Anda di halaman 1dari 68

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI DI DESA ........................ KECAMATAN ......... KABUPATEN ...........

TAHUN 2009

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN ........... 2009

08085 52 22 24 49 95 59 94 41 17 7
Disusun Oleh :

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI DI DESA ........................ KECAMATAN ......... KABUPATEN ........... TAHUN 2009

KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Di Program Studi D. III Kebidanan ...........

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN JURUSAN KEBIDANAN 2009

08 52 24 95 94 17
Disusun oleh :

ABSTRAK

POLITEKNIK KESEHATAN .............. JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN .......... Karya Tulis Ilmiah, Juli 2009 Sumarni Sumiartini FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI DIDESA ........................ KECAMATAN ......... KABUPATEN .......... TAHUN 2009 x + 44 halaman + 10 tabel + 1 gambar + 7 lampiran Asi adalah Air Susu Ibu yang diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya selama kurang lebih 2 tahun . Banyak zat gizi yang terkandung dalam ASI dan tidak dapat tergantikan oleh minuman maupun makanan lain. Banyak faktorfaktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu menyusui tantang ASI diantaranya, Pendidikan, Umur, Paritas dan pendapatan Keluarga . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan pendidikan, umur, paritas dan pendapatan keluarga di Desa ........................ Kecamatan ......... kabupaten ........... Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional.Data yang digunakan adalah data primer,.pengukuran data menggunakan kuesioneyang diberikan dan diisi oleh ibu menyusui. Pengolahan data dengan bantuan computer menggunakan SPSS versi 13. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden berpendikan rendah (60,7%), umur responden tidak beresiko (88,0%), ibu dengan gravida 2 3 (48,7%) dan pendapatan keluarga 764.000 (8,0%). Pengetahuan tentang ASI sebagian besar pada kriteria baik. Hasil uji statistic bahwa yang terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI yaitu faktor pendidikan dan faktor pendapatan keluarga sedangkan dari faktor umur dan paritas tidak ada hubungan yang bermakna . Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa para ibu hendaknya harus selalu mencari informasi tentang ASI. Para ibu juga sebaiknya tidak sekedar memberikan ASI, namun harus tahu dan memahami betapa besar dan berharganya ASI bagi buah hatinya. Kata Kunci Daftar Bacaan : Ibu Menyusui, Pengetahuan Tentang ASI : 15 buah (2001 2009)

08 52 24 95 94 17

LEMBAR PERSETUJUAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI DI DESA ........................ KECAMATAN ......... KABUPATEN .......... TAHUN 2009

Usulan penelitian ini telah diperiksa dan disetujui oleh Pembimbing untuk dipresentasikan

..........,

Juli 2009

Pembimbing I,

Pembimbing II,

08 52 24 95 94 17

Tanggal : ................................................

Tanggal : ................................................

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala rahmat, hidayah, serta ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan

Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI Di Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009. Adapun tujuan penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III Kebidanan Program Studi Kebidanan .......... Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Depkes ............... Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna, karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dimasa mendatang.

Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : 1. 2. 3. 4. 5. 6.

08 52 24 95 94 17

7. Seluruh Staf Dosen beserta karyawan Program Studi Kebidanan .......... Politeknik Kesehatan Depkes ............... 8. Suami dan Anakku tercinta yang telah banyak memberikan dukungan baik secara moril maupun materil . 9. Semua teman-teman Bidan Puskesmas ......... yang telah banyak memberikan dukungan dalam membantu terselesainya Karya Tulis Ilmiah ini. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Semoga kebaikan yang telah diberikan pada penulis mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT. Akhirnya dengan segenap rasa, semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amin. .........., Juli 2009

08 52 24 95 94 17

Penulis

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman

Halaman Judul ........................................................................................................... i Abstrak ................................................................................................................... ii

Lembar Persetujuan ................................................................................................... iii Kata Pengantar .......................................................................................................... iv Daftar Isi ................................................................................................................... vi Daftar Tabel ..............................................................................................................viii

Daftar Lampiran

......................................................................................................... x BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................ 3 C. Tujuan ................................................................................ 4

D. Manfaat Penelitian .............................................................................. 5 E. Ruang Lingkup Penelitian .................................................................. 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 6 A. Pengertian ........................................................................................... 6

B. ASI Makanan Kaya Gizi ....................................................................... 7 C. Manfaat ASI ........................................................................................ 8 D. Masalah-masalah dan Cara Mengatasi Menyusui ................................ 10 E. Menjadi Ayah ASI ................................................................................ 13

08 52 24 95 94 17

Daftar Gambar .......................................................................................................... ix

F. KB dengan ASI Eksklusif (MAL) ........................................................ 13 G. Karakteristik Ibu .................................................................................. 14 BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESA DAN DEFINISI OPERASIONAL 21 A. Kerangka Konsep ................................................................................. 21 B. Hipotesa .............................................................................................. 22 C. Definisi Operasional .......................................................................... 23

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN ............................................................... 25 A. Desain Penelitian .................................................................................. 25 B. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................... 25 C. Populasi dan Sampel ............................................................................. 26 D. Cara Pengumpulan, Pengolahan dan Analisa ....................................... 26 BAB V HASIL PENELITIAN ................................................................................ 29 A. Analisa Univariat .................................................................................. 29 B. Analisa Bivariat .................................................................................... 32 BAB VI PEMBAHASAN ........................................................................................ 36 A. Pengetahuan Ibu Menyusui ASI ........................................................... 36 B. Hubungan Antara Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI ................................................................... 37 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 43 A. Kesimpulan ......................................................................................... 43 B. Saran .................................................................................................... 44

DAFTAR PUSTAKA

08 52 24 95 94 17

DAFTAR TABEL

No 1. 2.

Tabel

Halaman

Definisi Operasional........................................................................................ 23 Distribusi Frekuensi Pengetahuan di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009 Distribusi Frekuensi Pendidikan di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .........., Tahun 2009 Distribusi Frekuensi Umur di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .........., Tahun 2009

........ 39

3.

....... 30

4.

....... 30

5.

6.

Distribusi Frekuensi Pendapatan Keluarga di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009

08 52 24 95 94 17

Distribusi Frekuensi Paritas di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .........., Tahun 2009 ................................... 31

........ 31

7.

Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Tingkat Pendidikan di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009 ................................... 32 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Golongan Umur di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009 ...................................................................... 33 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Paritas di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009 ................................................................... 34 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Pendapatan Keluarga di Wilayah Kerja Desa ........................ Kecamatan ......... Kabupaten .......... Tahun 2009 ................................................................... 35

8.

9.

10.

DAFTAR GAMBAR

No 1.

Gambar

Halaman

Kerangka Konsep ......................................................................................... 22

08 52 24 95 94 17

DAFTAR LAMPIRAN

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Lampiran Daftar Riwayat Hidup Lembar Konsultasi Surat Persetujuan Responden Kuisioner Kunci Jawaban Master Data Uji Univariat dan Bivariat

08 52 24 95 94 17

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka kematian dan kesakitan bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Secara Nasional kematian bayi mencapai 32 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup sedangkan di Jawa Barat sendiri kematian bayi diatas rata-rata nasional yaitu 43 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian bayi tersebut di antaranya di sebabkan oleh bayi prematur, infeksi saat kelahiran, kelainan bawaan, rendahnya gizi saat dalam kandungan dan lain-lain. (http//www.suarapembaharuan.com/). UNICEF memperkirakan bahwa pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan mencegah kematian 1,3 juta anak berusia di bawah 5 tahun. Suatu penelitian di Ghana yang diterbitkan dalam jurnal Pedriatics menunjukan 16 % kematian dapat dicegah melalui pemberian ASI pada bayi sejak pertama kelahiranya. Angka ini naik menjadi 22% jika pemberian ASI dimulai dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi. Namun di Indonesia hanya 8% ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai berumur 6 bulan dan hanya 4% bayi di susui ibunya dalam waktu 1 jam setelah kelahiranya. Padahal sekitar 21.000 kematian bayi baru lahir (usia dibawah 28 hari) di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI pada 1 jam pertama setelah lahir (Baskoro, 2008).

08 52 24 95 94 17

Beberapa penelitian menyebutkan angka kejadian diare dan kematian pada bayi jauh lebih tinggi pada bayi yang mengkonsumsi susu formula di tambah makanan pengganti ASI terutama diegara-negara miskin dan berkembang (http://www.blogdokter.net) ASI adalah Mukjijat yang Allah berikan kepada Umatnya yang harus disyukuri dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Hal ini dapat kita pahami juga dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa tidak ada makanan di dunia ini sesempurna ASI. (Purwanti, 2003). ASI adalah makanan ajaib yang sangat dibutuhkan bayi. Kandungan gizi dan zat kebal didalamnya tidak bisa digantikan oleh susu formula maupun bahan makanan lain (Baskoro, 2008)

Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia menurut keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.

450/Men.Kes/SK/IV/2004 tanggal 7 april 2004 yang juga mengacu kepada Resolusi World Health Assembly (WHA 2001), dikatakan bahwa untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan optimal, bayi harus di beri ASI eksklusif selama 6 bulan pertama selanjutnya untuk kecukupan nutrisi bayi, harus mulai di beri makanan pendamping ASI cukup dan aman dengan pemberian ASI di lanjutkan sampai 2 tahun atau lebih. Sedangkan peran wewenang bidan mengacu pada Keputusan Menkes RI No. 900/Men.Kes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan, dalam keputusan tersebut diharapkan semua bidan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya para ibu hamil, melahirkan dan

08 52 24 95 94 17

menyusui bidan harus senantiasa berupaya mempersiapkan ibu hamil sejak kontak pertama saat pemeriksaan kehamilan memberikan penyuluhan tentang ke ampuhan dan manfaat pemberian ASI secara berkesinambungan sehingga ibu hamil memahaminya dan siap menyusui anaknya dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan (Baskoro, 2008 ). Suatu kebanggaan bagi seorang ibu jika bisa memberikan ASI bagi si buah hati namun sayang tak semua ibu bisa merasakanya berbagai kendala menyusui sering terjadi mulai dari ibu yang sibuk bekerja sampai gangguan produksi ASI yang menyebabkan si ibu urung menyusui bayinya. (Baskoro, 2008)

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai "Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ tahun 2009".

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang ada maka peneliti membuat rumusan masalah sebagai berikut : Apa sajakah faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten .........

08 52 24 95 94 17

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ tahun 2009. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ b. Untuk mengetahui hubungan umur dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ......... c. Untuk mengetahui hubungan menyusui tentang ASI Kabupaten ......... paritas dengan pengetahuan ibu .................. Kecamatan ........

d. Untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........

08 52 24 95 94 17
di Desa

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bacaan yang bermanfaat serta dapat memperluas wawasan dan pengetahuan khususnya tentang ASI. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi lembaga terkait dalam merumuskan program ASI.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini penulis batasi pada faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI yaitu dari faktor pendidikan, umur, paritas, dan pendapatan keluarga. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah ibu menyusui bayi berumur 0 -12 bulan di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ......... Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 April 2009 sampai dengan 20 Juni 2009. Desain penelitiannya adalah analitik.

08 52 24 95 94 17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Air Susu Ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama yang belum dapat mencerna makanan padat. ASI di produksi karena pengaruh hormon prolactin dan oxytocin. ASI yang pertama keluar disebut colostrums atau jolong dan mengandung banyak imunoglobulin IgA yang baik untuk pertumbuhan tubuh bayi rawan penyakit. Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya harus digantikan oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk bayi sampai usia tahun

(//www.drpaul.com/breastfeeding/colostrum.html). Air Susu Ibu atau ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi yang lahir, karena ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi bayi bahkan selama empat sampai enam bulan pertama kehidupannya. Dengan ASI, maka sang bayi dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal selain sebagai sumber energi dan zat gizi, pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan physikologis antara ibu dan bayinya (Baskoro, A. 2008).

08 52 24 95 94 17

B. ASI Makanan Sehat Kaya Gizi Komposisi ASI 1. Karbohidrat : dalam ASI berbentuk laktosa yang bentuknya berubah-ubah setiap hari menurut kebutuhan kembang bayi. Rasio jumlah laktosa dalam ASI dan PASI adalah 7 : 4 sehingga ASI lebih manis dibandingkan PASI. 2. Protein : dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan PASI, namun demikian protein ASI sangat cocok karena unsure protein didalamnya hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi yaitu protein unsur whey perbandinganya protein unsur whey dan casein dalam ASI adalah 63 : 35 sedangkan dalam PASI 20 : 80. 3. Lemak : kadar lemak dalam ASI pada mulanya rendah kemudian

meningkat jumlahnya lemak dalam ASI berubah kadarnya setiap kali dihisap oleh bayi dan hal terjadi secara otomatis jenis lemak dalam ASI mengandung lemak rantai panjang yang dibutuhkan oleh sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna karena mengandung enzim lipase. lemak dalam bentuk Omega 3, Omega 6 dan DHA yang sangat diperlukan untuk pertubuhan sel-sel jaringan otak. 4. Mineral : ASI mengandung mineral yang lengkap walau kadarnya relatif rendah, tetapi bisa mencukupi kebutuhan bayi sampai berumur 6 bulan. Zat Besi dan Kalsium dalam ASI merupakan mineral dan mudah diserap dan jumlahnya tidak dipengaruhi diet ibu.

08 52 24 95 94 17

5. Vitamin : ASI mengandung vitamin yang lengkap yang dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai 6 bulan kecuali vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K.

C. Manfaat ASI ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama memberikan manfaat bagi ibu dan bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. 1. Manfaat bagi Bayi a. ASI merupakan

08 52 24 95 94 17
makanan

alamiah

yang

baik

untuk

bayi,

praktis,ekonomis mudah dicerna dan memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi. b. ASI mengandung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan dengan jenis apapun. Di dalam usus laktosa akan difermentasi menjadi asam laktat.

c. ASI mengandung zat pelindung atau anti bodi yang dapat melindungi bayi selama 5- 6 bulan pertama seperti : Immunoglobulin, Lisyozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, Lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin. d. ASI tidak mengandung Betaclatoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. e. Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologi

antara ibu dan bayi.

