Anda di halaman 1dari 12

BAB I

1.1 SE1ARAH MENGGAMBAR TEKNIK


Gambar teknik paling awal yang pernah ada adalah gambar denah untuk sebuah
rencana benteng yang digambarkan oleh insinyur bangsa Chaldean kira-kira 4000 tahun
yang lalu yang bernama Gudea yang diukir pada kepingan batu. Gambar itu dibuat serupa
dengan denah yang dibuat oleh arsitek jaman sekarang. Walaupun sudah berusia 4000
tahun tetapi para insinyur dapat membaca gambar itu. Dengan kata lain gambar dapat
dipakai sebagai alat komunikasi yang paling eIektiI dibandingkan dengan bahasa tulisan.
Perkembangan gambar teknik dimulai dari dataran Eropa. Pada awal abad ke-15,
teori tentang proyeksi benda terhadap bidang imajinasi atau bidang proyeksi diketemukan
oleh arsitek-arsitek Italy. Teori ini dikenal sebagai gambar perspektiI. Teori proyeksi
tegak lurus atau proyeksi orthogonal baru dibuat pada abad ke-19, setelah pengetahuan
tentang gambar teknik tersebar ke seluruh dunia. Proyeksi ini disebut juga proyeksi
kwadran I (The first angle profection. Di Amerika timbulah aliran-aliran yang pro dan
kontra terhadap teori proyeksi ini. Kemudian lahirlah sebuah pendapat yang mengatakan
bahwa letak pandangan-pandangan pada gambar proyeksi bisa ditempatkan pada, tempat
yang semestinya atau secara natural, yaitu pandangan kanan ditempatkan di sebelah
kanan pandangan depan, pandangan atas diletakkan di atas pandangan depan dan
sebaliknya. Teori ini kemudian disebut proyeksi kwadran III (the third angle profection.
Sejak permulaan sejarah, perkembangan pengetahuan teknik telah disertai, dan
sangat memungkinkan, oleh suatu gambar yang sesuai. Saat ini hubungan dekat antara
penerapan teknik dan ilmu pengetahuan dan bahasa gambar umum lebih penting dari
yang pernah ada sebelumnya, maka para insinyur, ilmuwan dan teknisi yang
mengabaikan atau kurang bagus dalam cara menyampaikan pernyataan prinsipnya di
bidang teknik adalah buta huruI dalam jabatannya. Maka, latihan penerapan gambar
teknik sesungguhnya dibutuhkan pada setiap sekolah teknik.
Pada permulaan industri, perencana dan pembuat merupakan orang yang sama.
Dalam hal demikian gambar hanya berarti sebagai alat berIikir, dan gambar hanya
merupakan gambar konsep. Oleh karena itu aturan gambar tidak diperlukan.
Seiring dengan perkembangan jaman, maka gambar teknik yang semula hanya
merupakan gambar konsep berubah menjadi Iungsi gambar 'untuk menyampaikan
inIormasi dan 'cara berpikir. Standar gambar harus dipersiapkan sebagai standar yang
berlaku untuk umum.
Sebagai bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia, gambar teknik juga
mempunyai susunan tata bahasa dan strukturnya. Artinya dalam gambar ada aturan
tertentu yang seragam, seragam dalam bentuk dan maksudnya agar mudah dipahami dan
dimengerti oleh semua orang. Aturan tersebut dinamai normalisasi.
Dalam dunia internasional, badan internasional yang menangani masalah
normalisasi adalah International Standard Organization (ISO. Badan ini mengurusi
normalisasi di bidang teknik, kecuali untuk listrik dan elektronika. Untuk bidang
elektronika ditangani oleh ICE (nternational Commission Electrotechnical.

1. 2 PENGERTIAN MENGGAMBAR TEKNIK

Gambar Teknik secara harIiah berasal dari kata :GAMBAR : Suatu alat '
komunikasi visuil' TEKNK METODE : Cara kerja bersist im, atau cara
sist imat is dalam mengerjakan sesuatu GAMBAR TEKNK : Adalah metode
Komunikasi secara visual dalam menyampaikan inIormasi hasil rancangan suatu
produk secara:
KOMUNIKATIF ( mudah dimengerti
NORMATIF ( sesuai aturan
AKURAT ( presisi-tepat teknisnya
TERUKUR ( memiliki skala
EFEKTIF ( tepat guna
Sebuah gambar adalah suatu bentuk goresan yang sangat jelas dari be nda
nyat a, i de at au r e nca na ya ng di us ul ka n unt uk pe mbuat a n at au
k o n s t r u k s i s e l a n j u t n y a . Ga mb a r mu n g k i n b e r b e n t u k b a n y a k ,
t e t a p i metode membuat gambar yang sangat jelas adalah sebuah bentuk alamidasar
dari komunikasi ide-ide yang umum.Dalam dunia permesinan penemuan-
penemuan baru dalam bidangpermesinan seperti mesin-mesin otomatis
mempermudah kerja manusia.Pada awa l nya pene mua n it u t er c i pt a da l a m
pi ki r a n i l muwa n ya ng a hl i dalam bidang permesinan. Suatu mesin, struktur
atau sistem baru harusa d a d a l a m p e mi k i r a n i n s i n y u r a t a u
p e mb u a t a r e n c a n a s e b e l u m b i a s menjadi kenyataan.
Konsep awal atau ide biasanya tertulis pada kertas at au se baga i
suat u ga mba r pada l a yar ko mput er da n di ko muni kas i ka n pada orang lain
melalui bahasa gambar (graphic language dalam bentuk sketsa-sketsa tangan.Untuk itu
seorang sarjana teknik mesin harus mampu menuangkan i d e - i d e
c i p t a a n n y a k e d a l a m g a mb a r - g a mb a r s k e t s a . Di s a mp i n g i t u
s e o r a n g s a r j a n a t e k n i k m e s i n h a r u s m a m p u m e m b e r i
c o n t o h c a r a me n g e r j a k a n , l a n g k a h - l a n g k a h k e r j a a t a u p r o s e s
p e mb u a t a n me s i n kreasinya. D a l a m d u n i a t e k n i k ,
k o m u n i k a s i s e c a r a l i s a n a k a n b a n y a k me n i mb u l k a n
k e s u l i t a n . Ha l i n i k a r e n a d i d u n a i i n i t e r d a p a t b a n y a k macam
bahasa dan dialek-dialek yang digunakan sehingga kemungkinan seseorang sulit
mengert i atau bahkan t idak tahu apa yang dibicarakan oleh orang yang berbeda
bahasanya. Unt uk me ngat as i ha l di at as, or ang- or ang ya ng
ber ke c i mpung di bi da ng t ekni k ber us a ha me ndapat ka n c ar a
ber ko muni kas i ya ng l e bi h universal dan bisa dimengert i oleh orang-orang
teknik di seluruh dunia. Un t u k me n c a p a i ma k s u d d i a t a s , o r a n g -
o r a n g t e k n i k me n g g u n a k a n gambar sebagai alat berkomunikasi dalam
pekerjaan mereka di bidang t ekni k da n i ndust r i. Jad i Ga mba r Tekni k
ser i ng j uga di s e but se baga i Bahasa Teknik Se ba ga i ba ha sa, ga mbar
har us me mpunya i at ur a n- at ur a n ya ng obyekt iI yang dapat dipahami oleh
orang-orang yang ahli.









1.3 STANDARISASI GAMBAR
1.Pengertian Standarisasi Gambar
Standarisasi gambar adalah aturan-aturan yang disepakati bersama. Antar orang-
orang, antar organisasi perusahaan, untuk lingkup negara disebut standar nasional,untuk
lingkup antarnegara disebut Standard Internasional.
2.Fungsi Standarisasi Gambara.
A. Memberikan kepastian
B. Menyeragamkan penaIsiran
C. Memudahkan komunikasi teknik
D. Memudahkan kerja sama antar perusahaan.
E. Memperlancar produksi dan pemasaran
Macam-macam Standarisasi
Tiap-tiap negara cenderung untuk membuat standard sendiri :
O JIS (Japanese Industrial Standard, Jepang
O NNI ( Nederland Normalisatie Instituut, Belanda
O DIN ( Deutsche Industrie Normen, Jerman
O ANSI ( American National Standard Institute , Amerika
O SNI ( Standar Nasional Indonesia
Secara Internasional adalah Standard ISO Tujuan standard ISO dibuat adalah untuk
menyatukan pengertian teknik antar bangsa-bangsa didunia. Indonesia termasuk anggota
ISO
1.4 Fungsi Gambar Teknik
Gambar teknik memiliki Iungsi dan ada tiga Iungsi gambar teknik :
1. Menyampaikan inIormasi
Saat ini antara perancang dan pembuat t idak lagi merupakan satuorang
yang sama, tetapi menjadi dua pihak yang berbeda, sehingga a nt ar a
kedua nya per l u a l at i nIor ma s i , di s i ni per a na n ga mba r t ekni k sebagai
penyampai inIormasi.
2. Bahan dokumentasi
Gambar teknik merupakan dokumen yang sangat pent ing bagi dunia
industri untuk digunakan sebagai inIormasi bagi pengembanganyang akan
datang.
3. Menuangkan gagasan untuk pengembangan
Gagasan seorang perancang untuk membuat benda-benda teknik mula-mula
berupa konsep dalam pikirannya. Konsep abstrak itu kemudian dituangkan
dalam bentuk gambar.





















BAB II
MENGGAMBAR
1. Memilih Peralatan dan Perlengkapan Gambar Perkembangan
Meja Gambar
Meja gambar yang baik mempunyai bidang permukaan yang rata tidak
melengkung. Meja tersebut dibuat dari kayu yang tidak terlalu keras misalnya kayu
pinus. Sambungan papannya rapat, tidak berongga, bila permukaannya diraba,
tidak terasa ada sambungan atau tonjolan. Meja gambar sebaiknya dibuat miring
dengan bagian sebelah at as lebih t inggi supaya t idak melelahkan wakt u
menggambar. Meja gambar yang dapat diatur kemiringannya secara manual atau
hidrolik. Manual pergerakan kemiringan dan naik turunnya dengan sistem
mekanik, sedangkan meja gambar hidrolik kemiringan dan naik turunnya meja
gambar menggunakan sistem hidrolik.

Gambar 1.1 Meja Gambar
Ukuran papan gambar didasarkan atas ukuran kertas gambar, sesuai
dengan standar yang telah ditentukan. Tetapi dapat juga disesuaikan dengan
kebutuhan, umumnya ukuran papan gambar:
- Lebar : 90 cm
- Panjang : 100 cm
- Tebal : 3 cm

Menggunakan Pensil Gambar
Pensil untuk menggambar lain dengan pensil yang digunakan untuk menulis, baik
kwalitetnya maupun kerasnya. Pensil gambar umumnya tidak disertai karet
penghapus pada salah satu ujungnya. Selain itu biasanya kekerasannya dicantumkan
pada salah satu ujung pensilnya. Standard kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Keras Sedang K e r a s
4H 3H 2B
5H 2H 3B
6H H 4B
7H F 5B
8H HB 6B
9H B 7B
Cara meruncingkan pensil, dapat digunakan kertas ampelas caranya yaitu
pensil dipegang antara jari telunjuk dan ibu jari dan waktu mengasah pensil diputar.
Selain itu dapat juga dipakai pisau, caranya yaitu tekanlah punggung pisau dengan
ibu jari pelan-pelan, atau dapat juga menggunakan alat peruncing. Jangan sekali-kali
menggunakan meja gambar sebagai landasan untuk meruncingkan pensil

Waktu digunakan, arahkan pensil dengan kemiringan 80 kearah tarikan garis yaitu
kekanan, dan waktu menarik garis pensil harus sambil diputar dengan telunjuk dan ibu
jari.
Gambar
1.3 Arah
Tarikan
Garis
Pada waktu
menarik garis
untuk pertama
kali
digunakan tekanan pada jari sedikit saja, sehingga akan menghasilkan garis dipertebal
dengan tekanan agak diperbesar, sehingga dihasilkan garis yang terang dan bersih