P. 1
Askep Gastroenteritis

Askep Gastroenteritis

|Views: 308|Likes:
Dipublikasikan oleh doraemon tembem

More info:

Published by: doraemon tembem on Dec 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.M DENGAN GASTROENTERITIS DI BANGSAL TJAN BARAT KAMAR 15.1 RUMAH SAKIT Dr.

OEN SOLO BARU Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 17 Maret 2008 pukul 11:00 WIB dengan metode alloanamnesa, pemeriksaan fisik dan melihat status klien. A. IDENTITAS Nama Tempat tanggal lahir Umur Pendidikan Alamat Agama Nama Orang tua Pekerjaan Ayah Pekerjaan Ibu Pendidikan Ayah Pendidikan Ibu Agama Alamat Suku Bangsa IDENTITAS MEDIS Tanggal masuk/ jam No. Register Dx. Medis : 17/03/08 jam 09.52 : 186500 : 65 : An.M : Surakarta : 8 bulan :: Bratan RT 01/2 Pajang Laweyan : Islam : Tn.H : Wiraswasta : Ibu Rumah Tangga : SMA : SMA : Islam : Bratan RT 01/2 Pajang Laweyan : Jawa

Dokter yang merawat : Dr. Pongky B. KELUHAN UTAMA Klien sudah ± 1 minggu BAB 10x tiap hari dengan karakteristik feces cair, ada sedikit ampas, ada lender, dan kulit kemerahan.

C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Keluarga klien mengatakan pada tanggal 12 Maret 2008 mulai malam hari hingga pagi klien BAB sebanyak 10x dengan karakteristik feces cair, sedikit ampas, ada lendir, tidak ada darah. Keluarga klien mengatakan saat itu badan klien lemas, dan klien rewel. Orang tua klien sangat mencemaskan kondisi anaknya. Akhirnya keluarga klien membawa anaknya ke bidan,ibu klien mengatakan klien diberi obat oleh bidan berupa sirup dalam kemasan botol diminum sehari 3 x, tapi tidak ada kemajuan dan dibawah ke dokter, dokter segera menyarankan dibawa ke RS saja. Apalagi selama 2 hari sebelum masuk RS terdapat kemerah-merahan pada kulit klien, dan pantat klien tampak kemerahan (iritasi). Akhirnya keluarga klien membawa klien ke RS. Dr. Oen Solo Baru pada tanggal 17 Maret 2008 pagi hari. Klien tiba di UGD RS. Dr. Oen Solo Baru. Klien dibawa ke bangsal Tjan Barat Kamar 15.1 untuk rawat inap. Klien tampak cemas dan gelisah, sesekali menangis saat melihat perawat datang. D. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Ibu klien mengatakan saat hamil tidak ada keluhan, tidak nyidam, hanya badan lemas. Kesehatan ibu saat hamil baik. Ibu klien mengatakan dulu saat hamil rutin periksa ke bidan Tantin (bidan desa). Dilahirkan secara spontan dengan berat badan 2,6 kg, PB lahir 50 cm, mulai klien lahir sampai usia 8 bulan klien tidak mempunyai kelainan ataupun penyakit congenital klien belum pernah sakit parah sampai mondok di RS seperti saat ini. Klien biasanya hanya demam dan oleh ibu klien diperiksakan ke bidan terdekat setelah minum obat klien sembuh. Ibu klien mengatakan anaknya tidak mempunyai alergi obat maupun makanan. Klien sudah mendapatkan imunisasi BCG, DPT, Polio dan Hepatitis. Untuk imunisasi campak belum diberikan karena belum cukup umur.

E. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Ibu klien mengatakan keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit menular maupun keturunan. Keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit jantung maupun diabetes mellitus. Keluarga klien juga belum pernah mengalami penyakit seperti sekarang ini. Saat ini klien tinggal bersama orang tuanya.

Keterangan : = Laki-laki = Perempuan F. RIWAYAT SOSIAL Ibu klien mengatakan selama ini klien diasuh sendiri. Karena orang tua klien ingin mengamati tumbuh kembang anaknya dan ingin memberikan kasih sayang pada anaknya. Klien mempunyai kebiasaan memasukkan benda yang dipegang ke dalam mulutnya. Kebersihan lingkungan rumah klien jauh dari polusi karena rumahnya jauh dari jalan raya. Ventilasi rumah klien baik, letak barang-barang di rumah teratur. G. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI 1. 2. 3. Injeksi Diagnosa medis Tindakan Operasi Obat-obatan : : Gastroenteritis Observasi Morbili : Tidak ada = Klien = Tinggal serumah

: KAEN 3A 20 tpm

Bactesyn 250 mg/ 12 jam Mikasin 50 mg/12 jam Oral Infuse Diet : Smecta 1/3 sac : KAEN 3A 20 tpm : Bubur GE blender

H. POLA PENGKAJIAN FUNGSIONAL MENURUT GORDON 1. Pola persepsi dan manajemen kesehatan Ibu klien mengatakan sehat adalah keadaan tanpa adanya gangguan dan dapat beraktivitas.bu klien mengatakan sakit yang dialami oleh anaknya saat ini adalah wajar dan sering dialami, oleh anak-anak. Ibu klien mengatakan apabila anaknya sakit, langsung diperiksakan ke bidan atau rumah sakit terdekat. Ibu klien mengatakan selama ini apabila anaknya sakit lebih sering memeriksakan ke bidan, sebelum klien sakit klien dimandikan oleh keluarga 2 kali sehari, akan tetapi selama klien sakit klien tidak dimandikan oleh keluarganya. Hanya diberik minyak telon dan bedak saja. Klien sudah imunisasi DPT, BCG, polio dan hepatitis, sedangkan campak belum. Ibu klien mengatakan bahwa ayah klien merokok akan tetapi tidak pernah merokok di dekat klien. 2. Pola Nutrisi Metabolik Ibu klien mengatakan bahwa sebelum sakit klien biasanya makan nasi tim dan sayur-sayuran. Klien makan biasa 1x sehari. Klien minum ASI dan juga susu formula. Sebelum sakit klien tidak punya keluhan dalam pola pemenuhan nutrisi, ibu klien mengatakan sakit anaknya dikarenakan susu formulanya yang biasa dikonsumsi klien diganti dengan produk lain, klien biasanya minum susu formula bebalac akan tetapi oleh ibu klien diganti vitalac akhirnya klien menjadi diare/ mencret. Selama sakit klien menjadi kehilangan nafsu makan, makan hanya 2 sampai 3 sendok saja, klien hanya mau minum susu ASI dan formula bebelac, saat dilihat klien minum tampak banyak minum susu ASI dan formula. Ibu klien sering

membuatkan susu formula sehari klien minum 2400 ml itu belum ditambah ASI. Berat badan sebelum sakit 9,3 kg dan berat badan selama sakit 9 kg. 3. Pola Eliminasi

Ibu klien mengatakan sebelum sakit klien BAB 1x sehari dengan karakteristik feces lunak, tidak ada lender, tidak ada darah dan kebiasaan BAK ± 6x sehari dengan karakteristik urin jernih klien tidak ada masalah dalam eliminasi BAB/ BAK. Selama sakit Ibu klien mengatakan selama di rumah sakit BAB sudah 5x dengan karakteristik feces cair, tidak ada darah, ada lender, sedikit ampas, ibu klien mengatakan anaknya menangis setiap kali BAB, karena saat dikaji klien BAK ± 4x dengan karakteristik urine kuning pekat . 4. Pola Aktivitas dan Latihan Aktivitas klien sebelum sakit baru bisa “ngasrut”, klien belum bisa berjalan. Mainan yang paling disukai adalah icik-icik dan mainan dari karet yang bisa digigit. Pemenuhan kebutuhan mandi, makan dan berpakaian dibantu ibunya. Aktivitas selama sakit terbatas di tempat tidur saja. Tidur terlentang miring tengkurap klien tampak lemah, rewel. 5. Pola Istirahat dan Tidur Sebelum sakit ibu klien mengatakan bahwa klien tidur malam ± 10 jam dan tidur siang ± 1 ½ jam saat klien terbangun pada malam hari klien tidak rewel, bila nangis diberi susu dan tidur lagi. Posisi tidur klien kadang terlentang miring dan juga tengkurap. Ibu klien mengatakan klien tidak banyak bergerak saat tidur. Saat sakit klien tidur terlentang dan miring. Ibu klien mengatakan tidak mempunyai gangguan pola tidur. Ibu klien mengatakan saat sakit dalam sehari frekuensi tidur ± 8jam per hari dengan kualitas tidurnya nyenyak.

6.

Pola Persepsi dan Kognitif

Sebelum sakit ibu klien mengatakan bahwa klien jarang menangis dan rewel paling-paling kalau lapar atau haus, selama sakit klien sering menangis. Setiap kali mau BAB klien tampak merespon. Klien belum dapat berbicara secara jelas. Ibu klien mengatakan klien tidak mempunyai gangguan dalam penglihatan, pendengaran maupun sentuhan, keluarga klien mengatakan tahu tentang diare sebatas mencret saja dan sering buang air besar. 7. Pola Persepsi dan Konsep Ekspresi wajah klien takut saat ada perawat datang dan takut saat ada yang akan menyuntik atau menyetuh infusnya. Ibu klien berpersepsi bahwa selama ini sudah berusaha menjadi orang tua yang baik untuk anaknya. 8. Pola Peran dan Hubungan Ibu klien mengatakan sebelum sakit klien mudah diajak oleh saudarasaudara untuk bermain apabila diajak tersenyum klien membalas tersenyum, apabila diberi stimulus mainan klien ikut ambil bagian mesti hanya mengeluarkan suara yang tidak jelas. Saat sakit hubungan klien dengan orang tuanya baik, tetapi saat akan dilakukan tindakan keperawatan selalu menolak dan menangis.Tingkat ketergantungan anak : tergantung pada keluarga dan perawat. 9. Pola Seksualitas Klien lahir dengan jenis kelamin laki-laki, testis 2 buah sudah turun, tidak ada kelainan seperti hyposdia, belum disirkumsisi. 10. Pola Koping dan Toleransi Stres Ibu klien mengatakan sebelum sakit klien sangat dekat dengan orang tuanya, terutama dengan ibunya. Selama sakit klien banyak mencari ibunya karena apabila ada apa-apa ibu klien yang terus bersama klien dan selalu mendampingi klien.

11.

Pola Nilai dan Keyakinan

Orang tua klien mengatakan bahwa ia yakin anaknya akan segera sembuh. Orang tua klien semangat untuk menjaga anaknya dan mengobati anaknya, ibu klien mengatakan sakit anakanya merupakan cobaan dari Allah SWT.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->