Anda di halaman 1dari 23

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN

Satuan Operasi - 1
Oleh :
Siti Nurhasanah
Fluida 2
In a quality control test, viscosity of a liquid is being
measured with a viscometer. A shear stress of 4
dyne/cm
2
at a shear rate of 100s
-1
was recorded.
Calculate the viscosity and express it as Pa s and m Pa
s

Mekanika Fluida Persamaan Kontinyuitas hal 3
Persamaan kontinyuitas adalah neraca massa pada fluida yang
masuk dan keluar sistem proses pengolahan melalui pipa
PROSES
pengolahan
Jika suatu fluida dgn
densitas

kg/m
3
memasuki sistem
dengan kuantitas m
1

kg/s melalui pipa
inlet diameter D
1
m,
maka neraca
massanya adalah

Jika dalam proses terjadi perubahan densitas fluida, maka
pers kontinyuitas menjadi :
1
v
1
A
1
=

2
v
2
A
2

m
1
= m
2

m
1
/ = m
2
/ Q
1
= Q
2
v
1
A
1
=

v
2
A
2
Dimana Q = debit [m
3
/s]
v = kecepatan alir [m/s]
A = luas penampang pipa [m
2
] = 0,25tD
2
Mekanika Fluida Persamaan Kontinyuitas hal 4
1. Laju volumetrik suatu minuman dalam pipa adalah
1,8 liter/detik. Diameter dalam pipa adalah 3 cm.
Densitas minuman 1100 kg/m
3
. Hitunglah
kecepatan alir rata-ratanya (m/s) dan kecepatan
alir massanya (kg/s). Jika diganti dengan pipa lain
yang berukuran 1,5 cm diameter dalamnya
bagaimanakah kecepatan alirnya ?
v = (1,8 l/s)(10
-3
m
3
/l)/(0,25 t *0,03
2
m
2
)
=2,55 m/s
v = (1,8 l/s)(10
-3
m
3
/l)/(1100 kg/m
3
)
= 1,98 kg/s
Jika ID = 1,5 cm, maka :
v = (1,8 l/s)(10
-3
m
3
/l)(0,25 t *0,015
2
m
2
)
=10,19 m/s (kecepatan meningkat 4 kalinya)
Dik : Q = 1,8 l/s; ID=3 cm; = 1100 kg/m
3
Dit : v dalam m/s & kg/s serta v jika 1,5 cm
Mekanika Fluida Persamaan Kontinyuitas hal 5
2. Whole milk is flowing into a centrifuge through a full 5 cm diameter
pipe at a velocity of 0.2 m s
-1
, and in the centrifuge it is separated into
cream of specific gravity 1.01 and skim milk of specific gravity 1.04.
Calculate the velocities of flow of milk and of the cream if they are
discharged through 2 cm diameter pipes. The specific gravity of whole
milk of 1.035.

1
v
1
A
1
=

2
v
2
A
2
+
3
v
3
A
3

(1035)(0,22)(0,25t0,05
2
)

=

(1040)(0,25t0,02
2
)v
2
+(1010)(0,25t 0,02
2
)v
3

(1035)

(0,22)

(0,05
2
)

=

0,02
2
(1040v
2
+ 1010v
3
)

v
1
A
1
=

v
2
A
2
+ v
3
A
3
(0,22)

(0,05
2
)

=

0,02
2
v
2
+ 0,02
2
v
3
v
3
=

(0,22)

(0,05/0,02)
2

-v
2
v
3
=

1,375 -v
2


Sehingga : (1035)

(0,22)

(0,05
2
)

=

0,02
2
(1040v
2
+ 1010(1,375 -v
2
))
v
2
= 1,146 m/s dan v
3
= 0,229 m/s
STREAMLINE AND TURBULENT FLOW
For (Re) < 2100 streamline flow,
For 2100 < (Re) < 4000 transition,
For (Re) > 4000 turbulent flow.
Fluids can circulate in laminar or turbulent
Calculate the Reynolds number for water flowing at 5 m3
/h in a tube with 2 in inside diameter if the viscosity and
density of water are 1 cp and 0.998 g/ml respectively. At
what flow rate does the flow becomes laminar?
Mekanika Fluida Laminar vs Turbulen hal 9
3. Sebuah pipa 3 cm ID digunakan untuk memompa
cairan ke dalam tangki buffer yang berukuran 1,5
m ID & 3 m tinggi. Cairan tsb mempunyai =
1040 kg/m
3
dan = 1600x10
-6
Pa s.
a. Hitunglah lama pengisian tangki tsb jika
alirannya laminar
b. Hitunglah lama pengisian tangki tsb jika
alirannya turbulen
Dik : pipa : ID=3 cm
cairan : =1040 kg/m
3
&

