Anda di halaman 1dari 11

Irvan Ramadhani 240210100012 VI.

PEMBAHASAN Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya.Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer,dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan graph seperti thermograph,barograph (Moningka, 2008). Dari uraian tersebut,tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka,2008). Praktikum kimia analitik kali ini adalah pengenalan alat laboratorium. Pengenalan alat ini dimaksudkan untuk mengetahui fungsi dari setiap alat yang akan digunakan setiap dilakukannya praktikum kimia analitik. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum kimia analitik dapat dilihat pada tabel 6.1. Tabel 6.1 Alat-alat yang ada dalam laboratorium NO Nama Alat Ukuran Fungsi Ketelitian Gambar

10ml Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan 1. Gelas Ukur 50ml tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu 100ml

0,1ml

0,5ml

0,5ml

Irvan Ramadhani 240210100012

250ml

1ml

500ml

2,5ml

25ml

0,04ml

50ml Untuk membuat larutan 2. Labu ukur 250ml dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan 1000ml

0,05ml

0,15ml

0,4ml

2000ml 100ml 3. Erlenmeyer biasa 250ml Untuk menyimpan dan memanaskan larutan Menampung filtrat hasil penyaringan Menampung titran (larutan yang dititrasi) 500ml pada proses titrasi

0,6ml

Irvan Ramadhani 240210100012

1000ml

Erlenmeyer Asah

Untuk menampung cairan hasil 250ml filtrasi -

100ml

Untuk mengukur volume larutan yang

250ml 4. Beaker Glass 500ml 1000ml

tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi Menampung zat kimia Memanaskan cairan

Untuk mengukur dan

5.

Pipet Volume

25ml

memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat. Untuk mengambil cairan

6.

Pipet Ukur

25ml

dalam jumlah tertentu secara tepat

0,1ml

7.

Corong Besar

Untuk menyaring endapan dari larutan kimia induk

Corong Kecil

Irvan Ramadhani 240210100012

8.

Cawan porselen

Menghitung kadar air di tanur

9.

Cawan stainlessteel

Menghitung kadar air di oven

10.

Bulb pipet

Untuk membantu proses pengambilan cairan Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan Dipakai untuk mengaduk larutan

11.

Spatula

12.

Batang Pengaduk

Untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia.

13.

Penjepit Kayu

Untuk menjepit alat gelas

14.

Buret

Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.

15.

Statif

Untuk menegakkan buret, corong, corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.

Irvan Ramadhani 240210100012

16.

Klem buret

Untuk memegang /menjepit buret yang digunakan untuk titrasi. Sebagai alat bantu indikator pada alat spektrofotometer Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia Tempat menyimpan suatu larutan

17.

Kuvet

18.

Tabung reaksi

19.

Pipet tetes

Untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.

20.

Krustang

Untuk mengambil dan membawa krusibel.

21.

Kondensor

Untuk mengkondensasikan uap menjadi air. Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air Mengeringkan padatan

22.

Desikator

23.

Spektrofotometer

Untuk mengukur absorbansi larutan berwarna

(sumber : dokumentasi pribadi, 2011) Dari hasil yang diperoleh dapat diketahui berbagai fungsi atau prinsip kerja setiap alat yang ada di laboratoriu. Alat-alat ini terdiri dari alat non gelas berupa: cawan, bulb pipet, spatula, penjepit kayu, statif, klem buret, dan krustang. Alat gelas berupa: gelas ukur, labu ukur, erlenmeyer, beaker glass, pipet volume, pipet ukur,

Irvan Ramadhani 240210100012 corong, batang pengaduk, buret, tabung reaksi dan pipet tetes. Alat instrumen berupa: kondensor, desikator dan spektrofotometer . Alat lain berupa: kuvet. 1. Gelas ukur Gelas ukur memiliki ukuran yang berbeda-beda mulai dari 10 ml sampai 500 ml. perbedaan ukuran ini dimaksudkan untuk mempermudah praktikan dalam mengukur volume sebuah larutan. Namun, perbedaan ini pula terdapat

kekurangannya. Kekurangannya adalah semakin besar volume volume alat ukur, semakin besar pula kesalahan pengukuraan. Terdapat teknik untuk membaca volume gelas ukur, bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur. 2. Labu ukur Labu ukur berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup, terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L. Labu ukur memiliki fungsi membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan. Cara menggunakan labu ukur adalah dengan mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen. 3. Erlenmeyer Labu Erlenmeyer berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Erlenmeyer terdapat 2 jenis, yaitu erlenmeyer biasa dan erlenmeyer asah. Keduanya mempunyai fungsi yang tidak jauh berbeda yaitu berfungsi sebagai: untuk

Irvan Ramadhani 240210100012 menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrat hasil penyaringan , dan menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi. 4. Beaker glass Beaker glass atau yang biasa disebut gelas kimia adalah berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200. Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L. Sama seperti gelas ukur, beaker glass juga memiliki kekurangannya, kekurangannya adalah semakin besar volume beaker glass, semakin besar pula kesalahan pengukuraan. Oleh karena itu beaker glass ini berfungsi mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. 5. Pipet Pipet merupakan alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Adapun beberapa jenis pipet, diantaranya: Pipet volume Pipet volume digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat Pipet ukur Pipet ukur berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat. Pipet tetes Pipet tetes berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil. 6. Corong Corong merupakan benda yang terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Fungsinya adalah untuk menyaring endapan dari larutan kimia induk.. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring yang diameternya sama dengan diameter corong (Suriawiria, 1985).

Irvan Ramadhani 240210100012 7. Cawan Cawan memiliki 2 jenis, yaitu cawan stainlessteel dan cawan porselen. Cawan porselen berfungsi untuk menghitung kadar air di tanur sedangkan cawan alumunium berfungsi untuk menghitung kadar air di oven. 8. Bulb pipet Bulb pipet berfungsi untuk menghisap larutan yang akan diukur. Bulb pipet terbuat dari bola karet kenyal dengan 3 knop dan bola karetnya tidak mudah lembek. Disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty). Cara kerja bulb pipet ini adalah kosongkan terlebih dahulu udara dari bulb dengan menekan knop yang bertanda S sambil menekan bola karetnya. Kemudian tempatkan pipet pada larutan yang akan diambil. Lalu tekan knop yang bertanda S lagi untuk menghisap larutan. Setelah dihisap, larutan dikeluarkan dengan menekan knop bertanda E (Suriawiria, 1985). 9. Spatula Spatula merupakan sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium. Spatula memiliki fungsi mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan dan dipakai untuk mengaduk larutan. 10. Buret Buret berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL. Fungsi buret adalah untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi. Cara menggunakan buret sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol. Buret juga dilengkapi dengan klem buret yang terbuat dari besi atau

Irvan Ramadhani 240210100012 baja yang berfungsi untuk menjepit buret yang digunakan untuk titrasi dan statif yang terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret (Volk, 1993). 11. Desikator Desikator merupakan benda seperti panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator yaitu desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel. Fungsi desikator ialah tempat menyimpan sampel yang harus bebas air engeringkan padatan. Cara menggunakannya dengan membuka tutup

desikator dengan menggesernya ke samping dan meletakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama. (Harjadi, 1993). Setiap peralatan laboratorium memiliki fungsi yang berbeda, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 6.1.

Irvan Ramadhani 240210100012 VI. KESIMPULAN

1. Pengenalan dan pemahaman alat sebelum melaksanakan praktikum sangatlah penting untuk memberikan kemudahan saat praktikum sedang berlangsung. 2. Semakin besar volume alat ukur yang digunakan, semakin besar pula kesalahan pengukuran. 3. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur. 4. Menggunakan alat yang tepat dengan yang dibutuhkan akan mempercepat proses kerja praktikkan.

Irvan Ramadhani 240210100012 Daftar Pustaka

Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Moningka, Harvey., 2008, http://harveymoningka.wordpress.com/teknik-laboratoriu m-pengenalan-alat-dan-bahan/trackback/.diakses pada tanggal 12 September 2011 Suriawiria, U. 1985. Pengantar Mikrobiologi Umum. Angkasa, Bandung. Sutresna, Nana. 2006. Kimia untuk SMA. Grafindo: Bandung Volk , W. A & Wheeler. M. F. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. Erlangga, Jakarta.