Anda di halaman 1dari 4

Nama Anggota : - Amalia Fitri C1C009056

-Arsinawati C1C009057
-Fatmiah Dian Rohmah C1C009092
-Muhammad Reihan C1C009053
Paralel : F
Jurusan : Akuntansi
Mata Kuliah : ASP

Jawaban soal hal 213 Bab 12 :

1. Audit yang dilakukan pada sektor publik pemerintah berbeda dengan yang
dilakukan pada sektor swasta. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya
perbedaan latar belakang institusional dan hukum, dimana audit sektor publik
pemerintah mempunyai prosedur dan tanggung jawab yang berbeda serta peran
yang lebih luas dibanding audit sektor swasta. Secara umum, ada tiga jenis
audit dalam audit sektor publik, yaitu audit keuangan (Iinancial audit), audit
kepatuhan (compliance audit) dan audit kinerja (perIormance audit). Audit
keuangan adalah audit yang menjamin bahwa sistem akuntansi dan
pengendalian keuangan berjalan secara eIisien dan tepat serta transaksi
keuangan diotorisasi serta dicatat secara benar. Audit kepatuhan adalah audit
yang memveriIikasi/memeriksa bahwa pengeluaran-pengeluaran untuk
pelayanan masyarakat telah disetujui dan telah sesuai dengan undang-undang
peraturan. Dalam audit kepatuhan terdapat asas kepatutan selain kepatuhan.
Dalam kepatuhan yang dinilai adalah ketaatan semua aktivitas sesuai dengan
kebijakan, aturan, ketentuan dan undang-undang yang berlaku. Sedangkan
kepatutan lebih pada keluhuran budi pimpinan dalam mengambil keputusan.
Jika melanggar kepatutan belum tentu melanggar kepatuhan. Audit yang
ketiga adalah audit kinerja yang merupakan perluasan dari audit keuangan
dalam hal tujuan dan prosedurnya. Audit kinerja memIokuskan pemeriksaan
pada tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi yang menggambarkan
kinerja entitas atau Iungsi yang diaudit. Audit kinerja merupakan suatu proses
yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektiI,
agar dapat melakukan penilaian secara independen atas ekonomi dan eIisiensi
operasi, eIektiIitas dalam pencapaian hasil yang diinginkan dan kepatuhan
terhadap kebijakan, peraturan dan hukum yang berlaku, menentukan
kesesuaian antara kinerja yang telah dicapai dengan kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak
pengguna laporan tersebut.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan audit kinerja
adalah:
1. laporan audit kinerja harus ditulis secara objektiI
2. auditor tidak boleh overstate
3. inIormasi yang disajikan harus disertai suatu bukti yang kompeten
4. auditor hendaknya menulis laporan secara konstruktiI, memberikan
pengakuan terhadap kinerja yang baik maupun yang buruk
5. auditor hendaknya mengakomodasi usaha-usaha yang dilakukan oleh
manajemen untuk memperbaiki kinerjanya

3. Secara umum, perbedaan antara laporan dari pemeriksaan laporan keuangan
dan laporan dari audit kinerja dapat dinyatakan sebagai berikut :

a. Pembuat laporan audit kinerja cenderung menekankan pada kesesuaian
dengan standar yang digunakan. Laporan audit kinerja tidak menyatakan
hasil kerjanya seperti yang dinyatakan dalam laporan audit laporan
keuangan yang mementingkan pernyataan akuntansi.
b. Setiap laporan audit kinerja berbeda dan terpisah satu sama lain. Oleh
karena itu, tidak akan ditemukan keseragaman pernyataan.
c. Para pembaca laporan, dalam kebanyakan keadaan, tidak memiliki
pemahaman atas aktivitas atau program manajemen yang terdapat dalam
laporan auditor. Oleh karena itu, auditor harus mendeskripsikan dan
menjelaskan secara terperinci atas aktivitas atau program yang telah
diujinya dalam audit kinerja selanjutnya ia dapat melanjutkan pada
pengujian laporan keuangan.

4. Tahapan yang terakhir adalah tahap penindaklanjutan, dimana tahap ini
didesain untuk memastikan/memberikan pendapat apakah rekomendasi yang
diusulkan oleh auditor sudah diimplentasikan. Prosedur penindaklanjutan
dimulai dengan tahap perencanaan melalui pertemuan dengan pihak
manajemen untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi organisasi dalam
mengimplementasikan rekomendasi auditor. Selanjutnya, auditor
mengumpulkan data-data yang ada dan melakukan analisis terhadap data-data
tersebut untuk kemudian disusun dalam sebuah laporan.
Disisi auditor, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penindaklanjutan,
antara lain :
, Dasar untuk melakukan follow-up
b Pelaksanaan untuk melakukan follow-up
c Pelaksanaan 70;0w follow-up
d Batasan 70;0w follow-up
5. KonIlik yang mungkin terjadi dalam implementasi rekomendasi oleh auditor
diantaranya adalah :
Pertama ; KonIlik antara auditor dan manajemen berkisar pada pendeIenisian
kepentingan dari setiap penugasan audit yang dilaksanakan,
Kedua ; KonIlik antara auditor dan auditan dalam pengembangan audit
yang mengarah pada konIlik yang bersumber dari ketakutan
auditan atas konsekuensi audit dan perilaku para auditor itu sendiri
yang memang kurang bersahabat. Auditan seringkali takut bahwa
hasil audit akan berakibat buruk pada kinerjanya. Oleh karena itu,
keterbukaan dalam strategi pelaksanaan audit merupakan suatu
tindakan kritikal yang harus dipahami oleh kedua belag pihak,
Ketiga ; KonIlik antara sesama auditor yang berada dalam suatu tim audit,
baik antara ketua tim dan anggota tim maupun antara sesama
anggota. KonIlik tersebut dapat berupa kesalapahaman dalam
menganalisa temuan, kurangnya keseimbangan anggota dalam
melaksanakan audit sesuai program kerja audit, tidak konsistennya
ketua tim dalam memberikan instruksi penugasan sehingga
semuanya akan bermuara pada dampak mutu hasil audit yang akan
diperolah tim tersebut,
Keempat ; KonIlik antara manajemen dari suatu organisasi pengawasan
dimana auditor berada dengan kepentingan auditan, mungkin
disebabkan karena diantara pimpinan manajemen puncak dari suatu
organisasi pengawasan pernah memegang jabatan strategis di
instansi auditan sehingga hasil audit akan bias karena yang
bersangkutan melakukan audit terhadap kegiatan yang pernah
menjadi tanggungjawabnya atau sebaliknya pejabat instansi auditan
pernah menjadi staI atau pimpinan diorganisasi pengawasan yang
melaksanakan audit,
Kelima ; KonIlik kepentingan auditor terhadap dirinya sendiri terutama di
bidang ekonomi dengan auditan dimana auditor melakukan suatu
tindakan yang mengarah pada masalah keuangan dengan auditan
seprti utang piutang,
Keenam ; KonIlik kepentingan kebutuhan ekonomi dan keuangan auditor
dilingkungan keluarganya baik pada saat sebelum penugasan
maupun setelah penugasan audit tersebut selesai
Ketujuh ; KonIlik dimana auditor mempunyai kepentingan secara pribadi
dengan pimpinan dari Institusi yang menjadi sasaran audit seperti
hubungan keluarga, berasal dari satu kelompok yang terikat dalam
hubungan emosional.