Anda di halaman 1dari 50

Hukum Islam tentang Muamalah

Click to edit Master Kelas style subtitle XI

Semester Ganjil

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SIDIKAALNG


5/5/12

STANDAR KOMPETENSI :
MEMAHAMI HUKUM ISLAM TENTANG

MUAMALAH

5/5/12

KOMPETENSI DASAR:
1. MENJELASKAN ASAS-ASAS TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM 2. MEMBERIKAN CONTOH TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM 3. MENERAPKAN TRANSAKSI EKONOMI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

5/5/12

INDIKATOR :
SISWA MAMPU : 1. MENJELASKAN ASAS-ASAS TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM 2. MEMBERIKAN CONTOH TRANSAKSI EKONOMI DALAM ISLAM 3. MENERAPKAN TRANSAKSI EKONOMI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

5/5/12

A. Pengertian Muamalah
Muamalah merupakan bagian dari hukum Islam yang mengatur hubungan antara seseorang dan orang lain, baik seseorang itu pribadi maupun berbentuk badan hukum seperti perseroan, firma, yayasan dan negara.
Contoh: Jual beli, sewa menyewa, perserikatan dibidang pertanian maupun perdagangan, serta perbankan dan asuransi yang Islami
5/5/12

B. Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam


1. Pihak-pihak yang bertransaksi harus memenuhi kewajiban

yang telah disepakati dan tidak boleh saling mengkhianati.


.

1:} }
aqad-aqad itu. dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang 5/5/12
.Hai orang-orang yang beriman, penuhilah

B. Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam


2. Syarat-syarat transaksi dirancang dan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab, tidak menyimapang dari hukum syara dan adab sopan santun. 3. Setiap transaksi dilakukan secara sukarela, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

orang-orang beriman, janganlah Hai yang kamu 29 :}} saling memakan harta sesamamu dengan jalan
yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang 5/5/12

B. Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam


4. Setiap transaksi dilandasi niat yang baik dan ikhlas karena Allah, sehingga terhindar dari penipuan, kecurangan, dan penyelewengan. Nabi Muhammad SAW melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan (HR. Muslim) 5. Adat kebiasaan atau urf yang tidak menyimpang dari syara, boleh digunakan untuk menentukan batasan dalam transaksi.


5/5/12

}}

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


1. Jual Beli
a. Pengertian, Dasar Hukum, Hukum Jual Beli Jual beli ialah persetujuan saling mengikat antara penjual (yakni pihak yang menyerahkan/menjual barang) dan pembeli (sebagai pihak yang membayar/membeli barang yang dijual).

) )
5/5/12

Artinya:

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


b. Rukun dan Syarat Jual Beli
Orang yang melakukan akad jual beli (penjual dan

pembeli). Syaratnya:

Berakal Balig Berhak menggunakan hartanya.

Sigat atau ucapan ijab dan kabul. Barang yang diperjualbelikan.syaratnya:


Barang halal Ada manfaatnya. Barang ada di tempat, atau sudah tersedia ditempat lain. Milik si penjual atau berada di bawah kekuasaannya.

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


Nilai barang yang dijual (berupa uang).

Syaratnya:

Harga jual harus jelas jumlahnya Nilai tukar barang dapat diserahkan pada saat transaksi. Apabila transaksi dengan barter (Al-Muqayadah), naka tidak boleh dengan barang yang haram.

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


c. Khiyar Khiyar adalah hak memilih bagi si penjual dan si pembeli untuk meneruskan jual-belinya atau membatalkan karena adanya sesuatu hal. Misal cacat pada barang. Hukum Islam membolehkan hak khiyar, agar tidak ada penyesalan. Jika ada penyesalan dalam jual beli, maka sunah untuk membatalkan, dengan cara mengembalikan barang kepada penjual.
} } Barang siapa yang rela mencabut jual beli terhadap saudaranya, maka Allah pun akan mencabut kerugiannya 5/5/12 dihari kiamat (HR. Thabrani)

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


d. Macam-macam Jual Beli 1). Jual beli yang sah (terpenuhi rukun dan syaratnya) 2). Jual beli yang tidak sah (tidak terpenuhi rukun dan syaratnya) Contoh:

Jual beli sesuatu yang termasuk najis (bangkai, daging babi) Jual beli air mani hewan ternak.

} }

Bukhori)

Rasulullah SAW telah melarang menjual mani hewan(HR. 5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam

Jual beli anak hewan yang masih berada dalam kandungan.

} }
Bahwa Rasulullah SAW telah melarang menjual anak (hewan) yang masih berada dalam perut induknya

Jual beli yang mengandung kecurangan dan penipuan

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


3). Jual beli yang sah tetapi terlarang(fasid), terlarang karena:

Merugikan si penjual, pembeli, dan orang lain Mempersulit peredaran barang Merugikan kepentingan umum.

Contoh:
Jual

beli dengan maksud untuk ditimbun

} } Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah atau 5/5/12 durhaka (HR. Muslim)

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


4).Jual beli Najsyi Yaitu menawar sesuatu barang dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain agar mau membeli barang yang ditawarnya, sedangkan yang menawar barang tersebut adalah teman sipenjual.
} } Rasulullah SAW melarang jual beli dengan cara najsyi. (HR. Bukhori dan Muslim)
5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


5).Monopoli Yaitu menimbun barang agar orang lain tidak membeli walaupun dengan melampaui harga pasaran. Rasulullah SAW melarang jual beli seperti ini, karena akan merugikan kepentingan umum.

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


2. Simpan Pinjam
Rukun dan syarat utang piutang atau simpan pinjam meminjam, menurut hukum Islam adalah: a. Yang berpiutang dan yang berutang syaratnya: 1). Sudah baligh dan berakal sehat 2). Yang berpiutang tidak meminta pembayaran melebihi pokok piutang 3). Peminjam tidak boleh menunda-nunda pembayaran utangnya.
5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


Hadits Nabi tentang Orang yang memberi hutang dan Peminjam
} }
Setiap piutang yang sengaja untuk mencari manfaat (pembayaran lebih) adalah riba (HR. Haris bin Abi Imamah)

) }
5/5/12 Orang yang mampu yang melalaikan kewajiban

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


b. Barang (uang) yang diutangkan atau dipinjamkan adalah milik sah dari yang meminjamkan. Pengembalian utang tidak boleh kurang nilainya. Disunahkan mengembalikan lebih dari pokok utangnya. } }

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


3. Ijarah
a. Pengertian Menurut bahasa Ijarah berarti upah, sewa, jasa atau imbalan Mazhab Syafii mendefinisikan Ijarah sebagai transaksi dengan imabalan tertentu b. Dasar Hukum Ijarah
}

Berikanlah upah/jasa kepada orang yang kamu 5/5/12 pekerjakan sebelum kering keringatnya

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam Ijarah Dasar Hukum 32: Apakah mereka yang membagi-bagi }} rahmat

Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. {Q.S. Az-Zuhkhruf:32}

5/5/12

Dasar Hukum Ijarah 6:} }


Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. (Q.S. At-Tahalaq: 6)

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam HukumIjarah Dasar {26:}

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang Kuat lagi dapat dipercaya". {Q.S. Al-Qasas:26}

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


c. Macam-macam Ijarah 1). Ijarah yang bersifat manfaat. Seperti: sewa-menyewa rumah, toko, kendaraan dan aneka busana, dll. 2). Ijarah yang bersifat pekerjaan dengan cara mempekerjakan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Misal: pembantu rumah tangga, buruh bangunan, tukang jahit dan tukang

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam d. Rukun dan Syarat Ijarah Islam


Rukun Ijarah 1) Orang yang berakad
2) Sewa/ imbalan 3) Manfaat 4) Sigat atau ijab kabul

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam d. Rukun dan Syarat Ijarah Islam


Syarat Ijarah 1) Kedua orang yang bertransaksi balig dan berakal sehat.
2) Kedua belah pihak bertransaksi dengan

kerelaan.
3) Kondisi barangnya diketahui dan

bermanfaat bagi penyewa.

4) Objek ijarah bisa diserahkan dan

dipergunakan secara langsung dan tidak cacat. syara

5) Objek ijarah merupakan sesuatu yang

dihalalkan 5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


d. Rukun dan Syarat Ijarah Syarat Ijarah 6) Hak yang disewakan tidak termasuk suatu kewajiban bagi penyewa.
7) Objek ijarah adalah sesuatu yang biasa

disewakan.
8) Upah/ sewa dalam transaksi ijarah harus jelas

5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


e. Sifat Akad/ Transaksi Ijarah

Jumhur ulama berpendapat bahwa akad/transaksi ijarah bersifat mengikat, kecuali ada cacat, atau barang tersebut tidak bisa dimanfaatkan. Karena bersifat mengikat, kematian salah satu pihak yang menyewakan atau penyewa, tidak membatalkan ijarah. Manfaat dari sewa menyewa termasuk harta yang bisa diwariskan.
5/5/12

C. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam


f. Tanggung Jawab Orang yang Diupah/ Digaji

Ijarah yang berupa pekerjaan, apabila orang yang dipekerjakan itu bersifat pribadi, maka seluruh pekerjaan yang ditentukan untuk dikerjakan menjadi tangung jawabnya. Ulama fikih sepakat, apabila objek yang dikerjakan rusak ditangan pekerja bukan karena kelalaiannya dan tidak ada unsur kesengajaan, maka pekerja tidak dapat dituntut ganti rugi.
5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


1. Syirkah
Syirkah yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih yang bersepakat untuk bekerjasama dalam suatu usaha, yang keuntungan atau hasilnya utuk mereka bersama. Syirkah yang sesuai syara bertujuan untuk dan tolong-menolonglah kamu dalam kesejahteraan bersama merupakan salah (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan satu bentuk taawun jangan tolong-menolong dalam berbuat
2 :} 5/5/12

dosa dan pelanggaran. {Q.S. Al-Maidah:2}

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Syirkah yang sesuai dengan ketentuan Syara :
Syirkah tersebut dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah, Sabar, Tawakal, Jujur, Saling percaya antara sesama anggota 5/5/12 syarikat,

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Macam-macam Syirkah:
a. Syarikat harta (syarikat inan)
Yaitu akad dari dua orang atau lebih untuk bersyarikat pada harta yang ditentukan dengan maksud untuk memperoleh keuntungan.

Rukun Syarikat Harta:


q
5/5/12

Sigat atau lafad akad (ucapan perjanjian) Anggota Syarikat (balig, berakal sehat, merdeka, tidak dipaksa)

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Bentuk Syarikat Harta Zaman Modern
Firma, Yaitu persekutuan antara dua orang

atau lebih untuk mendirikan perusahaan bersama yang bertanggung jawab bersamasama terhadap perusahaan.
CV (Comanditaire Venootschaf) yaitu

perluasan dari Firma, dimana ada anggota yang hanya menyertakan modal saja dan 5/5/12 tidak bekerja didalamnya.

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Macam-macam Syirkah:
b. Syarikat Kerja
Yaitu gabungan dua orang atau lebih untuk bekerja sama dalam suatu jenis perusahaan dan pembagian keuntungan dibagikan sesuai dengan perjanjian.

Manfaat Syarika Kerja:


q
5/5/12

Menjalin hubungan persaudaraan Memenuhi kebutuhan dan meningkatkan

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


2. Mudarabah (Qirad)
Mudarabah yaitu pemberian modal dari pemilik modal kepada seseorang yang akan memperdagangkan modal dengan ketentuan bahwa untung rugi ditanggung bersama sesuai dengan perjanjian. Hukum mudarabah adalah mubah (boleh) sesuai dengan Firman Allah:

5/5/12

2 :}}

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Rukun Mudarabah (Qirad)
Muqrid (pemilik modal) dan Muqtarid (yang

menjalankan modal) : balig, berakal sehat, dan jujur


Modal hendaknya diketahui jumlahnya dan

tunai.
Jenis Usaha dan Tempatnya sebaiknya

disepakati bersama.
Besarnya keuntungan hendaknya sesuai 5/5/12

dengan kesepakatan diawal akad.

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Hikmah Penerapan Mudarabah di Masyarakat
Mewujudkan persaudaraan dan persatuan

antara Muqrid (kelompok orang kaya) dan Muqtarid (kelompok miskin)


Mengurangi atau mungkin menghilangka

pengangguran.

5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


3.

Muzaraah, Mukhabarah, dan Musaqah (1). Muzaraah dan Mukhabarah Muzaraah ialah paruhan hasil sawah antara pemilik dan penggarap, benihnya berasal dari pemilik sawah. Jika benihnya dari penggarap disebut Mukhabarah.

Muzaraah dan Mukhabarah merupakan kerja sama dibidang pertanian yang dibolehkan dalam Islam, sesuai dengan syara dan pelaksanaannya tidak ada unsur kecurangan dan pemaksaan. 5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Rukun dalam Muzaraah dan Mukhabarah
Kedua pihak sudah balig, berakal sehat,

amanah.
Sawah yang digarap betul-betul milik orang

yang menyerahkan sawahnya untuk digarap.


Hendaknya ditentukan lamanya masa

penggarapan

Besarnya paruhan antara kedua belah pihak 5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


(1). Musaqah Musaqah ialah paruhan hasil kebun antara pemilik dan penggarap, besar bagian masing-masing sesuai dengan perjanjian pada waktu akad.

} }
Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya Nabi SAW telah 5/5/12 menyerahkan kebun miliknya, kepada penduduk Khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Manfaat dari Muzaraah, Mukhabarah, Musaqah
Mewujudkan tolong menolong antara pemilik

tanah dan penggarap.


Mengurangi atau mungkin menghilangkan

pengangguran.
Memelihara dan meningkatkan kesuburan

tanah pertanian.

Usaha pencegahan terhadap terjadinya 5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam

4.

Sistem Perbankan yang Islami

Sistem perbankan yang islami maksudnya adalah sistem yang sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber kepada A-Quran dan Hadits. Bank Islam Adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lau lintas pembayaran, serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesusaikan dengan prinsip syariat Islam.

5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam


Perkembangan Dunia Perbankan Islam Mesir telah mendirikan bank Islam (Bank Nasional Nasser tahun 1971).
Dubai, Bank Islam Dubai pada tahun 1975. Jedah, Saudi arabia, Islamic Development

Bank yang didukung oleh 40 Negara Muslim tanggal 20 Oktober 1975


Bank Islam di Indonesia didirikan atas

prakarsa Majelis Ulama Indonesia (MUI) diberi nama Bank Muamalat Indonesia, mulai beroperasi 1 Mei 1992

5/5/12

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam

5. Sistem Asuransi yang Islami


Asuransi menurut bahasa berarti pertanggungan (At-Tamin). Sedangkan menurut istilah yaitu akad atau perjanjian antara penanggung (perusahaan asuransi) dan mempertanggungkan sesuatu (peserta perusahaan asuransi) Asuransi muncul kira-kira pada abad ke-

14

Ulama fikih sepakat bahwa asuransi dibolehkan dengan catatan cara kerja sesuai dengan ajaran Islam, yaitu 5/5/12 ditegakkannya prinsip keadilan,

D. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam

Prinsip Asuransi Islam Taawun

dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. {Q.S. Al-Maidah:2}
5/5/12

2 :} }

Evaluasi
1. Jelaskan jenis praktik riba yang biasa terjadi pada zaman jahiliyah! 2. Sebutkan dalil ayat Al Quran yang mengharamkan riba! 3. Siapakah orang yang dilaknat Rasulullah yang berkaitan dengan riba? 4. Sebutkan macam-macam riba dan jelaskan! 5. Mengapa Allah mengharamkan riba? 6. Jelaskan sanksi bagi orang-orang yang 5/5/12 memakan harta riba!

Penutup
Terimakasih

5/5/12

Penyusun
Guru Agama Islam SMA Negeri 1 Sidikalang Kab. Dairi Sumut.
Y. Limbong S.Ag

5/5/12

5/5/12

Anda mungkin juga menyukai