Anda di halaman 1dari 2

anas penguapan

anas aLau ka|or penguapan aLau lengkapnya perubahan enta|p| penguapan standar
v

o

adalah energl yang dlbuLuhkan unLuk mengubah suaLu kuanLlLas zaL men[adl gas Lnergl lnl dlukur
pada LlLlk dldlh zaL dan walaupun nllalnya blasanya dlkoreksl ke 298 k koreksl lnl kecll dan serlng
leblh kecll darl pada devlasl sLandar nllal Lerukur nllalnya blasanya dlnyaLakan dalam k!/mol
walaupun blsa [uga dalam k!/kg kkal/mol kal/g dan 8Lu/lb
anas penguapan dapaL dlpandang sebagal energl yang dlbuLuhkan unLuk mengaLasl lnLeraksl
anLarmolekul dl dalam calran (aLau padaLan pada subllmasl) karenanya hellum memlllkl nllal yang
sangaL rendah 00843 k!/mol karena lemahnya gaya van der Waals anLar aLomnya ul slsl laln
molekul alr calr dllkaL oleh lkaLan hldrogen yang relaLlf kuaL sehlngga panas penguapannya 408
k!/mol leblh darl llma kall energl yang dlbuLuhkan unLuk memanaskan alr darl 0 C hlngga 100 C
(cp 733 !/k/mol)
Parus dlperhaLlkan [lka menggunakan panas penguapan unLuk mengukur kekuaLan gaya
anLarmolekul bahwa gayagaya LersebuL mungkln LeLap ada dalam fase gas (seperLl pada kasus alr)
sehlngga nllal perhlLungan kekuaLan lkaLan akan men[adl Lerlalu rendah Pal lnl LeruLama dlLemukan
pada logam yang serlng membenLuk molekul lkaLan kovalen dalam fase gas ualam kasus lnl
perubahan enLalpl sLandar aLomlsasl harus dlgunakan unLuk menemukan nllal energl lkaLan yang
sebenarnya

Penguapan merupakan salah satu proses perubahan fisik. Penguapan juga dipandang sebagai
suatu reaksi di mana yang berperan sebagai zat cair adalah pereaksi sedangkan hasil reaksi
adalah uap yang bersangkutan. Kalor penguapan dan perubahan energy penguapan adalah kalor
reaksi dan perubahan entalpi yang dibutuhkan atau dilepaskan pada penguapan 1 mol zat dalam
fase cair menjadi 1 mol zat dalam fase gas pada titik didihnya.

Contohnya dapat dilihat dari reaksi pemanasan air pada system terbuka berikut ini:
H
2
O
(l)
--> H
2
O
(g)
AH = + 44 kJ
Selanjutnya, karena penguapan dapat dipandang sebagai proses yang hanya terdiri atas satu
tahap, maka kalor penguapan dapat dipandang sebagai energy pengaktifan reaksi penguapan.
Berdasarkan perumpamaan ini, kalor penguapan dapat diukur dengan cara yang lazim digunakan
untuk energy pengaktifan. Pengukuran energy pengaktifan dilakukan dengan mengukur laju reaksi
pada berbagai suhu dan dengan menggunakan persamaan Arrheniusberikut:
Log k = log A (E/2,303 RT)
Keterangan : K = tetapan laju reaksi pada suhu konstan T
A = suatu tetapan
E = energy pengaktifan
R = tetapan gas ideal
T = suhu mutlak
Dengan demikian, kalor penguapan dapat diperoleh dengan mengukur laju penguapan pada
berbagai suhu dan dengan mengartikan E sebagai kalor penguapan.