2. Manfaat bagi ibu a. Suatu rasa kebanggan bagi ibu bahwa ia dapat memberikan kehidupanpada bayinya. b. Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah kontak kulit yang erat, bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak. c. Dengan ibu menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian ke ukuran sebelum hamil. d. Mempercepat berhentinya pendarahan postpartum. e. Dengan menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberapa bulan dengan kata lain menjarangkan kehamilan. f. Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang.

g. Mengurangi resiko kanker indung telur (Ca Ovarium) dan kanker rahim (Ca Endometrium).

h. Mengurangi resiko keropos tulang (Osteoporosis). i. Mengurangi resiko rheumathoid artritis. D. Masalah-Masalah Dan Cara Mengatasi Menyusui 1. Rendahnya Produksi ASI Banyak ibu yang mengeluh bahwa ASI nya tidak keluar atau

kelihatan tidak cukup, hal yang penting diperhatikan adalah posisi pelekatan yang betul antara mulut bayi dengan payudara ibu.

08 52 24 95 94 17

Produksi ASI mengikuti prinsip makin tinggi kebutuhan bayi,makin banyak produksi ASI adapun cara meningkatkan produksi ASI dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : a. Melakukan persiapan menyusui saat ibu sedang hamil. b. Susuilah bayi segera setelah bayi lahir. c. Susuilah bayi sesering mungkin, semakin sering bayi menghisap puting susu, semakin banyak ASI yang keluar dan pastikan cara menyusui dengan benar. d. Susuilah bayi dari kedua payudara yang kiri dan kanan secara bergantian.

e. Jangan memberikan makanan dan minuman lain selain ASI sampai bayi berumur 6 bulan.

2. Puting Datar Atau Terbenam.

Puting datar dan terbenam dapat diatasi dengan cara setiap selesai mandi pada periode kehamilan diatas 7 bulan, puting susu ditarik-tarik sampai menonjol atau dengan bantuan pompa susu. Dan kurangi frekuensinya setelah lahir, penarikan puting susu jangan dilakukan berlebihan. 3. Puting Lecet. Untuk mengatasi puting lecet dan nyeri dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : a. Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit. b. Susui sebelum bayi sangat lapar.

08 52 24 95 94 17

c. Jangan membersihkan puting susu dengan sabun/alkohol. d. Perbaiki posisi bayi saat menyusui. e. Usahakn bayi menghisap sampai aerola. f. Perhatikan cara melepas mulut bayi dari puting. g. Keluarkan sedikit ASI untuk dioleskan pada puting susu selesai menyusui. h. Biarkan puting kering sebelum memakai BH. i. Bila lecet tersebut tidak sembuh dalam 1 minggu, maka rujuklah ke Puskesmas atau Rumah Sakit. 4. Payudara Bengkak dan Puting Nyeri

Untuk mengatasi payudara bengkak dan puting nyeri dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Susuilah bayi setiap kali meminta.

b. Keluarkan ASI dengan pompa atau manual diperah dengan tangan bila produksi ASI melebihan kebutuhan bayi. c. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat. d. Perbaiki cara meletakan bayi atau tubuh bayi menghadap perut ibu juga letak mulut bayi pada areola. e. Lakukan pengurutan mulai dari puting kearah pangkal. 5. Bingung Puting Pada Bayi Sangat penting memaksimalkan inisiasi menyusu dini, karena sangat memungkinkan terjadinya bingung puting kondisi ini bisa terjadi apabila ibu bekerja atau karena sesuatu hal lain bayi terpaksa diberikan dengan

08 52 24 95 94 17

susu buatan, berikan dengan sendok, jangan dengan dot susu botol karena tidak sesuai dengan puting ibu, ini untuk menghindari agar bayi tidak bingung puting. 6. ASI tidak Langsung Keluar Dalam 24 jam pertama bayi tidak perlu cairan, jadi tidak minumpun tidak apa-apa. Tetapi tetap harus mulai menyusu, yang penting adalah satu jam pertama harus diberikan pada ibu untuk mulai menyusui, karena pada saat baru lahir daya isap bayi sangat kuat kemampuan isap ini baru akan kembali 38 jam kemudian. Saat ibu mengatakan bahwa ASI belum keluar, itulah saat colostrum keluar, colostrum adalah ASI yang keluar dihari pertama,kedua dan ketiga, dan rata-rata colostrum keluar hanya 20 tetes/jam. Colostrum penting karena mengandung SIGA- Secretary Imunoglobin A yang melindungi dinding usus dari bakteri.

E. Menjadi Ayah ASI Berikut ini hal-hal yang sebaiknya dimengerti seorang ayah untuk mendukung keberhasilan memberikan ASI eksklusif atau menjadi ayah ASI (Breastfeeding father). 1. Menyusui merupakan aktifitas keluarga. 2. Untuk keberhasilan menyusui ayah harus mengerti tentang ASI. 3. Peran ayah dalam keberhasilan menyusui sangat besar. 4. Merekomendasikan bagi ayah dan keluarga di perawatan antenatal.

08 52 24 95 94 17

F. KB dengan ASI Eksklusif ( MAL) Sebagaimana telah dijelaskan dimuka, ASI eksklusif memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai suatu metode kontrasepsi. Pemberian ASI eksklusif sebagai salah satu metode kontrasepsi (Metode Amenore Laktasi) Dengan MAL, pelepasan hormon kesuburan dapat dihambat sehingga kehamilan tidak terjadi. Menurut Konsensus Bellagio 1968, untuk mencapai keefektifan 98%, MAL harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Ibu harus menyusui secara penuh. 2. Perdarahan pasca persalinan sebelum 56 hari belum dianggap haid. 3. Bayi menghisap payudara ibu secara langsung. 4. Menyusui dimulai dalam jam sampai 1 jam setelah bayi lahir. 5. Kolostrum (susu jolong: susu ibu keluar pada tiga hari pertama) diberikan pada bayi.

6. Ibu menyusui sesuai kebutuhan bayi dan dari kedua payudara. 7. Bayi disusui sesering mungkin selama 24 jam, termasuk malam hari. 8. Hindari jarak menyusui lebih dari empat jam.

G. Karakteristik Ibu 1. Pengetahuan Pengetahuan adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan sesuatu yang diketahui. Menurut Notoatmodjo (2003:127) menjelaskan pengetahuan adalah merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang

08 52 24 95 94 17

melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). a. Pengetahuan yang dicakup didalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat, yakni: 1) Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari dan rangsangan yang telah diterima.

2) Memahami (Comprehension)

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat

mengintropeksi materi tersebut secara benar. 3) Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau

08 52 24 95 94 17

penggunaan hukum-hukum rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi lain. 4) Analisis (Analisys) Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen ,tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. 5) Sintetis (Syntesis) Sintesis menunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis ini suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasiformulasi yang ada.

6) Evaluasi (Evaluation) Evaluasi

08 52 24 95 94 17
yang berkaitan

dengan

kemampuan

untuk

melakukan justifikasi atau penelitian terhadap suatu materi atau objek penilaian- penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada (Notoatmodjo, 2003). b. Proses perubahan pengetahuan dalam diri seseorang yang terjadi secara berurutan, yakni : 1) Awarenes (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui lebih dulu terhadap stimulus (objek).

2) Inters (merasa tertarik), terhadap stimulus atau objek tersebut. Disini sikap subjek mulai timbul. 3) Evaluasi (menimbang), terhadap baik tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. 4) Trial, dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki stimulus. 5) Adaption, dimana subjek telah berpelaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus

(Notoatmodjo, 2003). Partisipasi ibu dalam memelihara kesehatan didasarkan pada perilaku manusianya dalam menjaga kesehatanya, yang berkaitan dengan tindakan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatanya (Notoatmodjo, 2003). Dapat diartikan bahwa perilaku manusia itu sendiri terhadap kesehatan merupakan reaksi organisme terhadap lingkungannya.

c. Pengukuran Pengetahuan Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau kuesioner yang menayakan isi materi yang ingin di ukur dari subyek penelitian atau responden. Pengetahuan dapat diukur dengan menggunakan kategori sebagai berikut : 1) Kategori baik apabila pertanyaan dijawab benar oleh responden > 75%.

08 52 24 95 94 17

2) Kategori cukup jika pertanyaan dijawab benar oleh responden 6075%. 3) Kategori kurang apabila pertanyaan dijawab benar oleh responden < 60 % (Arikunto,S. 2002 : 313 ). 2. Pendidikan Pengertian pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup (GBHN,1997). Tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan formal yang berhasil dilalui oleh seseorang. Tingkat pendidikan seseorang akan dapat memberikan pengaruh terhadap pemahaman tentang sebuah pengalaman dan rangsang yang diberikan melalui belajar dan media lainya. Pengetahuan atau pendidikan tentang kesehatan akan berpengaruh terhadap prilaku sebagai hasil jangka menengah (IntermediateInpact). ( NotoatmodjoS. 2003 ).

Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh pendidikan karena secara tidak langsung pendidikan memiliki peran dalam merubah tingkah laku dari yang merugikan atau tidak sesuai dengan norma kesehatan ke arah tingkah laku yang menguntungkan kesehatan (Notoatmodjo, S. 2007) Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1995), Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan : proses pembuatan, cara mendidik.

08 52 24 95 94 17

3. Umur Definisi umur adalah lamanya seseorang hidup sejak dilahirkan sampai pada saat sekarang dihitung dalam tahun (Depkes RI, 1998). Umur adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau di adakan) (Kamus Bahasa Indonesia, 2005). Umur juga merupakan variabel yang digunakan sebagai ukuran mutlak indikator fisiologis dengan kata lain penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan akan berhubnungan dengan umur. Dimana yang semakin tua mempunyai karakteristik fisiologis dengan tanggung jawab tersendiri (Notoatmodjo,S. 2003). 4. Paritas

Paritas adalah keadaan seorang wanita sehubungan dengan kelahiran anak yang dapat hidup (Dorland, 2002). Paritas adalah keadaan kelahiran : partus (Kamus Bahas Indonesia, 2008). Tingkat paritas telah banyak menetukan perhatian dalam hubungan kesehatan ibu dan anak. Dikatakan demikian karena terdapat

kecenderungan kesehatan ibu berparitas rendah lebih baik daripada berparitas tinggi (Notoatmodjo, S. 2003). Berdasarkan jumlah anak yang dilahirkan maka paritas dibagi dalam istilah primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, multipara adalah seorang wanita yang telah melahirkan lebih dari satu orang anak, gerande multipara adalah seorang wanita yang telah melahirkan lima orang anak atau lebih. (FK, Unpad, 1983).

08 52 24 95 94 17

5. Pendapatan Keluarga Pendapatan keluarga adalah pendapatan suatu keluarga dalam sebulan. Tidak mudah menghitung pendapatan apalagi bagi keluarga yang tidak mempunyai pendapatan yang tetap, misalnya petani. Apalagi itu acapkali dalam satuan waktu panen, hasil pertanianya dengan harga sering berubah-ubah dalam hal seperti itu perhitunganya harus disesuaikan dengan nilai rupiah secara bulanan. Menjumlah semua penghasilan yang diperoleh oleh seluruh anggota keluarga dari berbagai jenis sumber.

penghasilanya kepada yang mengelola dalam hal ini isteri atau ibu rumah tangga. Istilahnya "uang lelaki" adalah bagian dari jenis penghasilan suami yang tidak disetorkan kepada isteri dan tentunya tidak tercatat. (econpeople.blogspot.com).

08 52 24 95 94 17

Kesulitan timbul bilamana tidak semua anggota keluarga menyatukan

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESA DAN DEFINISI OPERASIONAL

A. Kerangka Konsep Pemberian ASI harus dipersiapkan sedemikian rupa, karena pengetahuan tentang ASI belum sepenuhnya dipahami oleh semua masyarakat, keluarga, ibu-ibu menyusui bahkan tenaga kesehatanya sendiri masih ada yang belum memahaminya. Berbagai terobosan yang harus dilakukan untuk menggalakan ASI baik melalui media cetak maupun elektronik, baik oleh kader maupun oleh tenaga kesehatan sendiri.

Namun perilaku kesehatan dari masyarakat sendiri yang dapat menentukan keberhasilan dari ASI. Pengetahuan dan pendekatan yang cukup sehingga ibu dapat mengambil suatu sikap dan keputusan serta bertanggung jawab terhadap kesehatanya, makin tinggi pendidikan seorang makin banyak informasi yang dapat diterima sebaliknya pendidikan yang kurang menjadi kurang atau minim informasi. Saat ini pengetahuan ibu menyusui tentang ASI masih terkendala oleh beberapa hal diantaranya pendidikan, umur, paritas dan pendapatan keluarga. Masalah-masalah tersebut merupakan faktor-faktor yang juga dapat

menunjang keberhasilan ASI, oleh karena itu lebih jelasnya dapat dilihat pada kerangka konsep sebagai berikut :

08 52 24 95 94 17

Independent Variable

Dependent Variable

Pendidikan Umur Paritas Pendapatan Keluarga

Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI

Gambar 1 Kerangka Konsep Penelitian

B. Hipotesa 1. Ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ 2. Ada hubungan antara umur dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ......... 3. Ada hubungan antara paritas dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ......... 4. Ada hubungan antara penghasilan keluarga dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten .........

08 52 24 95 94 17

C. Definisi Operasional Mengingat luasnya permasalahan ini maka penulis membatasinya dalam tabel sebagai berikut : Tabel 1 Definisi Operasional

No 1.

Variabel Pengetahuan

2.

Umur

Definisi Operasional Segala sesuatu yang diketahui responden tentang ASI mengenai: 1. Pengertian ASI 2. Tujuan pemberian ASI. 3. Manfaat pemberian ASI. 4. Akibat bila tidak diberikan ASI. Lamanya waktu hidup responden sejak dilahirkan sampai dengan penelitian ditentukan dengan satuan tahun.

Alat Ukur Kuesion er

Cara Ukur Mengisi pertanyaan dalam kuesioner membagi jawaban benar kedalam tiga kategori.

Hasil Ukur 1. Baik >75% 2. Cukup (60 - 75 %) 3. Kurang Baik < 60 %

Skala Ukur Ordinal

08 52 24 95 94 17
Kuesion er

1. Beresiko Kuesioner Ordinal <20 th membagi dan >35th umur dalm 2. Tidak tiga beresiko kelompok 20-35 th

Pendidikan

Tingkat Pendidikan Kuesion formal terakhir er

Membagi tingkat pendidikan pada empat kategori

1. Pendidikan rendah SD-SMP 2. Pendidikan tinggi SMA-PT

Ordinal

yang dapat dicapai responden

4.

Paritas

Jumlah

kelahiran Kuesion

Membagi paritas

1. 1 2. 3.

