Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN A.

Rasional Tujuan konseling secara umum adalah membantu klien membuat rencana perubahan untuk mencapai pwerubahan secara optimal.Tujuan ini berupa rencana perubahan diri klien tentang pandangan hidup, sikap, tingkah laku yang lebih mementingkan klien dapat menerima dirinya, mengarahkan dirinya secara mengembangkan potensinya secara optimal.Dalam rangka mencapai perubahan tersebut sering kali timbul masalah pada diri klien maupun lingkunganya .Berkenaan dengan klien yang belum mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dan memerlukan bantuan orang lain seperti di uraikan diatas, maka di perlukan adanya layanan konseling bagi klien. Ancangan yang di gunakan oleh praktikan untuk membantu klien adalah trait and factor dengan alasan: 1. Langkah-langkah dalam ancangan trait and faktor sederhana dan dapat dilaksanakan dengan mudah 2. Konsep pengambangan rencana alternatif perubahan tingkah laku relative sederhana. Ancangan trait and factor ini berdasarkan pada falsafah persoalisme, suatu pendekatan yang menganggap individu sebagai suatu royalitas sebagai aspek pribadi yang semuanya perlu di kembangkan melalui pendidikan.Menurut E.G Williamson tokoh pendiri utama trait and factor individu dapat berkembang secara optimal hanya melalui pendidikan. Konseling pada hakekatnya sama dengan pendidikan.Tujuan yang ingin dicapai pendidikan juga merupakan tujuan konseling Ancangan konseling yang di kembangkan oleh Williansom memberi porsih lebih besar pada konselor dalam mengadakan interfensi, konselor lebih berperang aktif dalam mambantu klien, karena permasalahan yang di hadapi oleh klien mengenai keterampilan belajar maka pendekatan trait and factor ini sangat cocok karena berkaitan dengan tujuan konseling yaitu self direction ( pengarahan diri ) B. Konfidensialitas Dalam kode etik jabatan konselor, diwajibkan untuk menjaga kerahasian setiap keterangan-keterangan klien.Hal kerahasian ini sangat penting karena menyakup kepercayaan menjadi dasar dari hubungan konseling antara konselor dengan klien Kerahasian data klien merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kegiatan profesi bimbingan oleh praktikan.hal ini sesuai dengan kode etik jabatan konselor Bab III yang berbunyi:

Catatan-catatan tentang diri klien yang meliputi data hasil wawancara, testing, surat menyurat, perekaman dan data lain, semuanya merupakan informasi yang bersifat rahasia dan hanya boleh di gunakan untuk kepentingan klien. Data tersebut dapat di gunakan untuk keperluan riset/ pendidikan calon konselor asalkan identitas klien di rahasiakan Apabila suatu saat masalah klien yang bersifat rahasia tersebut dengan terpaksa di beri tahukan kepada orang lain maka nama klien diubah dengan nama samaran disebabkan karena tidak dapat bekerja sendiri dalam membantu klien dalam memecahkan masalah.Hubungan konselir dilaksakan dengan situasi keakraban dan rasa saling mempercayai C. Identitas klien 1. Proses penemuan klien Prose penemuan klien ini berawal pada saat praktikan masuk kelas binaan dari kegiatan tersebut klien datang pada praktikan untuk dibantu masalahnya.Selanjutnya praktikan membanggil klien untuk melaksakan konseling Dari observasi yang di peroleh praktikan.Klien dalam kelas termasuk siswa yang aktif mempunyai kelompok bermain dan terlihat agak tombol dalam berpenampilan.Dari pernyataan tertulis bahwa klien ingin berubah kebiasaanya seperti ini.Maka praktikan memutuskan untuk memberikan bantuan dan menjadikan klien sebagai subjek untuk menyusun laporan perbatim 2. Identitas Klien a. Data Siswa Nama Tempat tgl lahir Agama Suku bangsa Anak ke Alamat : Deby Harlia Putri Pratama : II.4 : Islam : Indonesia : 3 (tiga) Dari 4 (empat) Bersaudara : Pena Pali Woha Bima

