Teori Konsumsi

TUGAS EKONOMI MIKRO TEORI KONSUMSI

OLEH: Nama : Fuadio Yoga NIM : H0810051 KELAS: AGB B

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

1

banyak anggota keluarga yang telah bekerja. antara lain : 1. tanah. saham. Bagi mereka yang ingin mengonsumsi dengan berutang dahulu. Karena ketika tingkat pendapatan meningkat. dan surat-surat berharga). setidak-tidaknya semakin menuntut kualitas yang baik. karena menambah pendapatan disposable. tongkat konsumsi makin tinggi. Dengan tingkat bunga yang tinggi. Faktor Ekonomi Empat faktor yang menentukan tingkat konsumsi.Teori Konsumsi Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah (government consumption) dan konsumsi rumah tangga (household consumption/private consumption). sehingga lebih baik menunda/mengurangi konsumsi. misalnya dengan meminjam dari bankatau menggunakan kartu kredit. Factor-faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran konsumsi rumah tangga. dan mobil) dan financial (deposito berjangka. • Kekayaan Rumah Tangga ( Household Wealth ) Tercakup dalam pengertian kekayaaan rumah tangga adalah kekayaan rill (rumah. yaitu : • Pendapatan Rumah Tangga ( Household Income ) Pendapatan rumah tangga amat besar pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi. biaya bunga semakin mahal. • Perkiraan Tentang Masa Depan (Household Expectation About The Future) Faktor-faktor internal yang dipergunakan untuk memperkirakan prospek masa depan rumah tangga antara lain pekerjaan. 2 . kemampuan rumah tangga untuk membeli aneka kebutuhan konsumsi menjadi semakin besar atau mungkin juga pola hidup menjadi semakin konsumtif. Biasanya makin baik tingkat pendapatan. maka biaya ekonomi (opportunity cost) dari kegiatan konsumsi akan semakin maha. karier dan gaji yang menjanjikan. • Tingkat Bunga ( Interest Rate ) Tingkat bunga yang tinggi dapat mengurangi keinginan konsumsi. Kekayaan tersebut dapat meningkatkan konsumsi.

Sebab umumnya pola hidup masyarakat perkotaan lebih konsumtif dibanding masyarakat pedesaan. tingkat konsumsinya juga makin tinggi sebab pada saat seseorang atau suatu keluarga makin berpendidikan tinggi maka kebutuhan hidupnya makin banyak. perubahan etika dan tata nilai karena ingin meniru kelompok masyarakat lain yang dianggap lebih hebat/ideal. 1. bila jumlah penduduk sangat banyak dan pendapatan per kapita sangat tinggi. jenis-jenis dan arah kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah. Sebab makin banyak penduduk yang bekerja. Makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat. Perbandingan 3 . 2. walaupun pengeluaran rata-rata per orang atau per keluarga relative rendah. Makin banyak penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan (urban). 3. Makin banyak penduduk yang berusia kerja atua produktif (15-64tahun). Pengeluaran konsumsi suatu negara akan sangat besar. Faktor Demografi • Jumlah Penduduk Jumlah penduduk yang banyak akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh. makin besar tingkat konsumsi. Misalnya saja. pengeluaran konsumsi juga semakin tinggi. 3. 2. berubahnya pola kebiasaan makan. pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan. penghasilan juga makin besar. Faktor-faktor Non Ekonomi Factor-faktor non-ekonomi yang paling berpengaruh terhadap besarnya konsumsi adalah faktor social budaya masyarakat. antara lain : 1. • Komposisi Penduduk Pengaruh komposisi penduduk terhadap tingkat konsumsi. TEORI KONSUMSI KEYNES Menururt Keynes.Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain kondisi perekonomian domestic dan internasional.

Fungsi konsumsi Keynes adalah fungsi konsumsi jangka pendek. maka akan terjadi pengangguran. sehingga jangka panjang tidak perlu diprediksi. Kecenderungan tambahan mengkonsumsi (MPC = c = ∆ C/∆ Y =Marginal Propensity to Consume) adalah sejumlah perubahan konsumsi sebagai akibat dari berubahnya tingkat pendapatan. Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi dan sebaliknya. maka akan menyebabkan selisih antara produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan produk) menjadi semakin besar. bahwa di dalam jangka panjang. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai. Rata-rata kecenderungan mengkonsumsi adalah lebih besar dari pada kecenderungan mengkonsumsi marjinal atau APC > MPC Yd = Pendapatan Disposable atau pendapatan yang siap Fungsi Konsumsi Keynes : C=Co +cYd 4 . atau Y = 0.  dikonsumsi Yd = Y – Tx + Tr  2.  Co adalah Konsumsi subsidi (The Otonom Consumption) yaitu sejumlah konsumsi yang diterima oleh konsumen apabila pendapatan mereka tidak ada. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh. Tx adalah Pajak dan Tr adalah Subsidi atau transfer Rata-rata konsumsi ( APC = Average Propensity to Consume) adalah ratio antara jumlah konsumsi terhadap pendapatan. 4. 3.” . kita semua akan mati. APC=C/Y. Dimana  Co > 0. Keynes tidak mengeluarkan fungsi konsumsi jangka panjang karena menurut Keynes ” in the long run we’re all dead. para pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi tersebut.antara besarnya konsumsi dengan jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi (MPC = Marginal Propensity to Consume). Fungsi konsumsi Keynes dapat dijelaskan sebagai berikut 1. Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah. maka pengangguran akan selalu ada.

Dan hal ini tidak konsisten dengan Keynes. Kita juga dapat mengatakan setiap tambahan penghasilan disposabel akan dialokasikan untuk menambah konsumsi dan tabungan. • Hubungan Pendapatan Diposable dan Konsumsi Keynes menjelaskan bahwa konsumsi saat ini (current consumption) sangat dipengaruhi oleh pendapatan diposabel saat ini (current diposable income). Jika pendapatan disposabel meningkat. • Hubungan Konsumsi dan Tabungan Pendapatan disposabel yang diterima rumah tangga sebagian besar digunakan untuk konsums. Jika Co = 0 maka fungsi konsumsi akan mengurangi ”absolut income hypothesis ” dimana konsumsi sebanding dengan pendapatan. disingkat MPC) adalah konsep yang memberikan gambaran tentang berapa konsumsi akan bertambah bila pendapatan disposabel bertambah satu unit. Kecenderungan Mengonsumsi Rata-Rata Kecenderungan mengonsumsi rata-rata (Average Propensity to Consum. • . disingkat APC) adalah rasio antara konsumsi total dengan pendapatan disposabel total. maka konsumsi juga akan meningkat. Besarnya tambahan pendapatan disposabel yang menjadi tambahan tabungan disebut kecenderungan menabung marginal (Marginal Propensity to Save/MPS). sedangkan sisanya ditabung. Hanya saja peningkatan konsumsi tersebut tidak sebesar peningkatan pendapatan diposabel. APC tidak boleh konstan jika C0 adalah tidak nol. Sedangkan rasio antara tingkat tabungan dengan pendapatan disposabel disebut kecenderungan menabung rata-rata (Avarage Propensity to Save/APS) Rumus : Yd = C + S (saving) 5 .5. • Kecenderungan Mengonsumsi Marjinal Kecenderungan mengonsumsi marjinal (Marginal Propensity to Consume.

2003..” Principles Of Economics” 3. Steven Pressman. Gregory Mankiw.2006. ” Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia” 6 .REFERENSI 1. Deliarnov. N. ” Perkembangan Pemikiran Ekonomi” 2. 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful