Anda di halaman 1dari 6

TEH HIJAU Teh mengandung asam amino yang diperlukan oleh tubuh, kaya akan mineral dan berbagai

vitamin. Seorang peminum teh yang secara teratur minum teh dengan dosis rasional, akan mendapatkan suplai nutrisi yang teratur bagi tubuhnya dan menyebabkan terbentuknya kekebalan alami. SENYAWA DALAM TEH DAN FUNGSINYA : 1. Katekin a) Menurunkan kadar kolesterol

b) Menurunkan tekanan darah dan kadar gula dalam darah c) Anti kanker, factor anti mutant

d) Membantu kerja ginjal mencegah terjadinya batu empedu 2. Polifenol/Tanin a) Memperlancar pencernaan, membunuh bakteri disentri

b) Memiliki fungsi anti oksidan c) 3. Melarutkan lemak

Minyak Esensi a) Memperlancar pencernaan dan melarutkan lemak

b) Sumber aroma teh 4. Vitamin E a) Mencegah penuaan dini

b) Mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke c) Mencegah pembentukan lemak di pembuluh darah

CARA MEMBUAT : Ambil satu sendok makan teh hijau (+ 10 gram) masukkan dalam satu liter air mendidih, tutup rapat dan biarkan 510 menit baru siap untuk diminum. Takaran untuk satu gelas cukup satu sendok teh (2 gram) JERUK NIPIS KANDUNGAN KIMIA Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kiniia yang bemianfaat. Misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asani sitrat. 100 gram buah jeruk nipis mengandung: - vitamin C 27 miligram, - kalsium 40 miligram, - fosfor 22 miligram, - hidrat arang 12,4 gram, vitamin B 1 0,04 miligram, - zat besi 0,6 miligram, - lemak 0,1 gram, - kalori 37 gram, - protein 0,8 gram dan - air 86 gram. Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.

Kandungan pectin pada buahnya bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Air jeruk nipis juga sangat baik untuk mengurangi berat badan. kandungan gizi: vitamin B, C,karbohidrat, protein, magnesium,kalsium,potassium,karoten,niacin,zat anti

bakteri,scolopetin,xeronine,proxeronine,terpenoid,plantsterois,alizarin,lycine,sosium,caprylic,acid,arginine,antra quinines,trace elemens,phenylalanine (kandungan energi 15 kkal / 50 gram).

MENGKUDU scolopetin, senyawa ini berfungsi memperlancar peredaran darah Hipokolestemik : Menurunkan kadar kolesterol darah ASAM JAWA Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati (Dalimartha, 1999)

Daging buah asam jawa bila dikonsumsi setiap hari secara teratur bisa menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan daging buah asam jawa mempunyai khasiat melancarkan pencernaan dandefekasi (buang air besar). Bahan ini mempunyai efek laksatif atau pencahar lemah yang cara kerjanya memudahkan defekasi dengan jalan melunakkan feces atau kotoran. Biasanya, asam jawa dikonsumsi dengan merebus daging buah, lalu disaring dan diminum (Muhlisah, 1999). Senyawa aktif flavonoid dan tanin pada tanaman Asam Jawa dapat meningkatkan degradasi/peluruhan lemak, melalui seuatu peningkatan metabolisme dalam tubuh sehingga terjadi proses pembakaran timbunan lemak. Selain itu peluruhan lemak oleh senyawa aktif flavonoid dan tanin melaui pendekatan pemecahan lemak dikatalisis oleh enzim lipase. Ekstrak yang bersifat aktivator enzim bersifat dapat mendegradasi lemak sehingga mempunyai potensi sebagai obat pelangsing alami.

DAUN KEMUNING Kandungan kimia yang terdapat pada kemuning antara lain daun kemuning mengandung cadinene, methylanthranilate, bisabolene, p-earyophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, s-guaiazulene, osthole, paniculatin, tanin, dan coumurrayin. Kulit batang mengandung mexotioin, 5-7-dimethoxy-8- (2,3dihydroxyisopentyl) coumarin. Sedangkan bunga kemuning mengandung scopeletin, dan buahnya mengandung semi-ec-carotenone (Dalimartha, 1999). Daun dan ranting berguna untuk mengatasi radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, datang haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi, kulit kasar. Nama Lokal : Kemuning

Familia : Rutaceac

Uraian : Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian 400 m dpl. Variasi morfologi besar sekali. Yang biasa ditanam untuk memagari pekarangan, biasanya jenis yang berdaun kecil dan lebat. Semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3 - 8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Daun majemuk, bersirip ganjil dengan anak daun 3 9,. letak berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2 - 7 cm, lebar 1 - 3 cm, permukaan licin, mengilap, wamanya hijau, bila diremas tidak berbau. Bunga majemuk berbentuk tandan, 1 - 8, warnanya putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buah buni berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8 - 12 mm, masih muda hijau setelah tua merah mengilap, berbiji dua.

Kandungan Kimia : Daun kemuning mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, P-earyophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, s-guaiazulene, osthole, paniculatin, tanin, dan coumurrayin. Kulit batang mengandung mexotioin, 5-7-dimethoxy-8- (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin. Sedangkan bunga kemuning mengandung scopeletin, dan buahnya mengandung semi-ec-carotenone.

Bagian yang digunakan : Daun, ranting dan akar. Kulit batang juga berkhasiat obat.

Infus daun kemuning 10%, 20%, 30%, 40% sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badan secara bermakna (Ika Murni Sugiarti, Jurusan Biologi FMIPA UNAIR, 1990)

Kemuning memiliki rasa pedas, pahit, dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun kemuning di antaranya methyl -caryophyllen, geramol, carene-3, eugenol, citronellol,anthranilat, methyl

saUcy/ate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, ourniurrayin, bisabolene, dan cedinene. Bunga kemuning mengandung scopoletin. Buahnya mengandung semi-a-carotenon. Sementara kulitnya mengandung mexotionin, 5-7-dimethoxy8-(2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin. Kemuning juga mengandung senyawa aktif atsiri, damar, glikosida, dan meransin yang mempunyai potensi dapat mengurangi lemak tubuh berlebihan dan pelangsing tubuh. Daun tanaman ini dapat digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol dalam darah dengan kandungan kimia, tanin, flavonoid, steroid dan alkaloid. Hasil penelitian pada daun kemuning menunjukkan, pemberian infus ekstrak daun kemuning sebesar 10 persen, 20 persen, 30 persen, dan 40 persen sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badannya secara bermakna

(http://www.republika.co.id) diakses tanggal 26 Januari 2007.

Senyawa aktif daun kemuning ini dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga meningkatkan pembakaran timbunan lemak dalam tubuh. Dengan demikian akan mengurangi lemak tubuh (melangsingkan tubuh). Semakin berkurangnya lemak dalam tubuh berpotensi pula mengurangi kadar kolesterol karena lemak merupakan faktor risiko tinggi terhadap kolesterol.

Tanaman-tanaman obat yang telah dipaparkan di atas bekerja meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga pembakaran timbunan lemak juga akan meningkat, selain itu juga melalui degradasi/peluruhan lemak yang dapat didekati dengan hidrolisis lemak melalui aktivitas lipase, sehingga ekstrak yang bersifat aktivator enzim dapat bersifat sebagai pendegradsi lemak. Bahan-bahan alami ini jika digunakan secara teratur dan terukur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sekaligus berfungsi sebagai obat pelangsing yang lebih aman bagi kesehatan. LEMPUYANG Dikenal 3 jenis lempuyang yaitu lempuyang emprit (Z. Amaricans) dan lempuyang gajah (Z. Zerumbet) dan lempuyang wangi (Z.Aromaticum). Lempuyang emprit memiliki bentuk rimpang dan tanaman yang lebih kecil, warna daging rimpang kuning denganrasa pahit, berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan. Lempuyang gajah mempunyai ukuran rimpang lebih besar, daging rimpang berwarna kuning, dan berkhasiat sebagai penambah nafsu makan. Lempuyang wangi memiliki daging rimpang berwarna keputihan dan berbau harum, berkhasiat sebagai pelangsing (Sastroamidjoyo, 2001). Lempuyang merupakan tanaman semak semusim berbatang semu. Batang merupakan perpanjangan pelepah daun berbentuk bulat. Daun tunggal berseling, berwarna hijau, bulat telur panjang, ujung meruncing, tepi rata. Rangkaian bunga tanaman bebentuk tandan muncul dari batang dalam tanah, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah bagian rimpang (Burkill, 1935; Alonzo, 1999; Heyne, 1987). Rimpang berkhasiat sebagai obat masuk angin, obat sakit perut, obat sesak nafas, pilek, radang usus, obat syaraf lemah, penambah darah

dan penambah nafsu makan. Rimpang mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid dan tanin. Komposisi kimia utama lempuyang diantaranya adalah sesquiterpenoids (Zerumbone) dan flavonol glycosides (kaempferol). Zerumbone bersifat anti kanker (Chandra, dkk. 2008).

BANGLE Nama Lokal : Bangle Uraian : Tanaman berbatang semu, seperti jahe, yang tingginya mencapai 1,5 meter dan termasuk tumbuhan berumpun. Rimpang rasanya pedas, pahit dan berbau tidak enak berwarna kuning . Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadangkadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang. Bengle mengandung asam organik yang berkhasiat untuk mengurangi lemak dalam tubuh. Habitat : Tanaman ini dapat tumbuh baik dengan ketinggian 1300 m dpl, dan banyak ditanam dihalaman rumah. Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang Kandungan kimia: Asam organik; Mineral; Lemak; Gom albuminoit; Gula; Damar (pahit); Minyak atsiri (Sineol, pinen, sesquiterpen). Sifat Kimia dan efek farmakologis : Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge). Kandungan kimia : Rimpang : minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin. Khasiat : Karminatif ; Anti inflamasi ; Analgesik; Antipiretik