b. Data Keluarga Siswa 1. Nama Ayah Nama Alamat Agama Suku Bangsa Pekerjaan Pendidikan terahir 2. Nama Ibu Nama Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan terahir 3. Ancangan konseling Ancangan yang di gunakan untuk membantu klien dalam memecahkan masalah yang dihadapi adalah trait and factor.Sesuai dengan pandang Williamson terhadap manusia, bahwa manusia mrupakan mahluk berfikir dan rasional maka konseling di pandang sebai prose yang bersifat rasional dan logis tetapi tetap dalam pengertian personalistik.Ancangan trait and factor di gunakan dengan maksud agar klien mampu mengunakan kemampuan berfikir rasionalnya untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan secara bijaksana a. Pandangan dasar hakekat hakikat manusia Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari pendapat Williamson mengenai hakekat manusia yaitu: 1. Manusia dilahirkan dengan membawa potensi baik dan buruk 2. Manusia bergantung dan hanya akan berkembang secara optimal ditengah-tengah masyarakat 3. Manusia ingin capai kehidupan yang baik 4. Manusia banyak berhadapan dengan pengentroduksian konsep hidup yang baik yang menghadapkanya pada pilihan-pilihan 5. Hubungan dengan manusia dengan konsep alam semesta 6. Manusi merupakan individu yang unik 7. Manusia memiliki sifat-sifat yang umum 8. Manusia bukan penerima pasif pembawa dan lingkunganya : Oge Aprilia : Pena Pali : Islam : URT : SMA : Baharudin H.Ahmad : Pena Pali : Islam : Indonesia : Kades : SMA

b. Tujaun konseling trait and factor Pada dasarnya tujuan konseling trait and factor identik dengan tujuan pendidikan, tujuan yang ingin dicapai melalui pendidikan juga merupakan tujuan konseling.Pendidikan maupun konseling harus di arahkan untuk membantu perkembangan individu seoptimal mungkin secara keseluruhan,bukan salah satu aspek saja.Salain itu secara ringkas tujuan konseling trait and factor Self clarification ( kejelasan diri ) Self undrerstading ( pemahaman diri ) Self acceptance ( penerimaan diri ) Self direction (pengarahan diri ) Self actualization (aktualisasi diri )

c. proses konseling Selama mengikuti konseling.Klien bertanggung jawab punuh untuk belajar dalam memahami dirinya.Sedang konselor berperan sebagai layanan seorang guru yang bertugas agar proses belajar dapat berlangsung sebaik-baiknya.Konseling trait and factor memiliki enam tahap dalam prosesnya,yaitu: 1. Tahap analisis Analisis merupkan langkahpengumpulan informasi tentang diri klien beserta latar belakangnya 2. Tahap sintesis Sintesis adalah usaha merangkum,mengolong-golongkan dan menghubunghubungkan data yang telah terkumpul pada tahap analisis,sehingga dapat menijukkan gambaran tentang diri klien 3. Tahap diagnosis Diagnosis merupakan tahap menginterpresatasikan data dalam bentuk problem yang dijukkan.Rumusan diagnosis dilakukan melalui proses pengambilan atau penarikan simpulan yang logis. a. Identifikasi masalah Pada langkah ini ditentukan atau ditujukkan masalah apa yang dialami klien b. Menentukan sebab ( Etiologi )

Langkah ini merupakan langkah mencari sumber timbulnya masalah yang mencakup pencarian masa lalu sekarang dan masa yang akan datang yang membantu kita untuk memahami sebab-sebab dari gejala. 4. Tahap prognosis Prognosis ini bersangkutan dengan upaya memprediksikan kemungkinankemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada sekarang 5. Tahap konseling Dalam konseling,konselor membantu klien menemukan sumber-sumber lembaga dan masyarakat guna membantu klien mencapai penyesuai yang optimal sejauh dia bisa.Dalam konseling juga dikembangkan beberapa alternatif pemecahan masalah 6. Tahap follow Up Tidak lanjut ini mancangkup penentuan kefektifan hubungan yang telah dilaksanakan tehnik konseling D. Tehnuk konseling Tehnik-tehnik yang dikemukan oleh Williamsom ada 5 macam, yaitu: 1. Establishing roport ( menceritakan hubungan yang baru ) 2. Caltivating self understanding ( memepertajam pemahaman diri ) 3. Advisisng of planning a program of action (memeberi nasehat atau membantu merencanakan program tinadakan ) 4. Carring aut the plan ( melaksanakan rencana ) 5. Neveral ( pengiriman pada ahli lain ) E. Strategis implementasi 1. 2. 3. 4. 5. Foccing conformity ( memaksa penyesuaian ) Changing the environment ( mengubah linkungan ) Selection the oppropiate envicoument ( memilih lingkungan yang cacat ) Leaning needed skill ( belajar keterampilan keterampilan yang di perlukan ) Changing attitude ( mengubah sikap )

BAB II PROSES KONSELING Pada Bab proses konseling ini akan diuraikan mengenai proses konseling yang praktikan laksanakan selama dua pertemuan dalam bentuk verbatim. Pertemuan Pertama :

Konselor/ klien 1 Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien

Pernyataan 2 Assalamu alaikum Wr.Wb. Walaikum salam Wr.Wb.Oh kamu Deby mari silahkan masuk Terima kasih .Bapak Bagaimana Deby,,mari duduk di depan Bapak,Pak ! Iya,Pak ! Bagaimana keadaan dirumah ? Ehm .Iya Pak,baik-baik Pak ? Oh ya ? kamu ikut teman-taman yang rekreasi kemarin? Ah, ngga Pak,sementara sekarang saya lagi belajar untuk menghadapi ulangan Bagus, Apa yang bisa Bapak Bantu,kelihatanya ada yang lebih penting yang ingin kamu bicarakan ? Ehm.,terimah kasi pak sebelumnya . Gini Pak saya sangat sulit belajar di rumah Kamu merasa sulit untuk belajar ? Ya, Pak , akhir-akhir ini saya merasa malas untuk mulai belajar Bisa, Deby ceritakan , bagai mana cara belajarnya di rumah ? Ehm Bagaimana ya Pak ? saya heran Pak kalau Deby belajar sebentar aja Pak . Cepat bosan ,jenuh dan sering terganggu ! Akhir-akhir ini kamu bingung dan tambah malas untuk belajar ? Ya, Pak ! Bisa Deby ceritakan pada Bapak apa yang membingungkan tersebut ? Gini Pak , kalau keinginan untuk belajar saya ada, tapi setelah saya belajar , banyak hal yang membuat saya terganggu,seperti ketika mulai belajar ada hal yang sulit saya membutukan buku cetak , tapi saya tidak memilikinya.,disamping itu Bapak dan Ibu tidak bisa memahami keadaan belajar saya Dirumah apa saja pekerjaan Deby selain belajar Ya Pak .! Sekarang musim panen , yalebih banyak pergi kesawah Pak Klau lagi belajar , apakah kaka pernah membantu dalam menghadapi kesulitan

Tahap 3 Penciptaan hubungan baik

tehnik 4

Topic netral

Restatement Analisis Analisis

Konselor Klien Konselor

1 Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien

2 Ngga perna Pak! Habis jarang ada dirumah, Punya rung belajar sendiri ? dan bagaimana suasana ruang belajarmu ? Tidak punya ruang belajar sendiri Pak, kamar tidur saya jadikan ruang belajar Oh..Ya ? Deby anak ketiga dari empat bersaudara ya..? Iya .Pak ! Adinya kelas berapa ? Kelas 6 SD Pak .!. Oh..ya? lalu hubungan Deby dengan orang tua Deby Biasa-biasa saja Pak ! Biasa yang dimasud Deby itu yang bagai mana ? Jelaskan sama Pak ! Iya Pak .! Ehm kadang-kadang Baik,tapi lebih banyak ngelunya kalau saya minta kebutuhan untuk sekolah Pak ! sebenarnya memang masalah ini yang Deby ingin ceritakan sama Pak tapi Deby malu Pak ! Malu ..? Ya Pak , saya malu dan takut ketemu sama Bapak Begini Deby , Deby tidak perlu takut, Kwatir dan cemas dengan Bapak yang Deby . ceritakan pada Pak justru kami yang senang dan berterimah kasih pada kalian yang mau terbuka dalam menyampaikan masalahnya, Deby Kan termasuk sudah membantu kami ? Baik Pak ! Begini Pak, Bapak dan Ibu saya tidak pernah kelihatan serius dan sungguh-sungguh mengurus kami bersekolah Pak Terus . Babis ..ngga perna ditanya tentang keadaan sekolah kami Apakah kedua orang tuanya begitu Deby ! Klau dibilangsih ya Pak lumayan Ibu karna ibu tempat meminta uang untuk ongkos pergi kesekolah Bapak udah mengerti permasalahan mu adakah hubungan / kaitanya dengan kesulitan belajarmu akhir-akhir ini ? Ya .Ada Pak, dengan perlakuan seperti itu Deby jadi malas belajar dan sulit berkonsentrasi kepelajaran. BaikDeby,sepanjang pembicaraan kita tadi mungkin Deby bisa meringkas / menyimpulkan cerita tadi ? Ehmbagaimana ya Pak ? ehm begini akhir-akhir ini saya merasa malas untuk belajar,dirumah terlalu banyak bekerja dari pada belajar , masalah belajar / sekolah tidak perna diperhatikan dengan sungguh-sungguh . Bagus, Deby telah dapat menemukan secara singkat , namu akan lebih jelasnya akan Bapak ulangi bahwah Deby adalah anak ke tiga dari empat bersaudara , hubungan Deby dengan adik baik-baik Saja,sekarang ini Deby merasa malas dan sulit berkonsentrasi dalam belajar karena keadaan hubungan tepatnya masalah keluarga (tida ada dukungan dalam belajar)?

Konfrontasi

Konselor Klien Konselor

Restatement Stueturing Condfidensialitas

Klien Konselor Klien Konselor Klein Konselor Klien Konselor Klien

Terminasi dan kontrak

Konselor

1 Klien Konselor Klien Konselor klien Klien Konselor Klien Konselor Klien

2 Iya . Pak ! Nah, karena jam pelajaran sudah habis dan Deby harus mengikuti pelajaran kembali bagaimana klau pertemuan kali ini kita cukupkan sampai disini dan kita lanjutkan besok Iya .Pak tapi, Besok jam berapa Pak ? Deby biasanya jam berapa ? Sebenarnya masih banyak yang Deby bicarakan dengan Pak, tapi besok ada ulangan dan jam istrat kayanya kurang Pak ! bagaimana kalau pulang sekolah saja Pak ! Baik,besok pulang sekolah Pak tunggu disini Ya ..? Ya..Pak, terimah kasi Pak Asalamualaikum Wr . Wb. Waalaikum salam, Wr.Wb

Pertemuan Ke 2 (dua) :
Konselor / klien 1 Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Pertanyaan 2 Assalamualaikum Wr. Wb. Waalaikum salam Wr. Wb. Deby mari silakan masuk, mari silakan duduk ! Iya Pak ! Bagaimana persiapan ulanganya ? sudah ambil kartu ulanganya . Yaehem belum Pak ! inysa allah udah saya memberitaukan pada Ibu tapinggak taulah Pak Yang penting bagi Deby sekarang belajar yang baik , untuk menghadapi ulangan itu ? Ya sudah Pak tapi .yang begitu itu Pak , saya tetap sulit sekali berkonsentrasi OhIya Deby. Kita melanjutkan pembicaan kita kemarin , bagai mana Deby masih ingat nggak dengar pembicaraan terakhir kita kemarin ? Ehem.klau nggak salah Pak , bahwa saya akhir-akhir ini saya merasa malas untuk mulai belajar , saya tidak kerasan dirumah karena suasana rumah tersa sangat suram dan saya ingin lepas dari keadaan ini . Baik Deby sudah dapat mengemukanya dengan baik . sekarang kita akan berusaha bersama-sama mencari penyebab dari munculnya masalah yang Deby sebutkan tadi. kira-kira apa yang menyebabkan Deby mempunyai masalah tersebut ! Ehm.Apa y Pak..! ehm ..(menunduk dan berpikir ) Deby boleh berpikir , Pak bersedia menunggu ! Ehm mungkin itu Iho Pak ..tida ada perhatian bapak dan Ibu sehingga Deby merasa terganggu dan sulit untuk berkonsentrasi dalam belajar . Oh ..Ya! Bagus kamu sudah menemukan satu penyebab mungkin yang lain lagi . Ehm ..suasana rumah kurang harmonis membuat saya tidak kerasan tinggal dirumah Bagus ! kedu penyebab yang Deby sebutkan itu penyebab dari luar diri Deby. Sekarang Pak minta Deby untuk menyebutkan penyebab dari dalam diri Deby ! Maksud Pak ? Penyebab munculnya masalah dari dalam diri Deby ! Mungkin itu Pak saya merasa minder / malu dengan keadaan saya memilih sikap untuk diam . Kamu merasa sulit untuk menyesuikan diri sehingga kamu merasa kesulitan dalam bergaul gitu ? Ya.Paqk ! Baik ! Kamu udah dapat menyebutkan baik itu yang bersifat didalam diri kamu sendiri. Nah, sekarang coba kamu bayangkan jika keadaan semacam ini terus menerus tampa ada perubahan , kemungkinan apa yang terjadi. Tahap 3 Penciptaan hubungan baik tehnik 4

Keterlibatan opening

Etiologi

Konselor

Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor

reiforcements

1 Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor

2 Nah itu tadi kemungkinan yang akan terjadi jika keadaan ini bertahan. Sekarang kamu bayangkan jika keadaan semacam ini berubah menjadi baik ! Saya akan mendapat nilai bagus, saya akan naik kelas dan saya dapat membahagiakan orang tua saya. Ya. Bagus sekali, lalu kira-kira apa yang kamu lakukan akan keinginan itu terwujud ? Maksudnya Pak ? Maksud Pak kira-kira apa yang kamu lakukan agar kamu dapat mencapai keinginanmu . Ehm tida lain Pak ..hanya belajar dan belajar Sekarang kita pikirkan bersama, Pak akan berusaha membantu untuk memecahkan masalah yang Deby hadapi. Baiksekarang kembali pada pertanyaan Pak semulah. Yaitu mengenai rencana tingkah laku yang akan Deby lakukan untuk menghadapi masalah tersebut. Kira-kira apa ? Deby boleh berpikir sebentar,Pak keruang guru sebentar.. Ia Pak. (melangkah kerungan guru ) Bagaimana udah bisa dijawab ! Sudah Pak . Mungkin, yang pertama, Deby perlu membuat jadwal kegitan sehari-hari dirumah agar lebih rutin lagi belajar dirumah . Bagaimana ? Iya pak mungkin untuk memperbaiki hubungan ini dangan memberikan pemahaman pada keluarga bahwa kami juga masih membutukan kasih saying seorang Ibu ! Ohya..bagus sekali rencana,rencana lainya ? Mungkin saya harus ngomong pada Ayah dan Ibu ! Bagus sekali rencana-rencana yang kamu lakukan. Sekarang kamu ulangi lagi atau sebutkan rencana tingkah laku yang telah kamu rencanakan tadi Ehm kalau ndah salah Membuat jadwal kegiatan sehari-hari Mencoba bicara dengan Ayah dan Ibu Bagus sekali kamu udah dapat mengungkapkan segala keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif yang kumu pilih dari yang ketiga alternatif tersebut , alternatif mana yang menurut kamu sanggup untuk laksanakan terlebuh dahulu . Ehm.yang mana yaPak ? Silakan, berpikir terlebih dahulu sebelum kamu memutuskan untuk melaksanakan alternatif itu . Ehm, mungkin saya akan melaksakan yang ke-2 (dua) Pak ! Bagaimana, dengan kekurangan ada pada pilihan yang ke-2 (dua) Itu ? Mungkin caranya Pak ! yang hbaik sebelumnya saya akan membicarakan / merundikan dengan Bapak saya dulu agar nantinya dapat berjalan dengan Baik.

Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor Klien Konselor

Klien Konselor Klien Konselor Klien

10

1 Konselor Klien Konselor Klien Konselor

2 Bagus, kamu rupanya mantap dengan pilihan yang kedua itu, lalu kira-kira kapan akan kamu laksanakan rencanamu itu ? Ya . Saya ingin secepatnya Pak ! Secepatnya ? Kapan itu ? Insya allah nanti, saya akan ngomong dengan Bapak dan besok saya rencanakan Bapak ngomong dengan kelurganya He .. Ehm (sambil mengangguk ) Baik kita sudah membuat kesepakatan tentang rencana akan kamu melaksanakan, baiklah kita akan jumpa lagi hari rabu pulang sekolah di minggu ini dan kita akan meninjauh kembali pelaksanaan rencana itu Iya Pak ! terimah kasih asalamu alaikum Wr.Wb. Waalaikum salam Wr.Wb.

Klien konselor

11

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Pada pelaksanaan konseling yang pratikan laksanakan konseling sudah dapat berjalan dengan baik dan lancer. Ovelaping dalam pelaksanaan tahap-tahap konseling untuk terjadi walaupun dalam prateknya urutan-urutan tahap konseling traet and factor tidak perlu digunakan secara kaku. Tahap-tahap itu ditetapkan secara fleksibel. Namu demikian pratikan masih juga mengalami beberapa hambatan diantaranya : Pada tahap sintesis didalamnya terdapat identifikasi masalah-masalah yang ditemukan kurang begitu jelas sehinggah berpengaruh pada tahap-tahap berikutnya data dan kedua waktudan tempat untuk konseling sangat menemukan terhadap proses pelaksanaan konseling. Walaupun hambatan yang pratikan alami pada saat proses konseling. Pratikan dapat mengupayakan bantuan terhadap klien untuk dapat memecahkan masalanya. Dari konseling yang pratikan laksanakan bersama klien, klien mengutamakan alternatif pemecahan masalah yang akan dilaksanakan diantaranya yaitu klien akan membuat jadwal kegiatan sehari-hari dirumah, klien akan meminta bantuan pihak ketiga yaitu nenenya sendiri untuk memperbaiki bubungan antara Ayah dan Ibunya. Dari ketiga alternatif itu klien memutuskan untuk melaksanakan rencana yang kedua yaitu meminta bantuan bapaknya untuk membicara dengan keluarganya B. Pembahasan Dari hasil analisis yang pratikan lakukan pada kegitan layanan konseling yang pratikan lakukan pratikan mengajari bahwa kesiapan pratikan dalam melakukan kegiatan konseling sangat menentukan keberhasilan konseling yang sedang dilaksanakan. Kesiapan itu tidak hanya meliputi kesiapan mental konselor saja tetapi juga kesipan ilmu pengetahuan dan kesiapan keterampilan dalam berkomunikasi denan klien.Karena hal tersebut akan menunjang keberhasilan tujuan didalam konseling. Selama pelaksanaan konseling ada beberapa hambatan yang dialami oleh pratikan bersama klien tetep konselor mampu mengatasinya. Hambatan tersebut di antaranya : masalah waktu dan tempat. Pratikan meminta waktu jam pelajaran biologi dan waktu jam pulang sekolah. Dan tempat dilakukan di UKS . Adapun hasil yang dicapai sema proses konseling yaitu klien akan berusaha mengubah Suasana rumah yang harmonis, tenang dan damai sehingga klien dapat lagi berkomunikasi terhadap belajarnya.

12

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Dari berbagai pendekatan yang ada,praktikan menggunakan pendekatan trait end factor karena mengingat pendekatan ini sangat fleksibel dan dalam tahap analisis kita dapat mengeksplorasi dan banyak mungkin,sehingga gambaran jelas dan utuh dari individu klien akan nampak dan mumudahkan klien untuk munemukan masalahnya dan memecahkan masalahnya sendiri.Pelaksanaan konselong yang praktikan lakukan berjalan cukup lancer,walaupun terdapat hambatan didalam pelaksanaannya.Namun demikian,praktikan berusaha untuk mengatasi hambatan tersebut dengan menggunakan tahap selanjutnya. B. Saran Beberapa yang praktikan berikan berkaitan dengan proses pelaksanaan layanan yang dilaksanakan sebagai berikut: 1. konselor hendaknya selalu siap baik mental,fisik,terampil dan pengetahuan dalam usahanya untuk membantu klien pada khususnya dan menunjang keberhasilan klien. 2. Konselor hendaknya menguasai tehnik-tehnik konseling dan tehnik-tehnik keterampilan dalam komunikasi. 3. Konselor hendaknya selalu mengembangkan sikap empati,genum,menerima klien apa adanya,menghormati dan menghargai orang lain,kasih sayang,ramahtamah dan saling mencintai tidak hanya pada saat pelaksanaan konseling tetapi juga pada saat diluar suasana konseling. 4. Konselor hendaknya lebih mendekatkan dirinya dengan murid-murid sehingga kesan negatif tentang BK dapat terkurangi

13

Anda mungkin juga menyukai