PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG

KERJA PRAKTI K II

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Kerja Praktik merupakan suatu sarana mahasiswa dalam menerapkan disiplin ilmu yang telah diterima di kampus dengan membandingkan praktik secara langsung yang dilakukan di lapangan dengan teori-teori yang telah dipelajari selama di bangku perkuliahan. Oleh karena itu, dengan adanya kerja praktik, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan dan memahami proses-proses serta pelaksanaan pembangunan baik dilihat dari segi teori maupun dari praktik di lapangan. Melalui Kerja Praktik ini mahasiswa diharapkan dapat memperoleh gambaran dari situasi dunia keprofesian yang akan diterjuni dan dapat menjadikan proses kerja praktik ini sebagai pengetahuan dan pengalaman berharga disetiap kondisi, persoalan, maupun penyelesaiannya. Oleh karenanya kerja praktik ini sangat membantu mahasiswa dalam melatih dan mengenal dunia kerja nyata sesuai dengan bidangnya. Dalam proses berlangsungnya kerja praktik ini banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat diambil oleh peserta kerja praktik sebagai bahan acuan untuk berkarir di dunia yang lebih nyata.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari pelaksanaan kerja praktik ini adalah: a. Untuk melatih mahasiswa agar peka terhadap lingkungan kerja yang nantinya akan mereka alami sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang benarbenar siap menghadapi persaingan pada dunia kerja sesungguhnya. b. Memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mengerti dan memahami permasalahan yang terjadi dari setiap tahapan proses desain. c. Memotivasi dan menggali potensi yang dimiliki untuk proses-proses perancangan dan pembangunan selanjutnya. d. Memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa agar dapat lebih mengetahui dan mengenal dunia profesi Arsitek e. Sebagai bahan penelitian untuk dijadikan suatu bahan pertimbangan dalam proses pembangunan.

RASY JANATUNNISA 104 05 002

50

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG

KERJA PRAKTI K II

f. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan kurikulum program Strata Satu pada Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Komputer Indonesia. 1.3 LINGKUP PEMBAHASAN Lingkup Pembahasan dalam Laporan Kerja Praktik II ini meliputi: 1. Pelaksanaan Proyek meliputi tempat kerja praktik, tugas dan wewenang pekerjaan, Struktur organisasi proyek, syarat dan administrasi proyek, Penjadwalan dan Mekanisme Laporan Kegiatan proyek. 2. Tinjauan Proyek 1.4 METODE PENULISAN 1. Studi literatur yang berhubungan dengan penulisan laporan 2. Melakukan wawancara dengan pihak tim desain dan kontraktor 3. Berdiskusi mengenai pembangunan Perumahan Eastern Hills Regency dengan tim desain, konsultan pengawas dan konsultan pelaksanaan. 1.5 SISTEMATIKA PEMBAHASAN Susunan garis besar sistematika pembahasan adalah sebagai berikut: BAB I. Pendahuluan Dalam bab ini berisikan uraian mengenai latar belakang, maksud dan tujuan kerja praktik yang merupakan salah satu persyaratan akademis guna memberikan wawasan yang lebih luas mengenai pelaksanaan pembangunan pada sebuah projek, selanjutnya mengenai lingkup studi yaitu permasalahan yang dibahas.

BAB II. Manajemen Konstruksi dan Manajemen Proyek Membahas tentang system manajemen konstruksi, tahapan proyek, struktur organisasi, rencana pengendalian dan tugas wewenang dari manajemen proyek.

BAB III. Pelaksanaan Proyek Pada bab ini berisi tentang proses keikutsertaan praktikan dalam proses perencanaan dan perancangan pembangunan perumahan Eastern Hills Regency.

RASY JANATUNNISA 104 05 002

50

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG

KERJA PRAKTI K II

BAB IV. Kesimpulan dan Saran Bab ini berisi inti sari proses pembahasan serta saran-saran yang ditujukan kepada Tim Perencana.

Lampiran Berisikan data-data ataupun dokumen proyek yang dilampirkan guna menunjang mutu laporan kerja praktik.

RASY JANATUNNISA 104 05 002

50

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG

KERJA PRAKTI K II

BAB II MANAJEMEN KONSTRUKSI DAN MANAJEMEN PROYEK 2.1 Pendekatan Sistem Manajemen Konstruksi Pengertian Manajemen menurut Koontz, H. adalah : Proses merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan kegiatan anggota serta sumber daya yang lain untuk mencapai sasaran organisasi (perusahaan) yang telah ditentukan. Manajemen proyek konstruksi adalah proses penerapan fungsifungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistimatis pada suatu proyek dengan menggunkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. (sumber:http://www.ilustri.org) Manajemen Konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. manajemen material dan manjemen tenaga kerja yang akan lebih ditekankan. Hal itu dikarenakan manajemen perencanaan berperan hanya 20% dan sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek. Manajemen konstruksi memiliki beberapa fungsi antara lain : 1. Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan 2. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan mengatasi kendala terbatasnya waktupelaksanaan 3. Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan 4. Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan 5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baikuntuk menganalisis performa dilapangan Ciri pokok proyek: 1. Memiliki tujan yang khusus, produk akhir/hasil kerja akhir. 2. Jumlah biaya, sasran jadwal serta criteria mutu dalam proses mencapai tujuan diatas telah ditentukan

RASY JANATUNNISA 104 05 002

50

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG

KERJA PRAKTI K II

3. Besifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya proyek. 4. Non-rutin, tidak berulang-ulang (jenis dan intensias kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung). Tahapan Proyek Konstruksi (Life Cycle Project) Tahapan dalam proses menjadi penting mengingat bahwa karakteristik suatu proyek konstruksi yaitu adanya waktu mulai dan waktu selesai. Hal tersebut menunjukan bahwa setiap pembagian tahapan perlu dicermati dengan baik agar tujuan dari proyek tersebut dapat tercapai dengan optimal.
2.1.1

Konsep Life Cycle Project : PLANNING
IDENTIFIKASI RENCANA

IMPLEMENTATIONN
ORGANISASI KENDALI CLOSING

Tentukan permasalahn Tentukan Goal Proyek Buat daftar pekerjaan Tentukan sumberdaya awal Identifikasi asumsi dan resiko

Identifikasi kegiatan Hitung biaya dan waktu Pembagian kegiatan Identifikasi kegiatan kritis Buat proposal proyek

Tentukan kebutuhan sdm Rekruitmen Proyek Manajer Rekrut tim proyek Buat organisasi tim proyek Tentukan paket 2 pekerjaan

Tentukan model pekerjaan Tentukan alat control Persiapan laporan status Review penjadwal an proyek Buat itemitem perubahan

Pencapaian penerimaan Commisioni ng Buat dokumentasi proyek Buat item utama untuk laporan akhir Arahan audit post serah terima

Tabel 2.1.1 A. Project Management Life Cycle (Sumber : Ilmu Managemen Konstruksi Untuk Perguruan tinggi, Universitas Tarumanegara UPT Penerbitan 1998)

RASY JANATUNNISA 104 05 002

50

Bid Proposal .Document Control Improvement .1.1.Schedule .Goals . Life Cycle of a project : Strategic and Tactical Issues RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .Requirement .1 B. Universitas Tarumanegara UPT Penerbitan 1998) Conceptual design design Production .1 C.Desirebility Team .Organizational structure Detailed Manage .Scope .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Proposal And initiation Design And Appraisal Execution And Control Communicate Plan Execution Implement Implt Contrl Finalization And Close Out Perceive Problem Generate Solution Gather Data Define Problem Evaluate Solution Select Solution Plan Orgn z MONITOR Tabel 2.Transit .Manajement Commitment .Kick off And replan .Reasign Dissolve Grafik 2.responsibility Definition .Fasibility .Budget .Detailed Plan .Plan . Process and Project Life Cycle (Sumber : Ilmu Managemen Konstruksi Untuk Perguruan tinggi.Update .Problem solving .Mesure .Suggest Advance development Termination .Baseline .Close out .Team .

