Anda di halaman 1dari 4

Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit

Posted August 20, 2010


Peranan Unsur Hara Pada Tanaman KeIapa SawIt
0alam budIdaya setIap tanaman tentu tIdak terlepas dengan muara yang
dIkenal dengan profIt atau keuntungan. Untuk dapat mencapaI muara
keuntungan tersebut tIdak terlepas darI berbagaI hal dan prosedur sesuaI
kaIdah budIdaya jenIs tanaman yang dIusahakan. 0alam budIdaya suatu
tanaman yang tIdak kalah pentIng peranannya adalah bagaImana
menyedIakan unsur hara tanaman dalam keadaan tersedIa dan
berImbang, sehIngga tIdak menImbulkan effek negatIf bagI usaha
pembudIdayaan. Pada kesempatan InI mencoba sedIkIt memaparkan
Peranan Unsur Hara Pada Tanaman Kelaa Sawt yang dampak dan
pengaruhnya sangat besar bagI pertumbuhan, perkembangan dan produksI
tanaman. Hal InI pentIng untuk dIpahamI karena berkontrIbusI besar
terhadap profIt yang akan dIperoleh. Semoga pemaparan secara sIngkat,
praktIs dan umum InI dapat memberIkan manfaat bagI sIapa saja.
Itrogen
O Unsur NItrogen mempunyaI peranan terhadap penyusunan proteIn,
klorofIl dan fotosIntesa. Jumlah unsur InI harus seImbang dI dalam
tanaman, kelebIhan atau kekurangan unsur InI akan memberI effek
negatIf terhadap tanman.
O ekurangan unsur NItrogen pada tanaman akan menyebabkan daun
berwarna kunIng pucat sehIngga akan menghambat pertumbuhan.
O elebIhan unsur NItrogen menyebabkan daun lemah dan rentan
terhadap penyakIt/hama, WhIte StrIpe dan berpengaruh terhadap
berkurangnya buah jadI.
O 0efIsIensI NItrogen dIsebabkan terhambatnya mIneralIsasI NItrogen,
dIantaranya dapat dIakIbatkan karena aplIkasI bahan organIk
dengan C/N tInggI, aplIkasI pemupukan yang tIdak efektIf dan tIdak
tepat, akar yang tIdak berkembang, gulma.
TIndakan antIsIpasI dengan prosedur dan pola aplIkasI secara merata dI
pIrIngan, aplIkasI sebaIknya dIlakukan pada kondIsI tanah lembab,
penambahan Urea, dan pendalIan gulma.
Phospor
O Unsur Phospor memIlIkI peranan terhadap penyusunan A0P/ATP,
merangsang perkembangan akar, memperkuat batang tanaman dan
memperbaIkI mutu buah. ekurangan unsur Phospor menyebabkan
tanaman tumbuh kerdIl, pelepah memendek dan batang meruncIng.
O ndIkasI kekurangan unsur Phospor dIantaranya dapat dIlIhat pada
lIngkungan sekItar sepertI daun alangalang berwarna ungu, LCC
sulIt tumbuh, bIntIl akar sedIkIt.
O Penyebab defIsIensI unsur Phospor dIantaranya kandungan unsur
Phospor tanah rendah ( 15 ppm), kurangnya pemupukan Phospor,
kemasaman tanah tInggI, dan hIlangnya top soIl akIbat erosI.
AntIsIpasI dengan melakukan aplIkasI Phospor dI daerah seputaran pInggIr
pIrIngan/gawangan, perbaIkI tIngkat kemasaman tanah, desaIn lahan yang
mengacu untuk mereduce terjadInya erosI yang akan menghIlangkan top
soIl tanah.
KaIIum
O Unsur alIum memIlIkI peranan pada aktIfItas stomata, enzIm dan
sIntesa mInyak. 8erkontrIbusI besar pada penIngkatan daya tahan
tanaman terhadap penyakIt, dan jumlah tandan serta besar
kecIlnya ukuran tandan.
O elebIhan dan kekurangan unsur alIum masIngmasIng memberI
effek negatIf terhadap tanaman.
O ekurangan unsur alIum menyebabkan bercak kunIng/transparan,
whIte strIpe, daun tua menjadI kerIng dan matI. ekurangan unsur
InI dapat menyebabkan atau berasosIasI munculnya penyakIt sepertI
ganoderma.
O elebIhan unsur alIum bereffek negatIf karena dapat
menyebabkan rasIo mInyak terhadap tandan menjadI turun.
O Penyebab kekurangan unsur alIum antara laIn unsur alIum yang
terdapat dI dalam tanah rendah, kemasaman tanah tInggI dengan
kemampuan tukar katIon rendah, aplIkasI pemupukan unsur alIum
kurang atau tIdak seImbang.
AntIsIpasI dapat dIlakukan dengan jalan pengaplIkasIan unsur alIum
yang cukup dan berImbang pada daerah seputar pIrIngan tanaman,
pengaplIkasIan tandan kelapa sawIt, perbaIkI tIngkat kemampuan tukar
katIon tanah.
agnesIum (g)
O Unsur |g berpengaruh sebagaI penyusun klorofIl, berperanan dalam
respIrasI tanaman, dan pengaktIfan enzIm.
O elebIhan dan kekurangan unsur |g masIngmasIng membawa effek
negatIf terhadap tanaman, baIk langsung ataupun tIdak langsung.
O ekurangan unsur |g menyebabkan daun yang tua berwarna hIjau
kekunIngan pada sIsI yang terkena sInar mataharI, selanjutnya akan
kunIng kecoklatan lalu kerIng.
O Penyebab defIsIensI unsur |g antara laIn rendahnya kandungan
unsur |g dI dalam tanah, pengaplIkasIan |g yang kurang dan tIdak
berImbang, keberadaan unsur |g dengan katIon laIn dalam keadaan
tIdak seImbang, lahan tempat tumbuh bertekstur pasIr dengan top
soIl tIpIs, dan CH yang sangat berlebIhan (J,500 mm/th).
AntIsIpasI dengan melakukan aplIkasI tandan kelapa sawIt, gunakan
0olomIt jIka kemasaman tInggI, aplIkasI pemupukan dengan dItabur pada
pInggIr pIrIngan, dan menjaga rasIo Ca/|g dan |g/ tanah agar tIdak
melebIhI 5 dan 1.2 .
Tembaga (Cu)
O Unsur Cu memIlIkI peranan pada pembentukan klorofIl, serta
berfungsI sebagaI katalIsator proses fIsIologIs tanaman.
O elebIhan dan kekurangan unsur Tembaga masIngmasIng memIlIkI
effek negatIf terhadap tanaman, baIk secara langsung maupun tIdak
langsung.
O ekurangan unsur Cu dapat menyebabkan |Id Crown ClorosIs (|CC)
atau Peat Yellow. JarIngan klorosIs berwarna hIjau pucat sampaI
kekunIngan, muncul dI tengah anak daun muda. 8ercak kunIng InI
akan berkembang dIantara jarIngan klorosIs, daun pendek, kunIng
pucat kemudIan matI.
O Penyebab defIsIensI unsur Cu antara laIn rendahnya kandungan
unsur Cu dI dalam tanah sepertI tanah gambut atau pasIr, aplIkasI
|g yang berlebIhan sehIngga kandungan |g tInggI, aplIkasI unsur N
dan P tanpa yang cukup dan berImbang.
AntIsIpasI dengan jalan memperbaIkI rendahnya kandungan unsur dalam
tanah, aplIkasI penyemprotan tajuk dengan 200 ppm Cu SD4.
oron
O Unsur 8oron berpengaruh pada merIstImatIk tanaman, sIntesa gula,
karbohIdrat, metabolIsme asam nukleat dan proteIn.
O ekurangan unsur 8oron dapat menyebabkan ujung daun menjadI
tIdak normal, rapuh, berwarna hIjau gelap, daun yang baru tumbuh
memendek sehIngga bagIan atas tanaman terlIhat merata.
O Penyebab defIsIensI unsur 8oron antara laIn rendahnya kandungan
unsur 8oron dalam tanah, tInggInya kandungan unsur N, dan Ca
akIbat aplIkasI yang berlebIhan dan tIdak berImbang.
AntIsIpasI dengan melakukan aplIkasI unsur 8oron dengan jumlah sekItar
0,1 0,2 kg/pohon/tahun pada pangkal batang.
umIah Unsur Hara Yang 0Iserap DIeh Tanaman KeIapa SawIt 0arI
0aIam Tanah per Haltahun.
Komponen
umIah unsur Hara ( kglhaltahun )
P K g Ca
Pertumbuhan
VegetatIf
40, 3,1 55,7 11,5 13,8
PeIepah 0aun
yang dItunas
67,2 8, 86,2 22,4 61,6
ProduksI TS (25
tonlha)
73,2 11,6 3,4 20,8 1,5
unga antan 11,2 24 16,1 6,6 4,4
umIah 12,5 47,6 251,4 61,3 ,3
Sumber : Schccn et.cl (10)
umIah Pupuk Yang 0Ibutuhkan DIeh Tanaman KeIapa SawIt per
Haltahun
Komponen
umIah unsur Hara ( kglhaltahun )
Urea SP-36 KCI KIeserIte 0oIomIt
Pertumbuhan
7egetatIf
88,9 19,7 J54 70,7 86,8
Pelepah 0aun yang
dItunas
146,1 56,6 548 1J7,7 169
ProduksI T8S (25
ton/ha)
159,1 7J,8 594 127,9 156,9
8unga Jantan 24,4 152,7 102 40,6 49,8
Jumlah 418,5 J02,8 1.599 J76,9 462,5
Sumber : Schccn et.cl (10)
0emIkIan pemaparan secara umum mengenaI Peranan Unsur Hara Pada
Tanaman Kelaa Sawt dIatas dapat memberIkan gambaran secara
sIngkat dan praktIs bagI sIapa saja yang berkecImpung dalam usaha
pembudIdayaan tanaman kelapa sawIt. Harapannya baIk secara langsung
ataupun tIdak langsung turut berkontrIbusI pada penIngkatan profIt yang
dIhasIlkan, AmIen...
Sumber : 0rcnykum dcr berbcyc sumber dcn re]erens