LAPORAN PELANGGARAN HAM DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN Pengalaman Guru Tidak Tetap/Guru Swasta/Guru Non PNS

Jatim No 1 Kebijakan Guru Bantu Sementara/G BS Temuan dan Analisa Kebijakan mulai tahun 2003 oleh Mendiknas – Malik Fajar, setelah menolak mengurusi Guru Tidak Tetap atau Guru Honorer (Pertemuan September 2001 di Unibraw Malang), maka kemudian adanya temuan paper/proposal di Dinas Pendidikan, bahwa beberapa daerah mengajukan “tambahan guru tapi tidak mampu membayar”, sehingga Kebijakan GBS atau Guru Kontrak (Outsourching) diberlakukan. Hal ini melanggar Permenaker No. 02/1993 Tentang Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu/KKWT dan UU No. 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan (terkait pasal KKWT juga). GBS Tetap “diteruskan”, sehingga fleksibilitas dan atau “informalisasi”.  Gaji GBS tidak sama dengan UMK, Hanya Rp. 460.000/ bulan dan dipotong PPh 15 % sehingga menjadi Rp. 361.000/bulan/GBS. Sementara dalam SK Mendiknas yang ditanda tangani Bupati/Walikota atas nama Mendiknas, memuat akan ”sistem ketenagakerjaan dan kepegawaian-setidaknya diiming-iming menjadi PNS”.

Problem massif – Sistemik terjadi, ketika para Gubernur/Khususnya di Jatim, tahun 2004 melaksanakan program GBS ini, dengan dana APBD. Sementara Bupati/Walikota tidak mau “tanggungjawab”, atas nasib GTT/GBS terkait. Setidaknya GBS Program nasional sejak 2003 belum jelas nasib dan kebijakan “bagaimana” di kota/kabupaten, setidaknya PGTTI bersama jaringan, mengusulkan adanya “Guru Daerah”, bagi GTT/GBS/Swasta, untuk memperjelas posisi atau status hukum GTT/GBS terkait.  Hingga kini GBS tetap bermasalah, selain sejak 2003 “dijanjikan prioritas menjadi CPNS”, namun hingga kini ribuan GBS tidak diangkat, selain PP No. 48/2005 jo PP No. 43/2007 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS bermasalah, karena “database” tidak sesuai “kebutuhan dan konsisten” dalam administratifnya, kemudian persoalan PP 48/2005 bersamaan dengan Pilkada “pertama”, sehingga yang terangkat menjadi CPNS adalah “database politis”, yaitu tenaga honorer di Pemda yang menjadi “tim sukses”.  GBS Aceh/NAD yang masuk “Buku Putih” atau Database, juga mengalami masalah, karena GBS merupakan “tenaga kontrak” Unicef dengan alasan “kebutuhan guru” pengganti, karena banyak guru tewas dalam konflik GAM dan Tsunami. Maka Gubernur lepas tangan dengan alasan, itu masalah “nasional/pemerintah pusat”, sementara rekontruksi dan rehabilitasi Aceh paska Tsunami, belum menyentuh masalah GBS dan “reformasi birokrasi”. Dalam UU Guru dan Dosen serta PP Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, menyatakan akan guru di daerah terpencil, konflik, perbatasan dan sekitarnya mendapatkan tunjangan khusus, namun hingga hari ini, hal ini tidak terealisasi.

2

Pengangkata n Honorer menjadi CPNS (PP 48/2005 jo. 43/2007)

Sebagaimana masalah GBS, PP 48/2005 yang awalnya mensyaratkan umur maksimal 35 tahun bagi tenaga Honorer yang akan di CPNS, dengan masa kerja atau pengabdian yang ditentukan, maka para usia Honorer kritis (diambang 35 dan lebih), dengan masa kerja pengabdian lebih dari 20 tahun terbatasi umur.  Maka 2007 PP 48 direvisi menjadi PP 43, dengan umur maksimal 46 tahun. Namun tetap bermasalah, ketika umur 18 tahun tetap diakomodasi, ketika “pengalaman/ pengabdian” belum mencukupi. Sehingga para guru “uzur” tergusur dalam hal ini, apalagi “kelompok muda” tak lain banyak yang ditemukan sebagai “tim politik” pilkada 2005 – 2008 dibeberapa daerah di Jatim.

