Anda di halaman 1dari 4

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 1.1.1

Latar Belakang Latar Belakang Proyek Tanah merupakan salah satu faktor terpenting dalam kehidupan manusia atau

harta kekayaan tidak bergerak yang paling vital dan banyak diminati oleh setiap warga, khususnya di Indonesia yang sebagian besar penduduknya hidup disektor pertanian dan perkebunan. Fungsi tanah sangat penting dan diutamakan sebab mempunyai arti tersendiri baik secara sempit maupun luas, Karena tanah tersebut merupakan modal bagi kehidupan suatu keluarga dan manusiapun merasa aman untuk tinggal (rumah, bangunan tempat usaha), tempat bercocok tanam dan sebagai harta kekayaan. Keluarga yang memiliki tanah yang luas maupun yang sempit baik berupa tanah kering maupun tanah basah harus memiliki tanda bukti kepemilikan tanah itu secara sah, Sebab dengan memiliki tanda kepemilikan tersebut nilai tanah dapat meningkat. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria pasal 19 ayat 1 menyebutkan Untuk menjamin kepastian hukum oleh pemerintah diadakan pensertifikatan tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan yang diatur dengan peraturan pemerintah (Budi Harsono,1999 :541). Peraturan tersebut juga diperkuat oleh Peraturan Pemerintah RI Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pensertifikatan Tanah dan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP No 24 Tahun 1997. Kegiatan pensertifikatan tanah yang dimaksud diatas meliputi : a. Pendaftaran hak-hak atas tanah dan peralihan hak b. Pengukuran, pemetaan dan pembukuan tanah c. Pemberian surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat Masalah pertanahan dari dulu sampai sekarang merupakan masalah yang sering terjadi dan penyelesaiannya kadang berakhir dengan sengketa. Baik yang langsung berhubungan dengan pengadilan maupun sebatas pada keluarga sendiri yang hanya disebabkan oleh masalah atas status hak kepemilikan. Hal tersebut merupakan dampak dari perkembangan pembangunan yang membutuhkan sebagian

Pengukuran Redistribusi Tanah Untuk Penerbitan Sertifikat HGU di Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala

dari tanah warga dan meningkatnya jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas tanah. Untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah, pemerintah mengadakan Kegiatan Redistribusi Tanah ( Pensertifikatan Tanah). Dalam kegiatan ini pemilik tanah dapat ikut serta mendaftarkan tanahnya untuk didata di kantor pertanahan sehingga dapat diketahui batas bidang tanahnya serta luasan tanahnya, kemudian akan dibuatkan sertifikatnya untuk mendapat kepastian hak di mata hukum. Untuk itu, BPN Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pengukuran bidang tanah di Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Sebelum mendapatkan sertifikat tanah, terlebih dahulu dilakukan pengukuran batas-batas bidang tanah yang dimaksud. Pengukuran ini menggunakan instrument Total Station karena instrument tersebut memiliki ketelitian yang cukup baik.

1.1.2

Latar Belakang PKL Perkembangan zaman seperti saat ini menuntut para pemilik tanah untuk

mendapatkan sertifikat tanahnya. Tanah yang tidak bersertifikat bisa saja diserobot oleh pihak lain yang meng-klaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. Bahkan yang kerap menjadi masalah adalah bahwa kedua belah pihak yang meng-klaim memiliki tanah tersebut sama-sama memiliki sertifikat tanah yang kedua-duanya sah menurut hukum. Sebelum mendapatkan sertifikat tanah, terlebih dahulu dilakukan pengukuran batas-batas bidang tanah yang dimaksud, Ini dimaksudkan agar memperoleh luasan tanah tersebut serta untuk mengetahui keadaan sekitar tanah tersebut. Pelaksanaan pengukuran bidang tanah ini merupakan praktek sekaligus pembelajaran secara langsung ke lapangan dengan pengetahuan yang di dapat selama mengikuti perkuliahan di Politeknik Negeri Banjarmasin Diploma III Jurusan Teknik Sipil Program Studi Teknik Geodesi yaitu tentang pengukuran kadastral.

Pengukuran Redistribusi Tanah Untuk Penerbitan Sertifikat HGU di Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala

1.2 1.2.1

Maksud dan Tujuan Maksud Proyek Maksud dari Kegiatan Pengukuran Batas Bidang Tanah ini adalah untuk

memetakan luasan dari suatu area dengan batas-batas yang telah ditentukan di lapangan kedalam peta kesatuan bidang Badan Pertanahan Nasional.

1.2.2

Tujuan Proyek Adapun tujuan dari Kegiatan Pengukuran Bidang-Bidang Tanah yaitu :

1). Mengetahui luasan areal yang dimaksud 2). Penerbitan sertifikat melalui data yang didapat dari hasil pengukuran 3). Tersedianya peta yang disajikan secara digital maupun yang telah dicetak.

1.2.3

Maksud PKL Adapun maksud dari PKL ini adalah sebagai penerapan ilmu pengetahuan

dan tekhnologi yang didapat selama perkuliahan untuk diterapkan dilingkup pekerjaan. Dan juga mempraktekkan ilmu pengukuran kadastral yang telah didapat selama dibangku perkuliahan.

1.2.4

Tujuan PKL Adapun tujuan dari PKL ini yaitu :

1). Dapat

mengetahui

cara

pengukuran

poligon

terbuka

terikat

tak

sempurna/terbuka terikat sepihak 2). Dapat mengetahui pengolahan data dengan menggunakan program NetSurvey yang dimiliki oleh Instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN) 3). Dapat mengetahui luasan area tiap bidang di Desa Gampa Asahi RT. 7 dan RT. 8, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. 4). Mengetahui pendataan tanah yang belum bersertifikat.

Pengukuran Redistribusi Tanah Untuk Penerbitan Sertifikat HGU di Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala

1.3

Batasan Masalah Batasan masalah dalam penulisan laporan ini adalah : 1). Pengukuran batas bidang tanah dengan menggunakan alat Total Station 2). Pengolahan data dengan menggunakan software NetSurvey 3). Luasan area tiap bidang di Desa Gampa Asahi RT. 7 dan RT. 8, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

1.4

Data Umum Lokasi Pekerjaan : Desa Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Nama Pekerjaan : Pengukuran Redistribusi Tanah Untuk

Penerbitan Sertifikat HGU di Desa Gampa Asahi, Kecamatan Barito Rantau Kuala, Badauh, Provinsi

Kabupaten Nama Pemohon

Kalimantan Selatan. : Warga Desa Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Badan Pelaksana Waktu Pelaksanaan : Badan Pertanahan Nasional Provinsi

Kalimantan Selatan : 27 September 2010 18 Oktober 2010

1.5

Ruang Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pengukuran meliputi : 1. Pekerjaan persiapan pengukuran meliputi : Pengadaan alat ukur yang memenuhi kriteria persyaratan Pengadaan alat tulis 2. Pengukuran bidang batas tanah terdiri dari : Pengukuran poligon Perhitungan data dan penggambaran

Pengukuran Redistribusi Tanah Untuk Penerbitan Sertifikat HGU di Desa Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala