Anda di halaman 1dari 32

0

EXECUTIVE SUMMARY Business plan ini menggambarkan secara rinci bagaimana arah bisnis Internet goes to kost ke depan. Berbagai kelebihan dan keunggulan dari internet yang tersedia di kost kostan mahasiswa akan dijelaskan dalam Business Overview. Selain itu Business Overview juga menggambarkan mengapa memilih usaha dengan inti bisnis internet yang langsung masuk ke kost kostan. Internet yang tersedia di kost kostan mahasiswa dapat memberikan nilai tambah dan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses dunia internet. Apabila dilihat dari jumlah mahasiswa yang ada di daerah DipatiUkur, dan banyaknya jumlah warnet yang tersebar sepanjang jalan, dapat dijadikan sebagai indikasi bahwa mahasiswa membutuhkan sarana koneksi internet. Secara detail analisis terhadap pasar ini dijelaskan pada Marketing plan.

Proses perancangan dan pembangunan jaringan pun tidak menjadi masalah yang besar, kerena didukung oleh personil yang sudah mengerti dan berpengalaman di bidang ini. Mulai dari konseptualisasi, pembuatan model dan skema jaringan hingga ke pengetesan jaringan. Hal ini secara detail dibahas dalam Operation Plan.

Pada bagian Financial plan membuktikan bagaimana bisnis Internet goes to kost ini menjanjikan dengan disajikannya Laba-Rugi, modal dasar, cashflow serta parameterparameter kelangsungan perusahaan lainnya, dan dijelaskan dengan lengkap kebutuhan dana yang diperlukan untuk pengembangan perusahaan ini.

DAFTAR ISI EXECUTIVE SUMMARY DAFTAR ISI BUSINESS OVERVIEW Latar Belakang Tujuan dan Manfaat Ruang Lingkup Bisnis StakeHolder Pendekatan 3 3 3 4 4 1 2

MARKETING PLAN Deskripsi Sektor Industri Analisis Potensi Pasar Ansoff Strategy Analisis STP (Segmentasi, Targetting, Positioning) Program Marketing Mix 6 6 10 10 11

OPERATION PLAN Kapasitas Produksi Dan Lokasi Teknologi dan Proses Produksi Peralatan dan Fasilitas Bahan Baku Organisasi dan Manajemen 14 14 16 17 18

FINANCIAL PLAN Susunan Permodalan Perincian investasi Proyeksi Biaya Operasi Proyeksi Revenue Laba Rugi Cash Flow 21 22 23 25 26 27

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT Kesimpulan Tindak Lanjut 29 29

LAMPIRAN Ketentuan Investasi Perangkat Contact Person 30 31

BUSINESS OVERVIEW Latar Belakang Dalam ensiklopedia internet Wikipedia, teknologi informasi didefinisikan sebagai hasil proses rekayasa manusia sehingga membuat informasi menjadi lebih cepat, luas sebarannya, dan lama penyimpanannya. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, ketiga variabel tersebut tampaknya juga akan terus berkembang. Dengan perkembangan itu, informasi dapat mengalir dengan cepat.

Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan adanya koneksi internet yang makin hari makin terus berkembang, baik dari segi teknologi distribusinya, maupun dari segi kecepatan. Tidak lepas dari permasalahan diatas bahwa sarana untuk mengakses internet itu sendiri adalah hal yang penting. Kemudahan menjangkau lokasi akses ataupun fasilitas untuk mengakses internet itu sendiri.

Melihat dari aspek lokasi akses dan fasilitas akses, kami menangkap satu peluang yang besar untuk sebuah usaha. Kami akan membangun sebuah jaringan yang dapat digunakan untuk mengakses internet. Pasar yang kami bidik adalah pasar yang sangat membutuhkan sarana internet ini yakni mahasiswa, dan akan lebih lanjut dijelaskan pada bagian Marketing Plan.

Konsep dari usaha ini adalah bagaimana mahasiswa dapat mengakses internet langsung dari kamar kost mereka? Maka dari itu kami akan memberikan solusi atas pertanyaan diatas dengan membangun perusahaan yang bergerak dibidang pendistribusian internet langsung ke kost kostan mahasiswa dengan nama Titik Maya.

Tujuan dan Manfaat Dengan berfokus pada penyaluran Internet goes to kost, perusahaan kami memiliki tekad untuk menjadi yang pertama di daerah DipatiUkur sebagai penyedia internet yang dapat dinikmati langsung dari kamar kost mahasiswa itu sendiri. Perusahaan mentargetkan penguasaan market share wilayah DipatiUkur mengingat besarnya jumlah pasar potensial yang ada di area tersebut. Selain itu kami juga berharap bahwa di setiap kost-an terdapat layanan internet yang berasal dari perusahaan kami. Dengan seperti itu, perusahaan akan tetap sustainable dan dikenal credibel dalam menjalankan bisnisnya sehingga kepercayaan pelanggan terhadap kami tetap terjaga dan pelangganpun akan semakin loyal dengan layanan

yang kami berikan. Manfaat yang dapat diperoleh dalam bisnis ini adalah adanya kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses jaringan internet.