Sejak adanya UU No. karena sejak 2001. ke Gubernur. maka hal ini terjadinya ”pemarkiran” dana di bank. Untuk Guru Agama. Bahwa sesuai UU Guru dan Dosen. maka dari sekolah ke Dinas Pendidikan. sehingga tahun lalu adanya ”persoalan dengan menteri keuangan” yang akan menghentikan program sertifikasi. yaitu 6 bulan bahkan lebih. diberikan secara paket atau rapel. ke Kanwil Depag Propinsi. Mendiknas-Malik Fajar memang tidak mengakui. ke BKN-Men-PAN koordinasi Mendagri. ke BRR/Badan Rekontruksi dan Rehabilitas Aceh. karena masalah ”kebijakan dan hukum”. yaitu untuk Honorer Daerah. namun hingga kini kejelasan nasib belum ada keterangan lebih lanjut. Kontrak Unicef. Sementara Guru Honorer atau Guru Tidak Tetap di Sekolah Negeri tidak diakui. menjadikan GTT/Honorer di sekolah Negeri dan atau GTT di SK-kan Kepala Sekolah Guru PNS Dipekerjakan/Dpk. Serta banyaknya yang ditunda pencairannya. Sementara syarat prosedur dengan mengutamakan tenaga honorer yang “digaji dari APBN/APBD dan SK Pejabat Pembina Kepegawaian/Bupati/Walikota/ Gubernur”. maka melalui BKD/Badan Kepegawaian Daerah kemudian ke Bupati ke Gubernur. Kalau Guru Honorer. Men-PAN/BKN/Mendiknas. maka database dan atau CPNS sesuai PP 48/2005 jo. Men-PAN/BKN ke Presiden (hubungan internasional). ke Kandepag Kota/Kabupaten. PP 43/2007. Setidaknya ada beberapa hal yang memperumit. SD IT. 10/2009 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan” (Mendiknas Bambang Sudibyo yang masih kolega Malik Fajar). Sertifikasi selain diskriminasi kepada GTT Negeri dan Swasta dalam kelembagaan tertentu. ke Men-PAN/BKN-Koordinasi Mendagri (Sumber : GTT/Guru AgamaMasdrasah. namun sejak 2006 – 2009. menjadi tidak berlaku dan tidak masuk pendataan base. Sistem birokrasi yang kompleks dalam sistem kepegaeaian nasional dan daerah. maka guru yang berstatus sebagai Guru PNS dan ”Guru Swasta” yang diakui. Gubernur. ketika GBS Aceh dikontrak Unicef selama 1 tahun dan kemudian masa kontrak habis. PP Kepegawaian/PNS). Guru Sekolah Islam-Madrasah. juga tidak diberlakukan bagi GTT Madrasah Negeri dan atau Swasta pinggiran). kemudian ke BKN/MenpanKoordinasi dengan Mendagri. masih jauh dari harapan. sehingga adanya bunga-pengembangan dana yang masuk ”rekening dinas pendidikan terkait”. antara sistem kepegawaian daerah dan pusat. khususnya di tingkat pusat. ke Mendiknas. apalagi bagi GTT Agama non MuslimPinggiran/desa. Hal ini tidak mengagetkan. ke Mendiknas. atau dalam naungan ”ormas Islam”. Tunjangan Profesi Pendidik bagi Guru yang sudah ”sertifikasi”. Maka hanya GTT Swasta dan Guru PNS yang disertifikasi. sehingga menjadi ”fatsoen atau fatwa” bahwa GTT di sekolah negeri adalah ”haram” keberadaannya.  3 Sertifikasi Guru    . maka “buku putih” atau database bagi GBS ini. mengakibatkan nasib GTT/Honorer/Swasta/GBS menjadi semakin suram. mengakibatkan nasibnya tidak jelas dan dalam database terkait tidak masuk. sangat sulit (dipersulit). Khusus GBS Aceh setidaknya. seharusnya ”ditetapkan dulu Peraturan Pemerintah” tentang Sertifikasi. Bupati. terakhir dengan ”Permendiknas No. Bagi Guru Penyandang Cacat dan atau Guru pada Sekolah Luar Biasa atau SLB. Menlu. Sebagaimana kasus GBS Aceh/ NAD. seperti Sekolah swasta pinggiran/desa. apalagi yang diperbantukan dalam Yayasan Masjid dan sejenisnya. 14/2003 Tentang Guru dan Dosen. kemudian BKD.

Setidaknya kasus di Kota Malang. memberikan prinsip demokratisasi. Bagi kepala sekolah dan guru ”opportunis”. karena adanya ”sharing dana”. dalam UU No.Setidaknya dibeberapa daerah dilakukan ”pemotongan” hingga Rp. uang ”keluyuran dinas/plesiran koordinas”. serta anak mencoba bunuh diri.000/guru. serta hak guru dalam mengevaluasi siswa/peserta didik. sesuai dengan karakter dan kemampuan siswa tidak diakui dan bahkan dihapus dan diganti dengan proyekisasi/kapitalisme/liberalisasi evaluasi dan penggerusan HAM kreativitas guru dan siswa. sehingga ”oligarkhis politik pendidikan”. transparan dan akuntabel pada masalah Sistem Pendidikan Nasional. tender sepihak/tertutup pengadaan sarana tambahan. Bagi Siswa tidak lulus. serta kemudian muncul pernyataan ”MA tidak melarang UNAS”. mulai APBN dan APBD. Setidaknya sejak 2001 PGTTI menyatakan ”hapus Ebtanas” yang sekarang menjadi Unas. dengan model sama saat sertifikasi yang ”memarkir dana”. pada huruf (f) menyatakan : memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan. dll... serta melibatkan Bank Pemerintah Daerah (Bank Jatim). Dampak psikologis dan keuangan siswa dan ortu-nya. . bahkan sejak tahun 2003 di Surabaya sudah ditemukan ortu yang bunuh diri. 500. 14/2005 Tentang Guru dan Dosen pada pasal 14 ayat (1) terkait tugas keprofesionalan guru yang mempunyai hak. Ketika digugat ke MA. namun siswa harus membayar sejumlah uang dan ijazah kurang diakui. mulai bermain. buku tambahan/LKS.. sehingga ”fee” atau gratifikasi dan sistem tender. karena tidak lulus/tamat sekolah. karena tidak mampu membayar uang sekolah/ujian anaknya. maka dapat mengikuti ujian kejar paket a-c yang setara/setingkat dengan sekolah asalnya. les tambahan. maka mengatkan Unas melanggar UU. maka Unas adalah proyek baru dan menumpuk laba. model pengawasan yang juga ”oligarkhis”. atas ”kebijakan politik pendidikan” yang semakin amburadul dan melanggar konstitusi sebagai ”kebiasaan” pemerintah. dengan modus dan bentuk bermacam – macam... memberikan gambaran tambahan. seperti ”prestasi 4 Ujian NasionalUnas/UN/Ebt anas        . seperti : try out.peserta didik. maka seharusnya Unas tidak hanya ”ditentukan sepihak dan kewenangan absolut” pemerintah pusat dan atau daerah. dengan persyaratan tambahan. foto copi. tapi hak guru juga. memberikan gambaran jelas. memberikan gambaran HAM peserta didik ”ditentukan oleh komputer bodoh di jakarta”. dengan ratusan milyar rupiah berputar di Indonesia dan propinsi dan daerah. ambigu lembaga ”tinggi negara” dalam memutuskan suatu masalah yang melanggar UU dan atau Konstitusi. 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kontroversi sejak tahun 2003.. Kurangnya pengakuan ini dapat dilihat dari beberapa kampus negeri/favorit. Maka Unas jelas melanggar HAM guru. UU dan kaidah pendidikan yang profesional dan berkeadilan. Unas merupakan ”proyek pendidikan”. UU No.  Program Sertifikasi dilakukan oleh beberapa ”kampus/universitas” yang dikelompokkan dalam beberapa rayon. peserta didik tertekan/takut tidak lulus. rekreasi bagi yang lulus. para guru mendemo panitia sertifikasi ”lanjutan/susulan/tambahan” yang berkantor di kampus UM memberikan penilaian amburadulnya sertifikasi guru yang tidak transparan dan akuntabel.

Program Ekstention. yaitu pendaftaran masuk non unas bagi kelompok berduit untuk masuk sekolah negeri unggulan/favorit (SMP 1-3 atau SMA 1-3). maka dapat lulus. bisa seenaknya. Bahwa Kepala Sekolah SMAN Manyar Gresik. yaitu dilakukan saat mahasiswa liburan dengan hanya kuliah. kena kasus kriminal namun bebas. SMPN-SMAN. temuan di sekolah terkait juga ada “STIA” yaitu Sekolah Tidak Ijazah Ada. harga “kursi/bangku”. Non Reguler. untuk “operasional”. juga menentukan berbagai “pungutan” sekolah. Maka hasilnya temuan tahun 2000. tunjangan guru non PNS. Setidaknya ada sekolah “khusus” bagi anak pejabat. sekolah ekstention ini ada di dalam paket kelas non reguler di sekolah unggulan/ favorit terkait. serta saat ini ada Sekolah Dasar Islam Terpadu atau SD IT. serta dengan membayar sejumlah uang tertentu. Sekolah Swasta dan atau Sekolah Agama Islam. katakan uang dinas komite. saat itu Kepala Sekolah terkait memotong (korupsi) gaji GTT yang sudah dilaporkan ke polres gresik. non SPP bulanan. maka mahasiswa dipungut dengan “harga khusus setiap mata kuliah). Pertanian. Uang Transport Kepala Sekolah/Pegawai TU. mulai dari tingkat kecamatan hingga Kota/Kabupaten. dll”. mengaku memotong gaji GTT SMAN Manyar dan dbagi ke Dinas Pendidikan Gresik dan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jatim. hal ini sebagai “upeti” potongan gaji GTT. maka anak tersebut masuk di sekolah terkait. bahwa Kepala SMAN Manyar Kab. Sementara waktu ujian sangat mepet dan prosedur birokrasi ”tambahan” semakin banyak. sekarang menjadi Sekda Gresik dan maju Pilkada Gresik 2010). hal ini juga mengindikasikan adanya sekolah non reguler/ekstention tersebut. Uang Pembangunan. Setidaknya temuan adanya “sekolah pinjam/sore/siang/sekolah numpang/nunut-bahasa jawa”. K3S ini. beasiswa khusus kejar paket adanya prosedur tambahan. yaitu Madrasah ibti'daiyah/ setingkat SD hingga Aliyah/setingkat SMA/SMK. memberikan pengakuan di depan anggota Komisi E DPRD Gresik. namun masuknya “non reguler”. dan masuk saat ujian saja bisa. buku paket. 7 juta/orang. maka tidak kaget mantan rektor IPB menjadi Menristek ). Rayonisasi/Kecamatan/pecahan kecamatan. banyak ditemukan di Jatim. ada yang merupakan K3S Sekolah Negeri. juga merupakan kebijakan K3S. ditemukan di Kota Malang. yaitu sekolah bagi anak pejabat yang “nakal”. Gresik – Jatim (salah satu guru SMAN Manyar. maka gelar Master/S2 ada ditangan (sama ketika para mahasiswa program doktoral/S3 IPB mempertanyakan kapan SBY kuliah kok sudah bergelar Dr. sekolah ekstention ini hampir sama dengan dengan SP. LKS/Lembar Kerja Siswa. sekolah unggulan. mulai SPP bulanan. yaitu dengan membayar minimal Rp.   .dalam kelompok minimal rangking 10. harga seragam. penentuan “sekolah ekstention” atau Sekolah non budgete/nama lainnya (saat ini ditingkat kampus ada Semester Pendek/SP. kurang dari 2 bulan selama liburan. 5 Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah/ MK3S atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah/ K3S  K3S ini merupakan Kelompok Kepala Sekolah yang sistematis. Sekolah Khusus. yaitu Kampus “tidak jelas” atau Awu-awu (bahasa jawa). namun hingga kini belum masuk pengadilan.

dengan masa kerja di atas 10 tahun. Maka sejak tahun 2002. mengikuti jejak Malik Fajar). maka dikontrak dengan melanggar Prinsip dan asas Ketenagakerjaan. Setidaknya GBS yang diangkat Gubernur Jatim. Guru SMA maksimal 450 ribu dengan masa kerja minimal 15 tahun). perjanjian kerja atau perundingan tidak ada (PKB. sebagaimana dalam UU No. “fatwa haram” bagi GTT dianut oleh Pejabat negara di tingkat bawah Mendiknas hingga kini (para kolega Malik Fajar yang jadi Mendiknas kecuali Yahya Muhaimin. Hari Susilo Novi S. S.. yaitu hanya bagi jam mengajar minimal 24 jam atau 20 jam dengan tambahan lain. seperti jam ektrakurikuler (olahraga. yaitu antara lain : a) Tidak ada pengakuan organisasi Guru Non PNS (Kecuali PGRI yang notabene organisasi guru PNS namun memungut iuran pula ke GTT/Guru Swasta). b) Gaji/Honor jam kerja disesuaikan “sistem ketenagakerjaan secara terbatas”. ada beberapa “kebijakan” Pelanggaran HAM dalam SPM Guru Non PNS ini. hal ini jelas melanggar HAM Sipol Guru Non PNS. 350 ribu. khususnya di Propinsi Jatim. maka sejak saat itu. sementara sistem UMK dan Jamsostek tidak berlaku di dalam SPM. apalagi di tingkat lapangan (setidaknya guru TK gaji Rp. saya cuma ngurusi Guru PNS”. Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jatim subdit Ketenagakependidikan mengeluarkan “Standar Pelayanan Minimal Guru Non PNS atau Guru Tidak Tetap. dll). bahwa Gubernur “lepas tangan” kepada Guru Non PNS. 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan. Ttd. Pebruari 2010 Hormat kami. piket. Gresik.Pd . Untuk lengkapnya lihat bab SPM yang ada. 40 ribu/bulan – Rp. dll).6 Standar Pelayanan Mutu GTT/Guru Swasta Propinsi Jatim Sejak Malik Fajar mengatakan “tidak mengurusi GTT. menjadi bukti nyata. Bahwa sebagaimana uraian paper sekilas kami sebelumnya. salahmu sendiri jagi GTT. Guru Swasta dan atau Guru Yayasan”. Ketua DPW PGTTI Jatim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful