Anda di halaman 1dari 8

MULTIMETER

PENGERTIAN MULTIMETER
Multimeter terdiri dari kata multi dan meter. Multi yang artinya banyak dan meter yang artinya ukuran. Dengan demikian multimeter dapat diartikan suatu alat ukur yang digunakan untuk banyak keperluan pengukuran atau di dalam praktek sering kita kenal dengan istilah alat AVO meter. Agar kita dapat menggunakan multimeter maka perlu kita pelajari multimeter serta cara mengoprasikannya.

BAGIAN-BAGIAN MULTIMETER
1.Tempat AVO meter Merupakan tempat untuk meletakkan seluruh perangkat rangkaian AVO meter. 2.Jarum penunjuk Jarum penunjuk berfungsi untuk menunjukan angka pada garis skala, pada saat multimeter dipakai untuk mengukur atau menguji. 3.Garis papan skala Garis papan skala merupakan garis lengkung berbentuk busur yang dibagi dalam skala-skala tertentu. Garis skala ini ada dua: a.Skala linier adalah garis skalanya dibagi dengan lebar skala yang sama. b.Skala logaritmis adalah garis skalanya dibagi dengan garis skala yang tidak sama. 4.Saklar pemilih (Selector Switch) Saklar ini diputar 360O dan dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kegunaan multimeter. 5.Kedudukan ampere meter DC Kedudukan pada multimeter berfungsi sebagai ampere meter DC. 6.Kedudukan volt meter DC Kedudukan pada multimeter berfungsi sebagai volt meter DC.

BAGIAN-BAGIAN MULTIMETER
7.Kedudukan volt meter AC Kedudukan pada multimeter berfungsi sebagai volt meter AC. 8.Kedudukan ohm meter Kedudukan pada saat multimeter berfungsi sebagai ohm meter. 9.Pengatur nol jarum ohm (adjusment) Diputar untuk mengatur jarum menunjuk nol sebelah kanan pada saat mengukur hambatan. 10.Pengatur nol jarum sebelah kiri Diputar untuk mengatur jarum menunjuk nol sebelah kiri pada saat mengukur arus atau tegangan. 11.Hantaran pengetes/pencolok Hantaran pengetes merupakan kaki dari multimeter, kaki berwarna merah untuk kutub positif dan kaki berwarna hitam untuk kutub negatif. Hantaran pengetes sering juga disebut dengan istilah pencolok atau probe.

KEGUNAAN MULTIMETER
Multimeter dapat digunakan sebagai berikut:
1.Untuk mengukur besaran listrik (arus, tegangan AC/DC,hambatan) 2.Untuk mengetes/menguji komponen elektronika, apakah dalam keadaan baik atau rusak. 3.Melokalisir gangguan pada rangkaian/alat-alat elektronika. Disini kita pelajari tentang penggunaan multimeter untuk mengukur besaran listrik, di dalam pengukuran ini multimeter kita fungsikan sebagai berikut: a.Untuk mengukur hambatan listrik. b.Untuk mengukur tegangan listrik DC c.Untuk mengukur arus listrik DC

A.Untuk mengukur hambatan listrik


Yang perlu diperhatikan pada saat mengukur hambatan listrik adalah:
1.Komponen/alat yang akan diukur besar hambatannya harus diputus dari sumber tegangan. 2.Selector switch/saklar pemilih ditempatkan pada posisi ohm x1, x10, x100 atau x1k. 3.Garis skala yang dibaca adalah garis skala nomor 1 (satu) dari atas yang berskala logaritmis.

Langkah-langkah pengukuran hambatan listrik adalah :


1.Tempatkan saklar pemilih pada posisi ohm meter yang sesuai. Bila memungkinkan usahakan jarum menunjuk sekitar pertengahan lebar garis skala dengan cara memindah -mindahkan posisi saklar pemilih. 2.Kaki multimeter/pencolok merah dan hitam kita hubungkan, kemudian jarum multimeter kita atur menunjuk nol disebelah kanan dengan memutar ohm adjusment bila kita memindahkan posisi saklar pemilih, maka jarum kita atur kembali menunjuk nol. 3.Kita lakukan pengukuran dengan cara memasang paralel antara ohm meter dengan rangkaian/alat yang akan kita ukur besar hambatannya. 4.Kita tentukan hasil pengukuran dengan Rumus : Hasil pengukuran=posisi ohm meter x penunjuk jarum

Hp=pss x PJ

B.Mengukur tegangan listrik DC


Yang perlu siperhatikan pada saat pengukuran tegangan DC adalah :
1.Saklar pemilih tempatkan pada posisi volt meter DC. Pada posisi ini dapat kita pilih batas ukur yang ada antara lain 10 V, 50 V atau 1.000 V. 2.Batas ukur yang kita pilih tidak lebih rendah dari tegangan yang kita ukur. 3.Penempatan kaki multimeter/pencolok tidak boleh terbalik polaritasnya. 4.Garis skala yang dibaca adalah garis skala nomor dua dari atas yang berskala linier dan mempunyai skala 0-50 dan 0-250.

Langkah-langkah pengukurannya adalah sebagai berikut :


1.Tempatkan saklar pemilih pada batas ukur yang sesuai dengan tegangan yang akan diukur. 2.Periksalah terlebih dahulu jarum sudah menunjuk nol sebelah kiri atau belum, bila belum menunjuk nol, putarlah sekrup pengatur nol jarum sebelah kiri. 3.Kita lakukan pengukuran dengan cara memasang paralel antara volt meter dengan sumber tegangan atau bagian yang akan kita ukur besar tegangannya. 4.Kita tentukan hasil pengukuran dengan rumus : Hasil pengukuran =
Batas Ukur

x Pj

Skala maksimum

Hp = BU x Pj
SM

C.Mengukur arus listrik DC


Yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur arus DC adalah :
1.Saklar pemilih tempatkan pada posisi ampere meter DC (DCMA). Batas ukur yang ada adalah 0,25 mA, 25 mA, dan 500 mA. 2.Batas ukur yang dipilih harus lebih tinggi dari arus yang diukur. 3.Garis skala yang dibaca adalah garis skala no 2 dari atas. 4.Penempatan kaki multimeter/pencolok tidak boleh dibolak-balik.

Langkah-langkah pengukuran adalah sebagai berikut :


1.Saklar pemilih kita tempatkan pada posisi DC mA dengan batas ukur yang sesuai. 2.Memeriksa jarum multimeter apakah telah menunjuk nol sebelah kiri atau belum, bila belum kita atur terlebih dahulu. 3.Kita lakukan pengukuran dengan cara memasang seri antara ampere meter dengan rangkaian. 4.Kita tentukan hasil pengukuran dengan rumus yang sama seperti pengukuran tegangan listrik.