Katalog BPS : 9302008.

6103

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT SEKTORAL KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

KERJA SAMA BAPPEDA KABUPATEN LANDAK Dengan STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LANDAK

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT SEKTORAL KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

Katalog BPS Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah :

: : :

9205.6103 21 Cm x 28 Cm vi + 57 Halaman

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Diterbitkan oleh : Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Landak merupakan lanjutan dari publikasi tahun-tahun sebelumnya. Buku ini disusun dan disiapkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak dan bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Landak. Publikasi ini menyajikan tabel-tabel yang berisikan angka pendapatan regional dari tahun 2006 – 2010 baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan dengan tahun dasar 2000. Angka tersebut meliputi : Produk Domestik Regional Bruto menurut Lapangan Usaha Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Angka-angka indeks yang menunjukkan tingkat perkembangan sektoral maupun agregat. Selain itu disajikan gambaran tentang Perekonomian Kabupaten Landak serta beberapa konsep dan definisi tentang Pendapatan Regional yang dianggap penting. Disadari bahwa penghitungan PDRB ini masih kurang sempurna, karena beberapa data dasar tidak tersedia, sehingga beberapa angka yang disajikan masih mempunyai kelemahan. Oleh karena itu saran dan kritik konstruktif kami harapkan demi perbaikan publikasi ini. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam rangka penyelesaian publikasi ini, diucapkan terima kasih.

Ngabang, Agustus 2011 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak

ROSIHAN ANWAR, DP.Sc NIP. 19590410 197912 1 001

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

ii

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............………………………………………………………... DAFTAR ISI…………............………………………………………………………. DAFTAR TABEL ………............……………………………………………………. DAFTAR GRAFIK …………............………………………………………………... DAFTAR LAMPIRAN …………............……………………………………………. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang………............……………………………………… 1.2 Maksud, Tujuan dan Kegunaan Data Pendapatan Regional .............. 1.3. Konsep dan Definisi ………............………………………………... 1.4. Metode Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku ..............… 1.5. Metode Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 ........ URAIAN SEKTORAL 2.1 Sektor Pertanian…………………………….............………………. 2.2 Sektor Pertambangan dan Penggalian............…………………….… 2.3 Sektor Industri Pengolahan……….............………………………… 2.4 Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih……….……...........……………. 2.5 Sektor Konstruksi………………………………………............…… 2.6 Sektor Perdagangan, Restoran dan Hotel ............………………….. 2.7 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi............……………………... 2.8 Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ...........………… 2.9 Sektor Jasa-Jasa…………………………............………………….. PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 3.1 Pertumbuhan Ekonomi............………………………….................. 3.2 Struktur Perekonomian..................................... ..……….................. 3.3 Laju Inflasi…………………………………………….............…… 3.4 Perbandingan Dengan Kalimantan Barat...…………………............ 3.5 PDRB Per Kapita............................................................................... ii iii iv v vi

2 2 4 6 7

BAB II

11 13 14 14 15 15 16 18 19

BAB III

23 28 29 30 34 36

LAMPIRAN.................................................................................................................

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

iii

DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Nilai PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Landak Tahun 2009 – 2010.......................................................

26

Tabel 2 : Indeks Harga Implisit dan Laju Inflasi Kabupaten Landak dan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2006 - 2010..........................................................

30

Tabel 3 : Location Quetient (LQ) Kabupaten Landak Terhadap Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010 …..................................................……………………... 31

Tabel 4 : Perkembangan PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010........................................................................... 34

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

iv

DAFTAR GRAFIK

DAFTAR GRAFIK
Grafik 1 : Produk Domestik Bruto (PDRB) Menurut Harga Konstan Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010......................................................................... Grafik 2 : Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Landak dan Provinsi Kalbar Tahun 2006 – 2010....................................................…………………….. 25

24

Grafik 3 : Sumber dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Landak Tahun 2010................................................................... 27

Grafik 4 : Struktur Ekonomi Kabupaten Landak Tahun 2010.....................................

29

Grafik 5 : Sebaran Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010...................................................... 32

Grafik 6 : Sebaran Pertumbuhan Ekonomi dan Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010....................................................... 33

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

v

DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
TABEL 1 : Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010............................................. : Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010........................................…. : Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010.................................………..……......... : Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010....................……………….. : Indeks Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010…......................................…………….. : Indeks Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010…...................……………... : Indeks Berantai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010…………………………..................….. : Indeks Berantai PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010…....................................…………….... : Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Landak Tahun 2006 - 2010……..................................…………......

37

TABEL

2

39

TABEL

3

41

TABEL

4

43

TABEL

5

45

TABEL

6

47

TABEL

7

49

TABEL

8

51

TABEL

9

53

TABEL

10 : Perkembangan Pendapatan Regional dan Angka Pendapatan Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010.................................... 11 : Indeks Perkembangan Pendapatan Regional dan Angka Per Kapita Kabupaten Landak Tahun 2006-2010.…................................……... 12 : Indeks Berantai Pendapatan Regional dan Angka Per Kapita Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010…..................………………

55

TABEL

56

TABEL

57

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

vi

BAB I

PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pembangunan ekonomi mengandung arti pengelolaan ekonomi potensial menjadi

kekuatan ekonomi nyata, melalui berbagai kegiatan seperti penanaman modal, penggunaan teknologi dan lain sebagainya. Pembangunan ekonomi pada hakekatnya adalah serangkaian kebijaksanaan dan usaha yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kehidupan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, meratakan distribusi pendapatan serta meningkatkan hubungan regional. Keberhasilan pembangunan dibidang ekonomi harus dapat menciptakan kemampuan bagi negara dan masyarakat untuk memperluas tersedianya sarana dan prasarana kehidupan yang lebih baik. Dengan makin meningkat dan kompleksnya pembangunan maka perlu makin

ditingkatkan kemampuan perencanaan dan pengendalian serta evaluasi hasil-hasil yang telah dicapai. Untuk itu diperlukan suatu statistik yang bisa memenuhi keperluan tersebut. Oleh karena itu BPS Kabupaten Landak menyajikan publikasi seri Pendapatan Regional secara berkala untuk skala kabupaten. Maksud dan tujuan publikasi tersebut adalah untuk bahan perencanaan pembangunan dibidang ekonomi dan untuk mengetahui tingkat dan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

1.2

Maksud, Tujuan dan Kegunaan Data Pendapatan Regional
Secara umum maksud dan tujuan penyajian statistik pendapatan regional secara

berkala adalah: • Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Penyajian angka pendapatan regional atas dasar harga konstan tahun dasar 2000 akan menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah, baik secara menyeluruh maupun sektoral.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

2

BAB I PENDAHULUAN

Tingkat Kemakmuran Daerah Adanya angka pendapatan perkapita maka secara sepintas dapat dilakukan perbandingan tingkat kemakmuran suatu daerah dengan daerah lain serta peningkatannya setiap tahun.

Tingkat Inflasai dan Deflasi Penyajian pendapatan regional atas dasar harga berlaku bersama-sama dengan harga konstan dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat tingkat inflasi/deflasi setiap tahunnya.

Gambaran Struktur Ekonomi Berdasarkan angka-angka yang disajikan secara sektoral, bisa disajikan struktur perekonomian suatu daerah. Dengan demikian dapat diketahui pada sektor mana kekuatan ekonomi suatu daerah bertumpu. Dari keterangan di atas, maka setidaknya angka pendapatan regional mampu

menggambarkan kegiatan ekonomi yang berlangsung di suatu daerah pada saat tertentu. Kegiatan itu menyangkut struktur ekonomi serta keterkaitannya dengan komponenkomponennya maupun gambaran perekonomian masa lalu. Maka, angka pendapatan regional juga berguna sebagai: • • • • Dasar pembuatan proyeksi dan perencanaan ekonomi di masa yang akan datang. Alat bantu untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Umpan balik terhadap perencanaan yang telah dibuat. Bahan masukan pembuatan evaluasi pembangunan baik secara sektoral maupun regional. Penghitungan pendapatan regional tidak dapat dipisahkan dengan pendapatan nasional. Oleh karena itu, berbagai penyesuian penghitungan pendapatan regional telah dan akan selalu diselaraskan dengan pendapatan nasional. Berbagai penyesuian tersebut antara lain meliputi konsep, definisi, metodologi, cakupan dan sumber data. Hal ini dilakukan agar informasi yang disajikan semakin baik, serta untuk menjaga kelayakan dan konsistensi hasil penghitungan. BPS Kabupaten Landak senantiasa melakukan perbaikan penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Perbaikan tersebut banyak menyangkut masalah sumber data. Dengan diadakannya berbagai macam kegiatan survei maupun sensus oleh BPS serta instansi lain yang bekerja sama dengan BPS maka dapat dihasilkan data-data terbaru dan akurat. Dengan adanya data yang lebih baik maka data lama tidak dipakai lagi. Jadi angka yang terdapat dalam publikasi terbaru merupakan angka resmi terakhir yang dipakai. PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 3

BAB I PENDAHULUAN

Mulai tahun 2004, penghitungan PDRB atas dasar harga konstan berubah dari tahun 1993 menjadi tahun 2000. Perubahan tahun dasar ini dilatarbelakangi antara lain: relatif stabilnya perekonomian Indonesia sejak tahun 2000 dimana sejak tahun 2000 hingga 2003 pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun, selain itu krisis ekonomi di tahun 1997 berdampak pada perubahan struktur perekonomian Indonesia. Untuk itu pemutakhiran tahun dasar penghitungan PDRB dari tahun 1993 ke tahun 2000 perlu dilakukan agar hasil estimasi PDRB akan menjadi lebih realistik.

1.3

Konsep dan Definisi

1.3.1 Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Penghitungan PDRB atas dasar harga berlaku didasarkan pada penggunaan harga tahun berjalan. Nilai produksi bruto yang dihitung disini adalah hasil perkalian antara produksi dengan harga pada tahun berjalan. Angka pertumbuhan yang diperoleh berdasarkan penghitungan ini selain

menggambarkan kenaikan produksi juga kenaikan harga / inflasi. Oleh karena itu selain dihitung berdasarkan harga berlaku, angka PDRB juga dihitung berdasarkan harga pada tahun tertentu, hasilnya merupakan PDRB atas dasar harga konstan yakni konstan tahun 2000.

1.3.2 Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000
Selain dihitung atas dasar harga berlaku, pendapatan regional juga dihitung atas dasar harga konstan 2000. Penghitungan atas dasar harga konstan tahun 2000 berguna untuk mengukur tungkat perubahan volume produksi atau perkembangan produktivitas secara real dengan meniadakan pengaruh perubahan harga. Kegunaan lain dari penghitungan pendapatan atas dasar harga konstan adalah untuk mengamati pertumbuhan ekonomi secara sektoral maupun secara keseluruhan. Dari PDRB atas dasar harga konstan 2000 dapat diturunkan agregat pendapatan regional.

1.3.3 PDRB Harga Pasar
Dinamakan PDRB harga pasar karena angka PDRB yang diperoleh masih mengandung komponen pajak tak langsung. Komponen pajak tak langsung ini merupakan salah satu faktor pembentuk harga. Jika komponen pajak tak langsung ini dihilangkan atau dengan kata lain PDRB harga pasar, baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 4

BAB I PENDAHULUAN

2000, dikurangi dengan besarnya pajak tak langsung akan menghasilkan PDRB atas dasar biaya faktor produksi.

1.3.4 PDRN Harga Pasar
Perbedaan antara konsep netto dan konsep bruto di atas karena pada konsep bruto faktor penyusutan masih terkandung dalam nilai tambah. Sedangkan pada konsep netto faktor penyusutan telah dikeluarkan. Jadi PDRB atas dasar harga pasar dikurangi penyusutan akan menghasilkan PDRN harga pasar. Yang dimaksud dengan penyusutan adalah nilai susutnya barang-barang modal yang terjadi selama barang modal tersebut ikut serta dalam proses produksi. Jika susutnya barangbarang modal dari seluruh sektor ekonomi dijumlahkan maka hasilnya merupakan penyusutan yang dimaksud di atas.

1.3.5 PDRB Biaya Faktor Produksi
Perbedaan antara konsep biaya faktor produksi di sini dan konsep harga pasar di atas ialah adanya pajak tak langsung yang dipungut pemerintah dan subsidi yang diberikan pemerintah kepada unit-unit produksi. Pajak tak langsung ini meliputi pajak penjualan, bea ekspor, cukai dan lain-lain, kecuali pajak pendapatan dan pajak perseroan. Pajak tak langsung dan subsidi mempunyai pengaruh terhadap harga barang-barang, yang satu berpengaruh menaikkan harga sedangkan yang lain menurunkan harga. Jika pajak tak langsung dikurangi subsidi maka akan menghasilkan pajak tak langsung netto. PDRB harga pasar dikurangi dengan pajak tak langsung netto akan diperoleh PDRB atas biaya faktor produksi.

1.3.6 Pendapatan Regional
Konsep yang pertama kali perlu diuraikan adalah konsep domestik dalam penghitungan pendapatan regional. Maksudnya adalah penjumlahan seluruh nilai tambah semua sektor lapangan usaha yang melakukan usahanya di wilayah Kabupaten Landak. Pemilikan faktor-faktor produksi yang melakukan kegitan tersebut tidak diperhatikan. Dengan demikian PDRB Kabupaten Landak secara aggregat menggambarkan kemampuan daerah untuk menghasilkan pendapatan atau balas jasa kepada faktor produksi yang berpartisipasi dalam proses produksi di wilayah Kabupaten Landak. PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 5

BAB I PENDAHULUAN

Apabila angka PDRB yang diperoleh dikurangi dengan penyusutan dan pajak tak langsung netto akan dihasilkan PDRN atas biaya faktor produksi. Secara teoritis jika angka PDRN tersebut dijumlahkan dengan selisih antara pendapatan / keuntungan yang berasal dari luar wilayah, maka hasil penjumlahan tersebut merupakan gambaran sebenarnya pendapatan yang diterima penduduk di Kabupaten Landak. Namun dalam praktek sulit untuk menghitung angka tersebut pada tingkat regional. Karena sampai saat ini belum ada survei yang menelaah indikator-indikator yang menggambarkan besarnya pendapatan atau keuntungan yang masuk dan keluar pada suatu wilayah. Dengan demikian penghitungan PDRN belum termasuk keluar masuknya pendapatan dari daerah lain. Konsep lain yang sering ditemui adalah nilai tambah. Nilai tambah merupakan nilai yang ditambahkan kepada unit produksi dalam proses produksi sebagai input antara. Nilai yang ditambahkan ini sama dengan balas jasa atas ikut sertanya faktor produksi dalam proses produksi. Sehingga nilai tambah adalah gabungan komponen faktor pendapatan yang terdiri dari: upah dan gaji (wages and salaries), bunga (interest), sewa tanah (rents), keuntungan (profit), penyusutan (depreciation) serta pajak tak langsung (indirect taxes).

1.4

Metode Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Untuk keperluan penghitungan PDRB terdapat dua macam metode yang selama ini

dikenal. Kedua metode tersebut adalah:

1.4.1 Metode Langsung a. Pendekatan Produksi (production approach)
Pada pendekatan ini PDRB merupakan penjumlahan seluruh nilai tambah dari barang dan jasa yang diproduksi oleh semua kegiatan ekonomi di wilayah Kabupaten Landak selama kurun waktu setahun.

b. Pendekatan Pendapatan (income approach)
Menurut metode ini, PDRB dihitung dari jumlah seluruh balas jasa yang diberikan kepada faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi di wilayah Kabupaten Landak selama satu tahun. Dalam pengertian ini maka nilai tambah bruto adalah penjumlahan dari upah dan gaji, surplus usaha (bunga, sewa tanah dan keuntungan), penyusutan dan pajak tak langsung. Metode ini banyak diterapkan pada sektor yang produksinya berupa jasa seperti sektor pemerintahan dan pertahanan. PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 6

BAB I PENDAHULUAN

c. Pendekatan Pengeluaran (expenditure approach)
Pendekatan dari sisi pengeluaran bertitik tolak dari penggunaan akhir barang dan jasa yang sudah dihasilkan. Penggunaan akhir barang dan jasa hasil produksi meliputi: konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, konsumsi lembaga swasta nirlaba, pembentukan modal tetap bruto, perubahan stok dan ekspor netto (ekspor dikurangi impor).

1.4.2 Metode Tidak Langsung (allocation approach)
Maksud dari metode ini adalah menurunkan nilai tambah dari kegiatan di tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Untuk mengalokasikannya dibutuhkan suatu alokator, yaitu suatu indikator yang paling besar pengaruhnya atau berhubungan erat dengan jenis kegiatan ekonomi yang bersangkutan. Metode ini digunakan seandainya data tidak tersedia atau ada data tapi tidak memungkinkan dilakukan penghitungan langsung. Oleh karena itu metode ini merupakan alternatif terakhir. Pemakaian metode langsung ataupun tidak langsung pada dasarnya saling menunjang. Metode langsung menghasilkan angka yang lebih mendekati keadaan dan karakteristik yang sebenarnya dan memang pada gilirannya penggunaan metode tidak langsung tidak berguna sama sekali. Metode tidak langsung dapat berfungsi sebagai pengecek atau koreksi terhadap hasil hitungan metode langsung.

1.5

Metode Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000
Penghitungan nilai tambah atas dasar harga konstan dapat dilakukan dengan dua cara

dan masing-masing cara bisa dilakukan dengan tiga metode tergantung dari data yang ada. Kedua cara tersebut adalah:

1. Single
Single disini berarti bahwa penghitungan dititikberatkan pada salah satu komponen yakni nilai produksi saja. Sedangkan untuk biaya antara digunakan rasio tetap dari hasil suatu sensus atau survei. Rasio tetap untuk biaya antara tersebut dihitung dari hasil pengurangan antara nilai produksi bruto dengan nilai rasio biaya antara.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

7

BAB I PENDAHULUAN

2. Double
Penghitungan dengan cara double mengandung pengertian bahwa baik nilai produksi bruto maupun biaya antara dihitung masing-masing tidak dengan suatu rasio tertentu. Berbeda dengan cara single yang secara langsung hanya menghitung nilai produksi bruto komponen biaya antara juga dihitung tersendiri. Kemudian di dalam kedua cara di atas ada tiga metode untuk menghitung nilai produksi bruto dan biaya antara. Ketiga cara tersebut adalah: revaluasi, ekstrapolasi dan deflasi.

a. Revaluasi
Revaluasi berarti penilaian kembali. Jadi revaluasi di sini berarti menilai kembali nilai produksi dan biaya masing-masing dengan harga pada tahun dasar, yakni harga pada tahun 2000. Nilai produksi yang dihitung dengan menggunakan harga tahun dasar, akan menghasilkan angka nilai produksi atas dasar harga konstan. Demikian halnya dengan biaya antara. Selisih kedua nilai tersebut merupakan nilai tambah atas dasar harga konstan. Dalam prakteknya sering ditemui tidak tersedianya data harga pada tahun dasar untuk setiap komponen input yang cukup banyak. Cara yang dilakukan adalah dengan mengalikan output atas dasar harga konstan dimasing-masing tahun dengan rasio tetap biaya antara terhadap output pada tahun dasar.

b. Ekstrapolasi
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan ekstrapolatorrnya. Nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh melalui perkalian nilai tambah pada tahun dasar dengan ekstrapolatornya. Ekstrapolator yang biasa dipakai adalah indeks produksi dari

masing-masing hasil produksi atau indeks dari beberapa jenis indikator produksi yang sesuai. Indikator-indikator yang sesuai antara lain: jumlah tenaga kerja, banyaknya perusahaan, kapasitas produksi dan sebagainya. Selain cara di atas, ekstrapolasi bisa juga dilakukan melalui penghitungan output atas dasar harga konstan. Cara yang sama dilakukan juga untuk biaya antara jika ingin menerapkan double ekstrapolasi.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

8

BAB I PENDAHULUAN

c. Deflasi
Pada cara ini, nilai tambah atas dasar harga konstan dihasilkan dengan mendeflate atau membagi nilai produksi bruto dan biaya antara pada tahun berlaku dengan indeks harga barang yang sesuai. Indeks harga dapat berupa indeks harga perdagangan besar, indeks harga produsen dan sebagainya tergantung indeks mana yang paling cocok. Jika nilai tambah atas dasar harga berlaku diperoleh dari perkalian antara nilai tambah atas dasar harga konstan dengan indeks harga maka fungsi indeks harga disebut inflator.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

9

BAB II

URAIAN SEKTORAL

BAB II URAIAN SEKTORAL

BAB II URAIAN SEKTORAL

Uraian sektoral yang disajikan pada bagian ini mencakup ruang lingkup dan definisi dari masing-masing sektor dan sub sektor, beserta cara penghitungan nilai tambah, baik atas dasar harga berlaku maupun konstan 2000.

2.1

Sektor Pertanian

2.1.1 Tanaman Bahan Makanan
Sub sektor ini mencakup komoditi tanaman bahan makanan seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedele, sayur-sayuran dan buah-buahan serta tanaman pangan lainnya. Termasuk di dalam komoditi ini adalah produksi ikutannya. Data produksi diperoleh dari pengolahan hasil Survei Pertanian SP-IA, SP-IB, SP-II dan SP-III. Sedangkan data harga seluruhnya bersumber dari data harga yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak dari Daftar HP-2 dan HPB. Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengalikan produksi dengan harga, kemudian hasilnya dikurangi dengan biaya antara. Rasio biaya antara terhadap output diperoleh dari Survei Pertanian. Nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi yaitu mengalikan produksi pada masing-masing tahun dengan harga pada tahun 2000 kemudian dikurangi lagi dengan biaya antara atas dasar harga konstan 2000.

2.1.2

Tanaman Perkebunan Sub sektor ini mencakup semua jenis kegiatan tanaman perkebunan baik yang

diusahakan oleh rakyat maupun oleh perusahaan yang berbadan hukum. Komoditi yang dicakup dalam sub sektor ini diantaranya kakao, karet, kelapa, kopi, lada, cengkeh, tebu dan sebagainya.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

11

BAB II URAIAN SEKTORAL

Data produksi perkebunan yang diusahakan oleh rakyat diperoleh dari Dinas Perkebunan sedangkan data harga didasarkan pada harga produsen yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak berupa harga produsen. Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dihitung dengan pendekatan produksi. Sedangkan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi. Adapun rasio biaya antara serta penyusutannya diperoleh dari hasil Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR).

2.1.3

Peternakan Dan Hasil-hasilnya Sub sektor ini mencakup ternak besar, ternak kecil, unggas, dan hasil-hasilnya seperti

susu segar dan telur. Produksi ternak diperkirakan sama dengan jumlah ternak yang dipotong ditambah perubahan stok populasi ternak dan ekspor neto. Data mengenai jumlah ternak yang dipotong, populasi ternak, produksi susu, dan telur diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Landak. Sedangkan data harga diperoleh dari pengolahan hasil survei harga Badan Pusat Statistik Kabupaten Landak Nilai tambah bruto diperoleh dengan mengurangkan biaya antara dari output. Biaya antara dihitung berdasarkan rasio dari hasil SKPR. Sedangkan penghitungan atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan metode revaluasi.

2.1.4

Kehutanan Sub sektor kehutanan mencakup tiga jenis kegiatan yaitu penebangan kayu,

pengambilan hasil hutan lainnya dan perburuan. Kegiatan penebangan kayu menghasilkan kayu gelondongan, kayu bakar, arang dan bambu. Sedangkan hasil-hasil kegiatan pengambilan hasil hutan berupa rotan, damar, kulit kayu dan sebagainya. Perburuan menghasilkan binatang liar seperti babi hutan, rusa, penyu, buaya, ular, madu dan sebagainya. Seperti sub sektor lainnya dalam sektor Pertanian, output sub sektor kehutanan dihitung dengan cara mengalikan produksi dengan harga masing-masing. Data harga didapat dari survei oleh BPS Kabupaten Landak dan nilai tambah bruto dihitung dengan menggunakan rasio nilai tambah terhadap output yang angka rasionya diperoleh dari Survei Khusus Pendapatan Regional.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

12

BAB II URAIAN SEKTORAL

2.1.5

Perikanan Komoditi yang dicakup dalam sub sektor ini adalah semua hasil dari kegiatan

perikanan laut, perairan umum dan budi daya. Data mengenai produksi perikanan diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Landak. Nilai produksi dihitung dengan cara mengalikan produksi dengan harga produsen. Harga produsen diperoleh dari survei harga yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Landak. Untuk sampai pada nilai tambah bruto, maka nilai produksi yang diperoleh dikurangi dengan biaya antara, dimana rasio biaya antara didapat dari SKPR. Nilai produksi atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan menggunakan metode revaluasi.

