Anda di halaman 1dari 16

TUGAS TUTORIAL BLOK MUSKULOSKELETAL SKENARIO II RUPTUR TENDO ACHILLES

Oleh : KELOMPOK A-16

Ketua Sekretaris

: (1102010142) Karlina Lestari : (1102010121) Herdanti Dwi Putri (1102010042) Aulia Thufael al farisy (1102010090) Etika Septira (1102010053) Brian Bagus Bijaksana (1102010075) Dianta Afina Shabrina (1102010082) Dini (1102010100) Fennie Budhiarti (1102010105) Fitria Nurulfath

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI 2011/2012

SKENARIO 2
RUPTUR TENDO ACHILLES Seorang pasien laki-laki berumur 30 tahun datang ke UGD Rumah sakit dengan keluhan nyeri hebat pada daerah belakang pergelangan kaki kirinya. Sekitar 3 jam yang lalu pasien bermain bola, saat berebutan bola, tiba2 kaki kirinya berbunyi krek, pasien langsung terjatuh dan merasakan sakit yang sangat sehingga meraung kesakitan. Pasien tidak mampu berdiri kembali sehingga harus dibopong keluar lapangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, nyeri bila ditekan,. Pada test Simmonds tidak didapatkan plantar fleksi kaki. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan ruptur tendo achilles kiri. Pasien disaarak\nkan menjalani operasi penyambungan kembali tendo yang putus.

Ruptur Tendon Achilles

Page 2

Sasaran Belajar 1. Memahami dan menjelaskan makro dan mikro tendon achilles 1.1 Menjelaskan letak dan fungsi anatomis tendo achilles 1.2 Menjelaskan sifat secara histologis 1.3 Menjelaskan kinesiologi tendon achilles 2. Memahami dan menjelaskan ruptur tendon achilles 2.1 Menjelaskan etiologi ruptur tendon achilles 2.2 Menjelaskan gejala klinis ruptur tendon achilles 3. Memahami dan menjelaskan Pemeriksaan ruptur tendon achilles 3.1 Menjelaskan pemeriksaan klinis ruptur tendon achilles 3.2 Menjelaskan pemeriksaan radiologi ruptur tendon achilles 4. Memahami dan menjelaskan Penatalaksanaan ruptur tendon achilles 4.1 Menjelaskan Pembedahan ruptur tendon achilles 4.2 Menjelaskan Pencegahan ruptur tendon achilles

Ruptur Tendon Achilles

Page 3

Memahami dan Menjelaskan Makro dan Mikro Tendon Achilles 1.1 Menjelaskan letak dan fungsi anatomis tendo achilles Tendon Achilles Tendon achilles atau tendon calcaneus adalah tendon pada bagian belakang tungkai bawah dan fungsinya untuk meletakkan otot gastronemius dan otot soleus kesalah satu tulang penyusunan pegelangan kaki,calcaneus. Tendon achilles berasal gabungan dari tiga otot yaitu Gastronemius,soleus,dan otot plantaris kaki,Pada manusia letaknya tepat dibagian pegelangan kaki.Tendon achilles adalah tendon tendon yang tertebal dan terkuat pada tubuh manusia yang panjangnya 15 cm yang dimulai dari pertengahan tungkai bawah.Kemudian stukturnya mengumpul dan melekat pada bagian tengah belakang tulang calcaneus.

Fig.1 gambaran anatomis tendon achilles

Ruptur Tendon Achilles

Page 4

Fungsi tendon 1. Membawa kekuatan tarik tendon dari otot ke tulang 2. membawa pasukan kompresi ketika membungkus tulang seperti katrol 3. Menekuk dan meregangkan (flex) semua sendi dan otot untuk menahan tulang. Tanpa tendon, otot-otot hanya akan menjadi sekumpulan besar di satu bidang dan tidak akan bisa bergerak. 4. Tendon yang menghubungkan otot dengan tulang. 5. Hal ini juga memungkinkan tendon untuk menyimpan dan memulihkan energi pada efisiensi yang tinggi. Sebagai contoh, selama langkah manusia, Achilles tendon peregangan sebagai dorsiflexes sendi pergelangan kaki. Pada bagian terakhir langkahnya, sebagai kaki plantar-flexes (jari-jari kaki menunjuk ke bawah), yang disimpan energi elastis dilepaskan. Lebih jauh, karena meregangkan tendon, otot dapat berfungsi dengan kurang atau bahkan tidak ada perubahan panjang, yang memungkinkan otot untuk menghasilkan kekuatan yang lebih besar. 6. Ketika otot gastrocnemius (di betis) kontraksi (lebih pendek), tendon yang melekat dari otot ke tulang tumit (kalkaneus) bergerak. 7. Sebagai memperpendek otot, tendon bergerak ketitik ke bawah kaki. Ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang untuk berdiri di ataskaki seseorang, berlari, melompat, berjalan normal, dan untuk naik dan turun tangga.

Menjelaskan Sifat Mikroskopis Tendon Achilles Secara Histologis Tendon adalah pita jaringan fibrosa yang fleksibel terletak di bagian belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon adalah struktur dalam tubuh yang menghubungkan otot ke tulang. Otot rangka dalam tubuh bertanggung jawab untuk menggerakkan tulang, sehingga memungkinkan untuk berjalan, melompat, angkat, dan bergerak dalam banyak cara. Ketika otot kontraksi, hal itu menarik pada tulang menyebabkan gerakan ini. Struktur yang memancarkan kekuatan kontraksi otot ke tulang disebut tendon. Tendon bertindak sebagai transduser dari gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot terhadap tulang. Kolagen merupakan 70% dari berat kering tendo. Sekitar 95% dari kolagen tendo adalah kolagen tipe-I, dengan jumlah elastin yang sangat kecil. Elastin dapat menjalani tekanan sebesar 200% sebelum rusak. Jika elastin ada pada tendon dalam proporsi yang besar, maka akan ada penurunan dalam besarnya gaya yang ditransmisikan ke tulang. Fibril kolagen terikat ke fesikula, mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfatik serta saraf.fasikula-fasikula tergabung bersama, dikelilingi oleh epitenon, dan membentuk struktur kasar dari tendon, yang kemudian tertutup oleh paratenon, terpisah dari epitenon oleh lapisan tipis cairan untuk memungkinkan pergerakan tendon dengan mengurangi gesekan.

Ruptur Tendon Achilles

Page 5

Fig.2 Struktur mikroskopis tendon Meskipun tendon Achilles normal hampir seluruhnya terdiri dari kolagen tipe-I, tendon Achilles yang putus juga berisi proporsi besar dari kolagen tipe-III. Fibroblast dari tendon Achilles yang putus menghasilkan baik kolagen tipe-I dan tipe-III pada kultur. Kolagen tipeIII kurang tahan terhadap kekuatan tarikan dank arena itu dapat mempengaruhi putusnya tendon secara spontan. Tendon Achilles normal menunjukkan pengaturan selular yang terorganisir dengan baik, sangat berbeda dengan tendon yang putus. Tenosit, yang merupakan fibroblast khusus, muncul pada potongan longitudinal. Pengaturan yang baik ini disebabkan oleh sekresi kolagen secara sentrifugal yang seragam disekitar kolom tenosit, yang menghasilkan baik komponen fibriler dan nonfibriler dari matriks eksraseluler dan juga dapat menyerap kembali serat-serat kolagen.

Fig.4 Gambaran mikroskopis tendon achilles normal

Fig.5 Gambaran mikroskopis ruptur tendon achilles

Ruptur Tendon Achilles

Page 6

Menjelaskan kinesiologi tendon achilles

fig. 6 gerakan jinjit akibat kerja tendon achilles Normal: Ketika otot gastrocnemius (di betis) berkontraksi (memendek), tendon yang melekat dari otot ke tulang tumit (kalkaneus) bergerak. Saat memendek, tendon bergerak ke bawah kaki. Ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang berdiri di atas jari kakinya sendiri, berlari, melompat, berjalan normal, dan untuk naik turun tangga (tindakan jinjit). Pergerakan Ketika tubuh berada dalam posisi tegak, kaki di sudut yang tepat ke arah tungkai. Gerakan sendi berasal dari Dorsofleksi dan ekstensi; dorsofleksi meliputi aproksimasi dorsum kaki ke tungkai depan, sementara ekstensi tumit ditarik ke atas dan jari-jari kaki menunjuk ke bawah. Kisaran gerakan bervariasi pada individu yang berbeda, sekitar 50-90. Pergerakan Sumbu transversal terjadi sedikit miring. Malleoli erat merangkul talus di semua posisi sendi, sehingga setiap sedikit pergerakan derajat dari sisi-ke-sisi yang mungkin ada, terjadi hanya karena peregangan ligamen dari syndesmosis talofibular, dan fibula yang sedikit bengkok. Permukaan artikular superior talus lebih luas di depan daripada di belakang. Dalam dorsofleksi, ruang yang lebih besar dibutuhkan antara dua malleoli. Hal tsb didapat dengan gerakan berputar sedikit keluar dari ujung bawah fibula dan peregangan ligamen syndesmosis, gerakan lateral ini dimudahkan dengan sedikit meluncur di tibiofibular artikulasi, dan mungkin juga oleh fibula yang menekuk. Dari ligamen, deltoideus memiliki kekuatan sangat besar, terbiasa tahan tekanan seperti proses fraktur. Bagian tengah, bersamasama dengan ligamen calcaneofibular, mengikat kuat tulang-tulang tungkai ke kaki, dan menolak pemindahan di segala arah. Serabut anterior dan posterior membatasi ekstensi dan fleksi kaki masing-masing, dan serat anterior juga membatasi abduksi. Posterior ligamentum talofibular membantu dalam melawan perpindahan calcaneofibular dari kaki belakang, dan memperdalam rongga untuk penerimaan talus. Talofibular anterior adalah pelindung terhadap perpindahan kaki ke depan, dan batas perpanjangan sendi. Gerakan inversi dan eversi kaki, terutama berpengaruh pada sendi tarsal; sendi yang memiliki jumlah gerak terbesar antara talus dan kalkaneus belakang dan navicular dan berbentuk kubus di depan. Hal ini sering disebut sendi transversal tarsal, dan dapat mengganti sendi pergelangan kaki dalam ukuran besar ketika akhirnya menjadi ankylosed, dengan tarsus sendi subordinat. Perpanjangan (ekstensi) kaki pada tibia dan fibula dihasilkan oleh Gastrocnemius, soleus, Plantaris, M. Tibialis posterior, longus Peroni dan brevis, M. Fleksor digitorum longus, dan M. Fleksor halusis longus; dorsofleksi, oleh M. Tibialis anterior, Tertius Peronus, ekstensor digitorum longus, dan ekstensor halusis proprius.

Ruptur Tendon Achilles

Page 7

Fig. 7 gambaran anatomis tendon achilles

Ruptur Tendon Achilles

Page 8

Memahami dan menjelaskan ruptur tendon achilles Menjelaskan etiologi ruptur tendon achilles Dorsofleksi yang tiba-tiba secara pasif pada keadaan kontraksi maksimal otot betis. Dan etiologi yang lain adalah pecah lengkap tendon Achilles, 3-5 cm dari proksimal ke penyisipan distal. Dalam kebanyakan kasus tendon tidak sehat sebelum robek, tapi menderita dari perubahan tendonitis. Tendonitis adalah penebalan tendon dan rasa sakit saat disentuh akibat penggunaan berlebihan dan akan sangat terasa ketika dipakai berjalan.Penyebab paling umum dari Tendinitis adalah gerakan berulang yang berlebihan dari kegiatan atletik, atau pekerjaan. . Faktor risiko yang berhubungan dengan ruptur tendon Achilles meliputi: Atlet rekreasi (prajurit akhir pekan) Relatif pada usia tua (30-50 thn) Riwayat ruptur tendon achilles sebelumnya Pengguanaan kortikosteroid dan fluorokuinolon dapat meningkatkan kejadian ruptur.Flourokuinolon menurunkan transkripsi decorin, penurunan decorin menyebabkan perubahan pada arsitektur tendon, sifat biomekanik dan menghasilkan peningkatan kerapuhan. Perubahan mendadak dalam pelatihan, intensitas, atau tingkat aktivitas Partisipasi dalam aktivitas baru yang berat

fig. 8 Ruptur tendon achilles Klasifikasi Robekan pada ligamen lateral Robekan ligamen total Trauma adduksi yang hebat dapat menyebabkan robekan total pada ligamen lateral. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinik serta foto stres pada pergelangan kaki. Pengobatan dengan restorasi ligamen secara konservatif atau operatif.
Ruptur Tendon Achilles Page 9

Robekan ligamen parsial (strain) Diagnosis dtrain ligamen lateral sama dengan yang total tetapi dengan pemeriksaan foto stres tidak ditemukan adanya robekan. Pengobatan dengan pemasangan verban elastis atau pemasangan gips dibawah lutut. Robekan pada ligamen medial (ligamen deltoid) Robekan terjadi karena adanya trauma abduksi. Robekan dapat bersama-sama dengan lepasnya fragmen kecil pada robekan ligamen lateral. Pengobatan seperti robekan ligamen lateral Gejala Klinis Biasanya, snap tiba-tiba atau pop dirasakan di bagian belakang pergelangan kaki. Pasien mungkin menggambarkan sensasi ditendang di bagian belakang kaki. Nyeri bisa berat. Nyeri lokal, bengkak dengan gamblang sepanjang tendon Achilles dekat lokasi penyisipan, dan kekuatan plantarflexion lemah aktif semua bisa menegakkan diagnosis. Rasa sakit mendadak dan berat dapat dirasakan di bagian belakang pergelangan kaki atau betis Terlihat bengkak dan kaku serta tampak memar dan kelemahan di dekat tumit Sebuah kesenjangan atau depresi dapat dilihat di tendon sekitar 2 cm di atas tulang tumit Tumit tidak dapat digerakan turun atau naik atau push off kaki terluka ketika berjalan Pasien merasa seolah-olah ia telah dipukul tepat pada tumitnya dan tidak bisa berjinjit. Apabila ada robekan,suatu celah dapat dilihat dan terasa 5 cm diatas insersio tendon. Plantar flexi kaki akan lemah dan tidak disertai dengan tendon

Ruptur Tendon Achilles

Page 10

Menjelaskan pemeriksaan klinis ruptur tendon achilles Test Thompson (Test Simmond) Tes ini dilakukan untuk mengetahui kelainan tendon yang terjadi di tulang calcaneus. Cara melakukan tes ini, penderita tidur dengan posisi tengkurap, dengan kedua kaki dipinggir tempat tidur, lalu dilakukan kompresi pada otot betis. Pada otot yang normal, setelah dilakukan kompresi maka akan terjadi flexi plantar, sebaliknya jika setelah dilakukan flexi plantar dan tidak terjadi flexi plantar, maka telah terjadi ruptur tendon achilles.

Test fleksi Lutut Pasien diminta untuk aktif melenturkan lutut sampai 90 derajat sambil berbaring rawan di meja periksa. Selama gerakan ini, jika kaki pada sisi yang terkena jatuh ke netral atau dorsofleksi, diagnosis ruptur tendon achilles dapat ditegakkan. Test jarum Sebuah jarum suntik dimasukkan melalui kulit pada betis, dari medial ke garis tengah, dan 10 cm proksimal terhadap masuknya tendon. Jarum dimasukkan dampai ujungnya ada di dalam substansi tendon. Pergelangan kaki kemudian bergantian melakukan plantar fleksi dan dorso fleksi. Jika, pada dorsofleksi, titik jarum distal, bagian dari tendon distal jarum dianggap utuh. Jika titik jarum proksimal, diduga hilangnya kontinuitas antara jarum dan tempat penyisipan dari tendon. Tes sphygmomanometer Untuk tes ini, manset Sphygmomanometer melilit betis di bagian tengah sementara pasien berbaring rawan. Manset mengembang hingga 100 milimeter merkuri (13,33 kilopascal) dengan kaki di fleksi plantar. Kaki kemudian dorsofleksi. Jika tekanan naik sampai sekitar 140 milimeter merkuri (18,66 kilopascal), unit musculotendinous dianggap menjadi utuh. Namun, jika tekanan tetap sekitar 100 milimeter merkuri (13,33 kilopascal), maka diagnosis ruptur tendon Achilles dapat ditegakkan.

Menjelaskan pemeriksaan radiologi ruptur tendon achilles Plain Radiografi Dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara tidak langsung robekan tendon Achilles. Radiografi menggunakan sinar-X untuk menganalisis titik cedera. Hal ini tidak efektif untuk mengidentifikasi cedera pada jaringan lunak. Sinar-X dibuat ketika elektron energi tinggi menghantam sumber logam. Gambar sinar-X diperoleh dengan memanfaatkan karakteristik redaman yang berbeda dari padat (misalnya kalsium dalam tulang) dan kurang padat (otot misalnya) jaringan ketika sinar melewati jaringan dan ditangkap di film. Sinar-X umumnya dipakai untuk mengoptimalkan visualisasi benda padat seperti tulang, sementara jaringan lunak masih relatif tidak dibedakan di latar belakang nya. Radiografi memiliki peran kecil dalam penilaian cedera tendon Achilles dan lebih berguna untuk mengesampingkan cedera lain seperti patah tulang kalkanealis. Temuan radiografi pada ruptur tendon Achilles meliputi:
Ruptur Tendon Achilles Page 11

Penggelapan tendon Perdarahan, edema dan hilangnya tendon mengakibatkan penggelapan margin anterior tendon Achilles pada tampak lateral. Gangguan posterior pada Kager pad lemak Darah dan edema mengganggu Kager pad lemak. Pad lemak dipersempit oleh edema. Lekukan kulit pada bagian robekan lesung pipit kecil dapat dilihat pada bagian robekan. Biasanya tertutup oleh pembengkakan dan perdarahan. Gumpalan jaringan lunak di ujung tendon ujung ruptur tendon menarik kembali dan bergelung, mengakibatkan bengkak pada ujung tendon. Mengidentifikasi ujung yang terputus Ujung proksimal biasanya dikaburkan oleh pembengkakan dan perdarahan, tetapi ujung distal dapat dipisahkan dari lemak sekitarnya dalam 50% kasus

Fig. 9 foto radiologi ruptur, gambaran yang lebih putih menunjukkan ruptur

Ultrasonografi Dapat digunakan untuk menentukan ketebalan tendon, karakter, dan adanya robekan. Bekerja dengan mengirimkan frekuensi yang sangat tinggi dari suara melalui tubuh pasien. Beberapa suara dipantulkan kembali dari ruang antara cairan interstisial dan jaringan lunak atau tulang. Gambar-gambar yang tercermin ini dapat dianalisis dan dihitung ke dalam suatu gambar. Gambar-gambar ditangkap secara nyata dan dapat membantu dalam mendeteksi pergerakan tendon dan memvisualisasikan kemungkinan cedera atau robek. Perangkat ini membuat pemeriksaan menjadi sangat mudah untuk menemukan kerusakan struktural jaringan lunak, dan metode yang konsisten untuk mendeteksi jenis cedera. Alat modalitas gambar ini tidak mahal, tidak melibatkan radiasi pengion dan di tangan ultrasonographer ahli, bisa diandalkan.

Ruptur Tendon Achilles

Page 12

Fig. 10 gambaran USG dari ruptur tendon achilles

MRI (Magnetic Resonance Imaging) Dapat digunakan untuk membedakan ruptur tidak lengkap dari degenerasi tendon Achilles, dan MRI juga dapat membedakan antara paratenonitis, tendinosis, dan bursitis. Teknik ini menggunakan medan magnet yang kuat untuk menyelaraskan jutaan proton berjalan melalui tubuh. Proton ini kemudian dibombardir dengan gelombang radio yang merubuhkan beberapa dari proton tsb keluar dari garis (alignment). Ketika proton kembali mereka (proton) memancarkan gelombang radio mereka sendiri yang unik yang dapat dianalisis oleh komputer dalam 3D untuk membuat gambar tajam penampang silang dari area penting. MRI dapat memberikan kontras yang tak tertandingi dalam jaringan lunak untuk foto berkualitas sangat tinggi sehingga mudah untuk teknisi menemukan robekan dan cedera lainnya.

Fig.11 tendon Achilles robek parsial.Sobek longitudinal interstisial (panah putih) dan bukti degenerasi hipoksia yang mendasari dengan tendon tebal juga bisa dilihat.

Ruptur Tendon Achilles

Page 13

Menjelaskan Pembedahan ruptur tendon achilles Ada 2 macam operasi untuk penyembuhan Ruptur Tendo Achilles: Operasi Terbuka Selama operasi terbuka sebuah sayatan dibuat di bagian belakang kaki dan tendo achilles di jahit bersama-sama. Pada ruptur lengkap atau serius tendon plantaris atau sisa otot yang lain ditanam dan dibungkus di sekitar tendon achilles, untuk meningkatkan kekuatan perbaikan tendon. Jika kualitas jaringan buruk, misalnya cedera yang diabaikan, ahli bedah mungkin menggunakan jaring penguat (kolagen, artelon, atau material terdegradasi lainnya). Operasi Perkutan Pada operasi perkutan, ahli bedah membuat beberapa sayatan kecil dibanding satu sayatan besar, dan menjahit kembali tendon bersama melalui sayatan. Operasi bisa di tunda sekitar satu minggu setelah terjadi ruptur untuk mendinginkan atau menurunkan pembengkakan. Untuk pasien yang menetap dan yang mengalami vasculopati atau risiko penyembuhanburuk, operasi perkutan bisa menjadi pengobatan yang lebih baik dibandingkan operasi terbuka. Efek samping : dapat terjadi kerusakan syaraf. Setelah kedua jenis operasi, kemungkinan akan mengenakan gips, boot berjalan, atau perangkat serupa untuk 6-12 minggu. Pada awalnya, boot diposisikan untuk menjaga kaki menunjuk ke bawah untuk menyembuhkan tendon. Boot kemudian disesuaikan secara bertahap untuk meletakkan kaki dalam posisi netral (tidak mengarah ke atas atau bawah). Waktu pemulihan total Anda mungkin akan selama 6 bulan. Lebih dari 80 dari100 orang yang menjalani operasi untuk ruptur tendon Achilles dapat kembali ke semua aktivitas yang mereka lakukan sebelum cedera, termasuk kembali berolahraga. Meskipun operasi perkutan secara tradisional dipandang memiliki tingkat rerupture tinggi dibandingkan operasi terbuka, studi menunjukkan bahwa tingkat rerupture keduanya sebenarnya sama besar. Sekitar 5 dari 100 orang yang melakukan operasi untuk ruptur tendon achilles akan rerupture setelah operasi Operasi Terbuka lebih besar kemungkinannya daripada operasi perkutan untuk menghasilkan komplikasi masalah penyembuhan luka. Tapi kerusakan saraf lebih mungkin dapat terjadi pada operasi perkutan. Teknik-teknik baru untuk operasi perkutan dapat membuat kemungkinan kerusakan saraf kurang lebih sedikit dibandingkan ketika teknik yang lebih tua digunakan. sulit untuk membandingkan hasil operasi, karena usia dan aktivitas mereka yang berbeda. Keberhasilan operasi bergantung pada pengalaman dokter bedah, jenis prosedur bedah yang digunakan, tingkat kerusakan tendon, seberapa cepat setelah pecahoperasi dilakukan, dan seberapa cepat program rehabilitasi dimulai setelah operasi dan seberapa baik pasien mengikutinya. Risiko operasi tendon Achilles: Infeksi kulit di tempat sayatan Komplikasi normal pembedahan atau anestesi, seperti pendarahan dan efek samping obat-obatan Kerusakan saraf.

Ruptur Tendon Achilles

Page 14

Resiko kembalinya ruptur Achilles. Walaupun risiko ini lebih kecil dibanding pengobatan nonsurgical Kemungkinan tendon yang sembuh setelah operasi tidak akan sekuat seperti sebelum cedera. Penurunan ruang gerak.

Terapi obat NSAIDs Ibuprofen DOC bagi pasien menghilangkan nyeri ringan sampai sedang, menghambatt reaksi inflamasi dan menurunkan nyeri dengan menghambat sintesis prostaglandin Analgesik Asetaminofen DOC pada pasien HPS terhadap aspirin atau NSAIDs, org dengan gangguan GI tract bagian atas dan bagi pengkonsumsi antikoagulan. Kontrol nyeri,memiliki efek sedatif

Menjelaskan Pencegahan Ruptur Tendon Achilles

Ruptur Tendon Achilles

Page 15

DAFTAR PUSTAKA
Fakultas Kedokteran Indonesia. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2001. Sobotta jilid 2 edisi 22. jakarta
http://indonesian.orthopaedicclinic.com.sg/?p=854 http://www.infofisioterapi.com/perubahan-patologi-pada-ruptur-tendon-achilles.html] http://www.emedicinehealth.com/tendinitis/article_em.htm

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20650/1/mkn-sep2006%20sup%20%282%29.pdf http://www.scribd.com/doc/52164480/RUPTURE-TENDON-ACHILES http://www.ilmukeperawatanku.com/ruptur-tendon-achilles.html http://www.radpod.org/2007/09/15/achilles-tendon-rupture-with-intact-plantaris/

Ruptur Tendon Achilles

Page 16