Anda di halaman 1dari 2

Sriwijaya Air adalah sebuah maskapai penerbangan di Indonesia.

Sriwijaya Air didirikan dengan tujuan untuk menyatukan seluruh kawasan Nusantara seperti keinginan raja kerajaan Sriwijaya dahulu yang berasal dari kota Palembang. Oleh keluarga Lie (Hendry, Chandra, Andi dan Fandi) keinginan tersebut diwujudkan melalui pengembangan transportasi udara. Pada mulanya Sriwijaya Air mengoperasikan 13 buah Boeing 737-200. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pemenuhan pelayanan publik yang lebih baik, Sriwijaya Air menambah dan memperluas jangkauan penerbangannya dari Barat ke Timur dan menambah 10 pesawat dengan seri yang lebih baru Boeing 737-400 dan 737800NG serta 20 pesawat Embraer 175 dan Embraer 195. Pada tanggal 18 Desember 2008, Sriwijaya Air mengembangkan sayapnya dengan membuka rute internasional ke Singapura. Kode penerbangan Sriwijaya Air yang diberikan oleh IATA adalah SJ dan kode ICAO: SJY, serta tanda panggil (callsign) "Sriwijaya". Perusahaan penerbangan Sriwijaya Air secara bertahap kini mulai memproyeksikan diri untuk beralih menjadi maskapai premium. Dipilihnya segmen premium ini untuk mengantisipasi adanya pemberlakukan kebijakan udara terbuka se-Asia Tenggara (ASEAN Open Sky Policy) pada 2015. Secara bertahap sriwijaya air akan meningkatkan kelas menjadi kelas premiun full service guna melayani 35 rute penerbangan yang telah ada. Ia menegaskan, target Sriwijaya adalah menghadapi ASEAN Open Sky Policy dengan meningkatkan pelayanan penumpang secara maksimum, salah satunya dengan beralih menjadi maskapai premium. Rencananya, secara bertahap Sriwijaya Air juga bakal mengganti armadanya yang lama dari Boeing 737-300 hingga 400 diganti dengan Boeing seri terbaru. Dengan naik kelas menjadi maskapai penerbangan premium, manajemen Sriwijaya Air berupaya meningkatkan pelayanan penumpang lebih baik lagi yang sebelumnya fokus membidik segmen middle. Mengenai target load factor, dengan naik kelas ke premium, secara otomatis targetnya bakal ditingkatkan lagi dari semula 80 persen saat di kelas middle dan naik menjadi 89 persen di kelas premium. Maskapai penerbangan Sriwijaya Air, dalam dua tahun terakhir ini tercatat telah mengangkut 4,8 juta penumpang pada 2008. Sedangkan pada tahun 2009 jumlah penumpang yang diangkut menjadi 5,4 juta pada 2009. Pada 2010 ditargetkan diharapkan mampu mengangkut penumpang 6 hingga 7 juta orang bersamaan dengan naik kelas menjadi maskapai premium. Dalam satu bulan, Sriwijaya mengangkut
sekitar 6000 penumpang. Jumlah pilot yang dimiliki Sriwijaya berjumlah 160 orang.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, mereka juga akan membangun pusat pelatihan. Sebelumnya Sriwijaya Air telah mendirikan sekolah pilot di Pulau Bangka. Sekolah penerbangan itu dilengkapi dengan 2 pesawat latih. Sriwijaya Air juga telah meminta PT Angkasa Pura II untuk menyediakan lahan seluas 5 hektare (ha) di Cengkareng untuk keperluan perawatan dan haul service. Sebelumnya untuk perawatan pesawat Sriwijaya masih ditangani oleh Garuda Indonesia. Saat ini Sriwijaya mengoperasikan sebanyak 27 pesawat yang melayani 37 rute penerbangan. Dari jumlah itu, sebanyak 35 rute merupakan penerbangan domestik. Sedangkan rute internasionalnya hanya dua yaitu Medan-Penang dan Jakarta-Singapura. Dalam satu bulan, Sriwijaya mengangkut sekitar 6000 penumpang. Jumlah pilot yang dimiliki Sriwijaya berjumlah 160 orang.