Konsultan rekayasa Nilai. daftar volume. estimasi anggaran secara terperinci. Tahap pengembangan rancangan. lingkungan dan lain-lain. estimasi biaya konstruksi. skematik desain. Pada tahapan ini meliputi : gagasan dasar yang berawal dari adanya suatu “NEEDS” kemudian ditindak lanjuti dengan pembuatan studi kelayakan yang mencakup aspek-aspek teknis. c. Tahap pra rancangan. Adapun hasil dari tahapan ini berupa : 1. gambar-gambar detail. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . gambar-gambar detail. Pada tahap ini pihak-pihak yang terlibat adalah Konsultan perencana. mencakup kriteria desain. Konsultan management Konstruksi. Desain akhir dan penyiapan dokumen pelaksanaan yang merupakan akhir dari tahap perancangan. Tahap Perekayasaan dan Perancangan (Engineering and Design) Tahap ini terdiri dari : a. Universitas Tarumanegara UPT Penerbitan 1998) Tahapan dalam proyek konstruksi : 1. Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement) Tahap ini meliputi 2 kegiatan yaitu pengadaan jasa konstruksi (project procurement) dan pengadaan peralatan serta material. seperti: perhitungan-perhitungan desain. yang diperlakukan untuk proyek. Gagasan dan ide untuk memenuhi ”NEEDS” 2. Hasil studi kelayakan dan laporan hasil AMDAL Pada tahap ini pihak-pihak yang terlibat adalah : Pemilik proyek dan dapat dibantu oleh Konsultan Perencana atau konsultan Management Konstruksi.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II (Sumber : Ilmu Managemen Konstruksi Untuk Perguruan tinggi. yang merupakan pengembangan dari tahap pra rancangan dengan melakukan perhitungan-perhitungan yang lebih detail. 2. d. ekonomis. b. syarat-syarat umumadministrasi dan peraturan umum. 3. Tahap perencanaan (planning) : Tahapan ini merupakan awal dari Life Cycle Project yang merupakan suatu “konsep perencanaan” proyek. spesifikasi. atau Konsultan Quantity Surveyor. estimasi anggaran secara global. Hasil dari tahap ini berupa gambar koordinasi. outline spesifikasi.

dengan kontrak harga tetap ataupun harga tidak tetap. dan instansiinstansi terkait. ada beberapa bentuk hubungan antara ketiga peserta yaitu pemilik. pengorganisasian dan koordinasi sumber daya serta pengendalian proyek yang bertujuan menghasilkan pekerjaan yang tepat waktu. dan kontraktor dalam meyeleggarakan pelaksanaan proyek. Tahap Pelaksanaan (Construction) Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan hasil perancangan dan dilakukan setelah surat perintah kerja (SPK) dikeluarkan dan ditindaklanjutkan dengan penandatanganan kontrak. konsultan.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 4. Pemilik. 6. 5. Pihak-pihak yang terlibat adalah Konsultan pengawas (MK). Kontraktor. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .2 Struktur Organisasi Dari sudut kontraktual. Pihak-pihak yang terlibat adalah adalah Konsultan Pengawas/MK. Sub kontraktor. Pihak-pihak yang terlibat adalah Konsultan Pengawasan/MK. biaya serta memenuhi mutu yang disyaratkan. Tahap Test Operasional (Commissioning) Tahap ini merupakan pengujian terhadap fungsi masing-masing bagian sehingga bangunan dapat dioperasikan.1. Menggunakan Kontraktor Utama Dalam hubungan kerja semacam ini tangungjawab pekerjaan. Pekerjaan pelaksanaan ini meliputi : perencanaan kegiatan dilapangan. Perencana. Konsultan QS. Supplier serta instansi-instansi terkait. 2. Suplier. Implementasi fisik diserahkan kepada kontraktor utama. Tahap Pemanfaatan dan Pemeliharaan (Operational and maintenance) Dalam tahapan ini biaya operasional dan pemeliharaan sangat dipengaruhi oleh tahapan sebelumnya mulai dari tahap perencana sampai test operasioanl. a. pemakai (end user) yang dapat diwakili oleh building manager dan sebagian kontraktor specialis. sedangkan taggunga jawab mempersiapkan paket-paket keja seperti paket-paket kerja seperti arsitektur dan engineering diserahkan kepada konsultan-konsultan yang bersangkutan.

sub kontraktor dan rekanan tetapi tanggungjawab penuh dipegang oleh kontraktor. Djoko Setiyarto) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .1. Pabrikasi sampai pada konstruksi dan instalasi.2 a. Djoko Setiyarto) b. dll Kontraktor Utama Sub Kontraktor Supplier Tabel 2.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Pemilik Konsultan Arsitek. Pemilik Arsitek & Engineering Kontraktor Utama Subkontraktor Supplier Tabel 2.1. engineering. Sering juga melibatkan konsultan (arsitek dan engineering). Hubungan Kerja Kontraktor utama merancang dan membangun (Sumber : Manajemen Konstruksi oleh Y.2 b. pengdaan material. Kontraktor utama merancang dan membangun Dalam hubungan kerja semacam ini kontraktor memiliki tanggungjawab keseluruhan atas desain. engineering. Hubungan Kerja Yang Menggunakan Kontraktor Utama (Sumber : Manajemen Konstruksi oleh Y.

Disini. Pemilik CM / KMP Konsultan Arsitek. pemilik menunjk CM atau konsultan manajemen proyek sebagai wakil atau agen untuk menkoordinasikan seluruh kegiatan-kegiatan proyek. pemilik terlibat langsung dalam pekerjaan dan bertangungjawab sepenuhnya terhadap peyelenggaraan proyek. Engineering. dll. Kontraktor Multikontraktor Subkontraktor Supplier Tabel 2.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II c. Pemilik OrganisasiP emilik OrganisasiP emilik OrganisasiP emilik Tabel 2.1. (Sumber : Manajemen Konstruksi oleh Y.4 c. Pemilik dapat meggunkan jasa sub kontraktor atau konsultan yang melapor langsung kepada pemilik. Hubungan Kerja menggunakan manajemen konstruksi atau konsultan manajemen proyek. Menggunakan menejemen konstruksi atau konsultan manajemen proyek. Djoko Setiyarto) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Djoko Setiyarto) d. Hubungan Kerja Force Account (Sumber : Manajemen Konstruksi oleh Y. selain adanya peserta yang lain.2 d. Force Account Dalam hal ini.

1. Kegunaan kurva S adalah untuk : a. yaitu laporan yang dibuat setiap minggu kerja. yaitu : a. Laporan Harian. Pedoman bagi kontraktor untuk mengatur kecepatan pelaksanaan pekerjaan Time schedule ini biasanya dilengkapi dengan kurva S.3. 2. Untuk menjelaskan prestasi kerja yang telah dicapai oleh kontraktor RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . kemajuan pekerjaan dan rencana kerja satu minggu berikutnya. b. jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan juga untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang terjadi selama proyek tersebut dilaksanakan. Secara garis besar fungsi time schedule adalah : a. Laporan Mingguan. Pedoman bagi kontraktor untuk melakukan evaluasi pekerjaan yang telah diselesaikan b.3. b.1 Pengendalian Administrasi Pengendalian ini meliputi masalah laporan perkembangan proyek yang sedang berjalan. yaitu laporan yang dibuat setiap hari kerja yang menyangkut masalah tenaga kerja.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 2. yaitu suatu kurva yang menentukan lamanya pekerjaan dengan bobot pekerjaan.1. Sebagai alat kontrol kontraktor untuk membandingkan prestasi kerja dan jadwal kerja yang telah direncanakan sebelumnya. alat bantu yang dipakai.3 Perencanaan dan Pengendalian Proyek 2.1. memuat evaluasi pekerjaan selama satu minggu. Pedoman bagi kontraktor untuk mengetahui apakah metode pelaksanaannya sudah baik atau perlu diperbaiki lagi c. Time Schedule ini merupakan alat pengatur aktivitas dalam suatu proyek yang nantinya akan dapat rentang waktu pelaksanaan proyek.2 Pengendalian Jangka Waktu Proyek Dalam pengerjaan suatu proyek perlu adanya rencana pelaksanaan pekerjaan (Time Schedule).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan adalah (dikutip dari : ”Handbook On Management Project Implementation”. dengan apa yang direncanakan. atau paling tidak mendekati sedekat mungkin. mingguan maupun bulanan. Deviasi yang timbul dan/atau potensi deviasi yang mungkin timbul dari perencanaan. maka selama proses pelaksanaan diperlukan pengendalian agar proses pelaksanaan tersebut dapat sesuai. Asian Development Bank. Dasar dari pengendalian adalah laporan progress lapangan secara periodik yang mencakup : progres fisik. Pekerjaan atau kegiatan yang diselesaikan dalam periode sampai dengan waktu laporan. 2. dan penyebab yang menimbulkannya. walaupun kenyataannya sering berbeda RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Pengeluaran untuk Proyek. 5. Analisis Problem. progres keuangan. 2. Posisi financial proyek. 6. dan yang lainnya yang dipandang perlu. 1986) : 1.3.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II c. 8. 7. Setelah selesainya tahapan perencanaan dan dilanjutkan dengan proses konstruksi. baik harian. Rencana penerapan untuk periode sampai laporan berikutnya. Untuk mengatur dristibusi kerja yang baik yaitu pekerjaan semakin meningkat ditengah. Dalam aplikasinya di lapangan rencana anggran biaya merupakan alat untuk mengendalikan jumlah biayapenyelesaian pekerjaan secara berurutan sesuai dengan yang telah direncanakan. 4. termasuk beberapa hal yang mungkin berpengaruh terhadap biaya dan jadwal. Pemenuhan syarat administrasi. 3. Monitoring dan pelaporan wajib dilaksanakan secara rutin. Monitoring dan pelaporan secara periodik bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin kemungkinan terjadinya penyimpangan.3 Rencana Anggaran Biaya Rencana anggaran biaya adalah suatu rencana anggran biaya yang dikeluarkan pada suatu proyek dimana hal itu didasarkan pada gambar kerja. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan dan perbaikan. tuntutan tindakan yang diperlukan untuk mengantisipasi kondisi yang ada. progres waktu.1.

Pengendalian mutu proyek harus diarahkan kepada usaha memuaskan kebutuhan dan persyaratan yang diungkapkan oleh owner/klien. maka haruslah ditunjang oleh faktor logistik yang memadai. bahkan diusahakan dalam penyimpanan material supaya lebih teratur dan efektif begitupula dalam penerimaannya akan lebih baik dan terkoordinir.1. maka pimpinan proyek akan meminta staff bawahannya untuk memperbaiki atau mengganti produk tersebut sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Logistik pada dasarnya adalah semua barang-barang yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek yang RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .1.3.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II akibat dari naiknya harga bahan bangunan yang dibutuhkan. Apabila ada hasil/produk pekerjaan yang tidak sesuai atau melampaui batas toleransi dengan ketentuan yang telah ditetapkan. material schedule merupakan alat pengendali material sehingga diharapkan antara material yang diperlukan dan pekerjaan tidak akan terjadi ketimpangan. Material schedule ini berdasarkan pada time schedule yang telah dibuat dalam aplikasinya dilapangan. Agar pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. juga karena pekerjaan tambah kurang. 2.3. 2. Pedoman mutu dan komposisi bahan spesifikasi ditetapkan berdasarkan ketetapan yang terdapat pada Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).5 Material Schedule Material schedule merupakan alat untuk mengatur material yang digunakan dalam suatu proyek. Pengendalian mutu harus dilakukan pada seluruh tahapan proyek bukan satu atau beberapa bagian proyek.4 Pengendalian Mutu Pengendalian mutu adalah pengendalian dan pengawasan dengan menempatkan staff profesional yang bekerja penuh serta cakap dilapangan dan mengusahakan segala kemungkinan untuk merealisasikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya pengendalian mutu dilakasanakan oleh pimpinan proyek yang meliputi seluruh pekerjaan yang tercantum pada kontrak kerja.

keuangan dan bagian umum. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya dan waktu mobilisasi bahan. Penyimpanan bahan bangunan sebaiknya dekat dengan lokasi proyek sehingga mudah dijangkau. Bertugas antara lain mengatur dan menyelesaikan urusan administrasi proyek seperi surat menyurat. mekanikal.1. Tenaga Menengah  Bidang Administrasi Tenaga menengah bidang administrasi ini terdiri dari sekretaris. Yang termasuk kelompok ini diantaranya yaitu Project Manager dan Site Manager b. arsitektur. elektrikal.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II memiliki sifat terbatas dan harus dipenuhi sesuai dengan pengeluaran anggaran biaya dan banyaknya material yang dibutuhkan pada suatu jangka waktu tertentu.  Bidang Teknik Tenaga menengah bidang teknik ini terdiri dari dari kepala bagian pelaksana. sipi/struktur. dan manajemen. Bertugas antara RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . monitoring. mengusulkan gambar-gambar revisi (jika ada) dan mengatasi masalah yang terjadi selama pekerjaan berlangsung. interior. dan pelengkap lainnya. Tenaga kerja dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. dan hal-hal yang berhubungan dengan masalah keuangan. 2.6 Man Power Schedule Man power schedule merupakan pengaturan seluruh karyawan yang terlibat dalam proyek tersebut dalam aplikasinya dilapangan men power schedule merupakan alat untuk mnjaga agar tenaga kerja yang digunakan lebih efektif dan efisien. Tugasnya mengkoordinasikan pekerjaan. Seluruh bahan bangunan yang dipakai harus memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan. arsitektur. pembayaran upah.3. Tenaga Ahli Tenaga ahli biasa disebut dengan staff ahli adalah tenaga-tenaga yang berpindidikan dan berpengalaman dalam bidang konstruksi. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh hasil yang baik dengan biaya yang relatif rendah.

Hal ini dapat diartikan bahwa manajemen proyek adalah kegiatan-kegiatan yang mengatur kegiatan proyek dan mengatur pengaruh timbal balik kegiatan proyek dengan lingkup pekerjaan demi tercapainya hasil yang maksimal. tukang besi. 2.2 Pendekatan Manajemen Proyek Manajemen proyek adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan.  Tenaga borongan Tenaga borongan adalah kelompok kerja yang dikoordinir oleh seorang mandor sebagai pimpinan kelompok dan merupakan tenaga lepas. membuat gambar kerja dan lain-lain. melakukan pengukuran.  Tenaga kerja harian Tenaga kerja harian adalah tenaga yang dibutuhkan pada suatu proyek untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu dan setiap saat dapat diberhentikan. Berdasarkan status kepegawaiannya. Tenaga tukang ini meliputi tukang batu. dimana pendidikan dan kterampilannya diperoleh dari pengalaman. Tenaga tukang merupakan tenaga yang mempunyai pendidikan rendah. c. dan pengendalian) secara sistematis pada suatu proyek dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Kebutuhan tenaga kerja ini jumlahnya dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan volume pekerjaan yang sedang dikerjakan. tenaga tukang dibagi menjadi :  Tenaga tetap kontraktor Tenaga tetap kontraktor adalah tenaga kerja yang menjadi karyawan suatu perusahaan yang tetap. sedangkan penempatan dan bidang pekerjaannya diatur oleh perusahaan. dan cor.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II lain mengontrol pekerjaan proyek. pelaksanaan. Tenaga Tukang Tenaga tukang merupakan bagian yang terbesar dari pekerjaan suatu kontraktor.

1. Soekanto (1983) membagi struktur organisasi menjadi lima kelompok yaitu struktur organisasi fungsional. Struktur Organisasi Fungsional Struktur organisasi fungsional terdiri dari Bagian Pemasaran. disusun dan dialokasikan serta dilaksanakan oleh para unsur organisasi tersebut sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif.1 Struktur Organisasi Proyek Setiap kegiatan perlu diorganisasikan. Bagian Personalia dan Bagian Pembelanjaan serta Bagian Umum.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 2. Oleh karena itu seyogyanya offing tersebut tidak memanfaatkan menarik seluruh orang-orang dari bagiannya dahulu.1 Struktur Organisasi Fungsional (Sumber: Soekanto:1983) Direktur Produksi Direktur Personalia Direktur Pembelanja an Direktu r Umum 2. Bagian Produksi.4. struktur organisasi proyek. Pada struktur organisasi fungsional apabila ada seseorang yang diserahi tugas untuk mengelola suatu proyek biasanya orang tersebut sudah terlanjur setia pada bagian mana dia dahulu bekerja. Presiden Direktur atau Direktur Utama Direktur Pemasara n Pengelola Proyek Gambar 2. struktur organisasi matriks.2. yang berarti bahwa kegiatan tersebut harus disiapkan. struktur organisasi usaha (ventura) dan struktur organisasi tim kerja (task force ). Struktur Organisasi Proyek RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . pembagian pekerjaan dan koordinasi pekerjaan yang terjadi daiam suatu lingkup dan struktur tertentu. tetapi sebaiknya juga menarik orang-orang pada bagian lain yang mampu sehingga pengalaman dan pengetahuan dapat dinikmati bersama. Proses ini meliputi perincian pekerjaan.

waktu. Presiden Direktur atau Direktur Utama Direktur Manajemen Proyek Direktur Penelitian dan Pengembanga n Manaje r Proyek A Manaje r Proyek B Direktur Produksi Direktur Pemasaran Bertanggungjawab memperinci paket pekerjaan sesuai dengan hasil kerja. Oleh karena itu diciptakanlah apa yang disebut struktur organisasi matriks. dan harga RASY JANATUNNISA 104 05 002 Bertanggungjawab terhadap aloksi kerja dan cara pengerjaan dst . waktu. Dalam hal ini dibentuk bagian manajemen proyek secara tersendiri. Para ahli/staf dihimpun berdasarkan fungsinya untuk mengerjakan proyek tertentu. Pemanfaatan personil-personil yang fungsional akan menjadi tidak efektif dan efisien.4. jadwal. Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang– orang fungsional yang bekerja pada proyek benar–benar pindah untuk bekerja sepenuhnya dibawah kekuasaannya. jadwal. dan harga 50 Bertanggungjawab memperinci paket pekerjaan sesuai dengan hasil kerja. Strutur Organisasi Matriks Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Manajer Bagian Manajer Proyek A Manajer Proyek B Manajer Proyek C dst dst Personalia Produksi Personalia Administra siu Personalia Pembelanjaa n dst Gambar 2. Sebaliknya manajer bagian mungkin akan khawatir bila personilnya ditarik ke proyek-proyek.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Pada hakekatnya struktur organisasi proyek bermula dari organisasi fungsional.1 Struktur Organisasi Proyek (Sumber: Soekanto:1983) Semakin banyak proyek maka semakin banyak pula duplikasi fungsi. Selain itu para karyawan akan ragu di mana dia akan ditempatkan bila pelaksanaan proyek sudah selesai. 3.

1 Struktur Organisasi Matriks (Sumber: Soekanto:1983) Masing-masing bagian secara struktural tidak boleh mempunyai proyek. struktur organisasi pemilik. Barrie dan Paulson (1984) membagi struktur organisasi atas empat kelompok.4. Organisasi Tim Kerja Bentuk organisasi ini biasanya dimanfaatkan untuk menanggulangi proyek-proyek yang muncul secara tiba-tiba atau belum direncanakan dan sifatnya ad hoc (sementara). yang mencakup struktur organisasi dengan pendekatan tradisional.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 2. Walaupun demikian berbagai proyek masih dapat dilakukan oleh perusahaan akan tetapi berada di bawah pengawasan manajemen proyek. Namun dengan bekal pengalaman yang ada. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . peneliti dan para ahli pemasaran perlu dibina terutama pada saat permulaan pengembangan produk. struktur organisasi putar kunci. 5. biasanya mereka lebih mampu dan tenang dalam menanggulangi persoalan yang timbul secara mendadak. Organisasi Usaha Jenis organisasi ini biasanya dipakai pada perusahan-perusahan besar dimana sering muncul proyek penelitian dan pengembangan produk. Pada kelanjutannya akan dibentuk organisasi fungsional di dalam perusahaan tersebut dengan maksud agar kegiatan dapat mandiri dan luwes dengan sumber daya manusia serta dana tersendiri. Dalam hal ini. Para anggota organisasi ini biasanya merupakan personil-personil senior dan tidak dibebaskan dari pekerjaan rutinnya. Kesulitannya disini ialah bahwa organisasi matriks biasanya hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar dan bila sistemnya tak lancar dapat menimbulkan pertentangan dan kesenjangan antara bagian fungsional dan bagian manajemen proyek 4.pembangun. kerjasama antara teknisi. dan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional.

termasuk juga pekerjaan-pekerjaan yang disubkontrakkan. Biasanya perusahaan tersebut dinamakan Subkontraktor. b.4. badan pemerintah pusat.1 Struktur OrganisasiTradisional (Sumber: Barrie & Paulson :1984) Subkontraktor pada umumnya mengajukan penawaran pekerjaan untuk sebagian saja dari rencana pemilik. Struktur Organisasi dengan pendekatan Tradisional Dalam struktur organisasi ini pihak pemilik (owner) mempekerjakan seorang pendesain (arsitektural designer) yang bertugas dalam mempersiapkan rencana dan spesifikasi proyek. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Pemili k Perencana Kontrakt or Kerja Mandiri Subkontraktor Gambar 2. Banyak pekerjaan pada kenyataannya boleh dikerjakan oleh kontraktor khusus individu di bawah perjanjian subkontrak dengan kontraktor utama. kemudian melakukan inspeksi sampai tingkat tertentu yaitu memonitor informasi dan mengawasi perkembangan pelaksanaan konstruksi. Struktur Organisasi Pemilik-pembangunan Secara historis banyak sekali kota-kota atau negara-negara terutama pada bagian/dinas pekerjaan umum. baik mengenai pembuatan desain maupun mengenai pelaksanaan konstruksinya. dan perusahaan-perusahaan swasta telah melaksanakan pekerjaan dengan kemampuan sendiri. Pembangunan konstruksi merupakan tanggungjawab kontraktor utama tunggal kepada pemilik melalui suatu perjanjian.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II a. namun hubungan kontak formalnya adalah secara langsung dengan kontraktor utama dan selanjutnya kontraktor utama bertanggung jawab kepada pemilik mengenai semua pekerjaan.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Pendekatan ini sering disebut sebagai 'force account' (Perhitungan berdasarkan kemampuan sendiri).1 Struktur Organisasi Pemilik-Pembangunan (Sumber: Barrie & Paulson :1984) Para pemilik yang lain atau perwakilannya seperti biro reklamasi. perancangan. Ada suatu bentuk kontrak khusus yang dinegosiasikan RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . c.4. pihak pembangun tidak bertindak sebagai kontraktor utama. Pihak pembangun tidak mengendalikan pekerjaan dalam satu tangan terhadap semua kontraktor. Dalam metode ini keseluruhan manajemen proyek yang meliputi konsep perencanaan. pelaksanaan konstruksi serta penyelesaian proyek biasanya ditangani oleh satu perusahaan. tetapi mereka telah memanfaatkan jasa-jasa konsultan untuk semua atau sebagian dari desain detailnya serta menyerahkan kepada kontraktor untuk mempekerjakan dan mengawasi tenaga kerjanya. Pemilik Departeme n Desain Departeme n Konstruksi Kontraktor dan Subkontraktor Kerja Mandiri yang Fakultatif Gambar 2. Berdasarkan pengertian perancang-pembangun. dinas bangunan publik dan badan pelayanan umum (general services administration) walaupun banyak mempertahankan pertanggungjawaban manajemen dan desain konseptualnya. Namun pada prakteknya kedua hal tersebut sering saling tertukar. Struktur Organisasi Putar Kunci Beberapa ahli membedakan pengertian antara perancangpembangun (perancang-pengelola) dan putar kunci.

pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh sejumlah kontraktor bebas menurut rata cara yang sesuai dengan konsep manajemen konstruksi profesional.4. Perancangan Pembangunan Pemili k Pembangun/Constrac tor Perancan g/Desaig ner Kontraktor Utama Kerja Mandiri Subkontrakto r Gambar 2.4. Sedangkan menurut pengertian perancang-pengelola.1 Struktur Perancang-Pengelola ’Putar Kunci’ (Sumber: Barrie & Paulson :1984) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .1 Struktur Perancang-pembangun ’Putar Kunci’ (Sumber: Barrie & Paulson :1984) Perancangan Pengelola Pemili k Manajemen Konstruksi Perancan g/Desaig ner Kontraktor Utama Kontraktor Bebas Gambar 2.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II antara perancang-pembangun bersama dengan pemilik dalam mengelola proyek.

