Anda di halaman 1dari 2

Gatal, Petunjuk Adanya Penyakit.

PERNAH merasa gatal-gatal di bagian tubuh? Pastinya pernah ya? Namun, kalau gatal itu
menetap bagaimana? Bahkan hingga bertahun-tahun dan makin memberat hingga
mengganggu aktivitas serta menimbulkan komplikasi. Nah, kemungkinan ada gangguan
penyakit di tubuh kita.
Untuk mengobati gatal, terlebih dahulu harus diketahui penyebabnya. Gatal seringkali
merupakan manifestasi penyakit kulit, namun dapat pula menjadi petunjuk adanya suatu
penyakit sistemik dalam tubuh yang mendasarinya.
"Hendaknya jangan diremehkan rasa gatal karena bisa jadi itu adalah cara tubuh memberi
tahu adanya suatu penyakit yang berbahaya, kata dr. Putu Ayu Elvina, dalam tulisannya di
Bali Post .
Asal & Penyebab
Penelitian membuktikan bahwa reseptor gatal hanya ditemukan pada lapisan kulit teratas,
sehingga gatal tidak pernah dirasakan pada jaringan yang lebih dalam seperti otot, sendi,
maupun organ dalam. Mekanisme gatal dapat berasal dari:
1.Sistem saraf, yaitu akibat akumulasi bahan perangsang gatal dan akibat kerusakan saraf
yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit seperti tumor otak dan kencing manis.
2.Faktor psikologis yang berhubungan dengan gejala kelainan jiwa seperti halusinasi.
3.Rangsangan pada reseptor saraf kulit.
Penyakit Sistemik
Selain kelainan kulit, gatal juga dapat diakibatkan oleh penyakit lain dalam tubuh. Penyakit
sistemik yang dapat menimbulkan gatal antara lain:
1.Penyakit Ginjal. Didapatkan pada 80% penderita gagal ginjal kronis. Penyebab pastinya
masih belum diketahui, namun diduga disebabkan oleh bahan-bahan yang gagal
dikeluarkan oleh ginjal sehingga menumpuk dan menyebabkan gatal.
2.Penyakit hati dan empedu. Terhambatnya aliran empedu sehingga substansi penyebab
gatal tertimbun di kulit, menyebabkan gatal dan warna kuning pada kulit.
3.Kelainan darah. Gatal dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam darah dan
suatu keadaan peningkatan sel darah merah abnormal yang dinamakan polisitemia vera.
4.Kelainan hormonal. Kelebihan dan kekurangan hormon tiroid (hiper dan hipotiroid),
kelebihan dan kekurangan hormon paratiroid (hiper dan hipoparatiroid), serta kencing
manis dapat menimbulkan gatal.
5.Keganasan. Gatal terjadi pada hampir semua jenis keganasan, terutama pada kanker
kelenjar getah bening (limfoma), kanker darah (leukemia), mikosis fungoides, sindrom
karsinoid, kanker paru, keganasan pada saluran cerna dan sistem saraf.
.Keadaan lain, yang juga disertai keluhan gatal antara lain kehamilan, penyakit pirai
(asam urat), infeksi HIV/AIDS, infestasi parasit, lupus, tekanan darah tinggi, kelainan saraf,
abses otak, psikologis dan kelainan jiwa, serta obat-obatan tertentu.
Penanganan
Penanganan gatal harus ditujukan pada penyebab yang mendasarinya. Untuk mendiagnosis
penyebabnya secara tepat diperlukan keahlian dokter yang telah berpengalaman ditambah
bantuan berbagai pemeriksaan penunjang bila perlu.
Jika Anda mengalami gatal-gatal berat yang mengganggu atau disertai gejala penyakit
serius seperti yang telah diuraikan di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk
memperoleh penanganan lebih lanjut. Penderita dermatitis, infestasi parasit, penyakit jamur
dan penyakit kulit lain sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin.
Untuk gatal ringan dengan penyebab yang tidak membahayakan seperti kulit kering, dapat
dilakukan penanganan sendiri berupa:
1.Mengoleskan pelembab kulit berulang kali sepanjang hari dan segera setelah mandi.
2.Tidak mandi terlalu sering dengan air berkadar kaporit tinggi.
3.Menggunakan sabun hipoalergenik dan nonbasa.
4.Memasang alat pelembab udara, terutama di ruangan ber-AC.
5.Mengenakan pakaian yang tidak mengiritasi kulit seperti katun dan sutra, menghindari
bahan wol serta bahan sintesis yang tidak menyerap keringat.
6.Menghindari konsumsi kafein, alkohol, rempah-rempah, air panas dan keringat
berlebihan.
7.Menghindari hal-hal yang telah diketahui merupakan penyebab gatal.
8.Menjaga higiene pribadi dan lingkungan.
9.Mencegah komplikasi akibat garukan dengan jalan memotong kuku dan menggosok kulit
yang gatal menggunakan telapak tangan sebagai ganti menggaruk. Obat yang dapat
dipergunakan antara lain obat oles antigatal (dengan kandungan mentol, kampor, kalamin
dan doxepin HCl) serta obat minum, seperti doxepin dan antihistamin.(dari berbagai
sumber) hLLp//wwwLnolcold/bugar/3600gaLalpeLun[ukadanyapenyaklLhLml