Anda di halaman 1dari 12

Makalah Sejarah Kebudayaan Islam

TURKI USMANI

Oleh: Gilar Imam Ariyadi (10660002) Purnomo (10660011)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI YOGYAKARTA 2011
1

BAB I PENDAHULUAN Setelah Khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara Mongol, kekuatan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa Mongol itu, Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, diantaranya Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di Persia. Kerajaan Usmani ini adalah yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding dua kerajaan lainnya. Dalam perkembangannya dunia islam selalu mengalami pasang surut dan disini akan memaparkan tentang periode-periode yang ada pada kerajaan Turki Usmani mulai dari awal berdirinya sampai keruntuhannya, karena kerajaan Turki Usmani inilah yang menjadi sebuah pioner dalam perkembangan dunia islam pada masanya dan juga kehancurannya menjadi sebuah pembuka masuknya era industrialisasi kedunia islam. Untuk mengetahui lebih jelasnya maka dalam makalah ini akan diterangkan lebih lanjut mengenai Turki Usmani.

BAB II PEMBAHASAN A. Asal Mula Turki Usmani Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah, yang termasuk suku kayi. Ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pemimpin suku Kayi, Sulaiman Syah, mengajar anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol tersebut dan lari ke arah barat. Bangsa Mongol itu mulai menyerang dan menaklukan wilayah islam yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Khwarazm syah tahun 1219-1220. Sulaiman Syah meminta perlindungan kepada Jalalud-Din, pemimpin terakhir Dinasti Khwarazm syah tersebut di Transoksaria sebelum dikalahkan oleh pasukan Mongol. Jalalud-Din memberikan jalan agar Sulaiman pergi ke barat kearah asia kecil, dan disanalah mereka menatap. Dalam usahanya pindah ke negeri syam itu, pemimpin orang-orang turki tersebut mendapat kecelakan hanyut di sungai Euphrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar tahun 1228.1 Akhirnya mereka terbagi menjadi dua kelompok, pertama ingin pulang ke negeri asalnya dan yang kedua ingin meneruskan perjalanannya ke Asia kecil. Kelompok dua berjumlah sekitar 400 keluarga yang di pimpin oleh Ertugril (Aarthogrol) Ibn Sulaiman. Mereka menghambakan dirinya kepada Sultan AlaudDin II dari Dinasti Saljuk Rum yang pusat pemerintahannya di Kunya, Anatoliya, Asia Kecil. Mereka menjadikan Sogud sebagai ibukota pemerintah yang independen yang berdiri pada tahun 1258. Disinilah lahir usman pada tahun 1258, bertepatan dengan waktu hancurnya Baghdad oleh Hulagu Khan. Ertoghrul meninggal Dunia tahun 1289. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Usman. Putera Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290-1326 M. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol kembali menyerang Kerajaan Saljuk, dan dalam pertempuran tersebut Sultan Alaud-Din II terbunuh. Setelah wafatnya Sultan
DR. Styafiq El-Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam di Turki, (Logos Wacana Ilmu, 1997), hal 51-52
1

Alaud-Din tersebut, Usman memproklamasikan kemerdekaannya dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut Usman I. Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al-Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 1300 M setapak demi setapak wilayah kerajaan diperluas. Dinasti Usmani berkusa kurang lebih selama 7 abad. Adapun Sultan-sultanya sebagai berikut. NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. NAMA Usman I Orkhan Murad I Bayazid I Muhammad I Murad II Muhahamad II Bayazid ii Salim I Sulaiman I Salim ii Murad iii Muhammad iii Ahmad i Mustafa i Usman II Mustafa i Murad iv Ibrahim Muhammad iv Sulaiman ii Ahmad ii Mustafa ii LAHIR/MENINGGAL 1258-1324 1288-1359 1326-jun 1389 1360-8 maret 1483 1379/1389-26 mei 1421 1403/1404-3 feb 1451 30 mar 1432-3 mei 1481 1447/1448-26 mei 1512 1466/1467-22 sep 1520 6 nov 1494-5 sep 1556 30 mei 1534-13 des 1574 1546-1595 1566-1617 1590-1617 1592-1639 1604-1622 1592-1639 1612-1640 1615-1648 1642-1693 1642-1691 1642-1693 1664-1703
4

TAHUN MEMERINTAH 1300-1326 1326-1359 1359-1389 1389-1403 1402-1421 1421-1451 1451-1481 1481-1512 1512-1520 1520-1566 1566-1574 1574-1595 1595-1603 1603-1617 1617-1618 1618-1622 1622-1623 1623-1640 1640-1648 1648-1687 1687-1691 1691-1695 1695-1703

24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

Ahmad iii Mahmud i Usman iii Mustafa iii Abdul hamid i Salim iii Mustafa iv Mahmud ii Abdul majid Abdul aziz Abdul hamid ii Muhammad v muhammad vi

1673-1937 1696-1757 1699-1757 1717-1774 1725-1789 1761-1808 1774-1808 1785-1839 1823-1861 1830-1876 1847-1918 1844-1918 1861-1926

1703-1730 1730-1754 1754-1757 1757-1573 1973-1789 1789-1807 1807-1808 1808-1839 1839-1861 1861-1876 1876-1909 1909-1918 1918-1923

B. Perluasan Wilayah Turki Usmani di Asia Kecil

Setelah Utsman wafat (1326 M), Urkhan naik tahta. Pada tahun pertama dari masa pemerintahannya ia berhasil menaklukkan kota Broessa dan pada tahun berikutnya ia dapat menduduki kota Azmir (Asia Kecil). Menyusul kemudian Thawasyanly (1330). Sedangkan untuk menaklukkan kota Ankara sengaja Urchan menunjuk putranya, Sulaiman, sebagai panglimanya. Maka pada tahun 1354 disiapkannya pasukan Usmani di bawah komando Sulaiaman untuk menyerang Ankara dan pada tahun itu juga Ankara berhasil dikuasai. C. Kerajaan Usmani Pendiri kerajaan ini adalah bangsa turki dari kabilah Oqhuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Disana di bawah pimpinan Erthogrul, meraka mengabdikan diri kepada sultan alaud-Din II, sultan Seljuk yang kebetulan seorang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan merka sultan Alaud-Din mendapat kemenangan atas jasa baik itu. Alaud-Din menghadiahkan seladang tanah di area kecil yang berbatasan dengan Bizantium.

Sejak itu mereka terus menerus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibu kota.2 Arthogrul meninggal dunia pada tahun 1281 M. dalam usia lebih dari Sembilan puluh tahun kemudian atas persetujuan sultan Alauddin putra Arthogrul, Usman naik tahta. Putra Arthogrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290 M dan 1326 M. sebagaimana ayahnya ia banyak berjasa kepada sultan Alauddin II dengan keberhasilannya menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Brosa. Sejak itulah kerajaan Usmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut juga Usman I.3 D. Perluasan Wilayah Turki Usmani 1. Ke Eropa Dengan modal wilayah sempit di Anatolia Tengah ditambah dengan bekas wilayah Saljuk Rum, Turki Usmani mengembangkan sayapnya ke Eropa. Mula-mula mereka menaklukkan Asia kecil dahulu kemudian menyeberang ke daratan Eropa. Bursa, yang masih di daratan Asia yang terletak di tepi lauat Marmara ditundukkan oleh usmani ketika kekuasaannya masih dini, pada tahun 1324 M. kota itu diserang oleh Usman bersama dengan anaknya. Orkhan yang memindahkan ibu kota Usmani ke kota taklukan itu pada tahun 1326. Ketika memerintah Orkhan memperluas wilayahnya. Murad I, sebagai pengganti Orkhan dapat menaklukkan Adrianopel yang diganti namanya dengan Edisne pada tahun 1361 kota itu dijadikan ibu kota Usmani setelah dipindahkan dari Bursa. Murad dapat menyeberangai sungai Danube dan menaklukkan Macedonia antara tahun 1371 sampai 1387. Peparangan dapat dimenangkan oleh Usmani dibawah pimpinan sultan Murad. Tetapi nasib malang menimpa sultan itu ia mati ditangan serdadu Servia (Serbia) yang berpura-pura mati.
Dr. Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008), Hal. 129-130 3 Prof. Dr. Ahmad Salabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Kalamulia, 1988), Hal 3
2

Bayazid I, sebagai gantu Murad I diangkat menjadi Sultan tahun 1389. Ia berhasil menundukkan wilayah Turkeman di Anatolia Barat dan sisa-sisa wilayah Anatolia lainnya. Ia dapat menjadikan Bulgaria di bawah control pemerintahan usmani dan menderak tentara Salib di bawah pimpinan Hongaria. Tetapi Bayazid kalah perang melawan timur Lank diantara tahun 1402. Ia ditawan hingga wafat tahun 1403. Penggantinya Muhammad I dapat menundukkan saudara-saudaranya dan dapat memulihkan kekuasaan Usmani. Ketika Murad II sebagai pengganti Muahammad I, ia dapat menaklukkan Salonika tahun 1430. 2. Penaklukkan Konstantinopel Ibu kota Byzantium itu akhirnya dapat ditaklukkan oleh pasukan Islam di bawah Turki Usmani pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II. Yang bergelar Al-Fatih si Penakluk. Telah berkali-kali pasukan muslim yang sejak masa Amawiyah berusaha menaklukkan Konstantinopel tetapi selalu gagal karena kokohnya benteng-benteng di kota itu. Baru pada tahun 1453 kota itu dapat di taklukkan. E. Kebudayaan Di dalam wilayah Turki Usmani muncul tokoh-tokoh penting dalam bidang kebudayaan. Penyair abad ke 17 yang menonjol adalah nefi (1582-1636). Ia lahir di Erzurum dari keluarga Sunni. Nefi adalah juga seorang satiris, yang mengkritik berbagai tokoh zamannya nepotisme dan korupsi. Penulis yang membawa pengaruh Persia ke dalam istana Usmani adalah Yusuf Nala (1642-1712) yang muncul sebgai juru tulis bagi Musahip Mustafa, salah satu menteri bagi Muhammad IV sangat mendalam sastra arab dan Persia dan ilmu-ilmu agama. Dalam bidang sastra prosa kerajaan usmani melahirkan dua tokoh, Katip Celebi dan Evlia Celebi, mungkin yang terbesar dari semua penulis adalah Mustafa ibnu Abdullah, dikenal dengan Katip Celebi atau Haji Halife (16091657). Abad ke-17 juga melahirkan karya efik islam terbesar seyahatname (buku perjalanan) oleh Eulia Selebi (1614-1682).
7

Bentuk dan tema yang lazim berlaku pada abad ke-17 terus memperluas pengaruhnya dan memasuki literature istana Usmani pada abad ke10. Sementara pengaruh Persia tidak sama sekali hilang, Qazd. Kside dan Mesnevi terus digunakan, tema-tema mereka sekarang lebih berwarna Turki, lebih partikel dan langsung dan kurang berbau mistik. Pendek kata, itulah benar-benar sastra Turki berdasar atas apresiasi estetika Turki, menggambarkan ide-ide Turki, gaya Turki dan adat istiadat Turki. Kebudayaan mereka itu merupakan hasil perpaduan dengan kebudayaan Bizantium seperti dapat kita lihat dalam organisasi kemiliteran dan susunan pemerintahan.4

F.

Kemajuan dan Kemunduran Turki Usmani 1. Kemajuan Turki Usmani Akibat kegigihan dan ketangguhan yang dimiliki oleh para pemimpin dalam mempertahankan Turki Usmani membawa dampak yang baik sehingga kemajuan dalam perkembangan wilayah Turki Usmani dapat di raihnya dengan cepat. Dengan cara atau taktik yang dimainkan oleh beberapa penguasa Turki seperi Sultan Muhammad yang mengadakan perbaikanperbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negerinya yang kemudian diteruskan oleh Murad II (1421-1451M) (Yatim, 2003:133-134). Sehingga Turki Usmani mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad II (1451- 1484 M). Usaha ini di tindak lanjuti oleh raja-raja berikutnya, sehingga dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al-Qonuni. Ia tidak mengarahkan ekspansinya kesalah satu arah timur dan Barat, tetapi seluruh wilayah yang berada disekitar Turki Usmani itu, sehingga Sulaiman berhasil menguasai wilayah Asia kecil. Kemajuan dan perkembangan wilayah kerajaan Usmani yang luas berlangsung dengan cepat dan diikuti oleh kemajuan-kemajuan dalam bidang-bidang kehidupan lain yang penting, diantaranya :

Dr. Safiq A. Mugni, Sejarah kebudayaan Islam di Turki, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997), hal 87

1). Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan 2). Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya 3). Bidang Keagamaan 2. Kemunduran Turki Usmani Pada proses runtuhnya Emperium Turki Usmani merupakan wilayah yang amat luas meliputi semenanjung Balkan, Asia kecil, Arab Timur Tengah, Mesir dan Afrika Utara. Pengaruhnya menjangkau Asia tengah, Laut merah dan Gurun Sahara. Pada abad 17 situasi politik Turki Usmani diwarnai dengan kebajikan desentralisasi yang memberi peluang para musuh kerajaan untuk menyusun kekuatan dan menjadi besar sekaligus menjadi persaingannya baik dibidang politik dan ekonomi. Pada abad ke-19, kerajaan Usmani melakukan konsolidasi kekuasaan atas propinsi-propinsi bawahan, mensentralisasi kekuasaan Negara, memperkuat struktur politik, social ekonomi, serta melakukan reformasi kebudayaan dengan sebuah harapan mensejajarkannya sebagai kekukatan efektif dalam pencaturan dunia. Berakhirnya ekspansi kerajaan Turki Usmani, Lembaga-lembaga pemerintahan sering kali kehilangan kemampuan militer dan administrasinya, dan kerajaan dalam posisi tertekan dengan refresi ekonomi, pemberontakan rakyat dan kekalahan militer.5 Banyak sekali factor yang turut menyokong kemunduran Turki diantaranya adalah sebagaimana tersebut di bawah ini: 1) Luasnya wilayah kekuasaan Usmani tampaknya penguasa Turki hanya menuruti ambisi penakluk, sementara perataan system dan tata pemerintahan terabaikan.
2) Pemberontakan Yenissari

3) Penguasa yang tidak cakap 4) Merosotnya perekonomian Negara akibat sejumlah peperangan, dimana sebagian peperangan tersebut pihak Turki mengalami kekalahan. Terlepasnya wilayah-wilayah kekuasaan Usmani juga menimbulkan kemerosotan pendapatan Negara
5

Ibid, hal 91-92

5) Stagnasi bidang ilmu dan teknologi

6) Tumbuhnya gerakan nasionalisme G. Akhir Riwayat Emporium Turki Usmani Setelah kekalahannya atas Eropa, Usmani mulzi menyadari kelemahannya dan menyadari akan perlunya pembaruan militer. Ketika terjadi perang dunia pertama (1915). Turki Usmani yang bergabung dengan Jerman menderita kekalahan, sampain dengan tahun 1919 pihak sekutu memaksa turki menandatangani perjanjian Sioris. Kolonil Mustafa Kamal pada saat itu justru berpihak pada pemberontakan ini. Menurut Mustafa Kemal kemunduran-kemunduran Turki Usmani disebabkan karena tidak beresnya system kekhalifahan. Oleh karena itu system itu harus dihapuskan kalau turki ingin maju sebagaimana Negara Eropa lainnya.6

K. Ali, Sejarah Islam, (Jakarta: PT RajaGrafindo persada) 2003

10

BAB III PENUTUP Kesimpulan Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah, yang termasuk suku kayi. Ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pemimpin suku Kayi, Sulaiman Syah, mengajar anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol tersebut dari lari ke arah barat. Dengan modal wilayah sempit di Anatolia Tengah ditambah dengan bekas wilayah Saljuk Rum, Turki Usmani mengembangkan sayapnya ke Eropa. Mula-mula mereka menaklukkan Asia kecil dahulu kemudian menyeberang ke daratan Eropa. Ibu kota Byzantium itu akhirnya dapat ditaklukkan oleh pasukan Islam di bawah Turki Usmani pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II. Yang bergelar Al-Fatih si Penakluk. Banyak sekali factor yang turut menyokong kemunduran Turki diantaranya: (1) Luasnya wilayah kekuasaan Usmani tampaknya penguasa Turki hanya menuruti ambisi penakluk, sementara perataan system dan tata pemerintahan terabaikan; (2) Pemberontakan yennisari; (3)Penguasa yang tidak cakap; (4) Merosotnya perekonomian Negara akibat sejumlah peperangan, dimana sebagian peperangan tersebut pihak Turki mengalami kekalahan. Terlepasnya wilayah-wilayah kekuasaan Usmani juga menimbulkan kemerosotan pendapatan Negara; (5) Stakrasi bidang ilmu dan teknologi; (6) Tumbuhnya gerakan nasionalisme.

11

DAFTAR PUSTAKA A. Mughni, Syafiq. 1997. Sejarah Kebudayaan Islam di Turki. Jakarta: Logos Wacana Ilmu Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Syalabi,Ahmad. 1988. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Kalam Mulia K. Ali. 2003. Sejarah Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada Ahmad, Zainal Abidin. 2005. Sejarah islam & Umatnya Sampai Sekarang. Jakarta: Bulan Bintang. Pokja Akademi UIN Sunan Kalijaga. Sejarah Kebudayaan Islam. 2005. Abdul Karim, Muhammad. 2007. Sejarah Pemikiran Peradaban Islam. Jogjakarta. Pustaka Book Publisher. Akbar Al-Usairy, Ahmad.2003. Sejarah Islam. Media Eka Sarana.
http://hitsuke.blogspot.com/2009/05/kerajaan-turki-usmani.html

12

Anda mungkin juga menyukai