2.2 2.2.1

Sektor Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Migas Pertambangan migas (minyak dan gas bumi) meliputi pencarian kandungan minyak

dan gas bumi, penyiapan pengeboran, penambangan, penguapan, pemisahan serta penampungan untuk dapat dijual atau dipasarkan. Hasil kegiatan ini adalah minyak bumi, kondensat dan gas bumi. Kegiatan sub sektor pertambangan migas hingga sekarang belum dapat dihitung nilai tambahnya karena data belum tersedia.

2.2.2

Pertambangan Tanpa Migas Pertambangan tanpa migas meliputi pengambilan dan persiapan pengolahan lanjutan

benda padat baik di bawah maupun di permukaan bumi serta seluruh kegiatan lainnya yang bertujuan untuk memanfaatkan biji logam dan hasil tambang lainnya. Hasil dari kegiatan ini adalah batu bara, pasir besi, biji timah, biji nikel, biji bauksit, biji tembaga, biji emas dan perak, biji mangan, belerang, yodium, pospat, aspal serta komoditi lainnya. Pertambangan non migas Kabupaten Landak masih berupa pertambangan yang dilakukan secara kecil-kecilan dilakukan oleh rakyat. Produksi dan nilai produksi sektor ini dihitung dengan estimasi berdasarkan survei pertambangan dan penggalian dilakukan BPS Kabupaten Landak.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

13

BAB II URAIAN SEKTORAL

2.3

Sektor Industri Pengolahan Sektor industri pengolahan terbagi menjadi sub sektor industri migas dan sub sektor

industri tanpa migas. Industri migas meliputi industri pengilangan minyak bumi dan industri gas alam cair. Indutri tanpa migas meliputi semua kegiatan industri besar dan sedang, serta industri kecil dan rumah tangga, penyajian didasarkan pada kode ISIC 2 digit. Sedangkan kegiatannya adalah mengubah bentuk secara mekanis dan kimiawi, dari bahan organik menjadi produk baru yang lebih tinggi nilainya. Besarnya nilai tambah sub sektor ini dihitung menggunakan pendekatan produksi. Nilai tambahnya berdasarkan hasil survei industri besar/sedang yang hasilnya disajikan secara lengkap setiap tahunnya. Nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 dihitung menggunakan metode deflasi, yaitu mendeflate nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dengan indeks harga perdagangan besar barang industri.

2.4

Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih Data produksi yang disajikan dalam sektor ini adalah data dari Perusahaan Listrik

Negara (PLN) wilayah V ranting Ngabang dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Landak.

2.4.1

Listrik Nilai produksi diperoleh dengan jalan mengalikan produksi (KWH) dengan rata-rata

harga per KWH Listrik yang terjual. Nilai produksi setelah dikurangi dengan biaya antara, pemakaian sendiri oleh PLN dan yang hilang di transmisi didapat nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku. Sedangkan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi.

2.4.2

Air Bersih Penghitungan nilai produksi air bersih atas dasar harga yang berlaku didapat dengan

cara mengalikan banyaknya air minum yang terjual dengan tarif masing-masing per tahun. Nilai tambah bruto sub sektor air bersih diperoleh dengan pendekatan produksi, yaitu dengan mengeluarkan biaya antara dari nilai produksinya.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

14

BAB II URAIAN SEKTORAL

Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi yaitu mengalikan produksi air bersih pada setiap tahun dengan tarif tahun 2000. Selanjutnya dikurangi dengan biaya antara sehingga didapat nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000.

2.5

Sektor Konstruksi Sektor ini meliputi semua kegiatan pembangunan fisik konstruksi, baik berupa

pembuatan, perombakan/perubahan, perbaikan besar baik untuk gedung, jalan, jembatan, pelabuhan, jaringan listrik, air, telepon dan sebagainya. Output sektor konstruksi didasarkan pada data konstuksi yang ada ditambah dengan perkiraan pengeluaran konstruksi oleh rumah tangga.

2.6 2.6.1

Sektor Perdagangan, Restoran, dan Hotel Perdagangan Sub sektor perdagangan mencakup aktivitas perdagangan barang-barang produksi di

dalam serta di luar Kabupaten Landak yang dipasarkan di wilayah Kabupaten Landak. Langkah pertama dalam melakukan perhitungan sektor ini adalah membagi kedalam beberapa kelompok aktivitas perdagangan sebagai berikut: 1. Perdagangan barang/ komoditi produksi Kabupaten Landak Yang meliputi : - Barang-barang hasil pertanian. - Barang-barang hasil industri. - Barang-barang hasil pertambangan dan pengalian. 2. Perdagangan barang import. 3. Perdagangan barang antar pulau. Pada prinsipnya dalam menghitung pendapatan regional sub sektor perdagangan ini dipergunakan pendekatan produksi. Namun karena terlalu sulit mendapatkan kelengkapan datanya, maka dalam perhitungan nilai produksi menggunakan cara yang didasarkan pada rasio marketing surplus dan trade marging. Rasio tersebut digunakan untuk memperoleh nilai output sub sektor perdagangan. Setelah ditambah dengan nilai import dan perdagangan antar pulau diperoleh output sub sektor perdagangan. Dengan mengurangkan biaya antara akan

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

15

BAB II URAIAN SEKTORAL

diperoleh nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan metode deflasi.

2.6.2

Restoran Karena data restoran secara lengkap belum tersedia maka nilai tambah bruto sub

sektor ini dihitung berdasarkan indikator pertumbuhan konsumsi makanan jadi di luar rumah. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan menggunakan indeks harga konsumen makanan jadi sebagai deflator.

2.6.3

Hotel Sub sektor ini mencakup semua hotel baik hotel berbintang maupun melati, serta

berbagai jenis penginapan lainnya. Output hotel dihitung dengan cara pendekatan produksi yaitu mengalikan rata-rata tarif per kamar malam dengan banyaknya kamar malam. Data mengenai jumlah kamar malam dan tarifnya diperoleh dari survei hotel. Sedangkan rasio nilai tambah diperoleh dari SKPR. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan metode ekstrapolasi, dengan indeks jumlah kamar malam sebagai indikatornya.

2. 7

Sektor Pengangkutan dan Komunikasi Mencakup kegiatan pengangkutan darat, pengangkutan laut, sungai dan danau,

pengangkutan udara, jasa penunjang pengangkutan dan komunikasi.

2.7.1

Pengangkutan Darat Kegiatan pengangkutan darat meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang

dengan melalui jalan raya umum, menggunakan kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Jenisnya meliputi bus, taxi, truk/pick up, becak dan lain-lain. Besarnya output pada sub sektor pengangkutan darat dihitung dengan pendekatan produksi yaitu mengalikan rata-rata output per jenis kendaraan dengan jumlah kendaraan umum masing-masing jenis. Sumber data mengenai output dan struktur ongkos per jenis kendaraan diperoleh dari SKPR. Sedangkan jumlah kendaraan umum datanya diperoleh dari Dinas Perhubungan. Nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 dihitung menggunakan metode ekstrapolasi yakni menggunakan indeks banyaknya kendaraan umum sebagai ekstrapolatornya.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

16

BAB II URAIAN SEKTORAL

2.7.2

Pengangkutan Sungai Kegiatan pengangkutan sungai meliputi pengangkutan barang dan penumpang yang

beroperasi di sungai dengan menggunakan perahu bermotor maupun tidak bermotor yang dapat melayani umum. Metode yang digunakan untuk menghitung besarnya output pada sub sektor pengangkutan sungai adalah menggunakan pendekatan produksi yaitu mengalikan rata-rata output per jenis kendaraan/armada dengan jumlah kendaraan. Rasio struktur biaya diperoleh dari Suvei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). Sedangkan jumlah kendaraan/armada diperoleh dari Dinas Perhubungan. Nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan metode ekstrapolasi yaitu indeks jumlah armada per jenis kendaraan sebagai indikator produksinya.

2.7.3

Pengangkutan Udara Kegiatan pengangkutan udara meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang

melalui udara menggunakan pesawat terbang yang diusahakan oleh perusahaan nasional dan swasta. Penghitungan nilai tambah bruto dengan cara pendekatan produksi, yaitu mengalikan banyaknya penumpang berangkat dan barang yang dimuat melalui pesawat udara dengan tarif penumpang dan tarif pengiriman barang, kemudian dikurangi dengan biaya antara. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan mengunakan metode ekstrapolasi dengan jumlah penumpang berangkat dan barang dikirim sebagai

ekstrapolatornya.

2.7.4

Jasa Penunjang Angkutan Mencakup kegiatan terminal, bongkar muat, EMKL, EMKU, Biro

perjalanan/keagenan, pelabuhan udara, dan jembatan tol. Penghitungan nilai tambah bruto dilakukan dengan pendekatan produksi yakni mengalikan indikator banyaknya kegiatan yang dilayani dengan harga/tarif per indikator. Nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan metode ekstrapolasi.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

17

BAB II URAIAN SEKTORAL

2.7.5

Komunikasi Kegiatan sub sektor ini mencakup pos dan giro serta telekomonikasi. Kegiatan pos dan

giro meliputi kegiatan pemberian jasa kepada pihak lain dalam pengiriman surat, wesel, paket pos, jasa giro dan lainnya. Sedangkan kegiatan komunikasi meliputi kegiatan pengiriman telegram, telepon, telex dan faksimil. Kecuali output pos dan giro, data komunikasi diperoleh dari survei BPS.

2.7.6

Jasa Penunjang Komunikasi Berkembangnya dunia komunikasi merangsang bermunculannya kegiatan usaha jasa

komunikasi. Kegiatan usaha jasa komunikasi ini meliputi : SSB, radio panggil, wartel, warnet, komunikasi selular dan kegiatan sejenisnya.

2. 8

Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan Sektor ini meliputi kegiatan bank, lembaga keuangan tanpa bank, jasa penunjang

keuangan dan sewa bangunan serta jasa perusahaan seperti : advokat, akuntan, notaris, biro iklan dan sebagainya.

2.8.1

Bank Perhitungan output dan nilai tambah bruto bank atas dasar harga berlaku diperoleh

langsung dari masing-masing bank, sedangkan perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi dengan indeks jumlah nilai kredit real sebagai ekstrapolatornya. Nilai kredit real diperoleh dengan cara mendeflate nilai kredit pada tahun berjalan dengan indeks umum harga perdagangan besar.

2.8.2

Lembaga Keuangan Tanpa Bank Sub sektor ini mencakup usaha asuransi, koperasi simpan pinjam, pegadaian dan lain-

lain. Perhitungan output dan nilai tambah bruto asuransi atas dasar harga yang berlaku diperoleh dari SKPR yang dilakukan terhadap seluruh perusahaan asuransi. Demikian juga untuk kegiatan pegadaian dan koperasi simpan pinjam, penghitungan nilai tambahnya berdasarkan data hasil SKPR. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara mendeflate nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dengan indeks harga konsumen kelompok harga. PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

18

BAB II URAIAN SEKTORAL

2.8.3

Jasa Penunjang Keuangan Kegiatan sub sektor ini adalah money changer, bursa valuta asing, pasar modal, dan

lain-lain.Untuk kegiatan money changer, penghitungan nilai tambahnya berdasarkan data hasil SKPR. Sedangkan untuk kegiatan usaha lainnya masih menggunakan rasio nilai tambah kegiatan perbankan..

2.8.4

Sewa Bangunan Mencakup semua kegiatan jasa yang berhubungan dengan proses penggunaan

rumah/bangunan sebagai tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal oleh rumah tangga tanpa memperhatikan apakah rumah itu milik sendiri atau rumah yang disewakan. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan didapat dari pengeluaran sewa rumah hasil SUSENAS. Sedangkan untuk harga berlakunya didasarkan pada elastisitas yang diperoleh dari data SUSENAS dikalikan dengan estimasi jumlah penduduk pertengahan tahun.

2.8.5

Jasa Perusahaan Meliputi kegiatan advokat, notaris, pengolahan data, biro iklan, sewa menyewa mesin

dan alat-alat usaha sejenisnya. Perkiraan nilai tambah bruto dan nilai tambah netto sub sektor jasa perusahaan ini dihitung dengan menggunakan metode pendekatan produksi yang outputnya diperoleh dengan cara langsung yakni dengan mengalikan jumlah tenaga kerja sub sektor jasa perusahaan dengan rata-rata output per tenaga kerja. Perkiraan jumlah tenaga kerja diperoleh dari hasil registrasi yang dilakukan oleh petugas BPS Kabupaten Landak, sedangkan rata-rata output per tenaga kerja diperoleh dari hasil SKPR. Nilai tambah atas dasar harga konstan 2000 dihitung menggunakan metode ekstrapolasi yakni indeks tenaga kerja sub sektor jasa perusahaan sebagai ekstrapolatornya.

