Anda di halaman 1dari 4

Home Fun Madrasah Mujahid Bisnis (MMB) Bersama Kang Rendy Saputra

REP | 17 November 2011 | 09:46 30 0 Nihil DISSATISFACTION Artikel ini dibuat sebagai home fun dari pelatihan bisnis Madrasah Mujahid Bisnis (MMB) bentukan Darusy Syabab yang dibimbing langsung oleh Kang Rendy Saputra. Insya Allah, akan dibuat tiga artikel sesuai ketentuan tentang dissatisfaction, strong way, dan vision diri sendiri (penulis) sebagai paradigma untuk stay in the line dalam memulai dan menjalankan bisnis. Menjadi pengusaha/pebisnis menurut saya merupakan passion berupa pilihan dalam kehidupan. Kehidupan yang fana dan singkat dibumi milik Allah ini. Kekhawatiran akan kesia-siaan hidup di dunia dan kompetisi dari sistem yang berjalan (law of life) untuk menjaga survival dalam memaknai dan mengisi umur yang telah ditetapkan oleh Allah menjadi sebuah pemikiran pragmatis bagi muslimin pada umumnya dan diri saya sendiri. Dissatisfaction akan tuntutan hidup dan pemaknaan diri sebagai upaya pemberdayaan diri untuk berbakti dan bermanfaat kepada ummat dalam menjaga esensi dari kalamullah yang menciptakan manusia (diri ini) dengan penciptaan yang sempurna juga dengan tujuan yang jelas. Menjadikan saya sebagai muslim dengan upaya kekuatan diri yang dikaruniakan oleh Allah untuk menjalankan fungsi sebagai manusia, hamba ciptaan-Nya, juga khalifah di muka bumi untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan semaksimal mungkin sesuai kadar diri. Dissatisfaction dalam memasuki fase kedewasaan dengan bertambahnya umur dan berkembangnya kebutuhan hidup/kehidupan serta meningkatnya beban akan kehidupan sebagai pintu gerbang untuk memasuki kehidupan yang penuh tanggung jawab dimana kita harus pandai mensinergikan kecerdasan serta energi agar survive dalam kehidupan. Upaya diri sebagai anak yang ingin berbakti dan membahagiakan orang tua untuk keluar dari kesempitan hidup dan menghargai perjuangan mereka dalam mendidik dan memberikan kehidupan. Menjaga ke-iffah-an diri sebagai ghiroh seorang muslim untuk taat pada syariat Allah dan tidak pada syariat thogut dalam mencari sumber maisyah dengan cara yang diridhoi Allah. Kekhawatiran akan sistem ribawi dan sistem-sistem lain yang tidak obey the rules akan ketentuan Allah dalam kehendak-Nya menciptakan kehidupan di bumi dalam upaya mencari maisyah yang halal dan mencari kebarokahan untuk diri, istri, dan anak beserta keturunan untuk memenuhi fitrahnya sebagai hamba.

Kekhawatiran akan kefakiran yang dapat menjadi wasilah penghantar kepada kemusrikan dalam beragama bagi diri dan keluarga juga menjadi sebab mengapa harus berbisnis. Kekhawatiran akan diri yang menjadi beban kehidupan bagi orang lain karena ketidakmampuan diri untuk survive dan mandiri juga menjadi hal pragmatis yang dipikirkan. Tidak adanya kebebasan financial karena dibatasi oleh sistem yang berjalan atau waktu yang terbatas karena hakikat entitasnya, menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan kehidupan di masa tua. Kekhawatiran akan reaksi lingkungan terhadap diri yang hanya bisa masuk kedalam data statistik pengangguran beban Negara yang tidak dapat memberikan manfaat pada lingkungan juga tidak memberikan nilai pada diri sendiri. Kekhawatiran akan tidak sempurnanya diri dalam menjalankan syariat karena ketidakmandirian diri secara financial sebagai wasilah dalam beribadah dalam rangka taat lillahitaala. Allahualam STRONG WAY Hal penguat saya dalam memulai dan menjalankan bisnis adalah cinta. Cinta yang didefinisikan sesuai hakikat dari kata cinta tersebut. Cinta yang diciptakan Allah untuk manusia agar survive dalam kehidupan karena cinta tersebut. Cinta kepada Allah, cinta akan syariatnya, hingga berjalan diatas syariatnya tanpa ragu semata mengharap ridho-Nya, hingga terbukalah segala hijab yang menghalangi kemudahan dalam berbisnis dan menemukan my natural talent dalam memulai dan menjalankan bisnis. Dengan kepercayaan yang penuh akan dzat Allah yang Maha Agung, maka sangat mudah bagi Allah untuk memudahkan dan menentukan jalan kehidupan beserta tata letaknya sesuai hakikat penciptaanya dan didalam ridho-Nya. Cinta kepada Rasulullah, patuh akan risalah yang beliau bawa, berbisnis sesuai syariat dengan menjauhkan wasilah-wasilah kesuksesan dalam berbisnis yang beliau benci. Mencontoh beliau sebagai trader yang teladan karena keahlian beliau dan sifat luhur beliau yang universal dalam berbisnis yang menjadi acuan bagi siapapun dalam dunia bisnis saat ini. Mengambil pelajaran dan motivasi dari beliau melalui sejarah yang beliau ukir baik secara individu maupun secara tim dalam frame kehidupan maupun dalam frame islam. Cinta kepada kitabullah, kitab syariat dan sumber hukum dalam bermuamalah di dunia. Kitab acuan dan pedoman dalam meraih kebarokahan dalam berbisnis. Cinta kepada orangtua, dengan menjadikan mereka sumber motivasi yang nyata dan nampak di dunia. Pintu ridho Allah yang harus dijaga kehormatannya yang dengan doanya diharapkan dapat memudahkan dalam bermuamalah di dunia.

Cinta kepada istri, bidadari yang disiapkan Allah untuk diri di bumi, orang yang berpengaruh dalam kehidupan saya selain Ibu yang sangat saya cintai dan hormati. Saya berkeyakinan keseimbangan dalam hubungan bersama istri dan keseimbangan dalam keluarga dapat menunjang kesuksesan dalam berbisnis. Cinta kepada anak dan keturunan, dengan ghiroh mendidik mereka menjadi generasi rabbani yang berpola piker qurani dan taat kepada Rabb-Nya. Untuk mendidik anak dan keturunan menjadi generasi yang memiliki nilai dibutuhkan effort yang baik untuk menunjang ke tujuan yang ditetapkan. Cinta sesama muslim dan manusia secara universal, dengan berupaya memberikan pemanfaatan dan pemberdayaan kepada umat melalui sistem bisnis yang dibuat, hingga bisnis dapat bermanfaat bagi kesejahteraan ummat dan barokah bagi kelangsungan bisnis tersebut. Cinta akan bisnis yang dijalani, sehingga tiap waktu yang dihabiskan dan pengorbanan yang dilakukan selalu memiliki nilai untuk mendapatkan result sesuai perhitungan maupun diluar perhitungan. Dengan mencintai bisnis yang dijalani maka akan timbul semangat berinovasi karena bisnis yang dijalani tidak lepas dari saya yang mencintai diri sendiri. Cinta kepada diri sendiri, menjaga diri dengan ketaatan kepada Allah berbasis kelapangan rejeki melalui bisnis sesuai dengan syariat agama. Cinta untuk terus belajar hingga jasad terbaring di dalam pusara, sebagaimana semangat para ulama jaman dahulu yang terus belajar untuk me-maintenance knowledge dalam diri agar terciptanya result yang tanpa batas. Begitu juga dalam berbisnis kecintaan akan terus belajar baik secara teori, praktik, maupun dari pengalaman menjadi ghiroh bagi saya untuk memulai dan menjalankan bisnis. Allahualam VISION Visi utama mengapa saya berbisnis adalah terciptanya kesejahteraan diri dan ummat. Dengan cara memberikan pemberdayaan maksimal terhadap bisnis melalui bidang-bidang kehidupan yang menjadi kebutuhan utama bagi manusia secara universal. Saya memiliki visi dalam bidang bisnis secara umum juga dalam bidang pendidikan dan dakwah secara universal melalui islam. Melihat perkembangan dekadensi moral bangsa yang tidak sejalan dengan perkembangan intelektual bangsa menimbulkan keinginan dalam diri untuk bergerak dibidang pendidikan dan dakwah melalui pergerakan yang kecil atau langkah sederhana hingga pergerakan yang masiv. insyaAllah Visi lainnya adalah menjadi hamba mulia dengan berbisnis, menjalani bisnis sesuai dengan syariat Allah berbasis pada hakikat penciptaannya yang sempurna dengan menempatkan setiap aspek kehidupan dan bisnis secara proporsional dengan harapan hidup mulia dan mati bermakna bisa diraih.

Juga visi untuk think different dalam memandang dunia melalui kacamata inovasi guna keberlangsungan bisnis secara komprehensif. Visi jangka pendek dengan melakukan hal-hal yang dihadapi dengan sebaik mungking dengan harapan dapat meraih hasil sesuai dengan effort terbaik yang dilakukan. Visi jangka menengah adalah menyempurnakan sumber maisyah dengan merintis sistem bisnis sesuai idealisme yang telah ditujukan. Menyempurnakan sebagian agama, tercapainya target yang telah ditetapkan dan hidup dengan islam secara kaffah hingga ketentuan ajal Allah datang. Visi jangka panjang adalah masuk jannah Allah dengan amalan dunia maupun amalan akhirat yang dilakukan dengan istiqomah semata mengharap ridho Allah sesuai dengan tuntunan alQuran dan Sunnah Rasul sesuai dengan pemahaman generasi unggul islam. Allahualam