Ordinal

yang telah dialami er responden

menjadi tiga 3. 4 kategori

08 52 24 95 94 17
rata- Kuesion er dua off

dengan mengisi kuesioner Membagi 1. Rp.746. Ordinal 000,2. Rp.746. 000,-

Pendapatan Keluarga

Pengahsilan

rata tiap bulan

kelompok dengan cut

UMR

Rp. 746.000 / bulan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan metode analitik.dengan pendekatan (jenis) survey analitik cross sectional yaitu suatu penelitian dimana variabel-variabel yang termasuk faktor resiko dan variabel-variabel yang termasuk efek di observasi sekaligus pada waktu yang sama (Notoatmodjo, S. 2005).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi

Penelitian ini akan dilakukan di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ......... 2. Waktu

Waktu penelitian ini dimulai tanggal 27 April 2009 sampai dengan 20 Juni 2009.

08 52 24 95 94 17

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keselurahan objek penelitian (Arikunto, S. 2006). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang ada di Desa ................... 2. Sampel. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, S. 2006). Sampel dalam penelitian ini yang diambil adalah sebagian ibu menyusui .

D. Cara Pengumpulan, Pengolahan dan Analisa Data 1. Pengumpulan Data

Jenis data primer dikumpulkan oleh peneliti dalam bentuk kuesioner, kuesioner tersebut dibagikan kepada responden sebagai subjek penelitian. Data primer ini didapat oleh peneliti dengan cara memberikan kuesioner yang di isi langsung oleh responden. 2. Pengolahan Data a. Editing Data Adalah mengumpulkan, menata dan memeriksa data-data dari kuesioner atau penghalusan data mengenai kelengkapan pengisian, kejelasan jawaban serta hubungan terhadap jawaban.

08 52 24 95 94 17

b. Coding Data Adalah memasukan data-data yang telah diperiksa dengan pemberian kode pada setiap pertanyaan pada kuesioner dan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan SPSS 13,0. c. Tabulasi dan Penyajian Data Data yang telah dikumpulkan dan disusun berdasarkan variabel yang diteliti, serta penyajian data berupa tabel distribusi frekuensi, grafik dan tabulasi silang. 3. Analisa Data a. Univariat

Analisa yang dilakukan dengan tiap-tiap variable dari hasil penelitian (Notoatmodjo S., 2000). Analisa dilakukan untuk

memperoleh gambaran dari masing-masing variabel independent adalah pengetahuan, pendidikan, umur, paritas dan pendapatan keluarga sebagai variabel dependennya adalah pemberian ASI eksklusif. Selanjutnya data yang diperoleh dihitung persentasenya F yaitu dengan menggunakan rumus : P= x 100 % N

Keterangan : P F : Persentase : Frekuensi

N : Jumlah Responden

08 52 24 95 94 17

b. Bivariat Dilakukan untuk mencari hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Uji statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel pengetahuan, pendidikan, umur, paritas dan sosial ekonomi terhadap ASI eksklusif adalah uji kai kuadrat (Chi Squere). Chi Squere adalah suatu teknis statistik yang dimaksudkan untuk menguji hubungan antara dua variabel, bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan rumus. (Arikunto S., 2006). Adapun rumus Chi-squere adalah :

X = (f o-f h) Fh Keterangan :

X : Chi square

Fo : Frekwensi yang diobservasi atau diperoleh baik melalui pengamatan maupun hasil kuesioner. Fh : Frekuensi yang diharapkan. Interpensi dari hasil analisis yang dilakukan adalah : 1) Jika nilai p value a (0,05),maka Ho ditolak atau Ha diterima. Artinya variabel tersebut memiliki hubungan yang bermakna. 2) Jika p value > a (0.05),maka Ho diterima atau Ha ditolak Artinya variabel tersebut tidak memiliki hubungan yang bermakna

08 52 24 95 94 17

BAB V HASIL PENELITIAN

Dalam bab ini penulis akan menyajikan hasil penelitian

yang telah

dilakukan kepada ibu menyusui yang ada di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten .........Penelitian telah dilakukan pada tanggal 27 April 2009 sampai dengan 20 Juni 2009 mengenai Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ dari hasil penelitian di dapat 150 responden ibu menyusui berikut ini hasil penelitian yang akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel di bawah ini : A. Analisa Univariat 1. Pengetahuan

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan di Wilayah Kerja Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009 Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah Frekuensi 1 49 100 150 Prosentase 0,7 32,7 66,7 100.0

Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran tentang pengetahuan responden bahwa dari 150 responden sebagian besar ada pada kriteria Baik yaitu 100 responden ( 66,7 % ).

08 52 24 95 94 17

2. Pendidikan Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pendidikan Di Wilayah Kerja Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009 Pendidikan Pendidikan Rendah Pendidikan Tinggi Jumlah Frekuensi 91 59 150 Prosentase 60,7 39,3 100.0

Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran tentang latar belakang pendidikan bahwa dari 150 responden sebagian besar berpendidikan

rendah yaitu 91 responden (60,7 %). 3. Umur

Tabel 4 Distribusi Frekuensi Umur Di Wilayah Kerja Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009 Umur Beresiko < 20 th dan >35 th Tidak beresiko 20 th 35 th Jumlah Frekuensi 18 132 150 Prosentase 12,0 88,0 100,0

Dari tabel diatas dapat di peroleh gambaran tentang golongan umur bahwa dari 150 responden sebagian besar berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 132 responden (88,0 %).

08 52 24 95 94 17

4. Paritas Tabel 5 Distribusi Frekuensi Paritas di Wilayah Kerja Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009 Paritas 1 23 4 Jumlah Frekuensi 61 73 16 150 Prosentase 40,7 48,7 10,7 100,0

Dari tabel diatas dapat di peroleh gambaran Paritas (jumlah anak ) bahwa

73 responden (48,7 %). 5. Pendapatan Keluarga

Tabel 6 Distribusi Frekuensi Pendapatan Keluarga di wilayah kerja Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009 Pendapatan < Rp. 746.000 Rp. 746.000 Jumlah Frekuensi 63 87 150 Prosentase 42,0 58,0 100,0

Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran Pendapatan Keluarga bahwa dari 150 responden Ibu menyusui sebagian besar adalah keluarga dengan pendapatan Rp 746.000 / bulan yaitu sebanyak 87 responden (58 %) .

08 52 24 95 94 17

dari 150 responden sebagian besar adalah ibu dengan gravida 2 3 yaitu

B. Analisa Bivariat 1. Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan tingkat pendidikan. Tabel 7 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Tingkat Pendidikan di Wilayah Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009
Tingkat Pengetahuan Kurang N % 1 0 1 1,1 0 Cukup N % 42 7 46,2 11,9 Baik N 48 52 % 52,7 88,1 66,7 N 91 59 150 % 100,0 ,000 100,0 100,0

Tingkat Pendidikan

Total

P Value

Pendidikan Rendah Pendidikan Tinggi Total

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa ibu menyusui yang pengetahuan tentang ASI nya baik ada pada tingkat pendidikanya tinggi dengan jumlah 52 responden (88,1 %). Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan tingkat pendidikan, dengan P Value 0,000. ( a 0,05 ).

08 52 24 95 94 17
0,7 49 32,7

100

2. Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan golongan umur . Tabel 8 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Golongan Umur di Wilayah Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009
Tingkat Pengetahuan Golongan Umur Kurang N % 0 1 1 0 0,7 Cukup N % 6 49 33,3 32,7 Baik N 12 100 % 66,7 66,7 66,7 N 18 150 150 % 100,0
0,933

Total

P Value

Beresiko (<20 dan >35 tahun) Tidak Beresiko (20 35 tahun) Total

08 52 24 95 94 17

100,0 100,0

0,7

49

32,7

100

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui tentang ASI sama-sama kategori baik yaitu yang beresiko 12 responden (66,7%) dan yang tidak beresiko yaitu 88 responden ( 66,7 % ). Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dengan golongan umur, P Value 0,933 . ( a 0,05 ).

3. Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan Paritas Tabel 9 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Paritas di Wilayah Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009
Tingkat Pengetahuan Paritas Kurang N % 0 1 0 1 0 1,4 0 Cukup N % 22 21 6 36,1 28,8 Baik N 39 51 % 63,9 69,9 62,5 66,7 N 61 73 16 150 % 100,0 100,0 100,0 100,0
0,813

Total

P Value

1 23 4 Total

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui tentang ASI rata-rata kategori baik tetapi yang lebih banyak ada pada paritas 2 3 yaitu 51 responden (69,9 %). Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dengan paritas, P Value 0,746 . (a 0,05).

08 52 24 95 94 17
37,5 0,7 49 32,7

10

100

4. Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan Pendapatan Keluarga . Tabel 10 Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Pendapatan Keluarga di Wilayah Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ Tahun 2009
Tingkat Pengetahuan Paritas Kurang N % 1 0 1 1,6 1,1 0,7 Cukup N % 27 22 49 42,9 25,3 32,7 Baik N 35 65 100 % 55,6 74,7 66,7 N 63 87 150 Total % 100,0 0,033
Rp. 746.000

P Value

< Rp. 746.000

100,0 100,0

Total

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui tentang ASI kategori baik ada pada pendapatan keluarga lebih dari Rp. 746.000 yaitu 65 respoden (74,7 %).

Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata

08 52 24 95 94 17

terdapat

hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dengan pendapatan keluarga, P Value 0,033. ( a 0,05 ).

BAB VI PEMBAHASAN

Memperhatikan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya, maka pembahasan hasil penelitian ini akan dilakukan berdasarkan hasil tersebut dengan mengacu pada tujuan penelitian dan hipotesis . A. Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI Berdasarkan perhitungan mengenai tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di wilayah desa .................. dari 150 responden sebagian besar pengetahuan ibu tentang ASI dikategorikan baik yaitu 100 responden (66,7 % ), sebanyak 49 ( 32,7 % ) responden masuk kategori cukup dan kategori kurang 1 responden atau ( 0,7 % ) .

Melihat gambaran tersebut diatas sebagian besar ibu menyusi di Desa .................. ini memahami pengetahuan tentang ASI. Kemungkinan hal tersebut ditunjang oleh beberapa hal diantaranya letak Desa .................. yang berbatasan dengan kota madya sehingga informasi lebih mudah didapat dan sebagian responden juga tinggal di perumahan yang tingkat pendidikannya tinggi.

08 52 24 95 94 17

B. Hubungan Antara Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu tentang ASI diantaranya : pendidikan, umur, paritas dan pendapatan keluarga. dibawah ini akan dibahas dan berikut ini adalah .hasil penelitian yang berkaitan dengan karakteristik tersebut. 1. Hubungan Antara Faktor Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang ASI. Berdasarkan hasil penelitian dari 150 responden paling banyak responden yaitu berpendidikan rendah sebanyak 91 responden ( 67,7 % ) dan yang sedikit adalah responden pendidikan tinggi yaitu 59 responden(39,3 %). Tetapi responden yang berpengetahuan baik adalah yang berpendidikan tinggi sebanyak 52 responden ( 88,1 % ) sedangkan yang pengetahuanya kurang adalah pendidikan rendah yaitu 1 responden (1,1 %).

Hasil uji statistik dengan Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan tingkat pendidikan, dengan P Value 0,000 ( a = 0,05 ). Menurut hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan tinggi memiliki pengetahuan tentang ASI lebih baik. Hal tersebut seharusnya didukung oleh perilaku ibu dengan memberikan ASI nya, dan selalu mencari informasi tentang ASI baik di media cetak maupun elektronik.

08 52 24 95 94 17

Menurut Kuncoro Ningrat (1997) Pada ibu dengan pendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya bila pendidikannya kurang dapat menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai baru yang diperkenalkan ,sedangkan menurut Erica dan Amstrong (1994) bahwa pendidikan yang makin tinggi dan baik akan meningkatkan pemahaman seseorang terhadap sesuatu permasalahan. Dengan demikian,seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sehingga dalam mencapai keselamatan dan kebahagian hidup seseorang yang akan terus menerus meningkatkan pengetahuan yang menunjang bagi kesehatan baik dirinya, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Di desa .................. sendiri sebagian masyarakatnya masih banyak yang berpendidikan rendah, tetapi sekarang tidak sedikit yang melanjutkat ke tingkat pendidikan tinggi.Dengan adanya pendidikan dasar 9 tahun mudah-mudahan generasi yang akan datang pendididikan akan lebih meningkat. 2. Hubungan Antara Faktor Umur Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI. Berdasarkan hasil penelitian dari 150 responden paling banyak responden yaitu pada golongan umur yang tidak beresiko (20-35 tahun) sebanyak 132 responden (88,0%) dan yang paling sedikit adalah yang

08 52 24 95 94 17

beresiko (<20 dan > 35 tahun) yaitu 18 responden (12,0%). Sedangkan Responden yang berpengetahuan baik adalah sama-sama responden yang tidak beresiko maupun yang beresiko. Yang beresiko 12 responden ( 66,7 % ) dan yang tidak beresiko yaitu 88 responden ( 66,7 % ) sedangkan yang pengetahuan kurang terdapat pada golongan yang tidak beresiko yaitu 1 responden (0,8 %). Hasil uji statistic dengan Chi-square menyatakan bahwa tidak terdapat Hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan golongan umur dan hasil P value 0,933 ( a = 0,05 ). Menurut

08 52 24 95 94 17
hasil penelitian

bahwa

golongan

umur

tidak

mempengaruhi pengetahuan tentang ASI hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan social budaya, dimana manusia saling berinteraksi satu sama lain sehingga cenderung memperoleh informasi yang mudah dan dapat memperluas pengetahuan khususnya mengenai ASI.. Karena di desa .................. masih banyak yang menikah di usia muda sedangkan pendidikan mereka rendah sehingga informasi tentang ASI yang

kurang,sedangkan yang sudah cukup umur terkadang mereka selalu mendapatkan informasi turun temurun yang salah.Disini peran bidan

sangat dibutuhkan agar dapat memberikan informasi yang benar tentang ASI. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Budiarto (2001) : Semakin manusia mencapai kedewasaan semakin bertambah pula pengetahuan

yang diperoleh. Sebenarnya pengetahuan bisa saja diperoleh dari berbagai cara dan kemauan dari pribadi seseorang. 3. Hubungan Antara Faktor Paritas Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang ASI. Hasil penelitian dari 150 responden yang palig banyak responden yaitu Multipara atau yang mempunyai 2-3 anak sebanyak 73 responden (48,7%) dan yang paling sedikit responden grademultipara yaitu 16

responden (10,7%) . Dan pengetahuan yang paling baik pada multipara yaitu 51 responden (69,9%) sedangkan pengetahuan yang kurang juga pada multipara yaitu 1 responden (1,4 %). Menurut hasil uji statistik dengan Chi-Square bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan Paritas. dengan P value 0,813 ( a = 0,05 ). Hasil penelitian disini

mempengaruhi pengetahuan tentang ASI. Paritas yang banyak yaitu pada grandemultipara tidak menjamin ibu lebih baik pengetahuan tentang ASInya kadang mereka hanya sekedar memberikan ASI nya tanpa tahu manfaat dan kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. Oleh karena itu bidan harus memberikan informasi tentang ASI sejak ibu dalam masa hamil maupun setelah ibu melahirkan atau pada waktu nifas. Pengetahuan juga bisa di dapat dari berbagai cara baik

dengan membaca, menonton televisi atau informasi - informasi lainnya. Jadi paritas tidak menjamin bahwa pengetahuan tentang ASI nya akan lebih baik. Dapat pula ibu yang mempunyai anak sedikit tetapi

08 52 24 95 94 17

menunjukan bahwa paritas tidak telalu

mereka dapat memperoleh dan mencari pengetahuan tentang ASI dari berbagai sumber sehingga dapat memberi ASI yang bermanfaat bagi bayi mereka. 4. Hubungan Antara Faktor Pendapatan Keluarga Dengan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI. Berdasarkan hasil penelitian dari 150 responden lebih banyak responden Dengan pendapatan 746.000 yaitu sebanyak 87 orang

(58,0%) dan pendapatan kurang < 746.000 sebanyak 63 responden (42,0%) sedangkan yang berpengetahuan baik tentang ASI ada pada pendapatan lebih atau sama dengan 746.000 yaitu 65 responden (74,7%) dan 1 responden berpengetahuan kurang (1,6 %) terdapat pada pendapatan kurang dari 746.000.

Berdasarkan penghitungan dengan Chi Square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan pengetahuan tentang ASI. Dengan P value 0,033 (a = 0,05). Hasil penelitian di dapatkan bahwa pendapatan keluarga yang lebih dari atau sama dengan 746.000 pengetahuannya lebih baik. Hal ini kemungkinan disebabkan yang berpendapatan 746.000 dapat

memperoleh pengetahuan tentang ASI dengan mudah dengan media Elektronik misalnya Radio, televisi dan lain-lain. Informasi akan mudah di dapat dan pada kelompok keluarga yang berpenghasilan lebih dari tersebut diatas akan cenderung lebih baik hal ini disebabkan oleh pola hidup yang baik dan mempunyai kesadaran tinggi

08 52 24 95 94 17

terhadap kesehatan pada keluarganya. Akan tetapi golongan keluarga yang berpendapatan kurang biasanya mereka tidak terlalu memperhatikan atau menganggap pengetahuan tentang ASI ini tidak penting dan cenderung kesadaran tentang hidup sehat kurang, hal ini dikarenakan keluarga

tersebut lebih mementingkan kelangsungan hidup mereka dari segi ekonomi.

08 52 24 95 94 17

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI yang dilaksanakan mulai tanggal 20 Mei 2009 sampai dengan 20 Juni 2009 di Desa .................. Kecamatan ........ Kabupaten ........ dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI sebagian besar Tingkat Pengetahuannya baik. 2. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang ASI dengan tingkat pendidikan. di Desa ..................

3. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang ASI dengan umur .

4. Tidak terdapat hubungan yag bermakna antara tingkat pengetahuan tentang ASI dengan paritas. 5. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang ASI dengan pendapatan keluarga .

08 52 24 95 94 17

B. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Bagi Institusi Puskesmas Pada pihak Puskesmas hendaknya menyediakan sarana berupa poster-poster dan buku bacaan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang ASI sehingga baik petugas maupun ibu menyusui dapat lebih mudah memperoleh informasi. 2. Bagi Tenaga Kesehatan Bidan harus selalu menambah wawasan berkaitan dengan ASI, informasi tersebut dapat diperoleh dengan cara membaca buku atau menggali dari sumber lain seperti media Internet dan lain-lain dengan harapan bisa mengaplikasikan pengetahuan bidan kepada pasien ibuibu pada umumnya dan khususnya pada ibu menyusui . 3. Bagi Peneliti

Diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktorfaktor yang berhubungan dengan pengetahuan tentang ASI berdasarkan karakteristik lainya, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik dan bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya dan bidang kesehatan pada umumnya .

08 52 24 95 94 17

KUESIONER PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSLUSIF

A.

Biodata Responden Kode Responden : Nama Umur Pendidikan Anak ke : : : : a. < 746.000 b. 746.000 (diisi oleh petugas)

Pendapatan keluarga Rp. 746.000 / bulan : ( UMR Kab. ........ Januari 2009 )

B.

Pertanyaan tentang ASI Ekslusif

Jawablah pertanyaan dibaawah ini dengan tanda ( V ) pada kolom yang tersedia No 1

08 52 24 95 94 17

Pertanyaan

Jawaban Ya Tidak

ASI adalah makanan utama bagi bayi

ASI adalah makanan terbaik dan sempurna bagi bayi, karena mengandung semua zat gizi yang sesuai dengn kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan gizi. ASI Ekseklusif diberikan selama 4 bulan ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa diberi makanan, minuman cair maupun susu formula Pemberian ASI dapat mempererat hubungan antara ibu dan bayi

No 6

Pertanyaan Manfaat ASI bagi bayi sebagai zat pelindung atau antibody yang dapat melindungi bayi selama 5 6 bulan pertama Apakah bayi yang di beri ASI lebih sehat

Jawaban Ya Tidak

Manfaat ASI bagi keluarga adalah menghemat biaya Manfaat ibu menyusui bayi yaitu mengurangi resiko kanker payudara Menyusui dapat merubah bentuk payudara ibu Manfaat lain dari pemberian ASI eksklusif adalah sebagai salah satu metode kontasepsi ASI sebaiknya diberikan sesegera mungkin

10

11

12

13

Air susu ibu yang keluar pada hari pertama setelah bayi lahir dan berwarna kekuning kuningan sebaiknya di buang karena tidak bermanfaat Colostrum adalah ASI yang pertama keluar Colostrum adalah cairan yang bermanfaat untuk kekebalan bagi bayi Bila bayi tidak diberi ASI dapat berakibat mudah sakit. Posisi ibu dalam menyusu dapat mempengaruhi dalam menyusui

14

15

16

17

08 52 24 95 94 17

No 18

Pertanyaan Bayi merasa cukup apabila bayi melepaskan puiting susu sendiri Bingung puting adalah bayi yang tidak mau menyusui ibunya akibat diberi susu botol ASI dapat disimpan 2 x 24 jam dalam lemari es Bila puting susu terjadi lecet maka sebaiknya ASI di hentikan Bayi perlu di susui dari kedua payudara setiap kali menyusui secara bergantian Ibu boleh menyusui dengan satu payudara saja Bayi sebelum berumur 6 bulan, selain ASI boleh di beri susu susu formula Susu formula dapat membuat bayi menjadi gemuk dan sehat, Bahaya susu formula diantaranya mencret

Jawaban Ya Tidak

19 20 21

22 23 24 25 26 27 28 29 30

MP ASI adalah makanan pendamping ASI Setelah makanan pendamping ASI diberikan ASI boleh di hentikan. Pemberian ASI tidak perlu di dukung oleh ayah ASI eksklusif memerlukan peran serta dan dukungan keluarga.

08 52 24 95 94 17

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S, 2002 Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Rineka Cipta.Jakarta Anton Baskoro, 2009 ASI panduan praktis ibu menyusui. Banyu Media. Jogjakarta. 95 hlm Budiarto Eko, 2001 Biostatistik untuk kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. EGC, Jakarta 309 hlm Depdiknas, 2008 Kamus besar bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Dorlan, WA.Neuman, 2002 Kamus Kedokteran Dorlan. EGC Jakarta Hubertin SP, 2004 Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Buku Saku untuk Bidan. EGC.jakarta 95 hlm Ircham Machfoedz MS , 2008 Metodologi Penelitian. Fitramaya, Yogyakarta. 187 hlm Jane Coad. Melvyn Dunstall Anatomi dan Fisiologi untuk Bidan, EGC. Jakarta. 85 hlm Notoatmodjo S, 2005 Metodologi Penelitian kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta 207 hlm Utami Roesli, 2009 ASI Panduan Praktis Ibu Menyusui. Banyu Media. Yogyakarta. 95 hlm Utami Roesli, 2008 Inisiasi Menyusui Dini. Pustaka Bunda. Jakarta. 76 hlm http://www.suarapembaruan.com http://www.blogdokter.net/econ-people.blobspot.com

08 52 24 95 94 17

Depkes, 2002 Petunjuk pelaksanaan penetapan indikator menuju Indonesia sehat 2010. Depkes RI Jakarta.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. DATA PRIBADI Nama Lengkap Tempat tanggal lahir Jenis Kelamin Kewarganegaraan Agama Alamat : : : : : :

II. PENDIDIKAN FORMAL 1. 2. 3. 4. 5.

6. Prodi Kebidanan Poltekes (2007 Sekarang) III. RIWAYAT PEKERJAAN 1.

08 52 24 95 94 17

KUNCI JAWABAN

NOMOR PERTANYAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 15 14 15

JAWABAN YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK

SKOR / NILAI 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0

08 52 24 95 94 17

NOMOR PERTANYAAN 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

JAWABAN YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK YA TIDAK

SKOR / NILAI 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0

08 52 24 95 94 17

Cirebon, Mei 2009 Kepada Yth Para ibu Balita Di Posyandu

Assalamualaikum Wr.Wb Bersama ini saya Nama NIM Pendidikan : : : : Mahasiswa tingkat akhir Prodi Kebidanan

Mengajukan pertanyaan kehadapan ibu yang akan dipergunakan untuk keperluan penelitian yang akan saya lakukan dengan judul Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang ASI di Desa . Kecamatan . Kabupaten . , di wilayah kerja Puskesmas ..

Dimohon kesediaan ibu untuk mengisi soal yang telah disediakan Atas kesediaan Ibu, saya ucapkan terimakasih .

08 52 24 95 94 17

Hormat Saya

UJI UNIVARIAT Frequencies

Statistics Pendidikan 150 0 Umur 150 0 Paritas 150 0 Pendapatan 150 0 Tingkat Pengetahuan 150 0

Valid Missing

Frequency Table
Pendidikan Frequency 91 59 150

Valid

Rendah Tinggi Total

08 52 24 95 94 17
Percent 60,7 39,3 100,0

Valid Percent 60,7 39,3 100,0

Cumulative Percent 60,7 100,0

Umur

Valid

Beresiko (<20 & >35 thn) Tidak Beresiko (20-35 thn) Total

Frequency 18 132 150

Percent 12,0 88,0 100,0

Valid Percent 12,0 88,0 100,0

Cumulative Percent 12,0 100,0

Paritas Frequency 61 73 16 150 Percent 40,7 48,7 10,7 100,0 Valid Percent 40,7 48,7 10,7 100,0 Cumulative Percent 40,7 89,3 100,0

Valid

Primipara Multipara Grandemultipara Total

Pendapatan Frequency 63 87 150 Percent 42,0 58,0 100,0 Valid Percent 42,0 58,0 100,0 Cumulative Percent 42,0 100,0

Valid

<Rp.746.000 >=746.000 Total

Tingkat Pengetahuan Frequency 1 49 100 150 Percent ,7 32,7 66,7 100,0 Valid Percent ,7 32,7 66,7 100,0 Cumulative Percent ,7 33,3 100,0

Valid

Kurang Cukup Baik Total

08 52 24 95 94 17

UJI BIVARIAT Crosstabs


Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 0 0 0 ,0% ,0% ,0% ,0%

Valid N Pendidikan * Tingkat Pengetahuan Umur * Tingkat Pengetahuan Paritas * Tingkat Pengetahuan Pendapatan * Tingkat Pengetahuan 150 150 150 150 Percent 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%

Total N 150 150 150 150 Percent 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%

Pendidikan * Tingkat Pengetahuan

08 52 24 95 94 17
Crosstab

Pendidikan

Rendah Tinggi

Total

Count % within Pendidikan Count % within Pendidikan Count % within Pendidikan

Tingkat Pengetahuan Kurang Cukup Baik 1 42 48 1,1% 46,2% 52,7% 0 7 52 ,0% 11,9% 88,1% 1 49 100 ,7% 32,7% 66,7%

Total 91 100,0% 59 100,0% 150 100,0%

Chi-Square Tests Value 20,255a 22,404 19,911 150 df 2 2 1 Asymp. Sig. (2-sided) ,000 ,000 ,000

Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases

a. 2 cells (33,3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,39.

Umur * Tingkat Pengetahuan


Crosstab Tingkat Pengetahuan Kurang Cukup Baik 0 6 12 ,0% 33,3% 66,7% 1 43 88 ,8% 1 ,7% 32,6% 49 32,7% 66,7% 100 66,7%

Total 18 100,0% 132 100,0% 150 100,0%

Umur

Beresiko (<20 & >35 thn) Tidak Beresiko (20-35 thn)

Count % within Umur Count % within Umur Count % within Umur

Total

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases

08 52 24 95 94 17
Value ,139a ,258 ,004 df 2 2 1 150

Asymp. Sig. (2-sided) ,933 ,879 ,951

a. 2 cells (33,3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,12.

Paritas * Tingkat Pengetahuan


Crosstab Tingkat Pengetahuan Kurang Cukup Baik 0 22 39 ,0% 36,1% 63,9% 1 21 51 1,4% 28,8% 69,9% 0 6 10 ,0% 37,5% 62,5% 1 49 100 ,7% 32,7% 66,7%

Total 61 100,0% 73 100,0% 16 100,0% 150 100,0%

Paritas

Primipara Multipara Grandemultipara

Total

Count % within Paritas Count % within Paritas Count % within Paritas Count % within Paritas

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases

08 52 24 95 94 17
Value 1,947a 2,334 ,032 df 4 4 1 150

Asymp. Sig. (2-sided) ,746 ,675 ,857

a. 3 cells (33,3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,11.

Pendapatan * Tingkat Pengetahuan


Crosstab Tingkat Pengetahuan Kurang Cukup Baik 1 27 35 1,6% 42,9% 55,6% 0 22 65 ,0% 25,3% 74,7% 1 49 100 ,7% 32,7% 66,7%

Total 63 100,0% 87 100,0% 150 100,0%

Pendapatan

<Rp.746.000 >=746.000

Total

Count % within Pendapatan Count % within Pendapatan Count % within Pendapatan

Chi-Square Tests Value 6,845a 7,181 6,570 150 df 2 2 1 Asymp. Sig. (2-sided) ,033 ,028 ,010

Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases

a. 2 cells (33,3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is ,42.

08 52 24 95 94 17