2.9 2.9.1

Sektor Jasa-Jasa Sub Sektor Pemerintahan Umum Rincian sub sektor pemerintahan umum meliputi administrasi pemerintahan dan

pertahanan, serta kegiatan jasa pemerintahan lainnya. Komponen pembentukan nilai tambah administrasi pemerintahan dan pertahanan terdiri atas upah dan gaji pegawai pemerintah pusat dan daerah. Perkiraan komponen upah dari belanja pembangunan yang dianggap pengeluaran rutin ditambah dengan perkiraan penyusutan. PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

19

BAB II URAIAN SEKTORAL

Data yang dipakai didasarkan pada data realisasi pengeluaran yang diperoleh dari Survei Statistik Keuangan Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Desa dengan menggunakan Daftar K2 dan K3 yang dilakukan setiap tahun oleh BPS Kabupaten Landak. Sedangkan perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi, yakni dengan menggunakan indikator indeks jumlah pegawai negeri sebagai ekstrapolatornya. Penghitungan nilai tambah jasa pemerintahan didasarkan pada komponen nilai tambah kegiatan usaha seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas, panti asuhan dan sejenisnya yang dimiliki pemerintah.

2.9.2

Jasa Sosial Kemasyarakatan Sub sektor jasa sosial kemasyarakatan meliputi rumah sakit/bersalin, dokter/bidan

praktek, sekolah swasta, pondok pesantren dan jasa sosial kemasyarakatan lainnya. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dihitung dari banyaknya indikator produksi di sub sektor ini dikalikan dengan rata-rata output per indikator masing-masing. Indikator produksi yang digunakan dalam penghitungan ini adalah rumah sakit/bersalin, banyaknya kamar/tempat tidur, dokter praktek dan tukang gigi yang datanya diperoleh dari SKPR. Indikator pondok pesantren adalah banyaknya murid/santri yang datanya diperoleh dari Departemen Agama Kabupaten Landak. Rata-rata output per indikator sub sektor jasa sosial kemasyarakatan diperoleh dari SKPR.

2.9.3

Jasa Hiburan Jasa hiburan ialah kegiatan yang bertujuan memberikan hiburan kepada

perorangan/rumah tangga maupun masyarakat. Sub sektor jasa hiburan dan kebudayaan ini mencakup kegiatan bioskop, tempat rekreasi, kebun binatang, museum dan sejenisnya. Output dari sub sektor ini ial;ah segala jenis pendapatan yang diterima atas jasa yang diberikan pada pihak lain. Summber data masing-masing kegiatan tersebut adalah SKPR.

2.9.4

Perorangan dan Rumah Tangga Jasa perorangan dan rumah tangga yaitu kegiatan jasa yang sebagian besar usahanya

ditunjukan untuk mencukupi kebutuhan perorangan dan rumah tangga seperti tukang bengkel/reparasi, tukang binatu, tukang foto, tukang jahit, pembantu rumah tangga dan PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

20

BAB II URAIAN SEKTORAL

sebagainya. Jumlah tenaga kerja diperoleh dari survei pengumpulan data primer dan rata-rata output per indikator dan biaya antara diperoleh dari SKPR. Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dihitung dengan metode pendekatan produksi, yaitu dengan mengalikan jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per indikator masing-masing kegiatan, kemudian dikurangi biaya antara. Sedangkan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi menggunakan indikator pertumbuhan tenaga kerja.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

21

BAB III

PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

3.1

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu alat ukur keberhasilan kinerja ekonomi suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Semakin tinggi pertumbuhan PDRB semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi. Untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah, digunakan PDRB atas dasar harga konstan. Berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan dapat dilihat pertumbuhan ekonomi antar tahun tanpa pengaruh naik turunnya faktor harga karena harga yang digunakan adalah harga konstan, yaitu harga pada tahun 2000. Selama penghitungan PDRB, BPS telah menggunakan tahun dasar sebanyak 4 (empat) kali, pertama tahun dasar 1973, kedua tahun dasar 1983, yang ketiga pada tahun 1993 dan terakhir tahun dasar 2000 yang mulai digunakan untuk penghitungan PDRB pada tahun 2004. Pada tahun dasar 2000 seperti juga tahun dasar 1993, sektor diklasifikasikan ke dalam 9 sektor, dimana sebelumnya yaitu berdasarkan atas dasar harga tahun 1983 cakupannya meliputi 11 sektor ekonomi. Hal tersebut bukan berarti dua sektor telah ditiadakan, namun dua sektor tersebut digabungkan dengan sektor lainnya. Sektor sewa rumah (sewa bangunan) yang pada tahun dasar 1983 berdiri sendiri, pada tahun dasar 2000 digabungkan dengan sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan. Demikian juga dengan sektor pemerintah dan pertahanan pada tahun dasar 2000 dimasukkan dalam sektor jasa-jasa. Disamping itu, dilihat dari sub sektornya terdapat beberapa sub sektor yang disatukan misalnya perkebunan yang pada tahun dasar 1983 dipecah menjadi dua yaitu perkebunan besar dan rakyat, pada tahun dasar 2000 keduanya disatukan menjadi sub sektor perkebunan. Sektor industri, yang pada tahun dasar 1983 diklasifikasikan ke dalam tiga sub sektor yaitu industri besar dan sedang, industri kecil dan industri rumah tangga, pada tahun dasar 2000 uraiannya dipecah ke dalam sub sektor industri migas dan non migas. Dengan demikian, pada dua sub sektor tersebut telah

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

23

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

dicakup sub sektor industri besar/sedang, industri kecil dan industri rumahtangga. Demikian juga terhadap beberapa sektor lainnya. Pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini telah banyak melahirkan perubahan bagi Kabupaten Landak baik dari segi ekonomi maupun sosial. Dari segi ekonomi secara makro dicerminkan oleh peningkatan pendapatan perkapita yang diikuti dengan laju pertumbuhan ekonomi tiap tahunnya.

Grafik 1. Produk Domestik Bruto (PDRB) Menurut Harga Konstan Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010

Grafik di atas menunjukkan perkembangan PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Landak yang cenderung meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2006 – 2010. Nilai PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Landak pada tahun 2006 sebesar 1.329.153,83 juta rupiah, meningkat menjadi 1.525.247,22 juta rupiah di tahun 2009, dan pada tahun 2010 meningkat mencapai 1.601.720,55 juta rupiah. Meskipun secara nominal PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Landak cenderung meningkat, namun laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak sempat mengalami penurunan pada tahun 2008. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak tahun 2007 sebesar 5,13 persen, kemudian turun menjadi 4,29 persen tahun 2008. Pada tahun 2009 terjadi peningkatan ekonomi menjadi 4,67 persen, kemudian meningkat lagi pada tahun 2010 menjadi 5,01 persen. Hal ini berarti secara riil terjadi peningkatan perekonomian di PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 24

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

Kabupaten Landak. Sementara itu, secara total pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat juga mengalami peningkatan menjadi 5,35 persen. Dimana sebelumnya pada tahun 2009 terjadi penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi dari 5,42 persen tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 4,76 persen tahun 2009. (lihat Grafik 2)

Grafik 2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Landak dan Provinsi Kalbar Tahun 2006 – 2010

Untuk lebih meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan juga pemerataan pendapatan di Kabupaten Landak, perlu adanya peningkatan mutu sumber daya manusianya serta peningkatan infrastruktur. Keterpaduan antara program pemerintah dengan peran swasta dan masyarakat perlu diperhatikan untuk menyelaraskan langkah dalam menggali sektorsektor potensial yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari pertumbuhan sektor-sektor yang membentuk PDRB. Penyajian Statistik Pendapatan Regional secara sektoral merupakan alat bantu untuk melihat perubahan dan perkembangan tersebut. Dari penyajian ini juga dapat dilihat sektorsektor yang mengalami penurunan dan kenaikan pertumbuhan sehingga bisa digunakan untuk bahan analisis selanjutnya. Pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan atau disebut juga pertumbuhan ekonomi, pada tahun 2010 mencapai 5,01 persen merupakan agregasi dari pertumbuhan sektor dan sub

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

25

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

sektor pembentuk PDRB. Selama tahun 2010, seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan.

Tabel 1. Nilai PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Landak Tahun 2009 - 2010
Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah) 2009
(1) (2)

Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Konstan (Miliar Rupiah) 2009
(4)

Laju Pertumbuhan (Persen) 2009
(4)

2010 *)
(3)

2010 *)
(5)

2010 *)
(5)

1. Pertanian 2. Pertambangan dan Penggalian 3. Industri Pengolahan 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5. Konstruksi 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perush. 9. Jasa-jasa

1.394,15 43,36 277,38 7,89 68,43 536,33 66,66 126,30 150,79

1.497,77 47,63 300,50 8,94 79,44 640,31 73,42 140,51 172,51

791,54 25,13 170,41 3,93 36,49 312,18 35,08 71,06 79,42

804,90 26,17 176,96 4,30 39,56 349,88 36,98 77,42 85,56

5,09 1,72 0,57 4,48 6,30 5,67 6,00 6,06 4,20

1,69 4,13 3,85 9,47 8,40 12,08 5,41 8,94 7,72

PDRB Kabupaten Landak

2.671,28

2.961,04

1.525,25

1.601,72

4,67

5,01

Walaupun semua sektor mengalami pertumbuhan pada tahun 2010, namun jika dibandingkan 2009, ada dua sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan yaitu: sektor pertanian serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Sedangkan pada tahun 2009 jika dibandingkan pada tahun 2008, ada beberapa sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan yaitu: sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Sementara sektor lainnya mengalami percepatan pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2010 terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 12,08 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya pendapatan masyarakat sehingga terjadi peningkatan daya beli masyarakat.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

26

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

Beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi dengan pertumbuhan diatas lima persen adalah sektor listrik, gas dan air bersih mengalami pertumbuhan sebesar 9,87 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 8,94 persen, sektor konstruksi sebesar 8,40 persen, sektor jasa-jasa yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,72 persen, serta sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 5,41 persen. Sementara itu terdapat tiga sektor yang mencapai pertumbuhan dibawah lima persen. Ketiga sektor tersebut adalah sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 4,13 persen, sektor industri pengolahan 3,85 persen, serta sektor pertanian dengan pertumbuhan sebesar 1,69 persen.

Grafik 3. Sumber dan Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Landak Tahun 2010

Sumbangan masing-masing sektor terhadap laju pertumbuhan ekonomi dapat dilihat berdasarkan besarnya sumber pertumbuhan masing-masing sektor. Sektor yang dominan menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak pada tahun 2010 adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran. Hal ini dapat dilihat dari sumber pertumbuhan terbesar yang PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 27

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

berasal dari sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar 2,47 persen. Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di sektor tersebut. Sektor berikutnya yang memberikan sumbangan cukup besar adalah sektor pertanian yang menyumbang pertumbuhan sebesar 0,88 persen. Walaupun dengan pertumbuhan ekonomi yang paling rendah pada tahun 2010, namun sektor pertanian tetap memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak. Sejak beberapa tahun terakhir kontribusi kedua sektor tersebut cukup berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak.

3.2

Struktur Perekonomian

Distribusi PDRB menurut sektor ekonomi atau lapangan usaha atas dasar harga berlaku menunjukkan peranan dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun. Struktur perekonomian di Kabupaten Landak sampai dengan tahun 2010 masih didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian; sektor perdagangan, hotel dan restoran; serta sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar 82,36 persen. Sektor pertanian masih menjadi sektor yang dominan di Kabupaten Landak dengan peranannya sebesar 50,58 persen. Hal ini berarti bahwa naik turunnya pertumbuhan di sektor pertanian akan sangat mempengaruhi naik turunnya pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan di Kabupaten Landak. Dengan demikian, sektor pertanian masih menjadi leading sector atau dengan kata lain sebagai sektor pemimpin bagi sektor-sektor produksi lainnya dalam menyumbang perekonomian di Kabupaten Landak. Dibandingkan dengan tahun 2009, pada tahun 2010 terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian dari 52,19 persen menjadi 50,58 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran masih tetap menjadi kontributor terbesar kedua setelah sektor pertanian dengan peranannya sebesar 21,62 persen. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2010 terjadi kenaikan peranan dari 20,08 persen menjadi 21,62 persen. Sektor industri pengolahan merupakan kontributor terbesar ketiga dengan peranannya sebesar 10,15 persen pada tahun 2010, mengalami penurunan kontribusi dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 10,38 persen.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

28

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

Grafik 4. Struktur Ekonomi Kabupaten Landak Tahun 2010

Sektor-sektor yang lainnya hanya memberikan kontribusi kurang dari 20 persen, yaitu sektor pertambangan dan penggalian memberikan peranan sebesar 1,61 persen; sektor konstruksi 2,68 persen; sektor pengangkutan dan komunikasi 2,48 persen; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 4,75 persen; sektor jasa-jasa 5,83 persen. Sedangkan sektor listrik, gas dan air minum memberikan kontribusi terkecil. Tetapi dibandingkan pada tahun 2008, pada tahun 2009 hingga tahun 2010 telah terjadi peningkatan kontribusi sektor listrik, gas dan air minum. Pada tahun 2008 sebesar 0,28 persen meningkat menjadi 0,30 persen. Rendahnya peranan sektor ini disebabkan karena masih terdapat daerahdaerah yang belum mendapatkan pelayanan listrik dan air bersih.

3.3

Laju Inflasi

Inflasi menjadi salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu daerah karena dapat menggambarkan naik turunnya harga. Keadaan ekonomi yang makin stabil ditunjukkan oleh perkembangan laju inflasi yang kecil. Suatu daerah dikatakan memiliki

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

29

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

stabilitas ekonomi yang lebih baik jika tingkat inflasinya lebih rendah dibandingkan daerah lain dalam suatu kurun waktu tertentu. Inflasi yang lebih tinggi berarti juga terjadinya lonjakan harga yang tajam. Hal tersebut bisa mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat jika pendapatan masyarakat tidak meningkat melebihi laju inflasi.

Tabel 2. Indeks Harga Implisit dan Laju Inflasi Kabupaten Landak dan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2006 – 2010
Kabupaten Landak Tahun Indeks Harga Implisit
(2)

Provinsi Kalimantan Barat Indeks Harga Implisit
(4)

Laju Inflasi (%)
(3)

Laju Inflasi (%)
(5)

(1)

2006 2007 2008 2009 2010*)

145,44 152,73 166,49 175,14 184,87

5,34 5,02 9,01 5,19 5,55

152,27 161,76 179,06 188,61 199,64

5,82 6,23 7,01 5,33 5,85

Laju inflasi yang menggambarkan besarnya perubahan harga yang terjadi pada produsen dapat dilihat dari indeks harga implisit PDRB. Indeks harga implisit di tahun 2009 sebesar 175,14 dan di tahun 2010 sebesar 184,87. Dengan demikian pertumbuhan indeks harga implisit di tahun 2010 adalah sebesar 5,55 persen. Angka ini menggambarkan laju inflasi atas dasar harga produsen di Kabupaten Landak meningkat sebesar 5,55 persen. Laju inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi secara umum yang terjadi di dalam wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

3.4

Perbandingan Dengan Kalimantan Barat

Untuk mencapai hasil pembangunan yang diharapkan, perlu dioptimalkan sektorsektor yang menjadi tumpuan daerah. Sektor tersebut disamping mampu dikembangkan juga akan memberikan dampak terhadap perkembangan sektor lain (linkage effect) serta sekaligus

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

30

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan diharapkan pula menjadi pemasok pendapatan daerah dengan diekspor ke luar daerah. Indeks Location Quotient (LQ) dapat digunakan sebagai alat analisis untuk melihat sektor-sektor potensial suatu daerah atau dengan kata lain untuk melihat spesialisasi sektoral di Kabupaten Landak. Secara teoritis, kriteria analisis angka indeks LQ yaitu : - Jika Indeks LQ lebih kecil dari 1 (satu), maka sektor yang bersangkutan bukan spesialisasi daerah dan tidak terkonsentrasi di Kabupaten Landak. - Jika Indeks LQ sama dengan 1 (satu), maka sektor yang bersangkutan proporsinya sama dengan Provinsi Kalimantan Barat. - Jika Indeks LQ lebih besar dari 1 (satu), maka sektor yang bersangkutan merupakan spesialisasi daerah dan terkonsentrasi di Kabupaten Landak.

Tabel 3. Location Quotient (LQ) Kabupaten Landak Terhadap Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010

Peran Sektoral No.
(1)

Sektor Kalbar
(2) (3)

LQ Landak
(4) (5)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perush. Jasa-jasa

25,00 1,98 18,29 0,51 9,14 22,87 7,60 4,74 9,87

50,58 1,61 10,15 0,30 2,68 21,62 2,48 4,75 5,83

2,02 0,81 0,55 0,59 0,29 0,95 0,33 1,00 0,59

Berdasarkan Indeks Location Quotient (LQ) Kabupaten Landak terhadap Provinsi Kalimantan Barat, sektor-sektor yang memiliki LQ lebih dari 1 (satu) yaitu sektor pertanian dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Kedua sektor ini merupakan sektorsektor yang diharapkan dapat menjadi tumpuan atau spesialisasi untuk dikembangkan bahkan PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

31

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

dapat menjadi komoditi ekspor Kabupaten Landak. Selain itu masih ada dua sektor yang berpeluang menjadi sektor unggulan karena mempunyai nilai LQ cukup besar ( nilai LQ mendekati 1 ), yaitu sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sedangkan sektor yang memiliki nilai LQ paling rendah adalah sektor bangunan serta sektor pengangkutan dan komunikasi yang masing-masing memiliki nilai LQ sebesar 0,29 dan 0,33. Kedua sektor ini bukan merupakan spesialisasi daerah. Hal ini disebabkan karena masih minimnya sarana transportasi.

Grafik 5. Sebaran Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010

Berdasarkan grafik scatterplot di atas, maka posisi Kabupaten Landak berada di kuadran ke-tiga. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak masih berada di bawah tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat, namun tingkat penangguran terbuka Kabupaten Landak lebih rendah dari tingkat pengangguran terbuka Provinsi Kalimantan Barat. Sehingga dapat diartikan walaupun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak masih PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010 32

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

rendah, namun penyerapan tenaga kerja sudah cukup baik dibandingkan Provinsi Kalimantan Barat secara umum.

Grafik 6. Sebaran Pertumbuhan Ekonomi dan Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010

Berdasarkan grafik scatterplot di atas, maka posisi Kabupaten Landak berada di kuadran ke-empat. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak masih berada di bawah tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat, dengan persentase penduduk miskin Kabupaten Landak lebih tinggi dari persentase penduduk miskin Provinsi Kalimantan Barat. Sehingga dapat diartikan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak belum cukup berarti untuk mengentaskan angka kemiskinan yang ada.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

33

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

3.5

PDRB Per Kapita

PDRB per kapita merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran masyarakat. PDRB per kapita dihitung dengan membagi PDRB dengan jumlah penduduk. Berdasarkan PDRB per kapita ini dapat diketahui besaran pendapatan yang potensial dihasilkan oleh setiap penduduk di wilayah Kabupaten Landak.

Tabel 4. Perkembangan PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Landak Tahun 2006 – 2010

Tahun
(1)

PDRB per Kapita Pertumbuhan (Rupiah) (%)
(2) (3)

2006 2007 2008 2009 2010*)

6.518.427,54 7.137.251,74 7.465.592,27 8.066.163,03 8.982.389,81

10,13 9,49 4,60 8,04 11,36

Keterangan : *) Angka Sementara

PDRB per kapita Kabupaten Landak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, PDRB per kapita Kabupaten Landak adalah sebesar Rp. 7.465.000,- yang berarti rata-rata pendapatan satu orang penduduk Kabupaten Landak selama setahun adalah Rp. 7.456.000,- atau sebesar Rp. 622.000,- per bulan. Pada tahun 2009, PDRB per kapita Kabupaten Landak adalah Rp. 8.066.000,- yang berarti rata-rata pendapatan satu orang penduduk Kabupaten Landak selama setahun adalah Rp. 8.066.000,- atau sebesar Rp. 672.000,- per bulan. Pada tahun 2010, PDRB per kapita di Kabupaten Landak mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan tahun sebelumnya. PDRB per kapita mencapai Rp. 8.982.000,- setahun atau Rp. 749.000,- per bulan. Persentase peningkatannya hingga 11,36 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

34

BAB III PEREKONOMIAN KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

Untuk meningkatkan pendapatan per kapita, maka laju pertumbuhan ekonomi harus ditingkatkan dan sebaliknya laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan. Hal ini disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk yang cepat harus diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai.

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

35

LAMPIRAN

LAMPIRAN
TABEL 1 / TABLE 1 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ATAS DASAR HARGA BERLAKU GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT AT CURRENT MARKET PRICES ( JUTAAN RUPIAH / MILLION RUPIAHS )

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 1.003.938,00 497.671,34 201.568,32 46.216,37 254.081,57 4.400,40 31.914,54

2007 (4) 1.095.390,54 560.925,37 222.087,98 53.735,77 253.751,26 4.890,16 35.317,00

2008 (5) 1.259.808,20 661.205,02 253.231,94 58.291,98 281.572,54 5.506,74 40.098,27

2009 (6) 1.394.146,67 732.132,67 320.296,22 66.825,96 268.632,82 6.259,00 43.355,88

2010 *) (7) 1.497.773,95 780.756,04 355.320,18 82.287,97 271.288,50 8.121,26 47.629,26

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

16.668,13 15.246,41 216.210,18 0,00 0,00 0,00 216.210,18 200.399,98 42,28 10.208,08 693,97 374,11 3.062,59 884,35 544,82 0,00 5.379,93 5.061,98 317,95 49.944,39

18.681,64 16.635,36 237.550,13 0,00 0,00 0,00 237.550,13 221.040,98 46,81 10.288,08 769,44 415,97 3.379,58 980,53 628,75 0,00 6.335,46 5.979,71 355,75 55.927,72

20.670,91 19.427,36 264.672,58 0,00 0,00 0,00 264.672,58 246.223,23 56,21 11.334,87 855,69 473,42 3.939,45 1.090,45 699,25 0,00 6.856,12 6.476,32 379,80 61.197,13

22.081,14 21.274,73 277.380,02 0,00 0,00 0,00 277.380,02 258.870,36 57,84 10.834,52 881,16 588,36 4.238,92 1.122,90 785,95 0,00 7.889,62 7.487,52 402,10 68.429,10

23.877,40 23.751,86 300.498,71 0,00 0,00 0,00 300.498,71 281.781,99 64,65 10.334,17 906,62 703,31 4.609,38 1.225,95 872,64 0,00 8.940,11 8.500,67 439,44 79.444,13

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

37

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 1/Continued table 1 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 388.115,62 383.499,92 1.583,24 3.032,46 49.025,75 45.984,40 29.704,69 0,00 8.666,68 2007 (4) 432.462,86 427.372,31 1.768,80 3.321,75 55.331,16 51.717,12 34.053,46 0,00 8.885,08 2008 (5) 483.874,84 478.126,30 2.027,01 3.721,53 60.522,60 56.572,82 37.877,58 0,00 9.068,27 2009 (6) 536.330,10 530.363,63 2.319,95 3.646,52 66.655,47 62.212,71 42.274,78 0,00 9.280,14 2010 *) (7) 640.313,00 633.102,82 2.663,58 4.546,59 73.418,03 68.117,81 46.361,22 0,00 10.189,59

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP **)Angka Sementara/Preliminary Figures

7.613,03 3.041,35 3.041,35 0,00

8.778,58 3.614,04 3.614,04 0,00

9.626,96 3.949,78 3.949,78 0,00

10.657,80 4.442,76 4.442,76 0,00

11.567,00 5.300,21 5.300,21 0,00

90.475,28 7.923,87 3.800,68 0,00 78.750,73 0,00 98.062,07 89.027,91 89.027,91 0,00 9.034,16 2.575,85 163,38 6.294,93

107.609,49 9.370,68 4.100,18 0,00 94.138,63 0,00 108.192,42 98.571,70 98.571,70 0,00 9.620,72 2.913,81 180,96 6.525,95

118.399,02 10.277,45 4.371,41 0,00 103.750,16 0,00 130.709,55 120.642,43 120.642,43 0,00 10.067,12 3.163,58 192,42 6.711,11

126.301,04 10.999,74 4.609,08 0,00 110.692,22 0,00 150.791,39 140.023,50 140.023,50 0,00 10.767,89 3.431,93 219,91 7.116,06

140.511,58 12.352,16 5.368,54 0,00 122.790,88 0,00 172.507,06 161.050,78 161.050,78 0,00 11.456,29 3.687,89 247,39 7.521,01

1.933.065,76

2.134.116,78

2.426.138,31

2.671.279,28

2.961.035,82

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

38

LAMPIRAN
TABEL 2 / TABLE 2 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT AT CONSTANT 2000 MARKET PRICES ( JUTAAN RUPIAH / MILLION RUPIAHS )

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 681.838,65 340.455,08 146.568,66 30.844,52 161.072,68 2.897,71 21.988,95

2007 (4) 716.333,61 361.597,34 157.019,00 33.672,96 160.992,15 3.052,16 23.364,82

2008 (5) 753.222,29 388.382,83 163.287,29 35.196,36 163.166,81 3.189,00 24.709,24

2009 (6) 791.537,88 422.947,33 185.814,25 39.256,64 140.133,08 3.386,57 25.134,74

2010 *) (7) 804.897,03 432.272,42 195.923,20 44.549,01 128.183,82 3.968,58 26.172,85

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

11.234,98 10.753,97 155.233,54 0,00 0,00 0,00 155.233,54 144.458,67 32,95 7.111,45 502,05 376,13 1.712,85 639,78 399,66 0,00 3.308,92 3.118,89 190,03 32.278,07

12.023,68 11.341,14 163.150,45 0,00 0,00 0,00 163.150,45 152.234,88 34,40 7.066,52 524,13 400,60 1.795,86 667,92 426,14 0,00 3.627,74 3.433,58 194,16 33.604,70

12.632,23 12.077,01 169.445,81 0,00 0,00 0,00 169.445,81 158.317,56 35,39 7.109,50 539,15 412,61 1.898,56 687,06 445,98 0,00 3.759,47 3.561,97 197,50 34.330,58

12.782,66 12.352,08 170.407,73 0,00 0,00 0,00 170.407,73 159.794,51 34,88 6.533,07 531,33 460,11 1.902,83 677,09 473,91 0,00 3.927,94 3.719,49 208,44 36.493,40

13.238,50 12.934,35 176.963,28 0,00 0,00 0,00 176.963,28 166.723,95 36,09 5.956,63 523,51 507,61 2.012,91 700,73 501,85 0,00 4.299,80 4.076,05 223,76 39.558,85

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

39

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 2/Continued table 2 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 275.295,89 271.463,84 1.237,80 2.594,25 30.215,41 28.493,01 18.085,03 0,00 5.852,03 0,00 4.555,95 1.722,40 1.722,40 0,00 2007 (4) 288.438,99 284.276,93 1.353,78 2.808,28 31.749,09 29.920,94 19.396,28 0,00 5.798,77 0,00 4.725,89 1.828,15 1.828,15 0,00 2008 (5) 295.419,75 291.032,22 1.443,32 2.944,21 33.091,67 31.210,14 20.495,55 0,00 5.839,94 0,00 4.874,65 1.881,52 1.881,52 0,00 2009 (6) 312.180,11 308.106,51 1.587,33 2.486,27 35.077,36 33.134,87 22.225,16 0,00 5.870,89 0,00 5.038,82 1.942,49 1.942,49 0,00 2010 *) (7) 349.879,90 345.306,95 1.731,33 2.841,62 36.976,78 34.815,37 23.534,54 0,00 6.088,11 0,00 5.192,72 2.161,41 2.161,41 0,00

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP *)Angka Sementara/Preliminary Figures

58.066,27 4.736,08 2.809,88 0,00 50.520,31 0,00 70.928,13 64.211,41 64.211,41 0,00 6.716,72 1.631,91 96,70 4.988,11

63.091,63 5.130,25 2.964,98 0,00 54.996,40 0,00 73.915,29 66.991,77 66.991,77 0,00 6.923,52 1.682,50 97,78 5.143,24

67.004,51 5.437,28 3.073,56 0,00 58.493,68 0,00 76.222,04 69.154,86 69.154,86 0,00 7.067,18 1.721,59 99,03 5.246,56

71.064,16 5.769,61 3.172,92 0,00 62.121,64 0,00 79.423,90 72.024,80 72.024,80 0,00 7.399,10 1.822,11 112,19 5.464,80

77.416,99 6.367,54 3.579,03 0,00 67.470,43 0,00 85.555,07 77.865,00 77.865,00 0,00 7.690,07 1.881,68 125,35 5.683,04

1.329.153,83

1.397.276,32

1.457.205,36

1.525.247,22

1.601.720,55

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

40

LAMPIRAN
TABEL 3 / TABLE 3 DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU PERCENTAGE DISTRIBUTION OF GRDP AT CURRENT MARKET PRICES (PERSEN / PERCENTS )

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 51,94 25,75 10,43 2,39 13,14 0,23 1,65

2007 (4) 51,33 26,28 10,41 2,52 11,89 0,23 1,65

2008 (5) 51,93 27,25 10,44 2,40 11,61 0,23 1,65

2009 (6) 52,19 27,41 11,99 2,50 10,06 0,23 1,62

2010 *) (7) 50,58 26,37 12,00 2,78 9,16 0,27 1,61

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

0,86 0,79 11,18

0,88 0,78 11,13

0,85 0,80 10,91

0,83 0,80 10,38

0,81 0,80 10,15

11,18 10,37 0,00 0,53 0,04 0,02 0,16 0,05 0,03 0,00 0,28 0,26 0,02 2,58

11,13 10,36 0,00 0,48 0,04 0,02 0,16 0,05 0,03 0,00 0,30 0,28 0,02 2,62

10,91 10,15 0,00 0,47 0,04 0,02 0,16 0,04 0,03 0,00 0,28 0,27 0,02 2,52

10,38 9,69 0,00 0,41 0,03 0,02 0,16 0,04 0,03 0,00 0,30 0,28 0,02 2,56

10,15 9,52 0,00 0,35 0,03 0,02 0,16 0,04 0,03 0,00 0,30 0,29 0,01 2,68

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

41

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 3/Continued table 3 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 20,08 19,84 0,08 0,16 2,54 2,38 1,54 0,00 0,45 0,00 0,39 0,16 0,16 0,00 2007 (4) 20,26 20,03 0,08 0,16 2,59 2,42 1,60 0,00 0,42 0,00 0,41 0,17 0,17 0,00 2008 (5) 19,94 19,71 0,08 0,15 2,49 2,33 1,56 0,00 0,37 0,00 0,40 0,16 0,16 0,00 2009 (6) 20,08 19,85 0,09 0,14 2,50 2,33 1,58 0,00 0,35 0,00 0,40 0,17 0,17 0,00 2010 *) (7) 21,62 21,38 0,09 0,15 2,48 2,30 1,57 0,00 0,34 0,00 0,39 0,18 0,18 0,00

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP *)Angka Sementara/Preliminary Figures

4,68 0,41 0,20 0,00 4,07 0,00 5,07 4,61 4,61 0,00 0,47 0,13 0,01 0,33

5,04 0,44 0,19 0,00 4,41 0,00 5,07 4,62 4,62 0,00 0,45 0,14 0,01 0,31

4,88 0,42 0,18 0,00 4,28 0,00 5,39 4,97 4,97 0,00 0,41 0,13 0,01 0,28

4,73 0,41 0,17 0,00 4,14 0,00 5,64 5,24 5,24 0,00 0,40 0,13 0,01 0,27

4,75 0,42 0,18 0,00 4,15 0,00 5,83 5,44 5,44 0,00 0,39 0,12 0,01 0,25

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

42

LAMPIRAN
TABEL 4 / TABLE 4 DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 PERCENTAGE DISTRIBUTION OF GRDP AT CONSTANT 2000 MARKET PRICES ( PERSENTASE / PERCENTS )

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 51,30 25,61 11,03 2,32 12,12 0,22 1,65

2007 (4) 51,27 25,88 11,24 2,41 11,52 0,22 1,67

2008 (5) 51,69 26,65 11,21 2,42 11,20 0,22 1,70

2009 (6) 51,90 27,73 12,18 2,57 9,19 0,22 1,65

2010 *) (7) 50,25 26,99 12,23 2,78 8,00 0,25 1,63

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

0,85 0,81 11,68

0,86 0,81 11,68

0,87 0,83 11,63

0,84 0,81 11,17

0,83 0,81 11,05

11,68 10,87 0,00 0,54 0,04 0,03 0,13 0,05 0,03 0,00 0,25 0,23 0,01 2,43

11,68 10,90 0,00 0,51 0,04 0,03 0,13 0,05 0,03 0,00 0,26 0,25 0,01 2,41

11,63 10,86 0,00 0,49 0,04 0,03 0,13 0,05 0,03 0,00 0,26 0,24 0,01 2,36

11,17 10,48 0,00 0,43 0,03 0,03 0,12 0,04 0,03 0,00 0,26 0,24 0,01 2,39

11,05 10,41 0,00 0,37 0,03 0,03 0,13 0,04 0,03 0,00 0,27 0,25 0,01 2,47

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

43

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 4/Continued table 4 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 20,71 20,42 0,09 0,20 2,27 2,14 0,00 1,36 0,00 0,44 0,00 0,34 0,13 0,13 0,00 2007 (4) 20,64 20,35 0,10 0,20 2,27 2,14 0,00 1,39 0,00 0,42 0,00 0,34 0,13 0,13 0,00 2008 (5) 20,27 19,97 0,10 0,20 2,27 2,14 0,00 1,41 0,00 0,40 0,00 0,33 0,13 0,13 0,00 2009 (6) 20,47 20,20 0,10 0,16 2,30 2,17 0,00 1,46 0,00 0,38 0,00 0,33 0,13 0,13 0,00 2010 *) (7) 21,84 21,56 0,11 0,18 2,31 2,17 0,00 1,47 0,00 0,38 0,00 0,32 0,13 0,13 0,00

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP **)Angka Sementara/Preliminary Figures

4,37 0,36 0,21 0,00 3,80 0,00 5,34 4,83 4,83 0,00 0,51 0,12 0,01 0,38

4,52 0,37 0,21 0,00 3,94 0,00 5,29 4,79 4,79 0,00 0,50 0,12 0,01 0,37

4,60 0,37 0,21 0,00 4,01 0,00 5,23 4,75 4,75 0,00 0,48 0,12 0,01 0,36

4,66 0,38 0,21 0,00 4,07 0,00 5,21 4,72 4,72 0,00 0,49 0,12 0,01 0,36

4,83 0,40 0,22 0,00 4,21 0,00 5,34 4,86 4,86 0,00 0,48 0,12 0,01 0,35

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

44

LAMPIRAN
TABEL 5 / TABLE 5 INDEKS PERKEMBANGAN PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU INDEX OF GRDP AT CURRENT MARKET PRICES (2000 = 100)

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 181,13 221,43 181,14 190,12 132,70 178,41 195,03

2007 (4) 197,63 249,57 199,59 221,05 132,53 198,27 215,83

2008 (5) 227,29 294,19 227,57 239,79 147,06 223,27 245,04

2009 (6) 251,53 325,75 287,84 274,90 140,30 253,77 264,95

2010 *) (7) 270,23 347,38 319,32 338,51 141,69 329,27 291,07

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

174,78 223,33 167,42

195,89 243,67 183,94

216,75 284,57 204,94

231,54 311,63 214,78

250,37 347,91 232,69

167,42 167,93 80,61 155,69 123,74 156,65 194,62 171,14 174,32 0,00 427,25 468,85 177,11 198,31

183,94 185,23 89,24 156,91 137,20 174,17 214,77 189,75 201,18 0,00 503,14 553,85 198,17 222,07

204,94 206,33 107,16 172,87 152,58 198,23 250,34 211,03 223,73 0,00 544,49 599,84 211,56 242,99

214,78 216,93 110,27 165,24 157,12 246,36 269,38 217,31 251,47 0,00 626,56 693,50 223,98 271,70

232,69 236,13 123,25 157,61 161,66 294,49 292,92 237,25 279,21 0,00 709,99 787,34 244,79 315,44

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

45

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 5/Continued table 5 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 168,84 168,68 230,81 165,53 204,67 202,51 241,80 0,00 125,58 0,00 216,20 243,99 243,99 0,00 2007 (4) 188,13 187,98 257,87 181,32 230,99 227,76 277,20 0,00 128,75 0,00 249,30 289,93 289,93 0,00 2008 (5) 210,50 210,30 295,51 203,14 252,66 249,14 308,33 0,00 131,40 0,00 273,40 316,87 316,87 0,00 2009 (6) 233,32 233,28 338,21 199,04 278,27 273,98 344,12 0,00 134,47 0,00 302,67 356,42 356,42 0,00 2010 *) (7) 278,55 278,47 388,31 248,17 306,50 299,98 377,39 0,00 147,65 0,00 328,49 425,20 425,20 0,00

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP *)Angka Sementara/Preliminary Figures

251,94 262,56 181,69 0,00 255,67 0,00 163,45 163,88 163,88

299,65 310,50 196,00 0,00 305,63 0,00 180,34 181,44 181,44

329,69 340,55 208,97 0,00 336,83 0,00 217,87 222,07 222,07

351,70 364,48 220,33 0,00 359,37 0,00 251,34 257,75 257,75

391,27 409,30 256,64 0,00 398,65 0,00 287,54 296,45 296,45

159,38 183,21 181,21 150,88

169,73 207,24 200,71 156,42

177,60 225,01 213,43 160,86

189,97 244,09 243,91 170,56

202,11 262,30 274,39 180,27

179,66

198,35

225,49

248,27

275,20

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

46

LAMPIRAN
TABEL 6 / TABLE 6 INDEKS PERKEMBANGAN PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 INDEX OF GRDP AT CONSTANT 2000 MARKET PRICES (2000 = 100)

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 123,02 151,48 131,72 126,88 84,13 117,49 134,38

2007 (4) 129,24 160,89 141,11 138,52 84,08 123,75 142,78

2008 (5) 135,90 172,80 146,74 144,79 85,22 129,30 151,00

2009 (6) 142,81 188,18 166,99 161,49 73,19 137,31 153,60

2010 *) (7) 145,22 192,33 176,07 183,26 66,95 160,90 159,94

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

117,81 157,52 120,20

126,08 166,12 126,33

132,46 176,90 131,21

134,04 180,93 131,95

138,82 189,46 137,03

120,20 121,06 62,83 108,46 89,52 157,49 108,85 123,81 127,87 0,00 262,78 288,87 105,85 128,16

126,33 127,57 65,59 107,78 93,46 167,74 114,12 129,26 136,35 0,00 288,10 318,02 108,16 133,43

131,21 132,67 67,47 108,43 96,13 172,77 120,65 132,96 142,70 0,00 298,56 329,91 110,01 136,31

131,95 133,91 66,49 99,64 94,74 192,66 120,92 131,03 151,63 0,00 311,94 344,50 116,11 144,90

137,03 139,71 68,81 90,85 93,35 212,55 127,92 135,61 160,57 0,00 341,47 377,53 124,64 157,07

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

47

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 6/Continued table 6 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 119,76 119,40 180,45 141,61 126,14 125,48 147,21 0,00 84,80 0,00 129,38 138,18 138,18 2007 (4) 125,48 125,04 197,36 153,29 132,54 131,77 157,89 0,00 84,02 0,00 134,21 146,66 146,66 2008 (5) 128,52 128,01 210,42 160,71 138,15 137,45 166,84 0,00 84,62 0,00 138,44 150,94 150,94 2009 (6) 135,81 135,52 231,41 135,71 146,44 145,92 180,92 0,00 85,07 0,00 143,10 155,83 155,83 2010 *) (7) 152,21 151,88 252,40 155,11 154,37 153,32 191,57 0,00 88,22 0,00 147,47 173,40 173,40

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP **)Angka Sementara/Preliminary Figures

161,69 156,93 134,32 0,00 164,02 0,00 118,22 118,20 118,20 0,00 118,50 116,07 107,25 119,56

175,69 169,99 141,74 0,00 178,55 0,00 123,20 123,31 123,31 0,00 122,15 119,67 108,45 123,28

186,58 180,17 146,93 0,00 189,90 0,00 127,05 127,30 127,30 0,00 124,68 122,45 109,84 125,75

197,89 191,18 151,68 0,00 201,68 0,00 132,39 132,58 132,58 0,00 130,54 129,60 124,43 130,98

215,58 210,99 171,09 0,00 219,05 0,00 142,61 143,33 143,33 0,00 135,67 133,83 139,03 136,21

123,53

129,86

135,43

141,76

148,87

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

48

LAMPIRAN
TABEL 7 / TABLE 7 INDEKS BERANTAI PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU LINK INDEX OF GRDP AT CURRENT MARKET PRICE (TAHUN SEBELUMNYA / YEARS BEFORE = 100)

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 111,22 112,55 109,17 116,21 109,47 110,65 110,51

2007 (4) 109,11 112,71 110,18 116,27 99,87 111,13 110,66

2008 (5) 115,01 117,88 114,02 108,48 110,96 112,61 113,54

2009 (6) 110,66 110,73 126,48 114,64 95,40 113,66 108,12

2010 *) (7) 107,43 106,64 110,93 123,14 100,99 129,75 109,86

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

111,91 109,01 109,04

112,08 109,11 109,87

110,65 116,78 111,42

106,82 109,51 104,80

108,13 111,64 108,33

109,04 109,01 110,41 109,55 109,05 111,05 109,27 109,05 109,27 0,00 114,12 114,32 111,03 111,31

109,87 110,30 110,70 100,78 110,88 111,19 110,35 110,88 115,41 0,00 117,76 118,13 111,89 111,98

111,42 111,39 120,08 110,17 111,21 113,81 116,57 111,21 111,21 0,00 108,22 108,30 106,76 109,42

104,80 105,14 102,91 95,59 102,98 124,28 107,60 102,98 112,40 0,00 115,07 115,61 105,87 111,82

108,33 108,85 111,77 95,38 102,89 119,54 108,74 109,18 111,03 0,00 113,31 113,53 109,29 116,10

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

49

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 7/Continued table 7 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 110,18 110,18 111,42 109,10 112,24 111,88 114,07 102,46 0,00 115,29 118,12 118,12 0,00 2007 (4) 111,43 111,44 111,72 109,54 112,86 112,47 114,64 102,52 0,00 115,31 118,83 118,83 0,00 2008 (5) 111,89 111,88 114,60 112,04 109,38 109,39 111,23 102,06 0,00 109,66 109,29 109,29 0,00 2009 (6) 110,84 110,93 114,45 97,98 110,13 109,97 111,61 102,34 0,00 110,71 112,48 112,48 0,00 2010 *) (7) 119,39 119,37 114,81 124,68 110,15 109,49 109,67 109,80 0,00 108,53 119,30 119,30 0,00

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP *)Angka Sementara/Preliminary Figures

118,57 117,91 107,66 0,00 119,22 0,00 110,00 110,39 110,39 0,00 106,27 113,04 110,73 103,62

118,94 118,26 107,88 0,00 119,54 0,00 110,33 110,72 110,72 0,00 106,49 113,12 110,76 103,67

110,03 109,68 106,62 0,00 110,21 0,00 120,81 122,39 122,39 0,00 104,64 108,57 106,34 102,84

106,67 107,03 105,44 0,00 106,69 0,00 115,36 116,06 116,06 0,00 106,96 108,48 114,28 106,03

111,25 112,29 116,48 0,00 110,93 0,00 114,40 115,02 115,02 0,00 106,39 107,46 112,50 105,69

111,04

110,40

113,68

110,10

110,85

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

50

LAMPIRAN
TABEL 8 / TABLE 8 INDEKS BERANTAI PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 LINK INDEX OF GRDP AT CONSTANT 2000 MARKET PRICE (TAHUN SEBELUMNYA / YEARS BEFORE = 100)

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 104,48 105,49 106,62 108,28 99,97 104,77 106,23

2007 (4) 105,06 106,21 107,13 109,17 99,95 105,33 106,26

2008 (5) 105,15 107,41 103,99 104,52 101,35 104,48 105,75

2009 (6) 105,09 108,90 113,80 111,54 85,88 106,20 101,72

2010 *) (7) 101,69 102,20 105,44 113,48 91,47 117,19 104,13

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

106,86 105,57 105,08

107,02 105,46 105,10

105,06 106,49 103,86

101,19 102,28 100,57

103,57 104,71 103,85

105,08 105,31 105,31 100,19 105,31 106,85 105,97 105,31 107,02 0,00 109,68 110,18 102,13 104,09

105,10 105,38 104,40 99,37 104,40 106,51 104,85 104,40 106,63 0,00 109,64 110,09 102,17 104,11

103,86 104,00 102,87 100,61 102,87 103,00 105,72 102,87 104,66 0,00 103,63 103,74 101,72 102,16

100,57 100,93 98,55 91,89 98,55 111,51 100,23 98,55 106,26 0,00 104,48 104,42 105,54 106,30

103,85 104,34 103,49 91,18 98,53 110,32 105,78 103,49 105,89 0,00 109,47 109,59 107,35 108,40

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

51

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 8/Continued table 8 . No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 104,64 104,59 109,41 108,22 104,96 104,89 0,00 107,23 0,00 99,07 0,00 103,71 106,11 106,11 2007 (4) 104,77 104,72 109,37 108,25 105,08 105,01 0,00 107,25 0,00 99,09 0,00 103,73 106,14 106,14 2008 (5) 102,42 102,38 106,61 104,84 104,23 104,31 0,00 105,67 0,00 100,71 0,00 103,15 102,92 102,92 2009 (6) 105,67 105,87 109,98 84,45 106,00 106,17 0,00 108,44 0,00 100,53 0,00 103,37 103,24 103,24 2010 *) (7) 112,08 112,07 109,07 114,29 105,41 105,07 0,00 105,89 0,00 103,70 0,00 103,05 111,27 111,27

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP **)Angka Sementara/Preliminary Figures

108,58 108,28 105,12 0,00 108,81 0,00 104,14 104,25 104,25 0,00 103,13 103,08 101,25 103,18

108,65 108,32 105,52 0,00 108,86 0,00 104,21 104,33 104,33 0,00 103,08 103,10 101,12 103,11

106,20 105,98 103,66 0,00 106,36 0,00 103,12 103,23 103,23 0,00 102,07 102,32 101,28 102,01

106,06 106,11 103,23 0,00 106,20 0,00 104,20 104,15 104,15 0,00 104,70 105,84 113,29 104,16

108,94 110,36 112,80 0,00 108,61 0,00 107,72 108,11 108,11 0,00 103,93 103,27 111,73 103,99

104,78

105,13

104,29

104,67

105,01

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

52

LAMPIRAN
TABEL 9 / TABLE 9 INDEKS HARGA IMPLISIT PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO IMPLICIT INDEX OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCTS

No. (1)

Sector/Sub Sector (2)

2006 (3) 147,24 146,18 137,52 149,84 157,74 151,86 145,14

2007 (4) 152,92 155,12 141,44 159,58 157,62 160,22 151,15

2008 (5) 167,26 170,25 155,08 165,62 172,57 172,68 162,28

2009 (6) 176,13 173,10 172,37 170,23 191,70 184,82 172,49

2010 *) (7) 186,08 180,62 181,36 184,71 211,64 204,64 181,98

1. PERTANIAN AGRICULTURE a. Tanaman Bahan Makan/Farm Food Crops b. Tanaman Perkebunan/Non-food Crops c. Peternakan dan Hasil2nya/Livestock & Products d. Kehutanan/Forestry e. Perikanan/Fishery 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN MINING AND QUARRYING a. Minyak dan Gas Bumi/Crude Petroleum and Natural Gas b. Pertambangan Tanpa Migas/Non-oil and Gas Mining c. Penggalian/Quarrying 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
MANUFACTURING INDUSTRIES a. Industri Migas/Oil and Gas Manufacturing 1) Pengilangan Minyak Bumi/Petroleum Refinery 2) Gas Alam cair/Liquite Natural Gas b. Industri Tanpa Migas/Non Oil-gas Manufacturing 1. Makanan, Minuman dan Tembakau / Food, Beverages and Tobacco 2. Tekstil, Brg. Kulit & Alas kaki / Textile, Leathers Prod.s and Footwear 3. Brg. Kayu & Hasil Hutan lainnya / Wood Product and Other Foresty Product 4. Kertas dan Barang Cetakan/Paper and Printing 5. Pupuk, Kimia & Brg. dari Karet / Fertilizer, Chemical and Rubber Product 6. Semen & Brg. Galian bukan logam / Cement & Non Metallic Mineral Product 7. Logam Dasar Besi & Baja/ Iron and Basic Steel 8. Alat Angk., Mesin & Peralatannya Trans. Equipments, Machinerries & Apparatus 9. Barang lainnya/Other Manufacturing Products

148,36 141,77 139,28

155,37 146,68 145,60

163,64 160,86 156,20

172,74 172,24 162,77

180,36 183,63 169,81

139,28 138,72 128,31 143,54 138,23 99,46 178,80 138,23 136,32 0,00 162,59 162,30 167,32 154,73

145,60 145,20 136,06 145,59 146,80 103,84 188,19 146,80 147,55 0,00 174,64 174,15 183,23 166,43

156,20 155,52 158,82 159,43 158,71 114,74 207,50 158,71 156,79 0,00 182,37 181,82 192,31 178,26

162,77 162,00 165,84 165,84 165,84 127,88 222,77 165,84 165,84 0,00 200,86 201,30 192,90 187,51

169,81 169,01 179,11 173,49 173,18 138,55 228,99 174,95 173,89 0,00 207,92 208,55 196,39 200,83

4. LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS AND WATER SUPPLY a. L i s t r i k/Electricity b. Gas Kota/City Gas c. Air Bersih/Water Supply 5. KONSTRUKSI CONSTRUCTION

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

53

LAMPIRAN
Lanjutan tabel 9/Continued table 9 No. (1) Sector/Sub Sector (2) 2006 (3) 140,98 141,27 127,91 116,89 162,25 161,39 164,25 0,00 148,10 0,00 167,10 176,58 176,58 0,00 2007 (4) 149,93 150,34 130,66 118,28 174,28 172,85 175,57 0,00 153,22 0,00 185,76 197,69 197,69 0,00 2008 (5) 163,79 164,29 140,44 126,40 182,89 181,26 184,81 0,00 155,28 0,00 197,49 209,92 209,92 0,00 2009 (6) 171,80 172,14 146,15 146,67 190,02 187,76 190,21 0,00 158,07 0,00 211,51 228,71 228,71 0,00 2010 *) (7) 183,01 183,34 153,85 160,00 198,55 195,65 196,99 0,00 167,37 0,00 222,75 245,22 245,22 0,00

6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TRADE, RESTAURANT AND HOTEL a. Perdagangan Besar dan Eceran/ Wholesale & Retail Trade b. H o t e l/H o t e l c. R e s t o r a n/Restaurant 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI TRANSPORT AND COMMUNICATION a. Pengangkutan/Transport 1) Angkutan Rel/Railway Transport 2) Angkutan Jalan Raya/Road Transport 3) Angkutan Laut/Sea Transport 4) Angk.Sungai Danau & Penyebrangan/ Inland Water Transport 5) Angkutan Udara/Air Transport 6) Jasa Penunjang Angkutan/ Services Allied To Transport b. K o m u n i k a s i/Communication 1) Pos dan Telekomunikasi/ Pos and Telecommunication 2) Jasa Penunjang Komunikasi/ Services Allied To Communication 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP AND BUSINESS SERVICES a. B a n k/Bank b. Lembaga Keuangan Tanpa Bank/ Non Bank Financial Institutions c. Jasa Penunjang Keuangan/ Services Allied To Financial d. Sewa Bangunan/Building Rental e. Jasa Perusahaan/Business Services 9. JASA - JASA SERVICES a. Pemerintahan Umum/General Goverment 1) Adm.Pemerintahan & Pertahanan/ Government Adm. and Defence 2) Jasa Pemerintahan Lainnya/ Other Goverment Services b. S w a s t a/Private 1) Sosial Kemasyarakatan/ Social and Community Services 2) Hiburan dan Rekreasi/ Amusement and Recreation Services 3) Perorangan dan Rumah Tangga/ Personal & Household Services PDRB/GRDP **)Angka Sementara/Preliminary Figures

155,81 167,31 135,26 0,00 155,88 0,00 138,26 138,65 138,65 0,00 134,50 157,84 168,96 126,20

170,56 182,66 138,29 0,00 171,17 0,00 146,37 147,14 147,14 0,00 138,96 173,18 185,07 126,88

176,70 189,02 142,23 0,00 177,37 0,00 171,49 174,45 174,45 0,00 142,45 183,76 194,31 127,91

177,73 190,65 145,26 0,00 178,19 0,00 189,86 194,41 194,41 0,00 145,53 188,35 196,02 130,22

181,50 193,99 150,00 0,00 181,99 0,00 201,63 206,83 206,83 0,00 148,98 195,99 197,37 132,34

145,44

152,73

166,49

175,14

184,87

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

54

LAMPIRAN
TABEL 10 / TABLE 10 PERKEMBANGAN PENDAPATAN REGIONAL DAN ANGKA PER KAPITA TREND OF REGIONAL INCOME AND PER CAPITA FIGURE ( JUTAAN RUPIAH / MILLION RUPIAHS )

No. (1)

Sector/Sub Sector (2) ATAS DASAR HARGA BERLAKU/ AT CURRENT MARKET PRICES

2006 (3)

2007 (4)

2008 (5)

2009 (6)

2010 *) (7)

1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar/ GRDP at Current Market Prices 2. Penyusutan/ Depreciation 3. PDRN Atas Dasar Harga Pasar/ NRDP at Current Market Prices 4. Pajak Tak Langsung/ Indirect Taxes 5. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi/ NRDP at Factor Cost 6. Penduduk Pertengahan Tahun/ Mid Year Population 7. PDRB Perkapita (Rupiah)/ Per Capita GRDP (Rupiah) 8. Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah)/ Per Capita Regional Income (Rupiah) ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000/ AT CONSTANT 2000 MARKET PRICES 1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar/ GRDP at Current Market Prices 2. Penyusutan/ Depreciation 3. PDRN Atas Dasar Harga Pasar/ NRDP at Current Market Prices 4. Pajak Tak Langsung/ Indirect Taxes 5. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi/ NRDP at Factor Cost 6. Penduduk Pertengahan Tahun/ Mid Year Population 7. PDRB Perkapita (Rupiah)/ Per Capita GRDP (Rupiah) 8. Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah)/ Per Capita Regional Income (Rupiah)

1.933.065,76 135.314,60 1.797.751,16 31.573,40 1.766.177,76 296.554 6.518.427,54 5.955.669,98

2.134.116,78 149.388,17 1.984.728,61 34.857,23 1.949.871,37 299.011 7.137.251,74 6.521.069,03

2.426.138,31 169.829,68 2.256.308,63 39.626,92 2.216.681,71 324.976 7.465.592,27 6.821.062,83

2.671.279,28 186.989,55 2.484.289,73 43.630,89 2.440.658,85 331.171 8.066.163,04 7.369.784,33

2.961.035,82 207.272,51 2.753.763,31 48.363,58 2.705.399,73 329.649 8.982.389,81 8.206.910,18

1.329.153,83 93.040,77 1.236.113,06 21.709,51 1.214.403,55 296.554 4.481.995,96 4.095.050,32

1.397.276,32 97.809,34 1.299.466,98 22.822,18 1.276.644,80 299.011 4.672.993,03 4.269.557,98

1.457.205,36 102.004,37 1.355.200,98 23.801,02 1.331.399,97 324.976 4.484.039,92 4.096.917,82

1.525.247,22 106.767,31 1.418.479,92 24.912,37 1.393.567,55 331.171 4.605.618,31 4.207.999,95

1.601.720,55 112.120,44 1.489.600,12 26.161,43 1.463.438,68 329.649 4.858.866,72 4.439.384,57

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

55

LAMPIRAN
TABEL 11 / TABLE 11 INDEKS PERKEMBANGAN PENDAPATAN REGIONAL DAN ANGKA PERKAPITA INDEX OF REGIONAL INCOME AND PER CAPITA FIGURE ( 2000 = 100 )

No. (1)

Sector/Sub Sector (2) ATAS DASAR HARGA BERLAKU/ AT CURRENT MARKET PRICES

2006 (3)

2007 (4)

2008 (5)

2009 (6)

2010 *) (7)

1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar/ GRDP at Current Market Prices 2. Penyusutan/ Depreciation 3. PDRN Atas Dasar Harga Pasar/ NRDP at Current Market Prices 4. Pajak Tak Langsung/ Indirect Taxes 5. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi/ NRDP at Factor Cost 6. Penduduk Pertengahan Tahun/ Mid Year Population 7. PDRB Perkapita (Rupiah)/ Per Capita GRDP (Rupiah) 8. Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah)/ Per Capita Regional Income (Rupiah) ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000/ AT CONSTANT 2000 MARKET PRICES 1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar/ GRDP at Current Market Prices 2. Penyusutan/ Depreciation 3. PDRN Atas Dasar Harga Pasar/ NRDP at Current Market Prices 4. Pajak Tak Langsung/ Indirect Taxes 5. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi/ NRDP at Factor Cost 6. Penduduk Pertengahan Tahun/ Mid Year Population 7. PDRB Perkapita (Rupiah)/ Per Capita GRDP (Rupiah) 8. Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah)/ Per Capita Regional Income (Rupiah)

179,66 179,66 179,66 179,66 179,66 105,15 170,86 170,86

198,35 198,35 198,35 198,35 198,35 106,02 187,08 187,08

225,49 225,49 225,49 225,49 225,49 115,23 195,69 195,69

248,27 248,27 248,27 248,27 248,27 117,43 211,43 211,43

275,20 275,20 275,20 275,20 275,20 116,89 235,44 235,44

123,53 123,53 123,53 123,53 123,53 105,15 117,48 117,48

129,86 129,86 129,86 129,86 129,86 106,02 122,49 122,49

135,43 135,43 135,43 135,43 135,43 115,23 117,53 117,53

141,76 141,76 141,76 141,76 141,76 117,43 120,72 120,72

148,87 148,87 148,87 148,87 148,87 116,89 127,36 127,36

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

56

LAMPIRAN
TABEL 12 / TABLE 12 INDEKS BERANTAI PERKEMBANGAN PENDAPATAN REGIONAL DAN ANGKA PERKAPITA LINK INDEX OF REGIONAL INCOME AND PER CAPITA FIGURE (TAHUN SEBELUMNYA / YEARS BEFORE = 100)

No. (1)

Sector/Sub Sector (2) ATAS DASAR HARGA BERLAKU/ AT CURRENT MARKET PRICES

2006 (3)

2007 (4)

2008 (5)

2009 (6)

2010 *) (7)

1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar/ GRDP at Current Market Prices 2. Penyusutan/ Depreciation 3. PDRN Atas Dasar Harga Pasar/ NRDP at Current Market Prices 4. Pajak Tak Langsung/ Indirect Taxes 5. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi/ NRDP at Factor Cost 6. Penduduk Pertengahan Tahun/ Mid Year Population 7. PDRB Perkapita (Rupiah)/ Per Capita GRDP (Rupiah) 8. Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah)/ Per Capita Regional Income (Rupiah) ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000/ AT CONSTANT 2000 MARKET PRICES 1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar/ GRDP at Current Market Prices 2. Penyusutan/ Depreciation 3. PDRN Atas Dasar Harga Pasar/ NRDP at Current Market Prices 4. Pajak Tak Langsung/ Indirect Taxes 5. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor Produksi/ NRDP at Factor Cost 6. Penduduk Pertengahan Tahun/ Mid Year Population 7. PDRB Perkapita (Rupiah)/ Per Capita GRDP (Rupiah) 8. Pendapatan Regional Perkapita (Rupiah)/ Per Capita Regional Income (Rupiah)

111,04 111,04 111,04 111,04 111,04 100,83 110,13 110,13

110,40 110,40 110,40 110,40 110,40 100,83 109,49 109,49

113,68 113,68 113,68 113,68 113,68 108,68 104,60 104,60

110,10 110,10 110,10 110,10 110,10 101,91 108,04 108,04

110,85 110,85 110,85 110,85 110,85 99,54 111,36 111,36

104,78 104,78 104,78 104,78 104,78 100,83 103,92 103,92

105,13 105,13 105,13 105,13 105,13 100,83 104,26 104,26

104,29 104,29 104,29 104,29 104,29 108,68 95,96 95,96

104,67 104,67 104,67 104,67 104,67 101,91 102,71 102,71

105,01 105,01 105,01 105,01 105,01 99,54 105,50 105,50

PDRB KABUPATEN LANDAK TAHUN 2010

57

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful