MAKALAH KEMISKINAN DKI JAKARTA KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME yang telah

memberikan rahmat dan hidahnya, sehingga penulis dapat menyelasikan makalah inio tepat pada waktun yang telah ditetapkan dengan topic yang dipilih “kemiskinan”. Adapun makalah ini disusun untukmemenuhi persyaratan nilai untuk mata kuliah ekonomi pembangunan.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama menyasun makalah ini yaitu kepada dosen mata kuliah besserta dosen pengampuh mata kuliah ekonomi pembangunan serta pihak – pihak yang telah membantu dalam penyusunan maupun pengumpulan informasi untuk makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna disebabkan terbatasnya pengetahuan dan pengalaman penulis,oleh sebab itu mengharapkan saran dan kritik dalam menyempurnakan laporan ini.

penulis

DAFTAR ISI

2 kondisi kemiskinan di wilayah DKI Jakarta 7 3.1 Kesimpulan 16 4.1 gambaran kondisi Provinsi DKI Jakarta 7 3.2 Rumusan Masalah 1 1.2 Saran 16 DAFTAR REFERENSI 17 BAB I PENDAHULUAN I..1 Latar Belakang 1 1.3 contoh masalah kemiskinan di wilayah DKI Jakarta 8 Bab 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4.3 Tujuan……………………………………………………………… 1 Bab 2 KAJIAN PUSTAKA 2. 5 Bab 3 PEMBAHASAN 3.2 Penyebab Kemiskinan 3 2 3dampak kemiskinan terhadap masyarakaat………………………… 4 2.5 kebijaksanaan dasar pengentasan kemiskinan…………………….1 Konsep Kemiskinan 2 2. 5 2.1 LATAR BELAKANG .Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii Bab 1 PENDAHULUAN 1.4 strategi pengentasan kemiskinan………………………………….

mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut . Selain itu mkialah ini digunkan sebagai salah satui syarat memperoleh nilai pada mata kuliah Ekonomi Pembangunan.1 KONSEP KEMISKINAN Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga.17 ribu orang (3. I.62 persen). 1. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2008 sebesar 379. Sedangkan menurut data dari BPS Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2009 sebesar 323.2 RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih spesifik mengenai masalah-masalh kemiskinan di daerah DKI Jakarta dan bagaiman cara mengatasi atau menaggulangi maslah kemiskinan diantaranya kebijakan untuk maslah kemiskinan. BAB II KAJIAN PUSTAKA II.dan bagaimana kemiskinan mempengaruhi kjesejahteraan masyarakat si Indonesia.6 ribu orang (4.29 persen). berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 57. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa laju penurunan jumlah pendusuk miskin begitu cepat di pedesaan di banding di perkotaan di sebabkan oleh adanya arus urbanisasi dari desa ke kota.3 TUJUAN Tujuan dari penulisan makalh ini adalah untuk menambah pengetahuan penulis mengenai masalah – masalh perekonomian di Indonesia khususnya maslah kemiskinan .Study mengenai jumlah kemiskinan di Indonesia telah berusaha di ungkap oleh BPS sejak tahun 1984.67 persen).45 ribu (0. Penelitian BPS tentang kemiskian absolute menyatakan bahwa dewasa ini penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan dengan menggunakan criteria pengeluaran per kapita perbulan. Kendatipun harus diakui bahwa secara agregat penurunan jumlah penduduk miskin tersebut sebagai dampak langsung maupun tidak langsug dari berbagai kebijaksanaan penmbangunan yang telah dilaksanakan selama ini.

