MAKALAH KEMISKINAN DKI JAKARTA KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME yang telah

memberikan rahmat dan hidahnya, sehingga penulis dapat menyelasikan makalah inio tepat pada waktun yang telah ditetapkan dengan topic yang dipilih “kemiskinan”. Adapun makalah ini disusun untukmemenuhi persyaratan nilai untuk mata kuliah ekonomi pembangunan.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama menyasun makalah ini yaitu kepada dosen mata kuliah besserta dosen pengampuh mata kuliah ekonomi pembangunan serta pihak – pihak yang telah membantu dalam penyusunan maupun pengumpulan informasi untuk makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna disebabkan terbatasnya pengetahuan dan pengalaman penulis,oleh sebab itu mengharapkan saran dan kritik dalam menyempurnakan laporan ini.

penulis

DAFTAR ISI

1 gambaran kondisi Provinsi DKI Jakarta 7 3.4 strategi pengentasan kemiskinan…………………………………..2 kondisi kemiskinan di wilayah DKI Jakarta 7 3. 5 Bab 3 PEMBAHASAN 3.2 Saran 16 DAFTAR REFERENSI 17 BAB I PENDAHULUAN I.3 Tujuan……………………………………………………………… 1 Bab 2 KAJIAN PUSTAKA 2. 5 2.2 Penyebab Kemiskinan 3 2 3dampak kemiskinan terhadap masyarakaat………………………… 4 2.1 LATAR BELAKANG .1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 1 1.1 Kesimpulan 16 4.Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii Bab 1 PENDAHULUAN 1.5 kebijaksanaan dasar pengentasan kemiskinan…………………….1 Konsep Kemiskinan 2 2.3 contoh masalah kemiskinan di wilayah DKI Jakarta 8 Bab 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4.

29 persen).1 KONSEP KEMISKINAN Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga.2 RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih spesifik mengenai masalah-masalh kemiskinan di daerah DKI Jakarta dan bagaiman cara mengatasi atau menaggulangi maslah kemiskinan diantaranya kebijakan untuk maslah kemiskinan. I. Penelitian BPS tentang kemiskian absolute menyatakan bahwa dewasa ini penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan dengan menggunakan criteria pengeluaran per kapita perbulan. 1.6 ribu orang (4. Kendatipun harus diakui bahwa secara agregat penurunan jumlah penduduk miskin tersebut sebagai dampak langsung maupun tidak langsug dari berbagai kebijaksanaan penmbangunan yang telah dilaksanakan selama ini. berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 57.17 ribu orang (3.3 TUJUAN Tujuan dari penulisan makalh ini adalah untuk menambah pengetahuan penulis mengenai masalah – masalh perekonomian di Indonesia khususnya maslah kemiskinan .dan bagaimana kemiskinan mempengaruhi kjesejahteraan masyarakat si Indonesia. mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut . Selain itu mkialah ini digunkan sebagai salah satui syarat memperoleh nilai pada mata kuliah Ekonomi Pembangunan.45 ribu (0.62 persen).67 persen). Sedangkan menurut data dari BPS Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2009 sebesar 323. BAB II KAJIAN PUSTAKA II. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2008 sebesar 379.Study mengenai jumlah kemiskinan di Indonesia telah berusaha di ungkap oleh BPS sejak tahun 1984. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa laju penurunan jumlah pendusuk miskin begitu cepat di pedesaan di banding di perkotaan di sebabkan oleh adanya arus urbanisasi dari desa ke kota.

Kedua.2 PENYEBAB KEMISKINAN Pada umumnya di Negara Indonesia penyebab-penyebab kemiskinan adalah sebagai berikut: • Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia Seperti kita ketahui lapangan pekerjaan yang terdapat di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang ada dimana lapangan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Dimensi-dimensi kemiskinan tersebut memanifestasikan dirinya dalam bentuk kekurangan gizi. bahwa yang miskin adalah manusianya baik secara individual mupun kolektif.Tiga dimensi (aspek atau segi) kemiskinan. namun ini bukan desa atau kota. Kita seering mendengar perkataan kemiskinan pesesaan (rural proferty) dan sebagainya. kemiskianan multidimensi artinya karena kebutuhan manusia itu bermacam-macam. Diliahat dari kebijakan umum kemmiskinan meliputi aspek primer yang berupa mikin akan asset-aset. II. an sich yang mengalami kemiskianan tetapi orang – orang atau penduduk atau juga manusianya yang menderita miskin jadi miskin adalah orang-orangnya penduduk atau manusianya Adapun cirri-ciri kemiskinan pada umumnya adalah. organisaisi politik dan pengetahuan serta keterampilan san aspek yang sekunder yang berupa miskin jaringan social dan sumber-sumber keuangan dan informasi. Aspek kemiskinan tadi saling berkaitn baik secara maupun tidak langsung. Hal ini berarti bahwa kemajuan atau kemunduran pada salh satu aspek dapat mempengaruhi kemajuan atau kemunduran pada aspek lainnya. Kedua mereka tidak memmiliki kemungkinan untk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri. Pertama pasda umumya mereka tidak memiliki factor produksi seperti tanah modal ataupun keterampilan sehingga kemmpuan untuk memperoleh pendapatan menjadi terbatas. maka kemiskiananpun memiliki banyak aspek. Keempat kebanyakan mereka tinggal di pedesaan.yaitu:Pertama. Ketiga tingkat poendidikan rendah waktu mereka tersita untuk mencari nafkah dan mendapatkan pendapatan penghasilan. Dengan demikian banyak penduduk di Indonesia yang tidak memperoleh penghasilan itu menyebabkan kemiskinan di Indonesia • Tidak meratanya pendapatan penduduk Indonesia Pendapatan penduduk yang didapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relative tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia . Kelima mereka yang hidup di kota masih berusia muda dan tidak didujung oleh keterampilan yang memadai. Ketiga.air dan perumahan yang tidak sehat dan perawatan kesehatan yang kurang baik serta pendisikan yamg juga kurang baik.

Ini yang diusebut tidak meratanya pendapatan penduduk di Indonesia.3 DAMPAK DARI KEMISKINAN TERHADAP MASYARAKAT Banyak dampak yang terjadi yang disebabkan oleh kemiskinan diantaran adalah sebagai berikut: • Kesejahteraan masyarakat sangat jauh dari sangat rendah Ini berarrti dengan adanya tingkat kemiskian yang tinggi banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendapatan yang mencukupi kebutuhan hidup masyarakat. • Tingkat kematian meningkat. Masyarakat Indonesia jadi terdesak untuk memperoleh pendapatan dengan cara-cara kejahatan karena dengan cara yang baik mereka tidak mempunyai modal yaitu ilmu dan ketermpilan yang cukup. ini dimksudkan bahwa masy6arakat Indonesia banyak yang menagalmi kemtain akibat kelaparan atau melakukan tindakan bunuh diri karena tidak kuat dalam menjalani kemiskinan yang di alami. II. • Tingakat pendidikan masyarakat yang rendah Banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendidikan yang di butuhkan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. • Banyak penduduk Indonesia yang kelaparan karena tidak mampu untuk membeli kebutuha akan makanan yang merka makan sehari-hari • Tidak bersekolah (tingkat pendidikan yang rendah) ini menyebnabkan masyarakat si Indonesia tidak mempunyai ilmu yang cukup untuk memperoleh pekerjaan dan tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk memperoleh pendapatan • Tingakat kejahatan meningkat . II.. Kureangnya perhatian pemerintah akan maslah ini mungkin menjadi salah satu penyebnya.4 STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN . • Kurangnya perhatian dari pemerintah Masalah kemiskinan bisa dibilang menjadi maslah Negara yang semakin berkembang setiap tahunnya dan pemerintah sampai sekarang belum mampu mengatasi masalah tersebut. Dan pada umumya untuk memperoleh pendapatan yang tinggi diperlukan tingkat pendidikan yang tinggi pula atau minimal mempunyai memiliki ketrampilan yang memadai dehingga dapat memp[eroleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan dehari-hari sehingga kemakmuran penduduk dapat terlaksana dengan baik dan kemiskinan dpat di tanggulangi.mempunyai pendapatan yang berlebih.

pangan. Kebijaksanaan langsung Kebijaksaan langsung diarahkan kepada peningkatan peran serta dan peroduktifitas sumber daya manusi.m penyedia factor produksi termsuk modal dan kemampuan peningkatan kemampuan masyarakat menjadi landasan bagi berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan Pelaksanaan pembangunan nasional yang dijhabarkan dalam program pembangunan sektoral.dan kesehatan dengan harga yang terjangkau oleh penduduk miskin. pengembangan .melalui penyediaan kebutuhan dasar seperti sandang pangan papan kesehatan dan pendidikan.serta pengembangan kegiatan-kegiatan social ekonomi yang bekelanjutan untuk mendorong kemandirian golangan masyarakat yang berpendapatan rendah. 2.ekonomi yang stabil dan budaya yang berkembang. Pengendalain tingkat inflasi diarahkan pada penciptaan situsasi yang kondusif bagi upaya penyediaan kebutuhan daasar seperti sandang. Kebijaksanaan tidak lansung Kebijaksanaan tidak lansung diarahkan pada penciptaan kondisi yang menjamin kelangsungan setiap upaya penanggulangan kemiskinan.pendidikan. Dalam hubungan ini.regional dan khusus. Keadaan ini disebabkan oleh ketrbatasan dalam kepemilikan dan penguasaan factor produksi sehingga kemampun masyarakat dalam menghasilkan dan menikmati hasil-hasil pembangunan belum merata dan belum seimbang. Pembangunan baik secara langsung maupun tidak langsung dirancang untk memecahkan maslah kemiskinan. Pemenuhan kebutuhan dasar akan memberiakn peluang bagi penduduk miskin untuk melakukan kegiatan social – ekonomi yang dapat memberikan pendapatan yang memadai.Kemiskian timbul karena ada sebagian masyarakat yang belum ikut serta dalam pembanguna sehingga belum dapat menikmati hasil pembangunan secara memadai. II. Oleh sebab-sebabitu upaya pengembangan kegiatan ekonomi kelompk masyarakat berpendapatan rendah senantiasa ditempatkan sebagi prioritas utama..5 KEBIJKASANAAN DASAR PENGENTASAN KEMISKINAN Kebijaksaaan penanggulangan kemiskianan dapat di kategorikan menjadi dua yaitu kebijaksanaan: 1. Kondisi yang dimaksudkan anatara lain adalah suasana social politik yang tentera.khususnya golongan masyarakat berpendapatan rendah. Upaya penggolongan ekonomi makro yang yang berhati-hati melalui kebijaksanaan keuangan dan perpajakan merupakan bagian dari upaya menaggulangi kemiskinan.papan. Sejalan dengan itu.

penguasaan teknik produksi.17 ribu orang (3. Hl ini dapat dilihat dari table prosentase jumlah kemiskinan dari tahun 1996-2008 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia Menurut Daerah 1996-2008 II.2 KONDISI KEMISKINAN DI WILAYAH DKI JAKARTA Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2009 sebesar 323.6 ribu orang (4.kegiatan social ekonomi rkyat diprioritaskan pada pengembangan kegiatan social ekonomi penduduk miskin di desa-desa miskin berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan permodalan yang didukung sepenuhnya dengan kegiatan pelatih yang terintegrasi sejak kegiatan penghimpunan modal. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2008 sebesar 379.3 CONTOH KASUS KEMISKINAN SAAT INI DI WILAYAH DKI JAKARTA .13% Dari data BPS pula dapat dikatakan bahwa kemiskinan dari tahun-ketahun secara umum dikatakan meningkat. Keadaan ini dapat terjadi karena salah satu penyebabnya adalah adanya deflasi pada bulan januari sampai maret sebesar 0. Dan salah satu penyebab kemiskinan adalah kurngnya lapangan pekerjaan yang tersedia di wilayah DKI Jakarta menurut data BPS Pada tahun 2008 jumlah angkatan kerja sebesar 4.62 persen). berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 57. III.15 juta jiwa sehimgga Jakarta merupkan salah satu kota terpadat di wilayah Negara Indonesia Dengan jumlah penduduk yang banyak maka DKI Jakarta mempunyai banyak masalah kependudukan yang salah satunya adalah masalah kemiskinan yang kurun tahun jumlahnya selalu meningkat.67 persen). BAB III PEMBAHASAN III.29 persen).1 GAMBARAN KONDISI WILAYAH DKI JAKARTA DKI Jakarta merupakan ibukota Negara Indonesia yang memiliki jumlah penduduk pada tahun 2008 sebesar 9.45 ribu (0.77 juta orang dan bukan angkatan kerja 2.18 juta orang tetapi jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah angkatan kerja yang ada.pemasaran hasil dan pengelolaan surplus usaha.

program itu hanya menjangkau warga miskin ber-KTP DKI. Namun. "Kalau sudah rugi begitu. Gubukgubuk kumuh mereka terjepit di antara permukiman mewah. Bersama Sarmah (31) dan dua anaknya. Bagaimana sebenarnya benang kusut kemiskinan di kota ini berawal? Dian Tri Irawaty dari Divisi Riset dan Pengembangan Konsorsium Kemiskinan Kota (Urban Poor Consortium/UPC) mencermati. Bawang itu begitu. mengingat bawang berarti mengingat masa-masa hidup bersama keluarganya yang selalu diwarnai tangisan.Benar-benar bisa bikin nangis betulan. bawang jugalah yang mengiris hatinya. biaya produksi bawang kerap taksebanding dengan harga jual hasil garapannya. Kemiskinan pun tak sedatar data statistik. Petani seolah dimiskinkan. Jakarta mempunyai berbagai program pemberantasan kemiskinan. Akhirnya. Mereka Yang sejatinya petani justru tak sanggup mempunyai lahan sendiri." papar Dian. yang tidak tercatat sebagai penduduk DKI. Jawa Tengah. bahkan juga luar Jawa. Akan tetapi. Tercerabutnya tanah dari kehidupan petani diperparah dengan mandeknya pelaksanaan reformasi agraria (land reform) yang diamanatkan Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 . Namun. ketidakberdayaan kaum miskin di kota sudah dimulai sejak hak petani atas tanah di desanya tercerabut." tutur Yunaedi mengenang.Mereka terusmenerus terpinggirkan secara sistemik. Potret kemiskinan di kota memang tak bisa dipandang sederhana sebagaimasalah perkotaan semata. Yunaedi pun tak berdaya ketika gagal mengurus kartukeluarga miskin.keluarga habis-habisan. Yunaedi hanyalah petani tanpa lahan. Dia menggarap lahan milik orang lain.Harus diakui. pada nangis semua di rumah. itu pun pergi ke Jakarta. Di sanalah mereka tinggal bersama ratusan jiwa kaum urban miskin lainnya. Salah satu awal mula penyebab kemiskinan di kota adalah ketika sektor pertanian dikebiri secara sistemik. "Potret kemiskinan di kota hanya salah satu manifestasi dampak dari pengebirian itu. Jakarta Selatan. Bagi Yunaedi (37). Air mata yang merembes bukan karena percikan air bawang yang memang bisa membikin mata pedas. Tahun 1999 Yunaedi ke Jakarta dan berjualan nasi goreng. Karena statuskependudukannya ilegal. Yunaedi mengontrak rumah petak dari tripleks di atas Kali Mampang. Yunaedi hanyalah salah satu potret ketidakberdayaan kaum miskin di Jakarta. petani bawang asal Brebes.banyak warga miskin pendatang dari daerah-daerah di Jawa.yang disewanya setiap tahun. Padahal. yang Mudah dimanipulasi.

Penertiban. Ini tentu saja makin menggemukkan pundi-pundi perusahaan multinasional di sektor pertanian. kemudahan dalam penyediaan tanah untuk kegiatan investasi dan eksploitasi sumber daya alam dalam skala besar terbuka luas. Akibatnya. Marunda.Tahun 1960. Namun. persisnya di kolong jalan tol layang Pluit. Sebab. trotoar. kolong jembatan. Onghokham Institute mencatat. Tanah Merah. pestisida. Di Jakarta. bayangbayang kehilangan sumber penghidupan serta tempat bernaung terus mengancam. Akibatnya.Digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatasi kemiskinan di kota dengan pendekatan represif. juga kawasan parkir. Konversi lahan pertanian terus saja terjadi. Teluk Gong. perundang-undangan itu justru mandek sejak memasuki tahun 1970. Kepala Dinas Kependudukan DKI Jakarta Abdul Kadir menyebut ada puluhan titik komunitas warga yang menempati daerah terlarang. kolong jalan tol. Mereka pun menempati lahan-lahan ilegal. Kampung Bandan. kolong jembatan. kepemilikan lahan oleh petani terus menyempit. hingga tepi rel kereta. Sebaliknya. Melalui Peraturan Daerah Nomor 11 . Permukiman kaum miskin yang kumuh dianggap penyakit dan merusak gemerlapnya kota. jika tidak selalu merosot. Semangat perundang-undangan itu tak lain untuk menciptakan pemerataan dalam kesempatan kegiatan produktif di bidangpertanian. Sementara. sebagian besar dari mereka terpaksa menghuni lahan-lahan yang semestinya bukan untuk permukiman. Sama halnya dengan Yunaedi. bahu jalan. ketiadaan hak atas tanah di desa mereka berlanjut dengan tiadanya hak mereka atas tempat tinggal di Ibu Kota. Undang-undang itu mengamanatkan pemerintah untuk meredistribusi tanah Negara kepada para petani penggarap dan petani tak bertanah. Baru belakangan ini Badan Pertanahan Nasional berusaha merealisasikan amanat yang telah mati suri puluhan tahun." ujar Dian. bantaran kali. tak ada sumber penghidupan yang memadai. pinggir rel. sementara di Cakung Drain sekitar 300 keluarga. dan benih. di Tanah Merah saja ada 750 keluarga. Mereka pun mencari nafkah di kawasan terlarang. Antara lain di Rawa Bebek. Kedaulatan petani pun terkebiri dengan diadopsinya gagasan Revolusi Hijau. Kepemilikan dan penguasaan tanah pun dibatasi. "Tak salah bukan kalau lantas mereka berbondong-bondong ke Jakarta mencari hidup? Mereka tak lagi punya tanah. petani terus bergantung pada pupuk kimia. atau tanah-tanah kosong yang belum dibangun oleh pemiliknya adalah pilihan paling mudah. Sebagai warga ilegal. dan jalur hijau di bantaran Cakung Drain. Bantaran sungai. Jumlah mereka bisa ratusan ribu jiwa. indeks nilai tukar petani selalu rendah. di antaranya 32 lokasi di Jakarta Utara.

" ujar Nenek Dela. Yang miskin dikejar-kejar tramtib. padahal buat kami itu uang kezaliman. Tertutupnya bermacam akses bagi mereka pada akhirnya membuat anak-anak mereka pun merana. memang bukan maunya si miskin menceburkan diri di Jakarta. "Percuma pemerintah gusur-gusur kami. pemulung di kawasan Penjaringan. COHRE menempatkan Indonesia sebagai satu dari tujuh negara yang melakukan penggusuran paling besar di dunia. Jakarta Utara. pindah ke tempat lain yang tetap ilegal. Penuntasan masalah itu harus menjadi tanggung jawabpemerintah pusat yang menerjemahkannya dalam kebijakan nasional yangprorakyat miskin. sebuah organisasi dunia diSwiss yang mengampanyekan hak atas tempat tinggal. Mal pun terus dibangun meski banyak yang sepi pengunjung. Menurut Dian. Dian mengemukakan." kata Nenek Dela.094 keluarga digusur." kata Dian.Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum. lantas . kaum miskin kerap diusir. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum semakin melegalkan penggusuran paksa. "Kenapa cuma orang berduit yang boleh datang ke Jakarta. Pemerintah provinsi pun sepatutnya menyikapi persoalan domestik kotanya lebih bijak. Tempat tinggal yang ilegal membuat mereka pun tak bisa membuat kartu tanda penduduk. Sementara. telah mencapai level cukup gawat. Ya. Mereka kasih uang kerohiman. sejak tahun 2000 hingga 2005 saja sebanyak 19. masalah kemiskinan di perkotaan memang harus diatasi sejak dari akar masalahnya. Bagi kaum miskin kota ilegal itu. alangkah tidak adilnya ketika berbagai pembangunan sejumlah gedung yang terbengkalai tidak berlanjut. Centre on Housing Rights and Evictions (COHRE). Kami diusir dari satu tempat. menyebut penggusuranpaksa di Indonesia. Sedangkan UPC mencatat. bukan justru menyalahkan si miskin atau si marjinal. Gedung-gedung menganggur itu malah kerap dijadikan tempat pesta disko (rave party) kaum muda Jakarta. Mereka pun kesulitan mengakses bantuan pemerintah. khususnya Jakarta. dibiarkan begitu saja. "Paradigma memandang kemiskinan harus diubah. Bukan salah mereka kalau nekat ke Jakarta. banyak warga miskin yang membutuhkan sekadar sepetak tempat tinggal layak hanya bisa gigit jari. yang nekat ke kota. untuk sekadar memiliki hak atas rasa aman di tempat tinggal saja tak terpenuhi.

rumah yang layak." kata Fatimah. makanan bergizi. kemiskinan absolut tak bisa direduksi dengan penghitungan pendapatan yang dibuat lembaga-lembaga internasional. Rumah yang ditinggalinya itu adalah warisan peninggalan suami yang semasa hidup bekerja sebagai petugas kebersihan sebuah sekolah di Otista.tersesak di antara lautan mal. Kiranya itu sebutan yang terlontar dari bibir Fatimah. Bidara cina. Dengan demikian. Paul McCarthy dari Bank Dunia dalam Global Report (2003). Walau memiliki konstruksi bangunan yang cukup kuat. menulis. meski dalam banyak hal pengalaman perempuan seperti Fatimah memperlihatkan wajah kemiskinan yang lebih luas. Menurut survei Sanggar Akar. . beralas tanah dan berdinding kayu.000 per bulan pada tahun 2001. "Waktu banjir datang. namun lantaran tidak ada yang menjaga ke 3 anaknya. apartemen.000 sampai Rp 500. Kemiskinan absolut berarti tak punya akses kepada sumber daya dasar yang menopang kehidupan. dan berbagai titisan globalisasi. Angka-angka itu menegaskan inflasi dan kenaikan harga yang meroket. Rumahku adalah istanaku. pendidikan. mengutip sebuah lembaga survei di enam kota besar di Indonesia. yang masih dibawah 3 tahun Fatimah kini bekerja membantu tetangganya mencuci baju dengan penghasilan Rp 15. sementara pendapatan tidak bergerak.000. Istana dimaksud adalah sebuah ruangan berukuran 2 x 3 meter. 22 persen penduduk kota hidup dengan biaya kurang dari Rp 350. yakni dua dollar sehari. Kampung Melayu hingga Manggarai. Fatimah kembali menekuni pekerjaan lamanya. pelayanan kesehatan. Tidak ada data yang akurat tentang besaran pendapatan warga Jakarta. Untuk biaya perawatan di rumah sakit Fatimah sempat mendapat pinjaman dari para tetangga. Para ahli mendefinisikan kemiskinan sebagai ketiadaan akses pada hal-hal yang vital dalam hidup. Sekitar 20 persennya hidup dengan sekitar Rp 350. Pernah dia membuat usaha berjualan kue ke pasar. tanah. seperti air bersih. karena disangga dengan empat batang kayu. atau asupan kalori saja. Kontrasnya rumah itu menghadap ke sungai Ciliwung yang airnya mengalir deras hampir mencapai bibir sungai. Untuk menggantikan sang suami menghidupi ke 3 anaknya. namun di musim hujan kali ini perasaan was was mengintai mereka. benih (bagi petani). Kemiskinan mewajah pada ratusan keluarga yang bermukim di bantaran kali di daerah Bukit Duri. lebih dari 65 persen penduduk di wilayah itu memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta. Pengalaman sulit juga dialaminya saat dia harus kehilangan anak ke duanya yang terserang muntahber.97 persen sisanya belum memiliki KTP karena faktor usia. Jakata Timur. dan lingkungan yang sehat. 32.000 per hari. rumah ini tidak ada lagi ketutup air.

Di kota. menjadikan megacity terbesar di Asia Tenggara ini penuh paradoks mulai tahun 1970-1980. tingkat kerentanan itu diperkirakan sekitar 29 persen. ketika proses industrialisasi masif dimulai. tingkat kemiskinan meningkat dalam konsep kerentanan terhadap kemiskinan sebagai dampak krisis ekonomi. "Itu yang kini tergambar di wijah Jakarta" kata Kasubdit Studies Harga Konsumen Badan Pusat Statistik Sasmita. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi terkaya di Indonesia dan berada di peringkat tertinggi Indeks Pembangunan Manusia dalam Laporan Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2004. Data ini menjelaskan mengapa semakin banyak orang pergi ke kota besar untuk mengais rezeki yang semakin sulit di desa dan di kota-kota kecil. Laju pertumbuhan penduduknya jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi. Yang satu menguruskan badan dengan biaya jutaan rupiah. Dengan kondisi ekonomi yang dialami Fatimah dan ketiga anaknya. Mereka yang tergolong kaya bisa membayar makanan sepiring seharga ratusan ribu rupiah. jauh lebih rendah dari kawasan pedesaan yang 59 persen. sementara ribuan anak tak bisa makan tiga kali sehari. sekitar 50 persen rumah tangga di Indonesia tergolong rentan terhadap kemiskinan. "Jakarta memang barometer perekonomian Indonsia. Kaum miskin seperti halnya Fatimah adalah sasaran mudah bagi aksi penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta. Pada awal tahun masyarakat sudah dihantui dengan kenaikan harga BBM akibat naiknnya harga minyak dunia.Akan tetapi. enam puluh persen perputaran uang ada di sini. Kesulitan yang akan dialami oleh kaum miskin akan semakin besar. yakni daerah-daerah kumuh di kota dan meminta pihak swasta . sementara ribuan orang lainnya memeras keringat untuk Rp 10. Walau bukan karena tekanan. Kendati begitu. tapi bagi siapa" ujarnya. melonjaknya hargaharga kebutuhan itu merupakan pukulan telak yang tidak bisa dihindari.000 sehari. hanya minyak goreng dan minyak tanah pun kini juga melonjak.000 per bulan sebagai "miskin" juga terlalu menyederhanakan persoalan karena tidak menghitung biaya perumahan dan jumlah keluarga. Bisa dipahami kalau kota ini menjadi semacam tempat "pengungsian" dari kehidupan yang menekan di tempat lain. Bank Dunia mencatat. mengatakan mereka yang hidup dengan pendapatan di bawah Rp 500. Gemerlap Jakarta menjadi seperti lampu neon yang menarik laron. berbagai data memperlihatkan masih 65 persen peredaran uang di Indonesia menumpuk di Jakarta. Meski UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sudah diterapkan. Pemerintah Provinsi DKI memoles apa yang disebut sebagai "borok".

Padahal. mereka terus menciptakan kambing hitam dan stigma.hal ini dapat dilihat dari contoh kasus kemiskinan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Data penduduk bervariasi. dipenuhi bangunan tinggi. antara 7. tergantung metodologi yang digunakan BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN IV. ia sudah mendiami wilayah itu sejak 20 tahun lalu. bahkan sungai pun mengecil. Padahal. . membuat banjir tak terkendali dan wabah penyakit infeksi meluas. tetapi orang miskin. IV.5 juta. "Pertama ditinggali oleh lakinya" tuturnya.1 KESIMPULAN Dari makalah yang penulis buat yaitu dari berbagai sumber yang diperoleh maka diperoleh kesiompulan bahwa DKI Jakarta sampai saat ini belum dapat mengatasi masalh kemiskinan.15 juta jiwa Pemerintah DKI Jakarta juga telah banyak melakukan cara-cara pengentasan kemiskinan tetapi kemiskinan juga belum bisa diatasi dengan baik. Sebaliknya.62% dari penduduk yang berjumlah 9. Karena seperti yang kita tau kemiskinan merupakan slah satu kpenyebab ketidak makmuran masyarakat Indonesia. berdasar data yang dimiliki oleh ketua RT 06 Jafar. isunya adalah lapangan kerja bagi kelompok urban tanpa keterampilan.8 juta sampai 12. Tanah Jakarta seperti tak bisa bernapas."memodernisasi" kawasan itu dengan bangunan-bangunan modern pusat konsumsi. Kenyataan ini seperti ironi jika dihadapkan pada pernyataan pejabat tentang komitmen memberantas kemiskinan. Kriminalitas senantiasa dikaitkan dengan kelompok ini. membuat bukan kemiskinan yang harus dihadapi. Kesimpulan ini diperoleh karena masih besarnya prosentaase kemiskinan yang ada pada wilayah DKI Jakarta yaitu sebesar 3. Daerah bantaran sungai seperti tempat tinggal Fatimah merupakan wilayah yang rawan digusur. Riset lembaga swadaya masyarakat menyebutkan sekitar 2.2 SARAN Dengan masih besarnya tingkat kemiskinan di wilah DKI Jakarta maka pemerintah haarus lebih tanggap dalam mengatasi maslah ini.8 juta penduduk Jakarta bermukim di 490 wilayah yang dikategorikan sebagai "kantong kemiskinan". di samping semakin terpinggirnya penduduk asli.

com Artikel Sarie Febriane Diposkan oleh punya saya saya saya (icha) di 22:31 .google.Dengan demikian kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta. DAFTAR REFERENSI Sukirno Sadono. Jakarta Dalam Angka 2009. Depok.1978 BPS Provinsi DKI Jakarta. Jakarta : BPS Provinsi DKI Jakarta www. Ekonomi Pembangunan.harus berihak padakaum miskin agar mereka tidak semakin tertindas dengan masalah kemiskinan yang mereka hadapi Selain itu harusnya pemerintah DKI Jakarta dapat memperbanyak sector-sektor usaha angka pengangguran dapat ditekan karena seperti yanmg kita ketahui pengangguran merupakan salah satu penyebab kemiskinan. 2009. Lembaga penerbit fakultas ekonomi universitas Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful