Anda di halaman 1dari 4

PENGERTIAN DAN JENIS BAHAN BAKAR

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses pembakaran (reaksi redoks) dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia. Khususnya pada kendaraan bermotor. Jenis-jenis bahan bakar Berdasarkan bentuk/wujudnya bahan bakar dibagi menjadi 3 jenis yaitu : 1. Bahan bakar padat 2. Bahan bakar cair 3. Bahan bakar gas

1. Bahan bakar padat Bahan bakar padat merupakan bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan menjadi sumber energi panas. Misalnya kayu dan batubara. Berdasarkan nilai kalornya batu bara dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelas antara lain : Kelas A B C D E F G Kisaran nilai kalor (dalam kkal/kg) Lebih dari 6200 5600-6200 4940-5600 4200-4940 3360-4200 2400-3360 1300-2400

Sifat fisik batubara antara lain : nilai panas, kadar air, bahan mudah menguap dan abu. Sifat kimia batubara tergantung dari kandungan berbagai bahan kimia seperti karbon, hydrogen, oksigen dan sulfur.

2. Bahan bakar cair Bahan bakar cair adalah bahan bakar yang berbentuk cair, bahan bakar cair yang paling populer adalah bahan bakar minyak atau BBM. BBM seperti bensin dan solar adalah bahan bakar cair yang biasa digunakan untuk kendaraan bermotor. Sifat bahan bakar cair yaitu : a. Densitas Adalah perbandingan massa bahan bakar terhadap volum bahan bakar pada suhu acuan 15o C. Densitas di ukur dengan menggunakan Hydrometer dengan satuan kg/m3. b. Specific gravity Specific gravity adalah perbandingan berat dari sejumlah volum minyak bakar terhadap berat berat air untuk volum yang sama pada suhu tertentu. c. Viskositas Adalah ukuran kekentalan atau resistensi bahan terhadap aliran fluida. d. Titik nyala Adalah suhu terendah dimana bahan bakar dapat terbakar. e. Panas jenis Adalah jumlah kkal yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1kg minyak sebesar 1o C. Satuan panas jenis adalah kkal/kgoC. f. Nilai kalor ukuran panas atau energy yang dihasilkan dan diukur sebagai nilai kalor kotor (gross colorific value) atau nilai kalor netto (nett colorific value).

g. Residu karbon Residu karbon memberikan kecenderungan pengendapan residu padat karbon pada permukaan panas, seperti burner atau injeksi nozel bila kandungan yang mudah menguapnya menguap. Residu minyak mengandung residu karbon 1% atau lebih. Sebagai contoh bahan bakar cair adalah : Bensin Bensin memiliki sifat-sifat antara lain : Mudah menguap pada temperatur normal. Tidak berwarna, tembus pandang dan berbau. Titik nyalanya rendah (-10o sampai -15o C) Berat jenisnya rendah (0,60 sampai 0,78) Menghasilkan jumlah panas yang besar (9.500 10.500 kcal/kg) Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar. Solar Solar memiliki sifat-sifat antara lain : Tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan dan berbau. Encer dan tidak mudah menguap pada temperatur normal. Titik nyalanya tinggi (40o sampai 100o C) Terbakar dengan spontan pada suhu 350o C. Mempunyai berat jenisnya 0,82 sampai 0,86. Menghasilkan jumlah panas yang besar (sekitar 10.500 kcal/kg) Mempunyai kandungan sulfur yang lebih besar daripada bensin.

3. Bahan bakar gas Bahan bakar gas ada dua jenis, yakni Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquid Petroleum Gas (LPG). CNG pada dasarnya terdiri dari metana sedangkan LPG adalah campuran dari propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG yang digunakan untuk kompor rumah tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas yang biasa digunakan untuk sebagian kendaraan bermotor. Berikut ini contoh sebagian kecil bahan bakar gas dan sifatnya : a. Gas alam Memiliki massa jenis relative 0,6 memiliki nilai karbon 9350 kkal/Nm3 dan memiliki suhu nyala 1954 oC. b. Propan Memiliki massa jenis relative 1,52 memiliki nilai karbon 222000 kkal/Nm3 dan memiliki suhu nyala 1967 oC. c. Butan Memiliki massa jenis relative 1,96 memiliki nilai karbon 28500 kkal/Nm3 dan memiliki suhu nyala 1973 oC. Hidrokarbon juga merupakan bahan bakar gas. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon paling sederhana yang terdiri dari atom karbon (C) dan atom hidrogen (H), sampai saat ini terdapat lebih kurang 2 juta senyawa hidrokarbon. Sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan kovalen antar atom karbon.

SUMBER 1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar 2. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia www.energyefficiencyasia.org 3. New Step 1 Training Manual.
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon