Anda di halaman 1dari 4

Pertanyaan 1: Apakah MPR di Indonesia masih layak disebut sebagai wakil Rakyat Indonesia?

Jawaban & Analisa Perubahan I IV pada UUD 1945 telah memberikan perubahan yang sangat besar terhadap lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Saat ini, setelah dilakukan perubahan I hingga IV pada UUD 1945, MPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang terdiri atas 2 lembaga negara, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD. Pertanyaannya apakah anggota DPR dan anggota DPD itu benar-benar merupakan perwakilan dari rakyat Indonesia, sehingga bisa dikatakan bahwa MPR adalah wakil rakyat. Pada pasal 2(1) UUD 1945 dikatakan MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum (Pemilu) dan diatur lebih lanjut dengan UU. Dalam UU diatur mengenai tekhnis Pemilu, khususnya mengenai pemilihan calon-calon wakil rakyat yang akan menjadi anggota DPR, yaitu harus dipilih melalui partai politik yang akan mengikuti proses pemilihan umum tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa DPR merupakan transformasi dari rakyat Indonesia yang diisi oleh partai politik. Sedangkan, DPD pada hakikatnya merupakan transformasi dari para Utusan Daerah yang dipilih secara perseorangan. Dalam kondisi demikian, sebenarnya MPR masih dapat dikatakan sebagai wakil rakyat, karena terdiri dari partai politik (DPR) dan perwakilan daerah (DPD) yang merepresentasikan dari daerah-daerah di Indoneia. Tetapi, sejak berlakunya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap uji materil UU MD3 yang memberikan kemungkinan partai politik juga dapat masuk menjadi anggota DPD, telah membuka peluang yang sangat besar bagai partai politik untuk turut serta duduk sebagai anggota DPD. Tentu saja hal tersebut akan menghilangkan peranan lembaga MPR sebagai wakil rakyat. Dengan masuknya partai politik dalam anggota DPD telah membuat semua unsur lembaga pimpinan negara (DPR dan DPD) hanya terdiri dari partai politik, sehingga MPR yang terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD bukan lagi merupakan perwujudan dari rakyat. Dengan demikian, lembaga MPR

Tugas Hukum Tata Negara_Lembaga MPR

pada saat ini sudah tidak layak lagi untuk disebut sebagai Wakil Rakyat Indonesia. Pertanyaan 2: Apakah MPR di Indonesia terdiri dari seluruh komponen Rakyat yang dimaksud dalam 4 perwakilan Rakyat? Jawaban & Analisa MPR adalah satu-satunya lembaga tinggi Negara yang murni berasal dari Indonesia. MPR ini lahir dari perwujudan sila ke empat Pancasila, yang berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Unsur kata kerakyatan dalam pasal tersebut sebenarnya mengandung makna dari macam-macam elemen perwakilan rakyat Indonesia, yaitu Perwakilan Politik, Ekonomi, Fungsional dan Daerah. Sebelum terjadinya perubahan I IV pada UUD 1945, MPR masih terdiri dari DPR, Utusan Daerah dan Utusan Golongan. Ketiga unsur tersebut mewakili dari keempat elemen perwakilan yang disebut diatas, yaitu Perwakilan Politik duduk sebagai anggota DPR, Perwakilan Ekonomi dan Fungsional duduk sebagai Utusan Golongan, dan yang terakhir adalah Perwakilan Daerah, baik secara kewilayahan dan daerah yang duduk sebagai Utusan Daerah. Dengan demikian, lembaga MPR sebelum Perubahan I IV UUD 1945 masih merupakan penjelmaan/perwakilan dari segenap bangsa Indonesia, karena terdiri dari 4 elemen perwakilan Rakyat. Setelah Perubahan I IV UUD 1945, lembaga MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD, yang tentu saja hal tersebut merubah secara drastis dari sistem perwakilan dalam lembaga MPR. Anggota DPR merupakan perwakilan dari Partai Politik yang dipilih dengan menggunakan mekanisme Pemilu, sedangkan Utusan Daerah merupakan perwakilan dari masing-masing daerah yang juga dipilih melalui mekanisme Pemilu (bukan ditunjuk langsung dari daerahnya). Dengan hanya adanya 2 unsur dalam lembaga MPR saat ini, tentu saja hal tersebut telah menghilangkan elemen-elemen perwakilan rakyat yang ada pada MPR sebelum perubahan UUD 1945, yaitu Perwakilan Ekonomi dan Perwakilan Fungsional. Hal ini diperburuk dengan berlakunya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap uji materil UU MD3 yang memberikan kemungkinan partai politik juga dapat masuk menjadi
Tugas Hukum Tata Negara_Lembaga MPR 2

anggota DPD. Dengan berlakukan keputusan MK tersebut, tidak tertutup kemungkinan anggota DPD yang sejatinya terdiri dari perwakilan daerah, menjadi perwakilan dari Partai Politik juga. Dan hal ini tentu saja akan mengurangi unsur perwakilan pada lembaga MPR saat ini, yaitu hanya terdiri dari elemen Perwakilan Partai Politik. Pertanyaan 3: Apakah makna Pasal 1(2) UUD 1945 dikaitkan dengan dengan Kedaulatan Rakyat di Indonesia? Jawaban & Analisa Pasal 1 (2) UUD 1945 berbunyi Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. Jika dicermati dari pasal tersebut, sebenarnya dapat dipahami bahwa Kedaulatan di Indonesia berada di tangan Rakyat Indonesia. Hanya saja, pada pasal tersebut ada kelanjutan kalimatnya, yaitu dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pelaksanan kedaulatan rakyat harus dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar (UUD 1945). Menurut ilmu Perundang-undagan, realisasi dari UUD 1945 harus dirumuskan dalam bentuk Undang Undang (UU), sehingga tidak bisa UUD 1945 diaplikasikan pelaksanaan secara langsung tanpa adanya UU. Dan menurut UUD 1945, perumusan UU ini terletak pada lembaga DPR (legislatif) dan Pemerintah (Eksekutif), sedangkan DPD hanya memberikan pertimbanganpertimbangan saja. Baik anggota DPR maupun Pemerintah, dalam hal ini Presiden adalah merupakan wakil-wakil dari Partai Politik yang dipilih melalui mekanisme Pemilu. Dengan demikian, perumusan UU ini sangat tergantung atau dipengaruhi oleh para Partai Politik, yang sebenarnya pun didominasi oleh hanya Elite-elite politiknya saja. Jika dirunutkan kembali dari awal mengenai pemahaman dari Pasal 1(2) UUD 1945, dapat ditarik beberapa unsur-unsur yang penting, yaitu: a. kedaulatan berada ditangan rakyat, dan pelaksanaannya harus menurut UUD 1945 b. UUD 1945 pun harus direalisasikan terlebih dahulu melalui UU c. UU dirumuskan oleh anggota DPR dan Pemerintah (Presiden)
Tugas Hukum Tata Negara_Lembaga MPR 3

d. Anggota DPR serta Presiden merupakan wakil dari Partai Politik e. Partai Politik hanya didominasi oleh Elite Politik. Dengan demikian, dapat dipahami dari unsur-unsur penting diatas bahwa makna dari Pasal 1(2) UUD 1945 adalah kedaulatan Rakyat Indonesia bukan berada di tangan Rakyat Indonesia, melainkan berada ditangan para Partai Politik yang didominasi oleh Elite Politik.

Tugas Hukum Tata Negara_Lembaga MPR

Beri Nilai