Anda di halaman 1dari 4

1. Perawat mencuci tangan ketika beralih dari pasien yang satu ke pasien lainnya saat memberikan perawatan.

2. Perawat mencuci tangan sebelum dan sesudah memberikan perawatan keteter.

3. Perawat membersihkan daerah sekitar lubang uretra saat membersihkan selang kateter.

4. Saat membersihkan Perawat tidak melakukan gerakan yang membuat kateter bergerak maju mundur.

5. Perawat membersihkan kateter urine 2 kali sehari. 6. Perawat tidak melepaskan kateter dari selangnya saat mengambil sampel urine.

7. Perawat tidak melepaskan kateter dari selangnya saat memindahkan atau mengubah posisi klien.

8. Perawat mengosongkan kantung urin setiap 8 jam sekali atau lebih sering jika volume urin besar.

9. Perawat melakukan desinfeksi pada klep (katup drainase) sebelum dan sesudah mengosongkan kantung penampung urine.

10. Perawat tidak menyambungkan langsung selang drainase yang terlepas dari sistem.

11. Perawat menyambung selang drainase yang terlepas dengan tidak memegangnya langsung pada bagian ujung kateter atau selang.

12. Perawat mengganti kateter seminggu sekali. 13. Perawat mengganti selang drainase jika aliran urine tersumbat.

14. Perawat mengganti selang drainase jika terdapat kebocoran pada persambungan antara selang dengan kateter.

15. Perawat meletakkan kantung penampung urin pada tempat yang lebih rendah dari posisi kandung kemih.

16. Perawat tidak membiarkan selang urin dalam posisi tertekuk atau terjepit.

17. Perawat mengukur dan mencatat haluaran urin setiap 8 jam atau ekstra jika perlu.

18. Perawat memantau dan mencatat karakter urin yang tertampung pada kantung urin.

19. Perawat mengajarkan pada klien tentang cara berbaring yang tepat di tempat tidur dengan terpasangnya kateter.

20. Perawat mengajarkan keluarga tentang cara membersihkan daerah kemaluan yang dimulai dari depan lalu ke arah belakang (anus).

21. Perawat menginformasikan pada klien untuk tidak menarik kateternya atau melakukan gerakan yang mengakibatkan kateter tertarik.

Universitas Sumatera Utara22. Perawat menginformasikan pada klien untuk tidak berbaring diatas selang.

23. Perawat menganjurkan klien untuk minum sekurangkurangnya 8-12 gelas perhari (kecuali ada kontra indikasi)

1. Berdasarkan tingkat kontaminasi a. Clean Wounds (Luka bersih), yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan, pencernaan,

genital dan urinari tidak terjadi. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup; jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup (misal; Jackson Pratt). Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% - 5%. b. Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi), merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi, kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% - 11%. c. Contamined Wounds (Luka terkontaminasi), termasuk luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna; pada kategori ini juga termasuk insisi akut, inflamasi nonpurulen. Kemungkinan infeksi luka 10% - 17%. d. Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi), yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka.