Anda di halaman 1dari 18

SERVISITIS

1. DEFINISI Servisitis adalah peradangan dari selaput lendir dari kanalis servikalis. karena epitel selaput lendir kanalis servikalis hanya terdiri dari satu lapisan sel selindris sehingga lebih mudah terinfeksi disbanding selaput lendir vagina. ( gynekologi . FK UNPAD, 1998 ). Juga merupakan : a. Infeksi non spesifik dari serviks

b. Erosi ringan ( permukaan licin ), erosi kapiler ( permukaan kasar ), erosi folikuler
( kistik ) c. Biasanya terjadi pada serviks bagian posterior 2. ETIOLOGI Servisitis disebabkan oleh kuman-kuman seperti : trikomonas vaginalis, kandida dan mikoplasma atau mikroorganisme aerob dan anaerob endogen vagina seperti streptococcus, enterococus, e.coli, dan stapilococus . kuman-kuman ini menyebabkan deskuamasi pada epitel gepeng dan perubahan inflamasi kromik dalam jaringan serviks yang mengalami trauma. Dapat juga disebabkan oleh robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion, alat-alat atau alat kontrasepsi, tindakan intrauterine seprti dilatasi, dan lain-lain. 3. GEJALA KLINIS a. Flour hebat, biasanya kental atau purulent dan biasanya berbau b. Sering menimbulkan erusio ( erythroplaki ) pada portio yang tampak seperti daerah merah menyala.

c. Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat dilihat flour yang purulent keluar
dari kanalis servikalis. Kalau portio normal tidak ada ectropion, maka harus diingat kemungkinan gonorhoe d. Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vulvitis

e. Pada servisitis kroniks kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput lendir yang merah karena infeksi. Bintik-bintik ini disebabkan oleh ovulonobothi dan akibat retensi kelenjer-kelenjer serviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena peradangan. f. Gejala-gejala non spesifik seperti dispareuni, nyeri punggung, dan gangguan kemih

g. Perdarahan saat melakukan hubungan seks

4. KLASIFIKASI a) Servisitis Akuta Infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorroe, infeksi postabortum, postpartum, yang disebakan oleh streptococcus, sthapilococus, dan lainlain. Dalam hal ini streptococcus merah dan membengkak dan mengeluarkan cairan mukopurulent, akan tetapi gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak ditengah-tengah gejala lain dari infeksi yang bersangkutan. Pengobatan diberikan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau dapat menjadi kronika.

b) Servisitis Kronika Penyakit ini dijumpai pada sebagisn wanita yang pernah melahirkan. Lukaluka kecil atau besar pada servik karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman kedalam endoserviks serta keleenjer-kelenjernya sehingga

menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :

1) Serviks kelihatan normal, hanya pada pemeriksaan mikroskopis ditemukan infiltrasi


leukosit dalam stroma endoserviks. Servicitis ini menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran secret yang agak putih-kuning. 2) Di sini ada portio uteri disekitar ostium uteri eksternum, tampak daerah kemerahmerahan yang tidak dipisahkan secara jelas dari epitel porsio disekitarnya, secret yang dikeluarkan terdiri atas mucus bercampur nanah.

3) Sobeknya pada serviks uteri disini lebih luas dan mukosa endoserviks lebih kelihatan
dari luar (ekstropion). Mukosa dalam keadaan demikian mudah terkena infeksi dari vagina. Karena radang menahun, serviks bisa menjadi hipertropis dan mengeras, secret mukopurulent bertambah banyak.

5. DIAGNOSA BANDING

Karsinoma Lesi tuberculosis Herpes progenitalis

6. PEMERIKSAAN KHUSUS: 1) Pemeriksaan dengan speculum 2) Sediaan hapus untuk biakan dan tes kepekaan 3) Pap smear 4) Biakan damedia

5) Biopsy

7. PENATALAKSANAAN Antibiotika terutama kalau dapat ditemukan gonococcus dalam secret Kalau cervicitis tidak spesifik dapat diobati dengan rendaman dalam AgNO3

10 % dan irigasi. Cervicis yang tak mau sembuh ditolong operatif dengan melakukan konisasi,

kalau sebabnya ekstropion dapat dilakukan lastik atau amputasi. Erosion dapat disembuhkan dengan obat keras seperti, AgNO3 10 % atau

Albothyl yang menyebabkan nekrose epitel silindris dengan harapan bahwa kemudian diganti dengan epitel gepeng berlapis banyak Servisitis kronika pengobatannya lebih baik dilakukan dengan jalan

kauterisasi-radial dengan termokauter atau dengan krioterapi.

8. PROGNOSIS: Biasanya baik Dapat kambuh

DAFTAR PUSTAKA David, Ovedoff. 1995. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Bina Pura Aksara Taber, Benzion. 1995. Kapita Selekta Kedaruratan Obstetri dan Gynekologi. Jakarta : EGC Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan. Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC Prawirohardjo. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sastrawinata, sulaiman. 1981. Ginekologi. Bandung : Elstar offset Robin, Cotran, Humar. 1999. Buku Saku Robbins, Dasar Patologi Penyakit. Jakarta : EGC http://www.askep-askeb-kita.blogspot.com/

Herpes Pengertian herpes adalah infeksi akut pada genetalia dengan gejala khas berupa vesikel. Etiologi Disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II. Cara penularan melalui hubungan kelamin, tanpa melalui hubungan kelamin seperti : melalui alat-alat tidur, pakaian, handuk,dll atau sewaktuproses persalinan/partus pervaginam pada ibu hamil dengan infeksi herpes pada alat kelaminluar. Perbedaan HSV tipe I dengan tipe II HSV tipe I Predileksi HSV tipe II

Kulit dan mukosa di luar Kulit dan mukosa daerah genetalia dan perianal

Kultur pada chorioallatoic Membentuk bercak kecil Membentuk pock besar dan tebal membran (CAM) dari telur ayam Serologi Antibodi terhadap HSV tipe I Sifat lain Epidemiologi Herpes simpleks virus tipe II ditemukan pada wanita pelacur 10x lebih tinggi daripada wanitanormal. Sedangkan HSV tipe I sering dijumpai pada kelompok dengan sosioekonomi rendah. Patogenesis Infeksi herpes genitalis dapat sebagai infeksi primer maupun sebagai infeksi rekuren.

Antibodi terhadap HSV tipe II

Tidak bersifat onkogeni

Bersifat onkogeni

Infeksi primer Infeksi primer terjadi bila virus dari luar masuk ke dalam tubuh penderita, DNA dari tubuh penderita melakukan penggabungan dan mengadakan multiplikasi. Pada saat itu,tubuh hospes belum memiliki antibodi yang spesifik hingga menimbulkan lesi lebih luas. Selanjutnya virus menjalar melalui serabut syaraf sensorik menuju ganglion sakralis (syaraf regional) dan berdiam disana.

Infeksi rekuren Infeksi rekuren terjadi pada suatu waktu bila ada faktor tertentu (trigger factor) sehingga virus mengalami reaktivitas dan multiplikasi kembali.

Gambaran Klinis (Tanda dan Gejala)

Timbul erupsi bintik kemerahan, disertai rasa panas dan gatal pada kulit region genitalis.

Terkadang disertai demam, seperti influenza, setelah 2-3 hari bintik kemerahan berubah menjadi vesikel disertai nyeri.

5-7 hari, vesikel pecah dan keluar cairan jernih sehingga timbul keropeng. Kadang dapat kambuh lagi.

Komplikasi

Gangguan mobilitas, vaginitis, urethritis, sistitis dan fisura ani herpetika terjadi bila mengenai region genetalia.

Abortus Anomali kongenital Infeksi pada neonatus (konjungtifitis/ keratis, ensefalitis, vesikulitis kutis, ikterus, dan anomali konvulsi).

Penanganan

Lakukan pemeriksaan serologi (STS). Atasi nyeri dan demam dengan parasetamol 3 x 500 mg. Bersihkan lesi dengan larutan antiseptic dan kompres dengan air hangat. Keringkan dan oleskan acyclovir 5% topikal setelah nyeri berkurang. Berikan acyclovir tablet 200 mg tiap 4 jam. Rawat inap bila terjadi demam tinggi, nyeri hebat, retensi urin, konvulsi, neurosis, reaksi neurologik lokal, ketuban pecah dini maupun partus prematurus.

Berikan pengobatan pada pasangan berupa acyclovir oral selama 7 hari. Bila terpaksa partus pervaginam, hindari transmisi ke bayi atau penolong.

Gonorhea Pengertian, adalah penyakit kelamin yang bisa terjadi pada pria maupun wanita.Disebut jugapenyakit kencing nanah atau GO.

Penyebab Penyebabnya adalah kuman Neisseria Gonorrhoea, disebut juga gonokokus, berbentuk diplokokus. Kuman ini menyerang selaput lendir dari :

Vagina, saluran kencing dan daerah rahim/ leher rahim. Saluran tuba fallopi. Anus dan rektum. Kelopak mata. Tenggorokan.

Tanda Dan Gejala Penularan melalui oral, anal dan vaginal seks. Hampir 90% penderita GO tidak memperlihatkan keluhan dan gejala. Tanda pada penderita GO baik lelaki dan perempuan, bisa tanpa keluhan dangejala. Lelaki

Keluar cairan putih kekuning-kuningan melalui penis. Terasa panas dan nyeri pada waktu kencing. Sering buang air kecil. Terjadi pembengkakan pada pelir (testis).

Perempuan

Pengeluaran cairan vagina tidak seperti biasa. Panas dan nyeri saat kencing. Keluhan dan gejala terkadang belum tampak meskipun sudah menular ke saluran tuba fallopi.

Bila gejala sudah meluas ke arah PID (Pelvic Inflamatory Disease) maka sering timbul :

Nyeri perut bagian bawah. Nyeri pinggang bagian bawah. Nyeri sewaktu hubungan seksual. Perdarahan melalui vagina diantara waktu siklus haid. Mual-mual. Terdapat infeksi rektum atau anus.

Bila GO tidak diobati maka 1% dari lelaki dan wanita, akan terjadi DGI atau Dessiminated Gonorrhoe Infection. Tanda dan gejalanya berupa demam, bercak di kulit, persendian bengkakdan nyeri, peradangan pada dinding rongga jantung, peradangan selaput pembungkus otak serta meningitis. Komplikasi Komplikasi dapat timbul pada bayi, lelaki maupun perempuan dewasa. 1. Lelaki prostatitis (radang kelenjar prostat), adanya jaringan parut pada saluran kencing (urethra), mandul/ infertil, peradangan epididimis, 2. Perempuan PID, infertil, gangguan menstruasi kronis, peradangan selaput lendir rahimsetelah melahirkan (post partum endometriosis), abortus, cistitis (peradangan kandung kencing), peradangan disertai pus. Pencegahan

Menghindari seks bebas (free sex). Monogami. Penggunaan kondom saat vaginal, oral maupun anal seks.

Penanganan 1. Pada masa kehamilan, berikan antibiotika seperti : a) Ampisilin 2 gram IV dosis awal, lanjutkan dengan 3 x 1 gram per oral selama 7 hari. b) Ampisilin + Sulbaktan 2,25 gram oral dosis tunggal. c) Spektinomisin 2 gram IM dosis tunggal. d) Seftriakson 500 mg IM dosis tunggal. 2. Masa nifas, berikan antibiotika seperti : a) Xiprofloksasin 1 gram dosis tunggal. b) Trimethroprim + Sulfamethoksazol (160 mg + 800 mg) 5 kaplet dosis tunggal. 3. Oftalmia neonatorum (konjungtivitis) : a) Garamisin tetes mata 3 x 2 tetes. b) Antibiotika Ampisilin 50 mg/ kgBB IM selama 7 hari; Amoksisilin + asam klamtanat 50 mg/ kgBB IM selama 7 hari; Seftriakson 50 mg/ kgBB IM dosis tunggal. 4. Lakukan konseling tentang metode barier dalam melakukan hubungan seksual. 5. Berikan pengobatan yang sama pada pasangannya. 6. Buat jadual kunjungan ulang dan pastikan pasangan & pasien akan menyelesaikan pengobatanhingga tuntas. Sifilis Pengertian

Adalah penyakit yang disebabkan oleh Treponema Pallidum, bersifat kronik dan sistematik. Nama lain adalah Lues venereal atau raja singa. Penyebab Penyebabnya adalah Treponema Pallidum, termasuk ordo Spirochaecrales, familia Spirochaetaceae dan genus Treponema. Bentuk spiral teratur, panjang 6-15 m, lebar 0,15 m, terdiri atas 8-24 lekukan. Pembiakan secara pembelahan melintang, pada stadium aktif terjadi setiap 30 jam. Klasifikasi Sifilis terbagi menjadi sifilis congenital dan sifilis akuista. 1. Sifilis Kongenital, terbagi atas : a) Dini (sebelum 2 tahun); b) Lanjut (sesudah 2 tahun); Stigmata 2. Sifilis Akuista, terbagi : a) Klinik; b) Epidemiologik Menurut caranya sifilis dibagi menjadi tiga stadium yaitu : Stadium I (SI); Stadium II (SII); Stadium III (SIII) Secara epidemiologik, WHO membagi menjadi :

Stadium dini menular ( dalam waktu 2 tahun sejak infeksi), terdiri dari SI, SII, stadium rekuren dan stadium laten dini.

Stadium lanjut tak menular (setelah 2 tahun sejak infeksi), terdiri atas stadium laten lanjut dan SIII.

Komplikasi

Pada kehamilan: a) Kurang dari 16 minggu : kematian janin (sifilis fetalis). b) Stadium lanjut :prematur, gangguan pertumbuhan intra uterin, cacat berat (pnemonia, sirosis hepatika, splenomegali, pankreas kongenital, kelainan kulit dan osteokondritis).

Tanda dan gejala


Lesi (berupa ulkus, soliter, dasar bersih, batas halus, bentuk bulat/longitudinal). Tanpa nyeri tekan.

Penanganan 1. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi pada persalinan. 2. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi pada penggunaan instrumen.

3. Pemberian antibiotika, misal : Benzalin pensilin 4,8 juta unit IM setiap minggu dengan 4x pemberian; Dofsisiklin 200 mg oral dosis awal, dilanjutkan 2100 mg oral hingga 20 hari; Sefriakson 500 mg IM selama 10 hari. 4. Sebelum pemberian terapi pada bayi dengan dugaan/ terbukti menderita sifilis kongenital, maka dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinalis dan uji serologik tiap bulan sampai negatif. Berikan antibiotik : Benzalin pensilin 200.000 IU/ kgBB per minggu hingga 4x pemberian; Sefriakson 50 mg/ kg BB dosis tunggal (per hari 10 hari). 5. Lakukan konseling preventif, pengobatan tuntas dan asuhan mandiri. 6. Memastikan pengobatan lengkap dan kontrol terjadwal. 7. Pantau lesi kronik atau gejala neurologik yang menyertai. Chlamydia Pengertian Adalah infeksi yang disebabkan oleh kuman Chlamydia trachomatis dan dapat diobati. Penyebab Kuman Chlamydia trachomatis. Penularan Kuman ini menyerang sel pada selaput lendir : a) Uretra, vagina, serviks dan endometrium. b) Saluran tuba fallopi. c) Anus dan rektum. d) Kelopak mata. e) Tenggorokan (insiden jarang). Chlamydia paling sering menyerang pada usia muda dan remaja. Penularannya dapat melalui :hubungan seksual secara oral, anal maupun oral seks; hubungan seksual dengan tangan, sehinggacairan mani terpercik ke mata; dari ibu ke bayi sewaktu proses persalinan. Tanda dan gejala Sekitar 75 % perempuan dan 50% laki-laki yang tertular Chalmydia tidak menunjukkan tanda dan gejala. Keluhan dan gejala biasanya timbul sekitar 3 minggu setelah tertular kuman chlamydia. Adapun tanda dan gejalanya adalah : 1. Menderita proktitis (radang rektum), urethritis (radang saluran kencing) dan konjungtivitis (radang selaput putih mata). 2. Pada wanita : keluar cairan dari vagina; perasaan panas dan nyeri sewaktu buang air kecil

3. Bila sudah menyebar ke tuba fallopi, akan timbul : nyeri perut bagian bawah; nyeri sewaktucoitus; timbul perdarahan pervaginam diantara siklus haid; demam dan mual-mual 4. Pada pria : keluar cairan kuning seperti pus dari penis; nyeri dan rasa terbakar sewaktu kencing; nyeri dan bengkak pada testis Komplikasi Perempuan 1. PID 2. Infertil 3. Radang kandung kencing (cyctitis) Laki-laki 1. Prostitis 2. Timbul jaringan parut pada urethra 3. Infertil 4. Epididimis Bayi baru lahir 1. Kebutaan 2. Pneumoni (radang paru)

3. Kematian

4. Radang serviks (servisitis)


Pencegahan

1) Hindari seks bebas; 2) Monogami; 3) Gunakan kondom saat hubungan seks baik dengan oral, anal maupun vaginal seks. Penanganan 1. Doksisiklin per oral 2x sehari selama 7 hari. 2. Asitromisin dengan pemberian dosis tunggal (kontraindikasi untuk ibu hamil, gunakan eritromisin, amoksilin, azitromisin). 3. Lakukan follow-up pada penderita dengan : a) Apakah obat yang diberikan sudah diminum sesuai anjuran. b) Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati. c) Jangan melakukan hubungan seks, bila pengobatan belum selesai. d) Lakukan periksa ulang 3-4 bulan setelah selesaipengobatan. Referensi Adobe Reader- [HIV-AIDSbooklet_part3.pdf]. Adobe Reader- [SSH-6135-IND.pdf]. Chlamydia Dan Gonorea. Harahap, M, 1984. Penyakit Menular Seksual. Gramedia, Jakarta. Manuaba, IBG, 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan. Jakarta. Rabe, Thomas, 2002. Buku Saku Ilmu Kandungan, Hipokrates, Jakarta. Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan

Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta. Yatim, Faisal (2005). Penyakit Kandungan. Myoma, Kanker Rahim/ Leher Rahim Dan Indung Telur, Kista, Serta Gangguan Lainnya. Jakarta.

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkanmelalui hubungan seks. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bilamelakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melaluivagina, oral maupun anal. PMS dapat menyebabkan infeksi alat reproduksiyang harus dianggap serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar danmenyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkankematian. Wanitalebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar daripadalaki-laki sebab mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkaliberakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkanpenyakit melanjut ke tahap lebih parah. Oleh karena letak dan bentuk kelaminnya yang agak menonjol, gejalaPMS pada laki-laki lebih mudah dikenali, dilihat, dan dirasakan. Sedangkanpada perempuan sebagian besar gejala yang timbul hampir tak dapat dirasakan. Gejala-gejala umum PMS pada laki-laki adalah : Bintik-bintik berisi cairan, borok, atau lecet pada daerah sekitar kelamin. Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada sekitar daerah kelamin. Adanya kutil yang tumbuh seperti jengger ayam. Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin. Sakit luar biasa saat kencing. Kencing nanah/darah dengan bau busuk. Bengkak panas nyeri pada pangkal paha yang akhirnya menjadi borok. Kehilangan berat badan secara drastis, diare berkepanjangan, dan berkeringat saat malam. Sedangkan pada perempuan meliputi :

Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual. Rasa nyeri pada perut bagian bawah. Keluarnya lendir pada vagina. Keputihan berwarna putih susu, bergumpal, dan disertai rasa gatal pada kelamin. Keputihan berbusa dan berbau busuk. Bercak-bercak darah setelah berhubungan seks. Ada banyak jenis PMS yang telah ditemukan. Dan diantaranya yang paling sering ditemui dan berbahaya adalah : 1.Gonorea (GO) Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Ada masa tenggang(masa inkubasi) selama 2 -10 hari setelah kuman masuk ke dalam tubuhmelalui hubungan seks. Tanda-tanda penyakitnya adalah nyeri, merah,bengkak dan bernanah. Gejala pada laki-lakiadalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnyananah kental kuning kehijauan, ujung penistampak merah dan agak bengkak. Padaperempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala.Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing danterdapat keputihan kental berwarna kekuningan. Akibat penyakit GO, pada laki-laki danperempuan, seringkali berupa kemandulan. Pada perempuan bisa juga terjadiradang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupainfeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan. 2.Herpes Genital Penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes simplex dengan masatenggang 4 - 7 hari sesudah virus masuk ke dalam tubuh melalui hubunganseks. Gejala yang ditimbulkan adalah : Bintil-bintil berair seperti anggur di sekitar kelamin. Pecah, lalu menyebabkan luka kering mengerak lalu hilang. Terulang lagi sampai seumur hidup. Pada perempuan, seringkali menjadi kanker mulut rahim beberapatahun kemudian. Penyakit ini belum ada obat yang benar-benar mujarab,tetapi pengobatan anti virus bisa mengurangi rasa sakit dan lamanya episodepenyakit. 3.Sifilis (Raja Singa)

Kuman penyebabnya disebut Treponema pallidum. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusingdan nyeri tulang seperti flu, yangakan hilang sendiri tanpa diobati.Ada bercak kemerahan padatubuh sekitar 6-12 minggu setelahhubungan seks. Gejala ini akanhilang dengan sendirinya danseringkali penderita tidak memperhatikan hal ini. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahunpenyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah danjantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi

yangdikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa danketerbelakangan mental. 4.Klamidia Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Masa tanpagejala ber-langsung 7 - 21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan padaalat reproduksi laki-laki dan perempuan. Pada perempuan, gejalanya bisa berupa : Keluarnya cairan dari alat kelamin atau sering disebut keputihan encer berwarna kuning kecoklatan. Rasa nyeri di rongga pinggul. Pendarahan setelah hubungan seksual. Sedangkan pada laki-laki, gejalanya bisa berupa : Keluar cairan bening dari saluran kencing. Rasa nyeri saat kencing. Infeksi lebih lanjut dapat menyebabkan banyak cairan keluar danbercampur nanah. Tidak jarang pula, gejala tidak muncul sama sekali, padahal prosesinfeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu penderita tidak sadar sedangmenjadi pembawa PMS dan menularkannya kepada pasangannya melaluihubungan seksual. Akibat terkena Klamidia pada perempuan adalah cacatnya salurantelur dan kemandulan, radang saluran kencing, robeknya saluran ketubansehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Sementarapada laki-laki akibatnya adalah rusaknya saluran air mani

dan mengakibatkankemandulan, serta radang saluran kencing. Pada bayi, 60% - 70% terkenapenyakit mata atau saluran pernafasan (pneumonia). 5.Trikomoniasis Vaginalis Trikomoniasis adalah PMS yang disebabkan oleh parasitTrichomonas vaginalis. Gejala dan tanda-tandanya adalah: Keluar cairan vagina berwarna encer dan baunya busuk. Vulva agak bengkak, gatal, dan tidak nyaman. Nyeri saat kencing. 6.Kandidadis Vagina Kandidiasis vagina merupakan keputihan yang disebabkan oleh jamur Candidas albicans. Pada keadaan normal, jamur ini terdapat di kulit maupun di dalam liangkemaluan perempuan. Tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini meluas danberreplikasi secara tak terkendali sedemikian rupa sehingga mengakibatkaninfeksi dan terjadi keputihan. Gejalanya berupa keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal, disertai rasa gatal panas dan kemerahan pada kelamin dan di sekitarnya. Penyakit ini tidak selalu tergolong PMS, tetapi pasangan seksual dariperempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejalabintikbintik kemerahan di kulit kelamin. 7.Kutil Kelamin Penyebabnya adalah human papilloma virus (HPV) dengan gejala yang khas yaitu terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan. Pada perempuan, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampaidubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Bilaperempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelaminkadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit disekitar kelamin. Pada laki-laki mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagiandalam. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanyalaki-laki baru menyadari setelah ia menulari pasangannya. Sampai sekarang belum ada obat yang dapat secara tuntasmenyembuhkan kutil kelamin. Pengobatan hanya sampai pada tahapmenghilangkan kutilnya saja.