Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI PERSAINGAN INTRASPESIFIK

Oleh : GALIH HAKIM ANTARNUSA 107095003009 KELOMPOK III

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN I.I. LATAR BELAKANG Organisme hidup yang terdapat dialam tidak terdiri hanya berdiri sendiri-sendiri atau tidak hidup sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kumpulan individu-individu yang menempati suatu tempat tertentu. Suatu ekosistem selalu melakukan hubungan satu sama lain baik bersifat intraspesifik maupun interspesifik. Mekanisme ini dilakukan suatu tanaman untuk memperoleh bahan kehidupan berupa unsur-unsur hara yang terdapat baik ditanah, udara, air dan sinar matahari serta ruang untuk tumbuh dan berkembang. Mekanisme pertahanan diri ini sering merangsang tanaman untuk melakukan suatu metabolisme sekunder yang produknya biasa diendapkan dalam organ tumbuhan tersebut maupun dieksudat keluar untuk menolak kompetitor lainnya. Interaksi yang terjadi antar spesies anggota populasi akan memperngaruhi terhadap kondisi populasi mengingat keaktifan atau tindakan individu dapat mempengaruhi kecepatan pertumbungan atau pun kehidupan populasi. Setiap anggota populasi dapat memakan anggota-anggota populasi lainnya, bersaing terhadap makanan, mengeluarkan kotoran yang merugikan lainnya, dapat saling membunuh, dan interaksi tersebut dapat searah maupun dua arah (timbalbalik), (odum 1993). Persaingan tersebut terjadi karena individu-individu mempunyai kebutuhan yang sama atas apa yang ada pada ekosistemnya, seperti cahaya, unsur hara, lahan untuk tumbuh, dan sebagainya. Persaingan yang dilakukan oleh hewan sangat berbeda dengan tumbuhan. Pada dasarnya persaingan pada tumbuhan tidak melakukan kontak fisik dan pada hewan sebaliknya yaitu persaingan terlihat dari kontak fisik langsung. I.II. PERUMUSAN MASALAH Apa yang akan terjadi ketika suatu spesies tumbuhan hidup dalam suatu tempat atau lahan yang sama dengan jarak yang sangat sempit? Dan bagaimana pula jika suatu tumbuhan hidup atau tumbuh bersamaan dengan spesies yang berbeda dalam suatu tempat atau lahan yang sama pula dengan jarak yang sangat sempit? Apakah kita dapat melihat perbedaannya? Disini kita melihat persaingan intraspesifik tanaman jagung, dan persaingan interspesifik tanaman jagung kacang-kacangan.

I.III. HIPOTESIS Pada persaingan intraspesifik antara tanaman yang sejenis akan terjadi pertumbuhan yang sama dilihat dari ukuran, panjang dan bentuknya yang tidak akan jauh berbeda. Dan pada persaingan interspesifik antara tanaman jagung dan kacang akan terlihat perbedaan dalam pertumbuhannya dilihat dari ukuran dan bentuk seta tumbuh tidaknya salah satu dari tanaman tersebut.

I.IV. TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan praktikum kali ini ialah mempelajari tentang persaingan intraspesifik dan interspesifik suatu tanaman. Dan juga mempelajari apakah berpengaruh atau tidaknya faktorfaktor lingkungan pada persaingan tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Interaksi yang terjadi antarspesies anggota populasi akan mempengaruhi suatu kondisi populasi mengingat keaktifan atau tindakan suatu individu yang dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun kehidupan suatu populasi. Menurut odum (1993), Setiap anggota populasi dapat memakan anggota-anggota populasi lainnya, bersaing terhadap makanan, mengeluarkan kotoran yang merugikan lainnya, dapat saling membunuh, dan interaksi tersebut dapat searah maupun dua arah (timbalbalik). Oleh karena itu, dari segi pertumbuhan atau kehidupan populasi, interaksi antar spesies anggota populasi dapat menjadi interaksi positif, negatif atau nol (indriyanto.2006). Model-model interaksi pada suatu komunitas tanaman berdasarkan faktor interaksinya menurut Walter (1962) yang dikutip oleh Muller Dombois & Ellenberg (1974) dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : 1. Persaingan langsung (dirict competitor), tumbuhan bersaing pada sumber daya yang sama dengan menguasai strata yang sama baik diatas atau dibawah tanah. 2. Pernggantung (dependent spesies), yaitu tanaman yang hanya dapat hidup pada sebagian relung habitatnya karena kehadiran tanaman lain. 3. Pelengkap (compelementary spesies), yaitu tanaman yang tidak bersaing secara langsung dengan tanaman lain karena meraka memanfaatkan sumberdaya yang berbeda atau karena perbedaan irama musiman (seasonal rhythm) (Wijayanti, 2008). Faktor-faktor ekologi atau faktor-faktor lingkungan yang diperebutkan oleh dalam persaingan antara lain : cahaya, air tanah, oksigen, unsur hara, dan karbon dioksida. Faktorfaktor eksternal lainnya, seperti kehadiran hewan penyerbuk, agen disperal biji, kondisi tanah, kelembababn tanah, udara serta angin dan gangguan atau kerusakan lingkungan oleh manusia juga berpengaruh terhadap kelangsung hidup dari spesies-spesies tertentu didalam suatu habitat (Indriyanto, 2006). Persaingan intraspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antara suatu individu organisme yang berspesies sama dan persaingan interspesifik yaitu persaingan yang terjadi antara organisme yang memiliki spesies berbeda. Suatu cara untuk mengurangi kompetisi ialah dengan mengurangi kompetisi diantara kospesifik ialah dengan mengurangi kebutuhan untuk memperoleh sumber yang terbatsa itu. Hal ini dapat dicapai dengan penurunan densitas

populasi, peningkatan efisiensi individu, atau substitusi dengan sumber lain. Selanjutnya populasi akan berada dibawah daya dukung yang ditentukan, setidaknya hingga populasi itu mencapai K yang hari ini. Substitusi dengan sumber-sumber lain sangat bergantung pada persediaan sumber-sumber tersebut. Baik secara mutlak maupun dalam kaitannya dengan penggunaan sumber-sumber tersebut oleh populasi-populasi lain. Ekaspansi suatu sumber memerlukan kelimpahan sumber itu yang berhubungan dengan penggunaannya sekarang oleh spesies-spesies lain atau spesies yang berkembang dan merupakan saingan yang lebih baik. Individu-individu dari spesies yang terdapat pada lingkungan yang penuh dengan spesies yang mengeksploitasi gradient sumber yang sama mungkin tidak mampu secara evolusioner mengembangkan tingkan eksploitasi dengan pengaruh kompetisi intraspesifik. Keseimbangan antara kompetisi intraspesifik dan interspesifik akan memainkan peranan utama pada hasil evolusioner (Naughton, 1992). Secara teori, spesies-spesies anggota populasi saling berinteraksi satu dengan yang lainnya dan membentuk interaksi yang positif, negatif atau bahkan nol, atau kombinasi yang bentuk interaksinya dapat dibagi menjadi sembilan tipe (tipe penggunaan sumberdaya), amensalisme, parasitisme, predasi (pemangsaan), momensialisme, protokolisme dan mutualisme. Pernyataan ini berdasarkan Odum (1993) ; Glopal dan Bhardwaj (1979) dalam buku indriyanto (2006). Apabila dua tumbuhan tumbuh berdekatan, maka akan membuat perakaran kedua tumbuhan tersebut terjalin rapat satu dengan yang lainnya, dan tajuk kedua tumbuhan tersebut akan saling menaungin. Akibatnya, tumbuhan yang memiliki sistem perakaran yang lebih luas, lebih dalam dan lebih besar volume akarnya, juga memiliki kerimbunan dan lebih tinggi tajuknya akan menguasai atau mendominasi tumbuhan yang lain. Sehingga, tumbuhan yang ukuran san morfologinya lebih lemah, lambat laun akan tersingkir dalam kompetisi tersebut (http//fp.uns.ac.id/~hamasains/dasar perlintan-4.htm).

BAB III METODOLOGI

III.I. LOKASI DAN WAKTU Loasi tempat penelitian ialah laboratorium terpadu UIN SYAHID, tepatnya di lingkuungan laboratorium biologi lt. 4 di loby pada tanggal 25 maret 2010. Pengamatan dilakukan selama satu bulan hingga masa panen dihitung satu hari setelah penanaman. III.II. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan antara lain : poly bag, beaker glass, penggaris. Dan bahan yang digunakan yaitu : biji kacang kedelai, biji jagung, tanah subur, air. III.III. CARA KERJA Disiapkan 6 buah kantung polybag yang berisi tanah yang siap ditanamkan Ukur parameter fisik terlebih dahulu, seperti kelembaban tanah, udara, suhu tanah dan udara, serta jarak kerapatan tanaman tersebut. Disiapkan biji-biji kacang dan jagung dengan direndam terlebih dahulu dan dipilih bibit yang bagus untuk ditanam. Lalu, ditanamkan biji-biji tersebut dalam kantung polybag sesuai dengan perlakuan yang diperintahkan. Diamati pertumbuhan-pertumbuhan biji-biji tersebut dengan interval 3 hari dan catat pertumbuhan selama 24 hari. Apakah terjadi perbedaan dalam pertumbuhan persaingan intraspesifik tersebut? Catat hasil dan bahas...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perlakuan HASIL PENGAMATAN Hari ke-3 (cm) Jk1;J1 K1 Jk2;J1 J2 K1 K2 JK4;J1 J2 J3 J4 K1 K2 K3 K4 K1 K2;K1 K2 K4;K1 K2 K3 K4 K8;K1 K2 K3 K4 3.4 5 0 3 13.5 15 7 0 0 0 13.5 10 9 12 14 11 15.5 12.5 14 15 14 16 14 12 15 Hari ke6 (cm) 4.5 11.5 0 6.5 19 22.5 7 0 0 0 19 17.5 16 22 20 17.5 20.5 19.5 21.5 22.5 21.8 24.5 19.5 22 20 Hari ke-9 (cm) 7.1 12.4 0 6.5 20.5 23.4 7.4 2.5 0 0 17 19 16 23 22.5 20 22.7 20.5 23.8 23 25.7 25 21 23 24 Hari ke12 (cm) 7.5 13.5 1 6.7 22 25 7.6 3 0 0 24 20 21.5 24 24 21.5 24.5 22 24.1 25.5 26.5 27.5 23.5 24.5 24.5 Hari ke-15 (cm) 9 17 6.5 8 26.5 28 8 6.5 6.5 0 28 19 25 24.5 28 29 29.5 25.5 25 30 30 29.5 25.5 27 26 Hari ke18 (cm) 10 18.5 8 10 29 29.7 10.5 6.9 9.4 0 29.1 20.3 27.1 25.3 29.7 29.1 30.5 26.4 28.5 32 30.5 32.1 26.5 28.3 27 Hari ke21 (cm) 11 19 9 10.5 29.5 30 11 7 8.5 0 30 23 29.5 27 30 31.5 31.5 26.6 32 32.5 31 33 26.5 29.5 27.5 Hari ke24 (cm) 11.5 19.5 9.5 11 31.2 31 11.2 8.5 9 0 30.1 26 29.9 28.4 36 35 33 26.7 32.5 34.4 32 34.2 26.7 29.7 28.2 Berat biomassa (gram) 1.3 0.2 1.5 1 0.4 0.6 1 0.8 1.5 0.7 0.2 1 0.2 0.3 0.5 0.5 0.5 0.3 0.3 0.4 0.5 0.1 0.4 0.4 0.5

K5 K6 K7 K8

13.5 14.5 10 12.5

19.7 17.8 21.5 21.5

21.5 19 22 22.5

23.5 MATI 24 24.5

26.5 0 25 26

27.5 0 25.5 28.7

28 0 26 29

29 0 26.5 30.4

0.1 MATI 0.6 0.5

tabel pertumbuhan tanaman hasil pengamatan 24 hari..... Tabel hasil pengamatan tanaman jagung Berat rata-rata (gr) J1 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Jumlah T Rata-rata () Total rata-rata 1,30 5,44 0 0,49 0,64 0,68 0 0 0 0 J2 1,10 1,17 0,20 1,48 J4 1,12 0,27 0,50 1,90 J8 0,71 0,70 0,65 2,06

Tabel hasil pengamatan tanaman kacang hijau Berat rata-rata (gr) K1 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Jumlah T Rata-rata () Total rata-rata 0,50 0,40 0,50 1,40 4,17 0,46 0,35 0,38 0,32 0,22 K2 0,50 0,15 0,50 1,15 K4 0,37 0,27 0,30 0,95 K8 0,32 0,10 0,24 0,67

Grafik pertumbuhan tanaman kacang pada percoobaan persaingan intraspesifik...

Grafik pertumbuhan tanaman jagung peda kelompok tetangga...

Grafik pertumbuhan tanaman kacang


40 35 30 25 20 15 10 5 0 hari ke- 3` hari ke- 6 hari ke- 9 hari ke12 hari ke15 hari ke18 hari ke21 hari ke24 tinggi tanaman (cm)

K1 K2 K4 K8

Grafik rata-rata tinggi tanaman jagung


12 tinggi tanaman (cm)

10
8 6 4 2 0 Hari 3 Hari 6 Hari 8 Hari12 Hari 15 Hari 18 Hari 21 Hari 24 J1 J2 J4 J8

PEMBAHASAN Persaingan intraspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antar individu organisme yang

memiliki spesies sama. Suatu cara untuk mengurangi kompetisi ialah dengan mengurangi kompetisi diantara kospesifik ialah dengan mengurangi kebutuhan untuk memperoleh sumber yang terbats itu. Hal ini dapat dicapai dengan penurunan densitas populasi, peningkatan efisiensi individu atau substitusi dengan sumber lain (Naughton, 1992). Mutualisme dan parasitisme dapat mempunyai dampak yang luas terhadap komunitas, kompetisi antar spesies mempengaruhi populasi banyak spesies dan dapat mempengaruhi struktur komunitaws.

Hubungan yang kompleks diantara interaksi-interaksi antar spesies dan adanya keragaman lingkungan merupakan ciri struktur komunitas (Campbell, 2002). Persaingan dapat terjadi antara beberapa faktor, diantaranya : faktor-faktor yang tersedia dalam jumlah yang terbatas didalam lingkungannya seperti tempat hidup, cahaya, makanan, air dan sebagainya. Pada percobaan intraspesifik kali ini, kompetisi antar spesies kurang begitu terlihat. Hal ini digambarkan karena pola pertumbuhan yang cenderung memiliki hasil dari ukuran yang seimbang atau sama. Namun ada beberapa tanaman yang pertumbuhannya agak lama, seperti tanaman jagung perlakuan Jagung dan kacang pertama, dimana hingga hari ke dua belas hanya memiliki ukuran panjang 1 cm. Sedangkan tanaman kacang lainnya yang berada dalam komunitaas mereka memiliki panajang rata-rata mencapai 5cm per tiga harinya. Sedangkan tanaman jagung yang satunya hanya memiliki panajang akhir 11 cm. Di percobaan ini, persaingan yang terlihat jelas adalah pada perlakuan jakung dan kacang ditaruh ditempat yang sama pada urutan JK4. Disini terlihat tanaman yang mendominasi ialah tanaman kacang. Sedangkan tanaman jagung hingga hari kesembilan tidak ada yang dapat tumbuh.. bahkan dua tanamannya baru tumbuh pada hari ke 21. Hal ini dapat disebabkan oleh, apabila dua tumbuhan tumbuh berdekatan, maka perakaran kedua tumbuhan itu akan terjalin rapat satu sama lain dan tajuk kedua tumbuhan akan saling menaungi. Dengan akibatnya, tumbuhan yang memiliki sisi tem perakaran yang lebih luas, lebih dalam dan lebih besar volumenya, serta lebih tinggi dan rimbun tajuknya akan lebih menguasai atau mendominasi tumbuhan lainnya. Dengan demikian, perbedaan sifat dan habitus tumbuhanlah yang merupakan penyebab terjadinya persaingan antar individuindividu dalam spesies tumbuhan yang sama maupun berbeda

(http//fp.uns.ac.id/~hamasains/dasar perlintan-4.htm). Setelah dibandingkan dengan pertumbuhan jagung kelompok tetangga, hasil grafik menunjukan bahwa pertumbuhan jagung sangat terlihat persaingan intraspesifik pada

tanaman tersebut. Dan setelah dibandingkan pertumbuhannya, tanaman jagung sangat lambat dibandingkan dengan tanaman kacang yang pertumbuhannya sangat cepat. Hal ini mungkin disebabkan oleh daya tahan pertumbuhan tanaman kacang sangatlah sempit, sehingga pertumbuhannya sangat cepat dan tidak berpengaruh dengan tanaman lain.

BAB V KESIMPULAN 1. Persaingan intraspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antara-individu organisme yang berspesies sama. Persaingan ini dapat mempengaruhi daya pertumbuhan dan produktivitas suatu tanaman. 2. Faktor-faktor lingkungan yang mungkin diperebutkan oleh tetumbuhan dalam persaingan antara lain cahaya, air tanah, oksigen, unsur hara, dan karbon dioksida. Dan persaingan intraspesifik dipengaruhi beberapa faktor lainnya, yaitu : jenis tanaman, kepadatan tumbuhan, penyebaran tanaman, dan waktu.

DAFTAR PUSTAKA Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta. Bumi Aksara. Naughton, L. W. 1992. Ekologi Umum. Yogyakarta. UGM-press. Campbell, dkk. 2002. Biologi, jilid 3. Jakarta. Erlangga. http://fp.uns.ac.id/~hamasains/dasarperlintasan-4.htm http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/sponsorpendamping/praweda/biologi/0028%20bio %201-6c.htm Odom, Eugene P. 1994. Fundamentals of Ecologi. University of Georgia. Georgia