Anda di halaman 1dari 32

SELAMAT PAGI

Kelompok 7 :
Nur Kumala

I Putu Harry Dharmadi


Kadek Angganata

I Gede Nyoman Satria Sura Praba


I Putu Gede Mahendra
2

KORELASI

ANALISIS KORELASI

Menguji hubungan antar variabel Tiga macam hubungan : simetris, sebab akibat, interaktif Kuatnya hubungan : koefisien korelasi (r) Nilai -1 r 1

Pola hubungan pada diagram scatter


y
y

Hubungan Positif Jika X naik, maka Y juga naik dan jika X turun, maka Y juga turun

Hubungan Negatif Jika X naik, maka Y akan turun dan jika X turun, maka Y akan naik

Tidak ada hubungan antara X dan Y

Interpretasi nilai r
Interval nilai r 0 r < 0,2 0,2 r < 0,4 Tingkat hubungan Sangat rendah Rendah

0,4 r < 0,6


0,6 r < 0,8 0,8 r 1

Sedang
Kuat Sangat kuat

Koefisien determinasi = r2; merupakan koefisien penentu, Artinya kuatnya hubungan variabel (Y) ditentukan oleh variabel (X) sebesar r2.
6

KORELASI PRODUCT MOMENT

Mencari hubungan antara variabel X dan Y Rumus : rxy =

nxy (x)(y) {nx (x) }{ny (y) }


2 2 2 2

dimana:

r = koefisien korelasi n = ukuran sampel x = nilai var bebas y = nilai var terikat
8

Contoh Kasus :
Tinggi Tabung y 35 49 27 33 60 21 45 51 =321 Diameter Tabung x 8 9 7 6 13 7 11 12 =73 xy 280 441 189 198 780 147 495 612 =3142 y2 1225 2401 729 1089 3600 441 2025 2601 =14111 x2 64 81 49 36 169 49 121 144 =713
9

Contoh Perhitungan
Tinggi y
70 60

[n( x 2 ) ( x) 2 ][n( y 2 ) ( y)2 ] 8(3142) (73)(321) [8(713) (73)2 ][8(14111) (321)2 ]

n xy x y

50

40

30

0.886
r = 0.886 hubungan linier positif relatif kuat antara var x dan y

20

10

0 0 2 4 6 8 10 12 14

Diameter, x

10

Uji signifikansi korelasi


t r n2 1 r
2

Jika t > t tabel ; Hipotesis alternatif diterima Jika t < t tabel ; hipotesis alternatif ditolak

11

KORELASI GANDA

Angka yang menggambarkan arah dan kuatnya hubungan antara dua (lebih) variabel secara bersama-sama dengan variabel lainnya

12

Korelasi Ganda dua var independen dengan satu var dependen


r1 : korelasi X1 dgn Y

X1 r1

r2 : korelasi X2 dgn Y

R
X2 r2
R : korelasi X1 dan X2 dengan Y Tetapi R r1 + r2

13

Rumus korelasi ganda


RyX1X2 =

yx1

yx2

2ryx1 ryx2 rx1x 2


2 x1 x 2

1 r

Di mana : Ryx1x2 : korelasi antara X1 dan X2 bersama-sama dengan Y ryx1 : korelasi product moment Y dengan X1 ryx2 : korelasi product moment Y dengan X2 rx1x2 : korelasi product moment X1 dengan X2
14

Uji Signifikansi nilai R


Fh =

R /k 2 (1 R ) /(n k 1)

Di mana : R : koefisien korelasi ganda k : banyaknya variabel independen n : banyaknya anggota sampel Konsultasikan dengan tabel F; dengan dk pembilang = k dan dk penyebut = n k -1. Jika Fh > F tabel, maka hipotesis alternatif diterima.
15

KORELASI PARSIAL

Mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen,

dengan salah satu variabel independen dianggap tetap (dikendalikan).

16

Rumusnya
ryx1 ryx2 rx1x2 1 r
2 x1x2

Ry.x1x2 =

1 r

yx2

Korelasi parsial antara X1 dengan Y; dengan X2 dianggap tetap.


17

Rumusnya(2)

Ry.x2x1 =

ryx2 ryx1 rx1x2 1 r


2 x1x2

1 r

yx1

Korelasi parsial antara X2 dengan Y; dengan X1 dianggap tetap.


18

Uji Signifikansi korelasi parsial

Digunakan rumus t; dengan dk = n 1

t=

Rp

n3
2 p

1 R

Rp : korelasi parsial Jika t > t tabel, hipotesis alternatif diterima


19

KOEFISIEN KONTINGENSI

Mencari hubungan antar variabel bila pengukuran datanya bertipe nominal Berkaitan dengan 2 (chi-kuadrat) Rumusnya :

C=

2 N 2
( f0 fh )2 fh
20

di mana : 2 =

Uji signifikansi koefisien C


Menggunakan 2 Jika 2 > 2 tabel, hipotesis alternatif diterima. note : dk = (p 1)(q 1) p : banyaknya kel. sampel q : banyaknya kategori

21

KORELASI SPEARMAN RANK


Tingkat pengukuran data ordinal Data tidak harus berdistribusi normal Rumusnya ( = rho):

n(n 1)
2

6 d

2 i

Dimana : di = selisih dr pasangan rank ke-i; n = banyaknya pasangan rank


22

Contoh :
Misalkan ada 2 orang, katakan Joni dan Tono, yang sama-sama penggemar rokok. Kedua orang tsb diminta untuk memberikan nilai terhadap 10 merk rokok. Rokok yang paling digemari diberi nilai 1 dan seterusnya sampai pada rokok yang tidak disenangi diberi nilai 10. Dengan perkataan lain, Joni dan Tono diminta untuk memberikan rank (peringkat). Pemberian rank ini bisa dibalik, maksudnya untuk rokok yang disenangi diberi nomor 10 dan seterusnya, sementara yang tidak disenangi diberi nilai 1. Hasil pemberian rank adalah sbb :

23

Korelasi Rank
No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Merk Rokok
Kansas Jarum 555 Bentoel Mascot Marlboro Salem Kent Gudang Garam Dunhill

Rank dr Joni
9 5 10 1 8 7 3 4 2 6

Rank dr Tono
8 3 9 2 7 10 4 6 1 5
24

Apabila dibuat koefisien korelasi antara rank dari Joni dan Tono terhadap 10 merk rokok tersebut, maka akan diperoleh koefisien korelasi rokok :

rrank = 1

6di2

n(n2 1)

Dimana :
di n

= selisih dr pasangan rank ke-i; = banyaknya pasangan rank (dalam hal ini n = 10)

Rumus ini disebut rumus Spearman.


25

cari koefisien korelasi rank antara rank Joni dan Tono di dalam menilai 10 merk rokok.
Rank Tono 8 3 9 2 7 10 4 6 1 5

Rank Joni Selisih Rank (di)


d2

9
1

5 10 1
4 1 1

8
1

7 3
9

3 1
1

4
4

-1 -2 -1

1 -1

2 -1 -1
1 1

26

Penyelesaian :
rrank = 1
= 6di2

n(n2 1)

6(1+4+1++1)
10(100 1)

= 1 0,1455 = 0,85
27

Uji signifikansi korelasi (rho)

Untuk sampel kurang dr 30 Zh =

1 n 1

jika zh > z tabel ; hipotesis alternatif diterima

28

Uji signifikansi korelasi (rho)

Untuk sampel lebih dari 30

n2 t= 2 1

jika t > t tabel; hipotesis alternatif diterima

29

KORELASI KENDALL Tau ()

Tingkat pengukuran data ordinal Anggota sampel lebih dari 10 Rumusnya :

RA RB =
N ( N 1) 2

RA : jumlah rangking kel. Atas RB : jumlah rangking kel. bawah


30

Uji signifikansi korelasi Kendall

Menggunakan tabel nilai z Z=

2(2 N 5) 9 N ( N 1)

31

SEKIAN DAN TERIMA KASIH


32