Manfaat lain juga didapat oleh pelanggan yakni mahasiswa khususnya dan penduduk DipatiUkur umumnya yaitu mereka merasa nyaman dalam mengakses internet karena dapat langsung diakses dari komputer yang mereka miliki sediri sehingga membuat mereka tidak stress dan kesusahan untuk mengakses internet di luar. Operator Penyedia Layanan Internet sendiri akan mendapatkan manfaat langsung dari keuntungan bisnis ini, yakni dengan mendapatkan pemasukan dari biaya sewa backbone internet yang kami gunakan. Perusahaan kami sendiri selain mendapatkan keuntungan langsung dari bisnis juga menjadi sarana pembelajaran bagi kami untuk menambah track record kami pembangunan jaringan internet.

Ruang Lingkup Bisnis Layanan internet ke kost-an merupakan usaha yang relatif baru, dibandingkan

dengan warnet yang kini menjamur di wilayah DipatiUkur, dan pembangunan jaringan yang menjadi inti bisnis ini pun tidak mudah untuk didirikan, sehingga kami mengharuskan memiliki personil jaringan yang kompeten dan sudah berpengalaman dibidangnnya.

Kami akan terus meng up-grade kulitas jaringan yang telah dibangun, sehingga pelanggan akan merasa lebih nyaman dari waktu kewaktu saat mengakses jaringan kami. Salah satu konten dari jaringan ini adalah internet yang akan menjadi andalan perusahaan dalam menyediakan layanan kepada pelanggan. Dan masih banyak lagi konten konten pendukung lain yang dapat dinikmati oleh pelanggan saja.

StakeHolder Operator Penyedia Layanan Internet adalah partner bisnis kami. Dengan merekalah kami akan menjalin kerjasama. Telkom dengan produknya Telkom Speedy dan Astinet, merupakan salah satu operator penyedia layanan Internet (ISP) yang memiliki jaringan yang luas dan harga produk yang kompeten dibandingkan dengan ISP lainnya.

Operator tersebut akan menyediakan layanan Internet Backbone (Internet Broadband). Hal ini tentunya menguntungkan bagi kami dan provider itu sendiri lewat kerjasama saling menguntungkan ini. Diharapkan nantinya ketika layanan Internet goes to

kost ini dirilis, antusias dari mahasiswa akan tinggi, sehingga produk layanan ini dapat menyebar dengan cepat dan luas.

Selain itu kami juga pelu menjalin kerjasama dengan pihak pemilik kost dan pengelola kost. Kerjasama ini memberikan keuntungan bagi perusahaan yakni masalah perijinan dalam pemasangan perangkat akses point. Keuntungan yang didapat oleh pemilik kost dan pengelola kost adalah dengan adanya koneksi internet kost mereka memiliki potensi untuk menaikan harga karena telah tersedia layanan internet didalamnya. Selain itu pihak kost akan mendapatkan sharing keuntungan sebanyak 5% dari total pembayaran pelanggan yang ada di kost tersebut.

Perusahaan kami akan dibuat dalam bentuk CV. Perusahaan akan dimiliki oleh beberapa perintis pembentuk perusahaan. Di jajaran Direktur, kami menempatkan profesional yang berdedikasi dan menekuni bidangnya. Selain itu kami juga memiliki channel komunitas akademisi dari Institut Teknologi Telkom yang siap membantu dalam riset tentang teknologi jaringan yang lebih baik. Sehingga diharapkan dari situlah muncul ide-ide brilian yang datang dari kawula muda yang memiliki kemampuan dalam teknologi informasi dan jaringan.

Pendekatan Mengingat prospek bisnis ini yang sangat cerah dan menjanjikan, kami memiliki tekad untuk membangun dan memiliki sendiri bisnis ini. Akan tetapi tetap saja dibutuhkan investor yang bersedia menanamkan modalnya untuk dapat menambah kapasitas operasional kami. Untuk itu kami menggunakan pendekatan pembagian saham 60% bagi kami dan sisanya 40% di serahkan ke investor. Dengan pendekatan ini diharapkan kami memiliki kekuasaan penuh mengingat kamilah yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang jaringan ini

MARKETING PLAN

Deskripsi sektor Industri Wilayah DipatiUkur adalah salah satu wilayah yang ditempati banyak mahasiswa yang sangat membutuhkan layanan internet. Dapat dilihat dari menjamurnya warnet warnet yang ada, dan saling bersaing untuk dapat memenuhi kebutuhan internet mahasiswa tersebut. Namun yang menjadi kendala adalah banyak warnet yang berusaha untuk memberikan harga yang murah namun kualitas dari koneksi internet tersebut buruk. Sehingga banyak dari pelanggan mereka lebih memilih kualitas terlebih dahulu sebelum harga.

Analisis Potensi Pasar Terdapat beberapa Universitas dan institusi di sekitar wilayah DipatiUkur antara lain: o o o Universitas Pajajaran (UNPAD Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB)

Diperkirakan ada lebih dari 2000 orang mahasiswa menyewa kamar kost di sekitar DipatiUkur.

Data kuesioner dan wawancara Mengacu dari data yang kami dapatkan dari wawancara dan hasil kuesioner adalah sebagai berikut: Data tingkat kepentingan internet dalam menunjang aktivitas perkuliahaan :

Gambar 1. Grafik peranan internet dalam perkuliahaan

Dari hasil grafik diatas dapat disimpulkan bahwa peranan internet dalam menunjang aktivitas perkuliahaan sangat besar, didukung pula ada mata kuliah di salah satu Universitas diatas yang diberikan oleh dosennya secara online(kuliah online).

Didapatkan pula data kamar kost yang ada di daerah DipatiUkur, disajikan dalam bentuk grafik seperti dibawah ini:

Gambar 2. Grafik jumlah kamar kost

Data diatas menunjukan bahwa ada sekitar satu pertiga dari responden memiliki kost-an yang memiliki kamar lebih dari 10 kamar. Itu mengindikasikan bahwa dalam satu kost dapat dilayani lebih dari satu pelanggan. Selain itu pula dapat dilihat data harga dari kamar kost, disajikan dalam grafik berikut ini:

Gambar 3. Grafik harga sewa kamar kost

Dari tampilan data diatas dapat diketahui bahwa lebih dari 50% jumlah responden keseluruhan membayar biaya sewa kamar kost diatas Rp. 2.500.000. hal ini menunjukan bahwa tingkat kemampuan ekonomi dari mahasiswa tersebut sudah tinggi.

Data yang paling penting adalah data dari tingkat ketertarikan responden yang menjawab pertanyaan no 9 tentang ketertarikan dalam penawaran produk adalah sebagai berikut :

Gambar 4. Grafik ketertarikan terhadap layanan

Lebih dari 90% jumlah responden yang berminat dan tertarik untuk mengikuti layanan ini apabila sudah di keluarkan.

Buyer Pelanggan yang kami targetkan adalah mahasiswa dan mahasiswi, dan pegawai kantor yang tinggal di sekitar kawasan kost DipatiUkur. Mengingat pasar ini adalah pasar yang paling membutuhkan layanan koneksi internet.

Kompetitor Untuk pasar Internet goes to kost di DipatiUkur saat ini belum ada. Untuk itulah terbuka peluang yang sangat lebar bagi kami untuk melakukan gebrakan baru ini di dunia penyedia layanan internet yang langsung dapat dinikmati di kamar kost masing masing. Kompetitor yang bermain secara tidak langsung adalah warnet.

Analisis Kompetitor Kompetitor yang memiliki inti bisnis internet adalah warnet. Ada beberapa warnet yang telah berdiri dan akan berdiri di wilayah jalan DipatiUkur ini beberapa rincian produk dari warnet warnet tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah: Tabel 1. Data produk warnet
nama warnet bionet/wondernet NiqNet harga/jam nama paket 3.000 paket siang 4.000 lantai 1 lantai 2 lantai 2 paket promo harga durasi(jam) 3.000 1 15.000 7 10.000 7 15.000 5 10.000 3 15.000 6 10.000 7 2.500 1 20.000 5 12.000 3 8.000 2 40.000 10 13.000 3 20.000 5 40.000 10 12.000 7 3.500 1 range waktu 07.00-17.00 00.00-07.00 00.00-07.00 07.00-12.00 07.00-12.00 22.00-04.00 22.00-04.00 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 00.00-07.00 22.00-07.00 -

Difa Cookies cloudNet

promo 5.000 1 2 3 4 3 5 10

reconnect

5.000

DuNet

malam happy hours 5.000 -

Salah satu kekurangan dari warnet adalah letaknya yang hanya ada di pinggiran jalan utama saja, selain para pelanggan harus berjalan kaki, juga harus mengantri apabila unit komputer yang tersedia untuk mengkses inernet terebut telah penuh. Dari beberapa hal diatas kami menawarkan solusi ini kepada mahasiswa dengan keunggulan dapat di akses di tempat kost sendiri, dengan biaya yang tidak terlalu tinggi namun pelanggan mendapatkan kualitas akses yang baik, dan juga mendapatkan privasi yang lebih saat mengakses internet.

Ansoff Strategy Ansoff Strategi mengajarkan bagaimana seharusnya strategi yang digunakan sebuah perusahaan dalam menghadapi perkembangan dunia usaha dalam hal ini Ansoff meninjau dari perkembangan produk dan perkembangan pasar.

10

Gambar 5. Ansoff Product-Market Growth Matrix

Dikarenakan pasar dari produk ini belum terbentuk dan produk yang kami buat juga tergolong baru, maka kami menetapkan strategi usaha kami dengan diversification, yaitu internet goes to kost.

Analisis STP (Segmentasi, Targetting, Positioning) Pasar industri pengguna internet di DipatiUkur sangatlah luas, untuk itu pasar yang luas ini mau tidak mau haruslah dipecah. Secara umum pasar didominasi oleh mahasiswa. Dari banyaknya pasar mahasiswa tersebut kami membaginya menjadi beberapa tingkatan (Grade)dari mahasiswa itu sendiri yang didasarkan kepada jumlah biaya sewa yang mereka keuarkan untuk membayar sewa kamar kost yang mereka tinggali, dan jumlah pendapatan mereka selama satu tahun. Rincian tingkatan mahasiswa itu sendiri dapat dilihat dari tabel dibawah

Tabel 2. Klasifikasi tingkatan pelanggan


GRADE A B C KONDISI 1 Sewa Kost/th > Rp. 6.000.000 Rp. 3.000.000 s/d Rp. 6.000.000 < Rp. 3.000.000 KONDISI 2 Pendapatan/bln > Rp. 1.500.000 Rp. 1.000.000 s/d Rp. 1.500.000 < Rp. 1.000.000

Pembagian tingkatan dari pelanggan diatas kami jadikan dasar penentuan jadwal marketing.

11

Mengingat pengguna internet hiburan adalah mahasiswa dari beberapa Universitas yang ada di sekitar DipatiUkur. Kami membidik pasar ini menjadi target kami nantinya. Dengan harapan kami bisa lebih fokus dalam menggarap pasar yang memiliki porsi paling besar ini.

Perusahaan kami memposisikan diri sebagai pengembang jaringan internet kost pertama di DipatiUkur. Sehingga dengan melihat brand perusahaan kami, pengguna bisa mengetahui bahwa penyedia jaringan layanan ini pastinya adalah penyedia layanan internet ke kamar kost.

Program Marketing Mix Dalam aspek marketing perusahaan kami secara umum juga melakukan analisa marketing mix di antaranya produk, pricing, promotion, dan place.

Produk Sesuai dengan teori generic Porter ada 2 fokus utama perusahaan yaitu kepemimpinan harga dan diferensiasi. Mengingat tidak adanya kompetitor lokal yang diperkirakan akan bermain dalam beberapa tahun awal, kami akan menghasilkan produk paket paket layanan sebanyak- banyaknya dengan perkiraan penetapan harga sesuai dengan kemampuan dari pasar tersebut. Produk dari paket paket layanan yang banyak inilah yang akan menjadi portofolio kami kepada pelanggan-pelanggan sehingga mereka melihat banyaknya pilihan layanan yang ada dalam produk list kami. Pengembang warnet warnet yang ada kompetitor kami, untuk itu kami berusaha mengembangkan produk dengan paket paket tertentu dimana pengembang warnet belum mengembangkan produk layanan seperti itu. Disitulah kami memiliki bargaining position untuk menjual ke pasar mahasiswa yang ada di sekitar sana.

Beberapa produk yang akan diluncurkan adalah : a. Unlimited Access TIM Unlimited Akses internet dengan spesifikasi sebagai berikut : Harga Rp. 200.000/bulan Registrasi Rp. 75.000

12

Minimal kontrak selama 3 bulan Masa Aktif 1 bulan Speed up to 64 Kbps

b. Timebase Access TIM 100 Jam Akses internet dengan spesifikasi sebagai berikut : Harga Rp. 100.000/100 jam Registrasi Rp. 75.000 Masa Aktif 1 bulan Minimal kontrak selama 3 bulan TIM 40 Jam Akses internet dengan spesifikasi sebagai berikut : Harga Rp. 50.000/40 jam Registrasi Rp. 75.000 Masa Aktif 15 hari Minimal kontrak selama 3 bulan

Price Fokus pada kepemimpinan harga (Generic Porter) merupakan strategi marketing kami. Kami akan berusaha untuk meletakkan harga produk paket layanan kami dibawah kompetitor lokal lainnya.hal ini mengingat bahwa layanan internet dapat juga di akses di warnet warnet yang ada, yang memiliki standard harga perjam atau pun perpaket yang bisa dikatakan murah.Diharapkan dengan rendah dan kompetitifnya harga bisa menarik pengguna internet di warnet untuk menggunakan layanan internet langsung di kost mereka, dan telah dijelaskan pada point diatas

Promotion Promosi mutlak dilakukan ketika kami membutuhkan sarana untuk menyebarkan informasi tentang bagaimana cara mendapatkan produk. Promosi kami lakukan terutama dengan menggunakan brosur dan pamflet. Selain itu kami akan memberikan layanan semaksimal mungkin sehingga akan memperoleh momentum untuk menyebabkan Word of mouth (WOM), yakni promosi dari mulut ke mulut yang menjadi salah satu media promosi yang paling effektif dan berpengaruh besar.

13

Disamping itu kami akan membangun sebuah portal internet lokal dan publik yang bertujuan untuk menginformasikan kerberadaan perusahaan dan produk produk yang ditawarkan oleh kami. Untuk portal publik dapat diakses dimana saja selama terhubung karingan internet, dan untuk portal lokal hanya dapat diakses oleh pelanggan yang tersambung ke jaringan perusahaan saja.

Selain itu kami akan mengadakan promosi untuk peluncuran produk pertama dengan cara potongan harga paket atau bebas biaya registrasi.

Place Tempat yang akan dipilih untuk dijadikan kantor adalah kost-an di sekitar tubagus ismail dan alamanda real estate. Tempat tersebut dipilih karena dilihat dari beberapa faktor, yakni : o o Letak ketinggian tanah Dekat tidaknya dengan komunitas kost-an

14

OPERATION PLAN

Kapasitas Produksi Dan Lokasi Tidak seperti perusahaan produksi/manufaktur. Perusahaan penyedia layanan jasa berbeda sekali. Kapasitas tidak tergantung dengan demand. Barang siapa memiliki teknologi dan produk layanan yang menarik dialah yang akan menang. Selain itu kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan juga sangat mempengaruhi perkembangan perusahaan ke depan. Oleh karena itu kami menggunakan pendekatan bahwa jika jaringan intranet yang kami bangun semakin banyak dan kualitasnya semakin baik maka layanan yang dijualpun juga banyak dan revenue meningkat.

Life cycle dari penggunaan internet hampir tidak pernah berakhir. Dikarenakan informasi yang terkandung didalamnya akan selalu ter up-date, dan kebutuhan akan internet akan semakin meningkat apabila terdapat berbagai kemudahan dalam mengakses internet itu sendiri.

Lokasi server disatukan dengan lokasi administrasi untuk mengefisienkan tempat bisnis, serta memudahkan koordinasi antar divisi. Lokasi usaha yang dipilih adalah DipatiUkur dan sekitarnya. Hal ini untuk memudahkan dalam pencarian pelanggan yang ada disekitar kawasan tersebut.

Teknologi dan Proses Produksi Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat

15

berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai. Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi 2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit 3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Dalam pelaksanaan pembangunan jaringan dilapangan, akmi akan menggunakan kedua jenis teknologi tersebut. Pemilihan penggunaan dari kedua teknologi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan. Dari konsep awal kami akan melakukan analisa untuk menggunakan teknologi Wireless atau nirkabel. Apabila tidak memungkinkan maka kami akan menggunakan kabel sebagai media pembangunan jaringan.

16

Cisco Router ISP Tier 2/3 Server - Proxy Server (Cache) - Web Server - Aplikasi Server - VPN Server - dll (Lebih Baik Dipisahkan) Switch BW Management (RouterOS/Mikrotik) Switch

` User User

` User

Gmanbar 6. Skema struktur jaringan yang akan terapkan

Peralatan dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam pembangunan jaringan Internet goes to kost ini, antara lain: Server Komputer Komputer, dengan spesifikasi hardware yang memadai, dan terinstalasi sistem operasi Windows. Berikut ini spefifikasi standar komputer server CoreDuo/C2D Memmory Max Mobo Supported HDD Min 3 Buah (@ 120 GigaByte) VGA card Proxy & Cache Server Web & File Server

Untuk penjelasan harga perangkat dijelaskan pada bagian Financial Plan

Jaringan Berikut ini spefifikasi standar jaringan: Server : Access Point WP-4001BR 802.11b/g 54 mbps PoE Antena o Antenna Omni ISP JAT-24012O 12/15dBi Omni/N-Female

17

o JAHT Antenna Omni ISP JAT-24012O 12 dBi Omni/N-Female - >10 dBi pigtail Kabel 1 Roll Belden Crimper+RJ45 Pipa Pralon Besi Switch 16 Port RouterOS AntiPetir UPS

Client (User) per Node Access Point Antena Yagi Switch Kabel UTP Konektor RJ-45

Bahan Baku Bahan baku untuk pembuatan jaringan ini adalah internet backbone dari ISP. Untuk memenuhi kapasitas pelayanan pelanggan agar standar kualitas layanan masih dalam standar adalah dengan cara penambahan lebar pita (Bandwidth) dari ISP itu sendiri yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan pelanggan baru. Selain itu diperlukan ahli ahli jaringan yang bertugas untuk memantau kondisi jaringan yang ada dan pemikiran pemikiran inovatif dari divisi marketing.

kontinuitas suplai Berdasarkan data survey lapangan dan wawancara langsung kepada mahasiswa, diketahui kebutuhan internet semakin hari semakin naik, didorong dengan banyaknya tugas tugas perkuliahan yang membutuhkan koneksi internet, bahkan ada di salah satu universitas yang menggunakan sarana belajar online

18

Organisasi dan Manajemen

Direktur Avon Budiyono

Business integrated Manager Andri

IT Manager Adi Suryo W. ST.

Marketing
Suprapto Parulian

Technician Rusli

Network And System Admin Wulida Rochman

Financial Gandung Sinaryo P.

RnD Randi W.

Gambar 7. Bagan organisasi

19

Penjelasan struktur organisasi - Direktur Bertugas membawa perusahaan ke visi yang sudah ditetapkan yaitu dengan melakukan koordinasi terhadap seluruh pegawai dibawahnya.

- Business integrated manager Bertanggung jawab dalam mengatur dan menjaga agar rencana bisnis yang di

tetapkan sebelumnya berjalan dengan sebagaimana mestinya, dan mengurusi hal hal yang berhubungan dengan kegiatan administrasi

- Technical Manager Tugas dari seorang Technical Manager adalah melakukan perancangan dan

pembangunan dan pemeliharaan jaringan yang akan digunakan, baik di sisi server ataupun di sisi client.

- Network and system admin Tugas divisi ini adalah melakukan perancangan, pemasangan dan maintenance dan membawahi semua teknisi (technician), juga bertanggung jawab dalam hal pembuatan sistem admin atau pengurusan sisi server.

-Technician Melakukan pemasangan dan perawatan semua perangkat disisi client dan sisi server. Dan sebagai technical support apabila ada gangguan di sisi pelanggan

- Research and Development Tugas dari Research and Development adalah bertanggung jawab atas semua jenis aplikasi yang ada di perusahaan, baik yang ada di sisi server maupun yang ada di sisi client, dan bertanggung jawab terhadap pengembangan content dan melakukan riset mengenai keinginan pelanggan.

- Financial Tugas dari divisi keuangan adalah bertanggung jawab terhadap semua aktivitas yang berhubungan dengan keuangan dan transaksi-transaksi yang berhubungan dengan keuangan.

20

- Marketing Ujung tombak dari semua divisi diatas adalah divisi pemasaran. Tugas dari divisi pemasaran adalah bertanggungjawab akan pencarian pelanggan dan pertambahan pelanggan sesuai dengan yang telah ditargetkan sebelumnya.

21

FINANCIAL PLAN Susunan permodalan Untuk permodalan kami memiliki perincian sebagai berikut:

No Modal Perusahaan Per 31 Mei 2008 Jumlah 1 Total Modal Owner Rp 34.800.000 2 Total Modal Investor 10.000.000 Total Modal Titikmaya Rp 44.800.000 Tabel 3. Total Modal Eksisting Perusahaan

No Perincian Kebutuhan Penambahan Modal Jumlah 1 Upgrading Jaringan & Penambahan Pembangunan Investasi Rp 22.075.000 2 Kebutuhan Modal Kerja 17.925.000 Total Kebutuhan Penambahan Modal Rp 40.000.000 Tabel 4. Perincian Kebutuhan Penambahan Modal Perusahaan

No Total modal yang akan dimiliki Titik Maya Jumlah 1 Total Modal Titik Maya awal Rp 44.800.000 2 Total modal Investor baru (penambahan modal) 40.000.000 Total Modal Titikmaya Rp 84.800.000 Tabel 5. Total Modal yang akan dimiliki Perusahaan

Perusahaan sebelumnya telah berdiri pada tanggal 2 April 2008 dengan total modal yang dimiliki hingga tanggal 31 Mei 2008 dengan jumlah modal perusahaan sebesar Rp 44.800.000,-. Total asset yang telah dimiliki perusahaan sebesar Rp 28.690.500,-. Mengingat keterbatasaan modal, pertumbuhan pelanggan yang direncanakan perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik sesuai perencanaan.

Angka total kebutuhan dana diatas adalah kebutuhan dana minimal agar bisa berjalan. Apabila total investasi ada diatas angka total kebutuhan dana, maka proses pembangunan jaringan akan dapat dilaksanakan lebih cepat dan lebih luas dibandingkan dengan kondisi awal, dengan kata lain disisi pencarian pelanggan awal bisa lebih banyak.

22

Tabel 6.1. Perincian Investasi

Perencanaan Pembiayaan Pembangunan Investasi No Item Juni 1 Router 2 Server PCs 3 Switch Server Client 4 Access Point client 5 Antena Yagi 6 Kabel UTP 7 Crimper 8 Konektor RJ 45 9 Box 10 Modem ADSL 11 ACCESS POINT+ANTENA+PoE untuk sever 12 Penambahan Stage TOWER 13 Billing Software 14 UPS ENLIGHT 15 PIGTAIL TNC-N MALE 16 Rak Server 17 Mikrotik 18 Access Point Server Smart Bridge 19 Antena Grid Juli Agustus September Oktober Nopember

900.000 375.000 4.500.000

780.000 150.000 45.000 -

300.000 570.000 780.000 50.000 15.000 -

1.500.000 2.850.000 1.950.000 250.000 75.000 -

1.800.000 3.420.000 2.340.000 300.000 90.000 -

2.100.000 3.990.000 2.730.000 350.000 105.000 -

300.000 10.000.000 -

100.000 600.000

500.000 3.000.000

600.000 3.600.000

700.000 4.200.000

23

20 Access Point Server Senao 21 hyperlink sektoral Total

6.000.000 22.075.000

975.000

2.415.000

10.125.000

12.150.000

14.175.000

Tabel 6.2. Proyeksi Biaya Operasi PROYEKSI BIAYA OPERASI Juni SALES & MARKETING Brosur Poster Plankat Perusahaan Spanduk General & Administration Perijinan Konsumsi Listrik Biaya Telepon Perlengkapanan kantor: Meja Dispenser Karpet Kursi Alat Tulis,Kertas&Perlengkapan Adm 300.000 Juli Agustus September 500.000 Oktober Nopember

500.000

300.000 315.000 200.000

300.000 315.000 200.000

300.000 315.000 200.000

300.000 315.000 200.000

300.000 315.000 200.000

300.000 315.000 200.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

24

Biaya tak terduga Operational, Maintenance & Rent Maintenance Sewa Kantor Sewa bandwidth: PSB Telepon PSB ISP Speedy Office PSB ISP Melsa PSB ISP Speedy Warnet Bulanan ISP Speedy Office Bulanan ISP Speedy Warnet Bulanan ISP (Melsa 24 jam 128 kbps) Bulanan ISP (Melsa 12 jam 256 kbps) Bulanan ISP (Melsa 24 jam 256 kbps) Bulanan ISP (Melsa 24 jam 512kbps) Bulanan ISP (Melsa 24 jam 1 Mbps) Bulanan ISP (Astinet 128 kbps) Bulanan ISP (Astinet 256 kbps) Transportation Human Resources Pegawai Beban Pulsa Pegawai Beban Tenaga Ahli Beban Reward Penambahan Pelanggan Baru Beban Reward Teknisi Total

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

500.000 82.500 82.500 1.750.000 500.000 860.000 400.000 2.000.000 7.440.000

500.000 165.000 3.550.000 500.000 1.760.000 400.000 300.000 150.000 7.840.000

500.000 165.000 6.000.000 500.000 2.660.000 400.000 300.000 150.000 11.690.000

500.000 165.000 10.268.500 500.000 4.760.000 400.000 700.000 350.000 18.058.500

500.000 165.000 15.262.500 500.000 7.160.000 400.000 800.000 400.000 24.952.500

500.000 165.000 6.000.000 15.262.500 500.000 9.860.000 400.000 900.000 450.000 33.652.500

25

Tabel 6.3. Proyeksi Revenue Proyeksi Revenue No 1 2 3 4 Layananan Probabilitas TIM 40 jam 3% TIM unlimited 87% TIM 100 jam 10% Regestrasi Total Revenue Tarif Juni 50.000 200.000 100.000 75.000 Bulan Juli Agustus September Oktober Nopember 63.000 108.000 213.000 333.000 468.000 7.308.000 12.528.000 24.708.000 38.628.000 54.288.000 420.000 720.000 1.420.000 2.220.000 3.120.000 2.250.000 2.250.000 5.250.000 6.000.000 6.750.000 10.041.000 15.606.000 31.591.000 47.181.000 64.626.000 Tabel 6.3. Laba Rugi Proyeksi Laba Rugi (dalam rupiah) Juni Pendapatan Paket A (40 jam) Paket B (Unlimited) Paket C (100 jam) Regestrasi Total Pendapatan Biaya Operasi Sales & Marketing General & Administration Operational, Maintenance & Rent Transportation 300.000 965.000 2.415.000 500.000 Juli 63.000 7.308.000 420.000 2.250.000 10.041.000 965.000 4.215.000 500.000 Agustus 108.000 12.528.000 720.000 2.250.000 15.606.000 500.000 965.000 6.665.000 500.000 September 213.000 24.708.000 1.420.000 5.250.000 31.591.000 500.000 965.000 10.933.500 500.000 Oktober 333.000 38.628.000 2.220.000 6.000.000 47.181.000 965.000 15.927.500 500.000 Nopember 468.000 54.288.000 3.120.000 6.750.000 64.626.000 965.000 21.927.500 500.000

26

Human Resources Total Biaya Operasi Depresiasi Profit

860.000 5.040.000 1.166.397 (6.206.397)

1.760.000 7.440.000 1.551.814 1.049.186

2.660.000 11.290.000 1.616.814 2.699.186

4.760.000 17.658.500 1.775.147 12.157.353

7.160.000 24.552.500 2.404.314 20.224.186

9.860.000 33.252.500 3.159.314 28.214.186

Tabel 6.4. Cash Flow

27

28

29

Proyeksi cash flow dilakukan hingga bulan desember 2009, dengan asumsi bahwa pada bulan desember 2008 hingga desember 2009 tidak ada pertumbuhan pelanggan. Tampak pada akhir desember 2009 jumlah total harta yang akan dimiliki perusahaan sebesar Rp 100.543.676,- dan total deviden yang diberikan kepada investor sebesar Rp 22.025.023,-

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

Kesimpulan Dari seluruh penjelasan di atas yaitu mulai dari business overview yang menggambarkan bahwa bisnis Internet goes to kost ini memang belum ada kompetitor dan pemain dengan cara kerja yang sama dan mempunyai target market yang khusus kost-an di DipatiUkur. Dari gambaran bisnis juga bisa dilihat bahwa tingkat kebutuhan mahasiswa akan internet semakin tinggi yang dapat menjadi satu faktor keberhasilan bisnis ini.Sehingga bisa dinilai bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan.

Pada Marketing plan juga telah dijelaskan mengapa bisnis ini layak untuk dijelaskan yaitu besarnya potensi pasar di DipatiUkur.

Kelayakan usaha ini juga bisa dilihat bagaimana proses produksi layanan internet ini sendiri pada Operation plan, yaitu hanya membutuhkan SDM sedikit namun bisa

menghasilkan revenue yang begitu besar.

Tindak Lanjut Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalankan bisnis ini. Yaitu diperlukannya suatu kerjasama pemilik dan pengelola kost-an. Tanpa kerjasama ini, bisnis ini tidak akan berjalan, kerena membutuhkan izin langung dari kedua pihak tersebut. Untuk itu portopolio Internet goes to kost yang berkualitas menjadi sebuah tuntutan agar kerjasama nantinya dapat tercapai dengan baik. Dibutuhkan adanya tambahan dana untuk mencapai pemanfaatan pasar yang lebih optimal dengan dukungan peralatan yang lebih baik lagi.

30

LAMPIRAN 1

Ketetentuan Investasi Perangkat


1. Perangkat akan dihitung umur ekonomisnya terlebih dahulu. 2. Total investasi awal akan dihitung terlebih dahulu nilai nominal dari perangkat. 3. Depresiasi perangkat akan dihitung tiap bulannya. 4. Depresiasi yang digunakan adalah perhitungan depresiasi garis lurus. 5. Jumlah nominal investasi akan terus dikurangkan dengan depresiasi tiap bulannya. 6. Jangka waktu investasi a. Jika umur ekonomis perangkat lebih besar dari 3 tahun, maka masa berlaku kontrak akan ditetapkan selama 3 tahun sesuai dengan perjanjian investasi yang ditawarkan. b. Jika umur ekonomis perangkat kurang dari tiga tahun, maka masa berlaku kontrak adalah sesuai dengan umur ekonomis dari perangkat tersebut. 7. Pengembalian investasi berupa perangkat yang telah diinvestasikan sebelumnya dengan kondisi apa adanya.

31

LAMPIRAN 2

Contact Person Nama Jabatan Alamat : : : Andri Business Integrated Manager Jl. Letnan Adun no 2, RT 01/05 Rancaekek, kec Rancaekek Kulon, Bandung 40394 No .Tlp : 0812-2000-1922