Anda di halaman 1dari 3

RESUME PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG IRIGASI TAHUN 2006

Pemerintah Proponsi

- Pemberdayaan Dinas/Instansi terkait di bidang irigasi dan P3A Pengembangan dan

Pemerintah Kota/Kabupate n Bantuan untuk P3A Pemberdayaan P3A Penetapan Struktur dan

Pembahasan : Pemerintah memiliki andil dalam proses pengambilan keputusan dalam penanganan masalah Irigasi di Indonesia,mempunyai tugas dalam pemberdayaan Dinas/instansi terkait di bidang irigasi dan P3A dan juga pengembangan dan pengolahan irigasi. Dibawah pemerintah propinsi mencakup pemerintah Kota/Kabupaten yang bertugas dalam pemberdayaan langsung perkumpulan petani pengguna air (P3A) dan juga penetapan struktur program. Dua badan tersebut yakni,pemerintah Propinsi dan Kota/kabupaten menaungi bantuan untuk P3A sebagai informasi langsung untuk petani. Hak Guna Air untuk Irigasi Hak guna pakai untuk Irigasi : Langsung diberikan kepada petani melalui P3A lewat jalur-jalur khusus di pintu pengambilan bangunan utama. Ada 2 macam pemakaian : Tanpa Izin : Langsung menganut pada sistem yang sudah ada Dengan Izin : Melalui P3A dengan pembuatan saluran-saluran irigasi

Hak Guna Usaha Air untuk Irigasi : Hak untuk memperoleh dan memakai air atau mengusahakan air dari sumber air untuk kepentingan pertanian.

Pembangunan Jaringan Irigasi Dalam proses Irigasi lahan pertanian terdapat jaringan-jaringan aliran air guna mencukupi kebutuhan luran lahan ,yaitu : Saluran Primer dan Sekunder : Tanggung jawab pemerintah pusat - Kedua saluran ini dapat dikelola oleh P3A atas izin pemerintah dan pembangunannya dapat dibantu juga oleh pemerintah.
-

Tersier : Dapat juga dikelola oleh P3A atas persetujuan dan izin dari pemerintah kota/kabupaten - Saluran-saluran ini juga dimanfaatkan oleh banyak badan usaha ,badan social/perseorangan .dan untuk pengelolaanya dan perijinannya lewat pemerintah pusat.

Semua peraturan ini ditetapkan dalam peraturan menteri.

Peningkatan jaringan Irigasi Peningkatan fungsi dan kondisi jaringan irigasi yang sudah ada atau kegiatan menambah luas areal pelayanan pada jaringan irigsi yang sudh ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungan daerah irigasi. Untuk pembangunan berbagai infrastruktur dan sarana dalam pembangunan saluran irigasi pemerintah juga melihat aspek dari kesiapan petani (P3A) dalam mengelola saluran tersebut agar efektif dan efisien. Ketentuan pelaksanaan ini daitur oleh peraturan menteri yang menaungi dan membidangi pertanian setelah berkoordinasi dengan menteri-menteri lain.

Pengelolaan Jaringan dan Aset Irigasi Jaringan Irigasi - Mencakup operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi,pengamanan jaringan irigasi adalah upaya untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh hewan ,manusia,atau dari daya alam ,guna mempertahankan fungsi jaringan irigasi. - Untuk pengaman jaringan irigasi ,perlu adanya penetapan garis sepadan yang ditetapkan oleh pemerintah. - Untuk pemerintah kota ,menetapkan larangan membuat galian pada jarak tertentu di luar sempadan - Petani dilarang mengubah /membongkar bangunan irigasi serta mendirikan bangunan lain,kecuali atas izin. Semua penetapan peraturan ini diatur oleh Keputusan dan peraturan Menteri

Aset Irigasi - Meliputi inventarisasi ,perencanaan pengelolaan ,pelaksanaan pengelolaan,evaluasi pelaksanaan pengelolaan,pemutakhiran hasil inventarisasi asset irigasi

Rehabilitasi Jaringan Irigasi -

Merupakan kegiatan perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula Dilakukan berdasarkan urutan prioritas kebutuhan perbaikan irigasi (Ayat 1) Pemerintah Propinsi,kabupaten,maupun kota ,melaksanakan pengawasan atas jaringan yang sudah dibangun