ARTIKEL ILMIAH

STUDI PERILAKU PASANGAN JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) PADA KANDANG BREEDING DI KEBUN BINATANG SURABAYA

Oleh AEZZI DIMITRA NIM 060610245

FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

19710316 199603 1 Mahasiswa (Aezzi Dimitra) NIM. Imam Mustofa.Kes.Kes. is currently heading for extinction. M.drh. The ingested behavior is eating. Legowo. flying. 19600427 198701 1 001 Menyetujui Dosen Terkait II: (Dr. movement.Si. 19691214 199603 1 . The results showed that there were identified 16 daily activities.) NIP. climb. Diah Kusumawati Gali. 6B.4.) NIP. 5B.23%. 2Departemen Reproduksi Veteriner. drh. Key words: Behavior.. D. this is done to prevent extinction. drh. visiting.09 times/tides/day.) NIP. 4 Departemen Patologi Veteriner. 19560105 198002 2 001 Menyetujui Dosen Pembimbing II: (Dr. M. Observation by using 7 pairs in cages 1B 2B. Kusnoto. walking. whereas average relative frequency 14. M. 060610245 Menyetujui Dosen Terkait I: (Djoko Legowo. Frequency averages ingested behaviour 2976. D. Most zoos around the world run the Bali starlings breeding program. Surabaya. The analysis showed that frequency averages the movement’s behaviour 7421 time/tides with activities average 371. drinking. SU. Kusnoto.48%. The breeding behaviour is to make a nest.05 times/tides/day.. M.. couples. mopping up and speak out.5 1 Mahasiswa. and can be classified into four main behaviors. Frequency averages behaviour of bird breeding are 1141.1 . Bali starlings. drh. Motionless behaviour include rest.) NIP. 19631003 199702 1 001 Menyetujui Dosen Terkait I: (Boedi Setiawan. stationary. and causes rapid loss of forest habitat is shrinking and threatened with extinction within a short time.Dr.STUDI PERILAKU PASANGAN JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) PADA KANDANG BREEDING DI KEBUN BINATANG SURABAYA STUDY THE COUPLES OF BALI STARLINGS (Leucopsar rothschildi) ON BREEDING CAGES AT SURABAYA ZOO Dimitra. whereas average relative frequency 77. activity. Frequency averages motionless behaviour around 39724 time/tides with activities average 1986. A. 7B and 8B. The activities of movements were going throught certain activities. lay eggs and incubate the eggs. Kusumawati. The purpose of this study is to investigate the behavior of Bali starlings couples on breeding cages. whereas average relative frequency 2.P. Setiawan.) NIP. frequency Menyetujui untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.. 7 Juni 2011 Menyetujui Dosen Pembimbing I: (Prof. sunbathing.3.85 times/tides/day. 3Departemen Parasitologi. breeding and ingested. namely motionless behavior.. Mustofa. I. the situation was mainly due to overfishing to supply the needs of trade. whereas average relative frequency 5. 5Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. B.5.drh. defecation and urination.85 time/tides with activities average 148.2 times/tides/day.48%.8%. Surabaya ABSTRACT Bali starlings (Leucopsar rothschildi).2. 3B.71 time/tides with activities average 57. illegal arrests.

Kusumawati.2 times/tides/day. is currently heading for extinction. climb.8%. Frequency averages behaviour of bird breeding are 1141. flying. The results showed that there were identified 16 daily activities.STUDI PERILAKU PASANGAN JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) PADA KANDANG BREEDING DI KEBUN BINATANG SURABAYA STUDY THE COUPLES OF BALI STARLINGS (Leucopsar rothschildi) ON BREEDING CAGES AT SURABAYA ZOO Dimitra.5 1 Mahasiswa. walking. A. Key words: Behavior. 7B and 8B. Frequency averages motionless behaviour around 39724 time/tides with activities average 1986. The activities of movements were going throught certain activities. and causes rapid loss of forest habitat is shrinking and threatened with extinction within a short time. namely motionless behavior. Perilaku satwa adalah tindak tanduk satwa . stationary. 3Departemen Parasitologi. Kusnoto. defecation and urination. B.71 time/tides with activities average 57.23%. Surabaya ABSTRACT Bali starlings (Leucopsar rothschildi).3. whereas average relative frequency 5. Kelestarian satwa akan tetap terjaga jika dapat mengetahui perilaku satwa tersebut.1 . lay eggs and incubate the eggs. this is done to prevent extinction. The analysis showed that frequency averages the movement’s behaviour 7421 time/tides with activities average 371.2. Observation by using 7 pairs in cages 1B 2B. drinking. D.85 times/tides/day. mopping up and speak out.4. 5Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.09 times/tides/day. movement. Frequency averages ingested behaviour 2976. whereas average relative frequency 2. illegal arrests. The purpose of this study is to investigate the behavior of Bali starlings couples on breeding cages. sunbathing.48%. Mustofa. the situation was mainly due to overfishing to supply the needs of trade. breeding and ingested. The breeding behaviour is to make a nest. activity. Bali starlings. Setiawan. frequency Pendahuluan Satwa merupakan daya alam hayati kelestariannya harus sumber yang dijaga. couples. Legowo. 6B. visiting. Most zoos around the world run the Bali starlings breeding program. 4 Departemen Patologi Veteriner. 3B. Motionless behaviour include rest. D.05 times/tides/day. and can be classified into four main behaviors. The ingested behavior is eating. whereas average relative frequency 14.5.48%. 2Departemen Reproduksi Veteriner. whereas average relative frequency 77. 5B.85 time/tides with activities average 148. I.

Menurut Dewobroto dalam Henny (1995).yang terlihat dan saling berkaitan baik secara individual maupun bersama-sama yang memungkinkan seekor satwa dapat menyesuaikan diri terhadap beberapa perubahan keadaan baik dari luar maupun dari dalam (Tanudimadja dalam Faridah. Menurut IUCN burung Jalak Bali termasuk dalam status critically endangered dan terdaftar dalam CITES sebagai satwa appendix I. Akibat keterbatasan inilah yang diduga dapat menyebabkan perubahan pada perilaku seharihari suatu satwa (Ronohardjo. Berdasarkan lembaga konservasi dunia atau IUCN Indonesia tercatat 117 jenis pada tahun 2009 termasuk dalam katagori secara global terancam punah (Gondo dan Sugiarto. 2000). 2007). Perilaku burung Jalak Bali yang dipelihara di kandang breeding Kebun Binatang Surabaya belum diteliti. 2010). Penelitian ini nantinya dapat digunakan sebagai data dasar dalam melakukan langkah-langkah pelestarian burung Jalak Bali di Kebun Binatang Surabaya khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya. Kebun binatang ataupun taman safari memiliki peranan penting dalam pembiakan spesiesspesies dalam kondisi menuju kepunahan dan merupakan kegiatan konservasi secara ex-situ. Terutama perilaku burung Jalak Bali yang terdapat di kandang breeding. serta hilangnya habitat hutan menyebabkan populasi burung Jalak Bali cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat (Balen dkk. Guna menjaga kelestarian sekaligus memulihkan populasi burung di Indonesia.. Metode Penelitian . sehingga perlu adanya penelitian ini dilakukan untuk mencermati perilaku pasangan dalam kandang breeding di Kebun Binatang Surabaya. 2010). pembinaan habitat dan populasi. dan secara ex-situ (di luar habitat alaminya). 1984). seperti melalui perlindungan jenis. 2009). Tempat penangkaran tidak dapat dikondisikan serupa dengan habitat aslinya. konservasi adalah upaya pengelolaan sumber daya secara bijaksana yang berpedoman kepada asas pelestarian. salah satu diantaranya melalui penangkaran (Setio dan Takandjanji. Salah satunya adalah burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah satwa langka dan endemik yang ada di Indonesia yaitu hanya terdapat di Pulau Bali (saat ini hanya di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat). perlu dilakukan kegiatan konservasi. 1999). Konservasi burung dapat dilakukan secara in-situ (di dalam habitat alaminya). hal ini dilakukan untuk mencegah punahnya burung Jalak Bali (Alikodra. Spesies khas dan langka telah berhasil diselamatkan melalui program pembiakan dalam tangkapan di kebun binatang (Alikodra. Keadaan ini utamanya disebabkan oleh adanya penangkapan yang berlebihan untuk memasok keperluan perdagangan. 1999) atau suatu strategi dari satwa dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada dalam lingkungan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (Alikodra dalam Faridah. Penangkapan liar. Sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran burung Jalak Bali.

7B. Minum. dengan cara observasi pada objek penenelitian yaitu perilaku burung Jalak Bali yang ditempatkan di kandang berbeda pada kandang breeding di Kebun Binatang Surabaya selama 20 hari mulai tanggal 11-30 Januari 2011 yang tidak dilakukan secara terusmenerus tetapi dimulai dari pukul 07. 3. Ingestif Makan adalah aktivitas ingestif yang dilakukan dengan cara mengambil dan menghancurkan makanan menggunakan paruh atau lidah. 4.30-15. Berkembangbiak Membuat sarang untuk bertelur adalah aktivitas mengambil ranting-ranting kering. dan dedaunan kering dengan menggunakan paruh yang diletakkan pada pepohonan. Membersihkan diri merupakan aktivitas membersihkan tubuh menggunakan kaki atau paruh. aktivitas yang dilakukan dengan cara mencelupkan paruh ke dalam air lalu menengadahkan paruh. Terbang adalah aktivitas aktif yang dilakukan dengan menggunakan sayap. 6B. Mengerami telur. Memanjat dilakukan dengan perpindahan tempat pada dinding kawat menggunakan kaki. kedua kaki berpegang erat pada kayu. 2B. Berjemur merupakan aktivitas pasif dengan posisi tubuh bertengger. dan 8B. aktivitas memelihara telur untuk proses penetasan.5 m. 2008). menggunakan kaki. aktivitas membuang metabolisme dalam bentuk padat. 5B. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan adalah 7 pasang burung Jalak Bali yang ditempatkan di kandang berbeda pada kandang breeding di Kebun Binatang Surabaya. hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat penelitian atau pengamatan. 2. bagian ventral menunduk. Pengelompokan Data Data yang diamati dikelompokkan dalam empat perilaku dengan 16 aktivitas (Takandjandji dan Mite. jumlah keseluruhan 14 ekor indukan yang terdiri dari 7 ekor jantan dan 7 ekor betina. Mendatangi merupakan aktivitas mendekati petugas pada saat memberikan makan. Bersuara adalah Aktivitas mengeluarkan suara. Perilaku Diam Istirahat merupakan aktivitas pasif dengan posisi tubuh bertengger. Urinasi dilakukan dengan . Stationer merupakan aktivitas yang dilakukan dengan posisi tubuh bertengger pada kayu dan kedua mata terbuka. dan kedua mata terpejam. Tiga puluh menit pertama pengamatan dilakukan empat kandang dan tiga puluh menit berikutnya pengamatan dilakukan tiga kandang.30 sesuai penelitian Takandjanji dan Mite (2008). Defekasi. Pengamatan dilakukan di tujuh kandang yaitu kandang 1B. aktivitas mengeluarkan telur oleh indukan betina. satu kaki atau sayap diangkat dan direntangkan sambil mengarah pada sinar matahari. 3B.30-12. Jarak pengamat dengan kandang tempat penelitian yaitu 3. Perilaku Bergerak Berjalan adalah aktivitas aktif yang dilakukan dengan berpindah tempat pada bagian bawah kandang. Pengelompokan terdiri dari: 1. Bertelur.30 dan 13.Penelitian dilaksanakan di Kebun Binatang Surabaya.

Hasil Observasi Lapangan Pasangan Burung Jalak Bali Di Kandang Breeding Kebun Binatang Surabaya Selama 20 Hari Pengamatan. 7B dan 8B.43 779. frekuensi aktivitas kandang 8B.30-15. Menurut Priyono dan Handini (1996).52 21. Aktivitas perilaku berjemur tertinggi dilakukan pukul 07. 3B. Hasil dan Pembahasan Kebun Binatang Surabaya terdapat tujuh pasang indukan Jalak Bali pada kandang breeding yang menjadi objek penelitian selama 20 hari dari pukul 07.71 2688. dan verifikasi untuk mengangkatnya menjadi kesimpulan sebagai temuan penelitian (Umagap.42 38.3.30 kandang 8B sebesar..57 2368. 6B.09 134. dengan formula sebagai berikut : Frekuensi suatu aktivitas frel = x 100% Frekuensi seluruh aktivitas Data pengamatan tingkah laku dinyatakan dalam grafik persentase frekuensi relatif aktivitas dan kemudian dianalisis dengan cara menelaah. Fi1. 5B.2. Aktivitas ini dilakukan ketika suhu lingkungan mulai tinggi dan burung berteduh atau bertengger pada kayu tenggeran dengan mata tidak tertutup. Aktivitas perilaku stationer tertinggi dilakukan pukul 14.43 5921.76 ..07 296. makanan dan semua kebutuhan telah terpenuhi sehingga tidak perlu mencari seperti halnya burung di alam.01 Frel Aktivita s (%) 8.29 2462. Kegiatan ini dilakukan setelah istirahat dan berjalan. Pengamatan Diam Bergerak Istirahat Stationer Berjemur Berjalan Memanjat Mendatangi Terbang Membersihk an diri Bersuara Frekuensi Aktivitas (kali/pasang ) 4273.00 7110.26 11.. Burung di penangkaran lebih banyak menggunakan waktunya untuk beristirahat dibandingkan dengan burung di alam yang harus terbang mencari makan (Takandjanji dan Mite.87 4. gerakan merentang dilakukan untuk melemaskan otot-otot yang tegang.95 545.3015.68 118.30 sampai 15.. 2B. Aktivitas perilaku istirahat tertinggi dilakukan pada pukul 14. + Fin Keterangan : F = Frekuensi. Terdiri dari tujuh pasang indukan yaitu pada kandang 1B.n= Frekuensi suatu aktivitas Perhitungan rata-rata aktivitas didapat dengan formula : Rata .80 20. mengurutkan. Perilaku Diam Aktivitas istirahat.40 355.55 5.30.30. Tabel 1..14 Rata-Rata Frekuensi Aktivitas (kali/pasang /hari) 213.24 13.3008. Aktivitas stasioner berlangsung lama dengan frekuensi yang kecil. Bagi burung yang berada di penangkaran.membuang bentuk cair metabolisme dalam Analisis Data Untuk mengetahui frekuensi aktivitas digunakan Sudjana (1992) sebagai berikut : F = Fi1 + Fi2 + Fi3 + .12 532.. 2008)..30 kandang 8B. berjemur dan stationer pada perilaku diam dilakukan oleh semua pasangan burung Jalak Bali. 2007). mengelompokkan data. Gerakan yang sering terlihat pada saat berjemur adalah merentangkan salah satu kaki atau sayap sambil menghadap sinar matahari pagi.00 10901. Berikut tersaji pada Gambar 1.62 1.rata Jumlah aktivitas kandang Aktivitas = Jumlah hari pengamatan Kemudian dilakukan perhitungan frekuensi relatif aktivitas.51 123.43 10640.34 4.

. Terbang dilakukan dengan cara berpindah tempat pada dinding kawat kandang dan batang atau dahan pohon dengan menggunakan kedua sayap. Aktivitas tersebut menandakan jika pasangan indukan tersebut sudah terbentuk pasangan atau jodoh (Mas’ud.30 kandang 4B. Berjalan dapat dilakukan dua cara. Pasangan burung Jalak Bali yang saling mendatangi merupakan salah satu tanda dalam berkembangbiak.76 12. Mendatangi biasanya diakhiri dengan kegiatan mencumbu pasangannya. Di samping itu.01 92.71 246.30 kandang 8B untuk mendatangi saat melakukan aktivitas diam maupun ingestif.24 0. dan segar. yaitu yang pertama berja1an biasa menggunakan kaki kiri lalu disusul kaki kanan.34 1. Aktivitas perilaku berjalan tertinggi dilakukan pada pukul 11. yaitu seperti halnya dengan jalan biasa hanya lebih cepat. membersihkan tubuh pasangannya.60 1. mendatangi. Hal ini dilakukan untuk menjaga salah satu pasangannya dari penganggu.30 kandang 3B. membersihkan diri dan bersuara pada perilaku bergerak dilakukan oleh semua pasangan burung Jalak Bali. Aktivitas perilaku memanjat tertinggi dilakukan pada pukul 08. Membersihkan diri dilakukan untuk merawat tubuh agar bulu tetap mengkilap.48 0.71 36. Mendatangi dilakukan pada salah satu pasangan baik jantan maupun betina dengan menghampiri salah satu pasangannya.14 1848.57 0 420. menyelisik bulu (Takandjanji dan Mite. Aktivitas ini dilakukan sebagai bagian dari perawatan bulu agar tetap mengkilap dan tidak kusut.82 3. Aktivitas perilaku mendatangi tertinggi dilakukan pada pukul 11. 2008).29 246. bulu juga berguna sebagai penghangat pada saat mengerami telur dan mengasuh anak. Mandi merupakan aktivitas yang paling disenangi.Berkemba ngbiak Ingestif Membuat sarang untuk bertelur Bertelur Mengerami telur Makan Minum Defekasi Urinasi 721.30-12. sehat. Memanjat dilakukan dengan cara berpindah tempat pada dinding kawat kandang dan batang atau dahan pohon dengan menggunakan kaki. juga berguna untuk terbang mencari makan. terbang. Burung Jalak Bali termasuk salah satu keluarga Sturnidae yang sangat lincah (Takandjanji dan Mite. 2009). Mendatangi juga dilakukan untuk membersihkan tubuh betina. 2010).41 31.34 12. memanjat. Membersihkan diri dilakukan dengan cara membersihkan paruh. Berjalan lebih banyak disebabkan oleh adanya rangsangan eksternal dan internal dari dalam tubuh. 2008). Aktivitas perilaku terbang tertinggi pada dilakukan pukul 11. Cara terbang sesuai dengan pernyataan Fithri (2008) dengan meluncur (gliding) dan sayap tidak dikepakkan berfungsi sebagai penyeimbang tubuh agar tubuh tetap stabil dalam posisi melayang.30-12.08 0 21. Bulu sebagai pelindung bagi tubuh dari hujan dan panas. melakukan aktivitas istirahat maupun berjemur bersama (BTNBB. 1999). Ketika melompat dengan menyentakan kaki belakang dan kaki depan lurus ke depan menuju pohon atau dahan atau tempat yang akan dicapainya (Faridah. Kedua berjalan cepat.30-09.30 kandang 6B untuk mendatangi.14 635.30-12.48 Perilaku Bergerak Aktivitas berjalan.41 0.

3012. Menggaruk-garuk kepala merupakan bagian dari aktivitas membersihkan diri untuk memelihara bulu.30-14. sedangkan kandang 5B. Frekuensi aktivitas tertinggi mengerami telur pasangan Jalak Bali pukul 11. Pakan yang diberikan berupa pakan hewani . defekasi dan urinasi merupakan perilaku ingestif. Aktivitas tersebut dilakukan hingga telur menetas menjadi piyik (BTNBB. Berikut tersaji Gambar 3. Proses pembuatan sarang tidak pernah berhenti dari mulai akan bertelur hingga anak burung Jalak Bali keluar dari gowok.30 kandang 1B.30-14. sering terbang keluar masuk tempat sarang yang diminati untuk penghuniannya. 2009). Aktivitas perilaku membersihkan diri tertinggi pukul 13. Kebutuhan air digunakan untuk mandi dan minum. khusus pada bagian kepala. mempunyai ciri-ciri antara lain suka terbang bersama. Ketika salah satu mengeram maka pasangannya melakukan aktivitas ingestif. Perilaku Berkembangbiak Aktivitas membuat sarang untuk bertelur dilakukan oleh semua pasangan. Aktivitas ini dilakukan menggunakan kaki maupun paruh. Kebiasaan bersuara yang dimulai dengan atraksi naik turun kepala dengan menegakkan jambul sering dilakukan pejantan untuk menarik pasangannya (BTNBB. Aktivitas ini juga terjadi apabila ada hewan lain seperti serangga atau ular yang memasuki kandang burung (Takandjanji dan Mite.Menurut Mas’ud (2010). Aktivitas ini lebih banyak terjadi pada saat burung dalam keadaan takut. Sarang yang terbentuk tidak terbentuk namun menyerupai cawan (Nariswari dan Yuda. burung Jalak termasuk jenis burung yang memerlukan air untuk aktivitas hariannya sehingga digolongkan sebagai hewan yang tergantung pada air (water dependent spesies). Aktivitas bertelur pada kandang 3B dan 5B. Aktivitas perilaku bersuara tertinggi dilakukan pukul 11.30 kandang 8B. Sarang disiapkan sebagai sarana penting untuk perkembangbiakan. Telur kandang nomor 3B yaitu 3 butir telur dan empat butir telur pada kandang 5B. 2007). 1997). 2009). minum. 2008). Aktivitas perilaku membuat sarang untuk bertelur tertinggi dilakukan pada pukul 13. Pasangan burung Jalak Bali yang akan membuat sarang.3012. frekuensi keluar masuk tempat bersarang makin sering dan mulai membawa rerumputan atau bahan-bahan sarang lainnya untuk membangun sarang (Umagap.30 kandang 2B. Perilaku ingestif dilakukan oleh semua pasangan burung Jalak Bali.30 kandang 5B sebesar 1136 kali/pasang. selama bertelur burung Jalak Bali jantan menunggu di luar sarang sambil berjaga-jaga. Berikut tersaji Gambar 2. Bahan sarang berupa ranting pohon di dalam kandang breeding. hinggap berjejeran didekat tempat dimana mereka akan membangun sarang. Perilaku Ingestif Aktivitas makan. Menurut BTNBB (2009). Cara lain dilakukan dengan menggesek-gesekkan paruh pada permukaan kayu tenggeran atau kawat (Takandjanji dan Mite. diam maupun bergerak. Mengerami telur dilakukan dengan cara bergantian antara indukan jantan dan betina dengan waktu sekitar 10-15 menit. 2008).

11 18.30 Binatang Surabaya pada 7 kandang pada kandang 8B. 5 9 1. 5 55 . 4 7 15 . 99 0. 4 14.dan nabati. 8. Pakan hewani terdiri 10 dari ulat hongkong.2 78 20. 18 2 0 19 . 07 .4 2 4 3 4. 8 . Pasangan burung serta lingkungan. Aktivitas perilaku Pasangan burung Jalak Bali pada urinasi dan defekasi tertinggi kandang breeding di Kebun dilakukan pada pukul 13.30-14. 4 1 0. 6 1 . bergerak.64 4 5 7 5 . Cara burung Jalak Bali memakan pakan hewani yaitu dengan mengambil pakan dari tempat pakan dan membawanyaGambar5 2. 78. Sesuai dengan Istirahat Stationer Berjemur pernyataan Mas’ud (2010). waktu perilaku ingestif dikarenakan 7B dan 8B). 19 0. 14 5. 18 11. 5 2 3 1. jangkrik dan 8 telur semut Pakan nabati yang 6 diberikan yaitu pisang atau pepaya 4 yang diberikan setiap hari pada 2 pagi hari setelah kandang 0 dibersihkan.11 . 09 8 .875. 6. tempat 1B 2B 3B 5B 6B 7B 8B pakan dan minum yang disediakan di kadang breeding Kebun Binatang Surabaya terbuat dari tanah (cowek). 15 sementara aktivitas lainnya 10 sebagai pendukung.3 5. 0 9 14 .5 7 2 1.11 0.28 1. 4 . 79 3 . 6 6 4 .26 Ur i nasi 1 B 2B 3B 5B 6B 7B 8B 0. 9 4 11. 1 11. 3 2 Aktivitas perilaku makan tertinggi 1 dilakukan pada pukul 13.08 10 8 8 . 9 8 3. 2 1 .58 2 0 . 2008). 99 2. 81 92 2 1.30-14.28 1. 78 1.30 pada kandang 8B. Grafik frekuensi relatif aktivitas akan diambil dengan diam selama 20 hari menggunakan paruh dan diletakkan di tanah kemudian baru 30 dimakan.30 0 pada kandang 8B. 34 .26 1. Grafik frekuensatif aktivitas 4 bergerak selama 20 hari ke tanah baru memakannya. 0 . 5 6 . 43 8 8. 51 41 0. perilaku utama (diam. 3 3 1 1 .78 3. 2B. 8 4 .06 9 4 . 4 .18 1.58 1. 2008). 51. Grafik frekuensi relatif tertinggi dilakukan pada pukul aktivitas Ingestif selama 20 13. 61 4. Menurut Mas’ud (2010). 6 6 11.18 1.30-14. 510 .83 3.76 1. 0 4 1 4 . 57 4 1 1 . Berikut tersaji Jalak Bali tersebut memiliki 4 Gambar 4. Pada saat makan Gambar 1.8 14 . 4 1. 5B.81 3. Aktivitas ini 5 dilakukan sambil merundukkan 0 kepala sementara paruhnya Berjalan Memanjat Mendatangi Terbang Membersihkan Bersuara Diri mematuk makanan yang berupa 1B 2B 3B 5B 6B 7B 8B pakan nabati (Takandjanji dan Mite. 8 1 19 1 9 . hari Defekasi adalah aktivitas dalam perilaku ingestif dengan cara membuang metabolisme dalam Kesimpulan dan Saran bentuk padat (Takandjanji dan Kesimpulan Mite. 4 4 10 .66 22. minum yang diberikan pada Jalak Bali diberikan secara penuh (ad libitum). 85 8.18 1. Perbedaan yang berbeda (1B.66 3. 10.76 1. 94 4. Aktivitas perilaku minum Gambar 4.9813 .28 Def ekasi 1. 8 2 5. 6B. 3B.3 6 .72 1. 4 4 25.9 1 11. 5 9 2 0 . 3 8. Penilitian ini dilakukan adanya pengaruh iklim atau cuaca selama 20 hari. 25 Makan merupakan aktivitas 20 paling penting bagi burung.26 1. M akan M i num 1. 0 6 4 4. 1 1 21 5.11 1. 56 67 5.

tnbalibarat/?cat=1. Putra dan Prins H. Gondo dan Sugiarto. 2000. H. stationer. 2010. 2010. mendatangi. Strategi Mencari Makan Burung Pecuk Padi Hitam di Suaka Margasatwa Pulau Rambut. II and III valid from 24 June 2010. 34(3).92 1.5 2 1. Dirgayusa. A. Penerbit IPB Press. berjemur. 1997. Grafik frekuensi relatif aktivitas berkembangbiak selama 20 hari Saran Hasil penelitian studi perilaku satwa terutama pada burung Jalak Bali ini nantinya dapat digunakan oleh pihak Kebun Binatang Surabaya maupun penangkar sebagai acuan perilaku burung Jalak Bali sehari-hari. Status and distribution of the endemic Bali starling Leucopsar rothschildi. Studi Perilaku dan Habitat Jelarang (Ratufa bicolor bicolor) di Hutan Tanaman Pinus Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung Jawa Barat [Skripsi]. I. Mas’ud. 2.cites. bertelur. Daftar Pustaka Alikodra. T. Th. mengerami telur. 2009. Cetakan kedua. berjalan. Jurnal Biologi XI (2) : 70-73. Fakultas Pertanian. H.52 Ber telur Meng a T er mi elur 1B 2B 3B 5B 0 0 0 6B 0 0 0 7B 8B 0 0 0 0 Gambar 3. Yogyakarta. P.38 1. Teluk Jakarta.5 0 0 . 19 membersihkan diri. memanjat. Bogor. Balen. Perilaku Berbiak Burung Kuntul Kerbau di Halaman Ambarukmo Palace Hotel.14 0 0 0 0 Membua S r ng t aa 0. 18 2 .5 1 0.55 1. CITES. //http://www.A. [21 Agustus 2010] Henny. [21 Agustus 2010] Faridah.V. 2008. 2010. Perilaku Reproduksi Babi Kutil Pada Musim Kawain di Kebun Binatang Surabaya [Skripsi]. W. Teknik Pengelolaan Satwa Liar dalam Rangka Mempertahankan Keanekaragaman Hayati Indonesia. D dan Ign.. defekasi dan urinasi.org. minum. BTNBB Balai Taman Nasional Bali Barat. Fakultas Kehutanan. 1999. Nariswari. Gilimanuk. makan. Institut Pertanian Bogor. //http:www. B. Dinamika Populasi Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di Habitatnya. Fithri. N. Mengenal Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat. 2008. II (2) : 7377. Biota Vol. International Convention Trade on In . I. Universitas Putra Bangsa Surabaya. Teknik Penangkaran Burung Jalak Bali di Rumah. PT Penerbit IPB Press. 1. Yuda. Oryx Vol. bersuara. Endangered Species (CITES) of wild fauna and flora Appendices I. S. membuat sarang untuk bertelur.berkembangbiak dan ingestif) dengan 16 aktivitas (istirahat. 2009. A.84 1. I.94 1.S.

A. 1984. Sudjana. Volume 7.Z. No. P. Pola Persarangan Curik Bali (Leucopsar rothschildi Stressman. April 2005. 2005. dan S. Ronohardjo. 1912) dan Kerabatnya di Taman Nasional Bali Barat. Jakarta.4. Menangkar. dan Melatih Nuri.A. Takandjanji. 2007. M. Berita Biologi. W. Penerbit Bandung. 2008. . Perilaku Burung Beo Alor di Penangkaran Oilsonbai. Buletin Plasma Nutfah 14(1). Domestikasi Satwa Liar Ditinjau dari Segi Penyakit. dan M. 1992. Penebar Swadaya. Institut Pertanian Bogor. Handini. Puslitbang Peternakan Bogor. Thesis]. N. Nusa Tenggara Timur.Sc. Umagap. Beberapa Jenis Bahan Sarang dan Perilaku Bersarang Burung Seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara [M.S. 1996.Noerdjito. Prosiding Seminar Satwa Liar. Statistika. Memelihara. Metode Tarsito. M. Priyono. M. Mite.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful