Anda di halaman 1dari 64

Buku Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam

XI

SMK/MAK

Penyusun:

Tim Penyusun

Editor:

Ani Susanti, S.Si. Arin Nurfida, S.Pd. Drs. Tokhibin Sunaji, S.Pd. Ir. Widyasworo Hidayati

Ilustrator:

Daniel Endro

Jumiyo

PC. Krisdiyanto

Desainer kover:

Sugiyanta

Perwajahan:

Haryadi Isti Nur Chasanah Titik Nur Hadiningsih

Kontrol Kualitas:

Hadi Karyanto

Pemimpin Produksi:

M. Mukti Aji

Copyright © 2008 by Penyusun and Saka Mitra Kompetensi No part of this publication may
Copyright © 2008 by Penyusun and Saka Mitra Kompetensi
No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted, in any form or by any means,
electronic, mechanical, photocopying, recording, or otherwise, without prior written permission of the publisher.
© Hak cipta dilindungi undang-undang, 2008 pada Penyusun dan hak penerbitan pada Saka Mitra Kompetensi,
Anggota IKAPI Nomor: 080/JTE/05, Nomor Kode Penerbitan: 205.
Dilarang mencetak ulang, menyimpan dalam sistem retrival, atau memindahkan dalam bentuk apa pun dan dengan cara
bagaimanapun, elektronik, mekanik, fotokopi, rekaman, dan sebagainya, tanpa izin tertulis dari penerbit.
Kode file: PG-lPA Kelas XI/Teks.
Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kotak Pos 246, Klaten 57438, Indonesia,
Telp. (0272) 321641, Fax (0272) 322607
e-mail: smk@sakamitra.com

Dicetak oleh: PT Macanan Jaya Cemerlang, Kotak Pos 181, Klaten 57438, Indonesia (isi di luar tanggung jawab percetakan).

Belajar merupakan sebuah proses dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu untuk memberikan sebuah penilaian hendaknya memerhatikan proses. Proses mendapatkan sebuah pengetahuan sangat penting. Pada proses ini siswa dilatih tidak hanya mengandalkan kemampuan intelegensi, tetapi juga kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan bagian penting dalam kehidupan sebuah pemelajaran ataupun pembelajaran. Salah satu bentuk pengembangan kecerdasan emosional yaitu metode pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi meliputi pembiasaan berpikir, mengoptimalkan keterampilan, dan kebiasaan berpikir dan bertindak. Ada berbagai sarana pembelajaran berbasis kompetensi. Salah satunya penggunaan buku pelajaran yang tepat. Buku pelajaran berperan penting sebagai salah satu sumber informasi pembelajaran. Akan tetapi syarat kemampuan siswa tidak hanya mampu membaca. Lebih dari itu yaitu mengerti dan bersikap. Oleh karena itu diperlukan fasilitator pendidikan yaitu guru. Guru berperan sebagai pengantar siswa menuju sebuah kompetensi dasar pembelajaran. Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas XI menggunakan metode pembelajaran berbasis kompetensi. Atas dasar itu, maka disusun pula Buku Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas XI ini. Buku ini memuat akhir dari sebuah pembelajaran yaitu penilaian. Penilaian yang digunakan sesuai PP No.19 tentang Standar Nasional Pendidikan yaitu penilaian berbasis kelas. Ada berbagai teknik penilaian yang berbasis kelas yang semuanya diuraikan dalam buku ini agar memudahkan guru dalam menentukan kemampuan siswa secara objektif dan transparan. Kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran salah satunya ditentukan kemampuan guru. Oleh karena itu, kemampuan siswa juga merupakan bukti kemampuan guru. Semoga Bapak Ibu Guru berhasil melahirkan putra-putri terbaik bangsa dengan cara yang bijak dan adil.

Klaten, Juni 2008

Penyusun

Kata Pengantar

iii

Daftar Isi

vi

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

1

Manajemen Pembelajaran

2

Penilaian

6

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

11

Program Pembelajaran Semester I

14

Program Pembelajaran Semester II

15

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

16

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester II)

31

Daftar Pustaka

60

Salinan

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia

Nomor 22 Tahun 2006

Tentang

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Lampiran 3 :

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1.

Memahami polusi dan dampak-

1.1 Mengidentifikasi jenis limbah

nyapadamanusiadanlingkungan-

1.2 Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja

nya.

1.3 Mendeskripsikan dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan

 

1.4 Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah

Manajemen Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam termasuk mata pelajaran adaptif di sekolah menengah kejuruan, setelah

Manajemen Pembelajaran

Manajemen Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam termasuk mata pelajaran adaptif di sekolah menengah kejuruan, setelah

Ilmu Pengetahuan Alam termasuk mata pelajaran adaptif di sekolah menengah kejuruan, setelah disahkannya kurikulum KTSP 2006. Akan tetapi, proses pembelajaran tetap menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), di mana peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Manajemen pembelajaran menggunakan sistem KBK mencakup pengelolaan kelas dan sistem penilaian yang berbasis kelas.

A. Pengelolaan Kelas secara Umum

Proses kelas merupakan teknik memanajemenkan kegiatan pembelajaran dari persiapan secara umum, pengorganisasian kelas dan peserta didik, serta memotivasi peserta didik.

1. Persiapan Kelas

Proses pelaksanaan pembelajaran memerlukan persiapan yang matang agar mendapatkan hasil

yang optimal. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses pembelajaran antara lain:

a. buku atau modul pembelajaran yang relevan;

b. alat dan bahan kegiatan;

c. alat peraga dan gambar sains yang relevan;

d. alat evaluasi dan penilaian; serta

e. wadah atau tempat serta perlengkapan portofolio.

2. Pengorganisasian Kelas

Pembelajaran menggunakan sistem KBK, guru dan peserta didik dapat mengatur kondisi kelas sesuai dengan keinginan sepanjang mendukung pembelajaran. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru atau peserta didik untuk mengatur kelas sebagai berikut.

a. Memasang gambar sains dan alat peraga yang berhubungan dengan tema pembelajaran pada tempat yang mudah dilihat. Kegiatan ini akan jauh lebih menarik jika dilakukan dengan keterlibatan peserta didik.

b. Melakukan metode pembelajaran yang bervariatif. Metode yang bervariatif penting untuk menyesuaikan dengan proses dan materi dalam pembelajaran. Beberapa variasi yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran yaitu perubahan tempat duduk, model pembelajaran, dan tempat pembelajaran.

1)

Pembelajaran Dua Arah

Pembelajaran dengan metode dua arah yaitu ceramah disertai tanya jawab atau umpan balik materi. Posisi tempat duduk yang cocok dengan sistem pembelajaran ini meliputi bentuk tapal kuda dan bentuk melingkar.

Bentuk Tapal Kuda Bentuk Melingkar

Bentuk Tapal Kuda

Bentuk Tapal Kuda Bentuk Melingkar

Bentuk Melingkar

2)

Pembelajaran Kelompok

Pembelajaran kelompok secara umum digunakan untuk proses diskusi. Jumlah kelompok disesuaikan jumlah peserta didik dan materi yang didiskusikan. Beberapa variasi posisi tempat duduk yang dapat dilakukan sebagai berikut.

Bentuk tempat duduk pada saat diskusi
Bentuk tempat duduk pada saat diskusi
Bentuk tempat duduk pada saat diskusi

Bentuk tempat duduk pada saat diskusi

3)

Pembelajaran di Luar Kelas

Pembelajaran di luar kelas meliputi laboratorium dan ruang terbuka. Metode ini biasanya digunakan untuk pembelajaran eksploratif. Ruang terbuka yang dimaksud adalah tempat terbuka di dalam dan di luar lingkungan sekolah.

3. Pengorganisasian Peserta Didik

Apabila sering menggunakan metode dua arah, sedapat mungkin posisi tempat duduk diatur secara dinamis. Perubahan tempat duduk bukan berarti pemindahan kursi secara terus-menerus. Akan tetapi, dapat dilakukan dengan perubahan posisi peserta didik dalam duduk. Agar lebih adil dapat digunakan sistem pengundian untuk mendapatkan tempat duduk. Selain itu, pembagian juga diikuti peta kepandaian peserta didik. Hal ini penting untuk menghindari kebuntuan diskusi kelompok dengan anggota yang kurang pandai.

4. Memotivasi Peserta Didik

Pembelajaran sistem KBK menitikberatkan pada aktivitas peserta didik. Peserta didik yang ada pada sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini peserta didik mempunyai kecenderungan ingin diakui sebagai individu yangberpotensi.Olehkarenaitu,setiapkemampuanpeserta didik perlu motivasi untuk proses pengembangannya. Ada berbagai cara memberi motivasi pada peserta didik, tetapi ada beberapa yang patut dijadikan sebagai catatan.

a. Membuat Kontrak Belajar Membuatkontrakbelajarartinyapesertadidikdiajak membuat aturan bersama. Keterlibatan peserta didik untukikutmenentukanaturanbersamaakanmembangun nilai demokrasi dan tanggung jawab terhadap aturan.

nilai demokrasi dan tanggung jawab terhadap aturan. Pegangan Guru Ilmu Pengetahuan Alam Kelas XI 3

Akan tetapi, dengan aturan yang ada tentu terdapat sanksi bagi yang melanggarnya. Sanksi tidak perlu berat, tetapi membangun nilai moral yang bertanggung jawab. Contoh membuat kliping, mencari gambar peraga, dan memperbanyak inventarisasi kelas.

b. Membangun Hubungan yang Baik Hubunganyangbaikdalamprosespembelajaransangatmenentukankeberhasilanpembelajaran. Hubungan yang baik juga akan menimbulkan keterbukaan antara pengajar dengan peserta didik. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan yang baik. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu sebagai catatan untuk membangun hubungan baik sebagai berikut.

1)

Memperlakukan peserta didik sebagai individu yang sederajat.

2)

Memahami cara berpikir peserta didik, dinamika emosi, dan kematangan berpikir.

3)

Mengetahui hal yang menghambat kemampuan mereka untuk menyerap materi. Tidak ada

4)

salahnya sebagai pengajar bertanya pada mereka untuk mendapatkan informasi ini. Bicara yang jujur dan hindari arogansi seorang pengajar. Hal ini akan membantu kelancaran

dalam menyampaikan materi.

c. Pentingnya Keberadaan Peserta didik Setiap individu yang ada dalam ruang pembelajaran mempunyai arti yang penting. Oleh karena itu, setiap peserta didik harus terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Untuk membangkitkan keaktifan ini perlu peran pengajar yang aktif.

d. Lingkungan Kelas yang Menyenangkan Lingkungan kelas yang menyenangkan dapat membantu peserta didik lebih siap untuk terlibat proses pembelajaran. Kesiapan ini juga membantu peserta didik jauh dari sikap skeptis terhadap guru, mata pelajaran ataupun materi yang disampaikan. Dengan kondisi seperti ini penyaluran bakat dan kemampuan peserta didik akan terakumulasi secara tepat pada tempatnya. Kondisi menyenangkan tidak datang tiba-tiba, tetapi memerlukan proses dan pancingan khususnya dari pengajar. Contohnya mengawali sebuah materi dengan menyanyikan lagu, kuis, dan teka-teki yang ringan. Akan tetapi jangan melupakan kondisi akhir pembelajaran. Artinya, perlu sebuah metode penutup pembelajaran yang ringan dan memberi kesan menyenangkan. Selain kondisi di atas, terdapat pula faktor pengajar terutama penampilan. Usahakan penampilan yang eye catching, contohnya berpakaian santai pada saat memberikan materi di jam-jam akhir. Namun pada saat peserta didik masih segar, pakaian formal dan resmi tetap menjadi prioritas. Jika pembelajaran dilakukan di dalam sebuah laboratorium, pakaian yang tepat (baju praktek) tetap digunakan.

e. Memberi Kesempatan Menunjukkan Kemampuan Diri Setiap individu yang terlibat di dalam pem- belajaran menginginkan kesempatan untuk diakui dalam sebuah lingkungan. Salah satunya dengan menunjukkan kemampuan diri. Adanya kesempatan menunjukkan kemampuan membantu peserta didik untuk lebih mempersiapkan diri dalam setiap kesempatan. Secara langsung peserta didik lebih termotivasi untuk belajar keras. Oleh karena itu, berilah waktu pada peserta didik untuk menunjukkan kemampuannya. Presentasi di depan kelas, menceritakan eksplorasi materi di lapangan, dan menyelesaikan soal di papan tulis merupakan contoh menunjukkan kemampuan diri. Selain itu juga dapat dengan cara memasang nilai tiga peserta didik yang paling bagus pada dinding kelas. Hal positif yang diperoleh adalah rasadihargaidankeinginanuntukdihargaipadaindividu semakinberkembang.Polapikiriniakanmemengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran.

semakinberkembang.Polapikiriniakanmemengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran. 4 Manajemen Pembelajaran

f. Memberi Penghargaan atau Pujian Setiap manusia akan bahagia bila mendapat penghargaan atas apa yang diperjuangkannya, tidak terkecuali pada peserta didik. Penghargaan pada peserta didik akan memberi kesan diakuinya kompetensi peserta didik tersebut. Semangat peserta didik dalam belajar akan meningkat dengan adanya pengakuanberupapenghargaandanpujian.Sebaliknya, peserta didik yang tidak mempunyai kompetensi akan tersisih. Akan tetapi, peserta didik ini memerlukan motivasi yang lebih dekat terutama dari guru tanpa menyebutkan kelemahan di depan peserta didik yang lain.

menyebutkan kelemahan di depan peserta didik yang lain. Agar kondisi pembelajaran kondusif, mengakui setiap

Agar kondisi pembelajaran kondusif, mengakui setiap kemampuan dari peserta didik sekecil apa pun adalah hal yang sangat berarti bagi peserta didik. Kemampuan peserta didik ini meliputi keberanian mempresentasikan pendapatnya di depan kelas. Keberaniannya perlu dihargai walaupun apa yang disampaikan tidak sepenuhnya benar. Kesalahan yang dilakukan peserta didik perlu dianggap sebagai proses belajar untuk memperbaiki kekurangannya. Ada berbagai cara memberikan pengakuan dan penghargaan pada peserta didik. Salah satunya denganpujiankata-kata:”Hebat”,”Bagus”,atau”Mengagumkan”dapatdisampaikanuntukmemberikan penghargaan. Akan tetapi, jauh lebih menyenangkan jika berfokus pada individu peserta didik.

Contoh:

”Anung, keberanianmu patut menjadi contoh, hebat sekali!” Penghargaan ini akan lebih berkesan mendalam jika disertai dengan tepukan bahu dan menatap dengan serius pada peserta didik.

”Bagus sekali materi yang kamu presentasikan, Kusyanto!”

g. Merayakan Keberhasilan Keberhasilan kadang didapat oleh sebuah kelompok atau bahkan satu kelas. Oleh karena itu maka perlu dirayakan secara bersama agar semua merasakan keberhasilan. Merayakan sebuah keberhasilan penting artinya. Ini membangkitkan motivasi peserta didik agar mendapat keberhasilan- keberhasilan yang lain. Selain itu, peserta didik juga akan membayangkan sebuah perayaan yang akan terjadi jika keberhasilan dapat dicapai kemudian hari. Beberapa cara untuk merayakan keberhasilan yang diperoleh secara kolektif dapat dilakukan sendiri atau berpasangan antara lain sebagai berikut.

sendiri atau berpasangan antara lain sebagai berikut. 1) Bertepuk tangan dengan ritme tertentu yang menjadi

1)

Bertepuk tangan dengan ritme tertentu yang menjadi ciri kelas itu.

2)

Melakukan yel-yel yang disepakati kelas tersebut.

3)

Menepuk tangan kanan dengan tangan kanan teman sebangku (tos).

Merayakan keberhasilan merupakan cara membangun motivasi peserta didik untuk sukses, maka rayakanlah sesering mungkin dalam proses pembelajaran.

A. Pengertian

A. Pengertian Penilaian Penilaian hasil belajar dapat dilakukan oleh dua pihak. Pihak pertama penilai internal, yang

Penilaian

A. Pengertian Penilaian Penilaian hasil belajar dapat dilakukan oleh dua pihak. Pihak pertama penilai internal, yang

Penilaian hasil belajar dapat dilakukan oleh dua pihak. Pihak pertama penilai internal, yang termasuk di dalamnya adalah pendidik dalam satuan pendidikan. Pihak kedua adalah penilai eksternal, yang termasuk di dalamnya adalah pemerintah. Pemerintah melakukan penilaian terhadap peserta didik berupa ujian nasional. Maksud ujian nasional untuk mengendalikan mutu pendidikan. Salah satu teknik penilaian internal adalah penilaian kelas. Penilaian kelas dilakukan oleh pendidik atas nama satuan pendidikan untuk menilai tingkat ketercapaian kompetensi peserta didik. Penilaian ini dilakukan di kelas selama proses pembelajaran.

B. Manfaat Penilaian Kelas

Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut.

1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.

2. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.

3. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.

4. Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar.

5. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.

6. Untuk memberikan umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang baik untuk digunakan.

C. Teknik Penilaian

Proses penilaian merupakan kegiatan mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik. Ada beragam teknik untuk penilaian yang dapat digunakan, misalnya: penilaian unjuk kerja, sikap, tertulis, proyek, produk, portofolio, dan penilaian diri. Definisi dan penggunaannya masing-masing secara ringkas sebagai berikut.

1. Penilaian Unjuk Kerja

Definisi penilaian unjuk kerja adalah penilaian yang dilakukan dengan memerhatikan kegiatan peserta didik dalam melaksanakan sesuatu. Penilaian ini tepat digunakan untuk menilai tugas tertentu, seperti:

praktik di bengkel; laboratorium; dan presentasi. Ada dua cara teknik penilaian unjuk kerja yaitu menggunakan daftar cek dan skala penilaian yang mempunyai format sebagai berikut.

a. Daftar Cek (Check List) Teknik ini cocok untuk menilai peserta didik dalam jumlah besar, namun mempunyai kelemahan yaitu penilai hanya memiliki dua pilihan baik dan tidak baik, tidak ada nilai tengahnya. Adapun format penilaian daftar cek untuk presentasi sebagai berikut.

       

Penilaian

 

Nomor

Nomor

Nama

 

Aspek

   

Induk

Isi

Logika

Urutan Presentasi

Kelancaran

Penampilan

Skor

Baik

Tidak

Baik

Tidak

Baik

Tidak

Baik

Tidak

Baik

Tidak

1.

                         

2.

                         

dst.

                         

Keterangan:

Skor maksimum 10

Baik

:

skor 2

Tidak baik :

skor 0

b. Skala Penilaian (Rating Scale) Teknik penilaian dengan skala memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi peserta didik. Rentang penilaian dengan skala dimulai dari tidak kompeten hingga sangat

= cukup kompeten, 1 = kompeten, dan 2 = sangat

kompeten. Teknik penilaian ini akan lebih objektif jika dilakukan lebih dari seorang pendidik. Berikut contoh format Rating Scale untuk presentasi.

kompeten. Contohnya: 0 = tidak kompeten,

Aspek ΣΣΣΣΣ Skor Nomor Nomor Nama Isi Logika Urutan Presentasi Kelancaran Penampilan (Maksi- Induk mum
Aspek
ΣΣΣΣΣ Skor
Nomor
Nomor
Nama
Isi
Logika
Urutan Presentasi
Kelancaran
Penampilan
(Maksi-
Induk
mum 10)
0
120
120
120
120
1
2
1.
2.
dst.

Catatan:

a. Kolom skor diisi dengan angka sebagai berikut.

 

2

:

sangat kompeten

1 : kompeten

1

:

kompeten

:

cukup kompeten

0

:

tidak kompeten

2.

Penilaian Sikap

b. Penentu kriteria dapat sebagai berikut.

0–5,9

:

tidak kompeten

6–7

:

cukup kompeten

7,1–8

:

kompeten

8,1–10 : sangat kompeten

Penilaian sikap dapat dilakukan antara lain dengan cara: observasi perilaku; pertanyaan langsung; dan laporan pribadi. Akan tetapi, teknik yang paling efisien adalah teknik observasi perilaku. Berikut lembar penilaian sikap pada saat praktik di luar kelas (kegiatan 5 halaman 59).

Perilaku/Aspek Nilai Nomor Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Keterangan Induk
Perilaku/Aspek Nilai
Nomor
Nomor
Nama
Kerja Sama
Inisiatif
Sistematis
Fokus Objek
Skor
Keterangan
Induk
1234123412341234
1.
2.
dst.

Catatan:

a. Kolom aspek nilai diisi dengan tanda cek () sesuai dengan kriteria berikut.

1

2

3

4

:

:

:

:

kurang

cukup

baik

sangat baik

b. Skor merupakan jumlah dari skor masing-masing aspek perilaku.

c. Kriterian dapat dilakukan sebagai berikut.

Skor

minimum

:

4 × 1

Skor

maksimum

:

4 × 4

Kategori penilaian :

Rentangan nilai

:

4

=

=

=

4

16

3

d. Kolom keterangan dapat diisi:

Kurang

:

4–7

Cukup

:

8–10

Baik

:

11–13

Sangat baik :

14–16

3.

Penilaian Tertulis

Penilaian tertulis dilakukan dengan cara tes tertulis. Contoh tes tertulis dapat dilihat pada setiap akhir subkompetensi. Adapun rekap penilaian dapat dilakukan seperti berikut (evaluasi subkompetensi 1).

       

Pilihan Ganda

   

Suplai Jawaban

     

Nomor

Nomor

Nama

 

Nomor Soal

   

Nomor Soal

 

ΣΣΣΣΣ Skor

Keterangan

Induk

   

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

   

1.

                                     

2.

                                     

dst.

                                     
 

Peta Kesukaran Soal

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

ΣΣΣΣΣ

   

Catatan:

a. Bobot nilai masing-masing soal:

3

:

suplai jawaban benar

2

:

pilihan benar

0

:

suplai atau pilihan salah

b. Kategori penilaian ada empat:

1 :

Kurang kompeten

2 :

Cukup kompeten

3 :

Kompeten

4 :

Sangat kompeten

c. Kriteria penilaian:

Skor minimum

Skor maksimum:

:

0 × 15 = 0 (2 × 5) + (3 × 10) = 40

4. Penilaian Proyek

Kategori penilaian :

Rentangan nilai :

4

=

3

d. Kolom keterangan dapat diisi:

Kurang kompeten : 0–10 Cukup kompeten : 11–20 Kompeten : 21–30 Sangat kompeten : 31–40

e. Kolom sigma (Σ) di bawah nomor soal dapat digunakan untuk mengecek tingkat kesukaran soal. Kesukaran soal diasumsikan sebanding dengan jumlah siswa yang tidak dapat menyelesaikannya.

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian tugas atau kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Tugas atau kegiatannya bersifat investigatif sejak merencanakan, mengumpulkan data, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian produk. Contoh yang dapat dinilai dengan penilaian proyek adalah kegiatan 2 subkompetensi 2.

Mata Pelajaran :

Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Proyek :

Pengamatan Pemeliharaan Unggas

Alokasi Waktu :

Satu Semester

       

Aspek Penilaian

     

Persiapan

 

Pelaksanaan

 

Laporan

Nomor

 

Rumusan Judul

               

Nomor

Induk

Nama

Perencanaan

Sistematika

Keakuratan

Kuantitas Data

Analisis

Kesimpulan

TepatWaktu

Performansi

Presentasi

Skor

Keterangan

1.

                           

2.

                           

dst.

                           

Catatan:

a. Bobot dan kategori penilaian masing-masing aspek:

1

2

3

4

:

:

:

:

kurang baik

cukup baik

baik

baik sekali

b. Kriteria penilaian:

Skor minimum

:

10

Skor maksimum

:

40

c.

Kategori penilaian :

Rentangan nilai

Kolom keterangan dapat diisi:

Kurang baik : 10–17,5 Cukup baik : 17,6–25,1

Baik

Baik sekali : 32,8–40

4

:

=

:

25,2–32,7

7,5

5.

Penilaian Produk

Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Contoh format penilaian produk sebagai berikut. Nama Siswa/Kelompok :

 

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam Membuat Jam Matahari 4 Kali Pertemuan

Nama Produk/Proyek :

Alokasi Waktu

:

No.

Aspek

Skor 1–5

1.

Perencanaan

 

a. Persiapan alat dan bahan

 

b. Gambar kerja

 

2.

Pelaksanaan

 

a. Sikap kerja

 

b. Penggunaan alat

 

c. Bahan

 

d. Pengerjaan

 

e. Perakitan

 

f. Finishing

 

3.

Laporan

 

a. Performa

 

b. Kesesuaian ukuran

 
 

Total Skor

 

Catatan:

Skor yang diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan. Semakin lengkap jawaban, semakin tinggi skornya.

6. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkesinambungan yang didasarkan kumpulan informasi. Kumpulan informasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi yang dapat digunakan berupa karya siswa. Format penilaian portofolio untuk Ilmu Pengetahuan Alam sebagai berikut.

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam

Alokasi Waktu

:

1 Semester

Nama Siswa

:

Kelas

:

Program Keahlian :

:

Bidang Keahlian

       

Bulan

   

No.

Subkompetensi

Periode

Juli

Agustus

September

Oktober

Keterangan

1.

– Metode Ilmiah

           

– Langkah-langkah

           

penelitian

– Variasi perumusan dan pengujian hipo- tesis

           

– Rancangan

pene-

           

litian pengumpulan

dan

pengolahan

data

– Penulisan laporan ilmiah

           

Catatan:

Karya siswa sesuai subkompetensi masuk dalam daftar portofolio yang dimasukkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti penyelesaian tugasnya.

7. Penilaian Diri

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan status dan tingkat pencapaian kompetensi. Tujuan utama penilaian diri untuk memperbaiki proses pembelajaran. Hal yang perlu disampaikan kepada siswa yaitu penilaian ini tidak memengaruhi nilai akhir kompetensi. Oleh karena itu, peserta didik harus menilai diri sendiri secara jujur. Contoh format penilaian diri sebagai berikut.

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam

Alokasi Waktu

:

No.

Aspek

Tanggapan

 

Keterangan

1

0

 

1.

Metode Ilmiah

     

a. Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan

   

1

:

Paham

b. Pengertian Metode Ilmiah

   

0

:

Tidak paham

c. Penelitian Ilmiah

     

2.

dan seterusnya

     
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) A.

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan

A. Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasi. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Mata pelajaran IPA diharapkan menekankan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk menerapkan konsep IPA secara bijaksana. Mata pelajaran IPA tidak hanya berhubungan dengan bagaimana memahami alam secara sistematis, tetapi juga merupakan wahana bagi peserta didik untuk memahami diri dan alam sekitar, serta bagaimana memperlakukan alam sekitar guna menjaga kelestariannya. Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran adaptif, yang bertujuan membekali peserta didik dasar pengetahuan tentang hukum-hukum kealaman serta makhluk hidup dan tidak hidup yang menjadi dasar sekaligus syarat kemampuan, yang berfungsi menghantarkan peserta didik guna mencapai kompetensi program keahliannya. Di samping itu, mata pelajaran IPA mempersiapkan kemampuan peserta didik agar dapat mengembangkan program keahliannya pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

B. Tujuan

Mata pelajaran IPA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

1. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaanNya.

2. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep, dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam.

4. Mengembangkan pemahaman dan kemampuan IPA untuk menunjang kompetensi produktif.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran IPA meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

1. Gejala-gejala alam.

2. Polusi dan pencemaran lingkungan.

3. Ekosistem, komponen ekosistem, keseimbangan lingkungan, dan amdal.

D. Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memerhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

SMK Ilmu Pengetahuan Alam XI/1 dan 2 Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya B 64 × 45

SILABUS

:

:

:

:

:

:

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kode Kompetensi Alokasi Waktu

Sumber

Belajar

Buku Pelajar- an IPA SMK

Internet/WEB

Buku Materi

Lingkungan

Pendamping

Narasumber

Buku Pelajar- an IPA SMK

 

Internet/WEB

Lingkungan

Buku Materi

Pendamping

Narasumber

 

Alokasi Waktu

PI

PS

2(4)

2 (4)

TM

 

Penilaian

Tes

tertulis

Penilaian

proses

Tugas

 

Tes

tertulis

Penilaian

proses

Tugas

Kegiatan Pembelajaran

Diskusi dan informasi tentang pengertian limbah di lingkungan.

 

Mengelompokkan limbah organik dan anorganik berdasarkan jenis senyawanya, wujud, dan sum- bernya. Mendata dan memilah jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang.

Diskusi tentang hasil kegiatan.

Membuat karya ilmiah tentang jenis polusi, jenis polutan di ling- kungan kerja berdasarkan hasil pengamatan lingkungan kerja. Diskusi dan informasi tentang jenis-jenis polutan yang terdapat di udara, air, dan tanah pada lingkungan kerja.

 

Materi

Pembelajaran

Limbah dan

jenisnya

 

Polusi di ling- kungan kerja

 

 

Pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat aktivitas manusia yang akan meng- ganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas dideskripsikan dengan benar. Macam-macam limbah diiden- tifikasi berdasarkan sumber yang ada di lingkungan.

Pengelompokan limbah ber- dasarkan jenis senyawa dan wujudnya dilakukan dengan benar. Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dan dipilah dengan benar.

diidentifikasi berdasarkan

Jenis-jenis polusi dan polutan

jenis

tanpa daur ulang dan dengan daur ulangdidatadenganbenar.

berdasarkan jenis senyawa, wujud, dan sifatnya dilakukan dengan benar. Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan

polutan

Pengelompokan

dan

Indikator

keberadaan

lingkungan kerja

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi

jenis limbah

Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja

 

1.1

1.2

Sumber

Belajar

Buku Pela-

IPA

Internet/

WEB

Lingkungan

Buku Materi

Pendamping

Narasumber

Buku Pela-

IPA

Internet/

 

Lingkungan

Buku Materi

Pendamping

Nara sumber

 

jaran

SMK

jaran

SMK

WEB

 
 

Alokasi Waktu

PI

PS

 

(12)

(4)

(8)

 

6

2

4

TM

6

4

8

 

Penilaian

Tes Tertulis

Penilaian

Proses

Tugas

Tes Tertulis

Penilaian

Proses

Tugas

 

 

Membuat karya ilmiah tentang dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan melalui pengkajian literatur.

Diskusi dan informasi tentang dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

 

Membuat karya ilmiah tentang cara

melalui

pengkajian literatur dan kunjungan ke industri yang memiliki instalasi

 

Melakukan studi literatur untuk mencari cara membuat kompos dan kertas daur ulang. Praktik membuat kompos dari limbah alami. Praktik membuat kertas daur ulang. Membuat model penanganan limbah berdasarkan hasil studi di industri.

Diskusi dan informasi tentang penanganan limbah, pembuatan kompos, pembuatan kertas daur ulang, dan model penanganan limbah.

Kegiatan Pembelajaran

limbah

pengolahan limbah.

penanganan

 

Materi

Pembelajaran

Dampak

Polusi

terhadap

Kese hatan

Manusia dan

Lingkungan

 

Cara-Cara

Penanganan

Limbah

Cara-Cara

Pemanfaatan

Limbah

 

Pengaruh dampak polusi terhadap penurunan kua- litas hidup manusia di- deskripsikan dengan benar. Dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungannya dihubung- kan dengan fakta-fakta yang ada di lingkungan.

 

pe-

nanganan limbah sesuai

dengan sifat dan wujud

dilakukan

 

Pembuatan kompos dari limbah padat industri ber-

bahan baku/pasar/rumah tangga dilakukan dengan baik.

 

Indikator

metode

dengan benar.

Pemilihan

limbahnya

 

Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan

polusi

terhadap kese-

manusia

hatan

dan lingkungan.

 

Mendeskripsikan

me-

nangani limbah.

 

Mendeskripsikan

cara-cara meman-

faatkan limbah.

 

dampak

cara-cara

1.3

1.4

1.5

 

PROGRAM PEMBELAJARAN SEMESTER I

/ Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Kelas/Semester : SMK Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) XI/I
/
Nama Sekolah
:
Mata Pelajaran
:
Kelas/Semester
:
SMK
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
XI/I
Tahun Pelajaran
:
20
Kode
Kompetensi
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
No.
Materi Pembelajaran
T
P
123
4512
345
12
34512
3451
23
451
234
5
1.
B 2.1
I.
Mengidentifikasi Jenis-Jenis
Limbah
A.
B.
Pengetahuan limbah
Sumber dan Jenis Limbah
Evaluasi Kompetensi B 2.1
B 2.2
II.
Polusi Lingkungan
A.
B.
C.
D.
Pengertian Polusi
Polusi Udara
Polusi Air
Siklus air dan Pengolahan Air
E.
F.
Sabun dan Detergen
Polusi Tanah
Evaluasi Kompetensi B 2.2
B 2.3
III.
Dampak Polusi terhadap
Kesehatan
A.
B.
C.
D.
Dampak Polusi Air terhadap
Kesehatan Manusia
Dampak Polusi Udara
terhadap Kesehatan Manusia
Dampak Polusi Radioaktif
terhadap Kesehatan Manusia
Dampak Polusi Suara
terhadap Kesehatan Manusia
Evaluasi Kompetensi B 2.3
Ulangan Umum Semester Gasal

PROGRAM PEMBELAJARAN SEMESTER II

/ Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Kelas/Semester : SMK Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) XI/II
/
Nama Sekolah
:
Mata Pelajaran
:
Kelas/Semester
:
SMK
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
XI/II
Tahun Pelajaran
:
20
Kode
Kompetensi
Alokasi Waktu
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
No.
Materi Pembelajaran
T
P
123
4512
345
12
34512
3451
23
451
234
5
B 2.3
IV.
Dampak Polusi terhadap
Lingkungan
A.
Dampak Polusi Air terhadap
B.
Lingkungan
Dampak Polusi Udara
terhadap Lingkungan
Evaluasi Kompetensi B 2.3
B 2.4
V.
Cara-Cara Penanganan Limbah
A.
Karakteristik Limbah
B.
Penanganan Limbah
VI.
Cara-Cara Pemanfaatan Limbah
A.
B.
C.
Pemanfaatan Limbah Menjadi
Kompos
Pemanfaatan Limbah Menjadi
Biogas
Pemanfaatan Limbah Kertas
Evaluasi Kompetensi B 2.4
Ulangan Umum Semester Gasal
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.1

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

:

Durasi Pembelajaran :

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi Jenis Limbah Teori 6 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat aktivitas manusia yang akan mengganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas dideskripsikan dengan benar.

 

2.

Macam-macam limbah diidentifikasi berdasarkan sumber yang ada di lingkungan.

3.

Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya dilakukan dengan benar.

4.

Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dan dipilah dengan benar.

Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam limbah berdasarkan sumber yang

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat mendeskripsikan pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat

 

2.

aktivitas manusia yang akan mengganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas dengan benar.

ada di lingkungan.

3.

Siswa dapat melakukan pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya dengan benar.

4.

Siswa dapat melakukan observasi untuk mengklasifikasi jenis limbah di lingkungannya dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Limbah dan Jenisnya

Kegiatan Pembelajaran :

1–3

1. Pembuka:

Apersepsi/memotivasi siswa. Guru menerangkan materi semester gasal, alokasi waktu, model pembelajaran serta penilaian yang akan dilalui.

2. Inti:

a. Siswa memelajari Buku IPA SMK Kelas XI, Kompetensi 1, Mengidentifikasi Jenis-Jenis Limbah.

b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.

3. Penutup

a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran hari ini.

b. Guru menugaskan siswa untuk mempersiapkan kegiatan observasi pada halaman 11 sebagai tugas rumah.

Penilaian

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

:

Penugasan

Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.1

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

:

Durasi Pembelajaran :

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi Jenis Limbah

Teori 6 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat aktivitas manusia yang akan mengganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas dideskripsikan dengan benar.

 

2.

Macam-macam limbah diidentifikasi berdasarkan sumber yang ada di lingkungan.

3.

Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya dilakukan dengan benar.

4.

Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dan dipilah dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat mendeskripsikan pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat aktivitas manusia yang akan mengganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas dengan benar.

 

2.

Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam limbah berdasarkan sumber yang ada di lingkungan.

3.

Siswa dapat melakukan pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya dengan benar.

4.

Siswa dapat melakukan observasi untuk mengklasifikasi jenis limbah di lingkungannya dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Limbah dan Jenisnya

Kegiatan Pembelajaran :

4–6

1. Pembuka:

Apersepsi/ memotivasi siswa. Guru melakukan refreshing atas materi pertemuan sebelumnya.

2. Inti:

a. Guru mengevaluasi dan mengapresiasi hasil kerja siswa pada kegiatan pada buku IPA Kelas XI halaman 11.

b. Guru memerhatikan/mengapresiasi jawaban siswa.

c. Siswa mengerjakan evaluasi kompetensi 1 halaman 12. Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 1

1. Jawaban: Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.

2. Jawaban: Dari mana pun limbah berasal dan apapun wujud limbah (padat, cair, gas), jenis limbahnya bisa dikelompokkan menjadi kelompok limbah organik, dan limbah anorganik.

3. Jawaban: Limbah cair adalah segala limbah yang berwujud zat cair atau bersifat sebagai zat cair. Air limbah adalah air yang bersifat limbah atau air yang berkualitas sebagai limbah. Zat cair dengan air berbeda. Air sebagai bagian dari zat cair, dan zat cair tidak hanya air.

4.

Jawaban: Sumber limbah adalah tempat darimana limbah tersebut berasal. Beberapa sumber penghasil limbah yaitu:

– rumah tangga,

peternakan,

– permukiman,

pertanian, dan

– perdagangan,

pertambangan.

– industri,

5.

Jawaban: Limbah adalah hasil suatu proses, dan dunia adalah bagian dari suatu makro proses. Jadi tidak mungkin dunia tanpa limbah. Tantangannya adalah bagaimana limbah dunia ini tidak menimbulkan makro masalah. Intinya adalah bagaimana kita bisa menjaga kelangsungan makro proses (proses berkelanjutan) ini secara berimbang dengan berpijak pada prinsip dasar bahwa Sang Maha Pencipta, menciptakan segala sesuatu ini tidak sia-sia. Pasti ada manfaatnya.

6.

Jawaban: Garbage adalah sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah membusuk. Misalnya, limbah rumah tangga, restoran, dan hotel. Rubbish adalah bahan yang tidak mudah membusuk, yang dibedakan atas yang mudah terbakar (kayu dan kertas), serta yang tidak mudah terbakar (kaleng dan kaca). Ashes adalah segala jenis abu, misalnya yang terjadi sebagai hasil pembakaran kayu, batu bara di rumah-rumah, maupun industri. Dead animal adalah segala jenis bangkai terutama yang besar, seperti kuda, sapi, kucing, dan tikus. Street sweeping adalah segala jenis sampah atau kotoran yang berserakan di jalan, karena dibuang oleh pengendara mobil ataupun masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Industrial waste adalah benda-benda padat sisa yang merupakan sampah hasil industri. Misalnya, industri kaleng dengan potongan-potongan sisa kaleng yang tidak dapat digunakan.

7.

Jawaban: Limbah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup, seperti sisa tumbuhan dan bangkai hewan. Limbah ini dapat diuraikan oleh bakteri pengurai dalam tanah (dapat busuk). Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari makhluk tak hidup atau bahan-bahan sintetis. Limbah ini termasuk yang sulit membusuk.

8.

Jawaban: Bahaya Hg dapat mengakibatkan paralisa pada makhluk hidup, jika kandungan raksa dalam tubuh melebihi ambang batas. Bahaya Cd dapat mengakibatkan keracunan secara kronis yang menimbulkan sesak napas, sakit kepala, menggigil, dan pleuneria. Bahaya Pb dapat menyebabkan sakit pada sendi, kepala, anemia, dan terjadi paralisis pada urat syaraf. Bahaya Kromium dapat menyebabkan anemia, kanker prostat, pengeroposan tulang, merusak hati, dan merusak ginjal. Bahaya seng klorida dapat mengakibatkan diare.

9.

Jawaban: (dapat dari berbagai media massa yang ada)

10.

Jawaban: BOD 5 20 (Biochemical Oxygen Demand) adalah banyaknya oksigen dalam ppm (mg/ lt) yang dibutuhkan untuk menguraikan benda organik oleh bakteri pada suhu 20 o C selama 5 hari.

3.

Penutup

a. Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran hari ini.

b. Guru menugaskan siswa untuk mempelajari di rumah materi pertemuan berikutnya.

Penilaian

:

Penugasan

 

Pengamatan proses

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Lembar Penilaian Observasi

Aspek Penilaian Persiapan Pelaksanaan Laporan Nomor Skor Keterangan Nomor Nama Induk 1. 10–17,5 Kurang
Aspek Penilaian
Persiapan
Pelaksanaan
Laporan
Nomor
Skor
Keterangan
Nomor
Nama
Induk
1.
10–17,5
Kurang kompeten
2.
17,6–25,1
3.
Cukup kompeten
4.
25,2–32,7
Kompeten
5.
32,8–40
6.
Sangat kompeten
7.
Kriteria penilaian
8.
a. Bobot penilaian:
9.
1. Kurang baik
2. Cukup baik
10.
3. Baik
11.
4. Baik sekali
b. Cara penilaian:
12.
Skor minimum
:
10
13.
Skor maksimum
:
40
Kategori penilaian:
4
14.
Rentangan nilai
:
15.
= 6,25
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
Perencanaan
Judul
RumusanJudul
Sistematika
Keakuratan
Kuantitas Data
Analisis
Kesimpulan
TepatWaktu
Performansi
Presentasi

Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 1

Suplai Jawaban Nomor Nomor Nama Nomor Soal ΣΣΣΣΣ Skor Keterangan Induk 1 2 3 4
Suplai Jawaban
Nomor
Nomor
Nama
Nomor Soal
ΣΣΣΣΣ Skor
Keterangan
Induk
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1.
0–6,25
Kurang kompeten
2.
6,26–12,50
3.
Cukup kompeten
12,51–18,75
4.
Kompeten
5.
18,76–25
Sangat kompeten
6.
Kriteria penilaian
7.
a. Bobot nilai per soal:
8.
Suplai jawaban : 5
b. Cara penilaian:
9.
Skor minimum
:
10.
Skor maksimum :
0 × 10 = 0
5 × 5 = 25
Kategori penilaian :
4
11.
Rentangan nilai
:
= 6,25
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.2

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

Kompetensi Dasar :

Mengidentifikasi Jenis Polusi pada Lingkungan Kerja

Durasi Pembelajaran

:

Teori 16 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Jenis-jenis polusi dan polutan diidentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

 

2.

Pengelompokanpolutanberdasarkanjenissenyawa,wujud,dansifatnyadilakukan dengan benar.

3.

Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat menjelaskan pengertian polusi dengan benar.

 

2.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis polusi berdasarkan tempat kejadiannya.

3.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis dan asal polutan berdasarkan kebera- daannya.

4.

Siswa dapat menjelaskan konsep siklus air dengan benar.

5.

Siswa dapat mengelompokkan jenis dan kegunaan air sesuai kualitasnya.

6.

Siswa dapat menjelaskan pengertian sabun, dan detergen serta dampaknya terhadap kualitas air dengan benar.

7.

Siswa dapat mengapreasiasi kualitas lingkungan dalam bentuk diskusi dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Polusi di Lingkungan Kerja

Kegiatan Pembelajaran :

7–8

1. Pembuka:

Apersepsi/ memotivasi siswa sambil mengulas menyegarkan kembali materi sebelumnya.

2. Inti:

a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas XI, Kompetensi 2, Polusi Lingkungan, tentang pengertian polusi.

b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.

3. Penutup Guru dan siswa merumuskan kesimpulan materi pertemuan.

Penilaian

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

:

Pengamatan proses

Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.2

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

Kompetensi Dasar :

Mengidentifikasi Jenis Polusi pada Lingkungan Kerja

Durasi Pembelajaran

:

Teori 16 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Jenis-jenis polusi dan polutan diidentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

 

2.

Pengelompokanpolutanberdasarkanjenissenyawa,wujud,dansifatnyadilakukan dengan benar.

3.

Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat menjelaskan pengertian polusi dengan benar.

 

2.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis polusi berdasarkan tempat kejadiannya.

3.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis dan asal polutan berdasarkan kebera- daannya.

4.

Siswa dapat menjelaskan konsep siklus air dengan benar.

5.

Ssiwa dapat mengelompokkan jenis dan kegunaan air sesuai kualitasnya.

6.

Siswa dapat menjelaskan pengertian sabun, dan detergen serta dampaknya terhadap kualitas air dengan benar.

7.

Siswa dapat mengapreasiasi kualitas lingkungan dalam bentuk diskusi dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Polusi di Lingkungan Kerja

Kegiatan Pembelajaran :

1. Pembuka:

9–10

Apersepsi/ memotivasi siswa sambil mengulas menyegarkan kembali materi sebelumnya.

2. Inti:

a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas XI, Kompetensi 2, Polusi Lingkungan, tentang polusi udara.

b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.

3. Penutup Guru dan siswa merumuskan kesimpulan materi pertemuan.

Penilaian

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

:

Pengamatan Proses

Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.2

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

Kompetensi Dasar :

Mengidentifikasi Jenis Polusi pada Lingkungan Kerja

Durasi Pembelajaran

:

Teori 16 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Jenis-jenis polusi dan polutan diidentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

 

2.

Pengelompokanpolutanberdasarkanjenissenyawa,wujud,dansifatnyadilakukan dengan benar.

3.

Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat menjelaskan pengertian polusi dengan benar.

 

2.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis polusi berdasarkan tempat kejadiannya.

3.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis dan asal polutan berdasarkan kebera- daannya.

4.

Siswa dapat menjelaskan konsep siklus air dengan benar.

5.

Ssiwa dapat mengelompokkan jenis dan kegunaan air sesuai kualitasnya.

6.

Siswa dapat menjelaskan pengertian sabun, dan detergen serta dampaknya terhadap kualitas air dengan benar.

7.

Siswa dapat mengapreasiasi kualitas lingkungan dalam bentuk diskusi dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Polusi di Lingkungan Kerja

Kegiatan Pembelajaran :

1. Pembuka:

11–12

Apersepsi/ memotivasi siswa sambil mengulas menyegarkan kembali materi sebelumnya.

2. Inti:

a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas XI, Kompetensi 2, Polusi Lingkungan, tentang polusi air, siklus air, dan pengolahan air.

b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.

3. Penutup Guru dan siswa merumuskan kesimpulan materi pertemuan.

Penilaian

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

:

Pengamatan Proses

Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Lembar Penilaian Kegiatan 1 dan 2

Aspek Penilaian Persiapan Pelaksanaan Laporan Nomor Skor Keterangan Nomor Nama Induk 1. 10–17,5 Kurang
Aspek Penilaian
Persiapan
Pelaksanaan
Laporan
Nomor
Skor
Keterangan
Nomor
Nama
Induk
1.
10–17,5
Kurang kompeten
2.
17,6–25,1
3.
Cukup kompeten
4.
25,2–32,7
Kompeten
5.
32,8–40
6.
Sangat kompeten
7.
Kriteria penilaian
8.
a. Bobot penilaian:
9.
1. Kurang baik
2. Cukup baik
10.
3. Baik
11.
4. Baik sekali
b. Cara penilaian:
12.
Skor minimum
:
10
13.
Skor maksimum
:
40
Kategori penilaian:
4
14.
Rentangan nilai
:
15.
= 6,25
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
Perencanaan
Judul
RumusanJudul
Sistematika
Keakuratan
Kuantitas Data
Analisis
Kesimpulan
TepatWaktu
Performansi
Presentasi
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.2

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

Kompetensi Dasar :

Mengidentifikasi Jenis Polusi pada Lingkungan Kerja

Durasi Pembelajaran

:

Teori 16 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Jenis-jenis polusi dan polutan diidentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

 

2.

Pengelompokanpolutanberdasarkanjenissenyawa,wujud,dansifatnyadilakukan dengan benar.

3.

Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat menjelaskan pengertian polusi dengan benar.

 

2.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis polusi berdasarkan tempat kejadiannya.

3.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis dan asal polutan berdasarkan kebera- daannya.

4.

Siswa dapat menjelaskan konsep siklus air dengan benar.

5.

Siswa dapat mengelompokkan jenis dan kegunaan air sesuai kualitasnya.

6.

Siswa dapat menjelaskan pengertian sabun dan detergen serta dampaknya terhadap kualitas air dengan benar.

7.

Siswa dapat mengapreasiasi kualitas lingkungan dalam bentuk diskusi dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Polusi di Lingkungan Kerja

Kegiatan Pembelajaran :

1. Pembuka:

13–14

Apersepsi/ memotivasi siswa sambil mengulas menyegarkan kembali materi sebelumnya.

2. Inti:

a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas XI, Kompetensi 2, Polusi Lingkungan, tentang sabun dan detergen.

b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.

c. Guru menugaskan siswa mengerjakan kegiatan halaman 28 dan 29 buku IPA Kelas XI Saka Mitra Kompetensi.

3. Penutup

a. Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran hari ini.

b. Guru menugaskan siswa untuk mempelajari di rumah materi pertemuan berikutnya.

Penilaian

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

:

Pengamatan Proses Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Semester I) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Nama Sekolah

:

SMK

Mata Pelajaran

:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas/Semester

:

XI/I

Standar Kompetensi :

Memahami Polusi dan Dampaknya pada Manusia dan Lingkungannya

Kode Kompetensi

:

B 2.2

Alokasi Waktu

:

64 × 45 menit

Kompetensi Dasar :

Mengidentifikasi Jenis Polusi pada Lingkungan Kerja

Durasi Pembelajaran

:

Teori 16 × 45 menit; Praktik 4 × 45 menit

Indikator

:

1.

Jenis-jenis polusi dan polutan diidentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

 

2.

Pengelompokanpolutanberdasarkanjenissenyawa,wujud,dansifatnyadilakukan dengan benar.

3.

Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

Tujuan Pembelajaran

:

1.

Siswa dapat menjelaskan pengertian polusi dengan benar.

 

2.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis polusi berdasarkan tempat kejadiannya.

3.

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis dan asal polutan berdasarkan kebera- daannya.

4.

Siswa dapat menjelaskan konsep siklus air dengan benar.

5.

Ssiwa dapat mengelompokkan jenis dan kegunaan air sesuai kualitasnya.

6.

Siswa dapat menjelaskan pengertian sabun, dan detergen serta dampaknya terhadap kualitas air dengan benar.

7.

Siswa dapat mengapreasiasi kualitas lingkungan dalam bentuk diskusi dengan benar.

Materi Pembelajaran

:

Polusi di Lingkungan Kerja

Kegiatan Pembelajaran :

1. Pembuka:

15–16

Apersepsi/ memotivasi siswa sambil mengulas menyegarkan kembali materi sebelumnya.

2. Inti:

a. Siswa mempelajari Buku IPA SMK Kelas XI, Kompetensi 2, Polusi Lingkungan, tentang sabun dan detergen.

b. Guru membantu siswa menjelaskan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa.

c. Guru menugaskan siswa mengerjakan kegiatan 5 halaman 31 buku IPA Kelas XI Saka Mitra Kompetensi.

d. Siswa mengerjakan soal evaluasi subkompetensi halaman 31–32. Kunci Jawaban Evaluasi Subkompetensi 2

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: d

2. Jawaban: d

3. Jawaban: c

4. Jawaban: b

5. Jawaban: d

6. Jawaban: e

7. Jawaban: a

8. Jawaban: b

9. Jawaban: d

10.

Jawaban: b

B.

11. Jawaban: c

12. Jawaban: e

13. Jawaban: b

14. Jawaban: a

15. Jawaban: a

Uraian

1. Jawaban: Penyebab perubahan komposisi udara adalah dari aktivitas manusia dalam bentuk industrialisasi dan penggunaan teknologi. Perbedaan intensitas aktivitas manusia dalam kedua hal itu menyebabkan komposisi udara tidak sama. Secara alami posisi dan kondisi tempat dipermukaan bumi yang tidak sama juga sebagai penyebab komposisi udara di permukaan bumi berbeda-beda. Faktor ketinggian tempat menyebabkan komposisi udara

berbeda-beda.

2. Jawaban: Menyebabkan menurunnya status kesehatan manusia dan kualitas hidup manusia. Dampak selanjutnya adalah aktivitas terganggu, mudah terserang penyakit (sakit pada organ-organ vital seperti organ pernapasan dan peredaran darah).

3. Jawaban: Karbon dioksida berguna untuk meningkatkan suhu udara. Selain itu untuk sumber bahan baku bagi tumbuhan dalam membuat bahan makanan (fotosintesis). Ozon

(O 3 ) untuk melindungi permukaan bumi dari ancaman radiasi ultra violet (UV). Campuran

CO 2 dan uap air berguna untuk menghangatkan udara pada malam hari agar suhu udara tidak terlalu dingin. Campuran ini juga berguna untuk membentuk awan, di mana karbon dioksida berfungsi sebagai inti titik-titik air hujan.

4. Jawaban: Karbon monoksida sebenarnya berguna untuk indikator terjadinya pencemaran udara akibat peristiwa tertentu (pembakaran tidak sempurna dari senyawa karbon).

5. Jawaban:

a. Karbon Dioksida (CO 2 ). Gas ini dihasilkan dari aktivitas pembakaran mesin kendaraan bermotor dan industri berbagai barang keperluan masyarakat. Polutan ini dapat menaikkan suhu udara. Sebab CO 2 di udara dapat melewati cahaya ultraungu dan cahaya tampak, tetapi menahan cahaya inframerah yang seharusnya dipantulkan.

b. Karbon Monoksida (CO). Karbon monoksida adalah gas yang dihasilkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon. Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas karbon monoksida antara lain:

1)

Pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawa-senyawa karbon lainnya:

2

C + O 2 2 CO

2)

Reaksi antara gas karbon dioksida dengan karbon yang terjadi pada tanur pembakar:

CO 2 + C 2 CO

3)

Penguraian gas karbon dioksida pada suhu tinggi:

2 CO 2 2 CO + O 2 Efeknya terhadap kesehatan adalah berkurangnya kapasitas darah untuk mengangkut oksigen (O 2 ) ke jaringan-jaringan tubuh. Hal ini disebabkan CO menggeser O 2 yang terikat pada hemoglobin (Hb), sehingga dihasilkan karboksihemoglobin

(COHb). Akibatnya, fungsi Hb sebagai alat pengangkut oksigen terganggu sehingga tubuh kekurangan oksigen dan akhirnya dapat menyebabkan kematian. Apabila udara yang mengandung CO lebih dari 100 ppm dihirup selama lebih dari 5 jam, akan timbul gejala keracunan CO.

c. Belerang Oksida (SO x ). Secara alamiah pencemaran udara oleh sulfur dioksida berasal dari gunung berapi, pembusukan bahan organik oleh mikrob, reduksi sulfat secara biologis. Sumber SO 2 buatan adalah dari pembakaran BBM, gas, dan terutama dari batubara yang mengandung sulfur tinggi. Adanya dalam SO 2 atmosfermenyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kenaikan pengeluaran lendir. Dengan konsentrasi 500 ppm (part permillion) SO 2 menyebabkan kematian pada manusia.

3.

Penutup

a. Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran hari ini.

b. Guru menugaskan siswa untuk mempelajari di rumah materi pertemuan berikutnya.

Penilaian

:

Tugas

 

Penilaian proses

Tes tertulis

Sumber Belajar Utama :

Sumber Belajar Pendukung :

Buku IPA SMK Kelas XI, Purwo Sutanto dkk., Klaten : Saka Mitra Kompetensi.

Lingkungan Sekitar

Guru Mata Pelajaran IPA

Mengetahui

Kepala Sekolah

(

)

(

)

Lembar Penilaian Pengamatan Proses

Perilaku Siswa Nomor Nomor Nama Kerja Sama Inisiatif Sistematis Fokus Objek Skor Keterangan Induk 12
Perilaku Siswa
Nomor
Nomor
Nama
Kerja Sama
Inisiatif
Sistematis
Fokus Objek
Skor
Keterangan
Induk
12
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
23
4
1.
4–7
Kurang
2.
8– 0
3.
Cukup
11–13
4.
Baik
5.
14–16
Sangat baik
6.
Kriteria penilaian
7.
1 :
kurang
8.
2 :
cukup
3 :
baik
9.
4 :
sangat baik
10.
Cara penilaian
Skor minimum:
11.
4
× 1 = 4
12.
Skor maksimum:
4
× 4 = 16
13.
14.
Kategori penilaian: 4
Rentangan nilai:
15.
= 3
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

Lembar Penilaian Evaluasi Subkompetensi 2

Pilihan Ganda Suplai Jawaban Nomor No. Nama Nomor Soal Nomor Soal ΣΣΣΣΣ Skor Keterangan Induk
Pilihan Ganda
Suplai Jawaban
Nomor
No.
Nama
Nomor Soal
Nomor Soal
ΣΣΣΣΣ Skor
Keterangan
Induk
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
1
2
3
4
5
1.
0–25
Kurang kompeten
2.
26–50
3.
Cukup kompeten
51–75
4.
Kompeten
5.
76–100
Sangat kompeten
6.
Cara penilaian
7.
• Kriteria penilaian: 4
8.
• Bobot nilai masing-
masing soal:
9.
4
:
suplai jawaban
10.
benar
4
:
pilihan benar
11.
0
:
jawaban/
12.
pilihan salah
13.
• Nilai minimum: 0
• Nilai maksimum: 100
14.
• Rentangan nilai:
15.
= 25
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.