P. 1
aspek keuangan

aspek keuangan

|Views: 41|Likes:
Dipublikasikan oleh Irwan Syah

More info:

Published by: Irwan Syah on Dec 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2012

pdf

text

original

STUDI KELAYAKAN BISNIS

ASPEK KEUANGAN



ASPEK KEUANGAN
 SKB (aspek keuangan) bertujuan untuk
mengetahui perkiraan pendanaan dan
aliran kas proyek/ bisnis, sehingga dapat
diketahui layak atau tidaknya rencana
bisnis yang dimaksud.
ASPEK KEUANGAN
 Pendapatan (Projected) xxx
 Biaya (Anggaran) ( xxx )
 Net Income xxx

 Modal/ Investasi xxx

 Rate of Return xx %
ALTERNATIF INVESTASI
 Tabungan / Depositi - 6%
 SUN / ORI - 9%
 Reksadana – Proteksi - 15 – 18%
 Reksadana – Campuran- 17 – 23%
 Reksadana – Saham - 20 – 60%
 Saham/ Option/ Futures- (100%) – 100%
 Business - 10-30%
ASPEK KEUANGAN
Sisi Pendapatan (dari hasil Aspek Pasar dan
Pemasaran) =
 Proforma Cash Flow (+ Projected Trend 5 th)
 Proforma L/R (+ Projected Trend 5 th)
 Proforma Balanced Sheet (Neraca)
ASPEK KEUANGAN
 Jumlah dana (modal/ investasi) yang
dibutuhkan
 Anggaran Biaya, Modal Investasi, dan Modal Kerja
 Pemilihan investasi
 Beli
 Sewa
 Kerjasama
 Struktur pembiayaan (sumber)


ASPEK KEUANGAN
 Berbagai sumber dana :
 Modal pemilik
 Saham
 Obligasi
 Kredit Bank
 Leasing (sewa) dari lembaga non bank.
ASPEK KEUANGAN
 Konsep Umur Proyek, Discount Rate
 Payback Period
 NPV
 IRR
 ROE / ROA
 BEP
 Profitability Index / Profit Margin, dll
ASPEK KEUANGAN
Setelah dianalisa, direview kembali =
 Kebutuhan dana serta sumbernya
 Cash Flow
 Penggunaan Modal
 Prioritas Bisnis

 Sensitivity Analysis (Analisis Resiko dari
segi Financial)

ASPEK KEUANGAN
 Modifikasi penilaian kelayakan :
 Sensitivity Analysis (L/R, Cash Flow)
 Cost Effectiveness
 Multi Purposed Analysis

Sensitivity Analysis
MOST LIKELY CASE
2007 2008 2009 2010 2011 Keterangan
Pendapatan
Makanan dan Minuman 300.000.000 321.000.000 343.470.000 367.512.900 393.238.803 naik 7% / tahun
Pendapatan lain-lain 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000 tetap
Total Pendapatan 325.000.000 346.000.000 368.470.000 392.512.900 418.238.803
Biaya Operasional
Biaya bahan makanan dan minuman 100.000.000 105.000.000 110.250.000 115.762.500 121.550.625 inflasi 5% / tahun
Gaji Pegawai 120.000.000 126.000.000 132.300.000 138.915.000 145.860.750 naik 5% / tahun
Listrik, Air, Telpon 25.000.000 26.250.000 27.562.500 28.940.625 30.387.656 inflasi 5% / tahun
Sewa Tempat 20.000.000 21.000.000 22.050.000 23.152.500 24.310.125 naik 5% / tahun
Depresiasi 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 garis lurus
Total Biaya 270.000.000 283.250.000 297.162.500 311.770.625 327.109.156
Laba Kotor 55.000.000 62.750.000 71.307.500 80.742.275 91.129.647
Pajak (5.500.000) (6.275.000) (7.130.750) (8.074.228) (9.112.965)
Laba Bersih 60.500.000 69.025.000 78.438.250 88.816.503 100.242.611
14,1% 13,6% 13,2% 12,9%
Tahun
Sensitivity Analysis
BEST CASE
2007 2008 2009 2010 2011 Keterangan
Pendapatan
Makanan dan Minuman 300.000.000 390.000.000 507.000.000 659.100.000 856.830.000 naik 30% / tahun
Pendapatan lain-lain 25.000.000 25.750.000 26.522.500 27.318.175 28.137.720 naik 3% / tahun
Total Pendapatan 325.000.000 415.750.000 533.522.500 686.418.175 884.967.720
Biaya Operasional
Biaya bahan makanan dan minuman 100.000.000 105.000.000 110.250.000 115.762.500 121.550.625 inflasi 5% / tahun
Gaji Pegawai 120.000.000 126.000.000 132.300.000 138.915.000 145.860.750 naik 5% / tahun
Listrik, Air, Telpon 25.000.000 26.250.000 27.562.500 28.940.625 30.387.656 inflasi 5% / tahun
Sewa Tempat 20.000.000 21.000.000 22.050.000 23.152.500 24.310.125 naik 5% / tahun
Depresiasi 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 garis lurus
Total Biaya 270.000.000 283.250.000 297.162.500 311.770.625 327.109.156
Laba Kotor 55.000.000 132.500.000 236.360.000 374.647.550 557.858.564
Pajak (5.500.000) (13.250.000) (23.636.000) (37.464.755) (55.785.856)
Laba Bersih 60.500.000 145.750.000 259.996.000 412.112.305 613.644.420
141% 78% 59% 49%
Tahun
Sensitivity Analysis
WORST CASE
2007 2008 2009 2010 2011 Keterangan
Pendapatan
Makanan dan Minuman 300.000.000 300.000.000 300.000.000 300.000.000 300.000.000 tetap
Pendapatan lain-lain 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000 tetap
Total Pendapatan 325.000.000 325.000.000 325.000.000 325.000.000 325.000.000
Biaya Operasional
Biaya bahan makanan dan minuman 100.000.000 105.000.000 110.250.000 115.762.500 121.550.625 inflasi 5% / tahun
Gaji Pegawai 120.000.000 126.000.000 132.300.000 138.915.000 145.860.750 naik 5% / tahun
Listrik, Air, Telpon 25.000.000 26.250.000 27.562.500 28.940.625 30.387.656 inflasi 5% / tahun
Sewa Tempat 20.000.000 21.000.000 22.050.000 23.152.500 24.310.125 naik 5% / tahun
Depresiasi 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 garis lurus
Total Biaya 270.000.000 283.250.000 297.162.500 311.770.625 327.109.156
Laba Kotor 55.000.000 41.750.000 27.837.500 13.229.375 (2.109.156)
Pajak (5.500.000) (4.175.000) (2.783.750) (1.322.938) 210.916
Laba Bersih 60.500.000 45.925.000 30.621.250 14.552.313 (2.320.072)
-24% -33% -52% -116%
Tahun
Cost Effectiveness
Analisa - Buy
Biaya Beli 1 Lot = Rp. 1 Milyar,- 2007 2008 2009 2010 2011 Keterangan
Bunga KPR = 10%
Total Pendapatan (1 Lot) 100.000.000 115.000.000 132.250.000 152.087.500 174.900.625 naik 15% / tahun
Biaya
Biaya Pegawai 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000
Depresiasi 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000
Bunga 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000
Total Biaya 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000
Laba Kotor 50.000.000 65.000.000 82.250.000 102.087.500 124.900.625
Pajak (5.000.000) (6.500.000) (8.225.000) (10.208.750) (12.490.063)
Laba Bersih 55.000.000 71.500.000 90.475.000 112.296.250 137.390.688
30,0% 26,5% 24,1% 22,3%
Tahun
Cost Effectiveness
Analisa - Rent
Biaya Sewa 1 Lot = Rp. 100 juta,- 2007 2008 2009 2010 2011 Keterangan
Bunga Kredit = 13%
Total Pendapatan (10 Lot) 250.000.000 287.500.000 330.625.000 380.218.750 437.251.563 naik 15% / tahun
Biaya
Biaya Pegawai 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000
Biaya Sewa (10 Lot) 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000
Bunga 13.000.000 13.000.000 13.000.000 13.000.000 13.000.000
Total Biaya 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000 125.000.000
Laba Kotor 125.000.000 162.500.000 205.625.000 255.218.750 312.251.563
Pajak (12.500.000) (16.250.000) (20.562.500) (25.521.875) (31.225.156)
Laba Bersih 137.500.000 178.750.000 226.187.500 280.740.625 343.476.719
30,0% 26,5% 24,1% 22,3%
Tahun
ASPEK RESIKO BISNIS
 Resiko terkait :
 Finance, Pasar, Persaingan, Teknologi,
Siklus, SDM, SDA, Supplier, Ekonomi
Negara, Politik, Lingkungan, Transport,
Valas, Teknis (tidak laku), dll
 Resiko terbagi atas :
 Controllable
 Uncontrollable
ASPEK RESIKO BISNIS
 Beberapa contoh Resiko Bisnis :
 Aspek Keuangan
 Biaya produksi yang berlebihan
 Biaya overheads yang tinggi
 Hutang yang berlebihan
 Pinjaman yang berlebihan
RESIKO KEUANGAN
 Pendapatan xxx
 Biaya ( xxx )
 Net Income xxx

 Modal/ Investasi xxx

 Rate of Return xx %
RESIKO KEUANGAN
 Modifikasi penilaian kelayakan :
 Sensitivity Analysis (L/R, Cash Flow)
 Cost Effectiveness
 Multi Purposed Analysis

ASPEK KEUANGAN  SKB (aspek keuangan) bertujuan untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas proyek/ bisnis. . sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->