Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

Posted by Elsa Pradani Aprilia on Oktober 27, 2011

Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara berawal pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). dr. Radjiman Wedyodiningrat, selaku ketua BPUPKI pada awal sidang mengajukan suatu masalah sebagai agenda sidang. Masalah tersebut adalah tentang suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Kemudian tampilah dalam sidang tersebut tiga orang pembicara, yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno untuk memaparkan gagasannya mengenai rumusan dasar negara Indonesia merdeka. Berikut ini akan diuraikan gagasan dari ketiga tokoh tersebut.

1. a.

Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)

Pada tanggal 29 Mei 1945 BPUPKI mengadakan sidangnya yang pertama. Peristiwa ini dijadikan tonggak sejarah, karena pada saat itulah Mr. Muhammad Yamin mendapat kesempatan yang pertama untuk mengemukakan pikirannya tentang dasar negara. Pidato Mr. Muhammad Yamin berisikan lima asas dasar negara Indonesia Merdeka yang diidam-idamkan. Kelima asas tersebut adalah. 1. Peri Kebangsaan. 2. Peri Kemanusiaan. 3. Peri Ketuhanan. 4. Peri Kerakyatan. 5. Kesejahteraan Rakyat.

Setelah berpidato, Mr. Muhammad Yamin menyampaikan usulan secara tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia. Dalam

Soekarno diusulkan agar diberi nama “Pancasila”. Dikatakan oleh beliau istilah itu atas saran dari salah seorang ahli bahasa. Ir. Soekarno (1 Juni 1945) Pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut diajukan oleh Ir. Keadilan rakyat 1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Musyawarah 5. Dalam pidatonya itu beliau menyampaikan gagasannya mengenai lima dasar negara Indonesia merdeka yang terdiri dari: 1. Soekarno tersebut adalah sebagai berikut. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan siding BPUPKI. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab 4. Soepomo tampil berpidato di hadapan sidang BPUPKI. Mufakat atau Demokrasi 4. Internasionalisme atau Perikemanusiaan 3. 1. c. Mr. Ir.rancangan UUD itu tercantum pula rumusan lima asas dasar negara sebagai berikut: 1. Dr. Ketuhanan yang berkebudayaan Lima asas di atas oleh Ir. Soekarno secara lisan usulan lima asas sebagai dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kesejahteraan sosial 5. Mr. Persatuan 2. Rumusan dasar negara yang diusulkan Ir. Kekeluargaan 3. b. Dr. Soepomo Pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Prof. Keseimbangan lahir batin 4. Usul .

Untuk menuntaskan hukum dasar maka dibentuklah Panitia Sembilan dengan susunan anggota sebagai berikut. yaitu Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat 3. dr. K. Ketuhanan Yang Maha Esa Ir. Muhammad Yamin (anggota) 8. Ki Bagoes Hadikoesoemo (anggota) 4. Maramis (anggota) 3. dan Tyuo Sangi In (Badan Penasihat Pemerintah Pusat Bala Tentara Jepang). Soekarno menyampaikan pidatonya.A. M. 1. Selanjutnya beliau mengusulkan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Tri Sila yang rumusannya: 1. Otto Iskandardinata (anggota) 7. Mr. Ir. Anggota panitia terdiri atas delapan orang (Panitia Delapan). pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara BPUPKI. Soekarno (Ketua). Mohammad Hata (Anggota) . selaku ketua BPUPKI menganjurkan supaya para anggota mengajukan usulnya secara tertulis. Soekarno di rumah kediaman beliau Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.H.mengenai nama “Pancasila” bagai dasar negara tersebut secara bulat diterima oleh sidang. Soetardjo Kartohadikeosoemo (anggota) 6. Drs. yakni sebagai berikut: 1. 3. sebagai negara hukum yang memiliki hukum dasar dan memuat dasar/filsafat negara dalam Mukadimahnya. Rd. Sosio Demokrasi. Mohammad Hatta (anggota) Kemudian. Wahid Hasjim (anggota) 5. Radjiman Wedyodiningrat. Ir. Soekarno mengusulkan bahwa Tri Sila tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Eka Sila atau satu sila yang intinya adalah “gotong-royong”. yaitu Nasionalisme dan Internasionalisme 2. Setelah Ir. Mr. Soekarno (Ketua) 2. Rapat menyetujui Indonesia merdeka selekasnya. Dibentuklah Panitia Kecil untuk menampung dan memeriksa usulan lain mengenai rumusan dasar negara. Drs. dengan anggota-anggotanya terdiri atas: 2. Usul tertulis harus sudah masuk paling lambat tanggal 20 Juni 1945. Panitia Delapan. Rapat dipimpin Ir. A. Sosio Nasionalisme.

Dalam perkembangan selanjutnya. Abdoel Kahar Meozakir (Anggota) 6. Mr. Pada tanggal 17 Juli 1945 sidang berhasil menyelesaikan rumusan Hukum Dasar dan Pernyataan Indonesia Merdeka. Persatuan Indonesia 4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Naskah Mukadimah yang ditandatangani oleh 9 orang anggota Panitia Sembilan itu kemudian terkenal dengan nama “Jakarta Carter” atau “Piagam Jakarta”. Achmad Soebardjo (Anggota) 9. K. Agoes Salim (Anggota) 7. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Abikeosno Tjokrosoejoso (Anggota) 8. Akhirnya disepakati rumusan dasar negara yang tercantum dalam Mukadimah (Pembukaan) Hukum Dasar.3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5.A. Pemerintah Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan .H. Maramis (Anggota) 4. Mr. Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan sekutu. Rapat berlangsung alot. Pada tanggal 14 Juli 1945 Mukadimah disepakati oleh BPUPKI. karena terjadi perbedaan konsepsi antara golongan nasionalis dan Islam tentang rumusan dasar negara. Mr. Mukadimah tersebut selanjutnya dibawa ke sidang BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945. sebagai berikut. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. 1. A. H. Muhammad Yamin Anggota) Pada tanggal 22 Juni 1945 malam Panitia Sembilan langsung mengadakan rapat di rumah kediaman Ir. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya menurut dasar 2. Wahid Hasjim (Anggota) 5. Ke-Tuhanan.

Ir Soekarno. Drs Mohammad Hatta sebagai wakil ketua dan dr. pada tanggal 8 Agustus 1945. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat. Soekarno. Pada alenia keempat tercantum rumusan Pancasila yang berbunyi sebagai berikut: 1. Cepat atau tidaknya pekerjaan panitia diserahkan sepenuhnya kepadapanitia. Sejak saat itulah perkataan Pancasila telah menjadi salah satu kosakata dalam bahasa Indonesia dan merupakan istilah umum. 4 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan) dan Penjelasan. Soekarno dianggkat sebagai Ketua PPKI. Radjiman Wedyodiningrat berangkat ke Saigon untuk memenuhi panggilan Jenderal Besar Terauchi. UUD 1945 terdiri atas tiga bagian yaitu Pembukaan. Untuk keperluan pembentukan panitia tersebut. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Pertama. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Pembukaan UUD 1945 terdiri atas empat alenia. Terauchi memberikan keputusan sebagai berikut: 1. Drs. Kedua. Tanggal 18 Agustus 1945. Ir. PPKI bersidang untuk mengesahkan naskah Hukum Dasar Indonesia yang sekarang kita kenal dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 yang disingkat UUD 1945. Ketuhanan Yang Maha Esa 2.Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Zyunby Inkai. 2. Menurut Ir. Panitia persiapan boleh mulai bekerja pada tanggal 9 Agustus 1945 3. Setelah pertemuan di Saigon terjadi dua peristiwa yang sangat bersejarah dalam proses kenerdekaan Republik Indonesia. pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaanya. Mohammad Hata dan dr. Batang Tubuh (yang berisi 37 pasal. Radjiman Wedyodiningrat sebagai anggota. Walaupun dalam alinea IV .

Pembukaan UUD 1945 tidak termuat istilah Pancasila. . namun yang dimaksudkan dasar negara Republik Indonesia adalah Pancasila.