Manajemen Konstruksi Profesional Manajemen konstruksi profesional membentuk satu tim atas tiga kelompok utama yaitu pemilik. Pendekatan yang pertama yaitu melalui penggunaan suatu perusahaan konsultan sebagai pengawas pekerjaan para kontraktor.pengelola. sebagaimana yang telah dibangun di negara Amerika Serikat pada beberapa dasawarsa terakhir ini. perancang. Dari segi waktu penyelesaian proyek. pelaksanaan konstruksi dapat dilaksanakan dengan segera melalui program konstruksi bertahap yang bertujuan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan proyek. Struktur organisasi manajemen konstruksi profesional dibagi atas dua jenis pendekatan. kualitas pekerjaan dan dari segi pengawasan keuangan proyek maka penggunaan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional melalui pendekatan pertama akan lebih kompetitif bila dibandingkan terhadap penggunaan struktur organisasi pendekatan ke dua. dan manajer konstruksi dalam suatu hubungan yang tidak saling bertentangan dan hal ini membuka kesempatan bagi pemilik untuk berperan secara penuh dalam proses pelaksanaan konstruksi. Manajemen Konstruksi Profesional – Manajer Konstruksi Pemili k Perancan g/Desaig ner Manajer Konstruksi Sejumlah Kontraktor Bebas RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Cara untuk menyelesaikan proyek seperti ini telah dipakai pada sebagian besar dari proyek-proyek industri berat yang berorientasi pada proses. Hal ini disebabkan karena adanya pembedaan yang jelas antara tugas dan wewenang pada masing-masing unsur. d. sedangkan pendekatan yang ke dua yaitu menggunakan jasa kontraktor utama sebagai pengawas dari seluruh pekerjaan yang disubkontrakkan.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Dengan menggunakan sistem perancang-pembangun atau perancang.

2 Tugas dan Wewenang 2. meliputi pengumpulan data dan informasi lapangan.2Tugas dan Wewenang Konsultan Perencana Adapun tugas dan wewenang konsultan perencana adalah : a.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 2. Konsultan dengan pemerintah kota setempat mengenai perizinan bangunan.2.1 Struktur Organisasi manajemen Kontruksi Profesional (Sumber: Barrie & Paulson :1984) Manajemen Konstruksi Profesional – Kontraktor Utama Pemili k Perancan g/Desaig ner Kontraktor Utama sebagai Manajer Konstruksi Sejumlah Kontraktor Bebas Gambar 2. Mengawasi langsung pelaksanaan proyek 2.2.1 Struktur Organisasi manajemen Kontruksi Profesional (Sumber: Barrie & Paulson :1984) 2. Persianpan perancangan.1Tugas dan Wewenang Bowheer/Pemilik Proyek Tugas dan wewenang pemilik proyek adalah : a.2. Mengeluarkan Surat Perintah Kerja e. Mengadakan pelelangan d.2. Menyediakan lokasi pembangunan b. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .4.2. membuat interpretasi secara garis besar terhadap pedoman persyaratan (term of reference). Menyediakan biaya pelaksanaan c.4.

Penyusun rencana detail. tampak. h.3Tugas dan Wewenang Manajemen Konstruksi Konsultan manajemen adalah perusahaan yang memnuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dengan sertifikasi keahlian. Pengawasan berkala meliputi memeriksa pelaksanaan pekerjaan secara berkala. mengurus sampai mendapatkan izin pendahuluan atau izin prinsip (advice planning) dari pemerintah kota setempat. meliputi membantu panitia lelang yaitu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan termasuk dalam menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. membantu panitia pelelangan dalam menyusun program pelelangan dan melaksanakan pelelangan. g. Persiapan pelelangan. rencana kerja dan syarat-syarat. Menyususn petunjuk-petunjuk penggunaan dan perawatan bangunan. menyusun kembali pelelangan dan melaksanakan tugas-tugas yang sama bila terjadi pelaksanaan pelelangan ulang. d. e.2. Membantu pelelangan.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II b. membuat rincian volume pekerjaan dan rancangan anggaran biaya pekerjaan konstruksi (melaksanaka value enginering sebagai motede penyusunan program rancangan). menyusun laporan akhir perancangan. meliputi membuat gambar detail. perancangan dan perkiraan biaya. f. Adapun tugas dan wewenang konsultan pengawas : a. 2. membuat rancangan utilitas beserta uraian dan perhitungan strukturnya. Penyususnan rancangan pelaksanaan. memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pekerjaan konstruksi. meliputi membuat perancangan arsitektur berikut uraian teknis dan visualisasi dua atau tiga dimensi bila diperlukan. meliputi membuat rancangan c.2. dia berhak melakukan tindakanRASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . meliputi membantu pimpinan proyek dalam mempersiapkan dokumen pelelangan. Penyusunan pra rancangan. serta menyusun dokumen pelaksaan. Sebagai wakil pemberi tugas dilapangan Selama masa pelaksanaan kontrak sampai pembayaran terakhir dilaksanakan. membantu panitia lelang dalam melaksanakan evaluasi penawaran.

Rapat-rapat lapangan 50 RASY JANATUNNISA 104 05 002 . d. e. dan akan memberikan penjelasan yang dibutuhkan oleh pemborong serta memecahkan persoalanpersoalan yang terjadi selama pekerjaan kontruksi berlangsung. Pengawas pelaksanaan Konsultan pengawas atau manajemen konstruksi menempatkan minimal empat orang atau lebih pengawas lapangan berkewajiban mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas dan kuantitas serta laju pencapaian volume. tindakan atas nama pemilik memberikan ketentuan lain secara tertulis. Administrasi umum Konsultan pengawas atau manajemen konstruksi berkewajiban menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak rumah hingga tahap pelaksanaan seslesai. c. Pemeriksaan dan koreksi gambar-gambar Pengawas lapangan wajib memberikan gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh pekerjaan perlu dipersiapkan oleh pemborong. Segala instruksi dari pemberi tugas kepada pemborong hanya dilakukan melalui konsultan pengawas atau manajemen konstruksi dan konsultan pengawas wajib memberikan saran-saran dan pertimbangan-pertimbangan kepada pemilik.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II b. Pengawas lapangan berhak untuk setiap saat memeriksa seluruh proyek dan tempat proyek ditempat lain selama masa pelaksanaan. serta kewajiban untuk mengawasi pekerja serta produknya. tanpa mengganggu jalannya pekerjaan. f. Pengawas lapangan berhak melakukan perubahan-perubahan serta penyesuaian yang perlu atas pekerjaan dan menertibkan berita acara perubahan. mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi. Interpretasi keputusan Apabila terdapat geragu-raguan dalam dokumen pelaksanaan baik pemberi tugas maupun kontraktor maka konsultan pengawas lapangan berhak memberikan interpretasi dan keputusan pengawas lapangan harus konsisiten dengan isi dan maksud dokumen pelaksanaan.

Konsultan pengawas berkewajiban mengadakan rapat-rapat lapangan secara berkala dan membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan memasukan hasil rapat-rapat lapangan. Penolakan hasil pekerjaan pemborong Pengawas lapangna berhak menolak pekerjaan yang dinilainya tidak sesuai dengan dokumen pekerjaan. 50 RASY JANATUNNISA 104 05 002 . Apabila keputusan tertulis konsultan pengawas menyatakan bahwa keputusan adalah final dapat dimintakan himbauan. Berita acara pembayaran Konsultan pengawas berhak melakukan pemeriksaan dan wajib menyusun daftar-daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan pada masa waktu pelaksanaan dan menentukan waktu serah terima pertama. j. h. Kelalaian pemborong Konsultan pengawas bertanggungjawab atas kelalaian pemborong atau pegawai-pegawai pemborong yang berpengaharuh langsung terhadap jalannya proyek. i. Pekerjaan dapat dilakukan dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan serta menerima suratsurat jaminan dari pemborong yang ditentukan dalam dokumen pelaksanaan dan menertibkan berita acara pembayaran dari pemborong maka konsultan manajemen konstrusi menerbitkan berita acara pembayaran yang menyebutkan jumlah yang berhak diterima pemborong. akan diselenggarakan oleh dan melalui konsultan pengawas atau manajemen konstruksi. Penyelesaian perselisihan Segala klaim atau segala persoalan mengenai jalannya pelaksanaan menurut dokumen pelaksanaan. maka permintaan arbitrase tidak dapat diajukan setelah sepuluh hari sesudah kedua pihak mengetahui keputusan tersebut. laporan harian. Kelalaian ini sepenuhnya adalah tanggungjawab pemborong.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II g. Bila perlu pengawas lapangan berhak melakukan pemeriksaan khusus tes-tes seperlunya dengan mengabaikan bahwa pekerjaan sudah dibuat atau belum. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pemborong serta membuat gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan dilapangan yang dibuat oleh kontraktor dan disetujui oleh konsultan pengawas.

man power dan jadwal pengadaan bahan yang disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Tugas dan wewenang kontraktor adalah sebagai berikut : a.4Tugas dan Wewenang Quantity Surveyor a. b.5 Tugas dan Wewenang Kontraktor Kontraktor adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk melakukan pemborongan pekerjaan konstruksi bangunan. 2.2. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Menyerahkan pekerjaan yang telah selesai dikerjakan yang disertai dengan RKS dan bestek. Pemutusan hubungan kerja Apabila pemberi tugas memutuskan hubungan kerja dengan konsultan pengawas maka pemilik akan menunjuk konsultan pengawas pengganti yang kemudian akan memiliki status dan hak serta kewajiban yang sama dengan konsultan pengawas sebelumnya. yang mengikat berdasarkan pada gambar rencana serta Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dari dokumen pelelangan. d. Membuat laporan berupa gambar tentang penempatan titik blok yang akan dipakai pada saat proyek akan dimulai. Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan pembangunan sesuai dengan RKS dan gambar bestek. yaitu kontrak untuk melaksanakan seluruh pekerjaan dengan nilai kontrak tertentu.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II k. Melaksanakan tugas pengukuran dan pemetaan lokasi proyek yang akan dibangun.2. f.2. Membuat rencana kerja (time schedule). c. Kontraktor melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam bidang konstruksi kepada pemimpin proyek dalam bentuk kontrak langsung. Berhak menerima pembayaran. e.2. b. Menyediakan tenaga ahli sebagai tenaga pelaksana dilapangan. 2.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK 3. Saat ini. PT. Jawa Barat dengan konsep minimalis modern. dan sekarang tengah melakukan persiapan pembangunan tahap kedua sebanyak 53 unit dengan lahan efektif seluas 9. Sukabumi dan Padang. Perumahan real estate yang di bangun tidak hanya tersebar di Kota Bandung dan sekitarnya tapi juga mengembangkan di Samarinda.1 Tinjauan Umum Proyek PT.000 m2 yang berlokasi di Cibiru. Kawasan Perumahan ini telah menyelesaikan penjualan tahap I sebanyak 167 unit rumah. Kota Bandung. Panorama Graha Asri (PGA) merupakan sebuah perusahaan yang didirikan pada tanggal 22 September 2004 bergerak di bidang pengembang perumahan dengan konsep real estate yang tergabung grup usaha Panorama Group.1. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .579 m2 dengan berbagai macam type rumah. Panorama Graha Asri telah melakukan pengembangan Perumahan Eastern Hills Regency di atas lahan seluas 65.1 DESKRIPSI PROYEK 3.

05.32 – Notaris : H. Bandung Telp. 510/2-0504/2004/0400-DISKUKM & PERINDAG/2008 d. 536/SI-8311/KPMD/2002 g.026.0096 Perumahan dan Permukiman Seluruh RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 3. (022) 7274754. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah No. PT.Panorama Graha Asri Alamat Kantor : Jl. HER Registrasi Perusahaan Nomor 510/2-0400 – DISKUKM * PERINDAG-2008 e. Fax. Tanggal 22 September 2004 c. WIRA FRANSISKA. SH. Cikutra no.2 Legalitas Perusahaan a. Akte Pendirian perusahaan No.1.242. 205. Nomor Pokok Wajib Pajak 02. Asosiasi Pengembang Indonesia (APERSI) NIA : 02. Surat Keterangan Domicili Perusahaan No.9-423. (022) 7273909 b. Tanda Daftar Perusahaan 101115118512 f.000 h. SpN.

Panorama Graha Asri disamping mengembangkan perumahan juga membidani konsultan desain arsitektur perumahan. Yana H Arifin Direktur : Ir. H.5 Struktur Organisasi Perusahaan RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .H.Sec/ Humas : : : : : : Dodo Imam. S. pertamanan. Dody Murfi Manager Teknik Manager Adm Manager Keuangan Manager Marketing Pengemb. interior/eksterior.4 Manajemen dan Organisasi Perusahaan Komisaris Utama : Ir.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 3.Si 3. ST Yogi Parayoga. 3. Bisnis Corp. gedung perkantoran. ST Irwan Abu Bakar. ST Aip Sahripin Erawati.1.3 Ruang Lingkup Perusahaan PT.1. SE Dedy Murfi. kontraktor jalan dan jembatan. Arfan Sani Komisaris : Ir.1.

6 Visi dan Misi Perusahaan Visi Menjadi perusahaan Pengembang Perumahan Terkemuka di Tingkat Nasional.1. nusa dan bangsa.1.2 DESKRIPSI PRODUK RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . 3. Panorama Griya Asri (Sumber : Data Cv. Panorama Graha Asri ) 3.4 Struktur Organisasi CV. Misi Memberikan kepuasan terhadap semua stakeholder perusahaan dalam rangka mewujudkan sinergi dalam berkarya bagi kebaikan bersama.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Diagram 3.

Cipadung Cibiru. Dengan memperhatikan kenyamanan dalam mobilitas pemukim.000 m2 yang berada pada ketinggian 600 dpl dengan arsitektur lingkungan cul de sac / sistem cluster.1 Latar Belakang Proyek RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Jawa Jogging Track. disamping hawa sejuk yang masih terasa. Perumahan Real Estate Eastern Hill Regency Modern Minimalist Type 34. • • • • • • KATEGORI PROYEK : NAMA PROYEK : KONSEP RUMAH : Type 56.2. Saat ini Eastern Hill telah menyelesaikan projek Tahap I-nya sebanyak 168 unit. Taman Bermain. desain siteplan dibuat percluster sehingga perumahan Eastern Hill tidak hanya nyaman tapi juga aman. Type 92 LINGKUNGAN : TOTAL LUAS AREA : LOKASI : Barat • FASILITAS : Ibadah. Dengan hanya berjarak 500 m dari Jalan Raya AH Nasution. dan akan melanjutkan pengembangan untuk tahap II sebanyak 53 unit kavling. Panorama Graha Asri mengembangkan Perumahan Eastern Hill Regency diatas lahan seluas 65.000 m2 Jl. Kota Bandung. Type 50. Disain yang diusung oleh perumahan Eastern Hill Regency adalah Modern Minimalis. Rumah Security 24 Hours 3. Club House. Cul de sac 65. yang menjadi tren arsitektur terkini dan banyak diminati serta dibuat oleh pengembang perumahan lain. Dengan ketinggian diatas 600 dpl Perumahan memiliki kelebihan view kota bandung dibanding perumahan disekitarnya. menjadikan aksesibitas menuju perumahan ini sangat mudah.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II PT.

Dalam kehidupannya manusia membutuhkan suatu hunian untuk melindungi mereka dari cuaca panas maupun hujan dan bahaya yang ada di sekitarnya.2.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Perumahan merupakan salah satu bentuk hunian yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal seseorang. Cipadung Cibiru. menyebabkan arus urbanisasi dari desa ke kota meningkat terus. 3. Hal tersebut tanpa disadari telah mempengaruhi kenaikan jumlah penduduk di kota Bandung. perdagangan.2 Lokasi Proyek Perumahan Eastern Hill Regency berlokasi di Jl. Mengingat tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia khususnya kota Bandung dengan adanya daya tarik kota yang berupa fasilitas pelayanan di kota terasa lebih lengkap. kesempatan pekerjaan maupun pendidikan.000 m2 yang berada pada ketinggian 600 dpl. Kelurahan : Cibiru Kecamatan: Cipadung Gambar 3. pemerintah membuka kesempatan kepada semua pihak termasuk Dari permasalahan yang ada serta meningkatnya kebutuhan manusia akan hunian maka perumahan dapat dijadikan salah satu gagasan yang dapat mengurangi permasalahan yang ada. Dalam rangka mempercepat perkembangan di bidang perekonomian.2 Lokasi Eastern Hill Regency ( Sumber : Peta Digital ) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .2. terpusatnya kegiatan pemerintahan. BandungJawa Barat diatas lahan seluas 65.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 3. dan tipe pengembangan. Pemanfaatan lahan petenakan ayam yang sudah pasif menjadi sebuah komplek perumahan yang eksklusif.2. diantaranya : 1. sejuk. 60. Mengembangkan proyek perumahan berkualitas pada wilayah perbukitan di wilayah Bandung Timur .3 Tujuan Proyek Tujuan Proyek Eastern Hill Regency.2.4 Ruang Lingkup Keseluruhan Ruang Lingkup Proyek secara keseluruhan adalah mengembangkan perumahan Eastern Hill Regency yang terdiri dari beberapa blok dengan tipe rumah yang berbeda. dan nyaman.2. 3. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . 92.2 Tapak Eastern Hill Regency ( Sumber : Peta Digital ) 3. mulai dari tipe 34. 56. 2. 50.

2 b Rumah Type 39 RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Beberapa contoh tipe rumah yang sudah dibangun : Gambar 3.2 a Rumah Type 34 (Sumber : Data Cv. Panorama Graha Asri ) Gambar 3.

Panorama Graha Asri ) Gambar 3.2 d Rumah Type 56 RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II (Sumber : Data Cv. Panorama Graha Asri ) Gambar 3.2 c Rumah Type 50 (Sumber : Data Cv.

2 Rumah Type Pengembangan (Sumber : Data Cv.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II (Sumber : Data Cv. Panorama Graha Asri ) Gambar 3.2 Rumah Type 75 (Sumber : Data Cv. Panorama Graha Asri ) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Panorama Graha Asri ) Gambar 3.

3 RUANG LINGKUP PRAKTIKAN Ruang Lingkup Praktikan adalah merencanakan.2.5 Strategi dan target Pemasaran Untuk mencapai omset tersebut di atas diperlukan strategi marketing yang tepat.3 Site Plan Eastern Hills Regency ( Sumber : Data Pribadi ) 3. dan mengembangkan perumahan Eastern Hill Regency pada blok D dengan tipe rumah yaitu tipe 45 dan 60. yaitu dengan melakukan pameran pada event-event tertentu. Dengan jumlah kavling dan perkiraan omset tersebut ditargetkan dalam 24 bulan proyek tersebut harus sudah diselesaikan. karena lebih dari waktu tersebut akan berakibat inefisiensi biaya yang akan mengurangi jumlah profit.3. 3. Gambar 3.1 Rencana Kegiatan RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . pemasangan iklan di media masa. Tipe rumah tersebut terletak pada kondisi tanah yang berkontur. penyebaran flyer dan brosur di spot tertentu yang mempunyai masa potensial untuk membeli produk tersebut.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 3. merancang.

yaitu restoran dan ruko berada dekat gerbang utama & sarana rekreasi air (timur laut site plan) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . dengan pembagian lahan sebagai berikut : Lahan perumahan Sarana dan Prasarana Penghijauan Fasilitas Sosial Fasilitas Umum : 60% : 10% : 10% : 10% : 10% Sarana & prasarana pada proyek pembangunan komplek Eastern Hills Regency ini terdiri dari : 1. sarana peribadatan (masjid) 2.000 m2.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Proyek pembangunan Eastern Hills Regency ini merupakan pembangunan perumahan tipe rumah sederhana dengan luas lahan 65. Sarana komersil.

3.2.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 3. Panorama Graha Asri ) 3. Layak tidaknya suatu proyek tergantung dari perbandingan antara dampak positif dan dampak negatif yang diperkirakan akan timbul. Beberapa aspek yang ditimbulkan dari pembangunan pusat perbelanjaan ini anatar lain : a) Aspek Biologis RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .1 Investigasi dan Studi Kelayakan Investigasi adalah studi tentang layak tidaknya proyek tersebut dilaksanakan. biologis.2 Kegiatan Aktual 3.3.3. sosial-ekonomi dan sosial-budaya. Hal ini dihasilkan dari pertimbangan dampak-dampak yang timbul dari pembangunan proyek dilihat dari dampak fisik dan kimia.1 Site Plan aster Hills Regency (Sumber : Data Cv.

Untuk mengendalikan kemajuan pekerjaan setiap satuan waktu : hari.2.3. mingguan dan laporan bulanan berisi tentang : • • • • • Jumlah tenaga kerja yang masuk Distribusi bahan yang digunakan Penggunaan alat Jam kerja Keadaan cuaca RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Keluaran dari proses ini adalah Gambar Bestek. RAB.3 Pelaksanaan Proyek Pelaksanaan proyek dikerjakan dengan berpedoman pada gambar bestek dan pedoman-pedoman lainnya. Rencana Pelaksanaan.2.3.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Lahan pada proyek Eastern Hills Regency awalnya merupakan lahan peternakan milik perusahaan Hyban yang lahannya sudah tidak digunakan lagi. b) Aspek Ekonomi • Terciptanya Lingkungan tempat tinggal baru • Kesempatan kerja dan berwirausaha di lingkungan baru • Tingkat pendapatan penduduk • Masyarakat yang berpotensial Aspek Sosial Budaya • Kehidupan sosial dan pendidikan • Kehidupan budaya dan agama • Persepsi masyarakat tentang suatu kegiatan Aspek Strategi Pengembangan Diharapkan dengan pembangunan perumahan Eastern Hills Regency dapat menjadi salah satu solusi seimbangnya penyebaran penduduk di Kota Bandung c) d) 3. 3. Time Schedule dan lain-lain.2 Perencanaan dan Perancangan Perencanaan dan perancangan proyek dikerjakan dengan masukan berupa data-data lokasi dan fungsi bangunan yang akan didirikan. minggu dan bulan dilaporkan kemajuan pekerjaan. Laporan harian.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Dari hasil laporan tersebut dapat diamati kemajuan proyek.2.2. perbedaan ini hanya sebatas perbedaan ruangan. Perubahan yang dilakukan tidak terlalu mengganggu pekerjaan pembangunan.5 Permasalahan dalam Pelaksanaan Pekerjaan • Permasalahan Umum Permasalahan yang timbul didalam pekerjaan proyek perumahan Eastern Hills Regency merupakan hal yang tidak dapat dihindari. 3. 3. Perbedaan tersebut merupakan permintaan dari beberapa klien yang akan membeli unit rumah.3. Beberapa masalah yang penulis amati pada saat kerja praktik penulis dapat dikelompokan ke dalam dua jenis permasalahan. yaitu kesenjangan perencanaan dengan pelaksanaan dan kesenjangan teori dengan pelaksanaan. namun hal tersebut sedikit banyak menimbulkan RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Selama pekerjaan pembangunan pemeliharaan merupakan tanggung jawab developer. • Kesenjangan Perencanaan dengan Pelaksana .4 Pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan setelah proyek selesai dikerjakan untuk menjaga dan merawat bangunan agar dapat berfungsi dengan baik. Hal semacam ini merupakan sebuah kenyataan yang biasa terjadi dalam suatu pembangunan proyek. dihubungkan dengan time schedule sehingga dapat diambil tindakan cepat bila proyek menghadapi keterlambatan pekerjaan.3.Gambar Kerja Perbedaan antar gambar perencanaan yang dibuat oleh tim perencana dan gambar kerja di lapangan tidak mempengaruhi dari stuktur bangunan.

hal tersebut selalu Ketidaksesuaian jadwal pekerjaan yang telah direncanakan Pada proyek pembanguan ini terdapat jadwal pekerjaan yang akan dilaksanakan yang tercantum pada master time schedule. pada saat proses pekerjaan masih saja ada tukang yang tidak mempergunakan helm. dan beberapa alat keselamatan kerja yang lain yang belum bisa dilaksanakan oleh seluruh pekerja. akan tetapi dikordinasikan dengan pihak pengawas. Hal ini disebabkan adanya pengejaran target pekerjaan seta SDM dari pekerja sendiri yang kurang baik. belum seluruhnya ditaati oleh para pekerja misalnya peraturan menggunakan helm apabila berada dilokasi proyek. Keterlambatan material.Kualitas pekerjaan yang kurang baik Terdapat beberapa hasil pekerjaan yang dikatagorikan ”kurang baik” dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Cuaca yang kurang mendukung. terjadi karena pihak klien yang terlambat menyelesaikan waktu pembayaran. yang berfungsi agar tiap unit rumah dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II kebingungan perencana. Kurangnya kesadaran para pekerja tentang pentingnya keselamatan kerja - Aturan yang telah dibuat untuk keselamatan para pekerja. Akibat yang mungkin terjadi dari kurang kesadaran ini akan berdampak kepada pekerjaan pada proyek RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . Pada pelaksanaannya ada beberapa pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan yang telah dijadwalkan yang disebabkan beberapa hal yang menghambat pekerjaan tersebut diantaranya: a. dan mengakibatkan volume pekerjaan pada pertengahan sampai akhir proyek menjadi lebih padat untuk mengejar pekerjaan yang tertinggal. sehingga pembelian material dan mendatangkannya ke lokasi proyek kadang terhambat . b.

3 Site Plan Blok R (Type 45) (Sumber : Data Pribadi ) • Denah Rumah Type 45 Rencana pengajuan desain rumah yang dikerjakan oleh praktikan yaitu: RASY JANATUNNISA 104 05 002 / MC KW M K/ C W 8.01 8.0  18.14 18.05 8.0 8.0  18.4 8.61 18.36 15.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II dimana pekerjaan akan terhenti sejenak bila ada kecelakaan yang menimpa pekerja.U RDR R ES TA R E TAS SERB . 10.82 18.12 .0          8.4    13.0 8.0 23.0   AlDesign.528.018.00 6.0 6.65 13.31    1.98 12. R RDU EA T RST ERS A .2 9.I RT UR D R ES TA R ES TA SE .0   8.5  23.9   12. R RDU M K/ C W TI .7 2.0 8.0 9.0 2. R RDU R ES TA R A R CPOT Gambar 3.00 6.0   14. Aldimensoutbchkavrfy site. R A GUN A 50 .4       1.0 10.50     7.784 10.0 9.U RDR I T .0 5.87 6.719.0 8.prt&fcaoh proetyfPANORMGHSIand maynotbeusdwihr permison.04 18.E RSRBA GUNA AP R CROT .7  13. R BAGU NA R E TAS TI .0 3.0   13.U RDR R E T AS R AO CP RT SER .0  18.710.7  10.I RT UR D 6.0   12.0    8.34   18.50 21.Thdgnrmubfo discrepanyou.0 7.08.3.98 16.3 Rencana Pengajuan Desain Rumah ype 45 • Site Plan    8.5 18.12 7. R RSEBAG UNA E S TRA I T . R RDU TI .82 8.0 8.0  8.00 6.U RDR / M C K W I T .0  17.0 8.5 18. 6.0 8.0    14.45   13.87   12.3.2 10.0 24.0 18.0 8.0 6.72             SKAL1:50    R AO CP RT TI .0  9.046                                                                                  20.00 M K/ C W .0 13.4    23. RRBAG UNA R AOT CP R I T .26  8.0 16. 3.

3 Denah Rumah Type 45 (Sumber : Data Pribadi ) • Tampak RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 3.

3 3D Rumah Type 45 (Sumber : Data Pribadi ) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 3.3. Tampak Depan Rumah Type 45 (Sumber : Data Pribadi ) • Gambar 3D Gambar 3.

3 Desain Rumah Type 45 (Sumber : Data Pribadi ) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Gambar 3.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Berawal dari pemilik (owner) yang dalam hal ini PT PT. Organisasi Proyek Organisasi proyek yang baik dan sempurna akan sangat membantu kelancaran dalam jalannya pelaksanaan pekerjaan proyek. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . dan tugasnya masingmasing. sehingga pelaksanaan proyek pun dapat dengan mudah untuk dimonitor. Pengalaman yang besar bagi praktikan ketika mengamati langsung berbagai kegiatan dilapangan. praktikan mendapatkan berbagai hal yang sangat bermanfaat baik yang pernah diketahui dari materi kuliah sebelumnya. ataupun hal-hal baru yang didapat di lokasi Proyek Pembangunan Perumahan Eastern Hills Regency. Beberapa hal yang dapat praktikan simpulkan dari kegiatan Kerja Praktik ini antara lain sebagai berikut : a.1 Kesimpulan Setelah mengikuti program Kerja Prakik pada Proyek Pembangunan Perumahan Eastern Hills Regency. Panorama Graha Asri yang membantu program pemerintah dalam penyediaan sarana perumahan rakyat yang sederhana dan sehat berusaha berperan serta dalam Pembangunan Perumahan yang berlokasi di Cibiru Bandung. Hal-hal yang dimaksud meliputi sistem manajemen kontruksi yang digunakan termasuk informasi mengenai seluruh tahapan pengadaan proyek pelaksanaan pekerjaan sampai pada sistem pengwasan proyek pembangunan perumahan. sebab organisasi yang baik memungkinkan setiap bagian mengetahui posisi. Pada Proyek perumahan Eastern Hills Regency kordinasi dalam organisasi proyek telah berjalan dengan baik mengingat pemabangunan proyek ini telah bertahan selama lebih dari 5 tahun. c. b. Tahap Perancangan (planning).

Tanpa adanya pengawasan dalam suatu pelaksanaan proyek. RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 . maka akan mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan pekerjaan. namun keterlambatan selalu dapat diatasi dengan melakukan tahapan pekerjaan lain. Logistik Suplai bahan bangunan yang tepat waktu dari jadwal yang telah ditentukan akan memperlancar jalannya pekerjaan pada proyek tersebut. d. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang ahli dan terampil serta disiplin akan memperlancar pelaksanaan pekerjaan pembangunan proyek. Pengawasan Pelaksanaan pengawasan dilakukan untuk melihat atau memperhatikan jalannya pekerjaan dengan tujuan agar mutu dan kualitas dari pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan. demikian pula sebaiknya jika pengiriman atau suplai bahan bangunan tidak teratur. maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kesalahan di lapangan. Tenaga ahli pada Proyek perumahan Eastern Hills Regency telah mempertahankan eksistensi dan keahliannya terlihat dari tenaga kerja yang telah bertahun-tahun dipercaya dalam pelaksanaan proyek. e. Time schedule yang baik dapat memberikan urutan pekerjaan atau kegiatan yang terinci dalam waktu pelaksanaan yang tepat dengan memperhitungkan berbagai hal. f. terlihat dari pengawasan yang dilakukan dengan ketat dan disiplin. termasuk faktor penghambat seperti hujan ataupun sebab lain dari kelalaian manusia itu sendiri. disamping itu tersedianya tenaga ahli dapat menjaga kualitas dan kuantitas hasil kerja perusahaan itu sendiri. Supplai bahan bangunan/material pada Proyek perumahan Eastern Hills Regency terkadang mengalami keterlambatan.PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II Jadwal pelaksanaan merupakan suatu gambaran dan pedoman waktu yang harus dikerjakan oleh kontraktor dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Pengawasan pada proyek perumahan Eastern Hills Regency telah berjalan dengan semestinya.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II 4. Pekerja hendaknya bertanya dan berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya di lapangan agar kualitas pekerjaan di lapangan meningkat RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .2 Saran 1. Saran untuk Pekerja a. b. dengan menggunakan alat-alat bantu ataupun menggunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya b. Saran Untuk Developer/Kontraktor a. Pekerja baru sebaiknya adalah pekerja yang memang telah memiliki pengalaman dalam pelaksaan pembangunan atau perencana dapat memberikan latihan keterampilan terlebih dahulu pada pekerja. Pekerja hendaknya memperhatikan keselamatan kerja. 2. Perencana dan Pengawas diharapkan dapat meyakinkan klien untuk tidak merubah renacana pembangunan rumah yang telah direncanakan sebaik mungkin. Schedule pekerjaan sebaiknya mengikuti aturan yang sesuai dengan selalu merencanakan kurva S agar pelaksanaan proyek menjadi lebih terpantau c.

PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN EASTERN HILLS REGENCY BANDUNG KERJA PRAKTI K II LAMPIRAN RASY JANATUNNISA 104 05 002 50 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful