Anda di halaman 1dari 59

Tugas Akhir Instalasi LAN Rangkuman Materi Semester 1

Disusun Oleh : Reza Agi Hermawan Nasuha XI TKJ A

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIMAHI JL.MAHAR MARTANEGARA NO.48

2011/2012

Kata Pengantar

Asalamualaikum Wr.Wb Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Ayas berkat rahmat dan karunianyalah say dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Tanpa adanya rahmat dan karunianya mungkin sampai kapanpun tugas ini tidak akan pernah selesai sampai kapanpun. Didalam makalah ini terdapat banyak isi tentang materi-materi jaringan komputer. Semoga makalah ini bisa membantu orang-orang yang hendak mempelajari tentang JAringan Komputer terutama tentang Jaringan LAN ( Local Area Network ) Apabila dalam penyusunan dan pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan harap dimaklumi karena saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Sebab kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih banyak. Wasalamualaikum Wr.Wb

Penyusun

Daftar ISI Kata Pengantar 1 Daftar ISI 2 Komunikasi Data ... 3 Jaringan Komputer 5 Model Referensi. 13 Topologi Jaringan . 17 Network Device. 25 Media Transmisi. 30 IEEE .. 40 Cabling . 54 Kata Penutup . 58 Daftar Pustaka. 59

I. Komunikasi Data Pengertian Komunikasi Data Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data / informasi dari dua atau lebih device yang terhubung dalam sebuah jaringan . Baik lokal maupun yang luas, seperti internet Beberapa komunikasi dapat dibedakan berdasarkan informasi yag ditumpangkannya, yaitu sebagai berikut . Komunikasi Audio, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang

ditumpangkannya berupa suara, seperti pada radio radio broadcast Komunikasi Video, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang

ditumpangkannya berupa video, seperti pada big screen di tempat keramaian Komunikasi Audio Video, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang dikirim terimakan merupakan pencampuran antara informasi suara dan gambar, contoh pengiriman informasi melalui televise Komunikasi Data, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang dikirimterimakan berupa data digital, contohnya aplikasi internet working pada jaringan computer.

Komponen komunikasi :

A . Sumber Informasi / Source Sistem sumber merupakan komponen yang bertugas mengirimkan informasi .Misalnya : pesawat telepon dan PC yang terhubung dalam jaringan . Tugas system

sumber adalah membangkitkan data atau informasi dan menempatkannya pada media transmisi .

B .Pengirim / Transmitter Transmitter berfungsi untuk mengubah informasi yang akan dikirim menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi yang akan digunakan dan meneruskan informasi ke media transmisi . Misalnya pulsa listrik gelombang elektromagnetik , dll .

C .Media Transmisi Media transmisi adalah jalur dan penghubung antara transmitter dengan receiver . Digunakan sebagai jalur yang dilewati oleh data yang akan dikirimkan .

D . Penerima / Receiver Penerima adalah alat yang menerima data atau informasi, misalnya pesawat telepon, terminal, danlain-lain. Tugasnya menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sistem sumber . Penerima mempunyai alat lain yang fungsinya kebalikan dari pemancar , yaitu alat informasi yang bentuknya sesuai dengan media transmisi yang digunakan menjadi bentuk asalnya .

E.Tujuan / Destination Tujuan merupakan sistem yang menjadi tujuan akhir dari data yang dikirimkan . Data yang diterima akan diubah menjadi bentuk awal yang akan sama seperti di sumber informasi .

Mode Komunikasi Data

1 . Simplex

Simplex adalah metode komunikasi satu arah .Dimana masing masing terminal hanya bias mengirim atau menerima data saja dalam satu waktu .Contoh : Radio , siaran televisi .

Simplex transmission dapat dianalogikan seperti jalan satu arah dimana traffik hanya bergerak satu arah saja.Yang berarti data hanya bergerak dari arah pengirim ke penerima saja.

2 . Half Duplex

Half duplex adalah metode komunikasi dua arah secarabergantian . Dimana masing masing terminal dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data secara dua arah bergantian dalam satu waktu .Contoh : Walkie talkie .

Half duplex dapat dianalogikan seperti jalan dua arah yang diberlakukan system buka tutup jalan . Yang berarti data dapat bergerak 2 arah satu jalur , tetapi dalam satu waktu .

3 . Full Duplex

Full duplex adalah metode komunikasi dua arah bersama sama . Dimana masing masing terminal dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data secara bersama sama dalam satu waktu .

Full-duplex transmission seperti umumnya jalan raya dengan 2 jalur, masingmasing jalur mengakomodasi traffik yang menuju arah saling berlawanan. Mode fullduplex mengakomodasi transmisi dua arah secara simultan, yang berarti kedua kedua sisi dapat mengirim dan menerima data pada saat yang sama.

Transmisi Full-duplex sebenarnya adalah dua koneksi simplex: satu koneksi untuk satu arah, dan satu koneksi untuk arah yang berlawanan.

Kendala Komunikasi Data a. Waktu tanggap sistem Adalah ukuran kecepatan operasi Sistem. Pada Sejumlah Sistem, waktu tanggap yang cepat merupakan hal yang sangat penting.

Misalnya ATM. Dalam pengambilan uang lewat ATM dimana saat pemakai mengetik nomor identifikasi dan mengisikan jumlah uang yang akan diambil, pemakai pasti mengharapkan agar mesin ATM memberikan tanggapan dalam waktu singkat.

b. Throughput Adalah ukuran beban dari sistem tersebut berupa presentase waktu yang diperlukan dalam mengirim sejumlah pesan melewati sambungan komunikasi data.Keluaran dari sistem harus setinggi mungkin agar pemakaian jalur dan terminal yang sangat mahal dapat diperoleh secara maksimum.Terminal-terminal harus dapat dioperasikan semudah mungkin untuk mengurangi faktor kesalahan manusia dan juga mempertinggi kecepatan operasi.

c. Manusia Faktor manusia sangat penting diperhatikan.Khususnya di situasi terminal sering dipakai oleh pengguna yang tidak terlatih seperti mesin ATM.

II. Jaringan Komputer Pengertian Jaringan Komputer Jaringan komputer merupakan kumpulan terminal komunikasi yang saling terintegrasi melalui media fisik tertentu dalam satu kendali teknis untuk keperluan aplikasi komunikasi tertentu. Jaringan Komputer sebagai salah satu aplikasi komunikasi data, dapat mengirimkan informasi dalam bentuk apapun dari suatu host dengan terlebih dahulu mengubahnya ke dalam bentuk digital untuk selanjutnya dikirimkan ke host lain yang terhubung secara fisik maupun logika dengan host lainJaringan komputer dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian dua atau

lebih komputer. Komputer-komputer ini akan dihubungkan satu sama lain dengan sebuah sistem komunikasi. Dengan jaringan komputer ini dimungkinkan bagi setiap komputer yang terjaring di dalamnya dapat saling tukar-menukar data, program, dan sumber daya komputer lainnya seperti media penyimpanan, printer, dan lain-lain. Jaringan komputer yang menghubungkan komputer-komputer yang berada pada lokasi berbeda dapat juga dimanfaatkan untuk mengirim surat elektronik (e-mail), mengirim file data (upload) dan mengambil file data dari tempat lain (download), dan berbagai kegiatan akses informasi pada lokasi yang terpisah.

Tujuan utama dari sebuah jaringan komputer adalah sharing resource (baca: sumber daya), dimana sebuah komputer dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki komputer lain yang berada dalam jaringan yang sama. Perkembangan teknologi komunikasi data dan jaringan komputer dewasa ini sudah tidak terbatas lagi hanya pada komputer. Berbagai perangkat teknologi

komunikasi yang hadir saat ini berkembang mengikuti perkembangan teknologi komputer, banyak diantaranya mengintegrasikan perangkat komputer

seperti mikroprosesor, memori, display, storage,

dan teknologi

komunikasi ke

dalamnya padahal dulunya teknologi ini dikembangkan untuk komputer yang dapat kita temui saat ini sudah ikut digunakan pada teknologi jaringan komputer. Suatu jaringan komputer terdiri atas: Minimal dua buah computer Kartu jaringan (network interface card / NIC) pada setiap komputer Medium koneksi, yang menghubungkan kartu jaringan satu komputer ke komputer lainnya, biasa disebut sebagai medium transmisi data, bisa berupakabel maupun nirkabel atau microwave, satelit, dsb). Perangkat lunak sistem operasi jaringan (network operating system software / NOSS) yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan sistem jaringan, misalnya: Microsoft Windows 2000 server, Microsoft Windows NT, Novell Netware, Linux, dan sebagainya. Peralatan interkoneksi seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway, apabila jaringan yang dibentuk semakin luas jangkauannya Jaringan Komputer berbagi sumber daya antara lain : - Data tanpa-kabel (wireless seperti radio,

- Hardware (Printer, CD-Rom) - Perangkat komunikasi Keuntungan dari jaringan komputer : - Speed Dengan jaringan computer pekerjaan akan lebih cepat, fasilitas sharing akan memudahkan transfer data antar komputer. - Cost Sumber daya hardware dapat diminimalisir karena dapat berbagi hardware antar komputer. - Security Jaringan computer memberikan layanan hak akses terhadap file atau sumber daya yang lain.

Jenis - Jenis Jaringan Komputer 1.Menurut Koneksi keterhubungannya : Point to Point links

Koneksi yang menyediakan hubungan yang khusus antara 2 device . Broadcast links / Multipoint

Koneksi yang menghubungkan ke semua computer .

2.Menurut Skala Geografis : Personal Area Network (PAN)

Hubungan antara komponen dalam suatu perangkat .

Local Area Network (LAN)

Suatu jaringan yang biasanya mencakup wilayah local yang sempit , seperti sebuah ruangan , gedung perkantoran , sekolah , dll .

LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision , sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harusmenunggu. Komputer dihubungkan dengan hanya 1 media dan terdapat di dalam 1 network .

Metropolitan Area Network (MAN)

MAN adalah jaringan yang lebih kecil dari WAN dan lebih besar dari LAN . Biasanya MAN menghubungkan 2 atau lebih LAN dalam kota atau area yang sama . Namun cukup jauh sehingga jaringan tidak dapat terhubung menggunakan kabel sederhana atau koneksi nirkabel .Komputer dihubungkan dengan lebih dari 1 media , tetapi hanya terdiri dari 1 network .

Wide Area Network (WAN)

WAN merupakan jaringan yang mencakup wilayah geografis yang lebih luas . Seperti seluruh kota , provinsi , atau negara , bahkan sebuah benua . WAN biasanya digunakan untuk

menghubungkan 2 atau lebih LAN yang terpisah jauh . Komputer dihubungkan dengan lebih dari 1 media dan secara logika harus terdiri lebih dari 1 network .

Storage Area Network (SAN)

SAN adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus , terdiri dari server dan penyimpanan (storage) . Tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan , tanpa mengurangi bandwith yang ada di LAN / WAN . SAN biasanya ditunjukan untuk performa network yang tinggi , digunakan untuk memindahkan data antara server dengan tempat penyimpanan (storage) , dan dengan jarak yang saling berjauhan maka SAN digunakan untuk mencegah conflict / tabrakan traffic antara client dengan server . Teknologi SAN menggunakan bandwidth atau transfer data yang tinggi untuk koneksi antara server ke storage , storage ke storage dan server ke server. Metode ini menggunakan jaringan dan infrastuktur yang terpisah sehingga dimungkinkan juga agar tidak ada masalah dengan konektifitas jaringan . Perbandingan klasifikasi jaringan Komputer Network LAN MAN WAN SAN Fisik 1 >=1 >1 ~ Logika 1 network / 1 group Harus hanya terdiri dari 1 network saja Harus terdirilebih dari 1 network ~

3.Jaringan Komputer menurut Topologinya : Bus

Seperti namanya topologi ini menyerupai bus. Semua komputer yang akan terhubung pada jaringan harus mnghubungkan dirinya pada backbone (tulang punggung).

Star

Topologi ini berbentuk seperti bintang dimana semua komputer berhubung pada sebuah konsenstrator tunggal (hub, switch).

Ring

Untuk membuat hubungan dari topologi ini setiap komputer harus menghubungkan ke komputer sebelahnya sehingga membentuk sebuah loop.

4. Menurut Protokol : Ethernet Token Ring Dll

5. Menurut Arsitektur : Peer to Peer

Hubungan 1 station dengan station lain yang levelnya sama . Dimana tidak ada client dan server . Semuanya dapat mengirim dan menerima data . Dedicated server

hanya bisa melakukan atau menyediakan layanan jaringan.

6. Berdasarkan media transmisi data Jaringan Berkabel (Wired Network)

Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

Jaringan Nirkabel(WI-FI)

Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

III.

Model Referensi Model referensi komunikasi data adalah model referensi yang terdiri atas beberapa

lapisan, yang dijadikan standar dalam implementasi komunikasi data, dari penggunaan peripheral, sampai proses dalam implementassi komunikasinya. Dengan adanya model referensi ini, komunkasi data dapat distandarkan, walaupun pheriperal yang digunakannya, baik fungsi pengirim, penerima, maupun media yang menghubungkannya diproduksi oleh vendor yang berbeda beda. Saat ini terdapat dua model referensi yang diakui untuk implementasi komunikasi data, yaitu model referensi Open System Interconnection (OSI) yang dikeluaran International

Standard Organization (ISO) dan model referensi Transmission Control Protocol (TCP/IP) yang pada awalnya dikemukakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Praktisi lapangan lebih menyukai menggunakan model referensi TCP/IP, akan tetapi dalam analisa lebih mudah menggunakan model referensi OSI karena struktur setiap lapisannya lebih detail dalam menjelaskan komunikasi data. a. OSI Layer OSI merupakan kepanjangan dari Open System Interconnection Di tahun 1984 ISO (Internasional Standarizaation organization) mengeluarkan solusi untuk memberikan standarisasi kompabilitas jaringan-jaringan sehingga tidak membatasi komunikasi antar produk maupun teknologi dari vendor yang berbeda. Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggung jawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungj awab untuk mengoreksi terjadinya error selama proses transfer data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: upper layer dan lower layer. Upper layer fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada lower layer. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Application layer

Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalahHTTP, FTP, SMTP, dan NFS. 6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP). 5 Session layer

Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. 4 Transport layer

Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. 3 Network layer

Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. 2 Data-link layer

Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub,

bridge,repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisanLogical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Physical layer

Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Pada gambar 3 dapat dilihat ilustrasi dari peer-layer comunicaion.

b. TCP/IP layer

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standarkomunikasi data yang digunakan oleh komunitas Internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat : a) Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari

perangkat keras komputer tertentu. b) Tidak tergantung pada spesifik perangkat jaringan tertentu.Hal ini memungkinkan

TCP/IP untuk mengintegrasikan berbagai macam jaringan. c) TCP/IP menggunakan pengalamatan yang unik dalam skala global. Dengan demikian

memungkinkan computer dapat saling berhubungan walaupun jaringannya seluas internet sekarang ini. d) Standarisasi protokol TCP/IP dilakukan secara konsisten dan tersedia secara luas

untuk siapapun tanpa biaya. Hal ini diwujudkan dalam RCF(Request For Comment).

TCP/IP terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dalam komunikasi data dan didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada LAN maupun WAN. Dengan prinsip pembagian tersebut TCP/IP menjadi protokol komunikasi data yang fleksibel dan dapat diterapkan dengan mudah di setiap jenis computer dan antar muka jaringan, karena sebagian besar isi kumpulan protokol ini tidak spesifik terhadap satu computer atau peralatan jaringan tertentu. Agar TCP/IP dapat berjalan pada antar muka jaringan tertentu ,hanya diperlukan perubahan pada bagian yang berhubungan dengan antar muka jaringan saja. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dalam empat lapisan/ layer yang bertingkat, yaitu : 4. Application Layer Application layer (Layer 4) model TCP/IP berkutat dengan urusan presentasi, encoding dan dialog control. TCP/IP mengkombinasikan session, presentation dan application dalam satu layer dan mengasumsikan data telah siap dienkapsulasi pada layer berikutnya. 3. Transport Layer Transport layer (layer 3 TCP/IP) berkutat dengan urusan quality of service dari reliability, flow control dan error corection. Salah satu dari protokolnya, transmission control protocol (TCP), menyediakan cara yang fleksibel dan sempurna untuk komunikasi jaringan yang reliable, well-flowing, low-error. TCP berdialog antara pengirim dan penerima ketika melakukan enkapsulasi data ke dalam segment. TCP adalah protokol connection-oriented, artinya segment bergerak bolak balik antara dua host untuk memberitahukan bahwa koneksi terjadi selama waktu tertentu (packet switching). 2. Internet Layer Internet layer (Layer 2 TCP/IP) berfungsi mengirim paket antara jaringan yang berbeda dan menentukan lintasan yang ditempuh. Protokol spesifik layer ini adalah Internet protocol (IP). Best path determination and packet switching occur at this layer. 1. Network Access Layer Network layer (Layer 1 TCP/IP) juga disebut layer host-to-network. Layer ini menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan paket data untuk membuat sambungan langsung (physical link) termasuk detil teknologi LAN dan WAN dan seluruh detil dalam Physical dan Data link layer (Layer 1 dan layer 2 OSI).

IV.Topologi Jaringan Bus

Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel

tersebut.Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan terminator atau terminating-resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm).Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal. Wujud dari tap ini bisa berupa kabel transceiver bila digunakan thick coax sebagai media transmisi.Atau berupa BNC T-connector bila digunakan thin coax sebagai media transmisi.Atau berupa konektor RJ-45 dan hub bila digunakan kabel UTP.Transmisi data dalam kabel bersifat full duplex, dan sifatnya broadcast, semua terminal bisa menerima transmisi data. Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah distandarisasi dalam IEEE 802.3, yaitu sbb: TABEL: Karakteritik Kabel Coaxial

10Base5 10 Mbps 500 m 2500 m 100 2.5 m 1 cm

10Base2 10 Mbps 185 m 1000 m 30 0.5 m 0.5 cm

Rate Data Panjang / segmen Rentang Max Tap / segmen Jarak per Tap Diameter kabel

Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada batasnya maka diperlukan Repeater untuk menyambungkan segmen-segmen kabel.

Kelebihan topologi Bus adalah: Instalasi relatif lebih murah Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya.

Kelemahan topologi Bus adalah:


Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang

mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.

Star topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang

Disebut

disebutconcentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini. Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai pengendali tetapi bisa juga berupa HUB atau MAU (Multi Accsess

Unit).Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.Simpul pusat beroperasi secara broadcast yang menyalurkan data ke seluruh arah. Pada operasi ini walaupun secara fisik kelihatan sebagai bintang namun secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. Alternatif ini menggunakan HUB.Simpul pusat beroperasi sebagai switch, data kiriman diterima oleh simpul kemudian dikirim hanya ke terminal tujuan (bersifat point-to-point), akternatif ini menggunakan MAU sebagai pengendali.Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologi Bintang namun secara logis bertopologi Bus. Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang.

Kelebihan topologi bintang : Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri. Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain. Kelemahan topologi bintang: Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat

Ring

Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.

Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya satu arah. Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipan data, penerimaan data, dan pemindahan data. Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahan lainnya. Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin

. Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya (mungkin akibat salah alamat). Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran. Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan diserap oleh terminator. Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin adalah repeater, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin. Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data berlangsung pada jaringan cincin sering disebut token-ring. Kemungkinan permasalahan yang bisa timbul dalam jaringan cincin adalah: Kegagalan satu terminal / repeater akan memutuskan komunikasi ke semua terminal. Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan terhadap jaringan, terminal baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua terminal tetangganya. Extended Topologi ini menyerupai topologi star.Topologi ini memiliki bagian inti yang

memiliki cabang, cabang-cabang dari bagian inti ini kemudian menjadi sumber distribusi dari setiap node di bawahnya. Tree Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup. Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut headend. Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit. Ada dua kesulitan pada topologi ini: Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan. Mesh

Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Topologi ini biasanya timbul akibat tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. Topologi Wireless (Nirkabel)

Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk pengembangan LAN tradisional karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan dsb. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya WLAN, WaveLAN, HotSpot, dsb. Model dasar dari LAN nirkabel adalah sbb: Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic Service Set (BSS), yang terdiri atas sejumlah station / terminal yang menjalankan protokol yang sama dan berlomba dalam hal akses menuju media bersama yang sama. Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu sistem distribusi backbone melalui titik akses (Access Point). Protokol MAC bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol melalui suatu fungsi kordinasi sentral yang berada dalam titik akses. Suatu Extended Service Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang dihubungkan melalui suatu sistem distribusi.

Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya digambarkan sebagai berikut: Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN berkabel backbone, seperti Ethernet yang mendukung server, workstation, dan satu atau lebih bridge / router untuk dihubungkan dengan jaringan lain. Selain itu terdapat modul kontrol (CM) yang bertindak sebagai interface untuk jaringan LAN nirkabel. CM meliputi baik fungsi bridge ataupun fungsi router untuk menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan induk. Selain itu terdapat Hub dan juga modul pemakai (UM) yang mengontrol sejumlah stasiun LAN berkabel. Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk menghubungkan LAN pada bangunan yang berdekatan. Syarat-syarat LAN nirkabel : Laju penyelesaian: protokol medium access control harus bisa digunakan se-efisien mungkin oleh media nirkabel untuk memaksimalkan kapasitas. Jumlah simpul: LAN nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel multipel. Koneksi ke LAN backbone: modul kontrol (CM) harus mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke jaringan LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel. Daerah layanan: daerah jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter. Kekokohan dan keamanan transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan mampu menyediakan sistem pengamanan terutama penyadapan.

Teknologi LAN nirkabel: LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah ruangan karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak tembus cahaya. LAN gelombang radio : terbatas dalam sebuah kompleks gedung, seperti bluetooth, WiFi, dan HomeRF. LAN spektrum penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial, scientific, medical) yang tidak memerlukan lisensi. Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada frekuensi gelombang mikro yang tidak termasuk dalam spektrum penyebaran.

Dalam membangun sebuah jaringan ada sebuah aturan yang dikenal dengan aturan 5-4-3 untuk efektifitas dan efisiensi jaringan yang kita desain.

Aturan 5-4-3 dalam sebuah jaringan komputer adalah aturan untuk komunikasi dan pengkabelan. Dalam suatu jaringan komputer hanya boleh ada 5 segmen, dihubungkan oleh 4 repeater, dan adanya 3 populated segmen. Aturan ini tidak ditujukan untuk jumlah perangkat yang harus digunakan, tapi untuk komunikasi data. Sebuah data yang akan dikirim harus melalui ketentuan 5-4-3, yaitu : -Data harus melewati 5 segmen (tidak boleh lebih) -Jika komunikasi dilakukan pada network dengan jarak segmen diluar jangkauan sebuah kabel, maka hanya boleh melewati 4 repeater. -Data hanya boleh melewati 3 populated segmen.

5-4-3 Rule

Selain daripada topologi yang berbentuk fisik topologi juga ada yang berbentukLogik. Untuk TOpologi logic ini biasanya berkaitan dengan cara penyampaian data ( lebih sering dikenal dengan namaMetoda Akses ) Terdiri dari : Ethernet Teknologi ethernet adalah teknologi yang paling umum untuk teknologi jaringan LAN.Ethernet dirancang untuk jaringan yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi, berjarak dekat, jaringan komputer dalam ruangan. Cara kerjanya adalah broadcast (menyebarkan data keseluruh komputer). Saat sebuah host mengirimkan data kesebuah komputer maka seluruh komputer yang ada dalam jaringan tersebut akan menerima data tersebut. Tetapi hanya komputer yang dituju saja yang memproses data tersebut. Dengan keadaan seperti ini akan memungkinkan terjadinya tabrakan data saat dua buah host atau lebih mengirimkan data secara bersamaan. Hal ini dapat diatasi dengan sebuah mekanisme deteksi tabrakan dan pemulihan yang disebut dengan CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Topologi fisik yang didukung ethernet adalah semua topologi yang dibahas sebelumnya kecuali ring dan dual ring.

Token Pada saat ini teknologi token ring sudah kurang populer sebab teknologi ini kurang fleksibel dibandingkan dengan teknologi ethernet.Token ring juga dirancang untuk jaringan yang berjarak dekat, jaringan dalam ruangan, dan jaringan yang memerlukan kecepatan tinggi seperti ethernet.Cara kerjanya adalah dengan memutarkan sebuah token pada jaringan secara periodik. Jika sebuah komputer menerima token maka ia akan ditanya oleh token tersebut Apakah anda ingin mengirim data atau tidak ? jika ya, maka token tersebut akan membawa data tersebut. Setelah itu token yang membawa data tersebut berputer pada jaringan sampai dia menemukan tujuan data tersebut.Topologi fisik yang didukung token ring adalah topologi ring.

FDDI Teknologi ini adalah teknologi yang paling mahal dan canggih dibandingkan dua teknologi sebelumnya.FDDI dirancang untuk jaringan yang berkecepatan sangat tinggi.Biasanya FDDI ditaruh pada jaringan backbone untuk menangani arus data yang sibuk. Cara kerjanya hampir sama dengan token ring tetapi kelebihannya FDDI memiliki jalur cadangan seandainya jalur utama putus. Topologi fisik yang didukung FDDI adalah topologi dual ring.

V.Network Device NIC (Network Interface Card)

Agar sebuah jaringan computer dapat terhubung ke suatu jaringan, maka computer tersebut harus dilengkapi dengan perangkat yang berupa kartu jaringan atau NIC (Network Interface Card). NIC ini berupa sebuah kartu ekspansi yang dipasang pada salah satu slot ekspansi pada mainboard computer.

Jenis NIC yang dipasang pada computer tersebut harus sesuai dengan jaringan yang akan dibangun. Pada NIC ini terdapat konektor yang berfungsi untuk memasang kabel komunikasi dalam jaringan.Konektor yang tersedia sesuai dengan jenis atau tipe kabel yang digunakan. LAN card memerlukan software driver agar berfungsi dengan baik.Driver ini

meenghubungkan antara card dan operating system. Software driver menyediakan fungsifungsi sebagai berikut: a. Inisialisasi routing b. Interrupt service routin c. Procedure transmit dan receive data d. Procedure untuk status, konfigurasi dan control

Hub

Merupakan network device yang berfungsi untuk menghubungkan semua client, printer, workstation, server atau perangkat network lainnya (Access Point) dengan menggunakan kabel-kabel jaringan(Coax, UTP ataupun Fiber Optik). Sama seperti switch, tetapi

perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast). Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut: memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan workstation menambah jarak network (fungsi sebagai repeater) menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault tolerance (isolasi kerusakan)

memberikan manajemen service yang tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic) Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub Pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter).Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja) Switch

Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star. Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (Kategori 5/5e) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN. Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan.

Jadi, switch dapat secara drastic mengurangi traffic network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

Dalam mengolah data switch dapat digolongkan dalam tiga jenis : 1. Store and Forward switch akan meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap 2. Cut-Through Switch Meneruskan Frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap 3. Fragment Free ( Hybrid ) merupakan kompromi dari kedua jenis switch diatas

Bridge

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridges diibaratkan seperti seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur.Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama. Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber.

Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.

Repeater

Alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini jarak

antarjaringankomputerdapatdibuatlebihjauh.

Di dalam jaringan komputer, repeater berfungsi untuk memperpanjang rentangjaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakanrepeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannyasampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

Router

Sebuah Router mengartikan informaari dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal. Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputer, bridges dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih. Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router.

Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet.ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. Ini berarti Router itu : Mengatur jalur sinyal secara effisien Mengatur Pesan diantara dua buah protocol Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star) Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaksial atau kabel twisted pair

IV.

Media Transmisi

Unbounded/Unguided transmission media

Merupakan media untuk menyalurkan data/sinyal tapi tidak secara fisik meng-guide data/sinyal melalui route yang spesifik disebut juga unbound media

Gelombang Mikro

Mikrogelombang merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz),yang melimputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Mikrogelombang banyak pakai pada system jaringan MAN,warnet dan penyedia layanan internet (ISP)

Keuntungan Menggunakan Gelombang Mikro /Microwave :


Akusisi antar tower tidak begitu dibutuhkan Dapat membawa jumlah data yang besar Biaya murah, karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas

Frekuensi tinggi atau gelombang pendek hanya membutuhkan antena yang kecil

Kelemahan Gelombang Mikro / Microwave :


Gentan terhadap cuaca, hujan Terpengaruh terhadap pesawat tebang yang melintas diatasnya

Gelombang Radio

Transmisi dengan menggunakan gelombang radio dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data.

Kelebihan transmisi ini adalah mengirimkan isyarat dapat dilakukan dengan sembarang posisi (tidak harus lurus pandang) dan bisa dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz sampai 300 GHz.

Penggunaan Gelombang Radio

Digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHztermasuk radio FM dan UHF dan VHF televise. Untu kkomunikasi data digital digunakan packet radio.

kelebihan transmisi ini adalah mengirmkan isyarat dapat dapat dilakukan dengan sembarang posisi (tidak harus lurus pandang) dan bisa dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan anatara 3 KHz sampai 300 GHz., salah satu contoh yang menggunakan gelombang radio seperti Pager, Telepon Seluler, Bluetooth, WiFi, HomeRF.

Bluetooth yang dirancang untuk mengantikan kabel yang menghubungkan PC ke printer dan PDA atau telepon tanpa kabel.

WiFi dirancang agar mesin-mesin dalam kantor berkomunikasi dengan kecepatan tinggi dan berbagi hubungan internet dengan jarak sampai 300 kaki, standar ini dikenal dengan sebutan IEEE 802.1b.

HomeRF merupakan teknologi yang dirancang untuk menghubungkan PC-PC dalam rumah dengan jarak sapai 150 kaki

Inframerah

Infra merah biasa digunakan untuk komuikasi jarak dekat,dengan kecepatan 4 Mbps,dalam penggunaanya untuk pengendalian jarak jauh misalnya (remote control) pada televisi serta alat elektronik lain.

Keuntungan Inframerah :

Kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnitik Inframerah mudah dibuat dan murah Instlasi mudah Mudah dipindah-pindah Keamanan inframerah lebih tinggi dari pada gelombang radio

Kelemahan Inframerah :

Jarak terbatas Infra merah tak dapat menembus dinding Harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima Tidak dapat digunakan di luar ruangan, karena akan terganggu oleh cahaya matahari

Wireless Media

Transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah seperti : jarak, karena jarak antara modem dengan user mempengaruhi kecepatan pengiriman data bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer.

Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada. Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini. Beberapa faktor yang berhubungan dengan media transmisi dan sinyal dan pertimbangan dalam pemilihan media, sebagai berikut : Resistance : Tingkat ketahanan media terhadap pengaruh EMI (Electrical Magnetic Interference. Bandwidth : Jangkauan frekuensi yang dapat diakomodasi oleh kabel tersebut. Attenuation : Bagaimana kabel tersebut mengurangi kekuatan sinyal dengan bertambahnya rentang jarak. Cost : Pertimbangan biaya dalam instalasi dan perawatannya.

Bounded Media COAXIAL CABLE Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Susunan kabel ini (dari layer terdalam) antara lain : Sebuah konduktor sebagai pusat kabel Lapisan plastik Metal Shield (anyaman kabel) Lapisan pelindung luar Bagian-bagian dari Coaxial

Ada dua jenis kabel coaxial : Thin Coaxial (RG-58) yang biasa disebut thinnet atau biasa dikodekan 10Base2. Angka 2 menandakan bahwa jarak maksimum hubungan antara perangkat yang satu dengan yang lain menggunkan kabel ini adalah 200 meter. Tetapi kenyataanya jarak maksimum hanya berkisar 185 meter saja. Thick Coaxial (RG-8) yang biasa disebut thicknet atau dikodekan dengan 10Base5 memiliki jarak maksimum 500 meter. Thicknet memiliki pembungkus ekstra tebal yang membantu menjaga kondisi permukaan kabel. Connector pada Coaxial

Kelebihan Coaxial : a. Kapasitas kanal yang besar b. Biaya perawatan rendah (karena dapat ditanam di tanah) c. Adanya isolasi yang memperkecil interferensi dengan sistem lain. d. Cukup murah e. Jangkauan jauh

Kekurangan Coaxial : a. Instalasi cukup sulit b. Redaman cukup besar sehingga perlu repeater untuk komunikasi jarak jauh c. Rawan gangguan fisik jika ditanam

TWISTED PAIR

Kabel ini adalah jenis kabel dengan konduktor berpasangan (twisted) dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik, dan juga menghindari crosstalk antar kabel yang berdekatan. Berdasarkan susunannya, kabel jenis ini terbagi 2 yaitu : a. UTP (Unshielded Twisted Pair) b. STP (Shielded Twisted Pair)

UTP (Unshielded Twisted Pair) Kabel UTP terdiri atas 8 wire yang ditandai dengan 8 warna berbeda, dibuat menjadi 4 pasang wire yang dibungkus sebuah jaket pengaman. Masing-masing pasangan kabel tersebut saling melilit (twisted) antara satu wire dengan wire lainnya.

Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshielded). Kabel janis ini memiliki 5 kategori, yaitu : - Category 1 = Voice Only (Telephone Wire) - Category 2 = Data to 4 Mbps (LocalTalk) - Category 3 = Data to 10 Mbps (Ethernet) - Category 4 = Data to 20 Mbps (16 Mbps Token Ring) - Category 5 = Data to 100 Mbps (Fast Ethernet) Connector untuk kabel ini yaitu RJ-11 dan RJ-45.

Connector RJ-45

Kabel UTP memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan UTP : a. Murah b. Mudah diinstalasi c. Ukurannya kecil Kekurangan UTP : a. Rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik b. Jarak jangkauannya hanya 100m

STP (Shielded Twisted Pair) Pada dasarnya kabel ini sama dengan UTP, hanya saja STP memiliki pembungkus yang lebih kuat karena adanya lapisan pelindung (shielded), sehingga kabel ini sangat cocok digunakan untuk konfigurasi kabel outdoor.

Seperti halnya kabel UTP, kabel STP juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan STP : a. Tahan terhadap interferensi gelombang b. Memiliki perlindungan dan antisipasi dari tekukan kabel Kekurangan STP : a. Mahal b. Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi c. Pada frekuensi tinggi dapat timbul crosstalk dan sinyal noise d. Instalasi sulit (terutama masalah grounding) e. Jarak jangkauannya hanya 100m

FIBER OPTIC Pada kabel fiber, sinyal digital data ditransmisikan dengan menggunakan gelombang cahaya sehingga cukup aman untuk pengiriman data karena tidak bisa di-tap di tengah jalan sehingga

kita bisa dicuri orang ditengah transmisi. fiber optik, umumnya digunakan untuk kecepatan

sangat tinggi sekitar 100Mbps ke atas. Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan. Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan. Tipe Fiber Optic Berdasarkan mode transmisi yang digunakan fiber optic terdiri : 1. Multimode Step Index Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsimengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)

2. Multimode Graded Index 3. Singlemode Step Index

Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)

Kira-kira lebih dari 20 tahun yang lalu, kabel serat optik (Fiber Optic) telah mengambil alih dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di seluruh dunia. Ketika serat optik menggantikan tembaga (copper) sebagai long distance calls maupun internet traffic yang secara tidak langsung berdampak pada penurunan biaya produksi. Untuk memahami bagaimana sebuah kabel serat optik bekerja, sebagai contoh coba bayangkan sebuah sedotan plastik atau pipa plastik panjang fleksible berukuran besar. Bayangkan pipa tersebut mempunyai panjang seratus meter dan anda melihat kedalam dari salah satu sisi pipa. Seratus meter di sebelah sana seorang teman menghidupkan lampu senter dan diarahkan kedalam pipa. dikarenakan bagian dalam pipa terbuat dari bahan kaca sempurna, maka cahaya senter akan di refleksikan pada sisi yang lain meskipun bentuk pipa bengkok atau terpilin masih dapat terlihatpantulan cahaya tersebut pada sisi ujungnya. Jika misalnya seorang teman anda menyalakan cahaya senter hidup dan mati seperti kode morse, maka anda dan teman anda dapat berkomunikasi melalui pipa tersebut. Seperti itulah prinsip dasar dari serat optik atau yang biasa dikenal dengan nama fiber optic cable.

Media transmisi jenis ini memiliki serat sebesar rambut manusia ini terbuat dari serat kaca dan plastik serta memanfaatkan bias cahaya dalam mentransmisikan data. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena mempunyai spektrum yang sangat sempit. Dengan pengiriman yang menggunakan sinar, maka interferensi dapat di minimalisir. Fiber optik memiliki jarak yang lebih jauh daripada twisted pair dan coaxial. Connector Standard Fiber Optic antara lain : T-SC T-SC Duplex LC LC Duplex

CARA KERJA FIBER OPTIC Sebuah kabel fiber optik terbuat dari serat kaca murni, sehingga meskipun kabel mempunyai panjang sampai beratus2 meter, cahaya masih dapat dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya. Helai serat kaca tersebut didesain sangat halus,ketebalannya kira-kira sama dengan tebal rambut manusia. Helai serat kaca dilapisi oleh 2 lapisan plastik (2 layers plastic coating) dengan melapisi serat kaca dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar serat kaca.Cermin ini menghasilkan total internal reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca).sama seperti jika kita berada pada ruangan gelap dengan sebuah jendela kaca, kemudian anda mengarahkan cahaya senter 90 derajat tegak lurus dengan kaca , maka cahaya senter akan tembus ke luar ruangan. Akan tetapi jika cahaya senter tersebut diarahkan (ke jendela berkaca) dengan sudut yang rendah (hampir paralel dengan cahaya aslinya), maka kaca tersebut akan berfungsi menjadi cermin yg akan memantulkan cahaya senter ke dalam ruangan. demikian pada serat optik, cahaya berjalan melalui serat kaca pada sudut yang rendah

V. IEEE 802 IEEE 802.1x Atau sering disebut juga port based authentication merupakan standar yang pada awal rancangannya digunakan pada koneksi dialup. Tetapi pada akhirnya, standar 802.1x digunakan pula pada jaringan IEEE 802 standar. Pada laporan ini, dikhususkan penggunaan standar 802.1x pada jaringan wireless ( 802.11a/b/g ). Berikut merupakan skema dasar dari standar 802.1x.

Bila ada WN (Wireless Node) baru yang ingin mengakses suatu LAN, maka access point (AP) akan meminta identitas WN. Tidak diperbolehkan trafik apapun kecuali trafik EAP. WN yang ingin mengakses LAN disebut dengan supplicant. AP pada skema 802.1x merupakan suatu authenticator. Yang dimaksud dengan authenticator disini adalah device

yang mengeksekusi apakah suatu supplicant dapat mengakses jaringan atau tidak. Istilah yang terakhir adalah authentication server, yaitu server yang menentukan apakah suatu supplicant valid atau tidak. Authentication server adalah berupa Radius server (RFC2865)EAP, yang merupakan protokol yang digunakan untuk authentifikasi, pada dasarnya dirancang untuk digunakan pada PPP dialup. Untuk lebih jelasnya nanti akan dijelaskan tentang EAP lebih lanjut. Setelah identitas dari WN dikirimkan, proses authentifikasi supplicant pun dimulai. Protokol yang digunakan antara supplicant dan authenticator adalah EAP, atau lebih tepatnya adalah EAP encapsulation over LAN (EAPOL) dan EAP encapsulation over Wireless (EAPOW). Authenticator me-rencapsulation paket dan dikirimkan ke authentication server. Selama proses authentifikasi berlangsung, authenticator hanya merelaykan paket dari supplicant ke authentication server. Setelah semua proses selesai dan authentication server menyatakan bahwa supplicant valid, maka authenticator membuka firewall untuk supplicant tersebut. Setelah proses authentifikasi selesai, supplicant dapat mengakses LAN secara biasa. Lalu mengapa disebut sebagai port based authentication ? Penjelasan adalah bahwa authenticator mengkontrol dua jenis port yaitu yang disebut dengan controlled ports dan yang disebut dengan uncontrolled ports. Kedua jenis port tersebut merupakan logikal port dan menggunakan koneksi fisikal yang sama.

Gambar 2: Port based authentication skema

Sebelum authentifkasi berhasil, hanya port dengan jenis uncontrolled yang dibuka. Trafik yang diperbolehkan hanyalah EAPOL atau EAPOW. Setelah supplicant melakukan autentifikasi dan berhasil, port jenis controlled dibuka sehingga supplicant dapat mengakses LAN secara biasa. IEEE 802.1x mempunyai peranan penting dari standar 802.11i.

IEEE 802.2 Kita telah mengetahui bagaimana dua buah mesin dapat berkomunikasi melalui

sebuah saluran realiable dengan menggunakan bermacam-macam protokol data link protokolprotokol ini menyediakan kontrol error dan kontrol aliran pada standard IEEE 802.2 ini tidak membahas mengenai komunikasi realiable dari semuanya LAN 802 dan penawaran yang diberikan MAN merupakan layanan datagran yang terbaik kadang - kadang layanan ini cukup adekuat. Misalnya untuk mengirimkan paket IP, adanaya jaminan tidak diperlukan atau bahkan tidak diharapkan. paket IP cukup disisipkan ke field payload 802 dan mengirimkannya bila file load tersebut hilang, demikian pula yang terjadi pada paket IP/IEEE telah mendefinisikan sistem yang dapat beroperasi pada puncak semua protokol LAN 802 dan MAN. Selain itu protokol yang disebut LLC (Logical Link Control ) ini menyembunyikan perbedaan yang terdapat pada bermacam-macam jaringan 802 dengan menyediakan format tunggal dan interface ke network layer, dengan MAC sublayer ada dibawahnya.LLC menyediakan 3 pilihan layanan : 1. layanan diagram tidak reliable 2. layanan diagram beracknowledgement 3. layanan connection-oriented reliable Header LLC didasarkan pada protokolHDLC yang lebih tua. Berbagai macam format digunakan untuk data dan kontrol. Untuk datagram beracknowledgement atau layanan connection-oriented, frame data berisi alamat sumber, alamat tujuan, nomor urut, nomor acknowledgement, beberapa bit untuk keperluan lain. Untuk layanan data tidak reliable, nomor urut dan nomor acknowledgemnt bisa diabaikan.

IEEE 802.3

tadard IEEE 802.3 ini ditujukan bagi LAN 1-persistent CSMA/cd untuk mengingat kembali tentang ide ini , ketika stasiun akan melakukan transmisi, stasiun mendengarkan kabel. Bila kabel dalam keadaan sibuk, maka stasiun akan menunggu sampai kabel tersebut menjadi bebas; bila kabel dalam keadaan bebas ,maka stasiun dengan segera akan melakukan tranmisi. Jika dua stasiun atau lebih mengirimkan secara simultan pada sebuah kabel yang sedang bebas, maka stasiun akan mengalami tabrakan. Semua stasiun yang mengalami tabrakan itu akan menghentikan tranmisinya, menunggu waktu random, dan mengulangi seluruh prosesnya lagi.

kelebihan

1. Protokolnya sangat sederhana 2. Stasiun dapat dipasang dalam keadaan sistem sedang berjalan tanpa harus mematikan, sistem terlebih dahulu. 3. Standard ini menggunakan kabel pasif, dan tidak membutuhkan modem 4. Delay pada lalulintas yang tidak padat bisa dikatakan nol karena stasiun tidak perlu menunggu token , dan dapat secara langsung mengirimkan frame .

kekurangan

1. Sebuah stasiun harus mampu mendeteksi signal lemah yang berasal dari stasiun lain, bahkan ketika dirinya sendiri sedang melakukan transaksi. 2. Semua rangkaian pendeteksi semua analog

ETHERNET Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data

jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.Kartu Jaringan (Ethernet Card) tahun 1990an versi kombo dengan dua konektor masukan, kabel koaksial 10BASE2/konektor BNC (kiri) dan konektor RJ-45/Twisted-pair-based 10BASE-T (kanan), Versi awal Xerox Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.

