Anda di halaman 1dari 19

BAB IV SAKLAR DUA-ARAH

4.1 Pendahuluan Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari cara menggambar instalasi penerangan, melalui diagram lokasi, diagram pengawatan, dan diagram kerja suatu pengaturan saklar dua arah kemudian dikombinasi dengan kotak kontak. Kemudian dilanjutkan dengan latihan-latihan merangkai dengan menggunakan alat peraga dikelas, yang diperagakan oleh dosen dan selanjutnya dilakukan oleh setiap mahasiswa. Pengaturan dasar ini berguna bagi anda untuk melakukan perencanaan instalasi listrik berdasarkan standar yang berlaku, serta menerapkan dalam pemasangan instalasi penerangan listrik pada bangunan atau gedung-gedung. Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan dapat menggambar diagram lokasi, diagram pengawatan, dan diagram kerja pengaturan saklar seri. Menentukan material yang digunakan. Merangkai pengaturan saklar dua arah dikombinasikan dengan kotak kontak.

4.2 Penyajian Suatu ruangan telah dirancang sedemikian rupa berdasarkan fungsinya, misalnya ruang rapat yang mempunyai dua pintu masuk, atau pada tangga bangunan berlantai dua, dimana pengguna ruangan atau tangga harus secara leluasa memilih pintu mana atau dari lantai berapa dia masuk. Jika terjadi hal seperti pada kondisi tersebut, maka tidak akan mungkin dapat dipenuhi jika pengaturan penerangannya menggunakan saklar satu arah atau saklar seri. Oleh karena itu, maka dibutuhkan saklar dua arah, dimana pengaturan penerangannya dapat dilakukan dari dua tempat secara bebas sesuai kebutuhan pemakai.

4.2.1

Sistem Pengaturan Rangkaian

Selain disebut saklar dua arah, umum juga menyebutkan sebagai saklar tukar atau saklar ganda satu kutup. Simbol untuk diagram lokasinya adalah sebagai berikut:

Latihan praktek: 1 Buatlah sistem pengaturan seperi berikut, dengan satu perangkat lampu ganda dan sebuah saklar dua arah. Tempatkan peralatan dan kawatilah sesuai dengan diagram pengawatan di bawah ini. Gunakan warna penghantar yang benar. E1 L N P E E2

1 P

Gambar 4.1. Sistem pengaturan satu saklar dua arah. Operasikan rangkaian anda setelah disetujui oleh instruktur, kemudian lakukan pengamatan untuk fungsi kerja tersebut:

Pengamatan: Saklar satu kutub dua arah, mempunyai dua posisi pengoperasian saklar ini hanya bisa menyala salah satu lampu E1 atau E2 secar bergantian. Saklar satu kutub dua arah digunakan untuk mengoperasikan dua pemakai secara bergantian dengan sumber tegangan yang sama atau dengan sumber tegangan yang berbeda untuk satu pemakai. Kemungkinan lainnya adalah bisa digunakan sebagai pengganti saklar satu arah dalam suatu rangkaian penerangan. Apa yang harus dilakukan untuk mematikan kedua lampu pada gambar 4.1 secara serentak?

Dapatkah sistem pengaturan demikian digunakan dalam suatu rangkaian penerangan untuk umum? Jelaskan!

Latihan 1: Sistem penerangan dalam suatu rangkaian dapat diatur OFF dan ON dari dua tempat yang berlainan. Dua saklar satu arah digunakan untuk sisitim pengaturan demikian. Rencanakanlah sisitim pengaturan berikut dengan melengkapi gambar 4.2 berikut:

L/N/PE ~ 220 V

3 B

A C

Gambar 4.2. Diagram lokasi dari sistem pengaturan satu arah Lengkapi diagram pengawatan (gambar 4.3) sesuai dengan diagram lokasi pada gambar 4.2, dimana untuk saklar Q2 digunakan sebuah saklar dua arah.

L PE N

1 P

Gambar 4.3. Diagram pengawatan untuk sistem pengaturan penerangan satu arah.

Latihan praktek 2: Buatlah rangkaian pengaturan satu arah dengan latihan 1. Tempatkan peralatan sesuai dengan diagram lokasi gambar 4.2 pada papan praktek. Letakkan saklar pada posisi Off. Kawati peralatan sesuai dengan diagram pengawatan gambar 4.3. Operasikan rangkaian tersebut. Nyatakan fungsi kerja rangkain dan isikan hasilnya pada tabel 4.1. Tabel 4.1. Hasil pengamatan pengoperasian sistem pengaturan penerangan satu arah Posisi saklar Q1 Q2 OFF OFF ON OFF OFF ON ON ON Pengamatan: Keadaan Lampu

Lampu penerangan tidak menyala jika satu dari kedua saklar satu arah dalam posisi Off. Lampu tersebut menyala jika kedua saklar satu arah dalam posisi On. Seandainya salah satu dari saklar satu arah dalam posisi Off, lampu penerangan tidak mungkin dapat dinyalakan oleh saklar kedua, Rangkaian penerangan demikian tidak memungkinkan untuk diatur secara bergantian. Sistem penerangan menurut gambar 4.2 dan gambar 4.3 jarang digunakan dalam praktek. Keadaan yang sama adalah seandainya kita hubungkan dua saklar satu arah dalam hubungan paralel sebagai pengganti hubungan seri. Dalam hal ini kedua saklar bisa mengatur lampu untuk menyala, tapi tidak untuk mematikannya kembali.

Latihan 2: Jika diganti kedua saklar satu arah dengan dua buah saklar dua arah. Lengkapi diagram lokasi gambar 4.4a. Disitu ditunjukkan suatu rangkaian pengaturan saklar dua arah.

Peralatan yang dibutuhkan: 1. . buah .. 2. . buah .. 3. . buah ..

L/N/PE ~ 220 V

Q 1

Q 2

Gambar 4.4a. Diagram lokasi sistem pengaturan penerangan dua arah L PE N

1 P P

Q 1

Q 2

Gambar 4.4b. Diagram pengawatan dengan garis jamak sistem pengaturan penerangan dua arah

Gambar 4.4 c. Diagram kerja dengan satu garis sistem pengaturan penerangan dua arah

Latihan 3: Lengkapi diagram pengawatan gambar 4.4b. Sesuai dengan gambar 4.4a, kemudian periksa apakah banyaknya penghantar-penghantar pada diagram lokasi sudah benar.

Latihan 4: Lengkapi diagram kerja gambar 4.4c. Sesuai dengan gambar 4.4a, kemudian amati fungsi kerja pengaturan saklar dua arah tersebut. Dalam sistem pengaturan saklar dua arah, lampu penerangan dihubung seri dengan kedua saklar dua arah dimana kawat penghubungnya bisa disebut dengan penghantar penghubung (correspondending cundoctor). Terminal P dari salah satu saklar dua arah dihubungkan pada penghantar aktif, terminal P dari saklar lainnya dihubungkan ke lampu penerangan oleh penghantar saklar

Latihan praktek 3: Buatlah rangkaian pengaturan saklar dua arah dengan sebuah lampu penerangan sesuai dengan diagram lokasi gambar 4.4a, kawati peralatan tersebut sesuai dengan diagram pengawatan gambar 4.4b.

Gunakan warna penghantar yang sesuai, operasikan rangkaian, setelah mendapat persetujuan dari instruktur. Amati fungsi kerja rangkaian dan isilah hasil pengamatan pada tabel 4.2 berikut. Tabel 4.2. Hasil pengamatan pengoperasian sistem pengaturan penerangan dua arah Posisi saklar Q1 Q2 1 1 2 1 1 2 2 2 Keadaan Lampu

Periksalah fungsi kerja dari latihan 4. Pengamatan: Sistem pengaturan dua arah adalah untuk menyalakan dan memadamkan rangkaian dari suatu pemakai, dimana pengoperasiannya dapat dilakukan dari dua tempat secara terpisah. Pada setiap pengoperasian dari salah satu saklar akan mengganti keadaan kerja dari pemakai. Pemakai bisa dioperasikan secara berganti. Sistem pengaturan dua arah bisa digunakan untuk rangkaian penerangan pada suatu ruangan dengan dua buah pintu.

Latihan praktek 4: Diagram pengawatan gambar 4.5 berikut, terdapat kesalahan N PE L

1 P

1 P

Gambar 4.5. Pengaturan dua arah yang salah Buat dan kawati rangkaian sesuai dengan gambar 4.5. Operasikan rangkaian tersebut, kemudian amati fungsi kerja. Isilah tabel 4.3 berikut. Tabel 4.3. Hasil pengamatan pengoperasian sistem pengaturan penerangan satu arah. Posisi saklar Q1 Q2 1 1 2 1 1 2 2 2 Keadaan Lampu

Bandingkan hasil dari tabel 4.3 dengan tabel 4.2 dari latihan praktek 3 kemudian tentukan perbedaannya. Posisi kerja saklar No .

Terangkan kesalahannya: Kesimpulan: Dua penghantar penghubung tidak perlu dihubungkan pada terminal yang sama dari kedua saklar dua arah. Karena walaupun kita memasang secara terbalik (1 dengan 2 atau 2 dengan 1) tidak akan merubah fungsi kerja rangkaian. Fungsi saklar dua arah selalu mempunyai dua posisi saklar pada ON dan dua posisi saklar pada OFF.

4.2.2

Pengaturan dua arah dengan lampu tanda

Latihan praktek 1: Telah kita pelajari pada bab sebelumnya, bahwa dalam sistem pengaturan dua arah, pemakai dalam keadaan kerja seandainya salah satu dari penghantar aktif. Buat dan kawati pengaturan dua arah seperti sebelumnya, sesuai dengan gambar 4.4b. operasikan rangkaian kemudian ukurlah tegangan dengan volt meter antara kedua terminal penghantar penghubung pada saklar Q1. Isikan hasil pengukuran pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.4. Hasil pengamatan pengoperasian sistem pengaturan penerangan dua arah.

Posisi saklar Q1 Q2 1 1 2 1 1 2 2 2

Keadaan Lampu

Tegangan .. V .. V .. V .. V

Sekarang ulangi pengukuran untuk saklar Q2 dan bandingkan hasilnya dengan tabel 4.4. Adakah perbedaannya, terangkanlah. Tegangan pada saklar dua arah Q1 dan .. dengan tegangan pada saklar dua arah Q2. Gantilah Voltmeter dengan sebuah lampu tanda. Bandingkan keadaan pengoperasian dari lampu tanda dengan lampu penerangan: Lampu tanda menyala jika lampu penerangan dan padam jika lampu penerangan (pemakai) tersebut Apa yang menyebabkan terjadinya hal tersebut?

Bila salah satu dari penghantar penghubung tidak dihubungkan oleh kedua saklar, maka akan ada tegangan antara kedua penghantar. Lampu tanda pada kedua penghantar penghubung, dihubungkan seri dengan lampu penerangan (pemakai). Karena tahanan dalam pada lampu tanda jauh lebih besar dari tahanan dalam pada lampu penerangan, maka hampir seluruh tegangan diserap oleh lampu tanda, maka lampu tanda menyala dan lampu penerangan padam. Jika salah satu dari kedua panghantar penghubung, dihubungkan oleh kedua saklar, maka tegangan akan Nol, dan lampu tanda padam.

Latihan praktek 2: Tentukan dengan menggunakan Voltmeter dimana tegangan 220 V pada rangkaian pengaturan dua arah apabila lampu penerangan menyala: dan .. Letakkan lampu tanda disamping saklar dua arah (Q1) dan kawati pada kotak sambung X1, apabila lampu penerangan menyala maka lampu tanda ini akan menyala. Lampu tanda disini menyatakan keadaan lampu penerangan. Tambahkan pengawatan sesuai dengan diagram pengawatan gambar 4.6a, tentukan banyaknya penghantar, kemudian bandingkan latihan praktek 1 dan 2, beri tanda silang untuk penggantian pengawatan pada keterangan di bawah ini: Tidak ada perubahan

penghantar antara sakelar/ kombinasi lampu tanda Q1 dan kotak sambung X1

4 5 X

penghantar antara saklar/ kombinasi lampu tanda Q1 dan kotak penghantar diantara dua kotak kombinasi

Penghantar diantara lampu penerangan dan kotak sambung X2

letakkan lampu tanda disamping sakelar dua arah Q2 kemudian kawati pada kotak sambung X2 maka akan anda lihat lampu tanda menyala jika lampu penerangan menyala. Tambahkan pengawatan sesuai dengan diagram pengawatan gambar 4.6a. Berapa banyak penghantar yang dibutuhkan antara kotak sambung X2 dengan saklar/kombinasi lampu tanda Q2? penghantar

Kesimpulan: Keadaan pengoperasian dari pemakai dapat ditunjukkan oleh lampu tanda. Biasanya diletakkan dalam saklar itu sendiri. Untuk pengaturan keadaan ON, dihubungkan paralel dengan pemakai, sedangkan untuk pengaturan keadaan OFF, dihubungkan paralel dengan saklar. Jika dinyatakan untuk keadaan OFF, maka lampu tanda biasanya berada dalam saklar itu sendiri. Maka kita biasa menyebutnya sebagai lampu orientasi. X1 N PE L X2

1 P

1 P

Q1

Q2

Gambar 4.6a. Diagram pengawatan untuk rangkaian pengaturan penerangan OFF

4.2.3

Sistem Pengaturan Dua-arah dengan Kotak-kontak.

Latihan peraktek 1: Telah diuraikan dalam sub bab 2.2.3 dan 3.2.2 bahwa penghantar N dan PE untuk suatu kotak kontak yang ditempatkan di bawah saklar satu arah atau saklar seri diambil dari kotak sambung untuk saklar tersebut, dan penghantar aktif diambil dari terminal P pada saklar. Buatlah rangkaian sesuai dengan gambar 4.4a dan tempatkan sebuah kotak kontak di bawah Q1. Hubungkan kotak kontak dengan penghantar dengan kode warna yang benar. Operasikan rangkaian dan periksa hubungan dari volmeter. Tentukan banyaknya penghantar dari kotak sambung ke saklar/kombinasi kotak kontak. Penggantar: Latihan: Diagram lokasi pada gambar 4.7a. Menunjukkan suatu rangkaian pengaturan penerangan dua arah dengan kotak kontak, salah satu teletak di sebelah bawah saklar. Berilah tanda silang untuk banyaknya penghantar yang benar pada keterangan berikut ini, untuk pipa A,B dan C. Tabel 4.5 Banyaknya penghantar yang benar: A 4 4 5 5 B 5 6 5 4 C 5 6 6 5

Bandingkan pipa B (antara dua kotak sambung) dari rangkain tanpa kotak kontak (gambar 4.4b) dengan rangkain yang menyertakan kotak kontak (gambar 4.7b).

Apa perbedaannya? .... .... .... Latihan 2: Lengkapi diagram pengawatan gambar 4.7b. Sesuai dengan lokasi pada gambar 4.7a, kemudian bandingkan dengan jawaban dari latihan 1.

Latihan praktek 2: Buatlah rangkaian sesua dengan gambar 4.7a, dimana hanya 1 kotak kontak yang ditempatkan di sebelah bawah saklar Q2. Kawati rangkain sesuai dengan gambar 4.7b, kemudian operasikan dan periksalah tegangan dengan Volmeter pada kotak kontak dalam 4 keadaan dari posisi saklar.

Isikan hasil pengukuran, dalam tabel 4.6 berikut: Tabel 4.6. Hasil pengamatan pengoperasian sistem pengaturan dengan penerangan dua arah dengan kotak kontak. Posisi Saklar Q1 1 2 1 2 Q2 1 1 2 2 Kotak L1 -N V V V V kontak

Pengamatan: Posisi dari kedua saklar dua arah tidak mempengaruhi besarnya tegangan pada kotak kontak. Rangkaian penerangan dan rangkain kotak kontak terpisah satu sama lain, karena dalam hubungan paralel.

1/N/PE ~ 220 V

X X

A Q1 3 Q2

C 3

Gambar 4.7a. Diagram lokasi pengaturan penerangan dua arah kotak kontak L PE N

1 P

2 P

Q1

Q1

Gambar 4.7b. Diagram pengawatan pengaturan penerangan dua arah dengan kotak kontak

L1

PE

Gambar 4.7c. Diagram kerja pengaturan penerangan dua arah dengan kotak kontak

4.3 Penutup Pada sistem pengaturan saklar dua arah, lampu penerangan dihubung seri dengan kedua saklar dua arah, dimana kawat penghubungnya disebut penghantar penghubung. Terminal P dari salah satu saklar dua arah dihubungkan pada penghantar aktif, terminal P dari saklar lainnya dihubungkan ke lampu penerangan oleh penghantar saklar. Sistem pengaturan dua arah adalah untuk menyalakan dan memadamkan rangkaian dari suatu pemakai, dimana pengoperasiannya dapat dilakukan dari dua tempat secara terpisah. Pada setiap pengoperasian dari salah satu saklar akan mengganti keadaan kerja dari pemakai. Pemakai bisa dioperasikan secara berganti. Sistem pengaturan dua arah bisa digunakan untuk rangkaian penerangan pada suatu ruangan dengan dua buah pintu. Dua penghantar penghubung tidak perlu dihubungkan pada terminal yang sama dari kedua saklar dua arah. Karena walaupun kita memasang secara terbalik (1 dengan 2 atau 2 dengan 1) tidak akan merubah fungsi kerja rangkaian. Fungsi saklar dua arah selalu mempunyai dua posisi saklar pada ON dan dua posisi saklar pada OFF Keadaan pengoperasian dari pemakai dapat ditunjukkan oleh lampu tanda. Biasanya diletakkan dalam saklar itu sendiri. Untuk pengaturan keadaan ON, dihubungkan paralel dengan pemakai, sedangkan untuk pengaturan keadaan OFF, dihubungkan paralel dengan saklar. Jika dinyatakan untuk keadaan OFF, maka lampu tanda biasanya berada dalam saklar itu sendiri Posisi dari kedua saklar dua arah tidak mempengaruhi besarnya tegangan pada kotak kontak. Rangkaian penerangan dan rangkain kotak kontak terpisah satu sama lain, karena dalam hubungan paralel

Pertanyaan kunci Jika anda telah membaca bahan bacaan tersebut, gunakan pertanyaan berikut ini untuk memandu anda. a. Bagaimana mengontrol satu atau sekelompok lampu dari dua tempat ? b. Bagaimana mengontrol lampu dari dua arah dan kemudian dilengkapi dengan sarana untuk kebutuhan pemakaian lain ? c. Berapa terminal penyambungan yang terdapat pada suatu sklar dua arah ? d. Bagaimana hubungan antara pengoperasian saklar dua arah dikombinasikan lampu tanda dengan fungsi kotak kontak ? Tugas Jika dalam suatu ruangan dipasang satu buah lampu penerangan, dimana lampu tersebut diharapkan dapat diatur dari dua tempat, serta tersedianya kotak kontak untuk kebutuhan pemakai lain. Anda diminta menggambar a. Diagram lokasi b. Diagram pengawatan c. Diagram kerja d. Sebutkan material yang digunakan e. Buat rangkaian pengaturan saklar seri kemudian kombinasikan dengan kotak kontak pada papan peraga dan sambungkan pada sumber tegangan 220 V, jika sudah diperiksa oleh dosen atau instruktur yang bertugas