=1600x10
-6
Pa s
tangki : ID=1,5 m & h = 3 m
Dit : lama pengisian tangki jika laminar
lama pengisian tangki jika turbulen
Mekanika Fluida Laminar vs Turbulen hal 10
Kecepatan maksimum jika laminar :
Re = vD/ = 2100
v = 2100/(D)
= 2100(1600x10
-6
)/[(1040)(0,03)] = 0,108 m/s
Lama pengisian jika laminar :
Q = (0,108 m/s) (0,25 t 0,03
2
m
2
) = 7,63x10
-5
m
3
/s
V
tangki
=

(0,25 t 1,5
2
m
2
) (3 m) = 5,3 m
3

t = V/Q = (5,3 m
3
)/(7,63x10
-5
m
3
/s)
= 6,95x10
4
s
= 19,29 jam minimum (paling cepat)
Kecepatan minimum jika turbulen :
Re = 4000 v = 4000/(D) = 0,205 m/s
Lama pengisian :
Q = (0,205 m/s) (0,25 t 0,03
2
m
2
) = 1,449x10
-4
m
3
/s
t = V/Q = (5,3 m
3
)/(1,449x10
-4
m
3
/s) = 3,66x10
4
s
= 10,16 jam maksimum (paling lama)
Mekanika Fluida Laminar vs Turbulen hal 11
Suatu fluida ketika akan memasuki pipa dari suatu tangki
besar biasanya menimbulkan profil berbentuk pusaran. Jarak
pusaran di dalam pipa = L
c


L
c
/D fungsi dari Re :
L
c
/D = 0,06 Re untuk laminar
L
c
/D = 4,4 Re
1/6
untuk turbulen
Mekanika Fluida Entrance Region hal 12
3. Sebuah pipa 2 cm ID & L = 10 m digunakan untuk
mengalirkan minuman ( = 998,2 kg/m
3
& = 993,414x10
-6

Pa s pada suhu 20
o
C) dengan Q = 40 liter/menit, berapa
panjang pipa yang menunjukkan profil aliran entrance
region ?
Dik : Pipa : ID = 2 cm & L = 10 m
Minuman : Q = 40 liter/menit & =998,2 kg/m
3

Dit : entrance region (L
c
)?
Q = (40 l/min)(10
-3
m
3
/l)(1min/60 s) = 6,67x10
-4
m
3
/s
v = (6,67x10
-4
m
3
/s)/(0,25 t 0,02
2
) = 2,12 m/s

Re = vD/ = (2,12)(998,2)(0,02)/(993,414x10
-6
)
= 42604 turbulen

L
c
/D = 4,4 Re
1/6
L
c
= 4,4 (42604
1/6
)(0,02) = 0,52 m
R
Vmaks
Vr1
Vr2
Vr3
Vr4
Mekanika Fluida Profil Kecepatan hal 13
Kecepatan alir fluida pada
berbagai lokasi radial pipa
berbeda-beda seperti tampak
pada gbr
Jika aliran laminar :

Kecepatan pada lokasi r :
v
r
=AP(R
2
- r
2
)/(4L)

Kecepatan rata-rata :
V =APR
2
/(8L)

Kecepatan maksimum :
v
maks
=APR
2
/(4L)


Jika aliran Turbulen :

Kecepatan pada lokasi r :
v
r
= v
maks
(1- r/R)
1/7

Kecepatan rata-rata :
V = Q/A

Kecepatan maksimum :
v
maks
= V/ 0,82
Mekanika Fluida Profil Kecepatan hal 14
4. Suatu fluida ( = 5 Pa s ) mengalir laminar dalam pipa ID 2
cm & L = 300 cm. Jika beda tekanan 330 Pa,
(a) bagaimanakah profil kecepatan alirannya pada
berbagai lokasi radial dan kecepatan rata-ratanya ?
(b) bagaimanakah jika alirannya turbulen dan debit = Q
cm
3
/s?
Laminar kecepatan pada berbagai lokasi r :
v = AP(R
2
-r
2
)/(4L) = 330(0,01
2
-r
2
)/[(4)(5)(3)]
r = 0 cm v = 0,055 cm/s r = 0,25 cm v = 0,0516 cm/s
r = 0,5 cm v = 0,0413 cm/s r = 0,75 cm v = 0,0241 cm/s
r = 1 cm v = 0 m/s
v
rata-rata
= AP R
2
/(8L) = 330(0,01
2
)/[(8)(5)(3)] = ???

Turbulen kecepatan pada berbagai lokasi r :
v
r
= v
max
(1-r/R)
1/7
dimana v
max
= (v
rata-rata
)/0,82
v
rata-rata
= Q/A
Fluida yang mengalir dalam pipa yang berdiameter D dan
panjang L mengalami hambatan alir sehingga terjadi
kehilangan energi E
f
E
f
=

AP/ = 2fV
2
L/D
dimana f = faktor friksi

Untuk aliran laminar f = 16/Re

Sedangkan untuk aliran turbulen :
Mekanika Fluida Friksi pada Pipa hal 15
111
1 6 9
3 6
3 7
,
, / D
, log
Re ,
f
c
(
| |
= +
(
|
\ .
(

c adalah faktor kekasaran permukaan pipa. Pers tsb dapat
digunakan dalam perhitungan spreadsheet excel
Selain itu dapat menggunakan grafik sbb :
Material Roughness factor (e) Material Roughness factor (e)
Riveted steel 0.001- 0.01 Galvanized iron 0.0002
Concrete 0.0003 - 0.003
Asphalted cast
iron
0.001
Wood staves 0.0002 - 0.003
Commercial
steel
0.00005
Cast iron 0.0003 Drawn tubing Smooth
TABLE 3.1
RELATIVE ROUGHNESS FACTORS FOR PIPES




RELATIVE ROUGHNESS FACTORS FOR PIPES

Calculate the pressure drop along 170 m of 5 cm diameter horizontal steel
pipe through which olive oil at 20C is flowing at the rate of 0.1 m
3
min
-1
.
Diameter of pipe = 0.05 m,
Area of cross-section A
= (t/4)D
2

= t/4 x (0.05)
2

= 1.96 x 10
-3
m
2

Viscosity of olive oil at 20C = 84 x 10
-3
Ns m
-2
and density = 910 kg m
-3
,
and velocity = (0.1 x 1/60)/(1.96 x 10
-3
) = 0.85 m s
-1
,
Re = (Dv/)
f = ...
DP
f
= (4frv
2
/2) x (L/D)
Faktor friksi (f) dalam pipa yang berdiameter D dengan
tingkat kekasaran pipa c adalah :
Mekanika Fluida Friksi pada Pipa hal 18
Mekanika Fluida Friksi pada Pipa hal 19
Untuk pembesaran ukuran
(ekspansi), kehilangan energi :
AP/ = C
fe
V
2
/2

C
fe
= (1-A
1
/A
2
)
2

Jika pembesaran sangat besar
A
1
/A
2
= 0 C
fe
= 1,0
Untuk penyempitan ukuran
(kontraksi), kehilangan energi :
AP/ = C
fc
V
2
/2

C
fc
= 0,4(1,25-A
2
/A
1
) utk A
2
/A
1
< 0,715

C
fc
= 0,75(1-A
2
/A
1
) utk A
2
/A
1
> 0,715
Mekanika Fluida Friksi pada Pipa hal 20
Untuk kran, belokan dan percabangan, kehilangan energi :
AP/ = C
ff
V
2
/2
C
ff
untuk
Belokan panjang 45
o
(flanged)

= 0,2
Belokan panjang 90
o
(threaded)

= 0,7
Belokan panjang 90
o
(flanged)

= 0,2
Belokan 45
o
(threaded)

= 0,4
Belokan 90
o
(threaded)

=1,5
Belokan 90
o
(flanged)

= 0,3
Kran (angle, fully open) = 2
Kran (ball, 1/3 closed) = 5,5
Kran (ball, fully open) = 0,05
Dst ???
Mekanika Fluida Friksi pada Pipa hal 21
Adanya kehilangan energi tsb, menyebabkan beban
pemompaan menjadi lebih besar :

Energi pompa :
E
p
[J/kg] = AP/ + A(v
2
)/2 + Agh + 2fv
2
L/D + C
fe
v
2
/2D +
C
fc
v
2
/2D + C
ff
v
2
/2D

Head pompa :
h
p
[m] = AP/g + A(v
2
)/2g + Ah + 2fv
2
L/gD + C
fe
v
2
/2gD +
C
fc
v
2
/2gD + C
ff
v
2
/2gD

Power pompa (|) = m E
pompa
[kg/s] [J/kg] [watt]

Pada kenyataannya power pompa yang diperlukan lebih
besar karena adanya efisiensi (q)< 100%
| = q m E
p

Mekanika Fluida Pompa hal 22
Efisiensi (q) pompa diperoleh dari :
q = |
fl
/|
bk
|
bk
= break power tenaga dari batang torak O dengan
kecepatan angular e
|
bk
= e O
|
fl
= tenaga fluida dalam bentuk kecepatan rata-rata :
|
bk
= g h
p
V = m g h
p

Head pompa :
h
p
= h
d
h
s
;

h
d
= head dorong ; h
s
= head sedot

h
d
= V
d
2
/2g + z
d
+P
d
/g
h
s
= V
s
2
/2g + z
s
+P
s
/g

V
d
= V/A
d
dan

V
s
= V/A
s
A 50% sucrose solution at 20
0
C is flowing in a pipe with 0.0475 m inside
diameter and 10 m length at a rate of 3 m3/h. Find:
a) the mean velocity
b) The maximum velocity
c) the pressure drop of the sucrose solution
The viscosity and the density of the sucrose solution at 20
0
C are 15.43
cp and 1232 kg/m
3
respectively

Saturated steam at 150
0
C is flowing in a steel pipe of 2 in nominal
diameter. If the average velocity of the steam is 10m/s, calculate the
mass flow rate of the steam.
specific volume of saturated steam at 150
0
C from the steam tables:
v = 0.3928 m
3
/kg
Latihan Soal