Kita seering mendengar perkataan kemiskinan pesesaan (rural proferty) dan sebagainya.yaitu:Pertama. Hal ini berarti bahwa kemajuan atau kemunduran pada salh satu aspek dapat mempengaruhi kemajuan atau kemunduran pada aspek lainnya. Ketiga tingkat poendidikan rendah waktu mereka tersita untuk mencari nafkah dan mendapatkan pendapatan penghasilan. organisaisi politik dan pengetahuan serta keterampilan san aspek yang sekunder yang berupa miskin jaringan social dan sumber-sumber keuangan dan informasi. an sich yang mengalami kemiskianan tetapi orang – orang atau penduduk atau juga manusianya yang menderita miskin jadi miskin adalah orang-orangnya penduduk atau manusianya Adapun cirri-ciri kemiskinan pada umumnya adalah. Dengan demikian banyak penduduk di Indonesia yang tidak memperoleh penghasilan itu menyebabkan kemiskinan di Indonesia • Tidak meratanya pendapatan penduduk Indonesia Pendapatan penduduk yang didapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relative tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia . maka kemiskiananpun memiliki banyak aspek. kemiskianan multidimensi artinya karena kebutuhan manusia itu bermacam-macam.2 PENYEBAB KEMISKINAN Pada umumnya di Negara Indonesia penyebab-penyebab kemiskinan adalah sebagai berikut: • Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia Seperti kita ketahui lapangan pekerjaan yang terdapat di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang ada dimana lapangan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduknya. II. Pertama pasda umumya mereka tidak memiliki factor produksi seperti tanah modal ataupun keterampilan sehingga kemmpuan untuk memperoleh pendapatan menjadi terbatas. Ketiga. Diliahat dari kebijakan umum kemmiskinan meliputi aspek primer yang berupa mikin akan asset-aset. namun ini bukan desa atau kota. Kedua.Tiga dimensi (aspek atau segi) kemiskinan. Kelima mereka yang hidup di kota masih berusia muda dan tidak didujung oleh keterampilan yang memadai. Aspek kemiskinan tadi saling berkaitn baik secara maupun tidak langsung. bahwa yang miskin adalah manusianya baik secara individual mupun kolektif. Kedua mereka tidak memmiliki kemungkinan untk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri. Dimensi-dimensi kemiskinan tersebut memanifestasikan dirinya dalam bentuk kekurangan gizi.air dan perumahan yang tidak sehat dan perawatan kesehatan yang kurang baik serta pendisikan yamg juga kurang baik. Keempat kebanyakan mereka tinggal di pedesaan.

ini dimksudkan bahwa masy6arakat Indonesia banyak yang menagalmi kemtain akibat kelaparan atau melakukan tindakan bunuh diri karena tidak kuat dalam menjalani kemiskinan yang di alami. II. • Tingakat pendidikan masyarakat yang rendah Banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendidikan yang di butuhkan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. • Tingkat kematian meningkat.4 STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN . Ini yang diusebut tidak meratanya pendapatan penduduk di Indonesia. • Banyak penduduk Indonesia yang kelaparan karena tidak mampu untuk membeli kebutuha akan makanan yang merka makan sehari-hari • Tidak bersekolah (tingkat pendidikan yang rendah) ini menyebnabkan masyarakat si Indonesia tidak mempunyai ilmu yang cukup untuk memperoleh pekerjaan dan tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk memperoleh pendapatan • Tingakat kejahatan meningkat . • Kurangnya perhatian dari pemerintah Masalah kemiskinan bisa dibilang menjadi maslah Negara yang semakin berkembang setiap tahunnya dan pemerintah sampai sekarang belum mampu mengatasi masalah tersebut. Dan pada umumya untuk memperoleh pendapatan yang tinggi diperlukan tingkat pendidikan yang tinggi pula atau minimal mempunyai memiliki ketrampilan yang memadai dehingga dapat memp[eroleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan dehari-hari sehingga kemakmuran penduduk dapat terlaksana dengan baik dan kemiskinan dpat di tanggulangi. Masyarakat Indonesia jadi terdesak untuk memperoleh pendapatan dengan cara-cara kejahatan karena dengan cara yang baik mereka tidak mempunyai modal yaitu ilmu dan ketermpilan yang cukup..mempunyai pendapatan yang berlebih. Kureangnya perhatian pemerintah akan maslah ini mungkin menjadi salah satu penyebnya. II.3 DAMPAK DARI KEMISKINAN TERHADAP MASYARAKAT Banyak dampak yang terjadi yang disebabkan oleh kemiskinan diantaran adalah sebagai berikut: • Kesejahteraan masyarakat sangat jauh dari sangat rendah Ini berarrti dengan adanya tingkat kemiskian yang tinggi banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendapatan yang mencukupi kebutuhan hidup masyarakat.

Pengendalain tingkat inflasi diarahkan pada penciptaan situsasi yang kondusif bagi upaya penyediaan kebutuhan daasar seperti sandang.serta pengembangan kegiatan-kegiatan social ekonomi yang bekelanjutan untuk mendorong kemandirian golangan masyarakat yang berpendapatan rendah. Keadaan ini disebabkan oleh ketrbatasan dalam kepemilikan dan penguasaan factor produksi sehingga kemampun masyarakat dalam menghasilkan dan menikmati hasil-hasil pembangunan belum merata dan belum seimbang. Kebijaksanaan langsung Kebijaksaan langsung diarahkan kepada peningkatan peran serta dan peroduktifitas sumber daya manusi.regional dan khusus. Pemenuhan kebutuhan dasar akan memberiakn peluang bagi penduduk miskin untuk melakukan kegiatan social – ekonomi yang dapat memberikan pendapatan yang memadai. Dalam hubungan ini.papan.khususnya golongan masyarakat berpendapatan rendah. Oleh sebab-sebabitu upaya pengembangan kegiatan ekonomi kelompk masyarakat berpendapatan rendah senantiasa ditempatkan sebagi prioritas utama.ekonomi yang stabil dan budaya yang berkembang.5 KEBIJKASANAAN DASAR PENGENTASAN KEMISKINAN Kebijaksaaan penanggulangan kemiskianan dapat di kategorikan menjadi dua yaitu kebijaksanaan: 1.melalui penyediaan kebutuhan dasar seperti sandang pangan papan kesehatan dan pendidikan. Kebijaksanaan tidak lansung Kebijaksanaan tidak lansung diarahkan pada penciptaan kondisi yang menjamin kelangsungan setiap upaya penanggulangan kemiskinan.Kemiskian timbul karena ada sebagian masyarakat yang belum ikut serta dalam pembanguna sehingga belum dapat menikmati hasil pembangunan secara memadai.. Upaya penggolongan ekonomi makro yang yang berhati-hati melalui kebijaksanaan keuangan dan perpajakan merupakan bagian dari upaya menaggulangi kemiskinan. Sejalan dengan itu. pengembangan .dan kesehatan dengan harga yang terjangkau oleh penduduk miskin.pendidikan.pangan. 2. II. Kondisi yang dimaksudkan anatara lain adalah suasana social politik yang tentera.m penyedia factor produksi termsuk modal dan kemampuan peningkatan kemampuan masyarakat menjadi landasan bagi berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan Pelaksanaan pembangunan nasional yang dijhabarkan dalam program pembangunan sektoral. Pembangunan baik secara langsung maupun tidak langsung dirancang untk memecahkan maslah kemiskinan.

pemasaran hasil dan pengelolaan surplus usaha.13% Dari data BPS pula dapat dikatakan bahwa kemiskinan dari tahun-ketahun secara umum dikatakan meningkat. III.45 ribu (0. Hl ini dapat dilihat dari table prosentase jumlah kemiskinan dari tahun 1996-2008 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia Menurut Daerah 1996-2008 II.6 ribu orang (4.15 juta jiwa sehimgga Jakarta merupkan salah satu kota terpadat di wilayah Negara Indonesia Dengan jumlah penduduk yang banyak maka DKI Jakarta mempunyai banyak masalah kependudukan yang salah satunya adalah masalah kemiskinan yang kurun tahun jumlahnya selalu meningkat. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2008 sebesar 379.67 persen).1 GAMBARAN KONDISI WILAYAH DKI JAKARTA DKI Jakarta merupakan ibukota Negara Indonesia yang memiliki jumlah penduduk pada tahun 2008 sebesar 9.3 CONTOH KASUS KEMISKINAN SAAT INI DI WILAYAH DKI JAKARTA .62 persen).2 KONDISI KEMISKINAN DI WILAYAH DKI JAKARTA Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2009 sebesar 323.18 juta orang tetapi jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah angkatan kerja yang ada. Dan salah satu penyebab kemiskinan adalah kurngnya lapangan pekerjaan yang tersedia di wilayah DKI Jakarta menurut data BPS Pada tahun 2008 jumlah angkatan kerja sebesar 4.penguasaan teknik produksi.kegiatan social ekonomi rkyat diprioritaskan pada pengembangan kegiatan social ekonomi penduduk miskin di desa-desa miskin berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan permodalan yang didukung sepenuhnya dengan kegiatan pelatih yang terintegrasi sejak kegiatan penghimpunan modal. Keadaan ini dapat terjadi karena salah satu penyebabnya adalah adanya deflasi pada bulan januari sampai maret sebesar 0.29 persen). berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 57.17 ribu orang (3.77 juta orang dan bukan angkatan kerja 2. BAB III PEMBAHASAN III.

Petani seolah dimiskinkan. Padahal. Potret kemiskinan di kota memang tak bisa dipandang sederhana sebagaimasalah perkotaan semata. Yunaedi hanyalah salah satu potret ketidakberdayaan kaum miskin di Jakarta. Tahun 1999 Yunaedi ke Jakarta dan berjualan nasi goreng. bahkan juga luar Jawa. Dia menggarap lahan milik orang lain. Air mata yang merembes bukan karena percikan air bawang yang memang bisa membikin mata pedas.Mereka terusmenerus terpinggirkan secara sistemik. "Potret kemiskinan di kota hanya salah satu manifestasi dampak dari pengebirian itu.Benar-benar bisa bikin nangis betulan. biaya produksi bawang kerap taksebanding dengan harga jual hasil garapannya." tutur Yunaedi mengenang." papar Dian. Bawang itu begitu. "Kalau sudah rugi begitu. yang Mudah dimanipulasi. Jawa Tengah. Yunaedi pun tak berdaya ketika gagal mengurus kartukeluarga miskin. petani bawang asal Brebes. Mereka Yang sejatinya petani justru tak sanggup mempunyai lahan sendiri. Tercerabutnya tanah dari kehidupan petani diperparah dengan mandeknya pelaksanaan reformasi agraria (land reform) yang diamanatkan Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 . pada nangis semua di rumah. Namun. Jakarta mempunyai berbagai program pemberantasan kemiskinan. Kemiskinan pun tak sedatar data statistik. program itu hanya menjangkau warga miskin ber-KTP DKI. ketidakberdayaan kaum miskin di kota sudah dimulai sejak hak petani atas tanah di desanya tercerabut. Bagi Yunaedi (37).banyak warga miskin pendatang dari daerah-daerah di Jawa.keluarga habis-habisan. mengingat bawang berarti mengingat masa-masa hidup bersama keluarganya yang selalu diwarnai tangisan.Harus diakui. bawang jugalah yang mengiris hatinya. Akhirnya. Gubukgubuk kumuh mereka terjepit di antara permukiman mewah. Di sanalah mereka tinggal bersama ratusan jiwa kaum urban miskin lainnya. Yunaedi mengontrak rumah petak dari tripleks di atas Kali Mampang. Karena statuskependudukannya ilegal. yang tidak tercatat sebagai penduduk DKI. Namun. itu pun pergi ke Jakarta. Yunaedi hanyalah petani tanpa lahan. Akan tetapi. Salah satu awal mula penyebab kemiskinan di kota adalah ketika sektor pertanian dikebiri secara sistemik. Jakarta Selatan.yang disewanya setiap tahun. Bersama Sarmah (31) dan dua anaknya. Bagaimana sebenarnya benang kusut kemiskinan di kota ini berawal? Dian Tri Irawaty dari Divisi Riset dan Pengembangan Konsorsium Kemiskinan Kota (Urban Poor Consortium/UPC) mencermati.

kolong jembatan. Jumlah mereka bisa ratusan ribu jiwa. hingga tepi rel kereta. Marunda. ketiadaan hak atas tanah di desa mereka berlanjut dengan tiadanya hak mereka atas tempat tinggal di Ibu Kota. kemudahan dalam penyediaan tanah untuk kegiatan investasi dan eksploitasi sumber daya alam dalam skala besar terbuka luas.Digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatasi kemiskinan di kota dengan pendekatan represif. Semangat perundang-undangan itu tak lain untuk menciptakan pemerataan dalam kesempatan kegiatan produktif di bidangpertanian. Kedaulatan petani pun terkebiri dengan diadopsinya gagasan Revolusi Hijau. Kepemilikan dan penguasaan tanah pun dibatasi. Sama halnya dengan Yunaedi. jika tidak selalu merosot. pinggir rel. Sebab. Di Jakarta. Antara lain di Rawa Bebek. Sebaliknya. pestisida. Mereka pun mencari nafkah di kawasan terlarang.Tahun 1960. Baru belakangan ini Badan Pertanahan Nasional berusaha merealisasikan amanat yang telah mati suri puluhan tahun. Onghokham Institute mencatat. atau tanah-tanah kosong yang belum dibangun oleh pemiliknya adalah pilihan paling mudah. sementara di Cakung Drain sekitar 300 keluarga. Mereka pun menempati lahan-lahan ilegal. kepemilikan lahan oleh petani terus menyempit." ujar Dian. Melalui Peraturan Daerah Nomor 11 . Penertiban. Ini tentu saja makin menggemukkan pundi-pundi perusahaan multinasional di sektor pertanian. dan jalur hijau di bantaran Cakung Drain. trotoar. Namun. di Tanah Merah saja ada 750 keluarga. kolong jalan tol. bayangbayang kehilangan sumber penghidupan serta tempat bernaung terus mengancam. Bantaran sungai. sebagian besar dari mereka terpaksa menghuni lahan-lahan yang semestinya bukan untuk permukiman. Kepala Dinas Kependudukan DKI Jakarta Abdul Kadir menyebut ada puluhan titik komunitas warga yang menempati daerah terlarang. indeks nilai tukar petani selalu rendah. "Tak salah bukan kalau lantas mereka berbondong-bondong ke Jakarta mencari hidup? Mereka tak lagi punya tanah. perundang-undangan itu justru mandek sejak memasuki tahun 1970. bantaran kali. Undang-undang itu mengamanatkan pemerintah untuk meredistribusi tanah Negara kepada para petani penggarap dan petani tak bertanah. di antaranya 32 lokasi di Jakarta Utara. Konversi lahan pertanian terus saja terjadi. Kampung Bandan. Akibatnya. bahu jalan. Permukiman kaum miskin yang kumuh dianggap penyakit dan merusak gemerlapnya kota. Sementara. juga kawasan parkir. Sebagai warga ilegal. tak ada sumber penghidupan yang memadai. Tanah Merah. Teluk Gong. petani terus bergantung pada pupuk kimia. Akibatnya. dan benih. persisnya di kolong jalan tol layang Pluit. kolong jembatan.

kaum miskin kerap diusir. Dian mengemukakan. yang nekat ke kota. untuk sekadar memiliki hak atas rasa aman di tempat tinggal saja tak terpenuhi.Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum. Penuntasan masalah itu harus menjadi tanggung jawabpemerintah pusat yang menerjemahkannya dalam kebijakan nasional yangprorakyat miskin. Tertutupnya bermacam akses bagi mereka pada akhirnya membuat anak-anak mereka pun merana. "Percuma pemerintah gusur-gusur kami. Bagi kaum miskin kota ilegal itu. Tempat tinggal yang ilegal membuat mereka pun tak bisa membuat kartu tanda penduduk. COHRE menempatkan Indonesia sebagai satu dari tujuh negara yang melakukan penggusuran paling besar di dunia. Pemerintah provinsi pun sepatutnya menyikapi persoalan domestik kotanya lebih bijak. dibiarkan begitu saja. bukan justru menyalahkan si miskin atau si marjinal. sebuah organisasi dunia diSwiss yang mengampanyekan hak atas tempat tinggal. pemulung di kawasan Penjaringan. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum semakin melegalkan penggusuran paksa. Sementara. "Kenapa cuma orang berduit yang boleh datang ke Jakarta. masalah kemiskinan di perkotaan memang harus diatasi sejak dari akar masalahnya. alangkah tidak adilnya ketika berbagai pembangunan sejumlah gedung yang terbengkalai tidak berlanjut. Yang miskin dikejar-kejar tramtib. Centre on Housing Rights and Evictions (COHRE). Mal pun terus dibangun meski banyak yang sepi pengunjung. khususnya Jakarta. Mereka pun kesulitan mengakses bantuan pemerintah. "Paradigma memandang kemiskinan harus diubah. Kami diusir dari satu tempat. pindah ke tempat lain yang tetap ilegal. Jakarta Utara. menyebut penggusuranpaksa di Indonesia. lantas . sejak tahun 2000 hingga 2005 saja sebanyak 19. Gedung-gedung menganggur itu malah kerap dijadikan tempat pesta disko (rave party) kaum muda Jakarta." kata Nenek Dela. Bukan salah mereka kalau nekat ke Jakarta. Ya. memang bukan maunya si miskin menceburkan diri di Jakarta. Sedangkan UPC mencatat. Menurut Dian.094 keluarga digusur." ujar Nenek Dela. Mereka kasih uang kerohiman. telah mencapai level cukup gawat." kata Dian. banyak warga miskin yang membutuhkan sekadar sepetak tempat tinggal layak hanya bisa gigit jari. padahal buat kami itu uang kezaliman.

Untuk menggantikan sang suami menghidupi ke 3 anaknya. Kiranya itu sebutan yang terlontar dari bibir Fatimah. Paul McCarthy dari Bank Dunia dalam Global Report (2003). Dengan demikian. tanah. Kemiskinan absolut berarti tak punya akses kepada sumber daya dasar yang menopang kehidupan. Menurut survei Sanggar Akar. makanan bergizi. Tidak ada data yang akurat tentang besaran pendapatan warga Jakarta.97 persen sisanya belum memiliki KTP karena faktor usia. Sekitar 20 persennya hidup dengan sekitar Rp 350. mengutip sebuah lembaga survei di enam kota besar di Indonesia. yang masih dibawah 3 tahun Fatimah kini bekerja membantu tetangganya mencuci baju dengan penghasilan Rp 15. lebih dari 65 persen penduduk di wilayah itu memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta. Kemiskinan mewajah pada ratusan keluarga yang bermukim di bantaran kali di daerah Bukit Duri. benih (bagi petani).000 per bulan pada tahun 2001." kata Fatimah. atau asupan kalori saja. kemiskinan absolut tak bisa direduksi dengan penghitungan pendapatan yang dibuat lembaga-lembaga internasional. Para ahli mendefinisikan kemiskinan sebagai ketiadaan akses pada hal-hal yang vital dalam hidup. Rumah yang ditinggalinya itu adalah warisan peninggalan suami yang semasa hidup bekerja sebagai petugas kebersihan sebuah sekolah di Otista. Pengalaman sulit juga dialaminya saat dia harus kehilangan anak ke duanya yang terserang muntahber. rumah yang layak. namun di musim hujan kali ini perasaan was was mengintai mereka.000 sampai Rp 500. dan lingkungan yang sehat.000 per hari. Kontrasnya rumah itu menghadap ke sungai Ciliwung yang airnya mengalir deras hampir mencapai bibir sungai. 32. "Waktu banjir datang. yakni dua dollar sehari. seperti air bersih. rumah ini tidak ada lagi ketutup air.000. . pendidikan. meski dalam banyak hal pengalaman perempuan seperti Fatimah memperlihatkan wajah kemiskinan yang lebih luas. karena disangga dengan empat batang kayu. Istana dimaksud adalah sebuah ruangan berukuran 2 x 3 meter. Untuk biaya perawatan di rumah sakit Fatimah sempat mendapat pinjaman dari para tetangga. sementara pendapatan tidak bergerak. apartemen. menulis. Jakata Timur. namun lantaran tidak ada yang menjaga ke 3 anaknya.tersesak di antara lautan mal. pelayanan kesehatan. Angka-angka itu menegaskan inflasi dan kenaikan harga yang meroket. Fatimah kembali menekuni pekerjaan lamanya. 22 persen penduduk kota hidup dengan biaya kurang dari Rp 350. Bidara cina. Pernah dia membuat usaha berjualan kue ke pasar. Rumahku adalah istanaku. Walau memiliki konstruksi bangunan yang cukup kuat. dan berbagai titisan globalisasi. Kampung Melayu hingga Manggarai. beralas tanah dan berdinding kayu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi terkaya di Indonesia dan berada di peringkat tertinggi Indeks Pembangunan Manusia dalam Laporan Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2004. Di kota. Pada awal tahun masyarakat sudah dihantui dengan kenaikan harga BBM akibat naiknnya harga minyak dunia. Kendati begitu. sementara ribuan orang lainnya memeras keringat untuk Rp 10. tapi bagi siapa" ujarnya. hanya minyak goreng dan minyak tanah pun kini juga melonjak.000 per bulan sebagai "miskin" juga terlalu menyederhanakan persoalan karena tidak menghitung biaya perumahan dan jumlah keluarga. "Itu yang kini tergambar di wijah Jakarta" kata Kasubdit Studies Harga Konsumen Badan Pusat Statistik Sasmita.Akan tetapi. Gemerlap Jakarta menjadi seperti lampu neon yang menarik laron. Laju pertumbuhan penduduknya jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi. melonjaknya hargaharga kebutuhan itu merupakan pukulan telak yang tidak bisa dihindari. enam puluh persen perputaran uang ada di sini. tingkat kerentanan itu diperkirakan sekitar 29 persen. sekitar 50 persen rumah tangga di Indonesia tergolong rentan terhadap kemiskinan. mengatakan mereka yang hidup dengan pendapatan di bawah Rp 500. Mereka yang tergolong kaya bisa membayar makanan sepiring seharga ratusan ribu rupiah. tingkat kemiskinan meningkat dalam konsep kerentanan terhadap kemiskinan sebagai dampak krisis ekonomi. ketika proses industrialisasi masif dimulai. Pemerintah Provinsi DKI memoles apa yang disebut sebagai "borok". jauh lebih rendah dari kawasan pedesaan yang 59 persen. yakni daerah-daerah kumuh di kota dan meminta pihak swasta . Dengan kondisi ekonomi yang dialami Fatimah dan ketiga anaknya. berbagai data memperlihatkan masih 65 persen peredaran uang di Indonesia menumpuk di Jakarta. Bisa dipahami kalau kota ini menjadi semacam tempat "pengungsian" dari kehidupan yang menekan di tempat lain. Walau bukan karena tekanan. "Jakarta memang barometer perekonomian Indonsia. Kesulitan yang akan dialami oleh kaum miskin akan semakin besar. Bank Dunia mencatat. Yang satu menguruskan badan dengan biaya jutaan rupiah.000 sehari. Data ini menjelaskan mengapa semakin banyak orang pergi ke kota besar untuk mengais rezeki yang semakin sulit di desa dan di kota-kota kecil. sementara ribuan anak tak bisa makan tiga kali sehari. Kaum miskin seperti halnya Fatimah adalah sasaran mudah bagi aksi penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta. Meski UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sudah diterapkan. menjadikan megacity terbesar di Asia Tenggara ini penuh paradoks mulai tahun 1970-1980.

Sebaliknya. "Pertama ditinggali oleh lakinya" tuturnya.8 juta sampai 12. Kriminalitas senantiasa dikaitkan dengan kelompok ini.hal ini dapat dilihat dari contoh kasus kemiskinan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. IV.2 SARAN Dengan masih besarnya tingkat kemiskinan di wilah DKI Jakarta maka pemerintah haarus lebih tanggap dalam mengatasi maslah ini. Karena seperti yang kita tau kemiskinan merupakan slah satu kpenyebab ketidak makmuran masyarakat Indonesia. bahkan sungai pun mengecil. Daerah bantaran sungai seperti tempat tinggal Fatimah merupakan wilayah yang rawan digusur.62% dari penduduk yang berjumlah 9. tergantung metodologi yang digunakan BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN IV. isunya adalah lapangan kerja bagi kelompok urban tanpa keterampilan. .8 juta penduduk Jakarta bermukim di 490 wilayah yang dikategorikan sebagai "kantong kemiskinan". Kesimpulan ini diperoleh karena masih besarnya prosentaase kemiskinan yang ada pada wilayah DKI Jakarta yaitu sebesar 3. membuat banjir tak terkendali dan wabah penyakit infeksi meluas. membuat bukan kemiskinan yang harus dihadapi. tetapi orang miskin. dipenuhi bangunan tinggi. Padahal.15 juta jiwa Pemerintah DKI Jakarta juga telah banyak melakukan cara-cara pengentasan kemiskinan tetapi kemiskinan juga belum bisa diatasi dengan baik. berdasar data yang dimiliki oleh ketua RT 06 Jafar.5 juta. di samping semakin terpinggirnya penduduk asli."memodernisasi" kawasan itu dengan bangunan-bangunan modern pusat konsumsi. Padahal. mereka terus menciptakan kambing hitam dan stigma. ia sudah mendiami wilayah itu sejak 20 tahun lalu. Kenyataan ini seperti ironi jika dihadapkan pada pernyataan pejabat tentang komitmen memberantas kemiskinan. antara 7. Riset lembaga swadaya masyarakat menyebutkan sekitar 2.1 KESIMPULAN Dari makalah yang penulis buat yaitu dari berbagai sumber yang diperoleh maka diperoleh kesiompulan bahwa DKI Jakarta sampai saat ini belum dapat mengatasi masalh kemiskinan. Data penduduk bervariasi. Tanah Jakarta seperti tak bisa bernapas.

Dengan demikian kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta. Depok.google. 2009.harus berihak padakaum miskin agar mereka tidak semakin tertindas dengan masalah kemiskinan yang mereka hadapi Selain itu harusnya pemerintah DKI Jakarta dapat memperbanyak sector-sektor usaha angka pengangguran dapat ditekan karena seperti yanmg kita ketahui pengangguran merupakan salah satu penyebab kemiskinan.com Artikel Sarie Febriane Diposkan oleh punya saya saya saya (icha) di 22:31 . Ekonomi Pembangunan.1978 BPS Provinsi DKI Jakarta. Lembaga penerbit fakultas ekonomi universitas Indonesia. Jakarta Dalam Angka 2009. Jakarta : BPS Provinsi DKI Jakarta www. DAFTAR REFERENSI Sukirno Sadono.