P. 1
PDRB Sektoral 2010

PDRB Sektoral 2010

|Views: 1,345|Likes:
Dipublikasikan oleh jomest

More info:

Published by: jomest on Dec 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2013

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu alat ukur keberhasilan kinerja ekonomi

suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB). Semakin tinggi pertumbuhan PDRB semakin tinggi pula

pertumbuhan ekonomi. Untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah, digunakan

PDRB atas dasar harga konstan. Berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan dapat dilihat

pertumbuhan ekonomi antar tahun tanpa pengaruh naik turunnya faktor harga karena harga

yang digunakan adalah harga konstan, yaitu harga pada tahun 2000. Selama penghitungan

PDRB, BPS telah menggunakan tahun dasar sebanyak 4 (empat) kali, pertama tahun dasar

1973, kedua tahun dasar 1983, yang ketiga pada tahun 1993 dan terakhir tahun dasar 2000

yang mulai digunakan untuk penghitungan PDRB pada tahun 2004.

Pada tahun dasar 2000 seperti juga tahun dasar 1993, sektor diklasifikasikan ke dalam

9 sektor, dimana sebelumnya yaitu berdasarkan atas dasar harga tahun 1983 cakupannya

meliputi 11 sektor ekonomi. Hal tersebut bukan berarti dua sektor telah ditiadakan, namun

dua sektor tersebut digabungkan dengan sektor lainnya. Sektor sewa rumah (sewa bangunan)

yang pada tahun dasar 1983 berdiri sendiri, pada tahun dasar 2000 digabungkan dengan sektor

keuangan persewaan dan jasa perusahaan. Demikian juga dengan sektor pemerintah dan

pertahanan pada tahun dasar 2000 dimasukkan dalam sektor jasa-jasa. Disamping itu, dilihat

dari sub sektornya terdapat beberapa sub sektor yang disatukan misalnya perkebunan yang

pada tahun dasar 1983 dipecah menjadi dua yaitu perkebunan besar dan rakyat, pada tahun

dasar 2000 keduanya disatukan menjadi sub sektor perkebunan. Sektor industri, yang pada

tahun dasar 1983 diklasifikasikan ke dalam tiga sub sektor yaitu industri besar dan sedang,

industri kecil dan industri rumah tangga, pada tahun dasar 2000 uraiannya dipecah ke dalam

sub sektor industri migas dan non migas. Dengan demikian, pada dua sub sektor tersebut telah

BBAABB IIIIII PPEERREEKKOONNOOMMIIAANN KKAABBUUPPAATTEENN LLAANNDDAAKK TTAAHHUUNN 22001100

PPDDRRBB KKAABBUUPPAATTEENN LLAANNDDAAKK TTAAHHUUNN 22001100

24

dicakup sub sektor industri besar/sedang, industri kecil dan industri rumahtangga. Demikian

juga terhadap beberapa sektor lainnya.

Pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini telah banyak melahirkan perubahan

bagi Kabupaten Landak baik dari segi ekonomi maupun sosial. Dari segi ekonomi secara

makro dicerminkan oleh peningkatan pendapatan perkapita yang diikuti dengan laju

pertumbuhan ekonomi tiap tahunnya.

Grafik 1. Produk Domestik Bruto (PDRB) Menurut Harga Konstan

Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010

Grafik di atas menunjukkan perkembangan PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten

Landak yang cenderung meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2006 – 2010. Nilai PDRB

atas dasar harga konstan Kabupaten Landak pada tahun 2006 sebesar 1.329.153,83 juta

rupiah, meningkat menjadi 1.525.247,22 juta rupiah di tahun 2009, dan pada tahun 2010

meningkat mencapai 1.601.720,55 juta rupiah.

Meskipun secara nominal PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Landak

cenderung meningkat, namun laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak sempat

mengalami penurunan pada tahun 2008. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak tahun

2007 sebesar 5,13 persen, kemudian turun menjadi 4,29 persen tahun 2008. Pada tahun 2009

terjadi peningkatan ekonomi menjadi 4,67 persen, kemudian meningkat lagi pada tahun 2010

menjadi 5,01 persen. Hal ini berarti secara riil terjadi peningkatan perekonomian di

BBAABB IIIIII PPEERREEKKOONNOOMMIIAANN KKAABBUUPPAATTEENN LLAANNDDAAKK TTAAHHUUNN 22001100

PPDDRRBB KKAABBUUPPAATTEENN LLAANNDDAAKK TTAAHHUUNN 22001100

25

Kabupaten Landak. Sementara itu, secara total pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan

Barat juga mengalami peningkatan menjadi 5,35 persen. Dimana sebelumnya pada tahun

2009 terjadi penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi dari 5,42 persen tahun 2008 mengalami

penurunan menjadi 4,76 persen tahun 2009. (lihat Grafik 2)

Grafik 2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Landak

dan Provinsi Kalbar Tahun 2006 – 2010

Untuk lebih meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan juga pemerataan

pendapatan di Kabupaten Landak, perlu adanya peningkatan mutu sumber daya manusianya

serta peningkatan infrastruktur. Keterpaduan antara program pemerintah dengan peran swasta

dan masyarakat perlu diperhatikan untuk menyelaraskan langkah dalam menggali sektor-

sektor potensial yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari pertumbuhan sektor-sektor yang membentuk

PDRB. Penyajian Statistik Pendapatan Regional secara sektoral merupakan alat bantu untuk

melihat perubahan dan perkembangan tersebut. Dari penyajian ini juga dapat dilihat sektor-

sektor yang mengalami penurunan dan kenaikan pertumbuhan sehingga bisa digunakan untuk

bahan analisis selanjutnya.

Pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan atau disebut juga pertumbuhan ekonomi,

pada tahun 2010 mencapai 5,01 persen merupakan agregasi dari pertumbuhan sektor dan sub

BBAABB IIIIII PPEERREEKKOONNOOMMIIAANN KKAABBUUPPAATTEENN LLAANNDDAAKK TTAAHHUUNN 22001100

PPDDRRBB KKAABBUUPPAATTEENN LLAANNDDAAKK TTAAHHUUNN 22001100

26

sektor pembentuk PDRB. Selama tahun 2010, seluruh sektor ekonomi mengalami

pertumbuhan.

Tabel 1. Nilai PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->