Anda di halaman 1dari 5

1. Lakton Lakon adalah sebuah ester siklik.

Lakton yang lazim dijumapi pada alam misalnya, vitamin C, nepetalakton, iridomyrmex.

Lakton dibentuk dari molekul yang mengandung gugus karboksil dan sebuah gugus hidroksil. Molekul-molekul ini dapat bereaksi dengan esterisifikasi antarmolekul. Suatu reaksi antarmolekul lebih disukai dalam larutan encer karena tabrakan antara molekul lebih jarang terjadi. Jika larutan dipekatkan, molekul-molekul asam hidroksi akan bereaksi satu sama lain menghasilkan suatu poliester. Suatu pelarut misalnya benzena memungkinkan air yang dihasilkan untuk distilasi sebagai suatu azetrop dan menggagalkan reaksi untuk menghasilkan lakton (atau poliester).

2. Poliester Serat sintetikk Dacron adalah poliesteryang dibuat dengan transesterifikasi antara dimetil terttalat dan etilena glikol. Alasan mengapa pembentukan polimer itu dapat terjadi adalah bahwa pereaksi bersifat bifungsioal, jadi tiap reaksi dapat bereaksi dengan dua molekul lain. Bila monomer itu bifungsional, seperti dimetil tereftalat dan etilen glikol, pertumbuhan polimer terjadi secara linier. Polimer linear seringkali menjadi serat tekstil yang bagus. Jika terdapat lebih dari dua letak reaktif dalam satu monomer, maka polimer dapat tumbuh dalam suatu jaringan hubungan silang seperti giptal (suatu polimer dari gliserol dan anhidrida asam ftalat).

3. Amida

AMIDA

Struktur : Struktur amida sama dengan ester, tetapi amida mengandung gugusan nitrogen bukannya gugusan oksigen yang terikat kepada karbon karbonil. Amida mengalami reaksi sama dengan ester, tetapi sedikit kurang reaktif. Satu alas an mengapa kurang reaktif adalah pentingnya resonansi stabil dari gugusan amida.

Struktur Resonansi untuk suatu Amida :

O R
_

O R_ C or NR'2 R _C NR'2

C NR!2

Jika direaksikan dengan asam encer, amida tidak membentuk garam seperti apa yang terjadi pada amina. Sebabnya ialah electron valensi yang tidak berpasangan dari nitrogen amida digunakan dalam ikatan rangkap sebagian dan dengan sendirinya tidak dapat diberikan.

Ada elektron untuk diberikan

Amina :

R3 N O

+ H _ Cl

R3N _ H Cl -

Amida :

RCNR'2

+ H _ Cl

H2O

tidak ada pembentukan garam

Tidak ada elektron untuk diberikan

Amida yang mengandung gugusan N H dapat mengalami ikatan hydrogen. Amida ini mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih tinggi daripada amida yang mengandung gugusan ----NR2
Tidak ada N_H untuk membentuk ikatan Hidrogen

O CH3CNH2
Asetamida (TL.82oC, TD.221oC)

O CH3CNHCH3
N-Metilasetamida (TL.28 C, TD.204 C)
o o

O CH3CN(CH3)2 N,N-Dimetilasetamida (TL.-20oC, Td.165oC)

Tata Nama : Dinamai sesuai dengan nama asam karboksilatnya dikurangi akhiran oat dan diganti dengan amida. Jika pada atom N tersubstitusi gugus alkil, maka substituent alkil ditunjukkan dengan memberi awalan N dimana alkil tersebut terikat.

Pembuatan Amida :

Amida umumnya disintesis di laboratorium melalui beberapa cara :


1. Reaksi anhidrida dengan ammonia

O CH3 C

O O CH3 + 2 NH3 CH3

O C NH2 + CH3

O C O- NH4+

asetat anhidrida

asetamida

2. Reaksi ester dengan ammonia


O CH3 C OCH 2CH3 + NH 3 CH3 O C NH2 + CH3CH2OH

etil asetat

asetamida etanol

3. Reaksi klorida asam dengan ammonia

O CH3 C Cl + 2 NH3 CH3

O C NH2 + NH4+Cl-

asetil klorida

asetamida

4. Pemanasan garam ammonium karboksilat

O CH3 C O- NH4+ D CH3

O C NH2 + H2O

ammonium asetat
Reaksi amida Hidrolisis amida :

asetamida

Amida sangat kuat/tahan terhadap hidrolisis. Tetapi dengan adanya asam atau basa pekat, hidrolisis dapat terjadi menghasilkan asam karboksilat.
O C NH2 35% HCl + H2O refluks O C OH + NH4Cl

4. Poliamida Salah satu poliamida yang penting adalah protein. Contoh yang poliamida yang dibuat oleh manusia adalah nilon 6,6. Nilon ini dibuat dari asam adipat (suatu dwi asam) dan heksametiladiamina (suatu diamina). Seperti dalam

sintesisi poliester Dacron, hasil reaksi dua macam molekul bifungsional adalah suatu polimer linier.

5. Senyawa yang berhubungan dengan amida