelesaikan masalah aktual
yang dekat dengan siswa.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan perbedaan tentang penelitian deskriptif dan penelitian
eksperimental.
2. Siswa dapat menyusun desain penelitian yang sesuai dengan masalah dan
hipotesis yang telah disusun.
3. Siswa dapat menjelaskan cara-cara pengumpulan data, pengambilan sampel,
dan pengolahan data.
Materi Pembelajaran : Rancangan Penelitian, Pengumpulan, dan Pengolahan Data
Kegiatan Pembelajaran : 10–11 (teori 4 × 45 menit)
1. Pembuka:
Apersepsi/ memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 1, Subkompetensi 4.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan tugas-tugas buku I Kompetensi 1, Subkompetensi 4.
d. Siswa mengerjakan soal Evaluasi Kompetensi 1, Subkompetensi 4.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 4
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b (ciri suatu subjek)
2. Jawaban: a (ordinal)
3. Jawaban: c (siswa-siswa kelas X SMK)
4. Jawaban: b (jenis pakan)
5. Jawaban: c (merek pupuk)

B. Uraian
1. Jawaban:
Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan instrumen pengukuran yaitu reliabilitas
(keandalan dan dapat dipercaya) alat ukur dan validitas (kesahihan) alat ukur. Selain itu
juga dipertimbangkan mengenai sensitivitas, objektivitas dan fisibilitas (kelayakan) alat
ukur.
2. Jawaban:
Data adalah bentuk jamak dari datum, yaitu keterangan-keterangan tentang suatu hal, fakta
yang digambarkan lewat angka, simbol, dan kode.

28 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


3. Jawaban:
Langkah-langkah dalam pengambilan sampel yaitu; a) menentukan populasi dan sampling
frame, b) memilih cara pengambilan sampel, c) menentukan jumlah sampel, d) memilih
elemen sampel, e) melaksanakan pengumpulan data di lapangan.
4. Jawaban:
Langkah-langkah analisa data adalah sebagai berikut.
a. Memilah data.
b. Kontrol kualitas data.
c. Mengikhtisarkan data (data summarizing).
5. Jawaban:
Visualisasi bertujuan untuk menampilkan data agar diketahui oleh publik. Data yang
dihasilkan disajikan sedemikian rupa menjadi menarik dan mudah dimengerti. Caranya
antara lain berbentuk grafik, tabel, atau bagan (chart). Pada program statistik komputer atau
MS excel biasanya ada program untuk penampilan data ini.
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
• Tes tertulis
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 29


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 4

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1. 0–6,25
Kurang kompeten
2.
6,26–12,50
3. Cukup kompeten
4. 12,51–18,75
Kompeten
5. 18,76–25
6. Sangat kompeten

7. Kriteria penilaian
a. Bobot nilai personal:
8. Pilihan ganda : 2
Suplai jawaban : 3
9.
b. Cara penilaian:
10. Skor minimum : 0 × 10 = 0
Skor maksimum : (2 × 5) + (3 × 5)
11. = 25
12. Kategori penilaian : 4
25 − 0
Rentangan nilai : = 6,25
13. 4

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit, Praktik 2 × 45 menit
Indikator : Langkah-langkah metode ilmiah dipraktikkan untuk menyelesaikan masalah aktual
yang dekat dengan siswa.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan cara-cara pengumpulan data, pengambilan sampel,
dan pengolahan data.
2. Siswa dapat menyusun dan menguraikan rencana penelitian dengan variabel-
variabel (manipulasi, respon, dan kontrol yang akan diukur, prosedur, cara
pengumpulan data, dan mengolah data) dengan jelas.
3. Siswa dapat memperlakukan dan mengukur variabel-variabel penelitian dengan
teliti/akurat, diolah, serta simpulan yang dibuat sesuai dengan data.
4. Siswa dapat mempraktikkan cara-cara pengumpulan data, pengambilan sampel,
dan pengolahan data.
Materi Pembelajaran : Rancangan Penelitian, Pengumpulan, dan Pengolahan Data
Kegiatan Pembelajaran : 12–13
1. Pembuka:
Apersepsi/ memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa melengkapi informasi, baik dengan melakukan pengamatan yang lebih cermat sesuai dengan
masalah yang dirumuskan, atau studi pustaka di perpustakaan/internet; informasi itu selanjutnya
digunakan untuk membuat pembuktian hipotesis sampai menguatkan kesimpulan yang dihasilkannya.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Guru mengevaluasi kinerja siswa dari proses ke proses selama menyelesaikan tugas kelompoknya.
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
• Produk
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X
......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 31


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester I)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/I
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.1
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam biotik
Durasi Pembelajaran : Teori 4 × 45 menit, Praktik 4 × 45 menit
Indikator : Laporan penelitian ditulis, dikomunikasikan dan hasilnya dipertahankan dengan
argumentasi yang sesuai.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menulis/mengomunikasikan hasil penelitian dengan baik dan
benar.
2. Siswa mempertahankan laporan penelitian dan hasilnya dengan argumentasi
yang sesuai.
Materi Pembelajaran : Penulisan Laporan Penelitian
Kegiatan Pembelajaran : 14–17
1. Pembuka:
Apersepsi/ memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 1, Subkompetensi 5.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa membuat laporan hasil pelaksanaan uji hipotesis pengolahan data yang diperoleh.
d. Siswa mengomunikasikan hasil pelaksanaan metode ilmiah kepada kelompok lain dalam bentuk
diskusi kelas.
e. Guru mengevaluasi kinerja siswa dari proses ke proses selama menyelesaikan tugas kelompoknya.
f. Siswa mengerjakan soal Evaluasi Kompetensi 1, Subkompetensi 5.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 5
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d (tesis)
2. Jawaban: d (banyaknya jumlah halaman)
3. Jawaban: d (pembaca dapat memahami dengan jelas atau telah dilakukan peneliti,
tujuan, dan hasilnya)
4. Jawaban: c (Sejak awal penelitian.)
5. Jawaban: b (memperjelas penyampaian hasil penelitian )

B. Uraian
1. Jawaban:
Hasil penelitian tersebut perlu dilaporkan/dipublikasikan agar hasil penelitian dapat diketahui
oleh orang lain. Laporan ini merupakan media komunikasi antara seorang peneliti dengan
pihak lain. Dengan adanya laporan hasil penelitian maka akan mendapat tanggapan dari
orang lain, bahkan bisa membantu orang lain menyelesaikan tugas ilmiah mereka.
Penelitian, pemaparan, dan penyelesaian haruslah ditulis dalam sebuah tulisan ilmiah.

32 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


2. Jawaban:
Adapun ciri-ciri tulisan ilmiah sebagai berikut.
a. Logis, artinya informasi yang disajikan memiliki argumentasi yang dapat diterima
dengan akal sehat.
b. Sistematis, artinya susunannya urut berjenjang dan berkesinambungan.
c. Objektif atau apa adanya.
d. Tuntas dan menyeluruh, segala masalah dikemukakan secara lengkap dan menyeluruh.
e. Saksama, menghindarkan diri dari berbagai kekeliruan, sampai sekecil-kecilnya.
f. Jelas, baik dari segi alur berpikir, istilah bahasa, dan grafis.
g. Kebenarannya teruji.
h. Terbuka, apa yang dikemukakan dapat berubah bila ada pendapat baru yang diakui
kebenarannya relevan dengan tulisan itu.
i. Berlaku umum, kesimpulan-kesimpulannya berlaku untuk semua populasinya.
j. Penyajiannya menggunakan santun bahasa dan tata tulis yang baku.
3. Jawaban:
Isi Bab I. Pendahuluan yang kadang diistilahkan sebagai Kata Pengantar pada suatu
laporan penelitan sebagai berikut.
a. Latar Belakang Masalah
b. Rumusan Masalah
c. Tujuan Penelitian
d. Ruang Lingkup
e. Manfaat Penelitian
f. Metode Penelitian
4. Jawaban:
Desain Penelitian dalam kerangka penulisan ilmiah harus mencantumkan mengenai latar
penelitian yang diatur untuk memperoleh data yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis;
jaminan bahwa dengan pemilihan desain penelitian tersebut semua hipotesis yang diajukan
dapat diuji; uraian argumentatif bahwa desain penelitian itu paling tepat untuk dipakai dalam
konteks penelitian.
5. Jawaban:
Yang perlu dituliskan pada kesimpulan dan saran adalah hal-hal yang penting yang perlu
disampaikan secara singkat dan jelas.
3. Penutup
Penilaian : • Penugasan
• Pengamatan proses
• Produk
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 33


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 5

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1. 0–6,25
Kurang kompeten
2.
6,26–12,50
3. Cukup kompeten
4. 12,51–18,75
Kompeten
5. 18,76–25
6. Sangat kompeten

7. Kriteria penilaian
a. Bobot nilai per soal:
8. Pilihan ganda : 2
Suplai jawaban : 3
9.
b. Cara penilaian:
10. Skor minimum : 0 × 10 = 0
Skor maksimum : (2 × 5) + (3 × 5)
11. = 25
12. Kategori penilaian : 4
25 − 0
Rentangan nilai : = 6,25
13. 4

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

34 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)


Lembar Penilaian Pengamatan Proses

Perilaku Siswa

Ketuntasan
Ketuntasan

Indikator
Nilai
Nomor Nomor Nama 1 2 3 4 5 Ketuntasan
Induk Kompetensi
Ya Tidak
Nilai Ket. Nilai Ket. Nilai Ket. Nilai Ket. Nilai Ket.
1. 60%
2. 60%
3. 60%
4. 60%
5. 60%
6. 60%
7. 60%
8. 60%
9. 60%
10. 60%
11. 60%
12. 60%
13. 60%
14. 60%
15. 60%
16. 60%
17. 60%
18. 60%
19. 60%
20. 60%
21. 60%
22. 60%
23. 60%
24. 60%
25. 60%
26. 60%
27. 60%
28. 60%
29. 60%
30. 60%
31. 60%
32. 60%
33. 60%
34. 60%
35. 60%
36. 60%
37. 60%
38. 60%
39. 60%
40. 60%

Catatan: Kolom keterangan pada indikator diisi tuntas atau tidak.


Kolom nilai ketuntasan kompetensi diisi nilai pada indikator kompetensi paling rendah.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 35


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit
Indikator : Gejala alam yang terjadi di lingkungan sekitar diidentifikasi dengan benar (contoh:
peristiwa siang-malam, pelangi, tsunami, gempa, dan bencana).
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan tentang pengertian tata koordinat bumi.
2. Siswa dapat menentukan posisi suatu tempat berdasarkan data tata koordinat
bumi.
3. Siswa dapat menjelaskan pengertian penelitian ilmiah.
Materi Pembelajaran : Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi
Kegiatan Pembelajaran : 1
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 1,A.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan kegiatan 1 secara berkelompok Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2,
Subkompetensi 1.
3. Penutup
Penilaian : Penugasan
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

36 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Lembar Penilaian Sikap Diskusi Kegiatan 1
Perilaku Siswa

Nomor Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Keterangan
Induk
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. 4–7
Kurang
2.
8– 0
3. Cukup
4. 11–13
Baik
5. 14–16
6. Sangat baik

7. Cara penilaian
Kriteria penilaian: 4
8. Skor minimum:
9. 4×1=4
Skor maksimum:
10. 4 × 4 = 16
11. Rentangan nilai:
16 − 4
=3
12. 4

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 37


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 4 × 45 menit
Indikator : Gejala alam yang terjadi di lingkungan sekitar diidentifikasi dengan benar (contoh
peristiwa siang-malam, pelangi, tsunami, gempa, dan bencana).
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan tentang pengertian rotasi bumi.
2. Siswa dapat menjelaskan akibat terjadinya rotasi bumi.
3. Siswa dapat menghitung ekuivalensi waktu antarzona waktu yang ada di dunia.
4. Siswa dapat menentukan perbedaan waktu siang-malam antarbujur yang berbeda.
5. Siswa dapat menjelaskan peristiwa pembelokan arah angin di daerah lintang
tertentu.
Materi Pembelajaran : Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi
Kegiatan Pembelajaran : 2–3
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 1.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan tugas Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 1.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 1
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a (rotasi)
2. Jawaban: b (08.00)
3. Jawaban: c (semu harian)
4. Jawaban: b (pengembungan di kutub bumi)
5. Jawaban: b (2 jam)
6. Jawaban: c (120 o BT)
7. Jawaban: c (23 jam 56 menit)
8. Jawaban: a (4)
9. Jawaban: c (Greenwich)
10. Jawaban: a (Bali)

38 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


B. Uraian
1. Jawaban:
Peredaran semu adalah peredaran benda langit yang sebetulnya diam, tetapi ketika diamati
dari benda yang bergerak sungguhan benda tersebut menjadi terlihat bergerak/beredar.
2. Jawaban:
Akibatnya benda yang berada di permukaan bumi akan menabrak partikel udara. Kemungkinan
besar benda-benda di permukaan menjadi mudah pecah atau roboh, sebab kecepatan rotasi
bumi cukup tinggi.
3. Jawaban:
Dengan mengamati gerakan semu benda-benda langit, di mana gerak benda langit bersifat
berlawanan arah dengan arah rotasi bumi, sebagaimana ketika kita melihat gerakan semu
benda-benda diam yang terdapat di tepi jalan, ketika kita sedang berada di kendaraan yang
sedang melaju.
4. Jawaban:
Karena selisih garis bujur antara daerah WIB dengan daerah WITA sebesar 15o, sedangkan
bumi berotasi (berputar sejauh 360o) 24 jam sekali.
5. Jawaban:
a. Adanya peristiwa siang dan malam, di mana pergantian siang-malam dimulai dari garis
bujur 180o (1/2 bujur bumi).
b. Perbedaan waktu, di mana bujur bumi ini dibagi menjadi 24 jam ( 1 jam tiap 15o bujur).
c. Pembelokan arah angin, dimana udara bergerak searah dengan rotasi bumi, sehingga
angin dari kutub utara akan membelok ke timur, demikian juga angin dari kutub selatan
juga membelok ke arah timur.
d. Penggembungan di daerah katulistiwa. Penggembungan ini sebagai dampak putaran
dan tekanan inti bumi yang keadaannya lebih lunak (encer) dibandingkan bagian mantel
atau kerak.
3. Penutup
Penilaian : Penugasan
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 39


Lembar Penilaian Kegiatan 3
Aspek Penilaian

Persiapan Pelaksanaan Laporan

Penggunaan Alat
Persiapan Alat

Lembar Kerja
Nomor Skor Keterangan

Pengerjaan
Nomor Nama

Perakitan

Performa
Finishing
Induk

Ukuran
Bahan
Sikap
1. 10–20
Kurang kompeten
2.
21–30
3. Cukup kompeten
4. 31–40
5. Kompeten
14–16
6.
Sangat kompeten
7.
Cara penilaian
8.
Kriteria penilaian: 4
9. Skor minimum : 0 × 15 = 0
10. Skor maksimum : (2 × 10) + (4 × 5) = 40
40 − 0
11. Rentangan nilai : = 10
4
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

40 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 1

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5

1. 0–10
Kurang kompeten
2.
11–20
3. Cukup kompeten
4. 21–30
Kompeten
5. 31–40
6. Sangat kompeten

7. Cara penilaian
Kriteria penilaian: 4
8. Skor minimum:
9. 0 × 15 = 0
Skor maksimum:
10. (2 × 10) + (4 × 5) = 40
11. Rentangan nilai:
40 − 0
= 10
12. 4

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 41


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 4 × 45 menit
Indikator : Gejala alam yang terjadi di lingkungan sekitar diidentifikasi dengan benar (contoh
peristiwa siang-malam, pelangi, tsunami, gempa, dan bencana).
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan tentang pengertian revolusi bumi.
2. Siswa dapat menjelaskan akibat revolusi bumi.
3. Siswa dapat menjelaskan terjadinya perbedaan musim di dunia.
4. Siswa dapat menjelaskan perhitungan tarikh matahari.
Materi Pembelajaran : Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi
Kegiatan Pembelajaran : 4–5
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 1, C.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan tugas Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 2.
3. Penutup
Penilaian : Penugasan
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

42 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 6 × 45 menit; Praktik 2 × 45 menit
Indikator : Gejala alam yang terjadi di lingkungan sekitar diidentifikasi dengan benar (contoh
peristiwa siang-malam, pelangi, tsunami, gempa, dan bencana).
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan tentang lapisan-lapisan bumi dengan benar.
2. Siswa dapat menjelaskan gejala tektonisme dan vulkanisme dengan benar.
3. Siswa dapat menunjukkan garis lempeng yang melingkupi negara Indonesia
dengan benar.
4. Siswa dapat menjelaskan akibat dari gejala tektonisme, vulkanisme, dan tenaga
eksogen.
5. Siswa dapat menjelaskan tentang perubahan cuaca.
Materi Pembelajaran : Gejala-Gejala Alam
Kegiatan Pembelajaran : 9
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 2.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan tugas (kegiatan tiga, empat, dan lima) Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2,
Subkompetensi 2.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 2
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a (inti bumi)
2. Jawaban: d (angka geotermis)
3. Jawaban: b (panas bumi)
4. Jawaban: c (penghunjaman)
5. Jawaban: e (tektonisme)
6. Jawaban: d (divergensi)
7. Jawaban: b (ekstrusi magma)
8. Jawaban: a (sesar)
9. Jawaban: e (iklim)
10. Jawaban: c (gunung)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 43


B. Uraian
1. Jawaban:
Tenaga alam yang berada atau berasal di luar/permukaan bumi.
2. Jawaban:
Tenaga eksogen menimbulkan gejala pelapukan, pengikisan, pengangkutan, dan pengen-
dapan.
3. Jawaban:
Akibat arah pergeseran yang tidak sama, terjadi tiga jenis batas pertemuan (perbatasan)
antara lempeng-lempeng yaitu:
a. dua lempeng saling menjauhi (divergent-junctions),
b. dua lempeng saling bertumbukan (subduction zone), dan
c. dua lempeng saling berpapasan (transform fault).
4. Jawaban:
Lembah retak merupakan lembah luas yang terbentuk sepanjang garis pemisah dua atau
lebih lempeng benua. Lembah retak juga terdapat di puncak pematang tengah samudra.
Proses pembentukan lembah retak terjadi melalui beberapa tahapan.
Gejolak pertama, magma panas yang dihasilkan oleh selubung naik menembus kerak.
Akibatnya, permukaan tanah memuai dan melengkung ke luar. Magma terus mengalir ke
luar sehingga kerak membengkak menjadi kubah. Selama berjuta-juta tahun, kubah itu
meregang dan melemah sampai patah-patah. Sewaktu kerak pecah, timbul sesar terbuka
dan bongkahan-bongkahan kerak ambles, sehingga memungkinkan meletusnya gunung
api. Retakan semakin banyak sehingga menambah saluran bagi keluarnya magma.
5. Jawaban:
Singkapan lapisan-lapisan kerak bumi yang bergelombang, ada bagian yang naik dan ada
bagian yang turun. Pada bagian lipatan yang turun dinamakan siklin, dan yang terangkat
dinamakan antiklin.
6. Jawaban:
Sejarah singkat proses terbentuknya bumi terjadi ketika butir-butir debu dalam cakram awan
di sekitar matahari saling melekat. Partikel-partikel ini menggumpal menjadi badan yang
lebih besar. Badan yang besar ini kemudian bertabrakan dan membentuk benda-benda
berukuran planet.
Sisa-sisa dari awan asli berjatuhan ke dunia yang masih muda. Energi dari bahan yang jatuh
ini, bersama dengan pemanasan yang terjadi akibat pelapukan radioaktif, menyebabkan
melelehnya bumi. Sebagai akibat pelelehan ini, bahan-bahan yang mampat, terutama besi-
tenggelam ke pusat planet itu dan menjadi intinya.
Seluruh permukaan bumi tertutup oleh lautan batuan yang meleleh. Bahan-bahan yang lebih
ringan seperti uap air dan karbondioksida beralih ke luar dan membentuk atmosfer.
Pada awal sejarah bumi, beberapa lapisan utama memisah, atau berdiferensiasi, di dalam
planet itu. Mula-mula panas yang dihasilkan oleh tabrakan-tabrakan planetoid membuat
seluruh planet tetap panas dan leleh. Logam-logam yang lebih berat seperti nikel dan besi
tenggelam ke pusat dan membentuk inti berupa logam . Sewaktu planet mendingin, magma
yang mengelilingi inti mulai berdiferensiasi, dan suatu kerak tipis terbentuk pada
permukaannya.
7. Jawaban:
Penghunjaman adalah masuknya lempeng kerak ke bawah lempeng lain sewaktu terjadi
tabrakan). Pembalikan relief adalah peristiwa siklin menjadi puncak gunung dan antiklin
menjadi lembah.
8. Jawaban:
Tektonisme ialah peristiwa pergeseran dan perubahan letak kerak bumi dalam skala besar,
meliputi lipatan, patahan dan lempeng tektonik. Lembah retak merupakan lembah luas
yang terbentuk sepanjang garis pemisah dua atau lebih lempeng benua. Sesar adalah
retakan pada kerak bumi tempat terjadi gerakan.
9. Jawaban:
Gunung api tipe ladu pijar, berciri letusan bertekanan rendah menimbulkan awan magma
yang runtuh, lalu mengalir deras menuruni gunung.

44 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


10. Jawaban:
Dua lempeng saling bertumbukan (subduction zone). Jadi di daerah pertumbukan dua
lempeng bisa terjadi fenomena:
a. lempeng dasar samudra menunjam ke bawah benua,
b. terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu,
c. pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan,
d. terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi,
e. merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam,
f. penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng, serta
g. timbunan sedimen campuran.
11. Jawaban:
Sumber air panas terjadi manakala air sungai dalam tanah melewati daerah magma
(kantong magma) baik yang terdapat pada daerah gunung berapi aktif maupun yang sudah
mati.
12. Jawaban:
Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke
lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi. Erupsi adalah proses
keluarnya magma melalui diatrema dan menyusup ke permukaan bumi. Tenaga dorong
erupsi adalah gas magmatik. Efusif adalah erupsi berupa leleran. Eksplosif adalah erupsi
berupa ledakan. Pada erupsi eksplosif terjadi semburan butiran magma yang kemudian
menjadi padat dan dinamakan eflata atau piroklastika.
13. Jawaban:
Geiser ditenagai oleh sejenis gaya yang membuat gunung api meletus. Pada siklus air, air
tanah ini berasal dari rembesan air hujan yang masuk ke tanah melalui celah bebatuan.
Dengan panas yang dialihkan dari magma ke batuan mengubah air tanah menjadi uap
bertekanan, mendesisi ke atas melalui retakan tempat yang keraknya sangat tipis (tidak
lebih 3–5 km), secara berkala uap panas itu menyembur dari permukaan tanah ke angkasa.
14. Jawaban:
Sumber gas (ekhalasi) yang disebut fumarol, misalnya mofet (mengeluarkan gas racun CO,
CO2); solfator (mengeluarkan gas H2S). Gas ini biasanya keluar bersama uap air yang
bersuhu tinggi sehingga bisa dimanfaatkan menjadi PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi) seperti di Kamojang dan Dieng.
15. Jawaban:
Hujan di daerah beriklim lembab atau salju di daerah beriklim dingin berasal dari uap air yang
mengalami penurunan suhu sampai titik embun atau titik beku. Proses pengembunan atau
kondensasi uap air pada umumnya terjadi apabila massa udara yang banyak mengandung
uap air naik ke lapisan yang lebih tinggi. Pengembunan itu didukung oleh inti kondensasi
terjadi dari partikel padat yang berada di atmosfer.
3. Penutup
Penilaian : Penugasan
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 45


Lembar Penilaian Sikap Diskusi Kegiatan 4, 5, dan 6
Perilaku Siswa

Nomor Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Keterangan
Induk
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. 4–7
Kurang
2.
8– 0
3. Cukup
4. 11–13
Baik
5. 14–16
6. Sangat baik

7. Cara penilaian
Kriteria penilaian: 4
8. Skor minimum:
9. 4×1=4
Skor maksimum:
10. 4 × 4 = 16
11. Rentangan nilai:
16 − 4
=3
12. 4

13. Bobot nilai


1 : kurang
14. 2 : cukup
15. 3 : baik
4 : sangat baik
16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

46 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 2

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

No. Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1. 0–25
Kurang kompeten
2.
26–50
3. Cukup kompeten
4. 51–75
Kompeten
5. 76–100
6. Sangat kompeten

7. Cara penilaian
• Kriteria penilaian: 4
8.
• Bobot nilai masing-
9. masing soal:
4 : suplai jawaban
10. benar
11. 4 : pilihan benar
0 : jawaban/
12. pilihan salah
13. • Nilai minimum: 0
• Nilai maksimum: 100
14.
• Rentangan nilai:
15. 100 − 0
= 25
4
16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 47


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 6 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit
Indikator : 1. Faktor-faktor terjadinya bencana alam dijelaskan dengan benar.
2. Pengetahuan tentang antisipasi akibat dari bencana alam diidentifikasi dengan
benar.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan macam-macam penyebab terjadinya gempa bumi
dengan benar.
2. Siswa dapat menjelaskan tanda-tanda sebelum dan pada saat terjadinya
bencana alam dengan benar.
3. Siswa dapat menjelaskan gejala-gejala yang terjadi sesuai dengan skala gempa,
terhadap informasi gempa yang tidak dialaminya.
4. Siswa dapat menjelaskan tindakan antisipasi gempa dan penanganan korban
pascagempa dengan benar.
Materi Pembelajaran : Gempa Bumi dan Antisipasi Gempa
Kegiatan Pembelajaran : 10–14
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 3.
b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.
c. Siswa mengerjakan kegiatan Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 3.
d. Guru mengevaluasi kinerja siswa dari proses ke proses selama menyelesaikan tugas kelompoknya.
e. Siswa mengerjakan Evaluasi Kompetensi 2, Subkompetensi 3.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 3
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c (gempa tektonik)
2. Jawaban: c (fokus)
3. Jawaban: c (kerak)
4. Jawaban: c (terbentuk pancuran lava)
5. Jawaban: b (adanya gerakan lempeng bumi)
6. Jawaban: c (permukaan)
7. Jawaban: d (lava adalah magma yang mencapai keluar permukaan)
8. Jawaban: a ((1) dan (3))
9. Jawaban: d (mantel)

48 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


10. Jawaban: a (tidak menunjukkan adanya aktivitas)
11. Jawaban: d (endogen)
12. Jawaban: d (gempa bumi)
13. Jawaban: b (revolusi bumi)
14. Jawaban: c (eksarasi)
15. Jawaban: a (beku)

B. Uraian
1. Jawaban:
Cincin api adalah suatu lintasan deretan gunung berapi. Proses terbentuknya cincin api ini
sangat erat hubungannya dengan daerah pertemuan dari dua lempeng yang saling menekan
dan menimbulkan deretan gunung berapi. Akibatnya daerah yang dilewati cincin api sering
terjadi gempa tektonik maupun vulkanik.
2. Jawaban:
Secara geografis, Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng utama, yaitu lempeng
Hindia atau Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara, dan Lempeng Pasifik di
sebelah Timur.
3. Jawaban:
– Melindungi kepala dan badan dari benda-benda keras, seperti eternit, lampu, dan lain-
lain dengan bersembunyi di bawah meja yang kuat.
– Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan.
– Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa, jika terjebak dalam lift, hubungi manager
gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
– Ambil dan gunakan telepon seluler untuk berkomunikasi, jangan menggunakan telepon
kabel.
4. Jawaban:
Getaran pertama yang mencapai seismograf adalah gelombang kompresi atau gelombang
primer (P). Gelombang berikut yang sampai atau gelombang sekunder (S), berupa
gelombang geser. Gelombang S merambat menembus batuan dengan gerakan naik turun.
5. Jawaban:
Sebagian besar tsunami disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik di dasar samudra
sehingga saling menghunjam. Akibat hunjaman itu sebuah bongkahan dari dasar samudra
tiba-tiba terdorong ke atas, atau tiba-tiba turun. Akibatnya air laut tiba-tiba terdorong ke atas
atau tiba-tiba tersedot turun. Gerakan vertikal pada lempeng ini mengakibatkan gangguan
kesetimbangan air yang ada di atasnya. Hal ini menyebabkan aliran energi laut yang ketika
di tepi pantai menjadi gelombang besar yang memindahkan sejumlah besar air laut ke
daratan/pantai.
3. Penutup
Penilaian : Penugasan
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 49


Lembar Penilaian Kegiatan 8
Perilaku Siswa

Nomor Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Keterangan
Induk
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. 4–7
Kurang
2.
8– 0
3. Cukup
4. 11–13
Baik
5. 14–16
6. Sangat baik

7. Cara penilaian
Kriteria penilaian: 4
8. Skor minimum:
9. 4×1=4
Skor maksimum:
10. 4 × 4 = 16
11. Rentangan nilai:
16 − 4
=3
12. 4

13. Bobot nilai


1 : kurang
14. 2 : cukup
15. 3 : baik
4 : sangat baik
16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

50 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 3

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

No. Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5

1. 0–25
Kurang kompeten
2.
26–50
3. Cukup kompeten
4. 51–75
Kompeten
5. 76–100
6. Sangat kompeten

7. Cara penilaian
• Bobot nilai masing-
8. masing soal:
9. 4 : suplai jawaban
benar
10. 4 : pilihan benar
11. 0 : jawaban/
pilihan salah
12.
• Kriteria penilaian: 4
13. • Nilai minimum: 0
• Nilai maksimum:
14. (2 × 15) + (4 × 5) = 50
15. • Rentangan nilai:
50 − 0
= 12,5
16. 4

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 51


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 4 × 45 menit; Praktik 2 × 45 menit
Indikator : 1. Faktor-faktor terjadinya bencana alam (tsunami) dijelaskan dengan benar.
2. Pengetahuan tentang antisipasi akibat dari bencana alam diidentifikasi dengan
benar.
Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan macam-macam penyebab terjadinya tsunami dengan
benar.
2. Siswa dapat menjelaskan tanda-tanda sebelum dan pada saat terjadinya
tsunami dengan benar.
3. Siswa dapat menjelaskan tindakan antisipasi dan penanganan korban pasca
tsunami dengan benar.
Materi Pembelajaran : Tsunami
Kegiatan Pembelajaran : 15–17
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 4.
b. Siswa mengerjakan kegiatan Buku IPA SMK Kelas X, Kompetensi 2, Subkompetensi 4.
c. Guru mengevaluasi kinerja siswa dari proses ke proses selama menyelesaikan tugas kelompknya.
d. Siswa mengerjakan Evaluasi Kompetensi 2, Subkompetensi 4.
Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 4
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e (gelombang tsunami lepas pantai tidak lebih lebih besar dari gelombang
normal, tetapi lebih cepat)
2. Jawaban: e (dengan kecanggihan tehnologi terjadinya tsunami dapat diramalkan dengan
tepat)
3. Jawaban: b (pantai yang landai dan padat penduduk)
4. Jawaban: c ((1), (3) dan (4))
5. Jawaban: a (kepala BMG)

52 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


B. Uraian
1. Jawaban:
Gempa tektonik disebabkan oleh aktivitas kerak bumi, gempa vulkanik disebabkan oleh
aktivitas kegunungapian, tsunami adalah ombak yang sangat besar (tinggi) yang terjadi di
daerah pantai/pelabuhan.
2. Jawaban:
Gempa bumi, tanah (palung samudra) longsor, dan gunung meletus.
3. Jawaban:
Secara geografis, Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng utama, yaitu lempeng
Hindia atau Indo-Australia di selatan yang bergerak relatif ke utara-timur dengan pergeseran
7 cm/tahun; Lempeng Eurasia di utara yang bergerak relatif 9 cm/tahun ; dan Lempeng
Pasifik di sebelah Timur yang bergerak relatif ke barat dengan pergerakan 11 cm/tahun.
Lempeng Indo-Australia yang berada di bawah Samudra Hindia menukik masuk ke bagian
bawah lempeng benua Eurasia. Jadi jika di daerah pertemuan lempeng tadi terjadi gempa
bumi dasyat ( lebih dari 6,5 SR) besar kemungkinan terjadinya tsunami.
4. Jawaban:
Aceh, Pangandaran, Nias, Kepulauan Seram, Kepulauan Mentawai, Sumatra utara, Laut
Banda, Simeulue, Papua, Alor.
5. Jawaban:
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko ancaman tsunami adalah
sebagai berikut:
a. Membangun sistem peringatan dini (Early Warning System). Alat peringatan dini
bencana tsunami ini sebenarnya sederhana saja, yaitu suatu stasiun pasut (pasang
surut air laut) yang dihubungkan dengan pusat pengolah data yang bisa membunyikan
bel tanda bahaya saat permukaan air laut tidak normal.
b. Relokalisasi penduduk yang terancam bahaya tsunami (Population of Risk).
c. Membuat Jalur evakuasi dan persedian lahan ( Evacuation of Route dan Emergency
Shelter).
d. Membentuk tim penanganan bencana Tsunami (Disaster Management dan Disaster
Assessment).
e. Membentuk instrumen informasi dan komunikasi.
3. Penutup
Penilaian : 1. Penugasan
2. Pengamatan proses
3. Produk
4. Tes tertulis
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 53


Lembar Penilaian Tertulis Evaluasi Subkompetensi 4

Pilihan Ganda Suplai Jawaban

Nomor Nomor Nama Nomor Soal Nomor Soal Σ Skor Keterangan


Induk
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1. 0–25
Kurang kompeten
2.
26–50
3. Cukup kompeten
4. 51–75
Kompeten
5. 76–100
6. Sangat kompeten

7. Kriteria penilaian
a. Bobot nilai masing-masing soal:
8. 8 : pilihan benar
12 : suplai jawaban benar
9.
0 : suplai atau jawaban salah
10. b. Cara penilaian:
Kategori penilaian : 4
11. Nilai minimum : 0 × 10 = 0
12. Nilai maksimum : (8 × 5) + (12 × 5) = 100
25 − 0
Rentangan nilai : = 6,25
13. 4

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

54 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Semester II)

Nama Sekolah : SMK . . .


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : X/II
Standar Kompetensi : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kode Kompetensi : A.2
Alokasi Waktu : 36 × 45 menit

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi
gejala alam abiotik.
Durasi Pembelajaran : Teori 2 × 45 menit.
Indikator : Soal evaluasi kompetensi komprehensif dikerjakan dengan baik dan benar.
Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat mengerjakan soal evaluasi kompetensi komprehensif dengan skor
minimal 70%.
Materi Pembelajaran : 1. Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi
2. Gejala-Gejala Alam
3. Gempa Bumi dan Antisipasi Gempa
4. Tsunami
Kegiatan Pembelajaran : 18
1. Pembuka:
Apersepsi/memotivasi siswa.
2. Inti:
a. Siswa mengikuti Evaluasi kompetensi komprehensif kompetensi 2, semester II.
b. Siswa yang sudah mengikuti Evaluasi kompetensi komprehensif kompetensi 2, dengan skor kurang
dari 70% diberi tugas untuk mempelajari materi sambil dibantu guru atau siswa yang lebih mampu.
c. Siswa yang sudah mengikuti Evaluasi kompetensi komprehensif kompetensi 2, dengan skor minimal
70% diberi tugas kelompok untuk pendalaman materi.
d. Evaluasi Kompetensi
Kunci Jawaban
A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d (merumuskan masalah)
2. Jawaban: b (melakukan olah data)
3. Jawaban: d (hipotesa)
4. Jawaban: b (mau menerima pendapat orang lain)
5. Jawaban: b (Apakah pembangunan permukiman baru dapat menyebabkan banjir di Kota
A?)
6. Jawaban: b (kuantitatif)
7. Jawaban: c (Apakah pembuangan sampah sembarangan merupakan penyebab terjadinya
banjir di kotaku?)
8. Jawaban: c (tinggi badan siswa satu kelas)
9. Jawaban: d (Ada hubungan antara meningkatnya populasi nyamuk dengan kebersihan
kota.)
10. Jawaban: a (hipotesis komparatif)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 55


11. Jawaban: b (jenis pakan)
12. Jawaban: e (abstraksi)
13. Jawaban: d (pembaca dapat memahami dengan jelas atau telah dilakukan peneliti, tujuan
dan hasilnya)
14. Jawaban: b (memperjelas penyampaian hasil penelitian)
15. Jawaban: b (diagram batang)
16. Jawaban: b (revolusi)
17. Jawaban: b (06.00)
18. Jawaban: Tidak ada
19. Jawaban: b (hari Minggu jam 22.00)
20. Jawaban: a (0°)
21. Jawaban: b (panas bumi)
22. Jawaban: e (tektonisme)
23. Jawaban: b (cuaca harian)
24. Jawaban: c (gempa tektonik)
25. Jawaban: d munculnya energi yang dilepaskan)
26. Jawaban: d (lava adalah magma yang keluar ke permukaan)
27. Jawaban: d (gempa bumi)
28. Tidak ada soal.
29. Jawaban: e (dengan kecanggihan teknologi, terjadinya tsunami dapat diramalkan dengan
tepat)
30. Jawaban: b (pantai yang landai dan padat penduduk)

B. Uraian
1. Jawaban:
Adanya peredaran semu matahari mengakibatkan perbedaan panjang siang dengan
panjang malam hari. Pada tanggal 21 Juni, matahari berada pada garis balik utara.
Akibatnya belahan bumi utara mengalami siang hari lebih panjang daripada malam hari.
Sedangkan pada tanggal 22 desember, matahari beredar di garis balik selatan. Siang hari
daerah belahan bumi utara menjadi lebih pendek daripada malam hari.
2. Jawaban:
Tenaga endogen adalah hal-hal yang terjadi di luar permukaan bumi yang memengaruhi
lapisan litosfer. Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme, dan gempa. Tenaga
endogen mengakibatkan perubahan-perubahan pada lapisan litosfer bumi.
3. Jawaban:
Penghunjaman relief adalah terjadinya tabrakan antara dua lempeng bumi sehingga sisi
salah satu lempeng menghunjam ke bawah lempeng lainnya. Akibatnya, sisi lempeng itu
luluh karena tingginya panas selubung.
4. Jawaban:
Ketika gempa besar terjadi di lautan, sebaiknya lakukan hal-hal berikut.
a. Segera pergi ke kawasan lebih tinggi. Jauhi pantai, tepi laut, sungai, dan aliran air yang
bermuara ke laut.
b. Jangan pergi ke pantai untuk menyaksikan tsunami.
c. Naik ke tingkat atas bangunan tinggi yang ada di pantai.
d. Jangan berada dalam rumah atau bangunan kecil jika ada peringatan kemunculan
tsunami.
e. Jika berada dalam perahu, jangan balik ke pangkalan dulu.

56 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


5. Jawaban:
Sebagian besar tsunami disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik di dasar samudra.
Akibat hunjaman itu, sebuah bongkahan dari dasar samudra tiba-tiba terdorong ke atas,
atau tiba-tiba turun. Akibatnya, air laut terdorong ke atas atau tersedot turun. Gerakan
vertikal pada lempeng ini mengakibatkan gangguan kesetimbangan air yang ada di atasnya.
Terjadilah gelombang besar yang memindahkan sejumlah besar air laut ke daratan.
6. Jawaban:
Hipotesis adalah dugaan sementara yang dirumuskan sebagai jawaban dari masalah yang
dikemukakan peneliti. Hipotesis perlu dirumuskan karena bermanfaat untuk membantu
peneliti dalam mengidentifikasi variabel-variabel penelitiannya.
7. Jawaban:
Variabel bebas adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain.
Variabel tergantung adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
8. Jawaban:
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan instrumen penelitian:
a. dana yang tersedia untuk melakukan penelitian;
b. waktu yang dimiliki peneliti untuk mengumpulkan data dan mengolah data;
c. tenaga yang diperlukan untuk melakukan penelitian.
9. Jawaban:
Langkah-langkah pengolahan data hasil penelitian adalah memilah data, kontrol kualitas
data, mengikhtisarkan data, analisis data, dan visualisasi hasil penelitian.
10. Jawaban:
Hasil penelitian perlu ditulis menjadi tulisan ilmiah karena memungkinkan orang lain
mengetahui hasil penelitian tadi. Dengan mengkaji tulisan ilmiah tersebut, orang lain dapat
memberikan tanggapannya. Tulisan ilmiah tentang hasil penelitian juga dapat membantu
orang yang sedang menyelesaikan tugas ilmiahnya.
3. Penutup
Penilaian : Tes tertulis
Sumber Belajar : Buku IPA SMK Kelas X

......................................
Mengetahui
Guru Mata Pelajaran IPA Kepala Sekolah

(......................................) (......................................)

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 57


Lembar Penilaian Tertulis Latihan Ulangan Kenaikan Kelas

Pilihan Ganda Suplai Jawaban


Nomor
Nomor Induk Nama
Pilihan Skor Jawaban Skor Σ Skor Keterangan
Benar Benar

1. 0–25
Kurang kompeten
2.
26–50
3. Cukup kompeten
4. 51–75
Kompeten
5. 76–100
6. Sangat kompeten

7. Kriteria penilaian
a. Bobot nilai personal:
8. Pilihan ganda : 2
Suplai jawaban : 4
9. b. Cara penilaian:
10. Skor minimum : 0 × 40 = 0
Skor maksimum : (2 × 30) + (4 × 10) = 100
11. Kategori penilaian : 4
100 − 0
12. Rentangan nilai : = 25
4

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

58 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)


Rekapitulasi Ketuntasan Kompetensi Dasar Semester II

Indikator dan Ketuntasan Per Subkompetensi

Ketuntasan
Ketuntasan

Indikator
Nilai
Nomor Nomor Nama 1 2 3 4 Ketuntasan
Induk Kompetensi
Ya Tidak
Nilai Ket. Nilai Ket. Nilai Ket. Nilai Ket.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

Catatan: Kolom keterangan pada indikator diisi tuntas atau tidak.


Kolom nilai ketuntasan kompetensi diisi nilai pada indikator kompetensi paling rendah.

Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X 59


Balitbang Depdiknas. 2006. Model Penilaian Kelas Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Pusat Kurikulum.
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22
tentang Standar Isi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK. Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah.
Maier, Dave. 2002. The Acclerated Learning. Bandung: Kaifa.
Porter, Bobbi de dan Mike Hernacki (Terjemahan). 2001. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan
Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Sutanto, Purwo dan Yuli Pratomo Akhadi. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X. Klaten: Saka Mitra Kompetensi.
www.dikmenjur.net
www.kompasonline.com
www.ktiguru.org
www.progiptek.ristek.go.id
www.puskur.net

60 Daftar Pustaka