Anda di halaman 1dari 21

Laporan Rangkuman Diagnosa LAN

Nama Kelas No Urut

: Cahya Maulana Yusuf : XI TKJ-B : 04

Nama : Cahya Maulana Yusuf Kelas : XI TKJ-B

Diagnosa LAN Laporan Wireshark Tentang https

Pemateri: Bpk Rudi Ibu Chanrda

No urut : 04 1. Pendahuluan Handshaking Adalah proses yang mengatur dan mengendalikan aliran data antar 2 peranti. Hanshaking diperlukan untuk mengakomodasi ketepatan waktu pengiriman data antara komputer dan terminal, atau periferal. Handshaking ialah proses tukar menukar informasi yang didalamnya terdapat, -Awalan. -Pertukaran data. -Akhiran (closing).

Awalan adalah bagian dimana kita memulai permintaan kepada server tentang apa yang kita inginkan atau yang kita minta kepada server. Setelah permintaan diterima dan sudah terjadi komunikasi maka pertukaran data dapat terjadi. Dan akhirnya adalah akhiran yang dilakukan oleh kedua pihak dan tidak saling berhubungan.

2. No Seq Local Arrow

Analisa proses handshaking. Remote Protocol Information 4419 > http [SYN] Seq=0 Win=65535 Len=0 MSS=1460 WS=1 SACK_PERM=1 Client Hello Server Hello [TCP segment of a reassembled PDU] 4420 > https [ACK] Seq=188 Ack=4327 Win=65536 Len=0 Certificate, Server Hello Done Client Key Exchange, Change Cipher Spec, Encrypted Handshake Message [TCP segment of a reassembled PDU] 4421 > https [ACK] Seq=188 Ack=4327 Win=65536 Len=0 Certificate, Server Hello Done 4423 > https [ACK] Seq=188 Ack=2885 Win=65536 Len=0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

34 43 59 89 90 91 92 93 94 95 144

192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100 192.168.1.100

209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114 209.191.92.114

TCP TLSv1 TLSv1 TCP TCP TLSv1 TLSv1 TCP TCP TLSv1 TCP

Keterangan : Awalan Pertukaran data Akhiran

Di sini adalah gambar saat komunikasi pertama yang dilakukan antara PC sendiri yaitu IP 192.168.1.100 kepada IP 209.191.92.114 yaitu IP Website yahoo mail. Disini adalah antara client dan server. Percakapan pertama ditandai dengan adanya

permintaan dari client yang disebut client hello dan jawaban dari server yang disebut server hello.

Dalam percakapan dengan website berformat HTTPS semu percakapan dilakukan secara langsung. Dalam metodenya, percakapan dalam komunikasi data dibagi menjadi 2 cara yaitu: Terjadinya percakapan yang dilakukan oleh server dan client (Handshaking terjadi langsung). Server langsung memberi verifikasi kepada client. Dalam hal ini server tidak melakukan percakapan. Melainkan langsung memberikan data yang dibutuhkan oleh client (Handshaking dipersingkat). Dalam HTTPS pengulangan data terjadi karena tidak hanya kehilangna data saja, tetapi bisa karena server tidak melakukan percakapan jadi server akan terus memastikan bahwa server menunjukan data kepada client yang meminta tersebut. Jadi dalam praktek ini tidak didapatkan enkapsulasi dan dekapsulasi karena data langsung dikirim dan dimasukan menjadi satu sequen.

Percakapan terakhir ditutup oleh pengiriman data terakhir yagn diberikan oleh Server.

Diagram perjalanan permintaan data dari client dan server pada website berformat HTTPS.

1. Terjadi hubungan antara client dan server. 2. Server langsung memberikan data dan kode yang dibutuhkan oleh client. 3. Lalu client memberikan sertifikasi tersebut bahwa memang client itu yang meminta dan kode client ada bersama data tersebut.. 4. Lalu setelah semua data diterima maka kode dari server dan client dienkripsi atai disatukan menjadi kode baru. 5. Akhirnya komunikasi tersebut selesai.

Protokol yang bekerja pada HTTPS.


Penjelasan tentang Protokol TLSv1 Protocol SSL dan TLS berjalan pada layer dibawah application protocol seperti HTTP, SMTP and NNTP dan di atas layer TCP transport protocol, yang juga merupakan bagian dari TCP/IP protocol. Selama SSL dan TLS dapat menambahkan keamanan ke protocol apa saja yang menggunakan TCP, keduanya terdapat paling sering pada metode akses HTTPS. HTTPS menyediakan keamanan web-pages untuk aplikasi seperti pada Electronic commerce. Protocol SSL dan TLS menggunakan cryptography public-key dan sertifikat publik key untuk memastikan identitas dari pihak yang dimaksud. Sejalan dengan peningkatan jumlah client dan server yang dapat mendukung TLS atau SSL alami, dan beberapa masih belum mendukung. Dalam hal ini, pengguna dari server atau client dapat menggunakan produk standalone-SSL seperti halnya Stunnel untuk menyediakan enkripsi SSL.

Sejarah dan pengembangan: Dikembangkan oleh Netscape, SSL versi 3.0 dirilis pada tahun 1996, yang pada akhirnya menjadi dasar pengembangan Transport Layer Security, sebagai protocol standart IETF. Definisi awal dari TLS muncul pada RFC,2246 : The TLS Protocol Version 1.0. Visa, MaterCard, American Express dan banyak lagi institusi finansial terkemuka yang memanfaatkan TLS untuk dukungan commerce melalui internet. Seprti halnya SSL, protocol TLS beroperasi dalam tata-cara modular. TLS didesain untuk berkembang, dengan mendukung kemampuan meningkat dan kembali ke kondisi semula dan negosiasi antar ujung.

Penjelasan tentang protokol TCP Protokol TCP / IP Salah satu isu terpenting di Internet adalah penerapan Standar Komputasi Terbuka (Open Computing Standard). Karena Internetworking dan Internet mengintegrasikan semua sistem, jenis dan tipe komputer yang ada di dunia, maka harus ada standar yang menjamin komputer dapat saling berbicara satu sama lain dalam bahasa yang sama.

3. Kesimpulan

Jadi dalam komunikasi antara client dan server pada jaringan hasilnya tidak mungkin langsung diberikan tanpa ada persetujuan permintaan dan ada juga sebagian proses yang tidak ditampilkan karena server tidak memberikan konfirmasi kepada client (server langsung memverifikasi). Dan dalam tugas ini membuktikan bahwa konumikasi data pada jaringan komputer adalah half duplex karena percakapan atau komunikasi dilakukan secara bergantian bukan dilakukan secara bersamaan.

Nama

: Cahya Maulana Yusuf

IP Config

Pemberi Materi: Pak Rudi Haryadi Ibu Chandra Dewi Lestari

Kelas

: XI TKJ B

I. Tujuan Agar siswa mampu dalam menghubungkan 2 PC dan mengerti cara menghubungkan 2 PC. II. Alat dan Bahan - 2 buah PC - Kabel cross - Kabel straight III. Langkah Kerja - Kabel Cross 1. Sambungkan pc yang ke 1 dan pc yang ke 2 menggunakan kabel cross Atur ip dan Subnet (subnet gunakan default untuk Peer to Peer)masing masing PC agar tidak conflict.

2. Lakukan pengecekan koneksi dengan menggunakan PING pada cmd di masing masing komputer

3. Mencoba file Sharing

Menggunakan OS Ubuntu

Mangkonfigurasi IP. Buka network connection lalu masuk ke wired jika memakai pengkabelan. Lalu edit atau buat connection baru menggunakan add. Masu ke seting IPv4. Pilih IP yang sesuai dengan komputer sebelumnya. Atau satu jaringan dengan komputer satunya. Pilih apply. Dan lakukan ping ke IP pc yang sejaringan dengan IP yang telah dikonfigurasi.

Ping saat sambungan berhasil. Jadi komputer kita terhubung dengan baik.

Ini adalah hasil gambar dari pengkoneksian yang kurang baik. Kemungkinan terjadi kerusakan atau kesalahan sehingga mengakibatkan Destination Host Unreachable.

IV. Kesimpulan Jadi, siswa dapat menghubungkan jaringan menggunakan OS selain Windows. Lalu siswa dapat mengetahui kesalahan yang terjadi apabila ada permasalahan yang terjadi pada sebuah jaringan.

Nama : Cahya Maulana Yusuf Kelas : XI TKJ-B Diagnosa LAN Segmentasi Jaringan

Pemateri: Bpk Rudi Ibu Chanrda

No urut : 04 1. Pendahuluan Segmentasi jaringan adalah pengelompokan jaringan yang ada pada topologi jaringan komputer. Segmentasi jaringan dibagi menjadi 2 yaitu Collusion Domain dan Broadcast Domain. Tujuan Agar siswa dapat mengelompokan dam mengetahui perbedaan antara Collusion Domain dan Broadcast Domain pada sebuah topologi jaringan. Langkah kerja 1. Carilah warnet dan lihatlah topologinya dengan baik dan seksama. 2. Gambarkan topologi tersebut pada software visio lalu identifikasilah mana yang disebut Collusion Domain dan mana yang disebut Broadcast Domain. Hasil Survey

2.

3.

Keterangan gambar : Router

Host

Switch

PC Server

modem

Broadcast Domain

Collusion Domain

Jumlah konsentrator : 3 (termasuk modem) Jumlah PC : 13 (termasuk PC Server) Jumlah Broadcast Domain : 2 Jumlah Collusion Domain : 15

4.

Kesimpulan Jadi siswa dapat mengetahui dan membedakan Collusion domain dan Broadcast Domain dengan baik dan benar.

Kelompok 8 - Cahya Maulana Yusuf - M. Indra Firmansyah - Rasta Eki Saputra - Rika Yanti

LAPORAN SURVEY JARINGAN DI ISP

Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan B Pemateri - Bpk. Rudi Haryadi - Ibu Chandra Dewi Lestari

I. Pendahuluan Selaku teknisi tentang komputer dan jaringan kita harus mengerti tentang IP Subnet serta penggunaan IP Subnet pada kehidupan nyata. Jadi kami melakukan observasi mengenai jaringan dan pernggunaan IP. Dengan hal tersebut maka kami melakukan penelitian ke sebuah ISP tepatnya di Telkom Plasa di Jl.Lembong No.11.

II. Langkah kerja dan Hasil Penelitian

Observasi ini kami lakukan di ruangan HR. a. Survei jaringan Jumlah PC Gedung utama : 229 PC (sudah termasuk ruang HR) Topologi : Star Luas ruangan HR : 8mx5m Host : PC Penghubung : Switch Perangkat Tambahan : Printer b. IP Address : Tidak diberi tahu, tetapi menggunakan /24.

III. Kesimpulan Jadi setelah observasi pada perusahaan yang menyediakan ISP bahwa perusahaan tersebut menggunakan penggunaan IP Subnet yang sangat berguna karena sangat berbahaya sekali jika IP tidak di subnet maka kemungkinan terjadinya pembobolan IP yang dapat sangat merugikan perusahaan.

Nama Anggota: - Cahya Maulana Yusuf Kelas XI TKJB

DIAGNOSA LAN LAPORAN SIMULASI ROUTING PACKET TRACER

Pemateri : Bp Rudi H & Ibu Chandra

I. Tujuan Melaporkan hasil praktek pengisian tabel routing melalui software Packet Tracer. II. Alat dan bahan - PC - Software CISCO Packet Tracer III. Langkah kerja - Route to other Network - Buka Packet Tracer - Buat topologi jaringan yang diinginkan

Berikut isi tabel dari route to other network

Route to other Gateway - Buka Packet Tracer - Buat topologi jaringan yang diinginkan

Berikut isi tabel dari route to other Gateway

* : Router 5 kita anggap cloud

Uji Koneksi Hasil uji konektifitas dari PC 1 ke seluruh PC dan Router yang ada pada jaringan tersebut.

Hasil dari Route to Other Network.

Hasil dari Route to Default Gateway

IV.

Kesimpulan Dengan melakukan praktek ini siswa dapat melakukan simulasi proses Routing dengan baik dan benar