Disain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga Xerox, Intel dan Digital Equipment Corporation (DEC) mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan komputer saat ini. Selain itu, terdapat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal sebagai Fast Ethernet.

Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan naman "ALOHA". Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus. Proses standardisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan. Jenis-jenis Ethernet Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut :

10 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Ethernet saja (standar yang digunakan: 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF)

100 Mbit/detik, yang sering disebut sebagai Fast Ethernet (standar yang digunakan : 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX)

1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut sebagai Gigabit Ethernet (standar yang digunakan: 1000BaseCX, 1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT).

10000 Mbit/detik atau 10 Gbit/detik. Standar ini belum banyak diimplementasikan. Standar 10Base2, 10Base5, 10BaseF, 10BaseT 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX 1000BaseCX, Spesifikasi IEEE Nama

Kecepatan

10 Mbit/detik

IEEE 802.3

Ethernet

100 Mbit/detik

IEEE 802.3u

Fast Ethernet

1000 Mbit/detik

1000BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT

IEEE 802.3z

Gigabit Ethernet

10000 Mbit/detik 11mm/.ll

802.5 ( token ring) Jaringan ring telah lama dan dipakai untuk LAN maupun WAN. Ring merupakan kumpulan link point to point indiual yang membentuk sebuah lingkaran. Link point to point melibatkan teknologi yang sudah dikenal baik dan terbukti dilapangan dan dapat dioperasikan pada twisted-pair, kabel koaksial, dan serat optik. Rekayasa ring juga hampir seluruhnya digital, sedangkan, misalnya 802.3 memiliki komponen analog penting untuk deteksi tabrakan. Ring juga adil dan memiliki akses saluran yang baik. Dengan alasan-alasan ini IBM memilih ring sebagai LAN-nya dan IEEE telah memasukkan standard token ring sebagai 802.5. Kelebihan Rekayasanya cukup mudah dan dapat berbentuk sepenuhnya digital. Ring-ring dapat dibentuk dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana sampai serat optik secara virtual. 6. Standard IEEE 802.6 Tidak satupun lan 802 yang kita pelajari cocok untuk digunakan dalam MAN masalah panjang kabel dan unjuk kerja ketika ribuan stasiun dhubungkan menyebakan sistem ini terbatas pada daerah seluas kampus saja. Bagi jaringan yang dapat mencakup seluruh pelosok kota,IEEE telah menentukan sebuah MAN yang disebut DQDB (DIStributed Queque dual bus-bus ganda antrian terdistribusi), sebagai standard 802.6. Tidak seperti protokol-protokol LAN 802 lain , 802.6 tidak rakus. Pada protokolprotokol lainnya bila sebuah stasiun mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengirim, maka stasiun tersebut akan segera melakukan tranmisi. Pada protokol ini , stasiun-stasiun membuat antrian sear berurutan dan menjadi dalam keadaan siap kirim dan mentranmisikan secara FIFO. Aturan dasarnya adalah bahwa stasiun-stasiun berlaku sopan, artinya mereka menunggu stasiun0-stasiun aliran ke bawah. Sopan santun ini diperlukan untuk mencegah suatu situasi dimana situasi yang dekat dengan Head-end secara langsung mengambil seluruh sel-sel yang kosong pada saat sel-sel itu tiba dan langsung mengisinya, yang menyebabkan stasiun aliran ke bawah akan kehabisan kesempatan. 7. Standard 802.9 IEEE 802.9 mempunyai standard kecepatan sampai 10 Mbps saluran synchronous dengan 96 64-xBps (6 Mbps total Bandwith) dengan saluran yang dapat digunakan saluran

data yang spesifik. total bandwith yang tetap yang digunakan 6 Mbps. Standar ini dinamakan sebagai Isochronous Ethernet (IsoEnet), dan didesain untuk mengatur pencampuran bursty dan time critical traffic. Standar IEEE 802.11 mendefinisikan Medium Access Control (MAC) dan Physical (PHY) untuk jaringan nirkabel. Standar tersebut menjelaskan jaringan local dimana peralatan yang terhubung dapat saling berkomunikasi selama berada dalam jarak yang dekat satu sama lain. Standar ini hampir sama dengan IEEE 802.3 yang mendefinisikan Ethernet, tapi ada beberapa bagian yang khusus untuk transmisi data secara nirkabel

Pada Standar 802.11 mendefinisikan tiga tipe dari physical layer seperti pada gambar diatas Frequency Hopping Spread, Spectrum (FHSS), Direct Sequence Spread Spectrum (DHSS) dan infra merah. Infra merah jarang sekali dipakai karena jangkauannya yang sangat dekat. Tidak semua dari keluarga 802.11 menggunakan Physical Layer yang sama dan mendapatkan kecepatan transmisi data yang sama

802.11b paling banyak digunakan saat ini, karena cepat dan mudah diimplemtasikan, dan tersedia banyak sekali produk yang tersedia dipasaran. Mendukung kecepatan transmisi data sampai 11 Mbps, tetapi jika sinyal radio melemah, maka kecepatan akan diturunkan ke 5.5 Mbps, 2 Mbps, dan 1 Mbps untuk menjamin agar komunikasi tidak terputus. 802.11b seringkali disebut juga Wi-Fi (Wireless Fidelity) karena Wi-Fi Alliance yang bertanggung jawab untuk penngetesan dan sertifikasi untuk dapat bekerja dengan produk jaringan yang berdasarkan 802.11 lainnya

Arsitektur protocol 802.11

Fungsi pokok pada Medium Access Control (MAC) layer 802.11adalah : - Pengantar data-data yang reliable - Pengontrol akses data Keamanan (security) Arsitektur Media Acces Control (MAC) Protocol 802.11 Sedangkan arsitektur detail dari frame Medium Access Control (MAC) 802.11 ditunjukkan pada gambar-3 berikut ini.

Dari frame MAC 802.11 diatas yang perlu diperhatikan adalah fungsi dari frame control. Karena dari frame control inilah kendali fungsi-fungsi pokok dari MAC dilakukan, termasuk dalam hal keamanan. WEP (Wired Equivalent Privacy) WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah standar keamanan pada protokol 802.11, WEP mengenkripsi paket pada layer 2 OSI yaitu MAC (Media Access Control). Hanya Wireless Client yang mempunyai kunci rahasia yang sama dapat terkoneksi dengan akses poin. Setiap Wireless Client yang tidak mempunyai kunci rahasia dapat melihat lalu lintas data dari jaringan, tetapi semua paket data terenkripsi. Karena ekripsi hanya pada layer 2

(data link) maka hanya link nirkabel yang di proteksi. WEP mengenkripsi traffic data dengan menggunakan stream cipher yang disebut dengan RC4, metode enkripsinya adalah simetrik, dimana WEP menggunakan kunci yang sama baik untuk mengenkripsi data maupun untuk mendekripsi data. RC4 akan dibuat secara otomatis setiap paket data yang baru untuk mencegah masalah sinkronisasi yang disebabkan oleh paket yang hilang

Jenis Serangan di Interne Ping of Death

Ping of Death menggunakan program utility ping yang ada di sistem operasi komputer. Biasanya ping digunakan untuk men-cek berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan sejumlah data tertentu dari satu komputer ke komputer lain. Panjang maksimum data yang dapat dikirim menurut spesifikasi protokol IP adalah 65,536 byte. Pada Ping of Death data yang dikirim melebihi maksimum paket yang di ijinkan menurut spesifikasi protokol IP. Konsekuensinya, pada sistem yang tidak siap akan menyebabkan sistem tersebut crash (tewas), hang (bengong) atau reboot (booting ulang) pada saat sistem tersebut menerima paket yang demikian panjang. Serangan ini sudah tidak baru lagi, semua vendor sistem operasi telah memperbaiki sistem-nya untuk menangani kiriman paket yang oversize.

Teardrop Teardrop adalah teknik yang dikembangkan dengan cara mengeksplotasi proses disassembly-reassembly paket data. Dalam jaringan Internet, seringkali data harus di potong kecil-kecil untuk menjamin reliabilitas & proses multiple akses jaringan. Potongan paket data ini, kadang harus dipotong ulang menjadi lebih kecil lagi pada saat di salurkan melalui saluran Wide Area Network (WAN) agar pada saat melalui saluran WAN yang tidak reliable proses pengiriman data menjadi lebih reliable. Pada proses pemotongan data paket yang normal setiap potongan di berikan informasi offset data yang kira-kira berbunyi potongan paket ini merupakan potongan 600 byte dari total 800 byte paket yang dikirim.

Program teardrop akan memanipulasi offset potongan data sehingga akhirnya terjadi overlapping antara paket yang diterima di bagian penerima setelah potongan-potongan paket ini di reassembly. Seringkali, overlapping ini menimbulkan system yang crash, hang & reboot di ujung sebelah sana. SYN Attack Kelemahan dari spesifikasi TCP/IP, dia terbuka terhadap serangan paket SYN. Paket SYN dikirimkan pada saat memulai handshake (jabat tangan) antara dia aplikasi sebelum transaksi / pengiriman data dilakukan. Pada kondisi normal, aplikasi klien akan mengirimkan paket TCP SYN untuk mensinkronisasi paket pada aplikasi di server (penerima). Server (penerima) akan mengirimkan respond berupa knowledgement paket TCP SYN ACK. Setelah paket TCP SYN ACK di terima dengan baik oleh klien (pengirim), maka klien (pengirim) akan mengirimkan paket ACK sebagai tanda transaksi pengiriman / penerimaan data akan di mulai. Dalam serangan SYN flood (banjir paket SYN), klien akan membanjiri server dengan banyak paket TCP SYN. Setiap paket TCP SYN yang dikirim akan menyebabkan server menjawab dengan paket TCP SYN ACK. Server (penerima) akan terus mencatat (membuat antrian backlog) untuk menunggu responds TCP ACK dari klien yang mengirimkan paket TCP SYN.

Tempat antrian backlog ini tentunya terbatas & biasanya kecil di memori. Pada saat antrian backlog ini penuh, sistem tidak akan merespond paket TCP SYN lain yang masuk dalam bahasa sederhana-nya sistem tampak bengong / hang. Sialnya paket TCP SYN ACK yang masuk antrian backlog hanya akan dibuang dari backlog pada saat terjadi time out dari timer TCP yang menandakan tidak ada responds dari klien pengirim. Biasanya internal timer TCP ini di set cukup lama. Kunci SYN attack adalah dengan membanjiri server dengan paket TCP SYN menggunakan alamat IP sumber (source) yang kacau. Akibatnya, karena alamat IP sumber (source) tersebut tidak ada, jelas tidak akan ada TCP ACK yang akan di kirim sebagai responds dari responds paket TCP SYN ACK.

Dengan cara ini, server akan tampak seperti bengong & tidak memproses responds dalam waktu yang lama. Berbagai vendor komputer sekarang telah menambahkan pertahanan untuk SYN attack & juga programmer firewall juga menjamin bahwa firewall mereka tidak mengirimkan packet dengan alamat IP sumber (source) yang kacau.

Land Attack Pada Land attack gabungan sederhana dari SYN attack, hacker membanjiri jaringan dengan paket TCP SYN dengan alamat IP sumber dari sistem yang di serang. Biarpun dengan perbaikan SYN attack di atas, Land attack ternyata menimbulkan masalah pada beberapa sistem. Serangan jenis inirelatif baru, beberapa vendor sistem operasi telah menyediakan perbaikannya. Cara lain untuk mempertahankan jaringan dari serangan Land attack ini adalah dengan memfilter pada software firewall anda dari semua paket yang masuk dari alamat IP yang diketahui tidak baik. Paket yang dikirim dari internal sistem anda biasanya tidak baik, oleh karena itu ada baiknya di filter alamat 10.0.0.0-10.255.255.255, 127.0.0.0127.255.255.255, 172.16.0.0-172.31.255.255, dan 192.168.0.0-192.168.255.255. Smurf Attack Smurf Attack jauh lebih menyeramkan dari serangan Smurf di cerita kartun. Smurf attack adalah serangan secara paksa pada fitur spesifikasi IP yang dikenal sebagai direct broadcast addressing. Seorang Smurf hacker biasanya membanjiri router kita dengan paket permintaan echo Internet Control. Message Protocol (ICMP) yang kita kenal sebagai aplikasi ping. Karena alamat IP tujuan pada paket yang dikirim adalah alamat broadcast dari jaringan anda, maka router akan mengirimkan permintaan ICMP echo ini ke semua mesin yang ada di jaringan. Kalau ada banyak host di jaringan, maka akan terhadi trafik ICMP echo respons & permintaan dalam jumlah yang sangat besar. Lebih sial lagi jika si hacker ini memilih untuk men-spoof alamat IP sumber permintaan ICMP tersebut, akibatnya ICMP trafik tidak hanya akan memacetkan jaringan komputer perantara saja, tapi jaringan yang alamat IP-nya dispoof, jaringan ini di kenal sebagai jaringan korban (victim). Untuk menjaga agar jaringan kita tidak menjadi perantara bagi serangan Smurf ini, maka broadcast addressing harus di matikan di router kecuali jika kita sangat membutuhkannya untuk keperluan multicast, yang saat ini belum 100% di definikan. Alternatif lain, dengan cara memfilter permohonan ICMP echo pada firewall. Untuk menghindari agar jaringan kita tidak menjadi korban Smurf attack, ada baiknya kita mempunyai upstream firewall (di hulu) yang di set untuk memfilter ICMP echo atau membatasi trafik echo agar presentasinya kecil dibandingkan trafik jaringan secara keseluruhan.

UDP Flood UDP Flood pada dasarnya mengkaitkan dua (2) sistem tanpa disadarinya. Dengan cara spoofing, User Datagram Protocol (UDP) flood attack akan menempel pada servis UDP chargen di salah satu mesin, yang untuk keperluan percobaan akan mengirimkan sekelompok karakter ke mesin lain, yang di program untuk meng-echo setiap kiriman karakter yang di terima melalui servis chargen. Karena paket UDP tersebut di spoofing antara ke dua mesin tersebut, maka yang terjadi adalah banjir tanpa henti kiriman karakter yang tidak berguna antara ke dua mesin tersebut. Untuk menanggulangi UDP flood, anda dapat men-disable semua servis UDP di semua mesin di jaringan, atau yang lebih mudah memfilter pada firewall semua servis UDP yang masuk. Karena UDP dirancang untuk diagnostik internal, maka masih aman jika menolak semua paket UDP dari Internet. Tapi jika kita menghilangkan semua trafik UDP, maka beberapa aplikasi yang betul seperti RealAudio, yang menggunakan UDP sebagai mekanisme transportasi, tidak akan jalan.

Hingga saat ini standar 802.11 masih terus dikembangkan oleh IEEE, mereka membentuk kelompok-kelompok kerja yang masing-masing memiliki tujuan tersendiri dalam mengembangkan berbagai aspek dari teknologi ini, grup-grup ini dinamai berdasarkan dengan abjad yang ada dibelakang, contohnya 802.11x. Berbagai jenis standar 802.11 ini: 802.11 (Tahun 1997) Standar ini merupakan generasi pertama dari teknologi Wireless LAN yang bertujuan untuk mengembangkan spesifikasi Medium Access Control (MAC) dan Physical Layer (PHY) untuk hubungan nirkabel bagi terminal tetap, portabel, dan bergerak dalam lokal area. Bekerja pada frekuensi 2.4 GHz, menspesifikasikan tiga macam physical layer yaitu: Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) Infra Merah/Infra Red (IR)

802.11 memiliki dua kecepatan 1 Mbps, menggunakan modulasi Differential Binarytransmisi yaitu: Phase Shift Keying (DBPSK). 2 Mbps, menggunakan modulasi Differential Quadrature Phase Shift Keying (DQPSK). 802.11a (Tahun 1999) Standar ini mengunakan pita frekuensi baru untuk jaringan Wireless LAN dengan peningkatan kecepatan transfer data hingga 54 Mbps dengan digunakannya teknik modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Standar 802.11a ini menggunakan pita gelombang Unlicensed National Information Infrastructure (UNII) yang mulai banyak digunakan di berbagai bidang teknologi nirkabel, pita ini dibagi menjadi tiga bagian yang berbeda yaitu: UNII-1 dengan frekuensi pada 5.2 GHz. UNII-2 dengan frekuensi pada 5.7 GHz. UNII-3 dengan frekuensi pada 5.8 GHz. 802.11a sering dianggap sebagai pendahulu 802.11b, ini merupakan salah pengertian karena sebenarnya 802.11b merupakan generasi kedua dan 802.11a merupakan generasi ketiga, 802.11a sendiri masih menggunakan MAC yang sama seperti pada 802.11 maupun 802.11b sedangkan perbedaan hanya terdapat pada physical layer-nya saja. 802.11b (Tahun 1999) Standar ini masih bekerja pada frekuensi 2.4 GHz seperti 802.11 namun memberikan peningkatan kecepatan transfer 5.5 Mbps dan 11 Mbps, ini dimungkinkan dengan penggunaan teknik modulasi Complementary Code Keying (CCK), standar ini hanya menspesifikasikan penggunaan DSSS saja, karena FHSS dan infra merah tidak mampu memenuhi tuntutan kecepatan untuk masa depan. Standar ini disebut juga 802.11 High Rate (HR). 802.11c (Tahun 1998) Grup kerja ini menambahkan dukungan terhadap layanan sublayer internal (Internal Sublayer Service) pada prosedur MAC untuk dapat menjembatani operasi antar MACMAC 802.11. 802.11d (Tahun 2001) Penambahan grup ini akan bertujuan untuk mendefinisikan kebutuhan layer physical seperti pengaturan kanal, pola loncatan sinyal, pemberian atribut pada MIB (Management Information Base), dan berbagai kebutuhan lainnya untuk menyesuaikan operasi Wireless LAN pada negara-negara yang berbeda 802.11e Grup kerja ini bertugas meningkatkan kualitas 802.11 (baik a, b, maupun g) agar menyamai kualitas layanan dari ethernet, menambahkan Class of Service dan mengefisienkan protokol yang akan mendongkrak kecepatan total dari sistem dalam menangani aplikasi seperti audio, video, multimedia streaming melalui jaringan nirkabel. 802.11f Grup kerja ini bekerja untuk menyamakan aturan-aturan yang digunakan untuk InterAccess Point Protocol (IAPP) yaitu agar berbagai access point dari vendor yang berbeda

dapat bekerja sama pada sistem nirkabel terdistribusi yang mendukung 802.11, sehingga terminal-terminal yang menggunakan adapter Wireless LAN dapat melakukan roaming antar access point. 802.11g Standar 802.11g atau yang juga disebut dengan 802.11b extended meningkatkan kecepatan transfer data hingga 54 Mbps pada pita gelombang 2.4 GHz. Pada awalnya terdapat perbedaan pendapat tentang teknik modulasi yang akan digunakan oleh standar ini, namun akhirnya diputuskan penggunaan teknik modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan alternatif penggunaan modulasi Packet Binary Convolution Coding (PBCC).

802.11h Grup kerja ini mengembangkan standar untuk penggunaan tenaga baterai dan daya transmisi sinyal radio, juga pemilihan kanal komunikasi yang dinamis. Dibentuknya kelompok kerja ini disebabkan oleh kebutuhan umur pemakaian baterai yang lebih lama dan adanya peraturan Equivalent Isotropically Radiated Power (EIRP) di setiap negara. 802.11i Kelompok kerja ini difokuskan untuk mengembangkan protokol keamanan data dan otentikasi pengguna dari seluruh standar 802.11. Standar keamanan 802.11ib adalah Wired Equivalent Privacy (WEP) yang merupakan teknik enkripsi data menggunakan algoritma RC4 dengan panjang kunci 64 atau 128 bit. Algoritma ini telah diketahui memiliki kelemahan yang memungkinkan jaringan untuk disadap dan diserang. 802.11j Kelompok kerja ini menstandarisasi penggunaan frekuensi 5 GHz untuk berbagai teknologi jaringan nirkabel seperti IEEE, ETSI Hyperlan2, ARIB, HiSWANa. Dari berbagai jenis pengembangan standar IEEE 802.11 yang ada diatas, terdapat empat standar utama yang lebih atau akan populer yaitu 802.11, 802.11b, 802.11a, dan 802.11g. Standar 802.11a memiliki performa lebih baik dan dapat memenuhi kebutuhan bandwidth di masa mendatang, namun 802.11a juga memiliki beberapa kekurangan bila dibandingkan dengan 802.11b, karena menggunakan frekuensi yang lebih tinggi membuat jangkauan jaraknya relatif lebih pendek yaitu sekitar 50 meter dibandingkan dengan 100 meter pada 802.11b, gelombang 5 GHz juga relatif lebih sulit menembus benda-benda padat. Kekurangan yang lain dari standar 802.11 ini yaitu karena 802.11b dan 802.11a menggunakan teknik radio dan modulasi yang berbeda maka keduanya tidak dapat saling berkomunikasi. Karena itu IEEE membentuk grup kerja IEEE 802.11g yang bekerja untuk meningkatkan kecepatan transfer data pada frekuensi 2.4 GHz hingga 54 Mbps sehingga memiliki transfer data setara dengan 802.11a namun tidak memiliki kekurangan dalam masalah jarak jangkauan, serta masih kompatibel dengan peralatan yang menggunakan standar 802.11b.

IEEE 802.12

IEEE 802.12 yang mempunyai kesempatan 100 MB persekon sesuai dengan proposal yang dipromosikan oleh AT&T, IBM, Hewlett-Packard yang biasa disebut 100 Mg anylan. Jaringan ini menggunakan topologi dasar star wiring dan sebuah metode akses yang mempunyai anggapan dasar bahwa sebuah alat memberikan pada jaringan Hub ketika mereka membutuhkan pengiriman data. Alat ini bisa mengirimkan data jika mendapat ijin dari Hub . Standar ini dipakai untuk mendukung jaringan berkecepatan tinggi yang bisa dioperasikan dalam gabungan ethernet dan lingkungan token ring dengan mendukung kedua buah jenis frame

VII.Cabling

Grounding Grounding / Pentanahan adalah penanaman kabel ke dalam tanah untuk menghilangkan beda potensial antara logam yang teraliri arus listrik dengan tanah

Memperlakukan Kabel Merawat kabel dengan betul sangat diperlukan agar kabel dapat bertahan lama usianya .

Wiring Closet Wiring closet adalah tempat dimana jaringan dimulai . Semua kabel akan bermuara di wiring closet . Terletak disebuah tempat dimana semua kabel terkumpul . wiring closet yaitu sebuah ruangan kecil yang biasanya ditemukan pada bangunan kelembagaan seperti sekolah dan kantor, di mana sambungan listrik dilakukan. Sedangkan yang digunakan untuk berbagai tujuan, penggunaan yang paling umum adalah untuk jaringan komputer. Banyak jenis koneksi jaringan untuk menetapkan batas jarak antara peralatan end-user seperti PC , akses perangkat pada jaringan, seperti router. Pembatasan ini mungkin memerlukan beberapa wiring closet di setiap lantai gedung besar.

Horizontal Cable Horizontal kabel sering diimplementasikan sebagai 100 ohm , 4 pair ,UTP ,solid conductor cable, ditentukan dalam standart ANSI/TIA/EIA - 568 untuk komersial bangunan . Bekerja antara cross - connect panel di satu wiring closet .

Backbone Cable Backbone kabel dapat diimplementasikan menggunakan 100 ohm UTP , 62.5/125 - micron atau 50/125 - micron multimode fiber optic , atau 8.3/125 - micron singlemode fiber optic . Bekerja antara wiring closet dan cross - connect point utama dari sebuah bangunan .

Conduit Conduit adalah pipa pelindung kabel .

Dapat terbuat dari material metal ataupun plastik . Yang terbuat dari metal bersifat kaku , sedangkan yang terbuat dari plastik bersifat fleksibel / lentur . Conduit terbentang antara area kerja menuju wiring closet . Dalam pengisian kabel , harus disisakan ruang kosong dalam conduit sebesar 40 % dari kapastitas conduit . Dapat dipakai di rute horizontal cable ataupun backbone cable .

Cable Tray

Sebagai alternatif dari conduit . Mempunyai fungsi yang sama dengan conduit . Berbentuk seperti rak yang menopang kabel dan membentuk jalur .

Perbedaan antara conduit dengan cable tray adalah jika cable tray adalah conduit yang mempunyai rongga sehingga memudahkan untuk penggantian kabel apabila ada kerusakan.

Wall Plate

Wall plate adalah penanaman kabel di dalam dinding vagar wiring menjadi lebih rapi .

Kata Penutup
Demikian Makalah yang bisa saya buat. Semoga sajasemuayang berada dalam makalah inibisa bermanfaat terutama bagi orang-orang yang sedang ingin mengetahui lebih jauh tentang Jaringan. Terutaa Jaringan LAN. Mohon maaf apabila diadalam penmbuatan makalh ini banyak terdapat kesalahan. Harap dimaklumi karena tidak adaa mahluk yang sempurna didunia ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah S.W.T. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum Wr.WB

Daftar Pustaka
-www.google.com -www.reza-techno.blogspot.com -PDF tentang jaringan LAN -Buku catatan